Tag: pilpres 2024

  • Internal PAN Cenderung Dukung Duet Ganjar Pranowo – Erick Thohir

    Internal PAN Cenderung Dukung Duet Ganjar Pranowo – Erick Thohir

    “Soal Mas Ganjar Pranowo, di PAN, aspirasi terkuat memang Ganjar-Erick,” kata Drajad, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (2/6/2023)

    Meskipun begitu, menurut dia, PAN tidak terburu-buru mengumumkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mereka usung dalam Pilpres 2024, mengingat peta politik di Indonesia masih sangat dinamis.

    Akan tetapi, Drajad memastikan PAN akan terus mendorong Erick Thohir untuk menjadi cawapres di Pilpres 2024.

    “Yang jelas, PAN terus mendorong Erick sebagai cawapres,” ujarnya.

    Saat ini, kata dia, PAN memiliki hubungan dekat dengan Erick Thohir. PAN pun menilai Ketua Umum PSSI itu secara elektabilitas dan kapabilitas layak untuk menjadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

    Berdasarkan hasil survei dari lembaga survei IndoStrategi periode 1—10 Mei 2023, ditemukan bahwa elektabilitas Erick Thohir berada di peringkat teratas dalam bursa cawapres dengan perolehan sebesar 17,4 persen.

    Lalu ketika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, pasangan tersebut memiliki elektabilitas yang mampu mengalahkan pasangan lain.

     
    Survei IndoStrategi merekam simulasi duet Ganjar Pranowo – Erick Thohir mengungguli pasangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
     
    duet Ganjar Pranowo – Erick Thohir berhasil meraih elektabilitas sebesar 43 persen, sedangkan Prabowo-Khofifah 12,8 persen.

    Survei IndoStrategi tersebut melibatkan 1.230 responden di seluruh Indonesia. Mereka merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Data dari survei itu memiliki ambang batas kesalahan sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal pasangan calon presiden/wakil presiden mulai 19 Oktober hingga 25 November 2023.

    Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden/wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR.

     
    Pasangan Capres/cawapres juga bisa dajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

    Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.

     
    Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

     

  • PAN Tak Ingin Kembali Kalah di Pilpres 2024

    PAN Tak Ingin Kembali Kalah di Pilpres 2024

    7cloud.asia – Partai Amanat Nasional atau PAN belum menetapkan pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden yang akan didukung pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

    Pengumuman resmi akan disampaikan dalam beberapa pekan ke depan. Namun, sejauh ini, PAN berharap agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dapat berpasangan di Pilpres 2024

    PAN tidak mau mengalami kekalahan untuk ketiga kalinya. Karena itu, calon yang akan didukung PAN adalah calon yang akan diprediksi dapat memenangi Pilpres 2024.

    Baca: Internal PAN cenderung dukung pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir

    PAN juga terus menjalin komunikasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang sudah memutuskan mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024.

    PAN meyakini, jika Ganjar Pranowo dan Erick berpasangan, maka akan terbangun ikatan nasionalis, agamis, dan kemodernan di Pilpres 2024

    Menurut Viva, ada beberapa pertimbangan PAN dalam menentukan kerja sama politik atau koalisi di Pilpres 2024. Pertama, PAN akan berkoalisi dengan partai pemerintah dalam rangka melanjutkan program pembangunan nasional saat ini.

    Baca: PAN inisiasi Birukan Langit Indonesia Stage 

    Di sisi lain, PAN tidak akan mencederai hubungan perkawanan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebagaimana diketahui, PKB telah menjalin kerja sama politik dengan Gerindra.

    Bagi PAN, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Partai Gerindra dekat dengan PAN. PAN dan Gerindra juga pernah berkoalisi dua kali di Pilpres 2014 dan 2019, tetapi tidak berhasil.

    “PAN yang membiru dan PKB yang menghijau adalah perpaduan kekuatan politik yang sinergis dan saling menguatkan untuk rancang bangun kebangsaan. Soal siapa yang akan dipilih oleh Pak Prabowo menjadi pendampingnya, ya, kami serahkan kepada keputusan Pak Prabowo,” ucap Viva.

    Baca: 6 nama dikaji untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo

    Sementara itu, PAN juga terus menjalin komunikasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang sudah memutuskan mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024.

    Viva mengungkapkan, sewaktu PAN silaturahmi ke kantor PDI-P, awal Juni 2023 lalu, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sempat mengatakan bahwa bakal cawapres dari Ganjar akan didiskusikan secara musyawarah dan gotong royong.

