Tag: pedagang

  • DPR Ingatkan Ancaman Perdagangan Daring di Tiktok pada Produk Dalam Negeri

    DPR Ingatkan Ancaman Perdagangan Daring di Tiktok pada Produk Dalam Negeri

    7cloud.asia – Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam meminta Kementerian Perdagangan memberikan perhatian terhadap perdagangan digital yang berpotensi menggusur produk dalam negeri. 

    Menurutnya, saat ini pasar luring sudah berangsur sepi, sehingga membuat omset pedagang produk dalam negeri menurun.

    Ia mencontohkan kondisi pasar Tanah Abang, ITC, Roxy, dan lain sebagainya yang banyak menjual produk dalam negeri semakin sepi. Sejumlah pedagang yang ditemuinya khawatir dalam beberapa tahun ke depan usahanya bisa tutup.

    “Kemarin kami ke Tanah Abang mengkroscek yang ada di berita ternyata betul, Pak. Pendapatan mereka yang biasanya setiap hari omzet Rp40 juta sekarang hanya tinggal Rp9 juta sehari, tragis sekali,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi VI dengan Menteri Perdagangandi Komplek Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2023).

    Baca: Tiktok janji tak akan buka Projet S di Indonesia

    Mufti mencermati, salah satu faktor sepinya pasar fisik adalah adanya e-commerce dan social commerce, seperti aplikasi Tiktok.

    Ia menyebut adanya social commerce saat ini selain dapat menjadi wadah alternatif bagi UMKM untuk menjual produknya, namun juga mengandung ancaman bagi UMKM dalam perdagangan digital.

    Sehingga, ia berharap Kemendag dapat memberi perhatian lebih terhadap perdagangan digital.

    Masyarakat kita, ujarnya, diberi ruang untuk live jualan produk, kemudian yang laku-laku mereka cloning.

    Baca: Pengguna TikTok Shop raup puluhan juta sebulan

    “Jadi, mereka punya semacam AI (Artificial Intelligence) dan kemudian mereka mengirim orang, mengecek tempat produksi dan kemudian belum seminggu barang yang di-launching itu sudah diproduksi di China dan sudah ada di negara kita, Pak,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

    Parktik ‘curang’ dalam perdagangan digital ini, lanjutnya dapat merugikan UMKM dan mengancam produk dalam negeri. 

    “Banyak sekali UMKM kita yang mengeluh ketika dia produknya laku berjuta-juta kemudian di minggu berikutnya ada produk yang mirip persis kualitasnya sama tapi dijual dengan harga yang jauh lebih murah, Pak Menteri,” lanjutnya.

    Untuk itu, Mufti mendukung usulan Kemendag untuk membuat positive list yang merupakan daftar barang-barang yang boleh diimpor karena tidak diproduksi di dalam negeri.

    Baca: Ini yang membuat orang suka berjualan di TikTok

    Positive list ini harapan kami juga bisa duduk bersama dulu dengan Kementerian Perindustrian. Karena kami tidak mau Kemendag dalam membuat positive list hanya berdasarkan dari e-commerce-nya,” tutupnya.

  • Pedagang Pasar Tanah Abang Keluhkan Sepinya Pembeli

    Pedagang Pasar Tanah Abang Keluhkan Sepinya Pembeli

    7cloud.asia – Lorong-lorong di Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat itu kini terlihat sepi pengunjung. Hanya tampak sesekali saja orang lewat.

    Setiap kali ada yang lewat, para pedagang yang mengaku sudah belasan tahuan berdagang di Pasar Tanah Abang ini berteriak-teriak menawarkan barang dagangannya. Namun, tak banyak yang melirik, apalagi membeli.

    Kondisi yang sama juga tampak di Blok A Pasar Tanah Abang. Ketika 7cloud.asia menyusuri lorong-lorong di blok ini pada Rabu (6/9/2023), hanya sedikit pedagang yang tengah bertransaksi dengan pembeli.

    Bahkan beberapa kios tampak tertutup rapat. Padahal biasanya, Pasar Tanah Abang yang merupakan pusat grosir pakaian terbesar di Asia Tenggara ini kondisinya selalu ramai pembeli.

    Baca: Lima prinsip utama frugal live

    Para pembeli umumnya membeli barang-barang dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali di kota mereka.

    Tetapi tidak untuk kali ini. Kondisi sepi seperti ini dianggap lebih parah ketika masa pandemi Covid19. Setidaknya itulah yang dirasakan Lia, yang sudah belasan tahun berjualan busana muslim di Pasar Tanah Abang. 

    “Sekarang turun drastis, lebih dari 50 persen turunnya. Anjlok parah. Mendingan pas Covid kemarin, masih banyak yang beli,” ungkap Lia kepada 7cloud.asia saat ditanya omzet yang didapatnya.

    Malah, lanjut Lia, beberapa kali ia mengalami nol pembeli. Sama sekali tak ada barang yang berhasil ia jual dalam satu hari.

    Baca: Meski kaya raya, aktor ini memilih gak boros

    Bahkan orang yang datang aja menurutnya juga semakin jarang. Padahal biasanya banyak pembeli dari luar kota Jakarta yang membeli dalam jumlah besar. Barang tersebut biasanya dijual kembali di kota asalnya.

    Lia mengaku tak mengetahui penyebab sepinya pasar Tanah Abang. Menurutnya kondisi seperti ini sudah terjadi setelah musim haji atau sekitar 2 bulan yang lalu.

    Hal senada juga dikeluhkan oleh Wisah. Pedagang pakaian olahraga di Blok A Pasar Tanah Abang ini juga mengaku sepi pembeli. Omset yang ia dapat dalam sehari turun drastis.

    “Sepi juga. Paling banyak juga sejutaan lah,” ungkap Wisah.

    Baca: lelah dengan konsumerisme orang mulai berpaling pada gaya hidup minimalis

    Padahal, lanjut Wisah, biasanya ia bisa mengantongi omset hingga Rp 10 juta sehari. Ia juga bingung dengan kondisi seperti ini.

    ”Mungkin karena mau pemilu ‘kali ya..,” katanya sambil tertawa.

    Karena itu, ia berharap pemilu 2024 dapat segera terlaksana dengan baik dan berlangsung damai. Sebab, jika rusuh para pedagang akan terkena dampaknya dan akan semakin merugi.

    “Udah, cepetan deh pemilu. Jangan rusuh, kan kita juga yang jualan yang kena getahnya,” ujarnya.

    Baca: Awas, status utang jadi pertimbangan perusahaan terima karyawan

    Wisah berharap pemerintah dapat memperhatikan para pedagang di Pasar Tanah Abang yang sepi pembeli.

    “Mungkin pejabatnya datang belanja ke sini kali ya, biar rame lagi deh,” harap Wisah sambil tertawa.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pembeli Sepi, Pedagang di Pasar Tanah Abang Tunggak Bayar Sewa Kios

    Pembeli Sepi, Pedagang di Pasar Tanah Abang Tunggak Bayar Sewa Kios

     

    7cloud.asia – Sepinya pembeli di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat membuat sejumlah pedagang menunggak pembayaran sewa kios. Jumlah tunggakan mencapai puluhan juta rupiah.

    Di Blok B Pasar Tanah Abang misalnya, sejumlah kios tampak tutup dan ditempel surat peringatan dari Unit Pasar Besar (UPB).

    Dilansir dari CNN Indonesia, jumlah kios di Pasar Tanah Abang yang ditutup serta mendapat peringatan seperti ini mencapai puluhan.

    Sementara nilai tunggakan paling kecil Rp8 juta dan yang paling tinggi mencapai Rp43,3 juta.

    “Sampai dengan surat ini saudara belum membayar/melunasi tunggakan kewajiban biaya pengelolaan pasar (BPP)/service charge. Adapun kewajiban yang belum dibayar sampai dengan bulan Juni 2023 sebesar Rp43,3 juta,” demikian bunyi surat yang dimaksud kepada salah satu kios.

    Baca: Penjual Pasar Tanah Abang keluhkan sepi pembeli

    Dalam surat tersebut, pemilik kios di Pasar Tanah Abang juga diwajibkan segera membayar tagihan pada hari kerja paling lambat 7 hari kalender sejak surat dikeluarkan.

    Apabila sampai batas waktu tersebut pemilik kios belum membayar, pengelola akan memberikan surat penutupan sementara.

