Tag: ramah lingkungan

  • Tips Mudik Ramah Lingkungan: Mulai dari Mengurangi Sampah yang Dihasilkan

    Tips Mudik Ramah Lingkungan: Mulai dari Mengurangi Sampah yang Dihasilkan

    7cloud.asia – Menyambut masa mudik Lebaran tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk bijak dalam mengelola sampah yang mereka hasilkan.
     
    KLHK mengimbau pemudik tak hanya membuang sampah pada tempatnya tetapi juga mengendalikan sampah yang dihasilkan. Dengan kata lain KLHK mengajak pemudik untuk bersikap lebih ramah lingkungan.
     
    “”Kami mengimbau masyarakat walaupun dalam suasana hati yang senang, penuh kemenangan, dan merayakan Hari Raya Idul Fitri, tapi jangan lupa untuk merayakannya dengan mengendalikan sampahnya, termasuk membatasi sampah yang dihasilkan, pakailah produk-produk yang recyclable dan juga jangan plastik sekali pakai,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati saat meninjau  fasilitas pemilahan sampah di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (18/4/2023). 
     
    Vivien mengatakan, selama arus mudik Lebaran 2023 ini, KLHK bakal fokus menangani timbunan sampah yang dihasilkan oleh para pemudik di wilayah Sumatra dan Jawa-Bali.

    Menurutnya, Pulau Sumatera dan Jawa-Bali memiliki jumlah pemudik paling banyak ketimbang wilayah lain di Indonesia.

     

    “Padat sekali (pemudik) dan kami juga khawatir di rest area akan membludak sampahnya,” kata Vivien 
     

     

    KLHK memproyeksikan jumlah timbunan sampah mencapai 49.520 ton selama rentang dua pekan arus mudik dan arus balik Lebaran 2023.

     

    Timbunan sampah tersebut berasal dari sisa makanan, sampah plastik kemasan makanan dan minuman yang ada pada setiap titik pemberhentian ataupun di sepanjang jalur mudik.

     

    Untuk menangani sampah selam arus mudik Lebaran 2023 ini, KLHK telah meluncurkan Surat Edaran Menteri LHK Nomor 02 Tahun 2023 tentang Pengendalian Sampah Dalam Rangkaian Kegiatan Hari Raya Idul Fitri 2023.

     

    Surat edaran ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah (pemda) dalam melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah guna mengurangi timbunan sampah ke tempat pemroses akhir. 

    Surat itu sekaligus untuk memperkuat partisipasi publik dalam mengurangi sampah melalui pelaksanaan Ramadan Minim Sampah, Idul Fitri Minim Sampah, dan Mudik Minim Sampah. kemudian memperkuat komitmen dan peran aktif pelaku usaha dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah. 

     

    Surat edaran itu juga bertujuan melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah, melakukan komunikasi, menyebarkan informasi, dan melaksanakan edukasi kepada masyarakat dan media massa terkait pengelolaan sampah melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial, selama rangkaian bulan suci Ramadhan, mudik, dan Hari Raya Idul Fitri.

     

    “Kami mengadakan kampanye, pengumuman juga kami sebarkan di seluruh rest area untuk tetap menjaga sampahnya,” pungkas Vivien.

    Nah buat kamu yang ingin mudik tanpa menambah sampah yang dihasilkan, berikut 7cloud.asia rangkumkan tips mudik yang ramah lingkungan, jadi ini nggak cum asoal sampah tapi juga soal hemat BBM.
     
    1. Tidak menggunakan plastik sekali pakai dan tisu

    Salah satu langkah “kunci” untuk melaksanakan mudik ramah lingkungan yakni dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan kertas tisu. Kedua benda tersebut dapat memicu produksi sampah secara berlebih yang lantas mencemari lingkungan sekitar. Sebagai gantinya, cobalah untuk membawa tas belanja, sapu tangan, atau handuk kecil ketika hendak melakukan perjalanan pulang kampung.

    2. Bawa bekal makanan

    Membawa bekal makanan dan minuman sendiri saat mudik, tak hanya bersahabat untuk kantong kamu juga dapat mengurangi volume sampah yang kamu hasilkan. Tapi, kamu juga harus ingat untuk tidak membungkus bekal makanan yang kamu bawa dengan menggunakan plastik sekali pakai atau kemasan styrofoam.

    Gantikan dengan rantang ataupun box makanan yang kini banyak tersedia di pasaran. Alih-alih membeli minuman kemasan, lebih baik kamu siapkan minum dalam tumbler.  

    3. Bawa alat makan sendiri  
    Cobalah untuk membawa peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan botol minum milikmu sendiri. Selain lebih higienis, membawa peralatan makan sendiri juga dapat menghindari kita dari penggunaan alat makan sekali pakai berbahan plastik.
     
    4. Sediakan kantung sampah dari rumah

    Jangan pernah membuang sampah sembarangan, termasuk saat mudik. Ini berlaku untuk baik untuk sampah organik maupun anorganik. Selama arus mudik Lebaran, jutaan orang melakukan perjalanan. Bayangkan jika semua membuang sampah sembarangan, bagaimana kotornya jalur mudik. 

    Jadi sebelum berangkat sediakan kantong sampah, akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan dua kantung untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Membawa kantong sampah akan memudahkan kamu saat kesulitan menemukan tempat sampah selama perjalanan.  

    5. Gunakan angkutan umum 

    Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, cobalah untuk menggunakan angkutan umum agar mudik kamu lebih ramah lingkungan. Menggunakan angkutan umum dapat membantu mengurangi jumlah polusi udara yang timbul akibat penggunaan kendaraan pribadi lho!

    6. Merencanakan rute mudik 

    Agar perjalanan mudik menjadi lebih efektif dan efisien, rencanakan rute perjalanan dengan sebaik-baiknya. Dengan merencanakan rute perjalanan, kamu dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang artinya dapat mencegah produksi emisi karbon berlebih.

    7. Periksa kondisi kendaraan

    Tips ini berlaku untuk mereka yang mudik dengan membawa kendaraan sendiri. Memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh wajib dilakukan sebelum mudik. Selain untuk alasan keselamatan atau mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik menyiapkan kondisi mobil juga akan membuat mudik kamu lebih ramah lingkungan.

    Kendaraan dengan kondisi mesin yang prima juga akan mengurangi emisi karbon. Jadi, begitulah tips mudik yang ramah lingkungan. Apakah sekarang kamu sudah siap untuk mudik tanpa membebani lingkungan?  

     

     

  • Ide Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    Ide Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Perayaan Idul Fitri atau Lebaran 2023 sudah di depan mata, tapi kamu belum membeli hampers untuk orang-orang terkasih dan masih bingung untuk cari bingkisan lebaran yang tak biasa?

    Mungkin kini saatnya kamu coba pertimbangkan untuk membeli produk hampers lebaran dari produk lokal lagi ramah lingkungan

    Dilansir akun @cleanomic dengan membeli hampers lokal yang ramah lingkungan, kamu nggak hanya bisa memberi yang terbaik buat orang-orang yang  kamu sayangi, kamu juga sekaligus berbagi kebahagiaan dengan pemilik usaha kecil di daerahmu masing-masing. 

    Ingat, produk ramah lingkungan nggak hanya menggunakan bahan reuseable semata, tapi juga memiliki jejak karbon seminimal mungkin. Jadi mulailah menengok-nengok produk menarik di sekitar tempat tinggal kamu.

    Baca: Tips mudik ramah lingkungan

    Yuk, segera simak 6 ide bingkisan lebaran unik dan berkesan untuk kerabat, keluarga dan orang orang tersayang.

    1. Peralatan makan ramah lingkungan 

    Kamu bisa memberikan hampers berisi peralatan makanan yang terbuat dari kayu, serbet makan sebagai penggati tisue. Banyak sekali di online shop yang menjual produk ini. 

    Peralatan makanan yang terbuat dari kayu dapat membantu kita menghindari peralatan yang berbahan plastik. Dan pilihlah peralatan makanan yang sudah food grade dan bisa dipakai ulang.

    Selain aman saat digunakan, peralatan makan reuseable bisa ngurangi sampah yang dihasilkan.  Dengan begitu kamu dapat membantu melestarikan lingkungan.

    2. Sabun Organik

    Salah satu ide bingkisan lebaran yang out of the box yang bisa jadi pilihan kamu untuk hampers lebaran 2023 adalah sabun organik. Sabun ini unik karena terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan.

    Selain itu tampilan yang cantik dan tersedia dari berbagai warna. Atau jika ada waktu kamu bisa membuatnya sendiri. Masih ada waktu kok.

    3. Lilin Aroma Terapi

    Hampers Lebaran anti mainstream lagi ramah lingkungan selanjutnya adalah Lilin Aroma Terapi.

    Aroma dari lilin yang menenangkan dapat memberikan suasana kumpul keluarga yang menyenangkan dan memberikan kehangatan pada saat momen perayaan Idul Fitri. Akan lebih berkesan jika kamu membuat sendiri.

    Baca: Jejak perayaan lebaran yang tak ramah lingkungan 

    4. Makanan sehat 

    Yaps, untuk hampers yang satu ini pastinya saat berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Kamu tidak perlu bingung apakah penerima suka atau tidak suka. Dibungkus dengan rapi, cantik dan estetik maka sembako akan terlihat menarik.

     

    5. Makanan khas Lebaran

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri tentunya ada banyak pilihan makanan khas lebaran seperti Ketupat Sayur, Opor Ayam, Rendang, Sambal Goreng Ati, Lamang, Gulai Sayur dan masih banyak lagi. Jika kamu jago memasak bisa menghemat pengeluaran kamu. Dan jangan lupa untuk dibungkus ditempat yang unik agar semakin berkesan

    6. Tanaman hias

    Mungkin tanaman hias belum menjadi hal biasa untuk dijadikan hampers, tapi tak ada salahnya kamu coba. Selain unik, tanaman hias juga bagus untuk menjaga lingkungan.

    Nah, selain mengirim hampers Lebaran dalam bentuk makanan atau barang yang ramah lingkungan, kehadiranmu di samping orang-orang yang kamu sayangi adalah yang terpenting untuk memberikan kebahagiaan untuk mereka. Selamat merayakan Lebaran bersama keluarga.

  • Kerja Keras Coldplay untuk Wujudkan Tur yang Ramah Lingkungan

    Kerja Keras Coldplay untuk Wujudkan Tur yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Tak mudah bagi sebuah grup musik untuk membuat tur musik globalnya menjadi ramah lingkungan. Tetapi grup musik asal Inggris Coldplay berusaha keras agar tur mereka ramah lingkungan.

    Janji untuk lebih ramah lingkungan kemungkinan besar juga akan dilakukan Coldplay yang bakal menggelar turnya di Jakarta pada November mendatang.

    Lantas, bagaimana ceritanya Coldplay berusaha segitu kerasnya agar tur keliling dunianya untuk selalu ramah lingkungan ?  

    Dilansir EW.com, saat manajeman Coldplay mengumumkan tur baru mereka untuk mendukung album terbaru mereka, Music of the Spheres, mereka membuat sederet janji untuk berperilaku lebih ramah lingkungan.

    Coldplay yang dibentuk di London, Inggris pada 1996 juga mengumumkan inisiatif keberlanjutan untuk sebanyak mungkin mengurangi jejak karbon yang mereka hasilkan. 

    Baca: Aksi keren anak muda Bandung ini layak ditiru

    Dirilis di laman resmi Coldplay, upaya untuk lebih ramah lingkungan tersebut didasarkan pada tiga prinsip, yaitu Reduce, Reinvent dan Restore.

    Satu per satu, tiga prinsip ramah lingkungan Coldplay tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut. Reduce atau mengurangi “kurangi konsumsi kita, daur ulang secara ekstensif, dan potong emisi CO2 kita hingga 50 persen”).

    Sedangkan prinsip Reinvent diartikan sikap Coldplay untuk “mendukung teknologi hijau baru dan kembangkan teknologi berkelanjutan, metode tur super rendah karbon”.

    Terakhir, Restore adalah prinsip Coldplay untuk ‘mengembalikan apa yang telah diambil dari lingkungan. Coldplay akan menjadikan tur mereka bermanfaat bagi lingkungan dengan mendanai portofolio proyek berbasis alam dan teknologi ramah lingkungan.

