Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Awas Belum Dicabut

Written by

in

7cloud.asia – Pasca letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025) lalu, aktivitas gunung masih tinggi sehingga status masih berada pada level IV atau Awas.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, aktivitas Gunung Semeru masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu masih ditetapkan pada level IV,” jelas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya.

Dengan status ini, masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi).

Baca: Gunung Semeru Meletus, Pemkab Lumajang Tetapkan Status Darurat Bencana

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Dalam berita yang dilansir Antaranews, berdasarkan hasil pemantauan visual selama 21-22 November 2025, hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan aktivitas erupsi yang berkelanjutan.

Bahkan pada 20 November 2025, teramati asap kawah putih bertekanan sedang dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak.

Baca: Gunung Berapi di Bawah Laut Ini Diprediksi Akan Meletus Dalam Waktu Dekat

“Beberapa letusan dengan tinggi 300-500 meter yang dominan mengarah ke tenggara pada periode kedua pengamatan dan aktivitas guguran lava juga masih berlangsung dengan jarak luncur mencapai 800 meter ke arah Besuk Kobokan,” ungkapnya.

Selanjutnya Priatin menjelaskan aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi.  Namun pihaknya terkendala dengan kondisi cuaca untuk mengamati.

“Dalam periode itu, jumlah gempa yang terekam mengindikasikan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih tinggi,” katanya.

Hal ini, lanjut dia, menunjukkan masih adanya suplai dari bawah permukaan Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan embusan.

Baca: Gunung Marapi Erupsi, Warga Berlarian

“Getaran lahar terekam dua kali berturut-turut dengan durasi yang panjang, menunjukkan adanya aliran lahar di Besuk Koboan dan menimbulkan letisan sekunder,” ujarnya.

Sebelumnya pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, Gunung Semeru meletus dengan kolom abu setinggi 2 kilometer dan luncuran awan panas sejauh 13 kilometer dari puncak gunung.

Sejumlah warga panik dan berlarian menghindari awan panas. Namun, sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur terkena imbas awan panas saat terjatuh di jembatan Gladak Perak.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *