Tag: pvmbg

  • Gunung Ili Lewotolok Meletus  

    Gunung Ili Lewotolok Meletus  

    7cloud.asia – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meletus pada Kamis (5/10/2023) pukul 10.32 WITA

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok Fajaruddin M. Balido yang disiarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tinggi kolom letusan kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut.

    Erupsi Ili Lewotolok terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 27.8 mm dan durasi 52 detik.

    Gunung api itu teramati melontarkan abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat.

    Ili Lewotolok sering mengalami erupsi sepanjang 1 Januari sampai 5 Oktober 2023. Selama kurun itu, Ili Lewotolok tercatat 66 kali mengalami erupsi.

    Tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok berada di Level II (Waspada).

    Pada tingkat aktivitas Level II, warga di sekitar gunung api serta pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di area dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

    Warga Desa Lamawolo, Lamatokan, dan Jontona diimbau mewaspadai ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur kawah Ili Lewotolok.

    Penduduk yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta mewaspadai ancaman bahaya lahar pada musim penghujan.

    Selain itu, warga di sekitar Ili Lewotolok ​​​​​​​dianjurkan untuk memakai masker serta pelindung mata dan kulit guna menghindari masalah kesehatan ketika terjadi hujan abu.

    Sumber: antaranews

  • Lagi, Gunung Ili Lewotolok Meletus 2 Kali

    Lagi, Gunung Ili Lewotolok Meletus 2 Kali

    7cloud.asia – Gunung Ili Lewotolok kembali meletus. Tercatat dua kali letusan berupa lontaran abu vulkanik yang keluar dari kawah gunung di Nusa Tenggara Timur tersebut.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung, Stanislaus Ara Kian mngungkapkan letusan itu terjadi pukul 08.49 WITA dan 17.37 WITA.

    “Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat dan barat laut,” katanya seperti yang dikutip Antaranews.

    Lebih jauh, Stanislaus menjelaskan erupsi pertama terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 32,9 milimeter dan durasi 173 detik. Tinggi letusan mencapai lebih kurang 400 meter dari atas puncak gunung.

    Lalu seismogram juga mencatat erupsi kedua dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi 40 detik. Letusan itu mencapai tinggi lebih kurang 600 meter.

    baca juga: gunung ililewotolok meletus

    Sejak 1 Januari sampai 23 Oktober 2023, Gunung Ili Lewotolok adalah gunung api paling aktif dengan jumlah letusan yang pernah tercatat sebanyak 75 kali.

    Gunung api kedua yang juga aktif erupsi adalah Gunung Anak Krakatau dengan jumlah letusan yang tercatat sebanyak 62 kali. Kemudian, posisi ketiga adalah Gunung Ibu dengan jumlah letusan sebanyak 46 kali.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat yang berada di Desa Lamawolo, Desa Lamatokan dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya.

    Bahaya yang dimaksud adalah berupa guguran maupun longsoran lava dan awan panas dari bagian timur kawah Gunung Ili Lewotolok.

    baca juga: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    PVMBG juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan agar tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas (erupsi vulkanik)

    Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain yang dapat melindungi mata dan kulit.

    Hal ini agar dapat menghindari gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan Iainnya akibat abu vulkanik.

    PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang menetap di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok. Sebab jika musim hujan tiba, maka dapat berpotensi terjadi bahaya lahar dingin.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sehari Tiga Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau dalam Status Siaga

    Sehari Tiga Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau dalam Status Siaga

    7cloud.asia – Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali erupsi pada Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 21.08 WIB.

    Karen aerupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Anak Krakatu berada pada level III atau siaga.

    PVMBG merekam aktivitas erupsi gunung Anak Krakatau berupa tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 1.157 meter di atas permukaan laut.

     

    Baca: Gunung Anak Krakatau erupsi abu vulkanik setinggi 1000 meter

    Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran,  Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. 

    “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 78 mm dan durasi 45 detik,” jelasnya seperti dikutip dari Antaranews.

    Sebelumnya PVMBG merekam 2 kali aktivitas erupsi pada Gunung Anak Krakatau.

    Erupsi pertama berupa lontaran abu vulkanik setinggi lebih kurang 450 meter dari atas puncak Gunung Anak Krakatau pada Minggu siang sekitar pukul 12.28 WIB.

    Baca: Gunung Dukono meletus warga diminta waspada

    Saat itu, tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 450 meter di atas puncak 607 meter di atas permukaan laut.

    Tinggi kolom letusan teramati sekitar 450 meter di atas puncak atau sekitar 607 meter di atas permukaan laut dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 32 detik.

    Sementara erupsi kedua tercatat terjadi pada pukul 19.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak.

    Dengan aktivitas tersebut, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.

    Baca: Peneliti Jepang temukan mikroplastik di awan puncak gunung Fuji

    “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga, dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung, tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,” sambungnya.

    Sementara pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau berada pada Pulau Sebesi yang berjarak 16,5 kilometer.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Sepanjang Kamis (30/11/2023) kemarin sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, Gunung Api Ili Lewotolok yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus sebanyak 35 kali.

    Petugas Pemantau Gunung Ili Lewotolok, Fajaruddin M. Balido menjelaskan tinggi kolom abu berada pada kisaran tinggi 200-500 m dan warna asap putih dan kelabu.

    “Sejak kemarin ada 35 kali letusan yang terjadi di puncak kawah gunung tersebut,” ujar Fajaruddin M. Balido seperti yang dikutip Antaranews pada Jumat (01/12/2023).

    Letusan-letusan tersebut, lanjut, Fajaruddin, disertai lontaran lava pijar dan gemuruh lemah hingga sedang. Lontaran lava pijar dalam radius puncak.

    Baca: Sabtu pagi Gunung Ili Lewotolok dua kali meletus

    Saat terjadi letusan juga gunung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-700 meter di atas puncak kawah.

    Saat ini gunung api yang pernah erupsi pada akhir November 2021 lalu itu kini berada pada Status Level II atau waspada.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, serta wisatawan memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

    Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Selain itu, PVMBG mengimbau masyarakat di tiga desa di bawah kaki gunung tersebut, seperti Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar waspada ancaman bahaya dari Gunung Ili Lewotolok.

    Ancaman bahaya itu dapat berupa guguran atau longsoran lava dan awan panas bisa muncul sewaktu-waktu dari bagian timur puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.

    PVMBG juga mengimbau masyarakat selalu menggunakan masker saat berada diluar ruangan untuk menghindari gangguan pernafasan maupun gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    7cloud.asia – Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat, Rabu (13/12/2023) pukul 05.52 WIB mengalami erupsi dan melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak gunung.

    Melansir Antaranews, petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi kolom abu tebal berwarna kelabu yang keluar dari Marapi mengarah ke timur.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Marapi berada pada level II atau waspada.

    Dengan status ini, PVMBG melarang warga di sekitar Gunung Marapi maupun pengunjung untuk berada di area dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak gunung.

    Baca: Korban meninggal akibat letusan Gunung Marapi 23 orang

    Menurut pengamatan PVMBG, Gunung Marapi selama periode 12 Desember 2023 pukul 00.00 sampai 24.00 WIB mengalami 44 kali gempa hembusan, empat kali gempa letusan, empat kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik lokal.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB lalu meletus.

    Ketinggian  kolom abu teramati sekitar 3000 meter di atas puncak (5891 m di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

    Letusan ini terekam di Seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.

    Baca: Operasi pencarian korban letusan Gunung Marapi dihentikan
    Letusan itu disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara dengan jarak luncur 3 km.

    Berdasarkan pengamatan instrumental PVMBG letusan ini tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

    Akibat letusan besar ini, sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 52 orang berhasil diselamatkan.

    “Saya ingin update informasi, dari 75 pendaki yang tercatat itu, 52 orang sudah berhasil diselamatkan, walaupun ada yang luka ringan, luka berat dan lain sebagainya. Dan, 23 itu dinyatakan meninggal dunia,” jelas Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Seharian Kemarin 17 Kali Guguran Lava dari Gunung Merapi, Masyarakat Diimbau Waspada

    Seharian Kemarin 17 Kali Guguran Lava dari Gunung Merapi, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Seharian kemarin, Rabu (14/12/2023) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 17 kali guguran lava dari Gunung Merapi.

    Guguran lava tersebut terjadi sejak Rabu pukul 00.00 hingga 24.00 WIB mengarah ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

    “Teramati 17 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter,” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Yulianto seperti yang dikutip Antaranews pada Kamis (14/12/2023).

    Selain guguran lava, PVMBG juga mencatat ada 109 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 23 milimeter dan lama gempa 19,48 hingga 197,64 detik yang terjadi di Gunung Merapi.