    Selanjutnya, sesuai Surat Keputusan (SK) Direksi Perusahaan Daerah Pasar Jaya Nomor 117 Tahun 2023 Bab VIII sanksi terkait penggunaan tempat usaha Pasal 29 Ayat (3) tahapan pemberian sanksi.

    Selain itu,  pengelola dapat menggunakan Pasal 20 Peraturan Direksi PD Pasar Jaya Nomor 360 Tahun 2014, akan diberikan sanksi pembatalan hak pemakaian usaha.

    Baca: Lindungi produk lokal, Tiktok dilarang buka ProjectS 

    Kondisi sepi pembeli di Pasar Tanah Abang ini membuat banyak pedagang mengalami penurunan omset. Setidaknya itulah yang dirasakan Lia, salah satu pedagang busana muslim.

    “Sekarang turun drastis, lebih dari 50 persen turunnya. Anjlok parah. Mendingan pas Covid kemarin, masih banyak yang beli,” ungkap Lia kepada ruangkota saat ditanya omset yang didapatnya.

    Malah lanjut Lia, beberapa kali ia mengalami nol pembeli. Sama sekali tak ada barang yang berhasil ia jual dalam satu hari. Bahkan orang yang lewat aja menurutnya juga jarang.

    Padahal biasanya banyak pembeli dari luar kota Jakarta yang membeli dalam jumlah besar. Barang tersebut biasanya dijual kembali di kota asalnya.

    Baca: Ancaman perdagangan daring pada pedagang kecil

    Keluhan senada juga diungkapkan oleh Soleh, pedagang lainnya. “Sekarang sudah kaya gini, sudah sepi banget. Pemasukan tak menentu. Kadang ada, kadang tak ada sama sekali,” keluhnya.

    Menurutnya, masalah yang dialami pedagang Pasar Tanah Abang tak lepas dari kemunculan e-comerce seperti Shopee, TikTok Shop, Lazada dan sebagainya.

    TikTok Shop misalnya, platform social e-commerce yang memungkinkan penjual untuk menawarkan produknya ke pengguna secara langsung. Penjual maupun kreator dapat menjual produknya melalui in-feed videos, LIVEs, dan tab katalog produk.

    “Dulu sebelum TikTok ada, tokonya masih ada, Lazada, Shopee itu tidak pengaruh ke pasaran. Sekarang sudah ada TikTok hadir (jadi sepi),” jelas Soleh.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Dengarkan Keluhan Pedagang Pasar Tanah Abang, Ini Janji Mendag

    Dengarkan Keluhan Pedagang Pasar Tanah Abang, Ini Janji Mendag

    7cloud.asia – Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan pada Kamis (28/9/2023) mengunjungi Pasar Tanah Abang, Jakarta.

    Kunjungan Mendag ke Pasar Tanah Abang bertujuan untuk berdiskusi dengan para pedagang pasar yang mengeluhkan sepinya pembeli sejak maraknya penjualan daring langsung (live shopping) melalui social commerce seperti TikTok.

    Kepada Mendag, para pedagang Pasar Tanah Abang mengatakan, sepinya pembeli karena barang impor yang dijual di TikTok live dilepas dengan harga murah, karena tidak membayar pajak.

    Karena itu para pedagang Pasar Tanah Abang meminta pemerintah dalam hal ini Mendag merilis aturan yang melindungi mereka. 

    Baca: TikTok Shop resmi dilarang, ini penjelasan pemerintah

    Menanggapi keluhan para pedagang Pasar Tanah Abang, Mendag meyakinkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk selalu mendukung para pelaku UKM dalam negeri.

    Salah satu upaya yang saat ini dilakukan pemerintah yaitu dengan menciptakan persaingan yang adil, sehat dan bermanfaat melalui Permendag Nomor 31/2023.

    Dalam Permendag nomor 31/2023. Permendag tersebut didefinisikan kembali model bisnis lokapasar dan social commerce guna memudahkan pembinaan dan pengawasan terkait legalitas serta keamanan produk.

    Permendag nomor 31/2023 ini merevisi Permendag no. 50 Tahun 2022. Salah satu poin penting dalam revisi tersebut adalah larangan media sosial berlaku sekaligus sebagai ecommerce.

