Tag: siklon tropis

  • Bibit Siklon Tropis di Laut Cina Selatan : Beberapa Kota Besar Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir

    Bibit Siklon Tropis di Laut Cina Selatan : Beberapa Kota Besar Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir

    7cloud.asia – Bibit siklon tropis 99W di Laut Cina Selatan berpotensi membawa dampak  hujan lebat hingga sedang disertai petir di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh.

    “Bibit siklon tropis itu berpotensi dapat berdampak pada hujan lebat hingga sedang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia,” jelas Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, Minggu (15/10/2023) dikutip Antaranews.

    Selain Aceh, lanjut Guswanto, hujan lebat hingga sedang disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

    Selain hujan lebat, bibit siklon tropis juga diprediksi dapat memicu gelombang tinggi 1,25-2 meter di wilayah Laut Natuna Utara.

    Baca Juga: BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan bibit siklon tropis di Laut China Selatan itu tepatnya berada di sekitar koordinat 14,2 lintang utara dan 112,6 bujur timur.

    Kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1012.0 milibar (mb) bergerak ke arah barat laut.

    “Potensi bibit siklon 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,” ucapnya.

    Ia menyampaikan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.

    Baca Juga: BMKG: Musim Kemarau Berlangsung hingga Akhir Oktober

    BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

    Sebelumnya BMKG memprediksi bulan Oktober hujan mulai mengguyur wilayah Jambi, Sumatera Selatan bagian Utara, Jawa Tengah bagian Selatan.

    Selain itu, hujan juga diprediksi turun di sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian barat, sebagian besar Kalimantan Timur diprediksi turun hujan.

    Pada bulan November, hujan mulai mengguyur lebih banyak wilayah lagi. Yaitu Wilayah Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Banten, Jakarta, Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Bali.

    Baca Juga: BRIN: El Nino Berlangsung Hingga Mei 2024, Kapan Hujan Mulai Turun?

    Selain itu hujan juga diperkirakan akan turun di sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, Maluku Utara bagian Utara dan Papua Selatan bagian selatan.

    Pada akhir tahun, bulan Desember wilayah yang berpotensi turun hujan adalah Jawa Timur bagian Utara, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi Tenggara dan Maluku.

    Pada Januari hingga April, musim hujan secara bertahap mulai mengguyur seluruh wilayah di Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Cuaca Hari Ini: Bibit Siklon Tropis 99W Berpotensi Memicu Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Bibit Siklon Tropis 99W Berpotensi Memicu Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga kebakaran lahan yang dipicu pengaruh siklon tropis 99W pada Rabu (18/9/2023).

    Bibit siklon tropis 99W ini terpantau yang berada di Laut China Selatan sebelah timur Vietnam dengan kecepatan angin 40 km per jam dan tekanan udara minimum mencapai 108,9 hectopascal.

    Prakirawan BMKG Kania Mustikawati dikutip dari jaringan InfoBMKG di Jakarta mengatakan, potensi bibit siklon tropis 99W yang diperkirakan meningkat dalam 24 jam ke depan.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino bakal terjadi hingga Mei 2024

    Dilansir Antaranews.com, bibit siklon tropis ini dapat memicu tekanan angin dengan kecepatan 10-50 kilometer (km) per jam, bertiup dari arah timur hingga tenggara.

    “Masyarakat perlu mewaspadai angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan,” katanya.

    BMKG juga menerbitkan peringatan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di wilayah Samudra Hindia Barat Daya Sumatera.

    Baca: BMKG sebut sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Fenomena tersebut juga berpotensi memicu turunnya hujan di sejumlah wilayah. Di Pulau Sumatera, potensi hujan terjadi di Banda Aceh, Pangkalpinang, Tanjung Pinang dan Medan.

    Di Sulawesi potensi hujan mungkin terjadi di Gorontalo, Kendari dan Manado.

    Sedangkan di Kalimantan potensi hujan terjadi di Banjarmasin, Tarakan. Hujan juga berpoetnsi terjadi di Ambon dan Ternate (Maluku Utara).

