7cloud.asia – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Sabtu mengatakan bahwa ribuan pasien di Gaza masih belum mendapat layanan kesehatan sehingga harus segera dievakuasi ke luar negeri.
Hal itu karena hanya 10 rumah sakit di Gaza yang beroperasi dan itupun dengan kapasitas minimal.
“Sekitar 9.000 pasien harus segera dievakuasi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa merka,” kata Tedros dalam unggahan di media sosial.
Baca: Israel kuasai RS Indonesia dan dijadikan markas
Layanan kesehatan yang harus dilakukan di luar Gaza seperti pengobatan kanker, cedera akibat pemboman, dialisis ginjal dan kondisi kronis lainnya
Sejauh ini terdapat lebih dari 3.400 pasien yang sudah dirujuk ke luar negeri melalui Rafah, termasuk 2.198 korban luka dan 1.215 pasien.
Namun demikian, kata Tedros, masih banyak pasien yang harus dievakuasi agar mendapat layanan kesehatan.
“Kami mendesak Israel agar mempercepat persetujuan evakuasi, sehingga pasien kritis dapat dirawat. Setiap momen berarti (bagi keselamatan pasien),” ujarnya.
Baca: Lebih 1,1 juta warga Gaza alami kelaparan ekstrem
Seperti diketahui kondisi Gaza makin memprihatinkan sejak pecah perang Israel-Hamas pada Oktober 2023 lalu.
Lebih 80 persen bangunan di Gaza rusak akibat serangan Israel ke Gaza, dan meninggalkan ribuan warga tinggal di pengungsian.
Jutaan warga Gaza kini dalam ancaman kelaparan kronis karena sikap Israel yang menghalangi bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sumber: WAFA

Leave a Reply