    ”Artinya bahwa semua partai politik yang melakukan kerja sama atau koalisi pendukung Mas Ganjar akan membicarakan secara kolektif,” ujar Viva.

    Baca: Ganjar Pranowo ingin Cawapres yang mendampinginya berjiwa muda

    Berpasangan dengan Erick
    Meskipun sampai saat ini PAN belum menetapkan pasangan bakal capres-cawapres yang didukung secara resmi, PAN berharap agar Ganjar dapat berpasangan dengan Erick Thohir.

    ”Dengan komposisi ini, akan terbangun pasangan ideal untuk dapat memenangkan Pilpres 2024,” kata Viva.

    Viva meyakini, jika Ganjar Pranowo dan Erick berpasangan, maka akan terbangun ikatan nasionalis, agamis, dan kemodernan. Ikatan ini sebagai perwujudan dari kondisi sosio-kultural masyarakat Indonesia yang majemuk dan beragam, serta religius.

    Baca: PPP ingin Sandiaga Uno dampingi Ganjar Pranowo

    Ia juga menyebut, pasangan ini memiliki visi, kapasitas, kompetensi, dan pengalaman sebagai seorang birokrat dan teknokrat. Dengan demikian, dalam bekerja nantinya, mereka tidak akan memulai semuanya dari nol pengalaman.

    Selain itu, ikatan kerja sama politik ini akan memperbesar basis konstituen yang telah memiliki preferensi pilihan terhadap figur di pilpres. Penggabungan basis sosial ini akan memberi peluang besar dalam menambah suara.

    ”Nanti akan kita ikuti bagaimana proses politik para calon presiden dalam mencari pasangannya. Karena saat ini semuanya belum ada yang berpasang-pasangan. Masih ada waktu karena pintu KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan dibuka nanti 19 Oktober 2023,” ucap Viva.

    Sumber: Kompas

  • Anies Dekati Susi Pudjiastuti, Begini Respon PKS dan Nasdem

    Anies Dekati Susi Pudjiastuti, Begini Respon PKS dan Nasdem

    7cloud.asia – Bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, menyambangi kediaman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat, Senin (24/7/2023).

    Oleh banyak pihak kedatangan Anies ini dinilai untuk mengajak Susi Pudjiastuti menjadi bakal calon wakil presiden (Bacawapres). Diketahui Anies mendapat kuasa dalam memilih pendampingnya untuk Pilpres 2024. 

    Adapun kehadiran Anies disambut hangat oleh Susi Pudjiastuti. Melalui akun instagram pribadinya, Anies mengunggah beberapa foto pertemuan dirinya dengan Susi Pudjiastuti. 

    Baca: Seribu jenderal bergabung di RGN dukung Ganjar Pranowo

    “Ketemu teman lama itu ngobrol, ngobrol, dan ngobrol. Pindah tempat, ngobrol, pindah tempat lagi, ngobrol lagi. Teman-teman begitu juga kan?” tulis Anies dalam keterangan foto pertemuan yang diunggahnya. 

    Menanggapi kemungkinan Susi Pudjiastuti menjadi bakal calon presiden yang mendampingi Anies, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, Susi Pudjiastuti memiliki semangat yang sama dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

    Menurut Mardani, DPP PKS tidak keberatan jika nantinya Susi Pudjiastuti terpilih sebagai pendamping Anies di Pilpres 2024.

    Baca: Ganjar Pranowo ingin pasangannya berjiwa muda

    Mardani menyatakan dia mendukung 100 persen, dengan berpasangan dengan Susi Pudjiastuti Anies punya kans memberi kemenangan,”

    “Cocok (Anies-Susi), yang pertama, kalau calon (wakil presiden) Mas Anies perempuan, nilai tambahnya tinggi,” ujar Mardani saat dihubungi, Selasa (25/7/2023).

    Mardani menambahkan selain berpeluang menjadi pendamping Anies, Susi Pudjiastuti dapat masuk ke tim pemenangan.

    Bahkan nama Susi Pudjiastuti sudah masuk dalam radar DPP PKS untuk masuk sebagai anggota tim pemenangan Anies. 

    Baca: 6 Nama dikaji untuk menjaid pendamping Ganjar di Pilpres 2024

    Ia menilai bahwa pemilik maskapai Susi Air itu punya kapasitas dan bisa menarik hati para pemilih di Pilpres 2024.

    Selain itu, gaya kepemimpinan Susi Pudjiastuti dianggap merepresentasikan semangat perubahan.

    “Saya beberapa kali main ke rumah Ibu Susi, kita ngobrol nyambung sekali. Kami merasa cocok, kita perlu daya dobrak,” ujar Mardani dikutip dari Kompas.com

    Baca: Jelang Pilpres 2024, pilih pemimpin yang peduli lingkungan

    Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali juga memberikan respons yang positif ketika ditanya kans Susi Pudjiastuti menjadi pendamping Anies. 

    Menurutnya, selama ini Susi Pudjiastuti punya rekam jejak yang baik di mata masyarakat. Namun, Ahmad Ali mengembalikan semua keputusan di tangan Anies. 

    KPP sudah memberi mandat pada Anies untuk menentukan sendiri siapa figur yang dianggap tepat mendampinginya untuk menjajaki Pilpres 2024.

     

  • Jokowi Tugaskan Tujuh Nama untuk Menangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

    Jokowi Tugaskan Tujuh Nama untuk Menangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

    7cloud.asia – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP menyebut ada tujuh nama yang ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk memenangkan bakal calon presiden PDIP, Ganjar Pranowo, dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

    Ketujuh nama yang ditugaskan Jokowi untuk memenangkan Ganjar Pranowo yang diusung PDIP di Pilpres 2024  itu masih dirahasiakan.

    Yang jelas, PDIP terus menjalin komunikasi dengan ketujuh nama yang ditugaskan untuk memenangkan Ganjar Pranowo tersebut sebelum Pilpres 2024 digelar.

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui di sela-sela pelatihan juru kampanye pemenangan Ganjar Pranowo di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (17/7/2023), mengatakan bahwa strategi pemenangan Ganjar Pranowo sudah digodog sejak Juni lalu

    Baca: Panglima TNI sebut pencopotan baliho Ganjar Pranowo bukti sikap netral TNI

    Dilansir Kompas.com, Hasto mengatakan pada 22 Juni 2023 lalu dirinya menghadap Presiden Jokowi. Dalam pertemuan itu, dibahas mengenai strategi pemenangan Ganjar Pranowo

    ”Pak Presiden menyampaikan, harus ada grand strategy, baik di dalam komunikasi maupun di dalam membangun visi dari Ganjar Pranowo,” ujar Hasto.

    Hasto menyampaikan pesan Jokowi itu kepada 300 juru kampanye (jurkam) yang terdiri dari kader partai politik PDIP.

    Saat ditanya, apakah Andika dan Arsjad merupakan bagian dari ketujuh nama yang ditugaskan Jokowi untuk memenangkan Ganjar Pranowo, Hasto tidak menjawabnya dengan tegas.

    Baca: Enam nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

    Ia hanya menyiratkan bahwa PDIP memang terus berdiskusi dengan Andika dan Arsjad terkait upaya untuk memenangkan Ganjar Pranowo.

    PDIP, ujar Hasto, punya kekuatan di akar rumput, jika ditambah dengan pengalaman Andika di TNI, dan akar PPP yang punya basis Islam akan membuat Ganjar Pranowo semakin  bersinar di Pilpres 2024.

    “Jadi, dengan kolaborasi parpol pengusung Pak Ganjar Pranowo dan sukarelawan ini, diharapkan pergerakannya secara serentak, baik di udara maupun di darat untuk memenangkan Pak Ganjar,” tutur Hasto.

    Baca: Ganjar Pranowo ingin pendampingnya berjiwa muda

    Hasto yakin kekuatan politik yang terbangun antara PDIP – PPP dan mantan Panglima TNI ini  dapat menggenjot elektabilitas Ganjar Pranowo.

    Tak hanya itu, elektabilitas parpol pengusung dan pendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 juga diyakini dapat ikut terangkat.

    Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani di sela-sela meninjau persiapan acara puncak Bulan Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 22 Juni 2023, mengatakan, dirinya telah mendapatkan tugas untuk membentuk tim sukses pemenangan Ganjar Pranowo.

    Baca: Pilih pemimpin yang pro lingkungan di Pemilu 2024

    Puan Maharani mengaku, nama Andika masuk dalam kandidat ketua tim sukses pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. 

    ”Ya, saya yang ditugaskan untuk kemudian nantinya itu membentuk tim (tim sukses pemenangan Ganjar). Masuk (Andika) dalam list saya,” kata Puan.