    Baca: BMKG sebut musim hujan 2023/2024 akan mundur

    Suhu udara di kota-kota besar di Indonesia berkisar antara 21 hingga 36 derajat Celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 40 hingga 100 persen.

    Terpaan angin juga berpotensi memicu kebakaran pada lapisan atas permukaan tanah dengan kategori sangat mudah terbakar, seperti di Sumatera bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Pulau Jawa dan Bali.

    Baca: Potensi kebakaran di sejumlah wilayah

    Selanjutnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.

    “Karena itu kami imbau seluruh masyarakat yang berada di wilayah tersebut untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

  • BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 99W, Siap-siap Hujan Sedang Hingga Lebat dengan Durasi Lama Guyur wilayah Ini

    BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 99W, Siap-siap Hujan Sedang Hingga Lebat dengan Durasi Lama Guyur wilayah Ini

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh dan Sumatera Utara dalam 24 jam kedepan. Kondisi ini menyusul munculnya bibit siklon tropis 99W di daratan Thailand.

    Deputi Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto memperkirakan hujan yang turun berpeluang dalam durasi yang lama.

    Karena itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai bencana alam seperti banjir dan longsor.

    Melansir dari Antaranews, Guswanto mengatakan bibit siklon 99W terpantau berada di sekitar koordinat 6,1 Lintang Utara dan 101,9 Bujur Timur.

    Bibit siklon tropis ini juga berpotensi menimbulkan gelombang setinggi hingga empat meter di Laur Natuna Utara.

    baca: cuaca di beberapa wilayah ini berpotensi hujan lebat

    Selain itu, gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter di perairan Kepulauan Anambas, perairan Kepulauan Natuna.

    Gelombang setinggi ini juga berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Subi hingga Serasan, perairan utara Sabang, Selat Malaka bagian utara, perairan Lhokseumawe dan Laut Natuna.

    Kemunculan gelombang tinggi berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan berdampak pada kehidupan masyarakat di daerah pesisir.

    Menurut dia, bibit siklon tropis yang memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1009.0 hPa itu bergerak ke arah barat.

    “Potensi bibit siklon tropis 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,” ungkap Guswanto.

    baca: peringatan dini bmkg cuaca ekstim landa wilayah ini

    Menurutnya hingga kini BMKG terus memantau bibit siklon tropis tersebut dan dampaknya terhadap cuaca di wilayah Indonesia.

    Sementara itu, kondisi cuaca di Jakarta umumnya berawan. Namun, peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada siang hingga malam hari di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Suhu udara berkisar antara 23 hingga 30 derajat celsius. Tingkat kelembaban antara 70 hingga 90 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pakar Lingkungan dari UGM Memaparkan Cara Mengantisipasi Badai Siklon Anggrek

    Pakar Lingkungan dari UGM Memaparkan Cara Mengantisipasi Badai Siklon Anggrek

    7cloud.asia – Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya Siklon Tropis Anggrek yang terbentuk di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu.

    Sedangkan pada Selasa (16/1/2024) dan bibit Siklon 99S di sekitar utara Australia.  Siklon Anggrek ini berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 16-22 Januari 2024 di sejumlah wilayah Indonesia.

    Pakar iklim dan lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Emilya Nurjani, menyampaikan, Siklon Tropis Anggrek merupakan Siklon Tropis yang tumbuh di lokasi 98 S pada Senin (16/1/2024).

    Lalu, pada Kamis (18/1/2024) Siklon Tropis Anggrek bergerak di sekitar koordinat 10,1 lintang selatan dan 94,2 bujur timur, sekitar 1.130 KM barat daya Bengkulu dengan kecepatan sekitar 17 knot ke arah barat daya.

    Siklon tropis biasanya berkembang dari kondisi depresi tropis menjadi badai tropis dan akhirnya berubah menjadi siklon tropis. Sebagian besar siklon tropis terbentuk di perairan.

    Baca: Ini dampak gempa 7,5 SR di Jepang

    “Siklon tropis merupakan sistem global yang tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya mitigasi akibat atau dampak yang ditimbulkan,” terangnya seperti dikutip ugm.ac.id Jumat (19/1/2024).

    Saat musim penghujan saat ini, curah hujan yang tinggi tidak hanya disebabkan oleh siklon tropis.

    Tingginya curah hujan juga disebabkan oleh monsun Asia dan pergerakan inter tropical convergen zone yang dapat menyebabkan tumbuhnya awan-awan konvergen di wilayah Indonesia sekita bulan Januari- Februari.

    “Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir dan longsor, sehingga mitigasi bencana banjir dan longsor menjadi fokus utama kita,” tegasnya.

    Baca: Warga diminta waspadai terjadinya badai akibat siklon tropis 

    Ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor akibat tingginya curah hujan. Salah satunya,melakukan pembersihan drainase dari sampah-sampah.

    Langkah ini sangat diperlukan agar saat hujan deras air akan lancar mengalir dan masuk ke gorong-gorong hingga masuk sungai. Lalu, memperdalam kedalaman sungai agar mampu menampung volume air/debit air hujan yang masuk.

    Selain itu juga membersihkan sumur resapan atau biopori agar mampu menyimpan air hujan dengan maksimal.

    Tidak kalah penting juga menebang pohon-pohon yang sudah tua dan tinggi untuk mengurangi dampak pohon tumbang jika ada angin kencang dan ada peringatan bagi nelayan untuk tidak ke laut.

    Baca: Musim hujan memuncak pada Januari-Februari

    Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa siklon terbentuk jika ada pusat tekanan rendah yang dikelilingi oleh tekanan tinggi.

    Adapun syarat terbentuknya siklon tropis adalah gaya coriolis yang menyebabkan angin bergerak dengan arah membelok dan uap air hangat yang dihasilkan dari penguapan air laut yang suhu permukaannya tinggi (di atas 28 derajat Celcius).

    Gaya coriolis menginduksi uap air hangat membentuk pusaran air dan terangkat mengikuti pergerakan angin.

    Emilya memaparkan wilayah potensi pembentukan siklon berada di antara 30 derajat lintang utara hingga 30 derajat lintang selatan.

    Baca: Tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Adapun wilayah sekitar ekuator yang lintangnya nol merupakan wilayah yang bebas dari pembentukan siklon karena efek coriolisnya 0.

    Semakin besar gaya coriolis, maka potensi suatu perairan untuk terjadi siklon semakin besar jika perairan lautnya hangat atau panas.

    “Wilayah laut Indonesia suhu muka berkisar 26,5 derajat celcius, sehingga potensi terbentuknya siklon tidak sebesar wilayah perairan Australia, Pilipina dan Jepang serta samudra Hindia barat Asia,” tuturnya.

    Siklon tropis dapat memberikan dampak berupa curah hujan yang tinggi (tebal dan durasi serta intensitas), kecepatan angin yang meningkat, serta gelombang perairan yang tinggi (1,5 – 3 meter). 

    Baca: Perubahan iklim membuat bencana hidrometrologi makin sering terjadi

    Wilayah terdampak langsung siklon tropis yang meningkat curah hujannya antara lain pulau Sumatera pesisir barat bagian selatan serta sebagian pulau Jawa bagian barat. 

    Adapun perairan yang naik gelombangnya juga di perairan selatan dan barat Sumatera serta perairan selatan pulau Jawa.

    Karena pergerakan siklon tropis yang menjauhi Indonesia yakni pergerakan angin menuju barat daya, maka dampak yang ditimbulkan akan semakin berkurang.

    Usia siklon, lanjutnya, berkisar antara 5-14 hari dan akan semakin kecil dampaknya jika mencapai daratan.

    Hal tersebut terjadi karena gaya gesekan dengan daratan menyebabkan pelemahan angin dan uap air di daratan yang lebih sedikit.