    Baca: Pedagang pasar Tanah Abang keluhkan sepinya pembeli

    Mendag menegaskan bahwa perdagangan di platform digital harus diatur. Kompetisi dalam dunia perdagangan tidak bisa sepenuhnya bebas karena harus mempertimbangkan keadilan.

    “Ini kita tata, kita atur. Negara lain melarang, kita atur. Persaingan fair dan adil, bukan bebas,” kata Zulkifli dalam konferensi pers, Rabu (27/9/2023).

    Ia menambahkan revisi aturan soal perdagangan elektronik juga dilatari oleh banyaknya penemuan produk yang tidak memenuhi standar baik SNI maupun Badan POM.

    “Ada isu peredaran barang belum memenuhi standar, SNI, BPOM. Makanan harusnya ada izin halal. Ini tidak fair,” kata Mendag.

    Baca: DPR ingatkan ancaman perdagangan daring di media sosial

    Atas aturan tersebut, Asosiasi E-Commerce Indonesia atau IDEA menyatakan secara prinsip mereka akan bersinergi dengan pemerintah Indonesia.

    Wakil Ketua Umum IDEA, Budi Primawan, menyebutkan IDEA akan memberikan asesmen dari peraturan yang baku.

    Budi menegaskan IDEA akan bekerja sama dengan pemerintah dan mematuhi tata aturan yang dikeluarkan.

     

  • Tik Tok Shop Tutup, Pedagang Taman Puring Tetap Sepi Pembeli

    Tik Tok Shop Tutup, Pedagang Taman Puring Tetap Sepi Pembeli

    7cloud.asia – Tik Tok Shop resmi ditutup oleh pemerintah, namun tidak berpengaruh pada pedagang konvensional. Seperti yang dialami para pedagang Pasar Taman Puring.

    Pasar Taman Puring di kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan yang menjadi tempat favorit para pemburu sepatu murah di kawasan Jakarta Selatan tersebut kini sepi pembeli.

    Saat 7cloud.asia menyusuri lorong-lorong Pasar Taman Puring pada Kamis (05/10/2023) siang, tampak sejumlah para pedagang hanya mengobrol dengan sesama pedagang.

    Sesekali mereka menawarkan barang dagangannya kepada para pengunjung yang lewat. Hanya beberapa pedagang saja yang sibuk melayani pembeli.

    Baca: Pedagang pasar Tanah Abang keluhkan sepi pembeli

    Rizky, salah seorang pedagang sepatu olahraga di Pasar Taman Puring kepada 7cloud.asia mengatakan, kondisi sepi pembeli ini sudah terjadi sejak tiga tahun yang lalu.

    “Kalau dulu masih rame. Bisa dapat 15 hingga 20 juta sehari. Sekarang, yah…..paling cuma dapat 30 persennya aja,” kata Rizky tersenyum getir.

    Kondisi ini semakin berat karena dia harus bayar listrik, iuran kebersihan dan lain-lain yang jumlahnya sekitar Rp 500 ribu sebulan.

    Mengenai penutupan Tik Tok Shop oleh pemerintah, Rizky mengaku tidak merasakan dampak positifnya. Sebab, kios nya tetap sepi pembeli.

    Baca: Janji Mendag kepada pedagang Pasar Tanah Abang

    Menurutnya penutupan tersebut sia-sia. Karena para penjual di Tik Tok Shop bisa saja pindah ke aplikasi lain.

    “Lewat Whatsapp aja juga bisa mereka live di sana. Jadi fitur live nya yang harusnya ditutup, karena banyak pembeli dari sana,” jelasnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Fajar. Pedagang sepatu anak ini juga mengalami sepi pembeli. Bahkan kondisi ini lebih buruk daripada masa pandemi Covid 19 beberap waktu lalu.

    “Parah, sekarang mbak, parah. Lebih baik Covid, masih bagus kami dapatnya,” kata Fajar.

    Baca: Tiktok Shop resmi dilarang, ini penjelasan pemerintah

    Laki-laki berusia 32 tahun tersebut mengungkapkan penjualan sepatu di kiosnya dalam sehari paling banyak 5 pasang.

    Padahal biasanya, ia bisa menjual puluhan hingga ratusan pasang sepatu. Banyak pembeli yang menjual lagi barang-barangnya di daerah lain.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya TikTok Shop resmi ditutup pada Rabu 4 Oktober 2023 pukul 17.00 WIB. Penutupan TikTok Shop terkait masalah perizinan.

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengatakan TikTok Shop tidak memiliki izin berdagang bagi e-commerce.

    Baca: Perdagangan di media sosial harus diatur untuk lindungi UMKM

    TikTok Shop hanya memiliki izin Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (KP3A).

    “Saat ini izin TikTok Shop hanya sebagai KP3A yang tidak boleh berdagang,” kata Teten, seperti dikutip dari detikFinance. Teten menegaskan TikTok Shop harus memiliki izin berdagang sesuai aturan hukum di Indonesia.

    Izin usaha e-commerce telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

    “Yang benar, TikTok Shop harus mendirikan badan hukum di Indonesia dan memiliki izin baru sesuai dengan Permendag No 31 Tahun 2023,” tegasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Alternatif Setelah TikTok Shop Ditutup Pemerintah

    Alternatif Setelah TikTok Shop Ditutup Pemerintah

    7cloud.asia– Pemerintah resmi menutup layanan TikTok Shop pada Rabu (4/10/2023) pukul 17.00 WIB.

    Penutupan layanan TikTo shop itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Sistem Elektronik.

    Sesuai peraturan tersebut, layanan social e-commerce seperti TikTok Shop tidak boleh digunakan untuk transaksi langsung. Media sosial hanya boleh digunakan untuk promosi.

    Sebelum dilarang, TikTok yang asal China menyediakan fitur transaksi jual beli online di mana warganet dapat menjual dan membeli barang hanya melalui aplikasi tersebut.

    Baca: TikTok Shop resmi dilarang, ini penjelasan pemerintah

    Setelah TikTok Shop ditutup, apa alternatif yang bisa dilakukan para penjual untuk menjual produknya?

    Ekonomi Digital dari lembaga riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai, penutupan TikTok Shop akan menyulitkan penjual yang selama ini menggunakan TikTok Shop.

    “Memang merugikan penjual yang sudah masuk ke ekosistem TikTok,” ujar dia kepada Kompas.com, Jumat (6/10/2023).

    Meski begitu, menurut Huda, ada alternatif yang bisa dilakukan oleh pedagang yang dulu berjualan di TikTok Shop.

    Baca: Tanggapan TikTok atas pelarangan TikTok Shop

    Para pedagang tetap bisa mempromosikan produknya di aplikasi tersebut. Namun, proses transaksi jual beli antara penjual dan pembeli tidak dilakukan secara langsung di TikTok Shop.

    “Saya rasa mereka harus tetap menggunakan TikTok sebagai tempat etalase penjualan. Namun, proses jual beli menggunakan instrumen lainnya seperti WhatsApp,” jelasnya.

    Huda mengatakan, cara itu tidaklah menjadi masalah. Selain itu, promosi di media sosial tapi transaksi di aplikasi lain juga telah diterapkan oleh penjual di Instagram.

    Walau demikian, TikTok menurut Huda tetap menjadi tempat potensial untuk berjualan suatu produk.

    Baca: TikTok Shop bikin UMKM ambruk

    Dia pun berharap muncul aplikasi TikTok Shop yang terpisah sehingga bisa digunakan para penjual mempromosikan produknya sekaligus berjualan secara langsung di aplikasi tersebut.

    Huda mengatakan, para pedagang yang sebelumnya menggunakan TikTok Shop akan tetap bisa bertahan dengan memanfaatkan aplikasi tersebut meski layanan penjualan mereka ditutup.

    “Saya rasa cara bertahan mereka ya tetap memanfaatkan TikTok walaupun transaksinya melalui platform lain, misal WhatsApp atau Instagram,” kata dia.

    Menurutnya, promosi di TikTok dan berjualan lewat WhatsApp lebih mudah dilakukan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Baca: Ini janji mendag di depan pedagang Pasar Tanah Abang

    Cara ini lebih mudah dibandingkan dengan mereka harus berjualan menggunakan aplikasi e-commerce.

    “Kalau e-commerce kan ada biaya admin, daftar-daftar perizinan, dan lainnya. Kalau WA (WhatsApp) kan tinggal nunjukkin barang, kirim bukti transfer, deal,” tandas Huda.

    Huda menambahkan, transaksi jual beli yang dilakukan melalui aplikasi pengiriman pesan seperti WhatsApp berpotensi menjadi masalah pada masa depan.

    “Itu akan menimbulkan pertanyaan baru. Transaksinya gak tercatat (pemerintah),” ujarnya.

    Baca: Pedagang Pasar Tanah Abang keluhkan sepi pembeli

    Menurutnya, transaksi jual beli via WhatsApp tidak bisa tercatat resmi. Ini karena belum ada mekanisme pencatatan untuk transaksi via conversational commerce seperti aplikasi perpesanan tersebut.

    Akibatnya, pemerintah tidak bisa mengumpulkan pajak dari transaksi jual beli melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp. “Transaksi jual beli via WA kan gak ada yang tahu. Pemerintah juga gak punya aturan terkait hal tersebut,” ujar Huda. 

  • Harga Sembako Melonjak, Pembeli dan Pedagang Mengeluh

    Harga Sembako Melonjak, Pembeli dan Pedagang Mengeluh

    7cloud.asia – Harga sembako di Jakarta terus merangkak. Sejumlah pembeli mengeluhkan kenaikan harga ini. Seperti di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Harga cabai rawit tembus Rp100.000 per kilogram.

    Padahal harga sebelumnya Rp 40.000 per kilogram. Begitu juga dengan cabe merah kriting dan cabe merah besar. Keduanya mengalami kenaikan dari harga Rp50.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp 80.000 per kilogram.

    Dari pantauan 7cloud.asia, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Kini harganya mencapai Rp 40.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga bawang merah Rp 35.000 per kilogram.

    Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir yang kini menyentuh harga Rp 16.000/kg. Padahal sebelumnya harga gula pasir masih berada pada kisaran Rp 14.000 per kilogram.

    baca: harga beras dan kebutuhan lain terkerek naik pedagang mengeluh sepi pembeli

    Tentu saja, kenaikan harga ini dikeluhkan oleh banyak pembeli. Seperti Yuli, salah seorang pembeli yang kini mengurangi pembelian cabe rawit.

    “Sekarang nggak kuat beli banyak-banyak. Beli dikit-dikit aja, biar uangnya cukup,” kata Yuli kepada 7cloud.asia sambil menenteng seperempat cabai rawit.

    Tidak hanya pembeli, penjual pun juga mengeluhkan kenaikan harga sembako. Seperti yang diungkapkan Aris, salah satu pedagang.

    Aris mengaku terpaksa mengurangi stok sembako dagangannya. Hal ini ia lakukan agar tidak merugi, karena pembeli berkurang.

    “Kalau murah mah cepet habis (barangnya). Orang sekarang mikir-mikir dengan harga naik kayak gini. Jarang yang beli banyak,” ungkapnya.

    baca: musim kemarau memuncak harga beras dan cabai melonjak

    Kenaikan harga sembako ini, lanjut Aris, sudh berlangsung sejak akhir Oktober lalu.

    Menurutnya kenaikan ini akibat adanya musim pancaroba yang membuat stok barang menjadi terbatas.

    Dia berharap pemerintah dapat segera turun tangan menstabilkan harga sembako agar pembeli kembali ramai.

    Sementara itu harga sejumlah barang lainnya cukup stabil. Seperti harga bawang putih tetap berada pada angka Rp 45.000 per kilogram.

    Harga telor ayam negeri juga stabil, Rp 27.000 per kilogram. Harga ayam broiler stabil di harga Rp 40.000 per ekor.

    baca: stok beras aman hingga akhir tahun jagung kudu diimpor untuk cegah lonjakan harga

    Sementara itu, anggota DPRD DKI dari Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar menanggapi kenaikan harga ini.

    Menurutnya pemprov DKI Jakarta seharusnya melakukan langkah koordinasi bersama pihak-pihak terkait.

    “Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan bersama dengan Pasar Jaya, Dharma Jaya dan Food Station harus berkoordinasi dalam mengantisipasi harga pangan yang melonjak saat ini,” jelasnya seperti yang dilansir IPOL.id.

    Selanjutnya anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini berharap pemprov DKI Jakarta tidak hanya mengendalikan harga sembako, tetapi juga dapat fokus dalam menyikapi stok pangan hingga akhir tahun 2023 mendatang.

    “Stok pangan warga DKI sampai akhir tahun cukup atau tidak itu harus dimonitor. Jika kurang, segera ambil tindakan. Supaya masyarakat jangan sampai mengalami kesulitan pangan,” paparnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Harga Cabai Tinggi, Pedagang Pasar Keluhkan Omset Turun

    Harga Cabai Tinggi, Pedagang Pasar Keluhkan Omset Turun

    7cloud.asia – Sejumlah harga sayur mayur di Jakarta saat ini masih tinggi. Seperti di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Harga tomat melonjak menjadi Rp 30.000 per kilogram.

    Kenaikan harga tomat ini sudah berlangsung hampir 1 bulan. Padahal sebelumnya sekilo tomat dipatok dengan harga Rp 15.000.

    Ibu Saeri, salah seorang pedagang sayuran menduga kenaikan harga ini karena musim hujan di wilayah Pulau Jawa.

    “Jadi banjir dan banyak tomat yang busuk dan langka,” kata Ibu Saeri kepada 7cloud.asia pada Selasa (23/01/2024).

    Selain tomat, harga bawang putih dan cabai merah keriting juga mengalami peningkatan.

    Baca: Pedagang dan pembeli butuh kepastian harga sembako

    Kini bawang putih dijual dengan harga Rp 50.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga bawang putih Rp 40.000 per kilogram.

    Sedangkan cabai merah keriting sekarang dibanderol dengan harga Rp 90.000 per kilogram. Harga sebelumnya Rp 80.000 per kilogram.

    Kenaikan harga ini cukup berdampak pada penjualan. Sejak harga-harga naik, omset penjualan berkurang.

    Tanpa bersedia menyebutkan angka, Ibu Saeri membenarkan penurunan omset bisa mencapai 25 persen per hari.

    “Bisa juga segitu (25 persen) turunnya. Ndak pasti sih. Kadang naik, kadang turun. Tapi ga seperti tahun lalu kita jualan,” ungkapnya dengan logat Jawa yang medhok.

    Baca: Harga sembako melonjak

    Meski demikian, masih ada sejumlah sayuran yang yang harganya tetap atau bahkan turun.

    Misalnya harga cabai rawit kini Rp 80.000 per kilogram. Pada awal Januari harga cabai rawit masih dikisaran harga Rp 95.000 hingga Rp 100.000 per kilogram.

    Sementara harga bawang merah tetap stabil di kisaran Rp 40.000 per kilogram.

    Menjelang pemilu seperti ini, Ibu Saeri dan pedagang lainnya berharap harga-harga dapat stabil. Dengan demikian omset yang ia peroleh bisa meningkat kembali.

    Reporter: Nurakhmayani

        

  • Sejumlah Harga Bahan Pangan Naik, Omset Pedagang Turun Drastis

    Sejumlah Harga Bahan Pangan Naik, Omset Pedagang Turun Drastis

    7cloud.asia – Minggu pertama Agustus, sejumlah harga bahan pangan merangkak naik. Akibatnya omset pedagang turun drastis hingga 50 persen.

    Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan misalnya. Pada Sabtu (03/08/2024) terpantau harga cabe rawit merah melonjak tajam hingga 100 ribu rupiah per kilogram dari harga sebelumnya Rp 60.000.

    Demikian juga cabai rawit hijau yang melonjak hingga Rp 70.000 per kilogram. Padahal sebelumnya cabai rawit hijau dibanderol dengan harga Rp 40.000 hingga 50.000 per kilonya.

    Bahan pangan yang ikut melonjak harganya adalah cabai merah yang kini berada pada posisi Rp 80.000 per kilogram. Harga ini naik Rp 20.000 dari harga sebelumnya yang dibanderol Rp 60.000 per kilogram.

    Baca: Pemprov DKI gelar pasar murah

    Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan dari harga Rp 60.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp 70.000 per kilogram.

    Kenaikan harga pangan ini dikeluhkan oleh para pedagang . Seperti Ayu, salah seorang pedagang sayuran mengeluhkan sepi pembeli hingga omset yang ia peroleh turun drastis hingga 50 persen lebih.

    “Parah sekarang. Biasanya saya dapat 1,5 juta sehari. Sekarang dapat 500 ribu aja sudah bagus. Beberapa kali dapat 300 ribu bahkan 150 ribu sehari,” kata Ayu kepada 7cloud.asia

    Menurutnya kenaikan ini telah berlangsung sekitar 10 hari. Dia memperkirakan kondisi cuaca yang memasuki pancaroba membuat hasil panen petani tak maksimal.

    Baca: Harga sembako melonjak, pembeli dan penjual mengeluh

    Ayu berharap harga-harga tersebut kembali normal. Dengan demikian, dia bisa kembali mendapatkan omset yang tinggi.

    Kenaikan harga ini tidak terjadi pada semua bahan pokok. Masih ada bahan pokok yang harganya stabil bahkan turun.

    Seperti harga telur ayam negeri kini dijual dengan harga Rp 27.000 per kilogram. Harga ini stabil sejak pertengahan Juli lalu.

    Kemudian bawang merah yang kini dibanderol dengan harga Rp 40.000 per kilogram. Harga ini turun Rp 10.000 dari harga semula Rp 50.000 per kilonya.

    Baca: Musim kemarau memuncak, harga beras dan cabai naik

    Penurunan harga juga terjadi pada bawang putih yang kini dijual dengan harga Rp 60.000 per kilogram. Padahal harga bawang putih sebelumnya berada pada kisaran Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

    Harga tomat TW juga turun di harga Rp 15.000 per kilogram dari harga Rp 20.000 per kilogram.

    Sementara harga beras juga mengalami kenaikan sebesar Rp1000 hingga Rp 1500 per kilogram. Harga beras kualitas medium kini berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogram.

    Kenaikan juga terjadi pada beras premium. Kini 1 kilogram bersa premium dibanderol dengan harga Rp 16.000 hingga Rp 16.500.

     

     

  • Pemerintahan Baru, Pedagang Keluhkan Harga Bahan Pokok Tinggi

    Pemerintahan Baru, Pedagang Keluhkan Harga Bahan Pokok Tinggi

    7cloud.asia – Pemerintahan Prabowo sudah berlangsung beberapa pekan, namun harga bahan pokok di pasar masih melambung. Para pedagang mengeluhkannya.

    Seperti di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sudah seminggu lebih, harga-harga bahan pokok di tempat ini melonjak tajam.

    Dari pantauan 7cloud.asia pada Jumat (08/11/2024), harga cabai rawit naik Rp 10.000 dari harga Rp 50.000/kg kini menjadi Rp 60.000 per kilonya.

    Kenaikan tinggi juga terjadi pada cabai merah yang kini menyentuh angka Rp. 40.000/kg. Padahal sebelumnya cabai merah dibanderol Rp 20.000/kg.

    Baca: Harga cabai tinggi, omset pedagang turun

    Harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Kini 1 kilogram bawang merah dibanderol dengan harga Rp 50.000 dari harga sebelumnya Rp 40.000/kg.

    Sementara harga bawang putih kini berada di angka Rp 50.000 dari harga sebelumnya Rp 43.000.

    Lonjakan harga juga terjadi pada komoditas sayuran. Seperti tomat yang kini menyentuh harga Rp 25.000/kg. Padahal sebelumnya tomat dibanderol dengan harga Rp 13.000/kg.

    Harga kacang panjang juga mengalami kenaikan Rp 4000 per kilogram. Dari harga Rp 13.000/kg, kini kacang panjang dijual dengan harga Rp 17.000/kg.

    Baca: Harga sembako di Jakarta melonjak

    Kenaikan harga terjadi pula pada ayam potong. Sebelumnya harga ayam potong berada pada angka Rp 40.000/kg. Sekarang ayam potong dijual dengan harga Rp 45.000/kg.

    Kenaikan harga ini dikeluhkan oleh pedagang. Seperti yang diungkapkan oleh Yanti. Pendapatannya menurun karena kenaikan harga ini.

    Menurutnya pembeli saat ini mengurangi jumlah barang yang dibeli. “Yang beli dikit-dikit. Pastinya berkurang (omset),” kata Yanti.

    Dia berharap harga bahan-bahan pokok kembali stabil pada pemerintahan Prabowo sekarang ini. “Pikirin kami dong, pedagang kecil. Jangan pergi ke luar negeri terus, saat rakyatnya susah,” keluhnya.