    Baca: Gunung Marapi meletus, 11 orang tewas

    Tak hanya itu, PVMBG juga merekam ada tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6 hingga 80 milimeter dan lama gempa 45,36 hingga 118,56 detik.

    Dengan kondisi seperti ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

    Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

    Karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

    Baca: Gunung Dukono meletus, warga diimbau waspada

    Sebelumnya pada 8 Desember 2023, gunung yang berada di Kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali (Jawa Tengah) dan Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta) ini mengeluarkan delapan kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 3.500 meter mengarah ke Kali Krasak.

    Selain itu, terjadi pula 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah kali di bagian barat daya.

    Namun, saat itu awan panas guguran terjadi bersamaan dengan turunnya hujan, sehingga mengakibatkan hujan air berwarna kecokelatan di wilayah Desa Krinjing dan Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

    Hujan air bercampur dengan abu vulkanik juga melanda Desa Stabelan, Desa Klakah, dan Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

    Sejak 5 November 2020 hingga saat ini, status Gunung Merapi berada pada level III atau siaga karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi berupa erupsi efusif.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Ibu Meletus, Masyarakat Diimbau Waspada

    Gunung Ibu Meletus, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Gunung Ibu di Pulau Halmahera Maluku Utara pada Senin (15/01/2024) siang meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 1.000 meter di atas puncak gunung. Masyarakat diimbau waspada.

    Menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu, Axl Roeroe letusan tersebut terjadi pukul 11.03 WIT. “Kolom abu berintensitas tebal berwarna kelabu mengarah ke barat daya,” ungkap Roeroe seperti yang dikutip Antaranews.com.

    Berdasarkan pantauan dari seismogram letusan Gunung Ibu dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 118 detik.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dan perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.

     Baca: Gunung Marapi meletus lagi

    Masyarakat juga diimbau mengenakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah. Hal ini untuk menghindari gangguan pernafasan yang mungkin terjadi akibat abu vulkanik.

    Gunung Ibu merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia. Tercatat, sejak 1 Januari hingga 15 Januari 2024, Gunung Ibu telah mengalami letusan sebanyak 11 kali.

    Aktivitasnya yang tinggi tersebut menempatkan Gunung Ibu berada pada posisi tiga setelah Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Marapi.

    Gunung Ibu merupakan gunung api bertipe strato volcano yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut terletak di barat laut Pulau Halmahera, Maluku Utara.

    Puncak gunung merupakan kawah vulkanik. Pusat kawah memiliki lebar 1 kilometer dan kedalaman 400 meter, sedangkan bagian luar memiliki lebar 1,2 kilometer.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Aliran Lava Sejauh Hingga 2 Kilometer

    Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Aliran Lava Sejauh Hingga 2 Kilometer

    7cloud.asia – Dalam enam jam terakhir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya aliran lava erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Aliran lava tersebut jauhnya berkisar antara 1,5 kilometer hingga dua kilometer ke arah timur laut.

    “Teramati aliran lava dengan jarak luncur 1.500 sampai 2.000 meter ke arah timur laut,” ucap Pengamat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Fransiskus Desales Molo pada Senin (15/01/2024) malam.

    Melansir Antaranews, berdasarkan pengamatan visual yang dilakukan oleh petugas, asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu.

    Baca: Status Gunung Lewotobi Laki-laki naik menjadi awas

    Asap tersebut dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 300 meter di atas puncak kawah.

    Selain luncuran aliran lava, teramati pula tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 hingga 1.500 meter mengarah ke utara.

    Tampak pula guguran dengan jarak luncur 1.500 hingga 2.000 meter ke arah timur laut. “Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Level IV atau Awas,” ujarnya.

    Sebelumnya pada Senin siang sekitar pukul 13.21 WITA terjadi luncuran awan panas sejauh 1.500 meter ke arah utara.

    Karena itu, PVMBG meminta agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi dan sektoral lima kilometer ke arah Barat Laut-Utara dan Timur Laut.

    Baca: Gunung Marapi meletus, warga diminta waspada

    Masyarakat diimbau agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

    Apabila terjadi erupsi dan hujan abu, kata dia, masyarakat diingatkan untuk tetap berada di dalam rumah.

    “Kalau di luar rumah gunakan pelindung hidung, masker, dan kacamata,”katanya.

    Sejak 1 hingga 15 Januari 2024 PVMBG mencatat terjadi 25 kali letusan dari Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Dengan aktivitas vulkanik yang tinggi tersebut, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada peringkat pertama sebagai gunung api paling banyak meletus tahun ini.

    Baca: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi

    Gunung Lewotobi yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut adalah gunung berapi kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores.

    Gunung api aktif tersebut terdiri dari dua puncak yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.

    PVMBG memantau secara visual dan instrumental dari pos pengamatan yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Ibu Meletus, Mayarakat Diimbau Waspada

    Gunung Ibu Meletus, Mayarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Gunung Ibu, Maluku Utara meletus dan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 3,5 kilometer dari puncak gunung api pada Minggu (28/04/2024) dinihari. Masyarakat diimbau waspada.

    “Erupsi itu terjadi pukul 00.37 WIT, Minggu (28/4). Tinggi kolom teramati lebih kurang 3.500 meter di atas puncak,” ujar petugas pos pengamatan Gunung Ibu, Axl Roeroe seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Roeroe menjelaskan letusan tersebut membentuk kolom abu tampak berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat.

    Erupsi itu terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 206 detik.

    “Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” jelasnya.

    Baca: Gunung Ruang kembali aktif, 272 kepala keluarga mengungsi

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

    Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

    Gunung Ibu terkenal dengan aktivitas vulkaniknya. Maka tak heran sepanjang April 2024 ini, Gunung Ibu telah 7 kali mengalami erupsi.

    Erupsi terbesar terjadi pada hari ini. Status Gunung Ibu adalah SIAGA atau level lll dan termasuk jenis stratovolcano.

    Baca: Gunung Semeru erupsi kembali

    Data dari PVMBG Gunung Ibu terletak di barat laut Pulau Halmahera, Maluku Utara memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut.

    Puncak gunung merupakan kawah vulkanik. Pusat kawah memiliki lebar 1 kilometer dan kedalaman 400 meter, sedangkan bagian luar memiliki lebar 1,2 kilometer.

    Karena aktivitas vulkaniknya yang tinggi, Gunung Ibu juga menjadi tempat penelitian dan studi bagi para ilmuwan vulkanologi.

    Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena vulkanik dan meningkatkan pemahaman tentang aktivitas gunung berapi di Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Awas Belum Dicabut

    Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Awas Belum Dicabut

    7cloud.asia – Pasca letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025) lalu, aktivitas gunung masih tinggi sehingga status masih berada pada level IV atau Awas.

    “Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, aktivitas Gunung Semeru masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu masih ditetapkan pada level IV,” jelas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya.

    Dengan status ini, masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi).

    Baca: Gunung Semeru Meletus, Pemkab Lumajang Tetapkan Status Darurat Bencana

    Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

    Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

    Dalam berita yang dilansir Antaranews, berdasarkan hasil pemantauan visual selama 21-22 November 2025, hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan aktivitas erupsi yang berkelanjutan.

    Bahkan pada 20 November 2025, teramati asap kawah putih bertekanan sedang dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak.

    Baca: Gunung Berapi di Bawah Laut Ini Diprediksi Akan Meletus Dalam Waktu Dekat

    “Beberapa letusan dengan tinggi 300-500 meter yang dominan mengarah ke tenggara pada periode kedua pengamatan dan aktivitas guguran lava juga masih berlangsung dengan jarak luncur mencapai 800 meter ke arah Besuk Kobokan,” ungkapnya.

    Selanjutnya Priatin menjelaskan aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi.  Namun pihaknya terkendala dengan kondisi cuaca untuk mengamati.

    “Dalam periode itu, jumlah gempa yang terekam mengindikasikan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih tinggi,” katanya.

    Hal ini, lanjut dia, menunjukkan masih adanya suplai dari bawah permukaan Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan embusan.

    Baca: Gunung Marapi Erupsi, Warga Berlarian

    “Getaran lahar terekam dua kali berturut-turut dengan durasi yang panjang, menunjukkan adanya aliran lahar di Besuk Koboan dan menimbulkan letisan sekunder,” ujarnya.

    Sebelumnya pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, Gunung Semeru meletus dengan kolom abu setinggi 2 kilometer dan luncuran awan panas sejauh 13 kilometer dari puncak gunung.

    Sejumlah warga panik dan berlarian menghindari awan panas. Namun, sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur terkena imbas awan panas saat terjatuh di jembatan Gladak Perak.