     

  • BRIN: Kemunculan Siklon Tropis adalah Indikasi Perubahan Iklim

    BRIN: Kemunculan Siklon Tropis adalah Indikasi Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kemunculan banyak siklon tropis mengindikasi perubahan iklim yang telah berkontribusi dalam peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrem di Indonesia.

    Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Eddy Hermawan mengatakan, munculnya tiga siklon tropis saat ini telah memicu cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana hidrometeorologi di berbagai daerah di Indonesia.

    “Kemunculan mata badai banyak, frekuensi kejadian ekstrem meningkat, dan juga lokasinya bertambah,” kata Eddy saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/3/2024).

    Baca: Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah

    Selain kemunculan siklon tropis di wilayah perairan Indonesia yang berbatasan dengan Australia, dua mata badai yang juga muncul di atas Jepang.

    Eddy menuturkan mata badai yang muncul dalam waktu bersamaan seperti saat ini adalah fenomena tidak biasa yang mengindikasikan efek perubahan iklim.

    Keberadaan siklon tropis dalam jumlah banyak tersebut tidak hanya menimbulkan cuaca ekstrem dan  bencana hidrometeorologi.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi di Indonesia 

    Badai siklon tropis tetapi juga menarik angin dingin dari Kutub Selatan yang membuat udara di Indonesia terasa cukup dingin.

    “Salah satu teori dampak perubahan iklim adalah frekuensi kemunculan fenomena ekstrem meningkat. Kemudian, lokasi yang tidak biasanya,” kata Eddy.

    Lebih lanjut dia mencontohkan daerah yang biasanya tidak mengalami hujan justru turun hujan, seperti Timur Tengah. Lalu, kutub yang dingin kini mulai menghangat.

    Baca: BRIN usulkan bentuk tim khusus untuk tangani cuaca ekstrem 

    Bagi wilayah tropis seperti Indonesia yang hanya memiliki dua musim, cuaca ekstrem yang meningkat tidak hanya terjadi saat musim hujan.

    Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan ekstrem juga terjadi saat periode transisi menuju musim kemarau atau musim pancaroba seperti sekarang.

    Eddy mengatakan kondisi cuaca di Indonesia akan kembali normal bila siklon tropis mendekati wilayah daratan.

    Baca:  3 jenis cuaca ekstrem yang merusak 

    Hal ini karena mata badai punya energi yang kuat saat berada di tengah laut, melemah saat mencapai daratan karena menemukan lebih banyak penghalang.

    “Cuma sampai kapannya saya belum berani (memprediksi), karena memang kondisinya masih seperti ini,” kata Eddy.

    Sumber: Antaranews.com

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bibit siklon tropis 97S memicu cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah pada Rabu (08/01/2025).

    Laman resmi BMKG menyebut wilayah tersebut adalah Sumatera Utara, Bengkulu, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Prakirawan BMKG, Eriska Febriati menjelaskan kondisi cuaca seperti ini akibat bibit siklon tropis 97S setidaknya dalam 24 jam ke depan.

    Hasil pengamatan BMKG, bibit siklon tropis 97S itu saat ini terpantau sedang berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 kilometer per jam

    BMKG juga memperkirakan beberapa wilayah lainnya seperti Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi, Selatan, Sulawesi Tenggara dilanda hujan lebat hingga sangat lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat dan Papua Selatan.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur hampir semua wilayah pada pagi hari. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan.

    Selanjutnya pada siang hingga malam hari, BMKG memperkirakan seluruh wilayah Jakarta akan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

     

  • BMKG Deteksi Keberadaan Siklon Tropis Bianca yang Bisa Picu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah

    BMKG Deteksi Keberadaan Siklon Tropis Bianca yang Bisa Picu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan siklon tropis Bianca yang berpotensi memicu gelombang laut tinggi dan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

    Berdasarkan hasil analisis tim Direktorat Meteorologi Publik BMKG yang diekspos di Jakarta, Senin (24/2/2025) malam, dilaporkan saat ini siklon tropis Bianca terdeteksi sedang berada di sekitar Samudera Hindia selatan Pulau Jawa.

    Adapun siklon tropis Bianca itu sebelumnya disebutkan merupakan bibit siklon tropis 99S yang kemudian setidaknya dalam 12 jam terakhir berkembang menjadi siklon tropis seperti saat ini.

    BMKG mendapati pusat sirkulasi sikloniknya berada di koordinat 18.3°Lintang Selatan (LS), 104.7° Вujur Тimur (BT), dengan kecepatan angin maksimum 65 kilometer per jam (50 knots) dan bertekanan maksimum 991 hPa.

    Dalam 24 jam ke depan atau setidaknya sampai dengan 25 Februari pukul 07.00 WIB kecepatan angin maksimum siklon tropis Bianca dilaporkan berpotensi meningkat, tapi masih berada dalam kategori dua (terkendali).

    Selama periode itu siklon tropis Bianca terus bergerak ke arah barat dan barat daya menjauh wilayah Indonesia.

     

    Baca: Jakarta berpotensi diguyur hujan

    Namun bersamaan dengan pergerakan tersebut, tim monitoring BMKG memperkirakan siklon dapat menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas hujan dan gelombang laut tinggi di wilayah Indonesia.

    BMKG menyatakan sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah berstatus siaga curah hujan tinggi dan 20 wilayah lainnya berstatus waspada pada tanggal 24-28 Februari 2025.

    Sembilan kabupaten/kota yang berstatus siaga curah hujan tinggi atau berkisar 200-300 milimeter per dasarian meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Boyolali, kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap.

    Sementara 20 kabupaten/kota yang berstatus waspada curah hujan tinggi atau 150-200 milimeter per dasarian meliputi Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kabupaten Tegal, Kabupaten Semarang,

    Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Magelang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen.

    Baca: BMKG ingatkan potensi banjir rob di sejumlah daerah

    Disebutkan, berdasarkan tinjauan paramater iklim secara umum, baik global maupun regional, terhadap hasil pemantauan Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) pada dasarian pertama bulan Februari 2025 menunjukkan indeks IOD berada pada kategori netral dengan indeks IOD minus 0,27 dan diprediksi berlanjut hingga pertengahan tahun 2025.

    Sementara anomali suhu permukaan laut (sea surface temperature/SST) di Nino3.4 berada pada indeks minus 1,18 (kategori La Nina Lemah) sedangkan pada periode Maret hingga Mei 2025 diprediksi Netral.

    Menurut dia, anomali SST Perairan Indonesia periode pada Maret hingga Juli 2025 umumnya diprediksi akan didominasi oleh anomali positif atau lebih hangat dengan kisaran nilai 0 derajat Celcius hingga 1 derajat Celcius.

    “Saat ini, seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah berada pada periode musim hujan. Puncak musim hujan 2024/2025 di Jawa Tengah umumnya terjadi pada bulan Januari dan Februari 2025,” katanya.

    Di sisi lain, kata dia, bibit siklon tropis 99S yang beberapa hari lalu terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, saat sekarang berada di Samudra Hindia selatan Jateng.

    Mulai dari hujan dengan intensitas sedang – lebat (lebih dari 5,0 mm per jam) di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung, Provinsi Banten dan sejumlah daerah di pesisir selatan Jawa Barat.

    Sementara untuk gelombang laut tinggi 1,25 – 2,5 meter di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Samudera Hindia selatan Jawa Timur.

    Kemudian, gelombang laut tinggi 2,5 meter – 4 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia barat Lampung dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada karena hujan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor bila berlangsung terus-menerus.

    Demikian juga bagi nelayan dan pelaku pelayaran kapal, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas dan selalu memantau perkembangan analisa cuaca dari BMKG.

