Tag: Siklon Tropis Bakung

  • Cuaca Hari Ini: Awas, Siklon Tropis Bakung Picu Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Awas, Siklon Tropis Bakung Picu Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Sikkon Tropis Bakung yang terbentuk dari bibit siklon 91S memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Bengkulu dan Lampung pada Senin (15/12/2025).

    Dalam akun instagram resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada Senin dinihari Siklon Tropis Bakung berada di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum 60 knot (111 km/jam) dan tekanan udara minimum 981 hPa.

    BMKG memprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga Selasa (16/12/2025) pukul 01.00 WIB.

    Sementara bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk pada 11 Desember lalu saat ini berada di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timurdengan kecepatan maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1004 hPa.

    Meski bibit Siklon Tropis memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi Siklon Tropis, namun hingga besok, Selasa (16/12/2025) pukul 01.00 WIB berdampak tidak langsung di sejumlah wilayah.

    Seperti wilayah Jawa Timur dan Bali berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Selain itu, BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh dan Jakarta.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau jajaran pemerintah daerah dan masyarakat  mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, longsor dan pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Beberapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    Beberapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    7cloud.asia – Siklon tropis beberapa kali melanda Indonesia dengan berbagai nama seperti Siklon Tropis Anggrek, Siklon Tropis Seroja, Siklon Tropis Senyar, Siklon Tropis Bakung dan lain-lain. Namun apa sebenarnya siklon tropis?

    Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah di muka bumi, yaitu “badai tropis” atau “typhoon” atau “topan” jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, “siklon” atau “cyclone” jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan “hurricane” jika terbentuk di Samudra Atlantik.

    Siklon tropis dikenal sebagai salah satu fenomena atmosfer paling kuat karena dapat membawa angin kencang, hujan ekstrem, dan gelombang tinggi dalam skala luas.

    Baca: Waspada Siklon Tropis Bakung Picu Hujan Lebat Disertai Angi Kencang di Wilayah Ini

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar dengan radius rata-rata mencapai 150 hingga 200 km.

    Sebelum menjadi siklon tropis, akan muncul bibit siklon tropis yang terbentuk di atas lautan luas dan mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C.

    Semakin hangat lautan, semakin besar energi yang memberi “bahan bakar” pada siklon. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

    Bibit siklon tropis tersebut terbentuk di suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi mulai dari 10 hingga 100 km.

    Mata siklon ini dikelilingi dengan dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah dimana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

    Umumnya siklon tropis ini dapat bertahan antara 3 hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

    Daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan.

    Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° – 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20° , sedangkan di daerah lintang rendah (0° – 10°) siklon tropis jarang terbentuk.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Bencana di Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan sebenarnya kemunculan siklon tropis di sekitar Indonesia bukanlah anomali. Menurutnya fenomena ini memiliki pola periodik yang berulang setiap tahun.

    “Siklon tropis di wilayah Indonesia memiliki periodisasi, belahan Bumi utara itu terjadi di bulan Juni hingga Desember. Kemudian, periodisasi selatan, di belahan Bumi selatan itu terjadi Desember-April, terdapat satu bulan ‘overlapping’ bulan Desember,” jelas Guswanto seperti yang dilansir dari laman RRI, Sabtu (13/12/25).

    Selanjutnya Guswanto memaparkan adanya siklon tropis yang terjadi di waktu yang bersamaan di wilayah utara dan selatan Indonesia menyebabkan siklon tampak lebih sering dalam beberapa pekan terakhir.

    “Seperti saat beberapa minggu yang lalu, itu terjadi di utara ada siklon tropis di selatan juga terjadi. Sehingga itu akan sering terjadi,” katanya.

    Baca: Mengapa Siklon Langka Bisa Melanda Kawasan Tropis?

    Jika siklon tropis mulai terbentuk, maka akan memengaruhi cuaca dalam radius ratusan kilometer. Dampaknya dapat dirasakan bahkan ketika pusat siklon berada jauh dari wilayah pemukiman.

    Seperti yang terjadi di Pulau Sumatera, hujan lebat yang menyebabkan banjir dan banjir bandang. Siklon tropis juga menyebabkan terjadinya angin kencang yang dapat menumbangkan pepohonan, merusak bangunan ringan, dan mengganggu transportasi.

    Intensitas hujan yang tinggi akhirnya menyebabkan pergerakan permukaan tanah yang gundul sehingga terjadi tanah longsor.

    Tak hanya di darat. Siklon tropis juga memengaruhi tinggi gelombang dan badai laut yang dapat mencapai kategori berbahaya bagi nelayan dan pelayaran.

  • Cuaca Hari Ini: Indonesia Dikepung Satu Siklon dan Dua Bibit Siklon Tropis, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    Cuaca Hari Ini: Indonesia Dikepung Satu Siklon dan Dua Bibit Siklon Tropis, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di beberapa wilayah dan perairan Indonesia pada Kamis (19/12/2025) hingga Jumat (19/12/2025) dinihari.

    Dalam akun instagram resminya, BMKG mendeteksi adanya Siklon Bakung yang telah tumbuh dari dari bibit siklon 91S pada 12 Desember lalu.

    Saat ini Siklon Tropis Bakung berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung dan akan menurun dalam 24 jam kedepan.  

    Kemudian BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk mulai 11 Desember lalu. Saat ini bibit siklon tersebut berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur.

    Baca: Beberaapa Kali Melanda Indonesia, Begini Proses Terjadinya Siklon Tropis

    Dalam 24 jam kedepan bibit siklon 93S berpeluang tinggi untuk berubah menjadi Siklon Tropis.    

    Selanjutnya bibit Siklon Tropis 95S yang mulai terbentuk pada 15 Desember. Saat ini bibit siklon tersebut terpantau berada di sekitar wilayah Laut Arafura Selatan Kepulauan Aru, Maluku.

    Sistem bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk tumbuh menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam kedepan.

    Dengan kondisi seperti ini, BMKG mengeleuarkan peringatan dini berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua Selatan.

    Baca: Siklon Tropis Bakung Terdeteksi, Waspada Hujan Lebat

    Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi pula mengguyur wilayah Maluku bagian selatan dan tenggara.

    BMKG juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Pesisir selatan Jawa Barat, Pesisir selatan Jawa Tengah untuk mewaspadai potensi angin kencang.

    Selain itu, BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan Pulau Sumba.

    Sementara gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi melanda Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Barat.