7cloud.asia – Peternakan terintegrasi di Balaraja Banten itu bernama PT. Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) dan dipimpin pengusaha nasional, Arie Triyono.
Di atas lahan seluas 14,4 hektare itu tak hanya dimanfaatkan untuk penggemukan ternak, tetapi juga pembibitan hingga pengolahan menjadi makanan siap santap.
Dalam sambutan saat peresmian beberapa waktu lalu, Arie Triyono sebagai sosk di balik peternakan terintegrasi ini, mengungkapkan keinginannya untuk mengubah narasi dan persepsi orang tentang pertanian.
Ia ingin membongkar pola pikir masyarakat, khususnya generasi milenial yang selama ini menganggap pertanian kotor, berbau, dan kurang prospektif.
“Saya bertekad untuk membuktikan bahwa pertanian memiliki potensi besar dan masa depan yang cerah,” ujar Arie dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia beberapa waktu lalu.
Baca: Industri peternakan jadi salah satu penyumbang terbesar deforestasi
Arie mengaku terinspirasi dan terpanggil untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk bangkit dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi kerakyatan dengan merangkul pertanian, baik sebagai petani maupun peternak.
Melalui perusahaan yang didirikannya ini, Arie ingin membangun peternakan sapi dan domba terintegrasi yang dikenal sebagai Integrated Farming – One Stop Shopping Peternakan”.
Salah satu dorongan di balik usahanya ini adalah melimpahnya sumber daya di Indonesia. Indonesia, ujarnya, diberkati dengan kekayaan, kesuburan, dan cuaca yang bersahabat.
“Tetapi impor beras, daging, garam, bawang putih, dan gula, itu menyedihkan,“ ujarnya.
Baca: Perkebunan monokultur dan masalah lingkungan yang ditimbulkan
Karena itu ia bermimpi agar Indonesia bisa mandiri dalam produksi daging, diikuti oleh beras dan gula.
”Saya ingin melihat komunitas petani dan peternak kita tidak hanya sebagai objek penderitaan, tetapi sebagai kontributor yang makmur dan sejahtera bagi negara kita.”
Arie berharap peternakan terintegrasi yang dibangunnya akan menjadi inspirasi bagi banyak orang, serta mendorong lebih banyak individu bergabung dalam penguatan ketahanan pangan, diantaranya dengan swasembada daging nasional.
Arie pun menambahkan bahwa peternakan LSAJ di Balaraja ini disiapkan juga sebagai wahana pelatihan bagi masyarakat yang ingin belajar agribisnis khususnya peternakan.
Baca: 5 Kabar baik untuk lingkungan di tahun 2023
Peresmian area perkantoran PT. LSAJ menandai pengembangan peternakan terintegrasi dengan pendekatan saintifik dan modern.
Di area peternakan ini telah tersedia fasilitas untuk breeding (pembibitan), pabrik pakan, pabrik kompos, cold storage, pabrik bakso, nugget, dan sosis.
Dengan adanya integrated farming inilah, diharapkan ada peningkatan nilai tambah dari sektor peternakan. Visi ini didukung oleh mitra LSAJ dari sektor swasta dan sesama pelaku usaha lainnya.
Salah satunya disampaikan oleh General Manager Produksi Karnivor, Steven Rustandi. Karnivor adalah jaringan restoran dengan menu utama daging yang telah memiliki 6 cabang di Jakarta, Bekasi, dan Bandung.
Baca: Sekilas tentang Komitmen Glasgow
Secara rutin LSAJ menyediakan pasokan daging sekitar 3 ton per bulan
untuk kebutuhan seluruh jejaring Restoran Karnivor.
“Dari pengelolaannya sangat luar biasa. Jadi kita bisa lihat pengaplikasian teknologi, higienitasnya betul-betul sangat diperhatikan. Mulai dari pengelolaan sapinya, pakannya pilihan, hasil dagingnya
pun jauh di atas standar,” kata Steven.
Apresiasi juga datang dari Bambang Prijambodo, pemilik destinasi pariwisata Tirto Gumarang Magetan, Jawa Timur yang hadir saat acara.
“Strategi bisnis Pak Arie yang berani dan visioner ini menginspirasi banyak orang, termasuk saya untuk mengembangkan agribisnis di daerah kita masing-masing,” ujar Bambang.

Leave a Reply