Tag: Perangkat Elektronik

  • Menghitung Jejak Lingkungan Perangkat Elektronik dan Sumbangannya pada Perubahan Iklim

    Menghitung Jejak Lingkungan Perangkat Elektronik dan Sumbangannya pada Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Sejak saat diproduksi hingga saat dibuang, perangkat elektronik meninggalkan jejak pada lingkungan.

    Produksi perangkat elektronik merupakan proses yang sangat membutuhkan daya listrik, memerlukan ekstraksi logam dan melibatkan proses produksi rumit yang menghasilkan emisi signifikan.

    Setelah digunakan, perangkat elektronik bahkan menyumbang lebih banyak emisi, terutama dengan meroketnya permintaan untuk menjelajah web, menggunakan media sosial, melakukan streaming, dan melakukan konferensi video.

    Faktanya, aktivitas digital dengan perangkat elektronik dapat menyumbang hingga 40 persen kuota karbon per kapita yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5°C. Belum lagi kecerdasan buatan.

    Pembuangan menjadi tantangan terakhir, dengan kurang dari seperempat dari seluruh limbah elektronik saat ini didaur ulang. Pengelolaan limbah elektronik yang tidak tepat melepaskan bahan kimia beracun dan memperburuk polusi.

    Memahami bagaimana siklus hidup perangkat memengaruhi lingkungan memungkinkan individu mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jejak karbon digital mereka dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.

    Baca: Dampak limbah elektronik pada lingkungan

    Cara Mengukur Dampak Teknologi terhadap Lingkungan
    Tiga metrik utama menonjol dalam jejak karbon perangkat elektronik: penggunaan listrik, emisi manufaktur, dan pembangkitan limbah elektronik.

    Banyak orang tidak menyadari betapa kebiasaan kecil sehari-hari dapat berdampak besar. Misalnya, email masuk dalam satu tahun dapat menghasilkan 136 kilogram emisi karbon. Angka ini setara dengan mengendarai mobil rata-rata sejauh 320 kilometer (198,8 mil).

    Streaming video, penelusuran web, dan penyimpanan cloud juga berkontribusi terhadap konsumsi energi, terutama di wilayah yang listriknya berasal dari bahan bakar fosil.

    Dengan melacak penggunaan teknologi pribadi —seperti memantau waktu layar atau mengelola penyimpanan— orang dapat menentukan area yang perlu ditingkatkan.

    Demikian pula, menghapus email yang tidak diperlukan, mencabut pengisi daya, atau mengaktifkan pengaturan hemat energi dapat mengurangi jejak karbon digital secara signifikan dan membuat penggunaan teknologi lebih berkelanjutan.

    Peran Perangkat Elektronik dalam Perubahan Iklim
    Limbah elektronik menjadi salah satu tantangan lingkungan yang tumbuh paling cepat, dengan jutaan perangkat yang dibuang menumpuk di tempat pembuangan sampah setiap tahun.

    Baca: Kiat gunakan internet yang ramah lingkungan

    Peralatan elektronik melepaskan zat kimia beracun seperti timbal, merkuri, dan kadmium, yang meresap ke dalam tanah dan air, sehingga membahayakan ekosistem dan kesehatan manusia. Karena konsumen semakin sering memperbarui gadget mereka, volume limbah elektronik terus meningkat.

    Di bidang digital, pusat data mendorong lonjakan emisi karbon seiring meluasnya layanan berbasis cloud.

    Untuk memberi daya dan mendinginkan fasilitas besar ini dibutuhkan listrik dalam jumlah besar, yang sebagian besar masih berasal dari bahan bakar fosil.

    Streaming video, penyimpanan berkas di cloud, dan menjalankan komunikasi digital, semuanya berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan ini.

    Pada tahun 2040, penyimpanan data digital dapat menyumbang 14% dari total emisi dunia — jumlah yang sama dengan yang dikeluarkan AS pada tahun 2021.

    Dikombinasikan dengan permintaan akan produk sehari-hari seperti perangkat pintar, ketergantungan dunia digital pada bahan bakar fosil mempercepat perubahan iklim.

    Tanpa peralihan ke sumber yang lebih bersih dan kebiasaan teknologi yang lebih berkelanjutan, dampak lingkungan dari era digital hanya akan meningkat.

    Baca: Mengapa PLTU batubara harus segera diakhiri

  • Cara Sederhana Kurangi Jejak Karbon Perangkat Elektronik yang Berdampak Pada Lingkungan

    Cara Sederhana Kurangi Jejak Karbon Perangkat Elektronik yang Berdampak Pada Lingkungan

    7cloud.asia – Sejak saat diproduksi hingga saat dibuang, perangkat elektronik ternyata meninggalkan jejak karbon yang besar pada lingkungan.

    Namun, mengurangi jejak karbon dari perangkat elektronik tidak memerlukan perubahan yang drastis — langkah-langkah kecil yang disengaja dapat menghasilkan perbedaan yang besar.

    Membuat pilihan yang lebih cerdas dapat meminimalkan limbah yang ditimbulkan perangkat elektronik sekaligus menghemat energi, dan membantu memerangi perubahan iklim.

    Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan jejak karbon dari perangkat elektronik yang kita gunakan yang berdampak pada lingkungan.

    Sebelum Membeli
    Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi dampak lingkungan dari peralatan elektronik adalah dengan membeli peralatan yang sudah diperbaharui atau alat bekas.

    Memilih teknologi bekas memperpanjang masa pakai produk yang ada dan mengurangi kebutuhan untuk manufaktur baru, yang merupakan sumber utama emisi karbon dan penipisan sumber daya.

    Bagi mereka yang lebih suka membeli produk baru, memilih model yang efisien adalah praktis. Perangkat dengan sertifikasi seperti Energy Star meminimalkan konsumsi listrik dan menurunkan emisi seiring berjalannya waktu.

    Memprioritaskan gadget rekondisi dan pilihan alternatif dapat mengurangi jejak digital sekaligus menghemat uang.

    Baca: Jejak Lingkungan Perangkat Elektronik dan Sumbangannya pada Perubahan Iklim

    Selama Penggunaan
    Mengoptimalkan konsumsi adalah cara sederhana namun berdampak besar untuk mengurangi dampak lingkungan dari peralatan elektronik.

    Banyak perangkat elektronik yang terus menggunakan listrik saat dimatikan — fenomena yang dikenal sebagai “energi hantu” — yang menambah limbah dan emisi yang tidak perlu.

    Mencabut pengisi daya dan menggunakan soket ekstensi pintar dapat membantu mencegah pemborosan tersembunyi ini.

    Memperbarui perangkat lunak dan mengganti baterai yang sudah usang juga dapat memperpanjang umur perangkat elektronik, sehingga mengurangi kebutuhan akan baterai baru.

    Perorangan dapat menggunakan sumber daya terbarukan seperti pengisi daya tenaga surya untuk memberi daya pada perangkat yang lebih kecil guna memberikan dampak yang lebih besar.

    Langkah-langkah ini menghemat daya dan menciptakan hubungan yang lebih berkelanjutan dengan teknologi.

    Setelah Penggunaan
    Mendaur ulang barang elektronik sangat penting dalam menanggulangi krisis limbah elektronik yang terus meningkat.

    Antara tahun 2014 dan 2020, emisi gas rumah kaca dari barang elektronik dan limbah elektronik terkaitnya meningkat sebesar 53 persen.

    Baca: Dampak Limbah Elektronik pada Lingkungan

    Program daur ulang limbah elektronik bersertifikat sangat penting dalam memulihkan bahan berharga seperti logam dan plastik sambil mengelola bahan kimia beracun yang dapat membahayakan lingkungan.

    Bahan-bahan sensitif seperti hard drive dapat dihancurkan atau dihilangkan magnetnya dengan magnet sehingga barang-barang tersebut dapat segera didaur ulang tanpa risiko kebocoran data.

    Perorangan dapat menyumbangkan atau menjual kembali perangkat yang masih berfungsi, memberi perangkat tersebut kehidupan kedua dan mengurangi permintaan untuk produksi baru.

