Tag: surabaya

  • Kota Surabaya Pernah Jadi Kota dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara, Ini Resepnya

    Kota Surabaya Pernah Jadi Kota dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara, Ini Resepnya

    7cloud.asia – Pada Oktober 2021 lalu Kota Surabaya meraih penghargaan sebagai kota besar dengan udara terbersih se Asia Tenggara.

    Seusai menerima penghargaan itu, Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penghargaan udara terbersih di tingkat ASEAN ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah.

    Sebab, selama ini Surabaya belum pernah mendapatkan penghargaan sebagai kota dengan udara terbersih apalagi di tingkat ASEAN.

    Penobatan Surabaya sebagai kota besar dengan udara terbersih diterima pada akhir 2021. Lantas bagaimana kondisinya saat ini?

    Baca: Tiga kota di Indonesia masuk kategori ramah lingkungan di Asia Tenggara

    Saat 7cloud.asia mengecek kualitas udara Surabaya di IQAir, indeks PM 2,5 tercatat di angka 160, atau hanya 1 poin di bawah Jakarta. Artinya kualitas udara Surabaya juga tergolong tidak sehat.

    Tapi sejenak kita lupakan kondisi buruknya kualitas udara kota Surabaya saat ini. Menengok lebih jauh ke belakang, Surabaya bisa disebut sebagai salah satu kota di Indonesia yang sukses menata lingkungannya.

    Surabaya yang memiliki luas sekitar 333,063 kilometer ini sejak tahun 1990 dikenal sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia.

    Tak hanya itu taman-taman kota yang rindang dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota Surabaya.

    Baca: Polusi udara di Jabotabek sudah membahayakan, pemerintah diminta segera bertindak

    Taman yang ada di kota Surabaya di antaranya Taman Mundu, Taman Bungkul, Taman Undaan, Taman Surya, Taman Pelangi, Taman Jayengrono dan sebagainya.

    Bahkan,  pada tahun 2013 Taman Bungkul meraih penghargaan The Asian Townscape Award 2013 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik di Asia.

    Penobatan Taman Bungkul sebagai taman terbaik di Asia tak lepas dari  fasilitasnya yang sangat lengkap.

    Tak hanya tanaman, Taman Bungkul juga dilengkapi kawasan ekonomi (sentra PKL), kawasan terbuka hijau, taman, kawasan disabilitas, internet (Wi-Fi) gratis, serta penataan taman yang baik.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan

    Memperbanyak taman kota atau ruang terbuka hijau, diakui Eri menjadi salah satu resep Kota Surabaya menekan polusi udara. 

    Eri juga menyebut, pengembangan kawasan mangrove yang tersebar di beberapa titik di Kota Surabaya menjadi cara lain untuk mengatasi polusi udara.

    Hutan mangrove itu, ujarnya, terus dikembangkan menjadi tempat wisata, sehingga dapat mengurangi polusi udara, sekaligus memperbaiki fungsi tanah dan air.

    Kini hutan mangrove di Kota Surabaya itu telah ditetapkan enjaid Kebun raya Mangrove pertama di Indonesia atau bahkan di dunia. 

    Baca: Mengenal manfaat ekologis dan manfaat ekonomi hutan mangrove

    Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DK RTH) Surabaya  luasan ruang terbuka hijau di Kota Pahlawan selalu bertambah.

    Pada 2009, luasan ruang terbuka hijau publik yakni 6.676,55 hektare atau 20,2 persen dari luas wilayah Surabaya. Sedangkan pada 2018 lalu, luasan RTH publik sudah mencapai 21,79% atau sama dengan 7.290,53 hektare.

    Sesuai Peraturan Menteri (Permen) PU nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan diamanatkan bahwa proporsi RTH pada kawasan perkotaan minimal 30%.

    luasan RTH ini terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka hijau privat.

    Baca: 8 tanaman ini efektif menyerap polusi udara

    Saat masih menjabat menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau
    Eri mengatakan, kunci sukses Kota Surabaya dalam mengembangkan ruang terbuka hijau terletak pada mekanisme perawatannya.

    Dalam merawat taman, Pemkot Surabaya membentuk satgas yang dibagi tiap rayon. Ada rayon pusat, timur, barat, utara dan selatan.

    Setiap rayon memiliki tim masing-masing yang tugasnya menjaga dan merawat setiap taman. Tim inilah yang biasanya mengganti tanaman jika ada yang mati.

    “Biasanya satgas menyiram tanaman itu 1-2 kali kalau musim hujan. Tapi kalau musim panas, penyiraman dilakukan 3-4 kali. Mereka pun rutin melakukan pemupukan dengan memberikan kompos yang diolah sendiri,” kata Eri seperti dikutip detik.com.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

     

  • Yuk, Jalan-jalan ke Taman Bungkul di Kota Surabaya! Salah Satu Taman Terbaik di Asia

    Yuk, Jalan-jalan ke Taman Bungkul di Kota Surabaya! Salah Satu Taman Terbaik di Asia

    7cloud.asia – Taman Bungkul telah lama menjadi salah satu ikon dan kebanggaan masyarakat Kota Surabaya, Jawa Timur.

    Taman Bungkul juga kerap dijuluki sebagai oasisnya Kota Surabaya karena lokasinya strategis dekat hiruk pikuk lalu lintas dan aktivitas warga.

    Taman Bungkul yang terletak di Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya ini banyak wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. 

    Dari Stasiun Surabaya Gubeng, misalnya, jaraknya 4 kilometer yang bisa dicapai dalam waktu 10 menit. 

    Tak hanya itu, kita bisa berkunjung ke Tamang Bungkul kapanpun, karena taman yang pernah dinobatkan sebagai taman terbaik di Asia ini buka 24 jam. Plus tidak ada tiket yang harus dibayar untuk berkunjung ke sana.

    Baca Juga: Kota Surabaya Pernah Jadi Kota dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara, Ini Resepnya

    Keberadaan Taman Bungkul telah diakui dunia internasional melalui perolehan penghargaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berupa The Asian 2013 Townscape Sector Award.

    Pemberian penghargaan tersebut didukung oleh empat organisasi dunia, yaitu UN Habitat Regional Office for The Asia and The Pacific, Asia Habitat Society, Asia Townscape Design Society, dan Fukuoka Asia Urban Research Center.

    Penghargaan itu diterima oleh Walikota Surabaya saat itu Risma Triharini dalam sebuah resepsi di Fukuoka, Jepang.

    Dilansir dari laman Badan Perencana Pembangunan Kota Surabaya, fasilitas di Taman Bungkul cukup lengkap yakni jalur untuk papan seluncur (skateboard), plaza (panggung untuk pertunjukan atau kegiatan lainnya), WiFi gratis, penjual makanan, dan area bermain bagi anak-anak.

    Baca Juga: Kenali Beragam Jenis Tanaman Bakau di Kebun Raya Mangrove Surabaya

    Wisatawan juga bisa berfoto di beberapa spot Instagramable, salah satunya tulisan “Taman Bungkul” berukuran besar dan bercat putih.

    Usai menghabiskan waktu di taman Bungkul, kita bisa lanjut ke tempat wisata lainnya, di antaranya Patung Sura dan Baya dan Kebun Binatang Surabaya.

    Taman Bungkul melalui tahapan revitalisasi besar-besaran selama lebih dari dua tahun sebelum diresmikan pada 21 Maret 2007. Dana revitalisasi sebesar 1,3 miliar rupiah diperoleh dari bujet Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom.

    Serah terima ke Pemkot Surabaya dilakukan oleh Direktur SDM Telkom kepada Wali Kota Surabaya (Bambang D.H.) dan ditandai dengan penandatanganan prasasti Taman Bungkul serta penanaman pohon sawo kecik sebagai simbol pohon langka.

    Baca Juga: Sejarah Panjang Palembang sebagai Kota Tertua di Indonesia

    Pada tahun 2014, Taman Bungkul kembali melalui proses revitalisasi akibat insiden pembagian es krim gratis yang mengakibatkan ribuan tanaman yang berasal dari 35 spesies rusak dan mati diinjak-injak massa. 

    Proses revitalisasi Taman Bungkul pada tahun 2014 dilakukan dengan menanam kembali spesies tanaman yang mati serta menambah spesies tanaman baru lainnya.

    Di samping itu, proses revitalisasi juga disertai dengan penambahan lubang biopori (resapan air) di sepanjang taman pada sisi Jalan Darmo.

    Dibandingkan dengan taman Lainnya Taman Bungkul memiliki beberapa kelebihan yang tidak ada pada taman-taman lain di Indonesia. Kelebihan tersebut antara lain:

    Amphitheater
    Amphitheater merupakan salah satu fasilitas unik dan bermanfaat yang ada di Taman Bungkul. Fasilitas yang satu ini terletak tepat di bagian tengah taman dengan bentuk melingkar dan berdiameter 33 m.

    Bagian tepinya dilengkapi pilar-pilar batu yang berfungsi sebagai tempat duduk penonton. Amphitheater sering dimanfaatkan untuk menggelar acara musik dan beragam kesenian lain yang berasal dari dalam dan luar negeri.

    Ketika tidak sedang digunakan, amphitheater dapat difungsikan sebagai wahana bermain anak-anak. Diameternya yang lebar membuat anak-anak leluasa bermain dan berlari-lari sambil menikmati suasana asri Taman Bungkul.

    Baca Juga: Taman Toga di Desa Sidomulyo Boyolali Ini Diharapkan Jadi Pusat Komunitas

    Akses WI-Fi Gratis
    Kita juga bisa memanfaatkan akses wi-fi gratis berkecepatan tinggi saat berada di Taman Bungkul. Urusan pekerjaan atau sekadar berselancar di dunia maya pun akan berlangsung lancar dengan dukungan fasilitas yang satu ini.

    Jogging Track yang Teduh
    Keistimewaan lain yang dimiliki Taman Bungkul adalah keberadaan jogging track dengan jalur yang cukup panjang. Jalur jogging track tertata rapi sehingga membuat para pengunjung taman leluasa berolahraga.

    Di sepanjang jalur tersebut, terdapat pepohonan yang membuat suasana jogging track semakin rindang. Jogging track Taman Bungkul juga bersisian langsung dengan makam Mbah Bungkul yang dikelola sebagai destinasi wisata religi.

    Area Bermain Anak (Playground Area)
    Ketersediaan area bermain anak membuat Taman Bungkul menjadi RTH yang ramah anak. Lokasi area bermain anak terletak di sebelah kiri taman.

    Ada beberapa fasilitas bermain anak seperti perosotan, ayunan, dan jungkat-jungkit yang berwarna cerah dan menarik perhatian. Suasana yang teduh membuat anak-anak betah bermain lama di taman yang satu ini.

    Baca Juga: Mengenal Kota Salatiga, Salah Satu Kota Terindah dan Tertua di Indonesia

    Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) yang Tertata Rapi
    PKL di Taman Bungkul sudah ditempatkan di sentra khusus dengan kondisi tempat yang tertata rapi dan nyaman dikunjungi.

    Tak sedikit karyawan kantoran, para remaja, dan masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas yang sering singgah ke sentra PKL Taman Bungkul karena lokasinya strategis, bersih, dan sangat nyaman.

    Penataan PKL ala taman populer ini membuktikan bahwa PKL tak selalu identik dengan masyarakat kelas menengah ke bawah.

