7cloud.asia – Meski laju deforestasi atau penebangan hutan telah menurun selama tiga dekade terakhir, dunia tetap saja kehilangan ribuan hektare hutan setiap harinya.
Pada 2021, negara-negara dunia sebenarnya telah sepakat untuk menahan laju deforestasi dengan meneken Komitmen Glasgow, namun penebangan hutan tetap terjadi.
Bahkan, September 2022 tercatat dalam sejarah sebagai bulan pemecahan rekor deforestasi di Amazon, hutan hujan terbesar dan terpenting di dunia.
Baca: Sekilas tentang Komitmen Glasgow untuk hentikan deforestasi pada 2030
Salah satu fakta tentang deforestasi yang menggerus luasan hutan di muka planet Bumi disumbang oleh industri peternakan.
Para ahli menyebut, industri untuk menghasilkan daging sapi bertanggung jawab atas 41 persen angka deforestasi global.
Jadi bisa dibayangkan berapa luas hutan yang harus ditebang atau mengalami deforestasi untuk industri ini.
Baca: Komoditas Indonesia yang terkena dampak aturan antideforestasi Uni Eropa
Industri peternakan perlu membuka hutan untuk lahan penggembalaan yang luas untuk ternak (dan hewan ternak) guna memenuhi permintaan daging sapi global.
Diperkirakan 81.081 mil persegi lahan hutan hilang setiap tahunnya untuk produksi daging, 80% di antaranya terjadi di Amazon.
Negara-negara maju seperti AS dan Tiongkok, yang merupakan konsumen daging sapi terbesar di dunia, mengonsumsi hampir sepertiga daging dunia, merupakan salah satu penyebab terbesar deforestasi.
Namun beberapa tahun terakhir negara-negara berkembang juga melakukan hal yang sama, yakni membuka hutan untuk peternakan.
Negara berkembang berada pada jalur peningkatan deforestasi sebesar empat kali lipat dibandingkan negara-negara maju pada tahun 2028.
Banyak negara yang menyerukan agar masyarakat mengadopsi pola makan nabati sebagai metode memerangi deforestasi dan mempertahankan luasan lahan yang ditutupi hutan.
Baca: Laju deforestasi di Indonesia terus menurun
Menjadi vegan juga disebut akan membantu mengurangi efek rumah kaca. emisi gas dari industri pertanian dan memperlambat pemanasan global.
Jadi bisa dikatakan, dengan menjadi vegetarian dan tidak mengonsumsi daging menjadi salah satu cara kita melindungi hutan dunia.
Sumber: earth.org.