    Tindakan ini dapat membantu mengurangi emisi, melestarikan sumber daya, dan meminimalkan efek berbahaya dari barang elektronik yang dibuang di planet ini.

    Perubahan Kecil Berdampak Besar pada Lingkungan
    Mendaur ulang barang elektronik secara bertanggung jawab dan mengurangi konsumsi listrik mungkin tampak seperti tindakan kecil, tetapi dapat menciptakan dampak signifikan jika dilakukan oleh jutaan orang.

    Kebiasaan yang berkelanjutan dan meminta pertanggungjawaban industri dapat mengurangi emisi dan melindungi bumi demi generasi mendatang.

  • Cegah Menumpuknya Limbah Elektronik, Konsumen Perlu Suarakan “Hak untuk Memperbaiki“

    Cegah Menumpuknya Limbah Elektronik, Konsumen Perlu Suarakan “Hak untuk Memperbaiki“

    7cloud.asia – Memperbaiki teknologi dan perangkat elektronik yang rusak tidak selalu mudah. ​​Semakin banyak produsen yang sengaja merancang produk dengan masa pakai yang pendek

    Perbaikan perangkat elektronik yang rusak saat ini menjadi lebih sulit karena kurangnya panduan dan suku cadang untuk melakukan perbaikan. Kondisi ini tanpa disadari telah memicu masalah serius bagi lingkungan, yakni menumpuknya limbah teknologi.

    Virginia McAll dalam tulisannya di earth.org menulis, gerakan “hak untuk memperbaiki” pun mulai didengungkan di sejumlah negara.

    Gerakan ini bertujuan untuk mengubah hal ini dengan mendorong produsen untuk menciptakan produk perangkat elektronik yang lebih mudah diperbaiki.

    Hal ini dapat dilakukan dengan memperpanjang siklus hidup suatu produk dan menghilangkan hambatan perangkat lunak yang menghalangi perbaikan oleh pihak ketiga dan memungkinkan perbaikan sendiri.

    Baca: Dampak limbah elektronik pada lingkungan

    Gerakan ini menarik perhatian pada dampak limbah elektronik, atau e-waste, terhadap planet ini dengan mempromosikan hak konsumen untuk memperpanjang siklus hidup suatu produk melalui perbaikan.

    Gerakan ini telah menarik berbagai pendukung, termasuk aktivis teknologi, bisnis perbaikan independen, dan organisasi akar rumput.

    Perdebatan meluas ke berbagai aspek teknologi, termasuk peralatan rumah tangga, perangkat, peralatan medis, dan kendaraan.

    Dengan digitalisasi yang mendorong permintaan perangkat, proses produksi mengonsumsi bahan mentah. Misalnya, telepon pintar terdiri dari lebih dari 70 komponen yang memanfaatkan lebih dari 60 logam berbeda.

    Seiring dengan pertumbuhan digitalisasi, limbah elektronik pun ikut tumbuh. Pada tahun 2022 saja, 14 metrik ton (Mt) limbah elektronik telah dibuang.

    Baca: Cara cerdas mengelola sampah elektronik

    18 metrik ton ditangani di negara-negara berpendapatan rendah dengan infrastruktur pengelolaan yang tidak memadai; sementara tingkat daur ulang global mencapai 22,3 persen.

    Pada tahun 2030, limbah elektronik dunia diproyeksikan akan terus bertambah menjadi 74,7 metrik ton.

    Inovasi membuat infrastruktur dan produk elektronik lebih tahan lama dan mudah diperbaiki, tetapi kita juga perlu mempertahankan hak kita untuk menegakkan langkah-langkah ini.

    Dan berkat gerakan yang berkembang ini, seruan untuk undang-undang yang lebih besar guna mempertahankan hak konsumen untuk memperbaiki akhirnya membuahkan hasil.

    Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Uni Eropa telah mengadopsi tuntutan ini dan menyediakan aplikasi layanan secara daring di repair.org.

    Baca: Cara cerdas kurangi jejak karbon perangkat elektronik