Tag: pengurangan emisi

  • Aturan Baru Uni Eropa Dorong Pengurangan Emisi Hingga 90 Persen

    Aturan Baru Uni Eropa Dorong Pengurangan Emisi Hingga 90 Persen

    7cloud.asia – Eksekutif Uni Eropa diperkirakan akan mengusulkan aturan baru untuk menetapkan target sementara pengurangan emisi baru sebesar 90 persen pada tahun 2040

    Langkah progesif pengurangan emisi ini akan menempatkan Uni Eropa selangkah lebih dekat ke tujuan dekarbonisasinya atau nol emisi.

    Target baru pengurangan emisi ini akan dimasukkan dalam amandemen Undang-Undang Iklim Eropa, yang menyediakan kerangka kerja untuk mencapai target blok yang mengikat secara hukum untuk mencapai netralitas karbon pada pertengahan abad ini.

    Dilansir unep.org, Uni Eropa tersebut telah berjanji untuk memangkas emisi bersih sebesar 55 persen pada tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat tahun 1990.

    Rencana pengurangan emisi tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Komisi Eropa untuk tahun 2025, yang berfokus pada daya saing, pertahanan, dan penyederhanaan prosedur administratif serta penerapan aturan UE.

    Baca: Uni Eropa catat rekor tertinggi penggunaan energi bersih

    Bagi Partai Hijau, penyederhanaan ini dapat digunakan sebagai “alasan untuk menghilangkan unsur-unsur Kesepakatan Hijau dan kemajuan sosial.”

    “Penyederhanaan sebagai alat untuk mempermudah kehidupan perusahaan dan masyarakat dapat bermanfaat, tetapi bukan sebagai dalih untuk melucuti Kesepakatan Hijau dan kemajuan sosial,” kata Terry Reintke, Presiden Kelompok Aliansi Hijau/Bebas Eropa.

    “Planet ini sedang terbakar dan kita tidak bisa mengambil risiko membiarkan langkah-langkah positif yang telah kita ambil dibatalkan dengan kedok pengurangan birokrasi,” imbuhnya.

    Kelompok tersebut juga mengkritik tidak adanya langkah-langkah jelas yang ditujukan untuk melindungi alam, mendekarbonisasi sektor transportasi, dan mengurangi emisi.

    Komisi Uni Eropa pada hari Rabu (12/2/2025) berjanji untuk mengajukan “kerangka strategis” untuk produksi dan distribusi bahan bakar transportasi berkelanjutan.

     

    Baca: Studi global ungkap suhu Bumi lampaui ambang batas 1,5°C

    Ini juga akan mencakup langkah-langkah untuk “mendukung percepatan peluncuran infrastruktur pengisian ulang dan pengisian bahan bakar dan kemitraan perdagangan.

    Juga investasi hijau khususnya dengan negara-negara ketiga pada bahan bakar transportasi terbarukan dan rendah karbon.”

    Sasaran baru yang diusulkan tersebut menghadapi reaksi keras dari faksi politik sayap kanan dan beberapa negara anggota.

    Mereka khawatir tentang sasaran yang terlalu ketat pada saat Eropa menghadapi biaya energi yang tinggi dan menurunnya daya saing melawan kekuatan global seperti China dan Amerika Serikat.

    Untuk mengatasi masalah ini, Komisi Eropa akhir bulan ini akan memperkenalkan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri Eropa, meningkatkan akses terhadap energi yang terjangkau, dan memperkuat keamanan ekonomi.

  • Rencana Pengurangan Emisi yang Telah Diajukan Baru Mencakup 22 Persen Emisi Global

    Rencana Pengurangan Emisi yang Telah Diajukan Baru Mencakup 22 Persen Emisi Global

    7cloud.asia – Kurang dari tiga bulan pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP 30 di Belem, Brasil baru 29 negara yang telah menyerahkan rencana dokumen pengurangan emisi (NDC) terbarunya.

    Di antara 166 negara yang belum menyerahkan dokumen pengurangan emisi, terdapat beberapa negara penghasil emisi terbesar di dunia seperti Uni Eropa, Iran, Afrika Selatan, dan China.

    Menurut Climate Action Tracker, rencana pengurangan emisi yang telah diajukan sejauh ini baru mencakup kurang dari 22 persen emisi global.

    Penilaian independen tersebut, menyediakan informasi terbaru secara berkala mengenai proposal pengurangan emisi negara-negara penandatangan Perjanjian Paris.

    Penilaian ini mengidentifikasi rencana pengurangan emisi Inggris sebagai satu-satunya yang sejalan dengan ambang batas pemanasan global 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

    Baca: China dan Inggris berpeluang memimpin aksi iklim dunia

    Melebihi 1,5°C pemanasan global, para ahli memperingatkan bahwa titik kritis akan terlampaui, yang akan mengakibatkan konsekuensi yang menghancurkan dan berpotensi tidak dapat diubah bagi beberapa sistem vital Bumi yang menopang planet yang ramah.

    Konsekuensi itu seperti naiknya permukaan air laut, gelombang panas yang lebih intens, badai yang lebih kuat, dan gangguan pada ekosistem dan keanekaragaman hayati.

    Penilaian terbaru PBB terhadap NDC, yang diterbitkan Oktober lalu, menemukan bahwa janji-janji yang ada saat ini, akan menempatkan dunia pada jalur kenaikan suhu sebesar 2,6 hingga 3,1°C selama seratus tahun atau satu abad ini.

    Dalam Perjanjian Paris 2015, negara-negara yang tergabung di dalamnya berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga pemanasan global tidak melebihi 1,5°C di atas rata-rata pra-industri.

    Baca: Arah aksi iklim dunia setelah AS hengkang dari Perjanjian Paris

    Namun, nyatanya rata-rata suhu Bumi pada tahun 2024 lalu telah melewati batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris tersebut.

    Suhu rata-rata global pada 2024 mencapai sekitar 1,6°C di atas suhu rata-rata pada akhir abad ke-19, sebelum manusia mulai membakar bahan bakar fosil dalam skala besar.

    Meski begitu, data satu tahun saja tidak cukup untuk bisa menyatakan bahwa ambang batas Perjanjian Paris telah terlampaui.

    Sebab, target suhu dalam Perjanjian Paris ini diukur berdasarkan tren jangka panjang selama beberapa dekade, bukan sekadar lonjakan sesaat di atas 1,5°C.

     

  • Jelang COP 30: Baru 29 Negara yang Telah Menyerahkan Dokumen Aksi Iklim atau NDC

    Jelang COP 30: Baru 29 Negara yang Telah Menyerahkan Dokumen Aksi Iklim atau NDC

    7cloud.asia – Tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim Dunia, COP 30, Brasil mendesak negara-negara untuk memperkuat rencana pengurangan emisi (NDC) mereka menjelang tenggat waktu yang telah ditetapkan.

    Sebelumnya, tenggat waktu penyerahan NDC diperpanjang menjadi September 2025. Penundaan ini dilakukan karena hingga tenggat yang ditetpkan pada Februari 2025 hanya 13 dari 195 negara yang menyerahkan dokumen aksi iklim mereka.

    KTT COP 30 mendatang, yang dijadwalkan berlangsung di Belém, Brasil, November 2025, menawarkan kesempatan unik bagi negara-negara untuk menyampaikan rencana ambisius pengurangan emisi, yang lebih dikenal sebagai Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC).

    NDC atau janji-janji pengurangan emisi yang harus diperbarui setiap lima tahun, membentuk fondasi bagi upaya kolektif dunia untuk mengatasi perubahan iklim berdasarkan Perjanjian Paris.

    Baca: Pemerintahan RI belum serahkan Second NDC

    Hanya 29 pemerintah yang telah menyerahkan NDC terbaru sejak November. Di antara 166 negara yang belum menyerahkan NDC, terdapat beberapa negara penghasil emisi terbesar di dunia seperti Uni Eropa, Iran, Afrika Selatan, dan China.

    Batas waktu awal penyerahan rencana adalah Februari 2025, tetapi diperpanjang hingga 25 September setelah hanya 13 dari 195 negara yang menyerahkan rencana mereka tepat waktu.

    Batas waktu yang baru bertepatan dengan pertemuan tahunan Majelis Umum PBB di New York, pada Setember.

    Badan perubahan iklim PBB, yang juga dikenal sebagai UNFCCC, kemudian akan menyusun rencana-rencana tersebut menjadi laporan sintesis yang akan memberikan informasi terbaru yang tersedia kepada para negosiator di Belém.

    Baca: ARUKI jaring aspirasi masyarakat terdampak krisis iklim

    Presiden COP 30 André Corrêa do Lago dalam sebuah surat kepada negara-negara penandatangan Perjanjian Paris menegaskan, jauh dari sekadar target iklim untuk tahun 2035, NDC mewakili visi masa depan bersama warga dunia.

    Dalam surat yang dikirim pada Selasa (19/8/2025), Andre menyebut NDC adalah wahana kerja sama, yang memungkinkan dunia mewujudkan visi bersama untuk menurunkan emisi karbon.

    NDC adalah cermin komitmen negara-negara penandatangan Perjanjian Paris untuk memastikan planet Bumi tetap layak huni. 

    ”Jika gambaran yang ditunjukkan oleh NDC ternyata mengecewakan, adalah tanggung jawab kolektif kita untuk mengubahnya menjadi gambaran yang akan memastikan planet yang layak huni, melindungi semua perekonomian, dan meningkatkan standar hidup serta peluang hidup bagi semua orang, untuk semua generasi,” tulis Andre seperti dikutip The Guardian.