7cloud.asia – Dua serikat petani terbesar di Prancis mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan blokade di seluruh negeri pada hari Kamis (1/2/2024).
Sikap para petani ini dirilis tak lama setelah perdana menteri Prancis mengumumkan langkah-langkah baru yang bertujuan melindungi mata pencaharian para petani di negeri itu.
Para petani menggambarkan kebijakan pemerintah Prancis ini sebagai sebuah “kemajuan nyata.”
Namun, aktivis petani yang aksinya telah memacetkan lalu lintas di sepanjang jalan raya utama di sekitar Paris mengatakan, mereka akan bertahan setidaknya satu hari lagi untuk melihat janji pemerintah secara tertulis.
Baca: Aksi petani Eropa memprotes kebijakan ramah lingkungan yang bebani mereka
Dan, kedua serikat petani mengatakan mereka akan memantau dengan cermat setiap penerapan langkah-langkah itu oleh pemerintah.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada hari Kamis (1/2/2024) mengumumkan janji terbaru pemerintah Prancis kepada para petani.
Dalam jumpa pers di Brussels, Macron mengatakan kebijakan ini menunjukkan pemerintah mendengarkan kekhawatiran para petani.
Macron mengatakan, ia berhasil meraih konsesi besar dari UE dan menggambarkannya sebagai “revisi mendalam dari logika” dalam kebijakan pertanian Eropa.
Baca: Produk Sayurbox ini dekatkan petani dengan konsumennya
“Kami berhasil memperoleh peraturan yang lebih ketat untuk menghindari penyalahgunaan dan penyimpangan yang jelas tampak dalam beberapa bulan terakhir.” ujarnya
Prancis memperoleh penerapan klausul pengamanan yang diperkuat untuk biji-bijian kalau terjadi gangguan di pasar.
Prancis, ujar Macron, akan bertindak, jika biji-bijian dari Ukraina yang mencapai pasar Eropa mengganggu kestabilan harga.
Terkait telur, unggas dan gula (dari Ukraina), Prancis berhasil memperoleh mekanisme perlindungan, dengan melihat besarnya produksi antara tahun 2022 hingga 2023.
Baca: Cara petani Klaten lepas dari ketergantungan pupuk kimia
“Produksi pada awal tahun 2022 termasuk tinggi dan akan memungkinkan kami memberlakukan kembali tarif,” tambah Macron.
Seperti diketahui beberapa hari ini petani Prancis melakukan unjukrasa memprotes kebijakan ramah lingkungan yang terlalu ketat yang dinilai sangat membebani mereka.
Kebijakan ini membuat harga produksi pertanian Prancis menjadi lebih mahal sehingga kalah bersaing dari produk luar.
Untuk itu para petani meminta kebijakan dan perlindungan dari pemerintah Prancis. Sumber: VOA Indonesia.





