Tag: pemutihan ijazah

  • Pemutihan Ijazah Tahap 2: Pemprov DKI Jakarta Tetapkan Besok sebagai Batas Waktu

    Pemutihan Ijazah Tahap 2: Pemprov DKI Jakarta Tetapkan Besok sebagai Batas Waktu

    7cloud.asia – Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan warga yang ingin memanfaatkan program pemutihan ijazah bisa menyerahkan berkas yang disyaratkan ke Suku Dinas Pendidikan sesuai domisili pemohon.

    “Mekanismenya pengajuan berkas cukup lewat Suku Dinas Pendidikan,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Sarjoko saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025)

    Sarjoko merinci syarat pengajuan pengambilan ijazah tertunda yakni memiliki KTP DKI Jakarta, berdomisili di DKI Jakarta, lulusan satuan pendidikan swasta di DKI Jakarta, melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

    Kemudian, berasal dari keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kelurahan, dan tidak bekerja formal.

    Bagi peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar atau KJP Plus diwajibkan melampirkan surat keterangan dari kepala sekolah yang menerangkan dana KJP Plus untuk alokasi bantuan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sudah didebit oleh satuan pendidikan.

    “Kalau penerima KJP, otomatis mereka sudah masuk di DTKS,” ujar Sarjoko.

    Baca: Ribuan ijazah masih tertahan di sekolah

    Pengajuan usulan bantuan disampaikan melalui Suku Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten Administrasi dengan melampirkan dokumen persyaratan antara lain surat permohonan kepada Kepala Suku Dinas Kota/Kabupaten Administrasi sesuai domisili satuan pendidikan.

    Kemudian, fotokopi KTP (lampirkan KTP orang tua/wali jika berusia kurang dari 17 tahun), fotokopi Kartu Keluarga (KK), melampirkan SKTM dari PTSP Kelurahan bagi yang belum terdaftar dalam DTKS, dan surat keterangan tunggakan dari satuan pendidikan.

    Sarjoko mengatakan tidak ada batasan waktu lamanya ijazah yang ditahan di sekolah untuk bisa diputihkan.

    “Secara prinsip yang baru kami respons untuk bisa diselesaikan ini adalah yang selama ini masyarakat melakukan pengaduan melalui Balai Kota Jakarta ataupun anggota DPRD DKI Jakarta,” imbuhnya.

    Saat ini, sambung dia, Pemprov DKI masih melakukan pendataan terkait jumlah ijazah yang ditahan di seluruh sekolah swasta.

    “Sesungguhnya untuk mengetahui jumlah ijazah yang masih tertahan di sekolah. Ini nanti untuk menentukan kebijakan lebih lanjut,” kata dia.

    Baca: Program “Quick Wins” Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta

    Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan ijazah yang dapat ditebus mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Dengan bantuan ini, para lulusan dapat segera mengakses dunia kerja maupun pendidikan yang lebih tinggi.

    Pada tahap pertama, Pemprov DKI Jakarta telah menebus sebanyak 117 ijazah tertahan dengan total nilai mencapai Rp596.42 juta.

    Penebusan dan pemutihan ijazah ini terlaksana berkat kerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta.

    Pemprov DKI Jakarta akan kembali menebus ijazah bagi 250 calon penerima manfaat lainnya pada bulan Mei 2025. Pemutihan ijazah tahap dua rencananya akan dilakukan pada 2 Mei ini.

    “Minggu depan saya sendiri akan hadir di dalam pemutihan tahap kedua. Nanti, yang ketiga saya akan minta Pak Wakil Gubernur (Rano Karno),” kata Pramono.

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan besok atau Rabu (30/4/2025) sebagai batas waktu sekolah swasta mengirimkan data jumlah ijazah lulusan mereka yang tertahan. 

  • Pemutihan Ijazah Tahap III, Pramono Anung Serahkan Bantuan untuk 827 Siswa SD hingga SMA

    Pemutihan Ijazah Tahap III, Pramono Anung Serahkan Bantuan untuk 827 Siswa SD hingga SMA

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerahkan bantuan kepada 827 siswa dalam pemutihan ijazah tahap III tahun 2025 di SMK Miftahul Falah, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/6/2025).

    Pemutihan ijazah kali ini terdiri dari 44 siswa lulusan Sekolah Dasar (SD), 160 siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), 138 siswa lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)

    Sebanyak 456 siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta 29 siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

    Pramono Anung mengatakan, bantuan ini bertujuan mendorong para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sekaligus menjadi bekal untuk mencari pekerjaan demi masa depan yang lebih baik.

    Baca: Belasan ribu ijazah masih tertahan di sekolah

    “Saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian. Selama ini ada ijazah yang tertahan hingga dua sampai tujuh tahun. Hari ini, akhirnya bisa diterima. Ini memang sesuatu yang saya pantau langsung,” ujarnya

    Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.315 siswa telah menerima bantuan pemutihan ijazah dengan total anggaran sebesar Rp4,3 miliar.

    Proses pemutihan ijazah dilakukan setelah melalui verifikasi kelayakan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui Suku Dinas (Sudin) Pendidikan di lima wilayah kota administrasi, bekerja sama dengan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta.

    Pramono Anung berharap, setidaknya 6.652 ijazah dari berbagai tingkatan dapat diputihkan tahun ini.

    Baca: Program “Quick Wins” Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta

    ”Saya tahu, mereka yang belum mengambil ijazah bukan karena tidak mau, tetapi karena kendala biaya. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta yang telah bekerja sama menyelesaikan persoalan ini,” tuturnya.

    Pramono menambahkan, selain program pemutihan ijazah, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan layanan dasar pendidikan, antara lain dengan memperluas jangkauan penerima Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

    Dia meyakini, salah satu cara memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga adalah melalui pendidikan.

    ”Maka, tugas saya sebagai Gubernur Jakarta adalah membantu dan melayani pelajar agar dapat meraih cita-cita setinggi mungkin. Sekali lagi selamat, semoga ijazah yang diterima hari ini bermanfaat untuk melanjutkan pendidikan atau menjadi bekal memasuki dunia kerja,” pungkasnya.

  • Pemutihan Ijazah Tahap IV/2025 Diserahkan kepada 1.897 Siswa di Jakarta

    Pemutihan Ijazah Tahap IV/2025 Diserahkan kepada 1.897 Siswa di Jakarta

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerahkan bantuan pemutihan ijazah Tahap IV Tahun 2025 kepada 1.897 peserta didik pada Kamis (21/8/2025).

    Bantuan pemutihan ijazah Tahap IV senilai Rp7.698.788.800 disalurkan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan Kamis, yang diberikan kepada 774 peserta didik dengan nilai bantuan sebesar Rp3.619.274.000.

    Secara keseluruhan, sejak Tahap I hingga IV, pemutihan ijazah yang sudah tersalurkan mencapai lebih dari Rp12 miliar, tepatnya Rp12.037.585.571 untuk 3.212 peserta didik.

    Menurut Pramono Anung, masih banyak warga di Jakarta yang ijazahnya tertahan sehingga menghambat mereka melanjutkan pendidikan atau bekerja secara formal.

    Ada yang lima tahun belum mengambil ijazahnya, ada yang dua atau tiga tahun. Bahkan ada yang sudah bekerja sambil melanjutkan sekolah.

    ”Alhamdulillah, bagi yang melanjutkan sekolah sudah menerima KJP Plus. Begitu menerima KJP, jaminan untuk menyelesaikan sekolah menjadi lebih baik dan transparan,” ujar Pramono Anung yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.

    Baca: Pemutihan Ijazah Tahap III, diserahkan pada 827 Siswa SD hingga SMA

    Pramono Anung menegaskan, pemutihan ijazah menjadi prioritas kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Ia juga mengajak anak-anak Jakarta membuka wawasan melalui kunjungan ke tempat-tempat edukatif di Ibu Kota.

    “Saya ingin persoalan pemutihan ijazah benar-benar selesai, sekaligus membuka wawasan anak-anak Jakarta untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti museum, perpustakaan, taman, dan tempat wisata edukatif,” ungkapnya.

    Gubernur Pramono berpesan agar para penerima bantuan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas hidup.

    “Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, raih cita-cita, dan jadilah kebanggaan bagi orang tua serta warga Jakarta yang telah memberi dukungan. Dengan kerja keras, kesungguhan, dan fokus, saya yakin ini menjadi modal untuk meraih mimpi,” tambahnya.

    Dalam kesempatan ini, Pramono Anung juga melepas kegiatan Edutrip untuk 1.000 siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus di SMA Islam Said Naum, Tanah Abang, Jakarta Pusat,

    Baca: Belasan ribu ijazah masih tertahan di sekolah di Jakarta

    Edutrip ini diikuti 1.102 siswa penerima KJP Plus dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK Negeri, serta 215 guru pendamping. Keberangkatan mereka difasilitasi bus sekolah, hasil kerja sama dengan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta.

    Rangkaian kunjungan dilakukan ke Museum Sejarah Jakarta, Museum MH. Thamrin, Museum Joang ’45, Museum Wayang, Museum Tekstil, Museum Bahari, Museum Seni dan Keramik, serta Perpustakaan H. B. Yasin.

    “Pengalaman saya di lapangan menunjukkan, banyak anak-anak Jakarta yang belum pernah mengunjungi fasilitas yang dimiliki kota ini. Contoh, ketika saya di Ancol, hanya dua kilometer dari Taman Impian Jaya Ancol, banyak anak yang hanya bisa melihat dari luar,” kata Pramono.

    Ia berharap kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi warga Jakarta melalui edukasi dan pengembangan wawasan.

    “Melalui Edutrip atau wisata pendidikan bersama lebih dari seribu penerima KJP ini, mudah-mudahan terbuka ruang dan wawasan yang lebih luas bagi anak-anak Jakarta,” tutup Pramono.

    Baca: Program “Quick Wins” Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta

  • Pemutihan Ijazah oleh Pemprov DKi Jakarta dan Kisah Warga yang Merasakan Manfaatnya

    Pemutihan Ijazah oleh Pemprov DKi Jakarta dan Kisah Warga yang Merasakan Manfaatnya

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta, kembali menyerahkan bantuan pemutihan ijazah tahap IV gelombang kedua tahun 2025. Kali ini bantuan disalurkan kepada 1.238 peserta didik dengan total nilai bantuan mencapai Rp4,13 miliar.

    Penyerahan ijazah dilakukan Gubernur Pramono Anung bertempat di SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/10/2025).

    Program pemutihan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan hak pendidikannya karena permasalahan biaya.

    “Hari ini saya bersyukur, bahagia sekali bisa menyerahkan pemutihan ijazah sejumlah 1.238 yang kurang lebih kalau diuangkan Rp4,1 miliar lebih,” ujar Pramono.

    Hingga saat ini, total bantuan pemutihan ijazah yang telah diserahkan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta sebanyak 3.297 atau sekitar Rp12 miliar.

    Baca: Dinas Pendidikan DKI Jakarta tiadakan kebijakan tahan ijazah mulai akhir 2025

    Pramono Anung berharap para penerima manfaat dapat menggunakan ijazah tersebut untuk mencari pekerjaan tetap atau melanjutkan pendidikan.

    “Mudah-mudahan bantuan pemutihan ijazah ini akan bermanfaat bagi saudara dan keluarga di masa depan, bukan hanya di hari ini, tetapi di masa depan,” katanya.

    Untuk memastikan pendidikan anak-anak Jakarta, Pemprov DKI juga telah menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada 707.513 siswa dan KJMU kepada 16.979 mahasiswa.

    Pramono bahkan telah menginstruksikan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) hingga jenjang S2 atau S3.

    “Untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga pasti harus ada anak yang kemudian bisa mendapatkan, memperoleh, pendidikan setinggi mungkin,” lanjut Pramono.

    Baca: Program pemutihan ijazah di DKI Jakarta

    Dalam kesempatan ini, Pramono Anung menyampaikan apresiasinya kepada Baznas Bazis DKI Jakarta dan jajarannya dalam mewujudkan program bantuan pemutihan ijazah ini. Ia menargetkan 6.652 siswa menerima bantuan pemutihan ijazah pada tahun ini.

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana menambahkan, bantuan pemutihan ijazah tahap keempat gelombang kedua 2025 diserahkan kepada 1.238 peserta didik dengan nilai bantuan sebesar Rp4.1 miliar.

    Ia merinci penerima bantuan terdiri dari 45 siswa SD, 266 siswa SMP, 147 siswa SMA, 759 siswa SMK, dan 21 peserta didik PKBM.

    Dengan penyerahan tahap ini, total bantuan pemutihan ijazah yang telah diserahkan Pemprov DKI bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta sejak tahap 1 hingga tahap 4 telah menjangkau 3.297 peserta didik dengan total nilai sekitar Rp12,08 miliar.

    Nahdiana menyampaikan, program ini telah memberikan manfaat kepada para siswa, salah satunya yakni Sony Pery Sahat Silitonga dan Nadia Syah yang ijazahnya tertahan karena kendala biaya.

    Sony merupakan lulusan SMK Walang Jaya tahun 2019, yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga lepas harian dan kini telah diterima bekerja di PT Gemilang Nusantara.

    Baca: Belasan ribu ijazah ditahan sekolah di DKI Jakarta

    Sementara Nadia Syah, lulusan SMK PGRI 3 Jakarta, yang juga merupakan pekerja harian lepas dan kini bekerja sebagai karyawan tata usaha di PT My Republic.

    “Keberhasilan ini menjadi indikator kuat bahwa program ini membuka kesempatan kerja yang lebih luas dan memberikan ruang kepastian masa depan yang lebih cerah kepada peserta didik,” kata Nahdiana.

    Salah satu penerima bantuan pemutihan ijazah, Nasa Nur Rapida (22) lulusan SMK Kencana Jakarta Utara tahun 2021, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov DKI yang telah membantu menebus ijazahnya.

    “Terima kasih banyak kepada Pemprov DKI Jakarta ataupun Sudin Pendidikan yang sudah memberikan atau menebuskan ijazah saya di SMK Kencana,” katanya.

    Dengan ijazahnya ini, Nasa berharap dapat melamar pekerjaan di perusahaan yang lebih besar, bahkan di BUMN. Ia menceritakan, selama ini mengalami kesulitan untuk mengambil ijazahnya karena terkendala biaya.

    “Kendala aku di pengambilan ijazah, karena aku anak pertama juga, aku punya adik ada empat, masih kecil-kecil, jadi aku di sini tulang punggung keluarga,” tandas Nasa.

     

  • Sebanyak 2.753 peserta didik di Jakarta Terima Pemutihan Ijazah Tahap V

    Sebanyak 2.753 peserta didik di Jakarta Terima Pemutihan Ijazah Tahap V

    7cloud.asia – Sebanyak 2.753 peserta didik di Jakarta menerima bantuan Pemutihan Ijazah Tahap V di halaman Balai Kota Jakarta, pada Selasa (30/12/2025).

    Total bantuan mencapai Rp2,8 miliar. Tahap V ini sekaligus menjadi penutup program pemutihan ijazah yang dilaksanakan sepanjang 2025.

    Gubernur DKI Jakarta saat menyerahkan bantuan mengatakan, baginya setiap pelaksanaan program pemutihan ijazah selalu menghadirkan momen yang sangat mengharukan. Bahkan, pada kesempatan ini terdapat penerima yang ijazahnya tertahan hingga 17 tahun.

    ”Saat ini orang tersebut telah berusia sekitar 50 tahun dan ijazahnya masih menggunakan istilah SMU. Ini menjadi potret nyata kondisi pendidikan kita,” urai Gubernur Pramono.

    Ia menjelaskan, ijazah yang tertahan kerap terjadi di sekolah swasta, mengingat biaya pendidikan di sekolah negeri di Jakarta telah digratiskan.

    Dari 2.753 peserta didik penerima bantuan, sebanyak 1.265 orang merupakan siswa madrasah dan 1.488 siswa berasal dari sekolah swasta. Perluasan sasaran ini dilakukan agar program lebih merata dan menjangkau seluruh jenjang pendidikan.

    Baca: Kisah warga yang merasakan manfaat pemutihan ijazah

    “Pada tahap kali ini, lebih dari seribu penerima berasal dari madrasah. Artinya, program ini menyasar seluruh jenjang dan jenis sekolah, baik negeri, swasta, maupun madrasah. Program ini juga akan terus menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.

    Program Pemutihan Ijazah merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah dalam membantu peserta didik yang terkendala biaya administrasi ijazah. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan yang adil dan inklusif bagi seluruh warga.

    Sepanjang 2025, program pemutihan ijazah telah menuntaskan total 6.050 ijazah dengan alokasi anggaran sekitar Rp14,9 miliar melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak.

    Melihat besarnya kebutuhan dan dampak sosialnya, Pemprov DKI menargetkan jumlah penerima pada tahun depan berada pada kisaran yang sama.

    Pramono berharap jumlah penerima dapat berada pada kisaran yang sama seperti tahun ini. Jika bisa mencapai sekitar 6.000 penerima, menurutnya itu sudah cukup baik.

    ”Pada tahap awal program, jumlah penerima memang masih sedikit karena belum banyak masyarakat yang berani terbuka menyampaikan bahwa ijazahnya tertahan. Kini, setelah program semakin dikenal, masyarakat mulai secara sukarela melaporkan kondisinya,” tegas Gubernur Pramono.

    Baca: Kebijakan bebas tahan ijazah mulai akhir 2025

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana menerangkan, pelaksanaan tahap kelima ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program pemutihan ijazah yang telah berjalan sejak tahap pertama.

    “Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada 117 siswa, tahap kedua kepada 371 siswa, tahap ketiga kepada 820 siswa, tahap keempat gelombang pertama kepada 744 siswa dan gelombang kedua kepada 1.238 siswa, serta tahap kelima kepada 2.753 siswa,” ujar Nahdiana.

    Menurutnya, program ini dapat terlaksana berkat dukungan sejumlah pihak yang berkolaborasi dalam pendanaan, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi DKI Jakarta.

    “Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur atas arahan dan bimbingannya, serta kepada para kolaborator, khususnya Baznas DKI Jakarta, yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan program ini,” tuturnya.

    Salah seorang penerima bantuan pemutihan ijazah adalah putra Nunung (54), warga Jakarta Utara. Nunung menjelaskan, ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) putranya tertahan lebih dari tiga tahun karena keterbatasan biaya.

    “Senang sekali, anak saya akhirnya bisa menerima ijazah SMP. Waktu itu saya tidak punya uang untuk menebus ijazah. Suami juga sudah tidak bekerja. Alhamdulillah, hari ini ijazahnya bisa diterima,” ucap Nunung.