    Sehingga setiap tur Coldplay selalu diupayakan untuk bisa menarik lebih banyak karbondioksida atau CO2 secara signifikan daripada yang dihasilkan tur mereka.

    Baca: Aksi keren Cinta Laura ini membuatnya jadi panutan

    Janji untuk menggunakan teknologi hijau yang ramah lingkungan ini diwujudkan dalam tur Coldplay baru-baru ini di Glendale, Arizona, AS. 

    Pengaturan konser Coldplay yang dilakukan saat ini antara lain termasuk pembuatan lantai dansa kinetik dan sepeda statis yang dapat menyalurkan energi langsung dari para penggemar di kerumunan menjadi baterai yang menggerakkan berbagai elemen pertunjukan.

    “Anda tidak ingin terlihat terlalu bersungguh-sungguh, tetapi hal ini juga sangat menyenangkan,” kata bassis Coldplay Guy Berryman kepada Mark Kennedy dari AP.

    “Begitulah caranya, jika orang melihatnya bukan sebagai semacam tanggung jawab yang berat dan lebih sebagai semacam kesempatan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan.” 

    Jika upaya itu tidak cukup, manajemen Coldplay juga berjanji untuk menanam dan melindungi jutaan pohon baru — termasuk menanam satu pohon untuk setiap tiket tur mereka yang terjual. Keren banget kan?!!

     

    Sumber: EW.com How Coldplay are making their new tour environmentally friendly 

  • Beda dengan Wisata Alam, Ikuti 9 Tips Asyik Wisata Ramah Lingkungan

    Beda dengan Wisata Alam, Ikuti 9 Tips Asyik Wisata Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – “Traveling iya, tapi jangan sampai traveling kamu justru jadi beban untuk lingkungan alias nggak ramah lingkungan!” 

    Celetukan seorang kawan saat kami jalan-jalan ke sebuah desa di Jawa Barat ini seolah menampar memori saya. Selama ini saya berpikir bahwa konsep eco traveling atau wisata ramah lingkungan adalah wisata ke alam bebas semata.

    Celetukan kawan itu membuat saya mengkaji ulang pemahaman saya soal konsep eco traveling alias wisata ramah lingkungan. 

    Konsep eco traveling atau wisata ramah lingkungan ternyata punya makna yang lebih luas. Wisata ramah lingkungan mengacu pada kegiatan wisata yang lebih bertanggung jawab.

    Sehingga, kita nggak hanya berfokus menikmati tujuan wisata yang kita kunjungi semata,  namun juga menjaga kelestarian alam dan juga memberikan dampak positif pada warga lokal.

    Baca: Kunjungi 5 museum batik ini untuk mengenalinya lebih dekat

    Ternyata setelah saya telusuri, untuk menjadi wisatawan ramah lingkungan itu ternyata nggak sulit-sulit amat. Kamu hanya perlu ikuti tips eco traveling yang dirilis laman resmi badan pariwisata Indonesia berikut ini:
     

    1 | Hindari Penggunaan Barang Sekali Pakai

    Tak dapat dipungkiri, banyak orang cenderung memilih barang sekali pakai saat traveling karena dinilai praktis dan sederhana. Namun, penggunaan plastik sekali pakai justru menjadi salah satu kontributor utama pencemaran lingkungan, lho!

    Oleh karena itu, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan kamu harsu mengurangi penggunaan plastik dan barang sekali pakai lainnya di mana pun dan kapan pun, termasuk saat kamu berwisata. Contohnya dengan membawa alat makan sendiri, membawa botol minuman dan sedotan sendiri, serta membawa tas belanja sendiri!
     

    2 | Hemat Listrik!

    Penghematan listrik menjadi salah satu langkah mudah untuk jadi wisatawan ramah lingkungan. Hemat energi berarti kamu membantu pelestarian lingkungan dan mengurangi emisi global.

    Nah, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan hematlah energi melalui hal-hal sederhana, seperti mematikan televisi saat tidak ditonton, atau mematikan AC dan listrik di kamar saat hendak bepergian.
     

    3 | Maksimalkan Fitur e-Ticket untuk Mengurangi Penggunaan Kertas

    Masifnya penggunaan kertas membuat tingkat penebangan hutan melonjak. Oleh karena itu, mengurangi penggunaan kertas menjadi salah satu aksi yang bijak untuk mendukung pelestarian hutan.

    Cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk jadi wisatawan ramah lingkungan adalah dengan tidak mencetak tiket perjalanan dan memaksimalkan fitur e-ticket dalam berbagai kesempatan, seperti tiket penerbangan pesawat hingga tiket masuk destinasi wisata.
     

    4 | Jangan Buang Sampah Sembarangan

    Menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola wisata saja, namun harus menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk wisatawan apalagi kalau kamu mau disebut sebagai person yang ramah lingkungan.

    Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dengan hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Walau terdengar sepele, namun dampak yang ditimbulkan sangat besar. Jadi, buanglah sampah pada tempatnya ya calon wisatawan ramah lingkungan.
     

    5 | Gunakan Transportasi Umum  atau Perbanyak Jalan Kaki


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar. Nah, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan kamu wajib gunakan angkutan umum.

    Langkah kecil ini dapat berkontribusi memangkas penggunaan emisi karbon dengan meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum atau bahkan memperbanyak berjalan kaki, termasuk saat kamu berwisata. Selain dapat meminimalisasi polusi lingkungan, kamu juga dapat mengenali tempat wisata secara lebih dalam.
     

    6 | Bawa Barang Secukupnya


    Banyaknya barang yang dibawa, bukan hanya berpengaruh pada biaya yang harus dikeluarkan, tetapi juga pada emisi karbon yang digunakan pesawat. Semakin berat beban yang diberikan, semakin besar pula emisi karbon yang dikeluarkan.

    Jadi, untuk jadi wisatawan ramah lingkungan sahakan untuk membawa barang-barang yang penting dan esensial saja saat berwisata!
     

    7 | Cintai Alam

    Kecintaan pada alam menjadi aspek yang wajib dimiliki agar kamu dapat menjalankan wisata ramah lingkungan yang berkelanjutan. Alam sebagai sarana rekreasi dan hiburan perlu disikapi dengan bijak lewat komitmen serta tindakan yang bertanggung jawab yang dapat menjaga kelestariannya, salah satunya adalah dengan tidak merusakan fasilitas objek wisata alam.