    Para PKL yang dikelola Taman Bungkul dapat meraup keuntungan besar dari hasil dagangannya, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

    Skate dan BMX Track
    Taman Bungkul juga memiliki fasilitas berupa skate dan BMX track. Fasilitas tersebut sering dimanfaatkan oleh anak muda Surabaya untuk berlatih atau sekadar bermain sambil bersantai bersama teman-teman.

    Baca Juga: Mengenal Kota Kupang, dari Lai Kopan yang Diperebutkan Belanda dan Portugis

    Fasilitas Keran Air Siap Minum (KASM)
    Keberadaan fasilitas ini membuat masyarakat dan wisatawan yang sedang mengunjungi Taman Bungkul tidak perlu repot membeli air minum.

    Selain mendukung upaya penghematan, KASM juga efektif mengurangi jumlah sampah botol plastik.

    Itulah sebabnya KASM tersebut harus dikelola secara serius supaya tidak rusak dalam waktu lama dan dapat melatih masyarakat untuk disiplin menggunakan fasilitas umum.

    Sistem Keamanan Canggih
    Dari sisi keamanan, Taman Bungkul dilengkapi CCTV yang memadai.

    Sistem keamanan yang canggih dan ketat tersebut membuat masyarakat dan wisatawan leluasa beraktivitas di taman tanpa mengkhawatirkan risiko tindak kriminalitas.

    Baca Juga: Makna Sumbu Filosofi dalam Tata Kota Yogyakarta

    Pengelolaan Sampah yang Tertata Rapi
    Taman Bungkul juga dikenal unggul dalam hal sistem pengelolaan sampah. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan empat jenis tempat sampah di sudut-sudut taman.

    Empat warna tempat sampah yang berbeda bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis sampah dengan ketentuan sebagai berikut:

    Merah: khusus sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti obat nyamuk, bekas deterjen, bahan beling, dan jenis sampah bahan kimia lainnya.

    Kuning: khusus sampah non organik seperti botol plastik, plastik kemasan makanan, gelas bekas air mineral, dan lainnya. Sampah non organik dapat diolah menjadi produk daur ulang.

    Hijau: khusus sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan kering, dan sayuran. Jenis sampah ini bisa diolah menjadi pupuk kompos.

    Biru: khusus sampah berbahan kertas.

    Baca Juga: Prinsip Alon-alon Waton Kelakon, Yogyakarta Layak Jadi Slow City

    Car Free Day
    Setiap Minggu pagi, kawasan di sekitar Taman Bungkul dijadikan area car free day pada pukul 06.00-09.00.

    Rutinitas car free day membuat masyarakat Surabaya leluasa berolahraga, jalan santai, atau sekadar menikmati keindahan Taman Bungkul.

    Biasanya momen car free day tersebut juga sering dimanfaatkan untuk menggelar acara senam atau olahraga ringan bersama.

     

  • Cara Kota Surabaya untuk Menjadi Ramah Disabilitas: JPO dengan Lift Hingga Taman Bicara

    Cara Kota Surabaya untuk Menjadi Ramah Disabilitas: JPO dengan Lift Hingga Taman Bicara

    7cloud.asia – Kota Surabaya disebut sebagai salah satu kota di Indonesia yang ramah disabilitas. JIk atidka percaya mari kita simak data-data berikut ini. 

    Menurut data Dinas Sosial Kota Surabaya, pada tahun 2019, setidaknya terdapat 7.112 orang penyandang disabilitas.

    Kondisi membuat pemerintah Kota Surabaya menata wilayahnya dengan melengkapi berbagai fasilitas yang dapat membantu penyandang disabilitas dalam kegiatan sehari-harinya.

    Fasilitas pendukung untuk penyandang disabilitas dapat membantu kemandirian mereka agar tidak selalu tergantung pada bantuan dari orang/pihak lain.

    Baca Juga: Pramusapa, Cara TransJakarta dan Commuter Line Melayani Disabilitas dan Penumpang Prioritas

    Pembangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas ini dilakukan sejak tahun 2016. Beberapa fasilitas untuk penyandang disablitas yang dibangun Pemerintah Kota Surabaya antara lain adalah: 

    Penyediaan lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)
    Sejak pemerintah kota Surabaya membangun fasilitas lift di berbagai jembatan penyeberangan, penyandang disabilitas dapat menyeberang jalan dengan nyaman.

    Tidak hanya bagi kaum difabel, layanan ini juga sangat bermanfaat bagi lansia yang biasanya kesulitan untuk dapat menaiki dan menuruni tangga. Biaya pembangunan fasilitas ini bekerjasama dengan pihak swasta, penyewa JPO dan tidak menggunakan APBD.

    Baca Juga: Hari Ozon Sedunia, KLHK Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Barang Perusak Ozon

    Pemasangan alat berbasis sensor yang bisa berbicara
    Pemasangan alat berbasis sensor yang bisa berbicara ini tidak hanya digunakan pada jalur penyeberangan pejalan kaki (Pelican Crossing Traffic Light).

    Sensor juga disediakan di sejumlah taman untuk memberikan penjelasan kepada kelompok disabilitas tentang tanaman/tumbuhan di sekitar sensor.

    Penyediaan sensor ini dapat membantu penyandang disabilitas untuk memberikan arah serta memberikan penjelasan kepada mereka terhadap suatu informasi.

    Suroboyo Bus
    Suroboyo Bus merupakan layanan transportasi umum di Surabaya. Berbeda dengan fasilitas transportasi umum lainnya, sarana transportasi ini  ramah penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia.

    Adanya tombol khusus yang dapat memberikan bantuan tambahan bagi mereka yang membutuhkan, terutama untuk penyandang disabilitas.

    Pembayaran untuk transportasi juga tidak menggunakan uang tunai dan e-money, tetapi dengan sampah plastik berupa botol air minum kemasan.