  • Studi: Perubahan Iklim membuat Siklon Tropis Makin Tak Terduga

    Studi: Perubahan Iklim membuat Siklon Tropis Makin Tak Terduga

    7cloud.asia – Perubahan iklim mengakibatkan siklon tropis yang memicu badai menjadi semakin tak terduga dan semakin merusak.

    Pada tahun 2024, pemanasan laut yang dipicu oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia mengintensifkan semua badai di Atlantik, menurut sebuah studi. Badai Helene dan Milton, misalnya, masing-masing menjadi 16 mil per jam (mph) dan 24 mph lebih kuat.

    Namun, ketidakpastian ini juga sebagian disebabkan oleh fakta bahwa badai-badai ini menguat lebih cepat karena air laut yang lebih hangat menyediakan lebih banyak bahan bakar, dengan kecepatan angin meningkat sebesar 56 kilometer/jam (sekitar 35 mil per jam) dalam periode 24 jam.

    Badai yang menguat dengan cepat menyisakan lebih sedikit waktu bagi pihak berwenang untuk mengeluarkan sistem peringatan, sehingga membahayakan masyarakat pesisir.

    Pada tahun 2022, misalnya, Badai Ian menghancurkan sebagian wilayah Florida setelah menguat dengan cepat, sehingga intensitas badai yang berlangsung selama dua hari menjadi kurang dari 36 jam.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Beradaptasi dengan Normal Baru
    Seiring perubahan iklim yang mengubah pola siklon tropis, beberapa pakar iklim menyebutkan bahwa sistem peringatan yang ada mungkin perlu ditinjau ulang untuk memitigasi perubahan ini.

    Sebuah makalah tahun 2023 menyebutkan bahwa skala angin badai Saffir-Simpson tahun 1971 tidak lagi akurat dalam mengukur peningkatan eksponensial angin akibat perubahan iklim.

    Menurut para penulis makalah menyebutkan, fakta bahwa skala tersebut bersifat terbuka – artinya kecepatan angin di atas 157 mph atau 252 km/jam diklasifikasikan sebagai Kategori 5 dan diberi tingkat bahaya angin yang sama

    Hal ini dinilai mencerminkan kelemahan dalam sistem tersebut, terlepas dari apakah kecepatannya mencapai 160 mph (257 km/jam), seperti Badai Ian tahun 2022 di AS, atau 215 mph (346 km/jam), seperti Badai Patricia di Meksiko tahun 2015.

    Karena alasan ini, mereka menyarankan untuk menambahkan kategori hipotetis baru – Kategori 6 – ke dalam skala tersebut.

    Baca: Perubahan iklim turut mempengaruhi kebakaran hebat di Los Angeles

    Hal ini, menurut mereka, akan mencerminkan kecepatan angin yang telah dicapai dalam sejumlah badai yang terjadi dalam dekade terakhir.

    Termasuk dalam hal ini Topan Haiyan (2013), Topan Meranti (2016), Topan Goni (2020), dan Topan Surigae (2021) di Pasifik Barat dan Badai Patricia (2015) di Pasifik Timur.

    Analisis catatan satelit tahun 2020 dari tahun 1979 hingga 2017 menemukan bahwa kemungkinan badai mencapai Kategori 3 atau lebih tinggi, dengan kecepatan angin berkelanjutan 185 km/jam, meningkat sebesar 8 persen per dekade.

    Pada tahun 2023, Laporan Penilaian Keenam (AR6) Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mengonfirmasi pengamatan ini, dengan menyatakan bahwa proporsi siklon tropis Kategori 3-5 serta frekuensi peristiwa intensifikasi cepat kemungkinan telah meningkat secara global selama empat dekade terakhir.

    Dan dengan atmosfer dan suhu laut yang akan terus memanas di tahun-tahun mendatang seiring meningkatnya krisis iklim, tidak diragukan lagi bahwa kecepatan angin juga akan semakin menguat.

