7cloud.asia – Suara tawa dan canda anak-anak berlarian memenuhi lorong-lorong sempit dan halaman di komplek rumah susun (rusun) Griya Tipar Cakung (RGTC), Jakarta Timur pada Rabu (13/08/2025).
Beberapa ibu-ibu tampak bersenda gurau di halaman komplek. Pemandangan ini seolah ingin menghapus persoalan mereka bersama: tunggakan biaya sewa yang menumpuk.
Bagi sebagian penghuni, penghasilan harian sering kali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, apalagi membayar sewa tepat waktu.
Menjawab persoalan tersebut, Serikat Penghuni Rusun (SEPUR) menginisiasi berbagai program, salah satunya Program Kampung Digital.
Program ini adalah upaya untuk mengubah pola pikir penghuni rusun dari yang sifatnya konsumtif menjadi produktif dengan memanfaatkan teknologi secara maksimal.
Baca: Pemprov DKI akan bebaskan PBB rusun
Bentuk programnya macam-macam. Seperti yang dilakukan pada Selasa (12/08/2025) dan Rabu (13/08/2025). Selama dua hari tersebut, SEPUR bekerjasama dengan BAZNAS, UPRS VI, dan NU Circle pelatihan afiliator.
Pendiri SEPUR, Alip Purnomo, menegaskan bahwa kemiskinan sering kali bermula dari minimnya jaringan sosial dan digital.
“Orang miskin adalah mereka yang tidak mampu mengakses sumber daya. Apalagi saat ini banyak sumber daya telah dikuasai oligarki. Kita harus menciptakan ruang baru melalui teknologi,” jelas Alip.
Mantan aktivis ’98 ini menerangkan sudah semestinya negara hadir untuk memastikan transisi terhadap akses ekonomi digital bagi rakyat, khususnya warga rusun.
“Pemerintah semestinya membuka akses internet cepat, menyediakan sarana digital yang layak, meningkatkan kapasitas warga, membentuk ekosistem pendukung yang memadai, serta menguatkan gerakan koperasi. Dengan begitu, masyarakat akan lebih berdaya dalam mengakses perekonomian digital,” terang alumni UI ini.
Baca: PESTAPERA cara warga rusun Meunda membincangkan masalah kota
Dengan kolaborasi antara inisiatif warga, dukungan teknologi, dan penguatan ekonomi berbasis koperasi, SEPUR berharap penghuni rusun tidak hanya mampu memenuhi kewajiban sewa, tetapi juga berkembang menjadi komunitas yang mandiri secara ekonomi.
Sementara itu, Ari salah seorang peserta pelatihan merasa terbantu dengan pelatihan ini. “Bagus banget acaranya. Cuma waktunya nggak cukup 2 hari sepertinya, karena masih butuh praktek lebih lama lagi biar bener-bener mahir,” kata Ari kepada 7cloud.asia.
Karena itu, Ari berharap program pelatihan seperti ini nantinya dapat berkelanjutan agar para peserta dapat benar-benar paham dan dapat membuat konten untuk ide berjualan secara online.

Leave a Reply