Tag: Pembangunan kembali Gaza

  • Mesir Kembangkan Rencana Pembangunan Kembali Gaza Tuk Tangkal Rencana Donald Trump

    Mesir Kembangkan Rencana Pembangunan Kembali Gaza Tuk Tangkal Rencana Donald Trump

    7cloud.asia – Pemerintah Mesir tengah mengembangkan rencana pembangunan kembali Gaza tanpa menggusur penduduk daerah kantong Palestina tersebut.

    Langkah ini diambil untuk memberikan alternatif yang layak terhadap usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk “mengambil alih” Gaza dan menggusur warga Palestina di sana.

    Surat kabar milik pemerintah Al-Ahram melaporkan pada Senin (17/2/2025), Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan, Kairo “secara aktif mengembangkan rencana komprehensif dan multi-fase untuk pemulihan dan rekonstruksi awal Gaza.

    Dikutip AlJazeera, surat kabar itu menambahkan bahwa Mesir berharap dapat menyelesaikan rencana pembangunan kembali Gaza tersebut “pada minggu depan”.

    Sementara tahap pertama pembangunan kembali Gaza akan dimulai “setelah pertemuan puncak darurat Arab di Kairo,” yang saat ini dijadwalkan pada tanggal 27 Februari 2025.

    Baca: Negara-negara Arab tolak usulan Trump agar AS ambil alih Gaza

    Sebelum itu, Arab Saudi akan menjamu pejabat dari Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania pada hari Kamis, sebagai bagian dari pertemuan lima pihak Arab di ibu kota Riyadh untuk membahas rencana rekonstruksi Kairo.

    Trump telah berulang kali mengisyaratkan keinginannya untuk “mengambil alih dan memiliki Gaza” di bawah kendali negaranya.

    Trump berencana memukimkan kembali secara permanen penduduk Palestina yang berjumlah lebih dari 2 juta orang ke negara lain dan membangun kembali daerah kantong tersebut menjadi tujuan wisata internasional.

    Trump telah menekan Mesir dan Yordania untuk mengambil bagian dalam penduduk Gaza sebagai bagian dari rencana tersebut, dalam sebuah proposal yang ditolak keras oleh kedua negara.

    Rencana Trump ini dinyatakan sebagai “pembersihan etnis” oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

    Baca: China dan Hamas tolak rencana Trump agar AS ambil alih Gaza

    Bagian dari rencana Kairo adalah membangun “daerah aman” di Gaza tempat warga Palestina dapat tinggal sementara puluhan perusahaan konstruksi Mesir dan internasional membongkar dan merehabilitasi infrastruktur di Gaza yang hancur akibat perang.

    Proses rekonstruksi yang diusulkan akan memiliki tiga fase yang akan memakan waktu hingga lima tahun, kata dua pejabat Mesir kepada kantor berita Associated Press (AP), yang berbicara dengan syarat anonim.

    Sementara, Kelompok Hamas dikabarkan telah menyetujui untuk menyerahkan pemerintahan di Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina (PA).

    Keputusan ini disebut-sebut diambil di bawah tekanan dari Mesir, yang bertindak sebagai mediator dalam kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak kemungkinan ini.

    Melansir Times of Israel (TOI) pada Senin, (17/2/2025), laporan dari media Arab menyatakan bahwa Hamas bersedia mengalihkan kendali Gaza kepada PA yang berbasis di Tepi Barat.

    Baca: Menakar kemungkinan perpanjangan gencatan senjata di Gaza

  • Pembangunan Kembali Gaza Butuh 50 Miliar Dolar Lebih

    Pembangunan Kembali Gaza Butuh 50 Miliar Dolar Lebih

    7cloud.asia – Pembangunan kembali Gaza diperkirakan akan membutuhkan lebih dari 50 miliar dolar atau sekitar Rp750 triliun. Demikian menurut penilaian yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan Bank Dunia yang dirilis Selasa (18/2/2025).

    Pembangunan kembali Gaza mulai diwacanakan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri 15 bulan konflik Israel-Hamas di daerah kantong Palestina tersebut,

    Dilansir reuters.com, Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Sementara (IRDNA) mengatakan bahwa 53,2 miliar dolar dibutuhkan untuk pemulihan dan rekonstruksi dalam 10 tahun ke depan.

    Dalam tiga tahun pertama pembangunan kembali Gaza membutuhkan 20 miliar dolar atau sekitar Rp300 triliun.

    Baca: Mesir susun rencana pembangunan kembali Gaza

    Pekerjaan pembangunan kembali Gaza selama bertahun-tahun itu akan mencakup pembersihan bom-bom yang belum meledak dan jutaan ton puing.

    Laporan yang dirilis di tengah gencatan senjata yang rapuh yang dimulai bulan lalu, memperingatkan bahwa kondisi belum memungkinkan untuk memulai pekerjaan pemulihan dan rekonstruksi skala besar di Gaza.

    Hal ini karena belum jelas bagaimana daerah kantong itu akan dikelola setelah perang dan pengaturan keamanan apa yang akan diberlakukan.

    “Kecepatan, skala, dan cakupan pemulihan akan bergantung pada kondisi ini,” kata laporan tersebut.

    Baca: Ada lebih dari 42 juta ton puing bangunan di Gaza

    IRDNA mengatakan bahwa lebih dari 292.000 rumah hancur atau rusak dan 95 persen rumah sakit tidak berfungsi, sementara ekonomi lokal telah berkontraksi 83 persen.

    Lebih dari setengah dari total perkiraan biaya pembangunan kembali, atau 29,9 miliar dolar, akan diperlukan untuk memperbaiki kerusakan pada bangunan-bangunan dan infrastruktur lain.

    Hal ini termasuk pembangunan perumahan, yang akan membutuhkan sekitar 15,2 dolar miliar untuk membangun kembali.

    Selebihnya, 19,1 miliar dolar akan diperlukan untuk mengganti kerugian sosial dan ekonomi, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan industri yang hancur akibat konflik, katanya.

  • Mesir dan Negara-negara Arab Janji Bantu Pembangunan Kembali Gaza

    Mesir dan Negara-negara Arab Janji Bantu Pembangunan Kembali Gaza

    7cloud.asia – Mesir dan negara-negara Arab lainnya mampu membantu menyelesaikan rekonstruksi atau pembangunan kembali Gaza yang hancur akibat agresi Israel selama 15 bulan terakhir.

    Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan tahap awal pembangunan kembali Gaza diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun.

    “Periode rekonstruksi Jalur Gaza bisa memakan waktu tiga tahun. Mesir dan negara-negara Arab mampu menyelesaikan hal tersebut hanya dalam tiga tahun,” ucap Madbouly dalam konferensi pers rutin Pemerintah Mesir, Rabu (19/2/2025).

    Mesir sebelumnya menyatakan akan segera menyampaikan gagasannya kepada publik terkait pembangunan kembali Gaza yang dapat memastikan wilayah kantong tersebut tetap dikuasai rakyat Palestina.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana 53 miliar dolar

    Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty mengatakan pihaknya telah mengembangkan rencana yang komprehensif dan rumit terkait pembangunan kembali Gaza.

    Gencatan senjata di Jalur Gaza yang berlaku sejak 19 Januari 2025 memastikan dilakukannya pembangunan kembali Gaza yang mayoritas wilayahnya hancur.

    Gencatan senjata juga memungkinkan adanya pertukaran sandera Israel di Gaza dengan tahanan-tahanan Palestina dari penjara Israel.

    Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas tercapai melalui mediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat pada 15 Januari 2025.

    Baca: Ada lebih dari 42 juta ton puing bangunan di Gaza

    Enam kali pertukaran tahanan telah berlangsung dalam tahap pertama gencatan senjata yang mensyaratkan pertukaran 33 sandera Israel dengan sekitar 1.500 tahanan Palestina dalam 42 hari.

    Selain itu, jumlah bantuan kemanusiaan yang memasuki Jalur Gaza terus bertambah hingga 600 truk per hari, termasuk 50 truk pembawa bahan bakar, sejak hari pertama gencatan senjata.

    Gencatan senjata tersebut juga mengizinkan warga Gaza yang mengungsi di Gaza selatan untuk kembali ke wilayah Gaza utara.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik