Tag: rusun

  • Pemprov DKI Jakarta Bangun Rusun Jagakarsa untuk Relokasi Warga Bantaran Kali

    Pemprov DKI Jakarta Bangun Rusun Jagakarsa untuk Relokasi Warga Bantaran Kali

    7cloud.asia – Warga Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan memberikan respon berbeda terkait rencana Pemerintah Provinsi DKI untuk merelokasi mereka ke Rusun Jagakarsa, sebagai imbas normalisasi Kali Krukut dan Kali Mampang.

    Warga yang mengontrak hanya bisa pasrah, jika penggusuran untuk normalisasi Kali Mampang benar-benar dilaksanakan. Namun, sebagian yang lain mengkhawatirkan pekerjaan mereka.

    “Ya saya, mau saja, saya ngontrak di sini,” kata warga RT 01/05, Duren Tiga, Pancoran bernama Sarkim kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/7/2024).

    Sarkim mengatakan pihaknya sering mendengar adanya wacana penggusuran yang dilakukan pemerintah untuk menormalisasi Kali Mampang. Namun, hingga kini rencana tersebut belum terlaksana.

    “Sempat ada petugas yang ngukur-ngukur, tapi pelaksanaannya belum sampai,” ujarnya.

    Baca: Normalisasi Kali Ciliwung belum maksimal

    Dirinya tidak begitu mempermasalahkan jika digusur dari tempat tinggal nantinya, asalkan mendapat ganti untung dari penggusuran tersebut.

    Terlebih, dia telah tinggal di bantaran Kali Mampang sejak 40 tahun silam dan mengontrak tanah dengan membayar sebesar Rp350 ribu setiap bulan kepada seorang laki-laki di daerah itu.

    Maka dari itu, jika memang digusur oleh pemerintah tentu, dirinya tidak akan melawan. Dia juga berencana jika nantinya mendapatkan sejumlah dana akan memilih untuk pulang kampung.

    “Kalau digusur, ya pindah cari kontrakan baru, kalau tidak, ya pulang kampung. Dibawa santai aja,” ujarnya.

    Sementara, Ketua RT 01/05 Duren Tiga, Mohammad Muksin mengatakan ada sekitar 35 kepala keluarga (KK) yang tinggal dekat bantaran kali Mampang.

    Baca: Banjir Kanal Timur berkembang jadi pusat komunitas

    Dia mengaku, mereka akan tetap mengikuti aturan dari pemerintah, namun tergantung apakah rusun yang direncanakan tersebut bisa menampung warga atau tidak.

    “Rusunnya di mana dulu, nampung nggak tuh rusun?” ujar Muksin.

    Muksin mengatakan, sebagian besar warga yang terkena penggusuran bekerja sebagai pedagang. Sehingga jika dipindah, pemerintah perlu memikirkan kelangsungan mata pencaharian mereka. 

    Dikonfirmasi terpisah, Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan (Jaksel) Imam Bahri menyatakan wacana tersebut merupakan kebijakan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta.

    Baca: Atasi banjir, Pemprov DKI Jakarta perbanyak polder dan embung

    “Kebijakan terkait Rusun Jagakarsa, ada di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI,” ujar Imam.

    Pembangunan Rusun Jagakarsa telah dimulai sejak November 2023 dan ditargetkan rampung pada Desember 2024.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan merelokasi warga yang tinggal di bantaran Kali Krukut dan Kali Mampang, Jakarta Selatan ke Rusun Jagakarsa.

    Relokasi ini bertujuan untuk mengurangi kurang lebih 250 Rukun Warga (RW) kumuh sejak 2018.

    Sumber:Antaranews.com

  • Penghuni Rusun Sering Nunggak, SEPUR Inisiasi Program Kampung Digital

    Penghuni Rusun Sering Nunggak, SEPUR Inisiasi Program Kampung Digital


    7cloud.asia – Suara tawa dan canda anak-anak berlarian memenuhi lorong-lorong sempit dan halaman di komplek rumah susun (rusun) Griya Tipar Cakung (RGTC), Jakarta Timur pada Rabu (13/08/2025).

    Beberapa ibu-ibu tampak bersenda gurau di halaman komplek. Pemandangan ini seolah ingin menghapus persoalan mereka bersama: tunggakan biaya sewa yang menumpuk.

    Bagi sebagian penghuni, penghasilan harian sering kali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, apalagi membayar sewa tepat waktu.

    Menjawab persoalan tersebut, Serikat Penghuni Rusun (SEPUR) menginisiasi berbagai program, salah satunya Program Kampung Digital.

    Program ini adalah upaya untuk mengubah pola pikir penghuni rusun dari yang sifatnya konsumtif menjadi produktif dengan memanfaatkan teknologi secara maksimal.

    Baca: Pemprov DKI akan bebaskan PBB rusun

    Bentuk programnya macam-macam. Seperti yang dilakukan pada Selasa (12/08/2025) dan Rabu (13/08/2025). Selama dua hari tersebut, SEPUR bekerjasama dengan BAZNAS, UPRS VI, dan NU Circle pelatihan afiliator.

    Pendiri SEPUR, Alip Purnomo, menegaskan bahwa kemiskinan sering kali bermula dari minimnya jaringan sosial dan digital.

    “Orang miskin adalah mereka yang tidak mampu mengakses sumber daya. Apalagi saat ini banyak sumber daya telah dikuasai oligarki. Kita harus menciptakan ruang baru melalui teknologi,” jelas Alip.

    Mantan aktivis ’98 ini menerangkan sudah semestinya negara hadir untuk memastikan transisi terhadap akses ekonomi digital bagi rakyat, khususnya warga rusun.

    “Pemerintah semestinya membuka akses internet cepat, menyediakan sarana digital yang layak, meningkatkan kapasitas warga, membentuk ekosistem pendukung yang memadai, serta menguatkan gerakan koperasi. Dengan begitu, masyarakat akan lebih berdaya dalam mengakses perekonomian digital,” terang alumni UI ini.

    Baca: PESTAPERA cara warga rusun Meunda membincangkan masalah kota

    Dengan kolaborasi antara inisiatif warga, dukungan teknologi, dan penguatan ekonomi berbasis koperasi, SEPUR berharap penghuni rusun tidak hanya mampu memenuhi kewajiban sewa, tetapi juga berkembang menjadi komunitas yang mandiri secara ekonomi. 

    Sementara itu, Ari salah seorang peserta pelatihan merasa terbantu dengan pelatihan ini. “Bagus banget acaranya. Cuma waktunya nggak cukup 2 hari sepertinya, karena masih butuh praktek lebih lama lagi biar bener-bener mahir,” kata Ari kepada 7cloud.asia.

    Karena itu, Ari berharap program pelatihan seperti ini nantinya dapat berkelanjutan agar para peserta dapat benar-benar paham dan dapat membuat konten untuk ide berjualan secara online.