    Sementara siapa yang akan mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 hingga kini juga masih tanda tanya. Hanya saja, Puan mengatakan enam nama masuk dalam radar PDIP untuk mendampingi Ganjar Pranowo, antara lain Mahfud MD, Sandiaga Uno, Erick Thohir, AHY  

    Baca: Ribuan pensiunan jenderal dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

  • Nama Gibran Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Bagaimana Kansnya?

    Nama Gibran Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Bagaimana Kansnya?

    7cloud.asia – Nama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka masuk dalam bursa calon wakil presiden atau cawapres Pilpres 2024.

    Kemungkinan Gibran menjadi cawapres di Pilpres 2024 pertama kali dilontarkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sudah menyatakan mendukung Pencapresan Ganjar Pranowo dari PDIP.

    PSI, selama ini dinilai memiliki kedekatan khusus dengan Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam merepresentasikan generasi muda.

    PSI sebagai partai politik baru yang secara sadar menyasar kelompok pemilih muda dinilai cocok dengan sosok Gibran yang juga muda dan terlihat inovatif.

    “Saya kira, baik PSI maupun Gibran sama-sama penting untuk saling mengasosiasikan diri,” kata Saidiman Ahmad dari SMRC Mei lalu.

    Baca: Ganjar berharap cawapres yang mendampinginya berjiwa muda

    Mendekati pelaksanaan Pilpres 2024 semakin banyak pihak yang menyebut atau bahkan melirik nama Gibran. 

    Terakhir, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, Gibran yang saat ini menjabat sebagai Walikota Solo menjadi pasangan ideal bakal cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

    Seperti diketahui Prabowo diusulkan sejumlah Ketua DPD Golkar saat bertemu dengan Ketum Golkar Airlangga Hartato di Bali pada akhir pekan lalu.

    Nusron sendiri menyodorkan nama Gibran untuk menjadi cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto.

    Wacana Gibran menjadi cawapres sebelumnya juga digaungkan sejumlah kelompok relawan Jokowi. Usulan tersebut muncul setelah melihat kedekatan Jokowi dan Prabowo, meski keduanya pernah berhadapan di Pemilu 2019. 

    Baca: 6 nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo

    Dilansir CNBC Indonesia, nama Gibran juga mulai muncul dalam radar sejumlah survei untuk Pilpres 2024.

    Pada survei Algoritma Research & Consulting Mei-Juni 2023, Gibran masuk bursa cawapres dengan elektabilitas 5,2 persen.

    Meski kalah dari sejumlah nama bakal cawapres populer seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, Mahfud MD, Ridwan Kamil, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kemunculan nama Gibran dinilai fenomenal mengingat ia terbilang baru di dunia politik.

    Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merekam nama Gibran di simulasi 24 nama dan 12 nama cawapres. Pada simulasi 12 nama, elektabilitas Gibran mencapai 9 persen.

    Baca: Anies lirik sosok di luar Koalisi Perubahan untuk cawapres pendampingnya

    Lantas, bagaimana kans Gibran menjadi cawapres? Gibran yang saat ini menjabat sebagai Walikota Solo terganjal dukungan partai dan syarat usia minimal.

    UU Pemilu no 7/2017 menyebut, usia minimal seorang Capres/Cawapres di Pilpres adalah 40 tahun. 

    Sementara Gibran yang lahir pada Oktober 1987, sehingga ketika masa pendaftaran hingga pencoblosan Pilpres 2024 usianya belum memenuhi syarat.

    Namun, saat ini sedang berlangsung uji materi terkait usia minimal peserta Pilpres yang tengah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Para penggugat meminta agar batas usia capres/cawapres diturunkan menjadi 35 tahun.

    Jika gugatan ini dikabulkan, maka Gibran bisa memenuhi syarta usia dan tinggal mencari dukungan partai.

    Baca: Anies dekati Susi Pudjiastuti, begini respon Demokrat dan Nasdem

    Bagaimana dukungan partai politik untuk Gibran? Gibran saat ini tercatat sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

    Seperti kita ketahui PDIP telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai capres. Saat ini PDIP tengah mengkaji 6 nama yang akan mendampingi Ganjar sebagai Cawapres. 

    Nama Gibran tidak disebutkan dalam enam nama yang disebutkan Puan Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga ketua tim pemenangan Ganjar.

    Jadi, jika memang Gibran berminat untuk maju menjadi cawapres di Pilpres 2024, ia harus maju dari partai selain PDIP.