    8 | Menginap di Hotel yang Ramah Lingkungan

    Memilih akomodasi yang tepat menjadi hal yang cukup penting saat merencanakan liburan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Alih-alih memilih hotel yang menawarkan segudang kemewahan namun melupakan aspek kelestarian, sebaiknya kamu memilih hotel yang memang menyuguhkan pelayanan yang ramah lingkungan.
     

    9 | Menghormati dan Membantu Ekonomi Masyarakat Lokal

    Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, konsep eco traveling, nyatanya tak hanya menekankan pada aktivitas bersenang-senang di tujuan wisata saja, namun juga harus memberikan dampak yang positif bagi masyarakat lokal.

    Hal sederhana yang bisa kamu lakukan sebagai wisatawan ramah lingkungan adalah dengan menghormati masyarakat lokal, termasuk budaya dan kebiasaan mereka. Jangan lupa juga untuk membeli karya atau produk lokal, karena dengan begitu, kamu juga  berkontribusi untuk mengembangkan ekonomi lokal.

    Jadi mulai sekarang, rencanakan liburan dengan bijak dan bertanggung jawab dengan mengikuti deretan tips eco traveling di atas! Dan selamat menjadi wisatawan yang ramah lingkungan. 

  • BRIN Kembangkan Pestisida Ramah Lingkungan Berbasis Mikroorganisma

    BRIN Kembangkan Pestisida Ramah Lingkungan Berbasis Mikroorganisma

    7cloud.asia – Lewat Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) Organisasi Hayati dan Lingkungan (ORHL), BRIN menandatangani kerja sama dengan PT Anugerah Mustika Ostindo tentang Teknologi Pestisida Ramah Lingkungan berbasis Bakteri Bacillus dan Kapang Trichoderma dalam Asap Cair.

    Penandatanganan kerjasama pengembangan pestisida ramah lingkungan ini berlangsung di Gedung Teratai Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN, Cibinong, pada akhir April lalu.  

    Pada kesempatan itu, Manajer Penelitian dan Pengembangan PT. Anugerah Mustika Ostindo, Radix Setiawan, mengungkapkan alasan  memilih formula bakteri Bacillus dan kapang Trichoderma dalam asap cair sebagai bahan pestisida ramah lingkungan ini.

    “Dari prototipe yang sudah dibuat oleh BRIN, musuh alami dari penyakit yang kita ingin kendalikan, sudah ada buktinya berupa tulisan, jurnal, dan produk prototipe pestisida ramah lingkungan ini,” tuturnya.

    Radix berharap sesuai tahapan kerja, pada tahun 2024 sudah ada target produk pestisida ramah lingkungan yang dapat diaplikasikan dengan baik. 

    “Kami secara umum siap berkolaborasi dan mendukung terhadap riset yang dilakukan Tim periset PRMT BRIN baik sumberdaya, sarana dan finansial, bisa kita support.  Kita harapkan dengan kerjasama selalu akan ada manfaat yang bisa dapatkan bersama-sama dan terus bertambah tidak stagnan disatu sisi,” tuturnya.

    Baca: Sawit, antara alternatif ketahanan pangan dan ancaman pada lingkungan

    Kepala PRMT BRIN, Ahmad Fathoni menegaskan bahwa tak hanya hilirisasi hasil riset, namun implementasi riset juga bermuara pada tahap komersialisasi. Oleh karena itu, penting untuk merancang program dalam menjawab problem riil stakeholders.

    “Dalam hal kerja sama, merancang kegiatan basisnya yang pertama adalah permasalahan yang ada di mitra, setelah dibawa ke laboratorium, kita kembangkan untuk penyelesaian. Kedua, basisnya kita komitmen sama-sama kembangkan kebutuhan terhadap produk yang kemungkinan semakin besar,” terang Fathoni.

    “Dari aspek riset dan development, BRIN kemudian melakukam pengujian pestisida ramah lingkungan ini di lapangan dengan mitra. Kalau sudah terbangun eskosistem, kami cukup yakin hasil-hasil riset yang dihasilkan tepat sasaran dan teknologi tepat guna bisa digunakan oleh mitra kami,” sambung Fathoni.

    Lebih lanjut Fathoni mengatakan, Tantangan kita adalah teknologi translasi yaitu bagaimana menghantarkan hasil riset dari laboratorium ke lapangan.

    “Ini yang masih menjadi tantangan. Karena setelah diuji laboratorium bagus, belum tentu setelah lapangan aktivitas sama. Ke depan yang perlu dipikirkan adalah standarisasi proses dan kualitas produk, BRIN mendukung tenaga ahli, dan peralatan analisis untuk membuktikan (bahwa) secara activititas teruji yang memenuhi standar,” tegasnya.

    Baca: Kaca dan plastik, man alebih ramah lingkungan

    Fathoni berharap, kerja sama yang sepakati bisa jangka panjang, tidak hanya mengembangkan produk tetapi harus sampai ke implementasi produk pestisida ramah lingkungan ini.

    “Intinya kita melanjutkan kerja sama yang sebelumnya sudah dilakukan inisiasi sejak tahun 2004 yakni teknologi biopeptisida pemanfaatan mikroba tertentu yang fokus di (industri perkebunan, seperti)  kelapa sawit,” harap Fathoni.

     

    Radix juga menyambut baik kesepakatan dengan BRIN.  “Kegiatan riset yang telah dikembangkan peneliti BRIN dapat memberikan nilai tambah khususnya dalam pengembangan dan pemasaran produk untuk upaya optimalisasi lahan-lahan marginal,” tegasnya.

    Sementara itu, Koordinator Kerja Sama sekaligus Ketua Kelris Pemulihan Mikrobiologis, PRMT BRIN, Novik Nurhidayat  mengungkapkan harapannya agar kerja sama riset dapat berjalan sampai di ujung masyarakat pengguna.

    “Kerja sama laboratorium kami dengan banyak perusahaan sudah berjalan lama, beberapa produk inventif dan inovatif berbasis miktroorganisma sudah dikembangkan dan digunakan dalam banyak industri dan dimanfaatkan masyarakat banyak,” paparnya.

    Baca: Ubah pola konsumsi untuk rawat keanekaragaman hayati

    “Intinya pada kerja sama yang disepakati kali ini, adalah kita menggabungkan kekuatan sumber daya mikroorganisma terpilih dan juga beberapa bahan alami terseleksi untuk melawan serangan penyakit pada tanaman industri seperti sawit, mulai dari bawah sampai ke atas, buah, kita coba dan hasilnya sudah terlihat di perkebunan sawit di Belitung Barat,” ungkap Novik.

    Perwakilan PT Anugerah Mustika Otsindo, Rizki Anugerah, sebagai manager produksi  mengharapkan ke depan masih ada kerja sama-kerja sama yang lain.

    “Kami masih perlu bimbingan dari BRIN. Kerja sama ini masih panjang dan jangan hanya sampai di sini saja. Kami berharap ke depan akan ada produk-produk lain yang bisa kita telurkan Bersama,” pungkasnya. 

  • Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Organisasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN memberikan penghargaan kepada beberapa kota di Asia Tenggara yang telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Penghargaan yang dinamai “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

    Tujuan program ini adalah untuk mendorong semakin bertumbuhnya kota-kota berkelanjutan dan ramah lingkungan di ASEAN dengan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada kota-kota yang telah melakukan berbagai inisiatif dan upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

    Baca: Empat kota di dunia yang utamakan pejalan kaki

    Sebanyak 10 kota di masing-masing negara anggota ASEAN dianugerahi Environmentally Sustainable Cities (ESC Award). Sepuluh kota tersebut yaitu:

    (1) Temburong, Brunei Darussalam
    (2) Preah Sihanouk City, Kamboja
    (3) Balikpapan, Indonesia
    (4) Xamnneua City, Lao PDR
    (5) Majlis Bandaraya Shah Alam (MBSA), Malaysia
    (6) Nyaung Oo (Bagan) City, Myanmar
    (7) Marikina City, Phillipines
    (8) Nee Soon South Division, Singapura
    (9) Yala Municipality, Thailand
    (10) Can Tho City, Vietnam

    Baca: Konsep Kota Hutan IKN tak jamin ramah lingkungan

    Selain ASEAN ESC Award, terdapat juga penghargaan berupa Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land.

    Kota-kota yang berhasil mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition untuk Kota Besar Kategori Clean Air: 

    (1) Surabaya, Indonesia
    Kategori Clean Water: 
    (2) Phnom Penh City, Cambodia
    (3) Majlis Bandaraya Johor Bahru (MBJB), Malaysia
    Kategori Clean Land:
    (4) Paranaque City, Philippines

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    Certificate of Recognition untuk Kota Kecil Kategori Clean Air: 
    (1) Majlis Bandaraya Alor Setar (MBAS), Malaysia
    (2) Hatyai Municipality, Thailand
    (3) Kep City, Cambodia
    (4) Kaysone-Phomvihane City, Lao PDR  
    Kategori Clean Water: 
    (5) Thungsong Municipality, Thailand 
    Kategori Clean Land:
    (6) Krabi Municipality, Thailand 
    (7) Senmonorom City, Cambodia 
    (8) Bontang, Indonesia 
    (9) Ninh Binh City, Vietnam  

    Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

    Dalam penilaian penghargaan, setiap negara anggota ASEAN menominasikan 1 (satu) kota untuk menjadi calon penerima ESC Award. Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan ESC Award telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Sedangkan untuk penghargaan Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Setiap negara dapat menominasikan maksimal 6 (enam) kota (1 kota besar dan 1 kota kecil untuk masing-masing kategori sertifikat).

    Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Baca: Potret keseharian disabilitas tuli di Kota Solo

    Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa ASEAN bangga mengakui kota-kota yang mendapat penghargaan ESC Award dan Certificate of Recognition tahun ini.

    Menurutnya, kota-kota tersebut telah memprioritaskan pengarusutamaan kebijakan dan program pembangunan yang ramah lingkungan.

    Menteri Siti dalam sambutannya menyebutkan bahwa, ESC Award yang diprakarsai oleh ASEAN tidak dapat disangkal merupakan salah satu pendekatan paling efektif untuk mendorong kota-kota di ASEAN agar dapat lebih memobilisasi sumber daya mereka untuk membangun kota yang bersih dan hijau, serta dapat menetapkan standar untuk diikuti oleh kota-kota yang lain. 

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Ia berharap, bahwa ini akan memotivasi pemangku kebijakan untuk meningkatkan kinerja lingkungannya dan menginspirasi orang lain untuk berbagi praktik terbaik di seluruh dunia.

    “Oleh karena itu, saya ingin menegaskan kembali bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan dan untuk bergerak maju dengan cara yang lebih harmonis,” ungkap Menteri Siti.

    Menteri Siti kemudian menjelaskan kepada hadirin bahwa Indonesia juga telah memiliki program serupa yang disebut Adipura, yaitu penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memenuhi kriteria lingkungan tertentu.

    Tidak hanya sebagai kota yang bersih dan hijau, penghargaan Adipura juga berhasil mendorong upaya yang signifikan dalam mengelola limbah domestiknya, serta mempromosikan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.

    “Tiga kota dari Indonesia yang menerima penghargaan hari ini termasuk di antara yang telah menerima penghargaan Adipura,” terang Menteri Siti.

    Sumber: KLHK

  • DPR Tagih Komitmen Pemerintah Soal Pembahasan RUU Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan

    DPR Tagih Komitmen Pemerintah Soal Pembahasan RUU Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – DPR tagih komitmen Pemerintah untuk menyelesaikan pembahasan RUU Energi baru dan Energi Terbarukan (EBET) guna mendukung transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan.

    RUU Energi baru dan Energi Terbarukan ini merupakan RUU inisiatif DPR dan sudah masuk dalam program Legislasi Nasional (Prolegnas)

    “Kami minta komitmen Pemerintah untuk menyelesaikan pembahasan RUU Energi Baru Energi Terbarukan. Komisi VII DPR yang salah satu tugasnya membidangi urusan energi siap bekerja sama dengan Pemerintah. Apalagi RUU EBET ini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan merupakan inisiatif DPR,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding kepada Media, Rabu (31/5/2023).

    Baca: Pengembangan energi terbarukan di Indonesia berjalan lamban

    Karding menegaskan DPR dipastikan terus berkomitmen membantu realisasi transisi ke energi terbarukan sekaligus memenuhi target Indonesia mengurangi emisi karbon untuk menjaga kenaikan suhu global.

    Seperti diketahui Indonesia telah menetapkan target Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) atau penurunan emisi karbon menjadi 32% atau setara dengan 912 juta ton CO2 pada tahun 2030.

    Melalui RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan tersebut, diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan dan rmasalahan perubahan iklim.

    Ia menilai, beleid tersebut akan mempercepat pemanfaatan bauran energi baru dan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan di tanah air.

    Baca: IESR rekomendasikan agar operasional PLTU batu bara segera diakhiri

    Dengan kata lain, RUU tersebut akan menjadi payung hukum atau regulasi tentang pengurangan penggunaan bahan bakar fosil yang menimbulkan emisi karbon.

    DPR sudah melakukan sejumlah inisiatif untuk mengurangi emisi karbon, antara lain di perhelatan G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) ke-8 pada 5-7 Oktober 2022 lalu.

    Dalam sidang P20 tersebut DPR menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan bagi anggota delegasi dari negara-negara G20 dan tamu undangan lainnya.

    P20 merupakan forum parlemen negara-negara G20 yang diselenggarakan dalam satu rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. 

    Baca: Sisi gelap di balik transisi menuju energi terbarukan

    Selain itu, DPR juga sudah mulai secara bertahap beralih ke energi terbarukan. Seperti dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan tambahan listrik di gedung wakil rakyat.

    Penggunaan panel surya di kompleks parlemen menjadi komitmen dewan dalam upaya menyelamatkan bumi dari ancaman perubahan iklim.

    Panel surya pada PLTS terpasang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, tepatnya di Taman Energi DPR yang berada di depan Gedung Nusantara atau Gedung Kura-kura, dengan mengusung konsep green building.

    Baca: Kesiapan infrastruktur kendaraan listrik

    PLTS yang dibangun di Taman Energi itu dapat memenuhi 25% kebutuhan listrik di gedung DPR. Karding mengatakan, DPR juga memiliki kebijakan-kebijakan yang environmentally friendly atau ramah lingkungan.

    “Di antaranya pengurangan penggunaan plastik dan upaya paperless di setiap lingkup pekerjaan dewan,” terang Legislator dari Dapil Jawa Tengah VI tersebut.

    Lewat program-program ramah lingkungan, DPR berharap dapat menjadi contoh untuk masyarakat dalam penggunaan EBT.

    “Harus ada aksi nyata dalam realisasi energi terbarukan yang rendah karbon. Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kami di DPR, sehingga generasi penerus kita nanti memiliki tempat tinggal yang sehat,” pungkasnya.

    Sumber: dpr.go.id

     

     

  • Mengenal Bioplastik, Apakah Benar-benar Ramah Lingkungan?

    Mengenal Bioplastik, Apakah Benar-benar Ramah Lingkungan?

    Bio bag product explanation – source: biobagworld.com.au

    7cloud.asia – Saat memunguti sampah di lokasi Citayam Fashion Show di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, artis Cinta Laura Kiehl menenteng kantung plastik yang disebutnya ramah lingkungan. Plastik yang ditenteng Cinta Laura ini biasa disebut dengan bioplastik.

    Apa itu bioplastik? Bioplastik merupakan bahan plastik yang terbuat dari material biologis selain minyak bumi, contohnya tanaman dan bakteri.

    Bioplastik dikatakan relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik sintetis karena lebih mudah terurai di alam dan bahkan bisa menjadi kompos. 

    Berbeda dari plastik biasa yang berbahan minyak bumi (petroleum) yang tidak dapat diproduksi ulang secara cepat, bioplastik menggunakan biomasa yang terbarukan.

    Itu sebabnya bioplastik dianggap sebagai solusi bagi berbagai masalah lingkungan yang dipicu oleh sampah plastik.

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

    Dalam Diskusi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Sabtu (3/6/2023) lalu  7cloud.asia berkesempatan mengikuti pemaparan dari Asmuwahyu, seorang pakar ilmu kimia yang kini menjaid produsen bioplastik. 

    Menurut Asmuwahyu yang adalah mantan dosen UI tersebut, bioplastik dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni diodegradable atau yang bisa terurai dan decompostable atau yang bisa menjadi kompos.

    “Compostable bioplastik berarti biodgradble, tetapi tidak sebaliknya,” ujarnya.

    Hal ini bisa diterangkan karena tidak semua bioplastik bisa diubah menjadi kompos. Bioplastik compostable, menurutnya, akan terbiodegradasi di tanah kompos pada suhu 45- 60 derajat celcius karbon organiknya 90% bisa terurai menjadi karbondioksia atau CO2. 

    Adapun waktu yang dibutuhkan maksimum 180 hari. Sementara karbon organisi pada biodegradable bioplastik tidak sepenuhnya bisa terurai.

     

    Baca: 6 Cara asyik kurangi sampah plastik

    Tapi semua bioplastik bisa dikatakan lebih ramah lingkungan karena bisa terurai, sehingga tidak menghasilkan mikroplastik yang kini memicu banyak masalah bagi lingkungan dan kesehatan. 

    Namun demikian, proses produksi bioplastik hingga saat ini jauh lebih besar sehingga mempengaruhi harga bioplastik menjadi lebih mahal dibanding plastik biasa.

    Dilansir waste4change.com, bioplastik atau bioplastic polyhydroxybutyrate (PHB), pertama kali ditemukan pada tahun 1926 oleh ahli riset Perancis bernama  Maurice Lemoigne.

    Bioplastik ini merupakan hasil  percobaan yang dia lakukan menggunakan bakteri Bacillus megaterium. Bioplastic polyhydroxybutyrate (PHB) dibentuk oleh fenomena biosynthesis yang dilakukan oleh bakteri di saat kondisi nutrisi terbatas.

    Setelahnya banyak jenis bioplastik lainnya yang mulai ditemukan, seperti Polylactic acid (PLA), Polyamide 11, Polyhydroxyalkanoate, Bio-derived polyethylene, Cellulose-based plastics, Protein-based plastics ataupun Lipid-derived polymers.

    Baca: Botol kaca dan botol plastik, mana lebih ramah lingkungan

    Beberapa materi biologis yang bisa dikembangkan sebagai bahan dasar bioplastik antara lain adalah minyak nabati, amilum jagung, klobot Klobot jagung, ketela, rumput laut, jerami, ampas tebu, kayu, alga dan sebagainya. 

    Bioplastik dapat terurai di alam lebih cepat dari plastik sintetis, namun ada beberapa tingkatan penguraian untuk jenis bioplastik yang berbeda.

    Beberapa kondisi yang dibutuhkan bioplastik untuk terurai secara optimal di antaranya:

    1. Oxo Degradable Plastic – Dapat terurai dengan bantuan oksigen
    2. Photodegradable Plastic – dapat terurai dengan bantuan radiasi ultraviolet dari matahari
    3. Biodegradable Plastic – dapat terurai dengan bantuan mikroorganisme tertentu
    4. Compostable Plastic – dapat terurai melewati proses pengomposan yang membutuhkan tingkatan suhu dan kondisi tertentu

    Baca: Kenali jenis-jenis plastik berikut ini

    Jika tidak mendapatkan elemen-elemen yang sesuai untuk proses penguraiannya dan masih diproses dengan cara dibuang di bak sampah tertutup bersama materi anorganik lainnya atau hanya dibiarkan menumpuk di TPA atau lautan, bioplastik kemungkinan besar masih akan menumpuk di alam lebih lama dari yang seharusnya.

    Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa penguraian bioplastik juga bisa melepaskan gas metan (CH4) ke udara yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang bisa menyebabkan penipisan lapisan ozon. 

    Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu ada sistem khusus yang harus disediakan lebih dahulu oleh agen daur ulang dan pemerintah, jika bioplastik akan diproduksi secara masif untuk menggantikan plastik sintetik polimer (baca juga sejarah plastic polimer di sini). 

    Baca: Tak hanya plastik seklai pakai, styrofoam harusnya juga dilarang

    Karena itu penerapan konsep 3R (Reduce-Reuse-Recycle) tetap memegang peran penting untuk mengurangi sampah.

    Selalu bijak dalam memilih material dengan menggunakan bahan yang bisa digunakan berulang kali penting dilakukan sebelum mengambil langkah daur ulang. 

    Jika kamu penasaran di mana bisa membeli bioplastik dan berapa harganya, ikuti di tulisan tentang plastik di 7cloud.asia edisi selanjutnya.   

     

    Referensi: https://waste4change.com/blog/bioplastik/

  • Lakukan Ini Saat Beli Produk Bioplastik yang Ramah Lingkungan

    Lakukan Ini Saat Beli Produk Bioplastik yang Ramah Lingkungan

     

    7cloud.asia – Dalam artikel tentang bioplastik yang telah diterbitkan di 7cloud.asia beberapa waktu lalu, disebutkan ada beberapa jenis plastik yang disebut ramah lingkungan. 

    Beberapa jenis plastik ramah lingkungan makin banyak ditemukan di pasaran, baik itu oxodegradable (jenis plastik yang ditambah senyawa prodegradant agar dapat hancur dalam waktu singkat) dan bioplastik yang merupakan jenis plastik yang mengandung bahan tumbuhan. 

    Plastik jenis oxodegradable dan bioplastik biasanya ada dalam bentuk kantong belanja (kresek) dan sedotan sekali pakai. Sementara bioplastik lainnya bentuknya lebih beragam seperti alat makan, 

    Penggunaan plastik ramah lingkungan makin banyak digunakan dan diyakini sebagai salah satu solusi dari plastik konvensional (dari minyak bumi).

    Baca: Mengenal apa itu bioplastik yang diklaim ramah lingkungan

    Di Indonesia sejumlah produsen telah memasarkan plastik ramah lingkungan berupa bioplastik baik yang biodegradable maupun compostable.

    Beberapa produk bioplastik yang sudah beredar di pasar Indonesia adalah Ecofrenbag dan Cassaplast.

    Marketing Cassaplast, Cacam Samsiah Imron saat ditemui di sela pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 di Kampus UI Depok, Jawa Barat akhir pekan lalu mengatakan, produk Cassaplast dibuat dari pati singkong, minyak nabati dan bioplastik polimer.

    Produk Cassaplast yang terdiri dari kantung kresek dan alat makan ini disebut tahan panas, dapat terurai dalam 180 hari. 

    “Produk Cassaplast dapat dikomposkan dan tidak berbahaya jika dikonsumsi mikroorganisme,” terangnya.

    Di dalam negeri produk Cassaplast yang antara lain berupa kantung kresek, alat makan, laundrybag masih terbatas penggunaannya seperti di restoran dan hotel ramah lingkungan, rumah sakit tertentu. Hal ini tak lepas dari harganya yang relatif lebih mahal yakni empat kali lipat.

    Tak hanya memenuhi pasar dalam negeri, Cassaplast juga sudah diekspor ke sejumlah negara antara lain Jepang, AS, Uni Emirat Arab dan Australia.

    Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan

    Sementara Ecofrenbag yang juga ikut dalam pameran tersebut menggunakan sari pati jagung dan ampas tebu sebagai bahan bakunya. 

    Marketing Executive Ecofrenbag Michaela menyebut penggunaan ampas tebu membuat produk Ecofrenbag tahan panas, tahan air dan tahan minyak. 

    Produk Ecofrenbag bisa terurai yang hasil akhirnya bisa menjadi kompos atau pupuk dalam waktu 6 bulan hingga satu tahun.

    Produk Ecofrenbag cukup kuat untuk digunakan beberapa kali dan mampu menahan beban hingga belasan kilogram.

    “Lifespend Ecofrenbag bisa bertahan hingga satu tahun, jika lewat satu tahun dan mudah sobek maka sudah waktunya untuk dibuat kompos. Caranya tinggal disobek dan dibuang ke komposer atau dibuang ke tanah,” terangnya.

    Baca: Bersikap yuk, boikot produk yang tak olah kembali sampah plastiknya

    Lantas benarkah bioplastik benar-benar ramah lingkungan? Dilansir aliansizerowaste.id menyebut klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.

    Sebab, ada beberapa plastik ramah lingkungan yang terbukti gagal menyelesaikan krisis sampah plastik dan tetap mengancam kelestarian lingkungan. 

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan Imogen Napper dan Richard Thompson di University of Plymouth, Inggris, bioplastik tidak terurai setelah tiga tahun dibiarkan di alam bahkan masih utuh seperti sedia kala.
     
    Napper dan Thompson meletakkan empat jenis plastik (compostable, biodegradable, oxo-degradable, dan plastik polythene konvensional) pada tiga kondisi: dikubur di tanah, dibiarkan di udara terbuka, dan ditenggelamkan di laut.
     
    Semua plastik masih utuh seperti sedia kala dalam jangka waktu tiga tahun setelah pertama kali penelitian dilakukan. 
     

    Ada pula laporan berjudul “Biodegradable Plastics and Marine Litter. Misconceptions, Concerns and Impacts on Marine Environment” yang dirilis oleh UN Environment pada tahun 2015 menyimpulkan bahwa istilah plastik biodegradable bukanlah jawaban yang tepat dalam mengurangi pencemaran di lautan.

    Plastik jenis ini hanya bisa ‘hancur’ secara sempurna dalam kondisi lingkungan yang seringkali hanya ditemukan pada industrial composter (seperti pada suhu di atas 50°C) dan bukan alam bebas.

    Senada dengan yang dirilis oleh UN Environment, hasil riset Kopernik berjudul “Alternative Packaging Solutions: Experiment Result” juga menemukan bahwa alternatif pengemasan (diberi label sebagai kompos, biodegradable, oxo-biodegradable) tidak terdegradasi ke tingkat yang signifikan dalam periode eksperimen enam bulan di lingkungan pengujian mana pun.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Karena banyak alternatif kemasan yang terlihat seperti plastik konvensional, kemungkinan besar mereka akan dibuang dengan cara yang mirip dengan plastik konvensional dan juga dapat bocor atau dialirkan ke lingkungan terbuka alami dengan cara yang mirip dengan plastik konvensional.

    Plastik ramah lingkungan yang disebut dalam laporan tersebut berpotensi akan hancur menjadi potongan-potongan kecil atau biasa kita sebut dengan mikroplastik.

    Mikroplastik ini akan tetap berada di alam, dengan bentuknya yang sangat kecil dan bahkan tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, jenis plastik ini sangat berbahaya karena bisa dengan mudahnya terhirup atau masuk ke makanan dan minuman kita.

    Baca: Gunakan produk isi ulang untuk kurangi sampah plastik

    Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi mengatakan, plastik berjenis oxodegradable dan bioplastik sebenarnya tidak ‘sehijau’ apa yang disampaikan oleh pihak-pihak industri kepada masyarakat.

    Plastik jenis ini membutuhkan kondisi khusus, seperti suhu dan tingkat kelembaban tertentu, untuk akhirnya benar-benar bisa terurai.

    “Selain itu, solusi seperti ini tidak mendorong konsumen untuk benar-benar beralih dari gaya hidup instan yang mengandalkan produk-produk sekali pakai,” jelasnya sebagaimana dikutip aliansizerowaste.id pada Maret 2022 lalu.

    Jadi sebisa mungkin mengurangi produk sekali pakai tetap menjadi hal penting terkait bioplastik ini. 

    Sumber: 

    Mengapa Plastik Ramah Lingkungan Bukan Solusi?

  • Musisi Tanah Air Ditantang Bikin Konser Ramah Lingkungan ala Coldplay

    Musisi Tanah Air Ditantang Bikin Konser Ramah Lingkungan ala Coldplay

    7cloud.asia – Konser-konser Coldplay yang selama ini diselenggarakan di beberapa negara selalu mengedepankan konsep keberlanjutan atau ramah lingkungan.

    Dikutip dari web resminya, manajeman Coldplay berjanji untuk mengurangi emisi karbon selama tur lebih dari 50 persen, dibanding dengan tur mereka sebelumnya pada kurun 2016-2017.

    Coldplay, selama ini banyak menggandeng perusahaan yang memiliki inisiatif ramah lingkungan, untuk sebanyak mungkin mengurangi dampak dan emisi karbon yang dihasilkannya.

    Baca: Cara Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan

    Untuk penerbangan misalnya, manajemen Coldplay selalu mensyaratkan sustainable aviation fuel (SAF). Penerbangan ramah lingkungan ini digunakan untuk semua penerbangan, baik untuk anggota band, kru, hingga pengiriman logistik Coldplay.

    Untuk itu, Coldplay akan membayar biaya tambahan untuk menggunakan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan atau berkelanjutan.

    Ini merupakan bentuk komitmen Coldplay untuk mengurangi gas rumah kaca di sektor transportasi dan juga penggunaan energi terbarukan untuk melistriki konsernya.

    Baca: Sepatu daur ulang milik vokalis Coldplay harganya puluhan juta

    Sementara, saat konser berlangsung di Istora Senayan pada 15 November 2023 mendatang, Coldplay akan memasang lantai kinetik di beberapa lokasi sehingga tarian para penonton dapat diubah menjadi energi yang akan menghidupkan pertunjukan Coldplay.

    Selain itu, gelang LED yang dikenakan oleh penonton sebagai bagian dari pertunjukan Coldplay akan dibuat dari 100 persen bahan nabati yang dapat dikomposkan.

    Dan masih banyak lagi aksi-aksi untuk mengurangi emisi yang dilakukan Coldplay dalam tur keliling dunianya yang diberi tajuk “Music of the Spheres World Tour”, termasuk turnya di Jakarta.

    Baca: Kejutan BTS di Ulang Tahunnya yang ke-10

    Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti berharap apa yang dilakukan Coldplay ini juga dilakukan pemusik tanah air. 

    “Saya berharap para musisi di Indonesia dapat melakukan hal yang serupa,” ujar Dyah Roro dalam keterangan tertulis kepada media, sebagaimana dikutip Parlementaria akhir Mei lalu.

    Baca: Tika Bisono ajak Iluni sebarkan virus ramah lingkungan

    Diungkapkan Dyah Roro, selain dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi kreatif bangsa, langkah Coldplay tersebut juga sekaligus menjaga bumi dan menerapkan prinsip ramah lingkungan. 

    “Banyak sekali langkah lainnya yang mereka terapkan dan menurut saya ini patut untuk diapresiasi dan dicontoh para musisi Indonesia,” tambahnya. 

    Dyah Roro menjelaskan, keberlanjutan bisnis sudah bukan lagi masa depan, namun dapat diterapkan mulai dari sekarang agar mampu mewujudkan masa depan yang juga berkelanjutan.