    Baca Juga: Lantik Penjabat Bupati, Khofiffah Ingatkan Pentingnya Pembanngunan Berkelanjutan

    Taman Bicara
    Diresmikan pada bulan Mei 2017, Taman Bicara merupakan taman yang dilengkapi dengan fasilitas sensor yang dapat mengeluarkan suara ketika sensor tersebut disentuh atau ketika sensor mendeteksi keberadaan seseorang.

    Sensor suara akan memberikan penjelasan mengenai tanaman yang ada di sekitar sensor sehingga taman ini dapat digunakan oleh mereka yang tuna netra.

    Fasilitas ini tidak hanya membantu para penyandang disabilitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi/pembelajaran baru tentang tanaman di sekitar mereka.

    Keberadaan fasilitas ini tidak hanya menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya dilakukan di ruang kelas dengan membaca buku, tetapi pembelajaran juga dapat dilakukan di ruang terbuka dengan cara yang inovatif seperti ini.

    Fasilitas ramah disabilitas juga disediakan di berbagai fasilitas publik, seperti penggunaan ramp di Museum Pendidikan, tempat wudhu, penyediaan kursi roda di Masjid Al Akbar Surabaya.

    Baca Juga: PT KAI Berlakukan Harga Khusus untuk Penumpang Disabilitas mulai 17 September 2023

    Trotoar khusus yang dilengkapi ubin penuntun tuna netra dan patok penghalang kendaraan bermotor, serta lift, jalur khusus, dan tempat parkir penyandang disabilitas di gedung pemerintahan Kota Surabaya.

    Inisiatif untuk lebih ramah disabilitas ini berjalan dengan baik dan telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di kota Surabaya.

    Inisiatif yang ramah penyandang disabilitas ini juga telah membawa kota Surabaya untuk memperoleh berbagai penghargaan, seperti Penghargaan Dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2014.

    Kota Surabaya jug atelah meraih Penghargaan kota inklusif di tahun 2014, Kabupaten/Kota Peduli HAM 2020 dari Kementrian KUMHAM, dan lainnya.

    Keberadaan fasilitas penyandang disabilitas di Taman Bicara menjadi lokasi pembelajaran tidak hanya bagi para tuna netra tapi juga para siswa/i.

    Mereka yang mungkin tidak pernah mengetahui apa nama tumbuhan di sekitar mereka serta beragam macam warna dapat memperoleh informasi itu secara langsung di Taman Bicara ini.

    Baca Juga: Surat Cinta dari Penyandang Disabilitas Membuat Ganjar Pranowo Terharu

    Keberadaan guru pendamping akan sangat membantu dan dapat menjadi pelengkap bagi siswa/siswi tersebut.

    Banyak pihak yang belum mengetahui tentang keberadaan fasilitas JPO dan sensor di jalur penyeberangan. Selain karena kurangnya sosialisasi, jumlah pejalan kaki di Indonesia masih relatif sangat rendah.

    Untuk Taman Bicara, salah satu tantangan yang dihadapi inisiatif ini yaitu perlunya anggaran pengadaan alat yang tidak murah.

    Kota Surabaya membutuhkan anggaran lebih dari Rp 100 juta untuk pengadaan 14 sensor alat bicara di satu ruang terbuka hijau.

    Selain itu, perlu adanya pengamanan yang lebih di lingkungan ruang terbuka hijau tersebut.Tidak sedikit fasilitas umum yang pernah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

    Penyediaan fasilitas seperti ini sangat memungkinkan untuk direplikasi di kota lain. Pengadaan berbagai fasilitas ini dapat dengan mudah dilakukan oleh pemerintah daerah.

    Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa penyediaan fasilitas seperti ini membutuhkan pendanaan yang cukup besar, terutama dalam pengadaan teknologi dan system di tempat umum.

    Sumber: localisesdgs

  • Kereta Cepat Jakarta Bandung Akan Dilanjutkan Hingga ke Surabaya, Ini Alasannya

    Kereta Cepat Jakarta Bandung Akan Dilanjutkan Hingga ke Surabaya, Ini Alasannya

    7cloud.asia – Pemerintah berencana melanjutkan rute Kereta Cepat Jakarta Bandung hingga ke Surabaya.

    Bahkan, pemerintah sudah mengusulkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya untuk masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Rencana untuk melanjutkan proyek kereta cepat Jakarta Bandung hingga ke Surabaya tersebut tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menjajal langsung Kereta Cepat Whoosh pada Rabu (11/10/2023).

    Ia menyayangkan apabila rute kereta cepat tidak dilanjutkan.

    “Jadi kita akan lihat kereta ini karena memang kalau sudah sampai Bandung tanggung, kalau bisa dilanjutkan,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (11/10/2023).

    Baca: Jajal kereta cepat ini kata Ganjar

    Oleh karenanya, pemerintah telah membahas rencana kereta cepat dilanjutkan ke Surabaya. Pembangunan nantinya akan dilakukan dari Bandung, Solo, Yogyakarta, hingga Surabaya.

    “Kemarin sudah dirapatkan di dalam PSN dengan Bapak Presiden, jadi kita coba ke depan untuk menyambung dari Bandung ke Jogja Surabaya,” ujarnya.

    Sebagai informasi, wacana proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung – Surabaya telah muncul sejak beberapa bulan lalu.

    Pemerintah saat ini tengah melakukan kajian terkait rencana untuk melanjutkan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta Bandung hingga ke Surabaya tersebut.

    Baca: Integrasi Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan moda transportasi lainnya

    Hasil kajian perencanaan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya itu kemudian diteruskan oleh pemerintahan periode selanjutnya.

    Menurut Airlangga, diteruskannya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sampai Surabaya dapat membuat moda transportasi canggih ini menjadi lebih efisien.

    Sebab, kereta cepat ini memang seharusnya untuk transportasi jarak jauh, yaitu lebih dari 500 kilometer sedangkan saat ini panjang lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung baru 142,3 kilometer.

    Soal pembiayaan proyek ini, Airlangga mengatakan akan diputuskan setelah kajiannya selesai.

    Baca:  Tak disubsidi, segini tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan, pemerintah masih menggodok perencanaan proyek kereta cepat itu. Nantinya, kajian itu akan dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya.

    “Bahwa nanti diputuskan oleh pemerintahan yang akan datang ya monggo, tapi kita sudah letakkan dasar-dasar dan rencana ke depan seperti itu,” ujar dia di Stasiun Halim, Jakarta, Senin (2/10/2023).

    Jika terealisasi, perjalanan kereta cepat Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam 3,5 jam. Hal itu akan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan masyarakat.

    Sumber: Kompas.com

     

  • BMKG: Waspada Suhu Panas Landa di Kota Ini

    BMKG: Waspada Suhu Panas Landa di Kota Ini

    7cloud.asia – Suhu panas masih melanda beberapa kota besar di Indonesia. Salah satunya Kota Surabaya. Diperkirakan pada Senin (23/10/2023) suhu udara mencapai 36 derajat celsius.

    Berdasarkan laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu terendah di Kota Surabaya adalah 26 derajat celsius.

    BMKG memperkirakan pada pagi hari cuaca di kota pahlawan tersebut cerah berawan.

    Pada siang dan malam hari diprediksi cuaca cerah. Cuaca kembali cerah berawan pada dinihari. Tingkat kelembaban 40 hingga 90 persen.

    baca juga: bmkg sejumlah kota besar berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang

    Selain Kota Surabaya, suhu panas juga diperkirakan terjadi di Kota Semarang dan Banjarmasin. Di kedua kota ini suhu udara berkisar antara 24 hingga 35 derajat celsius.  

    Sementara kota-kota lain di Indonesia umumnya cerah, berawan dan cerah berawan. Suhu berkisar antara 21 hingga 36 derajat celcius dengan suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Meski demikian, BMKG memperkirakan hujan dengan ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah kota.

    Diantaranya Kota Bandung, Gorontalo, Banjarmasin, Mataram, Jayapura, Manokwari, Makassar dan Padang hujan ringan diperkirakan turun pada siang hari.

    Kota Palangkaraya, Samarinda, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju dan Padang diprediksi akan turun hujan ringan pada malam hari. Bahkan Kota Pekanbaru diperkirakan kembali diguyur hujan ringan pada dinihari.

    Hujan dengan intesitas sedang diperkirakan akan mengguyur Kota Pontianak dan Manado pada siang hari.

    Sedangkan hujan lebat diprekirakan akan mengguyur kota Banda Aceh dan Medan pada siang hari.

    Sebelumnya BMKG telah memperkirakan Indonesia mengalami suhu tertinggi pada Oktober 2023.

    baca juga: suhu panas hingga 33 derajat celsius ini penyebabnya

    Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum Oktober ini bahkan hampir mencapai 40 derajat Celsius atau lebih tinggi daripada September 2023.

    Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, mengaggap wajar beberapa kota di Indonesia merasakan suhu tinggi pada bulan September dan Oktober.

    “Data klimatologis selama 30 tahun dari 1991-2021 menunjukkan bahwa rata-rata suhu maksimum di beberapa kota besar Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya mencapai nilai tertingginya pada September-Oktober,” jelasnya seperti dilansir Kompas.com.

    Kenaikan suhu tersebut dialami kota-kota yang secara geografis berada di selatan ekuator. Menurutnya hal ini terjadi karena faktor posisi semu Matahari berada di arah tersebut.

    Akibatnya, sebagian wilayah Indonesia di selatan ekuator mendapatkan sinar Matahari yang relatif lebih tinggi sehingga terasa lebih panas dibandingkan wilayah Indonesia lainnya.

    Selanjutnya Miming memaparkan bulan Oktober 2023 cenderung lebih panas daripada suhu-suhu bulan sebelumnya.

    baca juga: waspada suhu udara jakarta capai 36 derajat celsius

    Pada bulan September 2023 suhu maksimum mencapai 38 derajat celsius. Sementara suhu tertinggi Oktober 2023 terukur pada 39,4 derajat celsius.

    “Dari data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum selama periode 1-31 September 2023 di Indonesia cukup tinggi dengan kisaran suhu antara 35,4-38 derajat celsius pada siang hari,” paparnya.

    BMKG mencatat suhu tertinggi di bulan tersebut terukur pada 25 dan 29 September 2023 di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang, Jawa Tengah.

    Selain itu, suhu 38 derajat celsius juga terukur di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jawa Barat pada 28 September 2023.

    “Sementara itu suhu maksimum terukur di wilayah Jabodetabek berada pada kisaran 35-37,5 derajat celsius,” ungkapnya.

    “Di mana suhu maksimum hingga 37,5 derajat celsius terukur di wilayah Tangerang Selatan pada 29 September 2023,” tambahnya.

    Suhu maksimum selama periode 1-18 Oktober 2023 terukur dengan kisaran antara 36,6-39,4 derajat celsius pada siang hari.

    “Suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut mencapai 39,4 °C yang terukur di Kantor Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Tangerang Selatan pada 16 Oktober 2023,” jelasnya.

    Sementara suhu tertinggi pada 18 Oktober 2023 terukur di Stasiun Meteorologi Kertajati, Jawa Tengah suhu mencapai 39,1 derajat celsius.

    Pada Jumat (20/10/2023) terjadi penurunan suhu. Suhu tertinggi yang terukur hanya 37,8 di Kertajati, Majalengka.

