7cloud.asia – Masifnya pembangunan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat yang tidak memperhatikan kearifan lokal, menimbulkan masalah serius bagi masyarakat setempat.
Alih-alih merasakan manfaat dari pembangunan yang masif itu, warga Puncak justru terpinggirkan dan merasakan dampak dari pengembangan kawasan peristirahatan ini.
Salah satu akibat yang dirasakan warga adalah kemacetan yang terus terjadi di kawasan Puncak, terutama saat liburan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Belum lagi dampak lingkungan yang dirasakan warga Puncak akibat banyaknya kendaraan bermotor di lingkungan mereka.
Baca: Yuk ubah gaya hidup demi lingkungan
Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) atau Kerukunan Warga Puncak (KWP) dalam audiensi dengan DPR.
Mereka diterima Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal dan Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Muhsin, Ketua AMBS mengapresiasi DPR yang telah menerima keluhan masyarakat Bogor Selatan.
Ia berharap DPR dapat mencarikan solusi konkrit terhadap permasalahan pembangunan-pembangunan yang masih mengganggu kearifan lokal masyarakat Puncak.
“Saya minta kepada pemerintah khususnya wakil rakyat ini untuk mencari solusi. Karena Puncak ini di bawah ini banyak pemukiman yang sangat membahayakan,” ujarnya.
Baca: Mengenal infrastruktur ramah lingkungan
Ia menambahkan, dampak pembangunan di Puncak, Bogor mungkin tidak terjadi sekarang, tapi jika dibiarkan warga akan merasakan kerusakan itu dalam beberapa tahun yang akan datang.
“Banjir, longsor, itu akan dialami oleh para penduduk kita atau masyarakat kita besok,” ujarnya.
Menerima audiensi tersebut, Mulyadi mengatakan Komisi V selama ini telah memberikan berbagai usulan untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.
Setidaknya, ada lima opsi yang telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Mulai dari pelebaran jalan, memecah titik kemacetan, usulan adanya flyover, hingga pemaksimalan fungsi Tol Bogor Ciawi Sukabumi.
Baca: Manfaat infrastruktur ramah lingkungan
Salah satu yang yang sudah direalisasikan adalah mengurangi beban Puncak melalui revitalisasi jalur yang berbatasan antara Kecamatan Cipanas di Hanjawar ke Kecamatan Sukamakmur di Bogor Timur.
“Itu sudah berhasil dilakukan pembangunan dan alhamdulillah itu sangat signifikan mengurangi beban macet Puncak walaupun itu saya kira hanya bagian dari cara bagaimana beban jalur puncak eksisting itu berkurang,” ujar Mulyadi.
Ke depan, ia berharap pemerintah dapat benar-benar hadir secara maksimal untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan Puncak, akibat dari pembangunan wisata yang semakin masif di kawasan tersebut.
Termasuk dengan senantiasa mempertimbangkan dampak lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dan terpenting juga saya sampaikan jangan selalu dalam tanda kutip yang dipikirkan itu wisatawan, justru dampaknya itu warga setempat.
“Warga Ciawi, Megamendung, Cisarua yang beraktivitas sosialnya seperti horor apalagi tahun baru mereka harus terkunci terisolasi karena jalur-jalur kecilnya pun dimasuki oleh mobil-mobil wisatawan,” harapnya.
Sumber: Parlementaria



