Tag: pbb

  • Presiden Jokowi Desak Palestina dan Israel Hentikan Perang

    Presiden Jokowi Desak Palestina dan Israel Hentikan Perang

    7cloud.asia – Serangan kelompok militan Palestina, Hamas, ke wilayah Israel telah memakan korban lebih dari 1000 jiwa. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan penghentian perang dan kekerasan tersebut.

    “Indonesia mendesak agar perang dan tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban manusia dan hancurnya harta benda, karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar,” jelas Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/10/2023).

    Selain itu, Jokowi juga mendorong agar kedua negara tersebut dapat menyelesaikan akar konflik sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama.

    “Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang sudah disepakati PBB,” katanya.

    Jokowi selanjutnya memerintahkan jajaran terkait untuk bertindak cepat melindungi WNI yang berada di wilayah konflik.

    “Saya minta Menteri Luar Negeri dan jajaran kementerian terkait segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI yang berada di wilayah konflik,” katanya.

    Sebelumnya PBB dan sejumlah negara di dunia bereaksi terhadap gelombang serangan kelompok militan Palestina, Hamas, ke wilayah Israel.

    PBB dan sejumlah negara  menyerukan konflik antara Israel dan kelompok militan Hamas segera diakhiri. Sebab korban tewas di kedua belah pihak mencapai lebih dari 1.000 orang.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak upaya diplomatik di Timur Tengah untuk mencegah konflik yang lebih luas.

    Program Pangan Dunia (WFP) PBB pada Minggu (8/10/2023) mengatakan, mereka “sangat prihatin” mengenai dampak perang antara Israel dan Hamas terhadap warga sipil yang berjuang untuk mendapatkan pasokan makanan penting.

    Sejak Sabtu (07/10/2023) waktu setempat, saling serang terjadi antara kelompok Hamas dan Israel.  

    Kelompok Hamas yang merupakan salah satu faksi di Palestina itu pun memberikan tanggapan terhadap serangan balasan yang dilakukan Israel dengan menargetkan Jalur Gaza.

    Menurut pihak berwenang Palestina, serangan udara dan operasi militer lainnya oleh Israel telah menewaskan 413 orang.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

     

  • Lebih dari 24.000 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, PBB Desak Gencatan Senjata

    Lebih dari 24.000 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, PBB Desak Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres  kembali mendesak gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza setelah serangan Israel merenggut lebih dari 24.000 nyawa warga Palestina dan menciptakan bencana kemanusiaan.

    “Dunia berpangku tangan ketika warga sipil yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, dibunuh, dibuat cacat, dibombardir, dipaksa meninggalkan rumah mereka, dan tidak diberi akses terhadap bantuan kemanusiaan,” papar Guterres dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss seperti yang dikutip dari Anadolu.

    “Saya mengulangi seruan saya untuk segera melakukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, dan sebuah proses yang mengarah pada perdamaian berkelanjutan bagi Israel dan Palestina, berdasarkan solusi dua negara,” sambungnya.

    baca: Militer Israel resmi akhiri offensif darat di Gaza.

    “Ini satu-satunya cara dalam menghentikan penderitaan dan mencegah dampak buruk yang dapat menyebabkan seluruh wilayah hancur lebur.”

    Pada kesempatan itu, Guterres memperingatkan bahwa konfrontasi penuh dengan Lebanon akan berdampak sangat buruk dan harus dihindari dengan segala cara.

    “Apa yang sedang kita lihat di Laut Merah, semua ini menunjukkan bahwa upaya-upaya ini tidak cukup,” katanya.

    Menurutnya hal yang terpenting saat ini dilakukan adalah mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza, melakukan gencatan senjata serta membebaskan para sandera.

    “Namun, kita perlu menemukan komitmen penuh agar masyarakat internasional mendukung solusi dua negara di Israel dan Palestina sebagai landasan untuk menciptakan Timur Tengah yang stabil dan damai demi kepentingan semua,” katanya.

    Baca: Lebih dari 4 ribu siswa di Palestina terbunuh

    Guterres menyatakan bahwa ada pelanggaran hukum internasional yang meluas di seluruh dunia, di mana negara-negara mengabaikan atau bahkan melanggar hukum.

    “Mulai dari invasi Rusia di Ukraina, Sudan, dan baru-baru ini, Gaza, pihak-pihak yang berkonflik mengabaikan hukum internasional, menginjak-injak Konvensi Jenewa, dan bahkan melanggar Piagam PBB,” terang Guterres.

    Israel saat ini sedang digugat Afrika Selatan di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida di Gaza, yang berulang kali dinyatakan oleh PBB sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

    Namun, Israel membantah tuduhan genosida tersebut dengan mengklaim bahwa mereka hanya berusaha melindungi rakyatnya sendiri.

    Sebelumnya Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyesalkan tidak ada desakan gencatan senjata di dalam resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang disahkan pada 22 Desember 2023.

    Baca: Menlu RI sesalkan tak ada desakan gencatan senjata

    Padahal, menurut Retno, gencatan senjata merupakan salah satu elemen penting yang diperlukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.

    “Kita lihat apakah resolusi ini dapat membuat perbedaan atau perbaikan di lapangan,” katanya seperti yang dilansir Antaranews.

    Resolusi yang diajukan oleh Uni Emirat Arab itu disahkan setelah didukung 13 negara, 0 menolak.

    Sedangkan Amerika Serikat dan Rusia yang sama-sama anggota tetap DK PBB memilih abstain.

    Resolusi tersebut juga menuntut pihak-pihak berkonflik mengizinkan dan membuka semua rute menuju dan di seluruh Jalur Gaza, termasuk pintu-pintu perbatasan.

    Hal ini untuk memastikan staf kemanusiaan dan bantuan tersalurkan kepada warga sipil yang membutuhkan.

    Namun, banyak pihak yang menilai resolusi tersebut tidaklah cukup karena tidak menyerukan gencatan senjata.

    Padahal ini langkah utama yang dapat melindungi kehidupan warga sipil secara berkelanjutan dan memungkinkan bantuan tersalurkan kepada semua yang membutuhkan.

    Pengiriman bantuan ke Jalur Gaza selama ini terhambat karena Israel memberlakukan pemeriksaan keamanan terhadap truk-truk bantuan yang akan memasuki wilayah kantong Palestina yang terkepung itu.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Majelis Umum PBB Menyerukan Gencatan Senjata di Gaza

    Majelis Umum PBB Menyerukan Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Presiden Majelis Umum PBB, Dennis Francis mengulangi seruannya untuk gencatan senjata di Gaza, di mana lebih dari 24.000 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.

    Ketika berbicara dalam KTT ke-19 Gerakan Non Blok (GNB) di Kampala, Uganda, dia mengakui bahwa ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah global telah membuat relevansi PBB dipertanyakan.

    “Saya harus memberitahu Anda bahwa saya sangat prihatin dan kecewa dengan bencana yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Oleh karena itu, saya menyerukan kepada gerakan ini untuk mengerahkan pengaruhnya dalam menghentikan pembantaian yang kita semua saksikan secara menyedihkan,” kata Francis.

    Diplomat asal Trinidad dan Tobago itu juga menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera dan pembebasan semua sandera.

    Baca: Menlu Retno sesalkan tak ada gencatan senjata

    “Saya yakin bahwa solusi politik yang dinegosiasikan adalah satu-satunya jalan bagi Israel dan Palestina untuk mewujudkan hak fundamental mereka atas kehidupan damai, berdasarkan solusi dua negara. Sebagai presiden Majelis Umum, saya akan mendukung dan mendorong setiap dan semua inisiatif untuk mencapai tujuan tersebut,” tutur Francis.

    Ketua Komisi Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat mengatakan Afrika mengutuk perang ilegal yang tidak dapat diterima, tidak bermoral, dan tidak sah di Gaza. 

    Mahamat menuntut diakhirinya segera perang tidak adil terhadap rakyat Palestina.

    Mahamat kemudian menuntut implementasi segera solusi dua negara dan mendesak semua negara GNB untuk menuntut keadilan internasional dan hukum internasional bagi semua orang yang memperjuangkan kebebasan dan martabat.

    Sebanyak 58 menteri luar negeri dari berbagai negara anggota GNB dengan suara bulat mengutuk serangan terhadap Gaza, dan memuji gugatan kasus genosida yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional.

    Baca: Badan kemanusiaan PBB desak perang Hamas-Israel segera diakhiri

    Dalam pidatonya di KTT tersebut, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengkritik ketidakmampuan PBB, khususnya Dewan Keamanan, di mana AS telah memveto beberapa resolusi yang kritis terhadap Israel.

    “Kita harus membangun sistem pemerintahan global yang adil dan merata, dan memiliki kapasitas untuk menanggapi kebutuhan semua orang dalam situasi ancaman dan kerugian,” ujar Ramaphosa.

    KTT GNB yang berlangsung sepekan, merupakan pertemuan negara-negara terbesar di dunia setelah PBB. Pertemuan tingkat tinggi itu dihadiri 120 negara anggota GNB, 18 negara pengamat, dan 10 organisasi.

    Di lain pihak, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan untuk menghentikan pemboman terhadap daerah kantong yang diblokade tersebut.

    Netanyahu juga menolak mengambil langkah menuju pembentukan negara Palestina, dalam skenario pascaperang yang dia siapkan.

    Sumber: Anadolu

  • PBB Prihatin dengan Rencana Israel Serang Kota Rafah

    PBB Prihatin dengan Rencana Israel Serang Kota Rafah

    7cloud.asia – Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Martin Griffiths menyatakan keprihatinan akan terus berlanjutnya peperangan di Kota Rafah yang berada di Jalur Gaza selatan

    Dalam pernyataannya pada Rabu (7/2), pejabat PBB tersebut mengatakan peperangan di Kota Rafah dapat menimbulkan semakin banyak korban tewas dan memperburuk kondisi kemanusiaan di sana.

    “Saat peperangan di Gaza memasuki bulan kelimanya, harapan semakin surut untuk jutaan orang yang terdampak serta personel kemanusiaan yang berjuang membantu mereka,” kata Griffiths.

    Baca: Israel sebut Rafah sebagai sasaran berikutnya

    Dia mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin terhadap keselamatan dan kehidupan keluarga-keluarga Palestina yang terus menghadapi hal-hal yang tak terbayangkan demi mencari tempat aman.

    Terlebih, lebih dari setengah dari 2 juta penduduk Gaza saat ini mengungsi di Kota Rafah.

    “Keadaan hidup mereka sangat buruk; mereka kekurangan kebutuhan dasar untuk hidup dan dibayangi kelaparan, penyakit, dan kematian,” ucapnya.

    Ucapnya, pertempuran yang berlanjut di Rafah akan semakin mempersulit operasi kemanusiaan yang saat ini saja sudah terhambat oleh tiadanya jaminan keamanan, kerusakan infrastruktur, dan pembatasan akses.

    “Sederhananya, perang ini mesti dihentikan,” katanya, menambahkan.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina

    Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyebut akan meneruskan serangannya di Gaza hingga ke Kota Rafah dan tidak akan berhenti hingga kemenangan Israel atas Hamas menjadi “sempurna”.

    Setidaknya 14 warga Palestina terbunuh dan sejumlah lainnya terluka saat pesawat tempur Israel menembaki rumah-rumah di Kota Rafah serta Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, demikian dilaporkan kantor berita Palestina Wafa pada Rabu malam.

    Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 27.800 rakyat Palestina dan mencederai 67.317 orang lainnya. Sementara itu, sekitar 1.200 warga Israel disebut tewas akibat serangan Hamas.

    PBB menyebut serbuan Israel itu menyebabkan 85 persen populasi Gaza terusir dari tempat tinggalnya, 60 persen infrastruktur Gaza rusak dan hancur, serta menyebabkan kelangkaan makanan, air bersih, serta obat-obatan.

    Sumber: Antaranews

  • Situasi Jalur Gaza Kian Memburuk, Kelompok Negara Arab Desak DK PBB Segera Bertindak

    Situasi Jalur Gaza Kian Memburuk, Kelompok Negara Arab Desak DK PBB Segera Bertindak

    7cloud.asia – Kelompok negara-negara Arab di New York pada Senin (19/02/2024) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan segera terhadap situasi di Jalur Gaza.

    “Sayangnya, Dewan Keamanan PBB masih lamban, tidak mampu mengecam kekejaman yang dilakukan oleh otoritas pendudukan setiap hari. Dewan Keamanan harus segera mengambil tindakan,” kata kelompok tersebut, sebuah koalisi negara-negara Arab yang mempromosikan kepentingan bersama di PBB, dalam sebuah pernyataan.

    “Mereka tidak bisa mengabaikan permintaan masyarakat internasional dan opini publik global, yang semuanya menuntut gencatan senjata. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kelemahan Dewan Keamanan, dan semua upaya harus dilakukan untuk menghentikan pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza,” tambah mereka.

    Baca: PBB sebut tindakan Israel di Gaza keterlaluan

    Pernyataan itu dikeluarkan sehari sebelum pemungutan suara DK PBB terkait rancangan resolusi yang diajukan Aljazair yang menyerukan “gencatan senjata segera karena alasan kemanusiaan yang harus dihormati oleh semua pihak.”

    Kelompok tersebut mengatakan bahwa rancangan resolusi tersebut sejalan dengan prioritas komunitas internasional yang lebih luas.

    “Kami dengan tegas mendukung rancangan resolusi yang diajukan Aljazair dan mendesak semua anggota Dewan Keamanan untuk memberikan suara untuk mendukungnya,” kata pernyataan itu.

    Israel meluncurkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan dari kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu rakyat Palestina

    Pengeboman Israel tersebut telah menewaskan 29.092 orang dan melukai sekitar 69.028 orang lainnya disertai kehancuran massal dan kelangkaan kebutuhan bahan pokok.

    Perang Israel di Gaza telah memaksa 85 persen penduduk wilayah itu menjadi pengungsi di tengah kelangkaan akut bahan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong itu telah rusak atau hancur.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin tersalurnya bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Palestina Desak PBB Agar Dapat Memaksa Israel Wujudkan Gencatan Senjata di Gaza

    Palestina Desak PBB Agar Dapat Memaksa Israel Wujudkan Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pada Sabtu (16/3/2024) menyerukan sikap kemanusiaan internasional melalui sebuah resolusi yang mengikat di Dewan Keamanan PBB  guna memaksa pendudukan Israel agar segera melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza.

    Lebih lanjut kementerian menyerukan perlunya memastikan perlindungan bagi warga sipil dan akses masuk bantuan ke Gaza secara berkelanjutan.

    Baca: Pasukan Israel bunuh warga Palestina yang antre bantuan

    Melalui pernyataan, Kemenlu Palestina mengatakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sekali lagi mengakui bahwa dirinya sedang melakukan pertempuran diplomatik dengan dunia demi mendapatkan lebih banyak waktu untuk mencapai tujuan agresi.

    Disebutkan pula bahwa Netanyahu terus mengeluarkan ancaman untuk menyerang Kota Rafah tanpa memberikan rencana realistis untuk melindungi warga sipil dan menjamin kebutuhan dasar kemanusiaan mereka.

    Baca: Israel dianggap tak serius wujudkan gencatan senjata di Gaza

    “Tujuan terbesar Netanyahu adalah memperpanjang agresi supaya tetap berkuasa dan untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan pada hari berikutnya,” demikian menurut pernyataan Kemenlu Palestina.

    Kementerian juga menyatakan bahwa Netanyahu telah menculik lebih dari dua juta warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.

    ”Dan menjadikan hidup dan jiwa mereka sebagai “alat tawar dan pemerasan politik.” pungkas pernyataan itu 

    Sumber: WAFA

  • PBB Tuding Israel Sengaja Membiarkan Warga Palestina Kelaparan sebagai Metode Perang Baru

    PBB Tuding Israel Sengaja Membiarkan Warga Palestina Kelaparan sebagai Metode Perang Baru

    7cloud.asia – Israel bisa menggunakan kelaparan sebagai “metode perang” di Jalur Gazadengan menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong Palestina itu, kata Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk pada Selasa.

    Bencana kelaparan bisa terjadi di Gaza utara pada pertengahan Maret hingga Mei akibat konflik yang tengah berlangsung dan terbatasnya bantuan kemanusiaan.

    Demikian laporan PBB dalam inisiatif Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) yang diterbitkan pada Senin (18/3/2024).

    “Pengepungan Gaza oleh Israel selama 16 tahun terakhir telah berdampak pada hak asasi manusia warga sipil, membuat ekonomi setempat hancur, dan menciptakan ketergantungan pada bantuan,” kata Turk dalam pernyataannya.

    Baca: Palestina desak PBB agar bisa gencatan senjata

    Dampak dari pembatasan Israel terhadap bantuan yang masuk ke Gaza, ditambah serangan yang terus mereka lancarkan, mungkin seperti menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan.

    “Ini merupakan sebuah kejahatan perang,” ujar dia menambahkan.

    Turk menyerukan agar bencana kelaparan di wilayah Gaza yang sudah berlangsung berminggu-minggu uitu dicegah.

    Kelaparan merupakan dampak dari pembatasan Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan dan barang komersial, perpindahan mayoritas penduduk, dan kehancuran infrastruktur sipil yang penting, tulis pernyataan itu.

    Pada Oktober 2023, kelompok perlawanan Palestina Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel dari Gaza dan menerobos perbatasan.

    Baca: Israel tembaki warga Palestina yang antre bantuan

    Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan Hamas menyandera 240 orang lainnya.

    Israel lalu membalas dengan serangan habis-habisan, memblokade penuh Gaza, melancarkan serangan darat di dalam wilayah kantong Palestina itu untuk “menumpas pejuang Hamas dan membebaskan sandera”.

    Sedikitnya 31.800 orang telah tewas di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

    Pada 24 November, Qatar memediasi perundingan antara Israel dan Hamas untuk pertukaran tahanan dengan sandera dan gencatan senjata, yang memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

    Gencatan itu diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember 2023, dan sejak itu perang kembali terjadi.

    Lebih dari 100 orang diyakini masih disandera oleh Hamas di Gaza.

    Sumber: Sputnik

  • Kelompok Arab di Dewan Keamanan PBB Menolak Resolusi untuk Gaza yang Diinisiasi AS

    Kelompok Arab di Dewan Keamanan PBB Menolak Resolusi untuk Gaza yang Diinisiasi AS

    7cloud.asia – Kelompok negara-negara Arab di PBB menolak resolusi yang dipimpin AS mengenai Gaza, yang gagal disetujui Dewan Keamanan pada Jumat (22/3/2024) waktu setempat.

    Negara-negara Arab mengecam resolusi soal Gaza yang diusulkan dibahas di Dewan Keamanan PBB  ini ini sebagai “resolusi sepihak.”

    Setelah pemungutan suara di Dewan Keamanan, utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, yang berbicara atas nama kelompok tersebut, mengkritik resolusi tersebut karena kegagalannya mengatasi kejahatan Israel di Gaza yang juga dikenal sebagai wilayah kantong Palestina.

    “Ini tidak menyerukan gencatan senjata (di Gaza) Kita perlu membicarakan hal ini dengan jelas, atau tidak memelintirnya,” katanya.

    Baca: Kelaparan di Gaza makin kritis

    Memperhatikan bahwa Kelompok Arab akan mendukung resolusi yang menuntut gencatan senjata di Gaza selama bulan Ramadhan,

    Mansour mengatakan: “Kami menolak untuk menyebut apa yang terjadi adalah masalah terorisme. Ini adalah genosida terhadap seluruh populasi rakyat Palestina di Jalur Gaza.”

    Lebih lanjut dia menyatakan bahwa Kelompok Arab akan menekan Dewan Keamanan PBB untuk mengakui Palestina sebagai anggota resmi pada bulan April mendatang.

    Resolusi tersebut, yang mengaitkan gencatan senjata dengan pembebasan sandera dan menyerukan dukungan terhadap upaya tersebut, diveto oleh Rusia dan China.

    Baca: Israel dituduh sengaja membiarkan warga Gaza kelaparan

    Sebelas anggota Dewan Keamanan PBB sepakat. Aljazair juga memilih “tidak”, sementara Guyana abstain.

    Israel telah melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas pada 7 Oktober yang dipimpin oleh Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel.

    Akibatnya, hampir 32 ribu warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza, dan lebih dari 74 ribu orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

    Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah blokade yang melumpuhkan sebagian besarpasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Baca: Palestina desak PBB tekan Israel untuk wujudkan gencatan senjata

    Sementara hampir 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

    Sidang Mahkamah Internasional (ICJ) akhir tahun lalu telah memvonis Israel telah melakukan genosida di Gaza.

    Keputusan sementara ICJ pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk memastikan pasukannya tidak melakukan tindakan genosida, dan menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Sekjen PBB Akui Pihaknya Tak Punya Kekuatan Hentikan Kekejaman Israel di Gaza

    Sekjen PBB Akui Pihaknya Tak Punya Kekuatan Hentikan Kekejaman Israel di Gaza

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku bahwa badan dunia itu tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan perang rezim Israel di Gaza.

    Seolah frustasi dengan kondisi di Gaza, Guterres menyerukan kepada mereka “yang berkuasa untuk melakukan hal itu”.

    “Anda tidak bisa melihat begitu banyak orang terbunuh, anda tidak dapat melihat terlalu banyak penderitaan tanpa perasaan frustrasi yang mendalam… Kami tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan [perang di Gaza], saya mengimbau mereka yang berkuasa untuk melakukannya,” kata Guterres saat konferensi pers di El Arish Mesir, Sabtu (23/3/2024).

    Baca: Kelaparan di Gaza sudah dalam kondisi kritis, ribuan anak terancam masa depannya

    Dilansir Al Jazeera, antonio Guterres mengunjungi penyeberangan Rafah, antara Gaza dan Mesir, sebagai bagian dari “perjalanan solidaritas” tahunannya ke negara-negara Muslim selama bulan suci Ramadan.

    Disebutkan pula bahwa perjalanan Guterres tahun ini bertujuan untuk “menyoroti penderitaan rakyat Palestina di Gaza”.

    Pada kesempatan itu, Guterres juga berbicara soal bantuan kemanusiaan yang ditimbun di sisi perbatasan Mesir dengan Gaza ketika rezim Israel terus melarang masuk bantuan tersebut ke Gaza.

    Baca: Membiarkan warga Gaza kelaparan jadi senjata baru Israel

    “Lebih dari tragis. Ini adalah sebuah penghinaan moral,” katanya seraya menyerukan kembali perang dihentikan dan memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut akan memperburuk keadaan.

    Analisis terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang dirilis pada Senin lalu (18/3/2024) memperingatkan bahwa situasi di Gaza sangat buruk.

    Di mana kelaparan sangat akut akan segera terjadi di bagian utara Gaza, dan mengancam daerah-daerah lain di Jalur Gaza.

    Baca: Pilihan anak Palestina, peluru Israel atau kelaparan

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan hingga hari Kamis ini lebih dari 32.000 orang meninggal dunia di Gaza akibat serangan serangan darat dan udara Israel

    Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Sementara lebih dari 75.000 lainnya luka-luka.

    WHO dan mitra-mitranya telah menjalankan misi berisiko tinggi untuk mengirimkan obat-obatan, bahan bakar, dan makanan bagi para petugas kesehatan dan pasien.

    Sumber: IRNA-OANA

     

  • Layanan Kesehatan Minim, Ribuan Pasien di Gaza Harus Segera Dievakuasi ke Luar Negeri

    Layanan Kesehatan Minim, Ribuan Pasien di Gaza Harus Segera Dievakuasi ke Luar Negeri

    7cloud.asia – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Sabtu mengatakan bahwa ribuan pasien di Gaza masih belum mendapat layanan kesehatan sehingga harus segera dievakuasi ke luar negeri.

    Hal itu karena  hanya 10 rumah sakit di Gaza yang beroperasi dan itupun dengan kapasitas minimal.

    “Sekitar 9.000 pasien harus segera dievakuasi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa merka,” kata Tedros dalam unggahan di media sosial.

    Baca: Israel kuasai RS Indonesia dan dijadikan markas

    Layanan kesehatan yang harus dilakukan di luar Gaza seperti pengobatan kanker, cedera akibat pemboman, dialisis ginjal dan kondisi kronis lainnya

    Sejauh ini terdapat lebih dari 3.400 pasien yang sudah dirujuk ke luar negeri melalui Rafah, termasuk 2.198 korban luka dan 1.215 pasien.

    Namun demikian, kata Tedros, masih banyak pasien yang harus dievakuasi agar mendapat layanan kesehatan.

    “Kami mendesak Israel agar mempercepat persetujuan evakuasi, sehingga pasien kritis dapat dirawat. Setiap momen berarti (bagi keselamatan pasien),” ujarnya.

    Baca: Lebih 1,1 juta warga Gaza alami kelaparan ekstrem 

    Seperti diketahui kondisi Gaza makin memprihatinkan sejak pecah perang Israel-Hamas pada Oktober 2023 lalu.

    Lebih 80 persen bangunan di Gaza rusak akibat serangan Israel ke Gaza, dan meninggalkan ribuan warga tinggal di pengungsian.

    Jutaan warga Gaza kini dalam ancaman kelaparan kronis karena sikap Israel yang menghalangi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

    Sumber: WAFA