    Adanya potensi suhu panas ini, Miming mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadainya.  terhadap suhu panas yang terjadi di Indonesia. “Selama Oktober ini masih harus waspada, kemgkinan cenderung menurun mulai November,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Awas, Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celcius Bakal Melanda Kota Ini

    Awas, Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celcius Bakal Melanda Kota Ini

    7cloud.asia – Suhu panas masih melanda sejumlah kota besar di Indonesia. Bahkan di Surabaya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu udara mencapai 37 derajat celsius.

    Dari laman BMKG, suhu terendah di Kota Pahlawan tersebut berkisar antara 25 derajat celsius dengan tingkat kelembaban 50 hingga 80 persen.

    Selain Surabaya, BMKG juga memperkirakan kota Semarang, Banjarmasin, Makassar mengalami cuaca panas dengan suhu 35 derajat celsius.

    Sedangkan suhu terendah diperkirakan terjadi di Bandung berkisar antara 18 hingga 31 derajat celsius. Kelembaban udara berkisar antara 45 hingga 90 persen.

    baca juga: bmkg: waspada suhu panas landa di kota ini

    Meski demikian, peluang hujan masih terjadi di beberapa wilayah. Bahkan hujan lebat akan mengguyur wilayah Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kep. Bangka.

    Hujan lebat juga diperkirakan mengguyur wilayah Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua.

    Hujan disertai kilat/petir atau hujan badai juga berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.

    Kondisi ini juga diprediksi terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Papua Barat.

    baca juga: intensitas hujan tinggi waspada banjir dan longsor di wilayah ini

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memperkirakan awal musim hujan akan mundur hingga bulan November 2023.

    Namun, musim hujan kali ini tidak berlangsung serentak di semua wilayah Indonesia.

    “Musim Hujan pada tahun 2023/2024 umumnya akan tiba lebih lambat dibandingkan dengan biasanya. Curah hujan yang turun pada periode musim hujan 2023/2024 pada umumnya diprediksi akan normal dibandingkan biasanya,” urai Dwikorita beberapa waktu lalu.

    Sementara periode puncak musim hujan sendiri diprediksi umumnya terjadi di Januari dan Februari 2024. Tetapi ada beberapa daerah yang diprediksi mengalami curah hujan yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan biasanya.

    baca juga: bmkg musim kemarau berlangsung hingga akhir oktober

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan awal musim hujan umumnya berkaitan erat dengan peralihan Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi Angin Baratan (Monsun Asia).

    Nah, prediksi BMKG, Angin Timuran diprediksi masih tetap aktif hingga November 2023, utamanya di Indonesia bagian Selatan. Sementara itu, Angin Baratan diprediksi akan datang lebih lambat dari normalnya.

    “Sejak mulai muncul pada pertengahan bulan Mei 2023, gangguan iklim El Nino terus berkembang mencapai level El Nino moderat sejak akhir Juli 2023 dan saat ini Indeks El Nino berada pada nilai +1.504. Kondisi El Nino moderate tersebut diprediksi tetap bertahan hingga awal 2024,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Selesai Direvitalisasi, Kawasan Kota Lama Surabaya Siap Sambut Wisatawan

    Selesai Direvitalisasi, Kawasan Kota Lama Surabaya Siap Sambut Wisatawan

    7cloud.asia – Pesona dan romantisme tempo dulu Kota Lama Surabaya coba kembali dihidupkan Pemkot Surabaya guna mengembangkan kawasan wisata heritage atau warisan sejarah tersebut.

    Kawasan Kota Lama Surabaya telah selesai direvitalisasi oleh pemerintah kota setempat beberapa waktu lalu.

    Dalam revitalisasi Kawasan Kota Lama Surabaya yang dahulu menjadi pusat perekonomian dibedakan menjadi empat zona, yaitu zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu

    Masing-masing zona di Kawasan Kota Lama Surabaya ini menawarkan pesonanya yang unik.

    Buat kamu yang ingin jalan-jalan ke Kawasan Kota Lama Surabaya, berikut rekomendasi spot wisata menarik yang dapat dikunjungi:

    Baca Juga: Kawasan Kota Tua Akan Diitegrasikan dengan Kawasan Pecinan di Pancoran/Glodok

    1. Wisata Toerwagen Kota Lama Surabaya
    Sebelum mengunjungi zona Eropa di kawasan Kota Lama Surabaya, ada baiknya pengunjung menyewa wisata tur Toerwagen atau wisata mengelilingi Kota Lama dengan mobil listrik khusus yang telah disediakan pemerintah setempat.

    Tarif Toerwagen dipatok sebesar Rp20 ribu per orang. Toerwagen akan mengantar pengunjung mengelilingi luasnya kawasan Kota Lama Surabaya dalam waktu singkat, mulai dari Jembatan Merah, Gedung Internatio, dan spot wisata menarik lainnya.

    Nantinya, akan ada seorang pemandu wisata yang membantu pengunjung saat menjelajahi kawasan Kota Lama.

    Selain Toerwagen, pengunjung juga dapat memilih sejumlah kendaraan wisata alternatif yang telah disediakan untuk menjelajahi Kota Lama Surabaya, mulai dari sepeda kuno, becak, hingga mobil Jeep.

    Baca Juga: Mengintip Pengembangan Kota Lama Semarang yang Berkelanjutan dan Humanis

    2. Pabrik Limun dan Sirup Telasih “Siropen” Surabaya
    Salah satu spot yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Kota Lama Surabaya adalah Pabrik Limun dan Sirup Telasih “Siropen”.

    Telah berdiri sejak tahun 1923, pabrik ini menempatkan diri sebagai pabrik sirup pertama di Indonesia.

    Awalnya, pabrik ini dibangun oleh seorang pengusaha Belanda bernama JC van Dronggelen. Sirup di pabrik Siropen hanya menggunakan gula pasir murni tanpa pemanis buatan, sehingga sirup di sana menghasilkan rasa manis alami yang khas.

    Pengunjung dapat mencicipi aneka rasa sirup yang diproduksi pabrik Siropen di Kota Lama Surabaya itu –mawar, frambosen, leci, melon, arbein, dan lainnya–
    baik dalam bentuk sirup botolan maupun minuman sirup yang telah diracik dalam bentuk gelas.

    Sebotol sirup Siropen, dibanderol sebesar Rp35 ribu, sedangkan minuman sirup dalam gelas dijual mulai dari Rp7 ribu.

    Sayangnya, pengunjung belum diperbolehkan untuk melihat proses pembuatan sirup di dalam pabrik dan hanya boleh berkunjung di bagian depan Toko Siropen.

    Baca Juga: Mengenal Kota Salatiga, Salah Satu Kota Terindah dan Tertua di Indonesia

    3. Pos Bloc Surabaya
    Pos Bloc Surabaya merupakan satu di antara beberapa gedung Pos Bloc yang dimiliki oleh Pos Indonesia, seperti Pos Bloc Jakarta. Gedung Pos Bloc juga dikenal dengan sejarahnya sebagai tempat Presiden Pertama RI Ir Soekarno bersekolah di Hogere Burgerschool (HBS).

    Terletak di Jalan Kebon Rojo, Kecamatan Krembangan, Pos Bloc Surabaya adalah ruang kreatif yang akan datang di jantung Kota Surabaya, yang menghubungkan seni dan budaya dengan masyarakat melalui pendidikan, partisipasi, dan pengembangan ekonomi untuk masyarakat sekitar.

    Pos Bloc berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para pelaku kreatif lokal untuk berkolaborasi dan menawarkan beragam aktivitas artistik.

    Di sini, masyarakat dapat berkunjung secara gratis untuk menikmati sejumlah pameran yang dihadirkan oleh pengelola setempat, salah satunya pameran memorial mantan presiden pertama RI Soekarno.

    Baca Juga: Kawasan Malioboro Ditataulang Sesuai Maknanya dalam Sumbu Filosofi Yogyakarta

    4. Jembatan Merah
    Jembatan Merah merupakan salah satu spot ikonik sekaligus tempat bersejarah di Kota Surabaya.

    Jembatan Merah telah dibangun sejak tahun 1809 saat era Gubernur Jenderal Daendels dan menjadi saksi perjuangan warga Surabaya dalam melawan penjajah di era kolonialisme.

    Jembatan Merah menghubungkan wilayah timur Sungai Kalimas (kawasan Pecinan dan Arab) dengan wilayah barat sungai (wilayah Eropa) dan menjadi salah satu pusat area bisnis di Surabaya.

    Kini, Jembatan Merah menjadi salah satu spot wisata menarik yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

    Di Jembatan Merah, pengunjung bisa memotret keindahan gedung-gedung yang ada di sekitarnya sekaligus menikmati matahari terbenam saat sore hari.

    Baca Juga: Sejarah Panjang Palembang sebagai Kota Tertua di Indonesia

    5. Gedung Internatio
    Tidak jauh dari Jembatan Merah, terdapat salah satu gedung bersejarah bernama Gedung Internatio atau dahulu digunakan sebagai kantor Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging “Rotterdam”.

    Bahkan, gedung tersebut merupakan saksi bisu dari peristiwa 10 November 1945 saat warga Indonesia melawan tentara penjajah dan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby.

    Kini, Gedung Internacio dapat dikunjungi oleh pengunjung secara gratis. Menariknya, bangunan bertingkat tiga tersebut memiliki kesan unik sekaligus mewah yang kerap dijadikan sebagai gedung pertemuan maupun acara lainnya oleh masyarakat.

    Sumber:Antaranews.com

  • Pemerintah Kota Surabaya Optimalkan 76 Rumah Pompa dan Normalisasi Saluran untuk Antisipasi Banjir

    Pemerintah Kota Surabaya Optimalkan 76 Rumah Pompa dan Normalisasi Saluran untuk Antisipasi Banjir

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur mengoptimalkan keberadaan 76 rumah pompa serta melakukan normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya genangan dan banjir saat musim hujan.

    Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan ujung tombak penanganan genangan terletak pada optimalisasi rumah pompa yang tersebar di 76 lokasi di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

    “Ujung tombak kita ada di rumah pompa. Saat ini, kita memiliki 76 rumah pompa yang tersebar di berbagai titik. Setiap rumah pompa memiliki antara tiga hingga tujuh unit pompa, dengan kapasitas minimal 3 meter kubik,” katanya di Surabaya, Rabu (23/10/2024)

    Selain pompa utama, Syamsul mengatakan setiap rumah pompa juga dilengkapi pompa kecil untuk mengatasi lumpur yang diharapkan dapat membantu mencegah genangan air secara lebih efektif.

    “Jadi itulah mengapa di Surabaya, kalau ada genangan, Insya Allah tidak sampai menginap,” ujarnya.

    Baca: Pemkot Surabaya dan Gresik gandeng Rekosistem untuk kelola sampah kemasan

    Ia menjelaskan bahwa sebelum hujan turun, tim DSDABM Surabaya sudah memulai langkah preventif dengan mengosongkan saluran air melalui pompa.

    “Begitu langit mulai mendung, kami segera mengosongkan saluran-saluran melalui rumah pompa, dan airnya dibuang ke laut. Ketika hujan turun, air akan langsung masuk ke saluran yang sudah kosong,” tuturnya.

    Selain pengoperasian rumah pompa, pihaknya juga melakukan pengerukan atau normalisasi saluran, baik primer maupun sekunder selama musim kemarau.

    Pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran, sehingga air dapat mengalir dengan lancar saat hujan datang.

    Baca: Cara Surabaya untuk menjadi kota ramah disabilitas

    “Jadi kapasitas saluran juga mempengaruhi. Makanya ketika musim kemarau kita lakukan pengerukan-pengerukan saluran,” tuturnya.

    Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat karena sekalipun pengerukan saluran tersier di wilayah pemukiman menjadi tanggung jawab warga, namun Pemkot Surabaya tidak menutup mata.

    “Kami siap membantu warga yang ingin melakukan kerja bakti di wilayahnya. Jika ada lokasi yang sulit, seperti gorong-gorong, kami akan kirimkan personel untuk membantu,” katanya.

    Pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menangani perantingan pohon sebagai antisipasi angin kencang yang sering menyertai saat hujan deras.

    “Teman-teman DLH juga sudah mulai memangkas pohon-pohon yang berisiko agar aman saat musim hujan,” tuturnya. Sumber:Antaranews.com

  • Mengintip Kinerja TPA Benowo, Surabaya yang Sukses Ubah Sampah Menjadi Energi Listrik

    7cloud.asia – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta masyarakat turut berperan dalam upaya mengurangi volume sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA), melalui pemilahan dan pengurangan sampah dari rumah masing-masing.

    Langkah ini, kata Eri, akan mendukung target pemerintah kota Surabaya mengurangi volume sampah setiap harinya yang dibuang ke TPA Benowo.

    “Saya berharap penduduk ini juga berkurang ya sampahnya itu ya berkurang, belajar mulai memilah mulai sampah dari awal, mengurangi penggunaan plastik, sehingga sampahnya tidak bertambah terus,” sebutnya.

    Eri mengatakan, saat ini jumlah sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah atau TPA Benowo setiap harinya sebanyak 1.600 ton. Angka itu belum termasuk sampah dari warga pendatang yang bekerja di Surabaya.

    Volume sampah sebesar ini ini disumbang oleh sekitar 3,2 juta jiwa penduduk Surabaya. Dengan memilah sampah dan ekonomi sirkuler, volume sampah ini diharapkan bisa dikurangi.

    Baca: Mengenal Sistem RDF, Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan

    Eri menjelaskan, saat ini di masing-masing kelurahan sudah ada 5 RW yang menerapkan pemilahan sampah dari rumah

    “Sehingga target kita tidak 1.600 ton lagi, tapi dengan mulai pemilahan sampah yang ada di RW-RW, juga dengan bank sampah, dengan TPS3R, maka target kita menjadi 1.400 ton (sampah di Surabaya per-hari),“ imbuhnya.

    TPA Benowo sejak sembilan tahun terakhir telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), yang mampu menghasilkan sekitar 12 Megawatt listrik dari sampah.

    Pengolahan sampah ini menggunakan metode gasifikasi dan sanitary landfill gas.
    Inovasi ini berhasil mengurangi volume sampah dengan menghasilkan energi listrik.

    Direktur Utama PT Sumber Organik Agus Nugroho Santoso mengatakan instalasi pengubah sampah menjadi energi listrik yang dikelolanya ini memanfaatkan semua jenis sampah untuk dijadikan energi, mulai sampah organik hingga non-organik.

    Baca: Tunda Pembangunan ITF Sunter, Pemprov DKI Jakarta Fokus pada Pengolahan Sampah RDF

    “Jadi, sampah di sini itu komposisinya organik kurang lebih 55-60 persen, sisanya sampah non-organik yang masuk ke TPA sini. Makanan juga masuk semua, dari restoran, dari mana semuanya masuk sini juga,” kata Agus Nugroho Santoso.

    Agus mengakui, komposisi sampah organik masih lebih banyak dibandingkan sampah non-organik yang dibuang ke TPA Benowo. Padahal, katanya, sampah non-organik lebih banyak menghasilkan kalori yang dapat diubah menjadi energi listrik.

    Melalui sampah, PT Sumber Organik mendapatkan dana sekitar Rp. 80 Milyar rupiah dari menjual listrik ke PLN.

    “Lebih banyak yang non-organik, karena kan lebih gampang dibakar. Kalau yang sampah makanan kan nilai kalorinya lebih rendah. Tapi, dengan komposisi sampah yang masuk ini, akan membentuk nilai kalori rata-rata yang mana bisa dapat diproses buat dibakar,” jelasnya.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat mengunjungi pembangkit listrik tenaga sampah di TPA Benowo, Selasa (7/1/2025), menyebut model pengelolaan sampah dengan mengubahnya menjadi energi listrik dapat menjadi contoh solusi mengatasi masalah sampah di berbagai daerah di Indonesia.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota Besar Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota Besar Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai kilat atau petir berpotensi melanda Kota Surabaya dan sejumlah kota di Indonesia pada Rabu (15/01/2025).

    Dirilis di akun Youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain melanda Kota Surabaya, hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Surabaya, Palangkaraya, Manado, Ternate dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Padang, Semarang, Samarinda, Gorontalo, Palu, Mamuju, Ambon dan Nabire.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Bengkulu, Lampung, Serang, Jakarta, Bandung Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di Kota Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Makassar, Kendari, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.  

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa kecuali Banten dan DKI Jakarta, sebagian besar wilayah Kalimantan.

    Potensi cuaca ekstrem juga terjadi di sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat dan Papua.

    Dalam penjelasannya, BMKG memantau indeks monsun asia menunjukkan nilai yang lebih kuat daripada normalnya.

    Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Lampung memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang di beberapa wilayah.

    Baca: Intensitas hujan tingga hingga Januari 2025

    Bibit ini juga memberikan dampak berupa gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan yang mengakibatkan terjadinya banjir rob di pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Lampung.

    Selanjutnya pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Kalimantan tengah, pesisir Maluku, pesisir Maluku Utara juga berpotensi terjadi banjir rob.

    Tak hanya gelombang tinggi, kondisi atmosfer bumi juga mempengaruhi kecepatan angin diatas 25 knot yang berpotensi terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Filipina dan Samudera Pasifik Timur Filipina.