    Baca: Eropa alami bencana terburuk akibat perubahan iklim pada 2025

  • 26 Tewas Akibat Badai Tropis Bualoi yang Melanda Filipina

    26 Tewas Akibat Badai Tropis Bualoi yang Melanda Filipina

    7cloud.asia – Setidaknya 26 orang tewas, 14 masih hilang, dan 33 lainnya luka-luka dan puluhan lainnya belum ditemukan akibat siklon tropis Bualoi di Filipina. Demikian dilaporkan Philippine News Agency, Minggu (28/9/2025).

    Pada Jumat (26/9/2025), siklon tropis Bualoi memicu hujan lebat dan angin kencang ke wilayah tengah Filipina dan Luzon selatan. Kondisi ini menambah risiko bagi warga di Bulacan yang masih terdampak banjir.

    Siklon tropis Bualoi ini menyusul Topan Super Ragasa yang melanda negara itu dalam beberapa hari sebelumnya, yang menewaskan lebih dari 20 orang di Taiwan dan Filipina.

    Baca: Perubahan iklim membuat siklon tropis makin tak terduga

    Bualoi bergerak ke barat laut dengan kecepatan 25–30 kilometer per jam dan diperkirakan akan melewati dekat pantai selatan Hainan sebelum menghantam Vietnam utara-tengah pada Minggu malam.

    Korban tewas terbanyak dilaporkan di wilayah Cagayan Valley, di mana delapan warganya tewas, Bicol sembilan orang, Cordillera Administrative Region empat orang, Luzon Tengah dan Visayas Tengah masing-masing dua orang, serta Visayas Timur satu orang.

    Dewan Nasional Penanggulangan Risiko Bencana menyatakan bahwa 738.714 keluarga atau 2,79 juta jiwa terdampak hujan lebat, banjir, dan longsor yang disebabkan oleh siklon tropis yang oleh warga setempat dikenal sebagai Opong, Nando, dan Mirasol ini.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Dewan mencatat bahwa 46.611 keluarga (163.317 jiwa) kini berada di 2.680 pusat evakuasi. Sementara 31.448 keluarga (118.957 orang) menerima bantuan di luar pusat tersebut.

    Cuaca ekstrem merusak 8.916 rumah. Pemerintah telah menyalurkan bantuan tunai kepada 149.675 keluarga melalui lembaga nasional dan pemerintah daerah.

    Di samping itu, Kota Sanya, di Provinsi Pulau Hainan, China selatan, berada dalam status siaga tinggi saat Bualoi mendekat, lapor Xinhua News.

    Bandara Sanya menangguhkan semua penerbangan dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, dan 36.842 orang telah direlokasi. Sekolah-sekolah di sejumlah wilayah ditutup sepanjang hari.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Cuaca Hari Ini: Cuaca Buruk Masih Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah, Termasuk Sumatera Barat

    Cuaca Hari Ini: Cuaca Buruk Masih Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah, Termasuk Sumatera Barat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk berupa hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi disertai petir akan melanda sejumlah wilayah termasuk Sumatera Barat pada Jumat (28/11/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, selain wilayah Sumatera Barat, cuaca buruk juga berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat.

    Sementara wilayah lainnya BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat akan mengguyur wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Baca: 13 Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir di Sumatera Utara

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan dan Papua.  

    Sbelumnya BMKG telah menjelaskan potensi cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah akibat adanya bibit siklon tropis 95B dan 92W. Kedua bibit siklon tropis itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

    Oleh karena itu, masyarakat di bagian utara Indonesia diimbau untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan imbas dua bibit siklon tropis tersebut.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Picu Cuaca Ekstrem

    “Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, baik yang berskala global, regional, maupun lokal. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya dua bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah utara Indonesia juga turut mempengaruhi intensitas hujan di sekitarnya,” tulis BMKG

    BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 95B tengah berada di Selat Malaka, sebelah timur Aceh, dengan intensitas yang cenderung stabil dan pola sirkulasi yang masih melebar seiring pergerakannya menuju Laut Andaman, sebelah utara Aceh.

    Keberadaan bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.