    Esti Utami dari berbagai sumber.

     

     

     

     

  • Namanya Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Gibran: Semua Belum Cukup

    Namanya Masuk Bursa Cawapres di Pilpres 2024, Gibran: Semua Belum Cukup

    7cloud.asia – Nama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka belakangan diperbincangkan untuk menjadi calon wakil presiden atau Cawapres di Pilpres 2024.

    Namun Gibran sendiri menyebut dirinya tidak mungkin menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang diusung oleh PDIP pada Pemilu 2024.

    “Nggak mungkin, wis tak jawab (sudah saya jawab),” katanya di Solo, Kamis (3/8/2023) seperti dikutip Antaranews.com

    Penegasan ini disampaikan menanggapi pernyataan politisi senior dari PDIP, Deddy Sitorus yang menilai Gibran tidak secara tegas memberikan sikap penolakan terhadap isu cawapres.

    Baca: Menghitung kans Gibran jadi cawapres di Pilpres 2024

    Gibran mengaku, terkait isu dirinya masuk bursa cawapres ia sudah memberikan sikap sejak dulu.

    “Sudah saya jawab, umur belum cukup, ilmunya belum cukup, semua belum cukup. Aku kudu piye meneh? (saya harus bagaimana lagi?),” katanya.

    Sementara itu, terkait dengan keinginan partai lain yang ingin mengusung Gibran sebagai cawapres, ia mengaku masih ingin fokus dengan tugas yang diembannya sebagai walikota Solo.

    “Saya fokus di Solo dulu saja. Ya terima kasih, saya fokus di Solo dulu,” katanya.

    Baca: Ganjar Pranowo berharap cawapres pendampingnya berjiwa muda

    Dimintai tanggapanya terkait sinyal setuju dari DPR terkait perubahan batas usia minimal capres dan cawapres dari 40 tahun menjadi 35 tahun, Gibran enggan menanggapi.

    Gibran mengaku tidak mengikuti berita itu ya, jadi menurutnya akan lebih pas jika pertanyaannya ditujukan kepada yang menggugat.

    “Kemungkinan sing pengen (yang berkeinginan) yang menggugat. Ojo kabeh dicurigai aku, aku ki ora ngopo-ngopo lho (jangan semua saya yang dicurigai, saya tidak melakukan apa-apa),” katanya.

    Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan adanya gugatan yang diajukan Partai Solidaritas Indonesia tersebut.

    “Beritanya saja saya nggak mengikuti,” katanya.

    Baca: 6 nama dikaji untuk jadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo 

    Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

    Menurut UU Pemilu no. 7/2027 pasangan capres dan cawapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR.

    Pasangan Capres/cawapres juga bisa diajukan partai/gabungan partai yang  memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

    Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.

    Pasangan capres/cawapres juga bisa diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

    Baca: Tarik menarik di Koalisi Perubahan terkait bakal cawapres Anies

     

  • Golkar Pastikan Tak Dukung Anies, Ini Respon Surya Paloh dan Anies Baswedan

    Golkar Pastikan Tak Dukung Anies, Ini Respon Surya Paloh dan Anies Baswedan

    7cloud.asia – Memasuki bulan Agustus 2023, sikap Partai Golkar di Pilpres 2024 semakin terang. 

    Partai Golkar yang kini dipimpin Airlangga Hartarto ini sudah menegaskan sikapnya untuk tidak mendukung Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan (Nasdem-PKS dan Demokrat) di Pilpres 2024.

    Kini Golkar masih menimbang, apakah di pilpres 2024 akan mendukung Ganjar Pranowo yang diusung PDIP-PSI dan PPP atau Prabowo Soebianto yang diusung Gerindra.

    Lantas, bagaimana Surya Paloh dan Anies Baswedan merespon sikap Golkar di Pilpres 2024 ini?

    Baca: Anies dekati Susi Pudjiati, begini respon NasDem dan PKS

    Surya Paloh mengatakan, dirinya tak mempermasalahkan pernyataan dari Airlangga tersebut. Sebab, setiap partai politik (parpol) memiliki otoritasnya masing-masing dalam menentukan pilihan di pesta demokrasi.

    “Statemen Ketua Umum Partai Golkar, Bung Airlangga yang saya anggap sebagai adik itu, ya kami hormati. Saya pasti tahu kenapa dia enggak bisa dukung Anies,” kata Surya Paloh seperti dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (6/8/2023).

    Surya Paloh mengatakan bahwa komunikasinya dengan Airlangga masih berjalan dengan baik. Ia melihat ada perasaan tertentu yang dialami Airlangga dengan sikapnya ini.

    “Coba saya intip perasaan hatinya, apakah dia gembira menyatakan tidak mendukung anies? Kalau dia bergembira barangkali saya salah presepsi, tapi kalau batinnya barangkali entah bagaimana itu kita yang harus maklumi dan pahami,” ujarnya.

    Baca: PAN ingin capres yang didukungnya tak lagi kalah

    Lebih lanjut Surya Paloh menjelaskan bahwa saat ini prioritas NasDem adalah meningkatkan ekseptabilitas publik terhadap capres yang diusung.

    Surya Paloh mengakui bahwa tidak mudah mengusung Anies Baswedan menjadi capres.

    “Tidak mudah mencalonkan Anies Baswedan. Tapi masyarakat itu juga mempunya nalar. Dalam bahasa akal sehat dan intuisi yang ada kami serahkan kepada masyarakat,” kata Paloh.

    Anies Baswedan menghormati sikap Partai Golkar. Ia tetap menganggap Airlangga sahabat meski berbeda pilihan politik di pesta demokrasi nanti. 

    “Enggak, enggak usah ditanggapi. Mudah-mudahan semuanya lancar. Beliau sahabat dan akan selalu menjadi sahabat,” ujarnya seperti dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (3/8/2023). 
     

    Sikap Golkar untuk tidak mendukung Anies Baswedan diungkap mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla.

    Kalla menyebut bahwa mayoritas pemilih Golkar memang akan menjatuhkan pilihan kepada dua bakal capres, yakni Ganjar Pranowo atau Prabowo.

    “Golkar, ya, kalau yang punya suara untuk juga menentukan itu kan termasuk DPD. Karena saya kira sempit, hanya antara Pak Ganjar dengan Pak Prabowo,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/8/2023).

    Pernyataan Jusuf Kalla ini dikuatkan Airlangga Hartarto.

    “Itu sangat benar (Golkar tidak mendukung Anies di Pilpres 2024),” kata Airlangga seperti dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (2/8/2023).

    Baca: Gibran mengaku belum cukup pengalaman untuk maju menjadi cawapres

     

     

     

  • Penilaian Ahli Tarot Soal Kans Gibran Rakabuming Raka di Panggung Politik

    Penilaian Ahli Tarot Soal Kans Gibran Rakabuming Raka di Panggung Politik

     
    7cloud.asia – Mendekati Pemilihan Presisedn atau Pilpres 2024 nama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka makin ramai diperbincangkan publik.
     
    Meski umurnya belum mencukupi dan baru sebentar menapaki panggung politik, Gibran dinilai layak menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024.
     
    Bahkan sejumlah pihak menilai, permohonan uji materi tentang perubahan syarat usia capres/cawapres yang diajukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah salah satu upaya mendorong Gibran untuk bisa ikut berkontestasi di Pilpres 2024.
     
     
    Gibran sendiri sudah menyatakan dirinya belum layak dicalonkan di Pilpres 2024 ini, karena belum cukup umur dan belum cukup pengalaman. Namun tetap saja namanya disebut-sebut.
     
    Sebenarnya, apa yang yang membuat nama Gibran begitu berkibar jelang Pilpres 2024 ini? Ini tak lepas dari sikap Gibran yang santai, tapi tetap lugas dan tegas.
     
    “Gibran lebih berani dan lebih tegas dibanding ayahnya, Pak Jokowi,” ujar Otty, warga Solo kepada 7cloud.asia beberapa waktu lalu.
     
     
    Hal yang sama diungkapkan oleh warga Solo lainnya, Indra yang menilai Gibran adalah paduan ketegasan Jokowi dan keluwesan Ibu Iriana.
     
    “Dia tahu kapan bersikap santai atau santun, dan kapan bersikap tegas,” ujarnya.
     

    Sementara pakar tarot, Nana Padmosaputro mempunyai penilaian yang tak jauh berbeda. 
     
     
     
    Dalam pembacaaannya, Gibran Rangkabuming yang kelahiran 1 Oktober 1987 memiliki numerologi 9 (The Hermit) dan life values 7 (The Chariot)

     

    The Hermit adalah seorang pertapa. Sosok paling ‘old soul’ dan berwawasan paling tinggi di antara semua karakter numerologi.
     
    “Ia cerdik, bijak, mengetahui banyak rahasia alam dan memiliki ‘core of the core’nya ilmu pengetahuan,” terang Nana di akun facebooknya @nanapadmo.
     

     
    Sementara ‘The Chariot’ adalah seorang petempur yang menggunakan kereta perang khas Bangsa Mesir.
     
    Ciri khas The Chariot adalah kemampuan multitasking dan ‘babat alas’. Seorang yang paling efektif membuka daerah baru, menaklukkannya, dan mengendalikannya.

     
    Menurut Nana, dua karakter yang menyertai Gibran ini sangat kuat. Bayangkan saja, ujar Nana, karakter pertapa sakti yang dipadukan dengan petempur.
     
     
    Mungkin, kalau dalam pewayangan, setara seperti tokoh Batara Kresna, dengan senjata Chakra-nya yang luar biasa pamungkas,” ujarnya mengakhiri postingannya.
     
    Jadi kita tunggu, apakah Gibran akan menemukan kondisi yang mendukung dan memberi kesempatan untuk menunjukkan kualitas dirinya di Pilpres 2024 ini?
     
    Atau Gibran masih harus menunggu lima tahun lagi untuk mematangkan hati dan pengalamannya.
     

     
     
  • Ganjar Pranowo di Depan Ribuan Relawan: Kita Bukan Berebut Kuasa Tapi Wujudkan Amanah Rakyat

    Ganjar Pranowo di Depan Ribuan Relawan: Kita Bukan Berebut Kuasa Tapi Wujudkan Amanah Rakyat

    7cloud.asia – Calon Presiden yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo, menegaskan kepada para pendukungnya bahwa tujuan pemenangan Pilpres 2024 bukan untuk merebut kuasa, melainkan mewujudkan amanah rakyat untuk kemajuan bangsa.

    Hal itu disampaikan Ganjar Pranowodi hadapan 5.500 pendukungnya dari 60 organ relawan saat acara Ganjar Penerus Jokowi (GPJ), ajang silaturahmi relawan Ganjar Pranowo di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/9/2023)

    “Karena bukan kuasa yang ingin kita rebut, tapi amanah rakyat yang mesti kita wujudkan,” ujar Ganjar Pranowo disambut riuh tepuk tangan relawan Ganjar di Pilpres 2024

    Baca: Ganjar Pranowo tak mau terpengaruh hiruk pikuk politik

    Ganjar Pranowo menambahkan, amanah rakyat harus didengarkan dan diserap agar pemerintah dapat membuat program dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

    Oleh sebab itu, ia berpesan kepada seluruh organ relawannya turun langsung ke lapangan bertemu rakyat, duduk bersama rakyat untuk menyerap aspirasi dan berbagi kebahagiaan bersama rakyat.

    “Dekatilah rakyat, duduklah bersama rakyat, dengarkanlah suara mereka, apa yang kemudian menjadi tangis mereka, apa yang kemudian menjadi kegembiraan hati mereka,” kata Ganjar Pranowo

    Baca: Pasangan Anies dan Cak Imin resmi dideklarasikan

    Ia mengajak relawan untuk mendengarkan suara-suara masyarakat dan sebisa mungkin membuat mereka tersenyum.

    Sejatinya, kata Ganjar Pranowo, relawan adalah pendukung yang harus selalu beririsan dengan rakyat agar nantinya amanah yang diberikan rakyat melalui relawan dapat diwujudkan pemerintah demi memajukan bangsa.

    Ganjar meminta relawannya berpartisipasi aktif melakukan kegiatan positif bersama masyarakat agar nantinya kehadiran para relawan di seluruh daerah selalu ditunggu oleh rakyat.

    Baca: PAN dan Golkar resmi dukung Prabowo Subianto

    “Kita tidak memaksa, tidak menindas, tidak mengancam, tidak menakut-nakuti sehingga mereka akan senang untuk kita berpartisipasi,” ucap Ganjar Pranowo kepada relawannya.

    Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo juga mengingatkan relawannya untuk tetap fokus berjuang si tengah masyarat dan tidak terpegaruh gonjang-ganjing politik yang sedang terjadi beberapa hari terakhir.

    Ganjar meminta para relawan turun langsung ke lapangan bertemu masyarat dan menyampaikan pesan kebaikan.

    Baca: Menteri yang maju sebagia caleg ataupun capres akan dievaluasi

    “Dengar apa yang menjadi keluhan masyarakat. Insya Allah itu yang kita rekam menjadi masukan untuk pembuatan kebijakan publik,” ucap Ganjar.

    Di tengah hiruk pikuk politik di Jakarta, Ganjar Pranowo memilih terus mengonsolidasikan seluruh relawannya untuk pemenangan Pilpres 2024. 

    “Kita bisa menjaga sesuatu ini lebih dingin. Tadi relawan satu komando dengan saya, maka kita akan sinergikan dengan kekuatan ada yang dari partai politik, ada yang dari relawan, silahkan jalan baik-baik,” kata Ganjar.

    Baca: Pilih pemimpin yang pro lingkungan di Pemilu 2024

    Ganjar juga menegaskan usai melepas jabatan Gubernur Jawa Tengah, akan langsung tancap gas untuk mengencangkan kerja-kerja politik bersama para relawan.

    “Seluruh kekompakkan ini makin meyakinkan kita, bersama rakyat kita akan bisa mendapatkan amanah rakyat sesuai dengan udang-undang,” kata Ganjar.

    Acara ini dihadiri ribuan relawan dari 60 organ relawan Ganjar se-Solo Raya mencakup Solo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Selain itu, ada juga yang datang dari luar Pulau Jawa untuk bertemu langsung dengan Ganjar.

  • Pasangan Anies dan Cak Imin Resmi Mendaftar sebagai Capres/Cawapres di Pilpres 2024

    Pasangan Anies dan Cak Imin Resmi Mendaftar sebagai Capres/Cawapres di Pilpres 2024

    7cloud.asia – Hari pertama pendaftaran bakal capres dan cawapres peserta Pilpres 2024, Kamis (19/10/2023) kantor KPU Pusat semarak oleh pendukung pasangan calon yang akan mendaftar. 

    Bakal pasangan capres-cawapres usungan Partai NasDem, PKB, dan PKS, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Anies dan Cak Imin) menjadi pasangan pertama resmi mendaftar sebagai peserta Pilpres 2024. 

    Pasangan Anies dan Cak Imin tiba di Kantor KPU RI di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta, sekitar pukul 09.27 WIB, untuk mendaftar sebagai capres-cawapres peserta Pilpres 2024.

    Baca: Mahfud MD resmi diumumkan sebagai cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

    Anies dan Cak Imin yang menjadi pasangan capres-cawapres pertama di Pilpres 2024 tiba dengan menggunakan mobil Jeep berwarna putih dan terbuka dengan mengenakan pakaian kemeja putih dengan peci hitam.

    Keduanya menyapa para pendukung yang telah menunggu sejak pukul 06.00 WIB dan berjejer di sepanjang jalan.

    Mobil putih yang ditumpangi Anies dan cak Imin pelahan membelah lautan pendukung yang mengantarkan mereka mendaftar ke Kantor KPU sebagai peserta Pilpres 2024.

    Baca: Pasangan Ganjar diumumkan sehari sebelum pendaftaran

    Di belakang mobil yang ditumpangi Anies dan Cak Imin, diikuti mobil jenis serupa yang membawa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua PKS Ahmad Syaikhu.

    Setibanya di kawasan Jalan Imam Bonjol, Menteng, ribuan pendukung Anies dan Cak Imin sudah memenuhi jalanan menuju Kantor KPU RI tersebut.

    Kedatangan Anies dan Cak Imin diiringi lagu Maju Tak Gentar dan Yaal Lal Wathan yang mengantarkan mereka masuk ke Kantor KPU RI.

    Baca: Demokrat resmi dukung Prabowo di Pilpres 2024

    Ribuan pendukung Anies dan cak Imin sudah memadati Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, sejak Kamis pagi, dengan membawa atribut partai pengusung pasangan ini. 

    Selain pasangan Anies dan Cak Imin, hari ini pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD juga dijadwalkan akan mendaftar sebagai calon peserta Pilpres 2024.

    Pendaftaran calon peserta Pilpres 2024 mulai dibuka hari ini dan akan berlangsung hingga 25 Oktober 2024.

    Baca: Dinasti politik yang sedang dibangun Jokowi dinilai mengkhianati reformasi

    Sedangkan satu calon presiden lainnya yakni Prabowo Subianto hingga hari ini belum mengumumkan bakal cawapresnya. 

    Sejumlah nama digadang akan menjadi cawapres Prabowo untuk kontestasi di Pilpres 2024 termasuk putra sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming.