Tag: pencemaran udara

  • Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

    Palembang Diselimuti Kabut Asap, Jam Sekolah Berubah

     

    7cloud.asia – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang sehingga membuat kualitas udara di Palembang sangat tidak sehat. Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang mengubah jam masuk sekolah siswa.

    Dalam surat edaran Disdik Palembang No 420/3409/2023 tentang Perubahan Jadwal Belajar Mengajar sebagai dampak buruk bahaya kabut asap, ada 4 poin yang berubah.

    Diantaranya jam masuk masuk sekolah berubah pukul 09.00 WIB dan meniadakan aktivitas luar ruangan seperti, upacara, olahraga hingga ekstrakurikuler.

    Baca; Mengapa Gerakan 30 September punya nama beragam

    Melansir Tribun Sumsel, Kepala Disdik Kota Palembang, Ansori menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama antara Pemkot Palembang dan stakeholder terkait jam belajar mengajar di sekolah pada Jumat (29/9/2023).

    Ansori menjelaskan seluruh Satuan Pendidikan Tingkat SPNF SKB / TK / SD / SMP Negeri / Swasta Sederajat di Kota Palembang mengurangi waktu setiap Jam Pelajaran (JP) di sekolah masing- masing dikurangi 10 menit.

    “Belajar disekolah dimulai Pukul 09.00 Wib dan tidak diadakan kegiatan diluar ruangan, seperti jam istirahat dihilangkan, upacara, olahraga maupun ekstrakulikuler maupun kegiatan lainnya,” jelas Ansori.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini

    Tidak hanya jam belajar yang berubah. Dalam surat edaran tersebut, Disdik juga meminta kepada seluruh warga sekolah untuk tetap memakai masker selama diluar ruangan.

    Mengingat, kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dampak Buruk Kabut Asap dan Kewaspadaan Dini Dengue Terkait Perubahan Iklim El Nino.

    “Kebijakan ini berlaku mulai 30 September 2023 sampai dengan ditetapkan ketentuan berikutnya,” katanya.

    Baca: Kekeringan di Bali meluas

    Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, belum ada peningkatan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    “Dalam waktu dekat kita akan adakan salat istisqa,” kata Herman.

    Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Palembang kualiras udara di Palembang pada Rabu (27/9/2023) pagi hari masih di atas 200 mikro gram per meter kubik.

    Baca: Kebakaran lahan akibat El Nino harus dibayar mahal

    Kondisi udara seperti ini masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

    “Saat ini kategori udara di kota Palembang sangat tidak sehat masih diatas 200,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran DLHP Provinsi Sumsel Rezawahya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) diselimuti kabut asap. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

    Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau, Muhammad Hasbi menyikapi kabut asap kiriman dari Sumatera.

    “Perbanyak minum air putih agar terhindar dari ISPA akibat asap kiriman yang sudah masuk di beberapa wilayah di Kepri,” kata Muhammad Hasbi seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Hasbi menjelaskan ada beberapa daerah yang sudah terdampak kabut asap kiriman dari Sumatera, yaitu Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan.

    Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara di tiga daerah tersebut masuk kategori tidak sehat dengan nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU) pada siang hari mencapai 123 hingga 126.

    “Untuk tiga daerah itu, kualitas udaranya sekarang sudah masuk kategori awas. Sedangkan daerah lainnya masih aman,” ungkapnya.

    Kabut asap kiriman ini, lanjut Hasbi, juga mempengaruhi jarak pandang. Di daerah Batam, Tanjungpinang dan Bintan, jarak pandang tidak sampai 5 kilometer. Padahal normalnya sekitar 10 km.

    “Batam itu hari ini jarak pandangnya 4,5 km, Tanjungpinang dan Bintan 4 km. Untuk daerah lainnya di atas 6 km semua,” jelasnya.

    Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepri menyebutkan kualitas udara di kota itu pada Sabtu (07/10/2023) masuk dalam kategori tidak sehat.Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

    Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam, IP mengatakan imbauan ini juga ditujukan untuk masyarakat berisiko tinggi yaitu asma, lansia, anak-anak, serta ibu hamil.

    “Pagi ini nilai ISPU kita 111, masuk kategori tidak sehat atau warna kuning. Saatnya gunakan masker untuk aktivitas di luar, terutama bagi yang beresiko tinggi memiliki asma, lansia, anak-anak, ibu hamil,” jelas IP.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan sejak beberapa bulan yang lalu.

    Hal ini merupakan dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau berkepanjangan.

    Akibatnya kabut asap menyelimuti kota Batam, kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Pencemaran Udara Kategori Bahaya, Pemprov Sumsel Lakukan Penyemprotan Ekoenzim

    Pencemaran Udara Kategori Bahaya, Pemprov Sumsel Lakukan Penyemprotan Ekoenzim

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Selatan melakukan penyemprotan ekoenzim untuk mengurangi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang.

    Kepala seksi (Kasi) Pengembangan Fasilitas Teknis DLH Provinsi Sumatera Selatan Sudarnoto, Senin mengatakan ISPU yang dikategorikan sebagai berbahaya di Kota Palembang.

    Ia menambahkan upaya mitigasi DLHP telah melakukan penyemprotan ekoenzim ke sebanyak 20 titik yang telah ditentukan.

    “Kami melakukan penyemprotan ekoenzim ini di 20 titik terdiri dari hotel, rumah sakit, dan perkantoran – perkantoran yang ada di kota ini,” katanya.

    baca: kabut asap pekat jam kerja asn berubah

    Ia menambahkan tindakan ini diambil sebagai respons terhadap tingginya tingkat pencemaran udara di Palembang, yang mencapai angka 310 pada ISPU.

    Dengan nilai ISPU yang melampaui ambang batas aman, tindakan ini menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan di wilayah ini.

    Ekoenzim dipilih sebagai solusi karena keberlanjutannya dalam mengurangi polusi udara.

    Ekoenzim adalah senyawa organik yang dihasilkan dari bahan-bahan alami dan memainkan peran penting dalam membersihkan dan mengurai zat-zat berbahaya di udara.

    baca: palembang diselimuti kabut asap jam sekolah berubah

    Pengurangan ISPU menjadi prioritas utama DLHP dan Pemerintah Kota Palembang, dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga kualitas udara yang lebih baik di kota ini.

    Tindakan penyemprotan ekoenzim ini diharapkan akan memberikan hasil yang signifikan dalam mengurangi tingkat pencemaran udara dan menjaga kelestarian lingkungan Kota Palembang.

    Sumber: Antaranews

  • Transportasi Masih Menjadi Penyumbang Terbesar Pencemaran Udara di Jabodetabek

    Transportasi Masih Menjadi Penyumbang Terbesar Pencemaran Udara di Jabodetabek

    7cloud.asia – Pencemaran udara di Jabodetabek masih tinggi. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mencatat sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar pencemaran udara.

    Data KLH dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKUA) dari 1 Mei hingga 3 Juni 2025 menunjukkan parameter kuning atau status tidak sehat.

    Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH/BPLH, Nixon Pakpahan menjelaskan nilai konsentrasi PM 2,5 di atas 100 PPM.

    Angka ini lebih tinggi dari standar pemerintah. Total ada 35 titik SPKUA di Jabodetabek yang terpantau mengalami peningkatan skor PM 2.5.

    Baca: Kementerian Lingkungan Hidup perlu perkuat regulasi

    Melansir Antaranews, Nixon menerangkan pihaknya telah melakukan kajian dan ada sejumlah sumber pencemaran udara. Sumber terbesar adalah sektor transportasi.

    Sektor ini menyumbang 32-41 persen polusi udara Jabodetabek saat musim hujan dan 42-57 persen ketika musim kemarau.

    Kemudian posisi kedua adalah emisi dari sektor industri terutama yang menggunakan batu bara, menyumbang 14 persen.

    Baca: Ini dia sumber polusi udara di Jakarta

    Emisi pembakaran sampah terbuka atau ilegal atau pembersihan lahan pertanian 11 persen di musim hujan dan 9 persen di musim kemarau, debu konstruksi bangunan 13 persen dan aerosol sekunder 6-16 persen saat musim hujan dan 1-7 persen pada musim kemarau.

    “Berbicara lingkungan, mari bereskan, prioritas, bereskan dulu sumbernya. Itu lebih penting daripada membahas siklus, cuaca, arah angin dan seterusnya. Bereskan dulu sumbernya,” jelasnya.

    Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan PT Pertamina agar dapat menyediakan bahan bakar rendah sulfur.

    Baca: Hanya tujuh negara yang penuhi standar kualitas udara WHO

    Selain itu, penggunaan sistem pemantau emisi untuk mencapai 80 persen pada akhir tahun 2025, penggunaan gas di kawasan industri, pemantauan langsung di kawasan industri serta pendekatan melalui penegakan hukum.

    Nixon juga mengajak semua pihak termasuk masyarakat di wilayah Jabodetabek untuk ikut serta menangani masalah pencemaran udara.

    “Tidak saling menyalahkan, tapi artinya semua harus bekerja sama. Karena kita hidup di satu bumi yang sama, menghirup udara yang sama, kebutuhan yang sama,” kata Nixon.