Presiden Prancis Berencana Larang Penggunaan Media Sosial pada Anak Usia di Bawah 16 Tahun

Written by

in

7cloud.asiaPresiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (10/12/2025) menyampaikan niatnya melarang penggunaan media sosial untuk anak-anak di bawah usia 15- 16 tahun. 

Dalam pernyataannya, Macron berharap pembatasan penggunaan media sosial ini sudah diketok palu  sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027.

Awal Juni lalu, Macron berkata bahwa ia bermaksud melarang media sosial bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun apabila Uni Eropa tidak membuat larangan semacam itu.

“Kami akan mewajibkan verifikasi usia untuk semua media sosial, dan kami akan menetapkan usia minimal 15–16 tahun, dan kami akan menyatakan bahwa siapapun yang masih di bawah usia tersebut tak akan boleh mengakses media sosial,” kata Macron, dikutip Le Figaro.

Baca Juga: Wacana Pembatasan Akses Media Sosial untuk Anak: Butuh Persiapan dan Regulasi Matang

“Saya berkomitmen untuk memastikan pengesahan RUU tersebut dilakukan pada atau sebelum akhir masa jabat saya,” ujar Macron

Pemerintah Prancis bermaksud untuk mengajukan RUU untuk hal tersebut pada awal 2026 dan memastikan pengesahannya dilakukan dengan cepat, kata dia, menambahkan.

April lalu, Gabriel Attal yang saat itu menjadi perdana menteri Prancis, mengajukan pelarangan media sosial untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun dan memberlakukan pembatasan akses di malam hari bagi remaja berusia di atasnya. 

Saat itu, Gabriel menyebut ini dalam suatu “langkah radikal” memerangi kecanduan internet.

Baca Juga: DPR Australia Loloskan RUU Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial

Saat ini semakin banyak negara yang bermaksud membatasi pengaruh media sosial terhadap kelompok remaja. 

Negara-negara itu antara lain Australia yang menjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun.

Di samping itu, Indonesia, Denmark, Spanyol, Turki, dan Yunani turut mempertimbangkan pembatasan usia wajib bagi pengguna media sosial.

Sumber: Antaranews.com/Sputnik

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *