Pembangunan Kembali Gaza Butuh 50 Miliar Dolar Lebih

Written by

in

7cloud.asia – Pembangunan kembali Gaza diperkirakan akan membutuhkan lebih dari 50 miliar dolar atau sekitar Rp750 triliun. Demikian menurut penilaian yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan Bank Dunia yang dirilis Selasa (18/2/2025).

Pembangunan kembali Gaza mulai diwacanakan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri 15 bulan konflik Israel-Hamas di daerah kantong Palestina tersebut,

Dilansir reuters.com, Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Sementara (IRDNA) mengatakan bahwa 53,2 miliar dolar dibutuhkan untuk pemulihan dan rekonstruksi dalam 10 tahun ke depan.

Dalam tiga tahun pertama pembangunan kembali Gaza membutuhkan 20 miliar dolar atau sekitar Rp300 triliun.

Baca: Mesir susun rencana pembangunan kembali Gaza

Pekerjaan pembangunan kembali Gaza selama bertahun-tahun itu akan mencakup pembersihan bom-bom yang belum meledak dan jutaan ton puing.

Laporan yang dirilis di tengah gencatan senjata yang rapuh yang dimulai bulan lalu, memperingatkan bahwa kondisi belum memungkinkan untuk memulai pekerjaan pemulihan dan rekonstruksi skala besar di Gaza.

Hal ini karena belum jelas bagaimana daerah kantong itu akan dikelola setelah perang dan pengaturan keamanan apa yang akan diberlakukan.

“Kecepatan, skala, dan cakupan pemulihan akan bergantung pada kondisi ini,” kata laporan tersebut.

Baca: Ada lebih dari 42 juta ton puing bangunan di Gaza

IRDNA mengatakan bahwa lebih dari 292.000 rumah hancur atau rusak dan 95 persen rumah sakit tidak berfungsi, sementara ekonomi lokal telah berkontraksi 83 persen.

Lebih dari setengah dari total perkiraan biaya pembangunan kembali, atau 29,9 miliar dolar, akan diperlukan untuk memperbaiki kerusakan pada bangunan-bangunan dan infrastruktur lain.

Hal ini termasuk pembangunan perumahan, yang akan membutuhkan sekitar 15,2 dolar miliar untuk membangun kembali.

Selebihnya, 19,1 miliar dolar akan diperlukan untuk mengganti kerugian sosial dan ekonomi, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan industri yang hancur akibat konflik, katanya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *