Tag: pemudik

  • Antisipasi Lonjakan Kasus Flu Singapura, Pemudik Harus Lakukan Ini

    Antisipasi Lonjakan Kasus Flu Singapura, Pemudik Harus Lakukan Ini

    7cloud.asia – Jumlah kasus flu singapura diperkirakan akan melonjak saat mudik lebaran. Karena itu para pemudik perlu mengantisipasinya. Salah satunya dengan cara menggunakan masker sepanjang perjalanan.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga pekan ke 11 tahun 2024 tembus hingga 5.461 kasus flu singapura atau hand, foot and mouth disease (HFMD).

    HFMD merupakan penyakit disebabkan oleh dua macam virus yaitu Coxsackie Virus A16 (cox 16) dan enterovirus 71 (EV 71).

    Kedua macam virus ini termasuk dalam kelompok virus RNA yang menyebabkan lesi pada telapak tangan, telapak kaki dan mulut.

    Biasanya kedua virus tersebut menginfeksi anak-anak usia di bawah 5 tahun, tetapi orang dewasa pun juga dapat terinfeksi penyakit ini.

    Baca: Ini gejala penyakit Flu Singapura

    Menurut Ketua Satuan Tugas Covid Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) & Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Prof. Dr. dr Erlina Burhan, SpP(K), kasus HFMD terus meningkat menjelang Lebaran.

    Hal ini karena sifat virus penyebab penyakit ini sangat menular pada keramaian dan tempat-tempat yang kurang bersih. 

    Karena itu, para pemudik perlu mengantisipasi pencegahan dengan cara berikut ini:

    1. Selalu sedia handsanitizer

    Saat melakukan perjalanan jauh, mungkin banyak yang tidak sadar ketika menyentuh barang-barang atau orang lain di tempat umum. Karena itu, perlu membersihkan tangan setelah dari tempat umum.

    Penyakit ini juga bisa menular melalui feses atau urin. Jadi orang tua harus mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun usai mengganti popok bayi.

    Hal ini agar virus atau kuman penyakit lainnya tidak masuk melalui makanan yang disentuh.

    Selain itu, tidak berbagi makanan dan minuman dengan pasien HFMD dan selalu membersihkan benda atau permukaan yang berpotensi terkontaminasi virus penyebab penyakit menular.

    Baca: Cara mencegah Flu Singapura

    1. Konsumsi makanan bergizi seimbang.

    Konsumsi makanan sehat saat mudik penting dilakukan untuk menjaga stamina. Selain itu juga dapat menjaga imun tubuh sehingga tidak akan mudah tertular HFMD.

    Apalagi saat mudik biasanya sering merasa kelelahan karena perjalanan jauh sehingga sangat diperlukan makanan bergizi seimbang untuk pemulihan tenaga.

    Mengonsumsi makanan bergizi juga sangat bermanfaat bagi penderita HFMD agar proses penyembuhannya akan menjadi lebih cepat.

    Namun tidak disarankan untuk mengonsumsi sayuran mentah atau seafood mentah, karena coxsackievirus A16, virus penyebab flu singapura di Indonesia, akan mati pada suhu di atas 50 derajat celcius.

    1. Gunakan masker sepanjang perjalanan

    Sebagai penyakit yang sangat menular, banyak cara penularannya. Salah satunya melalui droplet penderita yang sedang bersin atau batuk.

    Baca: Kasus DBD naik dua kali lipat saat musim hujan

    Karena itu, para pemudik perlu menggunakan masker agar tidak tertular penyakit flu singapura.

    Penggunaan masker juga perlu dilakukan untuk orang yang sakit agar kuman yang keluar saat batuk atau bersin tidak bercampur di udara dan terhirup oleh orang lain.

    1. Menghindari kerumunan dan kepadatan

    Pemudik dapat mudik lebih awal atau menggunakan kendaraan pribadi agar dapat menghindari kerumunan.

    Penularan HFMD bisa melalui droplet, yang berpotensi terhirup oleh individu yang sehat.

    Reporter: Nurakhmayani/berbagai sumber

     

  • Cuaca Ekstrem Berpotensi Memicu Bencana, Pemudik Diimbau Waspada

    Cuaca Ekstrem Berpotensi Memicu Bencana, Pemudik Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Para pemudik dan masyarakat diimbau mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari kedepan sehingga mengakibatkan bencana hidrometeorologi.

    Himbauan ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyusul adanya bibit siklon tropis baru 96S di sekitar Laut Sawu.

    Bibit siklon tropis ini cenderung menguat secara perlahan hingga beberapa hari ke depan dan berpotensi memicu cuaca ekstrem.

    “Kemunculan bibit siklon baru ini akan memicu terjadinya cuaca ekstrem. Jadi mohon kepada masyarakat diharapkan untuk lebih berhati-hati dan waspada,” ungkap Dwikorita dalam rilisnya Kamis (04/04/2024).

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan cuaca ekstrem yang terjadi dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan lain-lain yang menimbulkan banyak kerugian, baik secara materil dan imateril.

    Baca: BMKG siap modifikasi cuaca saat mudik lebaran

    Karena itu, Dwikorita mengimbau kepada pemudik untuk secara aktif melihat informasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan mudik.

    “Apabila kondisi cuaca sedang buruk, jangan memaksakan diri dan sebaiknya ditunda. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto memaparkan bahwa Bibit Siklon Tropis 96S teridentifikasi menunjukkan kecenderungan menguat secara perlahan dalam beberapa hari kedepan.

    Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem Bibit Siklon 96S tersebut, kata dia, berkisar 15 – 20 knot (28 – 37 km/jam) dengan tekanan di pusatnya sekitar 1007 mb, dengan pergerakan ke arah barat daya hingga selatan, menjauhi perairan selatan NTT.

    Sistem Bibit Siklon 96S tersebut cenderung memiliki peluang RENDAH menjadi siklon tropis di sekitar perairan NTT untuk 24 jam kedepan,

    “Tetapi diprediksikan meningkat menjadi potensi SEDANG – TINGGI dalam periode 2 – 3 hari kedepan dimana posisi sistem diprediksikan sudah berada di sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem saat puncak musim hujan

    Sistem Bibit Siklon 96S di sekitar wilayah NTT tersebut dapat memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia dalam 24-48 jam kedepan.

    Pertama, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Kedua, Potensi Angin kencang di sekitar Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Ketiga gelombang Tinggi 1.25 – 2.5 meter (moderate sea) di sekitar Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan P. Sumba, Perairan selatan Kupang – P. Rote, dan Laut Sawu bagian selatan.

    Cuaca ekstrem juga dipengarunhi oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial masih terpantau dan diprediksi aktif di wilayah Indonesia dalam beberapa hari kedepan.

    Selain itu, suhu muka laut yang hangat juga berperan dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia.

    Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, secara umum, kombinasi pengaruh fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas SEDANG-LEBAT yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 11 April 2024, yaitu:

    Baca: Cuaca ekstrem masih berlanjut hingga lebaran

    4-7 April 2024

    * Sumatra Barat

    * Jambi

    * Bengkulu

    * Kep. Bangka Belitung

    * Sumatra Selatan

    * Lampung

    * Banten

    * Jawa Barat

    * Jawa Tengah

    * DI Yogyakarta

    * Jawa Timur

    * Bali

    * Nusa Tenggara Barat

    * Nusa Tenggara Timur

    * Kalimantan Barat

    * Kalimantan Tengah

    * Kalimantan Timur

    * Kalimantan Utara

    * Kalimantan Selatan

    * Sulawesi Utara

    * Sulawesi Barat

    * Sulawesi Tengah

    * Sulawesi Selatan

    * Sulawesi Tenggara

    * Maluku Utara

    * Maluku

    * Papua Barat

    * Papua

    8-11 April 2024

    * Aceh

    * Sumatra Utara

    * Sumatra Barat

    * Riau

    * Kep. Riau

    * Jambi

    * Kep. Bangka Belitung

    * Sumatra Selatan

    * Bengkulu

    * Jawa Timur

    * Bali

    * Nusa Tenggara Barat

    * Nusa Tenggara Timur

    * Kalimantan Barat

    * Kalimantan Tengah

    * Kalimantan Timur

    * Kalimantan Utara

    * Kalimantan Selatan

    * Sulawesi Utara

    * Gorontalo

    * Sulawesi Barat

    * Sulawesi Tengah

    * Sulawesi Selatan

    * Sulawesi Tenggara

    * Maluku Utara

    * Maluku

    * Papua Barat

    * Papua

    Meski tetap waspada, Andri mengimbau masyarakat tidak panik terkait dengan informasi Bibit Siklon Tropis 96S.

    “Mohon dipahami yang kami sampaikan ini adalah kondisi secara umum atau general di masing-masing wilayah. Untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih akurat dengan resolusi yang lebih tinggi di setiap kecamatan. Mohon untuk dapat melihat atau mengunjungi aplikasi InfoBMKG untuk mengetahui informasi cuaca dengan perubahan cuaca setiap 3 jam.,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Pemudik Diimbau Tidak Ajak Kerabat ke Kota Jika Tak Ada Jaminan Lapangan Kerja

    Pemudik Diimbau Tidak Ajak Kerabat ke Kota Jika Tak Ada Jaminan Lapangan Kerja

    7cloud.asia – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengimbau pemudik yang akan balik dari kampung halaman agar tidak membawa pendatang baru ke kota.

    “Angka penganggur cukup tinggi, yakni enam persen dari angkatan kerja yang ada. Ini harus jadi perhatian,” katanya di Cikampek, Senin (15/4/2024).

    Muhadjir mengatakan sangat menghormati mereka yang ingin mendapatkan mata pencaharian yang layak di kota. Namun datang ke kota tanpa memiliki keahlian tentu bukan menjadi solusi.

    Menurut dia, mereka datang tidak miliki keterampilan harus dipikirkan secara matang
    “Saya mengimbau mereka berpikir berulang kali sebelum memutuskan ikut balik ke daerah tujuan pemudik,” kata dia.

    Ia mengatakan, memang ada harapan untuk mendapatkan pekerjaan di perkotaan tapi persaingan juga sangat ketat.

    Ia mengimbau mereka tetap di daerah mereka dan mencari peluang di daerah dan bekerja secara kreatif.

    “Saat ini pemerintah daerah sudah mulai terbuka dan lapangan pekerjaan juga terbuka di sana,” kata dia.

    Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 961.852 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek dari 10-14 April 2024.

    Angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung).

    Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 41,03 persen jika dibandingkan lalin normal dengan total 681.996 kendaraan. Jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2023, total volume lalin ini lebih rendah 3,1 persen dengan total 992.223 kendaraan

    Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 520.043 kendaraan 54,1 persen dari arah timur Trans Jawa dan Bandung.

    “Sebanyak 239.316 kendaraan 24,9 persen dari arah Barat (Merak), dan 202.493 kendaraan 21,1 persen dari arah Selatan atau Puncak,” kata Marketing&Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Faiza Riani.

  • Tren Konsumsi Lebaran Menurun Jadi Indikasi Kondisi Ekonomi yang Tidak Baik-baik Saja

    Tren Konsumsi Lebaran Menurun Jadi Indikasi Kondisi Ekonomi yang Tidak Baik-baik Saja

    7cloud.asia – Ekonom dari Sekolah Vokasi UGM, Yudistira Hendra Permana mengungkapkan, tren konsumsi belanja masyarakat menurun jelang Lebaran tahun ini. Analisis tersebut merujuk pada jumlah pemudik yang mengalami penurunan.

    Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik diperkirakan hanya 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari penduduk Indonesia.

    Angka itu turun 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.

    Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) juga menyebutkan asumsi perputaran uang di libur Idul Fitri 2025 diprediksi mencapai Rp 137.975 triliun. Jumlah tersebut menurun dibanding perputaran uang selama Idul Fitri 2024 lalu mencapai Rp 157,3 triliun,

    Baca: Jumlah orang yang mudik Lebaran 2025 menurun

    Yudistira mengungkapkan trem konsumsi Lebaran yang menurun disebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, penurunan daya beli ini juga tercermin dari data tren deflasi yang terjadi pada bulan Februari.

    Dilansir di laman resmi UGM, ugm.ac.id, Yudistira juga menyoroti beberapa indikator ekonomi lain yang mengkhawatirkan.

    “Perbedaan tren konsumsi ini berkaitan dengan tren deflasi yang berlangsung hingga sekarang, melemahnya nilai tukar, kenaikan harga emas yang tinggi, penurunan IHSG, itu adalah hal-hal yang mengindikasikan ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja,” jelasnya.

    Permasalahan ekonomi yang kompleks ini, menurut Yudistira, disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Banyaknya permasalahan sosial, politik, dan ekonomi yang tidak kunjung diselesaikan dengan baik.

    Baca: Meski mahal dan merepotkan orang tetap mudik saat Lebaran

    Khususnya, di tengah tekanan ekonomi global serta efisiensi anggaran yang arahnya masih sulit dipahami masyarakat awam.

    “Kegagalan dalam mengkoordinasi hal-hal tersebut menjadi akumulatif dan menyebabkan apa yang kita alami di hari ini,” imbuhnya.

    Yudistira menekankan bahwa permasalahan ekonomi ini dapat menimbulkan efek simultan yang merugikan.

    Potensi dampak tersebut berpengaruh besar terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kalau merujuk pada UMKM, ini yang nantinya akan ada kekhawatiran.

    “UMKM jumlahnya banyak, kuantitas orang bekerja di sektor tersebut juga besar sehingga ketika satu pukulan ekonomi terjadi pada sektor perdagangan kecil, maka orang-orang terdampak juga akan banyak sekali,” jelas Yudistira.