Tag: tahun baru

  • Covid-19 Meningkat Jelang Tahun Baru, Warga Diingatkan Protokol Kesehatan

    Covid-19 Meningkat Jelang Tahun Baru, Warga Diingatkan Protokol Kesehatan

    7cloud.asia – Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 ataupun penyakit lainnya

    Peringatan soal protokol kesehatan ini dirilis menyusul merebaknya kembali Covid-19 jelang Natal dan Tahun Baru 2024 yang kerap diwarnai dengan kepadatan.

    “Dalam situasi seperti sekarang ini, isu-isu terkait Covid-19 sudah mulai muncul, tentunya kita tetap mengedepankan protokol kesehatan (saat keluar rumah) menghadapi keramaian Natal dan tahun baru,” kata Dhany.

    Dilansir Antaranews, Dhany mengatakan protokol kesehatan itu meliputi penggunaan masker saat ke luar rumah atau ke tempat keramaian.

    Baca: Mengapa Covid-19 kembali marak

    Lalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh agar tidak mudah terpapar penyakit dari luar.

    “Menggunakan masker minimal, lalu kita semua menjaga kesehatan dengan melakukan olahraga dan mencukupi asupan gizi agar tubuh memiliki daya tahan,” ujar Dhany.

    Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada penularan Covid-19 karena tren masih naik hingga pertengahan Januari 2024.

    Baca: Peningkatan kasus Covid-19 terjadi di 21 Provinsi

    Jika melihat polanya di tahun 2023, pada Mei, abis itu turun. Jadi ada kemungkinan akan masih naik sampai tengah Januari 2024, kemudian nanti turun.

    “Itu kalau kita lihat polanya, yang penting kita harus waspada,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (22/12/2023).

    Ani mengingatkan saat libur akhir tahun nanti, bagi masyarakat dalam kondisi kurang sehat sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah.

    Baca: Apa pentingnya  vaksin Covid-19 dosis lengkap

    Namun, jika keadaan mengharuskan ke luar rumah, maka masyarakat diimbau menggunakan masker.

    Ani menyebutkan, hingga 20 Desember 2023 ditemukan 613 kasus aktif Covid-19. Dari jumlah tersebut sebanyak 414 pasien melakukan isolasi mandiri, sedangkan 199 pasien lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

    Kemudian, terdapat 38 penemuan kasus Covid-19 varian JN.1 di wilayah Jakarta selama 2023.

    Baca: Perayaan malam tahun baru di Jakarta

     

  • Cuaca Malam Pergantian Tahun, Waspada Hujan di Wilayah Ini  

    Cuaca Malam Pergantian Tahun, Waspada Hujan di Wilayah Ini  

     

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia yaitu Jawa Tengah dan Bengkulu berpotensi hujan pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2023.

    “Berdasarkan data curah hujan yang terpantau di pos penakar hujan, selepas tanggal 25 Desember 2023 beberapa wilayah di Jateng selatan dan pegunungan tengah mulai diguyur hujan kembali setelah sempat tidak ada hujan selama satu dasarian lebih,” jelas Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo

    Melansir Antaranews, hujan yang terjadi tersebut masih belum merata dan intensitas hujan secara umum masih kategori ringan.

    Sebab, hanya beberapa lokasi yang terjadi hujan lebat pada Senin (25/12) yakni sekitar Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung, Kabupaten Cilacap.

    “Sementara di wilayah Kabupaten Banjarnegara dalam tiga hari terakhir lebih sering turun hujan dengan intensitas ringan,” ujar Teguh.

    Namun, untuk satu pekan kedepan hujan masih berpotensi terjadi dan akan semakin merata pada sore hingga malam hari.

    Teguh memaparkan ada beberapa faktor yang memicu pertumbuhan awan hujan adi beberapa wilayah hingga sepekan kedepan.

    Berdasarkan data yang dirilis BMKG, faktor pertama adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten.

    Wilayah lainnya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua, dalam sepekan ke depan.

    Faktor kedua, adanya gelombang atmosfer Kelvin juga aktif di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

    “Oleh karena itu pada malam pergantian tahun atau Minggu (31/12) malam ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kami akan segera informasikan kepada masyarakat jika ada perkembangan lebih lanjut,” katanya.

    Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu, Anang Anwar menerangkan, curah hujan akan terjadi pada 26 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024 tepatnya pada pukul 17.00 WIB sore hingga malam hari.

    “Hujan akan turun pada malam tahun baru, tepatnya pada sore hari hingga malam hari,” ujar Anang.

    Menurutnya hujan di wilayah Provinsi Bengkulu karena adanya pertukaran angin darat dan angin laut, sehingga menyebabkan potensi hujan intensitas sedang ringan akan turun pada malam tahun baru.

    “Disebabkan pertukaran angin laut dan darat, sehingga akan menguatkan potensi hujan di daerah lokal seperti Kota Bengkulu,” katanya.

    Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir untuk waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem.

    “Dalam menghadapi musim hujan dan potensi banjir kita harus memastikan personil, peralatan, termasuk terpal, tenda, perahu dan berbagai pendukung lainnya siap dan cukup, mengingat sejumlah kecamatan dalam Kota Bengkulu rawan banjir,” urai Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi.

    Karena itu, Will mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir secara mandiri apat mengambil langkah-langkah penyelamatan pertama.

    Wilayah yang menjadi langganan banjir yaitu Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Tanjung Jaya, Kelurahan Sukamerindu, Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Bentiring, Kelurahan Lempung dan sejumlah wilayah lainnya.

    Biasanya banjir di wilayah ini akibat hujan turun dalam jangka waktu tertentu atau diakibatkan adanya banjir kiriman akibat adanya hujan di bagian hulu sungai.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sambut Tahun Baru, Perlu Nggak Bikin Resolusi Tahun Baru?

    Sambut Tahun Baru, Perlu Nggak Bikin Resolusi Tahun Baru?

    7cloud.asia – Memasuki pergantian tahun, banyak orang membuat resolusi tahun baru. Kebiasaan ini juga dilakukan menjlang tahun baru 2024 yang akan berlangsungbeberapa hari lagi.

    Jika kamu masih bertanya-tanya apa manfaat resolusi tahun baru, baca artikel ini sampai habis. Siapa tahu ini bermanfaat dan akan membuat tahun 2024 akan lebih berharga buat kamu semua.

    Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra menyebut, membuat resolusi tahun baru itu penting sebagai komitmen untuk menjadi diri yang lebih baik di masa depan.

    Resolusi tahun baru juga bisa menjadi arah dan pedoman langkah yang akan ditempuh di masa yang akan datang.

    “Membuat resolusi tahun baru itu perlu karena manusia itu berbeda dengan makhluk hidup lain. Bedanya, salah satu hal yang utama adalah manusia memiliki kesadaran diri yang digunakan untuk membuat pemikiran-pemikiran prediktif dalam hidup,” kata Novi seperti dikutip Antaranews.com

    Baca: Bikin jurnal, adalah resolusi harian kamu

    Novi mencontohkan, manusia bekerja hari ini, tetapi mereka selalu memikirkan masa depan mereka, seperti keinginan untuk membeli atau mencapai sesuatu.

    Hal tersebut dapat dikatakan sebagai resolusi karena adanya semacam komitmen untuk menjadi lebih baik atau perubahan.

    Resolusi, termasuk resolusi tahun baru itu menurut Novi bagus dan setiap manusia butuh momen untuk merefleksikan hidupnya.

    “Karena kalau nggak, ada nggak sih manusia yang nggak punya resolusi atau cita-cita? Ada, sehingga butuh momen untuk merefleksi dia mencatat capaian apa yang sudah dibuat dan perbaikan apa yang ingin dia lakukan untuk ke depan,” kata Novi.

    Baca: Meditasi, cara unik merefleksi kegiatan kamu

    Menurut Novi, resolusi juga bisa dilakukan di momen lain dan tidak harus selalu di momen pergantian tahun. Bahkan, ada baiknya resolusi dilakukan setiap hari, meskipun melalui hal kecil.

    Dari hal kecil, seperti ingin bangun tidur lebih pagi, atau tersenyum lebih banyak, niscaya perjalanan resolusi yang ingin dicapai juga lebih mudah untuk dilakukan.

    Di negara Jepang, ada istilah “kaizen” atau cara untuk memperbaiki diri dengan tindakan kecil secara bertahap, kemudian akan menjadi kebiasaan dan dapat mengarah pada kesuksesan.

    “Manusia itu perlu setiap hari mempunyai resolusi. Nah, resolusi per tahun itu sebetulnya momentum pergantian tahun. Momentum yang terbaik itu mungkin di pergantian tahun,” kata dia.

    Baca: Cara cerdas atasi gangguan ala slow living

    Namun, acap kali seseorang menemui kegagalan saat ingin mewujudkan resolusinya. Faktornya pun beragam, salah satunya kurang berkomitmen untuk melakukannya, meskipun dari hal kecil.

    “Kuncinya itu komitmen untuk mengubah perilaku-perilaku sederhana, atau kebiasaan kecil. Resolusi besar itu tidak akan ke mana-mana kalau kita memulai dari langkah kecil,” kata Novi.

    Dia menambahkan, kalau langkah kecil tidak dilakukan, seseorang tidak bisa melakukan perubahan-perubahan kecil setiap harinya, itu yang kemudian menjadi gagal.

    “Jadi, resolusi saja tidak cukup karena harus diikuti oleh kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.

    Baca: Refleksikan hari di sanctuary mu

    Selain melakukan resolusi secara konsisten, Novi juga memberikan kiat agar resolusi tahun 2024 dapat diterapkan dengan baik.

    Menurutnya, seseorang harus memiliki alasan yang kuat dari resolusi yang dibuatnya, sehingga orang tersebut akan memiliki aksi yang sama kuat untuk mewujudkannya.

    “Dia tahu alasan untuk berubah. Itu yang terpenting, dia tahu kalau ditanya orang lain, alasannya kuat. Misalnya, ‘Kenapa ingin menurunkan berat badan?’, nah ada lima pertanyaan ‘mengapa’ untuk mengujinya,” kata Novi.

    Pertama, tanyakan ke diri sendiri alasan ingin melakukan resolusi tersebut. Contohnya, ingin menurunkan berat badan dan jika selama lima kali diri sendiri dapat menjawab pertanyaan dari alasan menurunkan berat badan.

    Baca: Memulai hari ala penganut slow living

    Itu bisa karena “Ingin sehat”, “Masih ada banyak agenda dalam hidup yang ingin dilakukan”, dan lainnya selama lima kali, niscaya keinginannya untuk berubah akan kuat dan resolusi dapat tercapai.

    “Jika dia bisa menjawab lima pertanyaan ‘mengapa’ nya itu sebanyak lima kali, maka keinginannya itu kuat. Kalau nggak tau ‘mengapa’ nya dan hanya mengikuti tren, biasanya nggak akan bertahan lama,” kata Novi.

    Dia menambahkan, “Perubahan apapun dalam kehidupan ini, resolusi sebesar apapun di dalam hidup kita itu dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan secara kontinu,” begitu menurut Novi.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • BMKG Pastikan Cuaca Kondusif Jelang Pergantian Tahun

    BMKG Pastikan Cuaca Kondusif Jelang Pergantian Tahun

    7cloud.asia – Bagi Anda yang merencanakan akan merayakan malam pergantian tahun 2024 ke 2025, tak perlu khawatir. Kondisi cuaca diprediksi cukup kondusif tanpa ada indikasi potensi cuaca ekstrem yang berarti.

    Hal ini diungkapkan oleh kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu (29/12/2024) malam.

    Menurutnya potensi cuaca ekstrem saat ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya di bulan Desember.

    “Akhirnya perlu kami simpulkan bahwa menjelang periode pergantian tahun 2024 ke tahun 2025, potensi cuaca ekstrim menunjukkan tren penurunan, sekali lagi menunjukkan tren penurunan dibandingkan minggu-minggu sejak awal bulan Desember hingga 10 hari kedua di bulan Desember,” jelas Dwikorita.

    Baca: BMKG prediksi intensitas hujan tinggi hingga awal Januari 2025

    Selanjutnya mantan rektor Universitas Gajah Mada ini menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan potensi cuaca ekstrem tersebut.

    Menurutnya adanya bibit-bibit siklon dan pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan, yang menghambat aliran awan konvektif atau aliran seruak udara dingin dan monsoon Asia, serta menghambat seruakan dingin lintas ekuator untuk memasuki wilayah Indonesia.

    Tak hanya itu, fenomena Madden Julian Oscillation yang sebelumnya aktif di wilayah Indonesia kini telah berpindah ke Samudra Pasifik, sehingga tidak lagi meningkatkan pembentukan awan hujan. 

    Faktor lainnya adanya anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia yang mulai mendingin dibandingkan sebelumnya.

    Baca: BNPB sebut pulau Jawa waspada bencana alam hingga April 2025

    “Dan tren saat ini sudah mulai mendingin dibandingkan sebelumnya dan tentunya hal ini mengurangi laju pembentukan awan hujan secara lokal di lautan di Indonesia,” katanya.

    Meski terjadi penurunan potensi cuaca ekstrem, pihaknya tetap mengajak masyarakat mewaspadai dan memantau kondisi cuaca di daerahnya masing-masing.

    “Kami juga merekomendasikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas malam pergantian tahun baru. InsyaAllah lebih kondusif namun tetap memperhatikan terus atau memonitor,” ucapnya. 

    Begitu juga dengan pemerintah daerah yang wilayahnya rawan bencana agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

     

  • Solidaritas untuk Korban Banjir Sumatera: Tak Ada Pesta Kembang Api dalam Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

    Solidaritas untuk Korban Banjir Sumatera: Tak Ada Pesta Kembang Api dalam Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Jakarta tidak akan diwarnai dengan pesta kembang api.

    “Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga nggak perlu ada. Jadi pakai (atraksi) drone saja cukup,” kata Pramono di Jakarta Utara, Jumat (19/12/2025).

    Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa perayaan tahun baru tetap akan diselenggarakan, meskipun dikemas secara lebih sederhana.

    Pramono menilai Jakarta sebagai Ibu Kota Negara sekaligus kota global tetap akan menjadi perhatian dunia, sehingga perayaan pergantian tahun tetap perlu digelar.

    “Tapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” kata Pramono.

    Sebelumnya, Pramono juga menyampaikan rencana penyediaan lokasi khusus untuk doa bersama bagi para korban bencana di Sumatera yang akan digelar bersamaan dengan perayaan malam pergantian tahun

    Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa pemprov tidak melarang warga merayakan malam tahun baru dengan cara masing-masing.

    Diganti Cahaya Drone
    Terkait konsep perayaan, Pramono menilai penggunaan kembang api tidak lagi diperlukan. Ia memilih pertunjukan cahaya drone sebagai alternatif utama dalam menyambut tahun baru di Jakarta.

    “Saya segera memutuskan, kembang api menurut saya juga enggak perlu ada. Jadi pakai drone aja cukup. Karena bagaimanapun Jakarta sebagai ibu kota negara akan dilihat negara-negara lain,” jelasnya.

    Ia menambahkan, konsep teknis perayaan malam tahun baru akan disiapkan oleh tim khusus dan segera diumumkan kepada publik.

    “Maka sekali lagi, besok hari Senin ini saya akan putuskan bentuk perayaan tahun baru bagaimana,” ujarnya.

    Pramono kembali menekankan bahwa pilihan perayaan sederhana tersebut merupakan wujud empati Pemprov DKI Jakarta terhadap masyarakat Sumatra yang sedang menghadapi musibah.

    “Yang jelas, saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatra,” tegas Pramono.

    Meski digelar sederhana, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiapkan sejumlah titik hiburan bagi masyarakat. Sebanyak 14 panggung hiburan akan disebar di sepanjang kawasan Jalan Sudirman–Thamrin pada malam Tahun Baru 2026, 31 Desember 2025.

    Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyampaikan, ribuan personel akan dikerahkan untuk mengamankan jalannya perayaan tersebut.

    “Lokasi perayaan tahun baru 2026 direncanakan yaitu 14 titik panggung hiburan sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman dan ada 1.682 jumlah personel pengamanan pada perayaan tahun baru,” ujar Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan.

    Selain kawasan Sudirman–Thamrin, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan 10 titik hiburan lain yang tersebar di wilayah kota dan kabupaten administrasi.

    Lokasi tersebut antara lain Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Mal Artha Gading di Jakarta Utara, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, dan kawasan Kota Tua.

    Untuk wilayah Jakarta Selatan, panggung hiburan direncanakan berlangsung di M Bloc, Blok M, M Hub, dan Setu Babakan.

    Sementara di Jakarta Timur, perayaan akan digelar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Pintu Air Malaka Sari Banjir Kanal Timur (BKT).

    Di Kepulauan Seribu, perayaan malam tahun baru dipusatkan di Pulau Untung Jawa.

  • Resolusi Tahun Baru: Lebih Baik Fokus pada Kesejahteraan Ketimbang Hanya Berat Badan

    Resolusi Tahun Baru: Lebih Baik Fokus pada Kesejahteraan Ketimbang Hanya Berat Badan

    7cloud.asia – Awal tahun merupakan waktu yang tepat untuk menetapkan rencana resolusi Tahun Baru. Terutama resolusi mengenai pengembangan diri atau self-improvement.

    Bagi banyak pihak, resolusi ini mungkin berkaitan dengan kesehatan. Mulai dari mengatur pola makan yang lebih baik, memperbaiki pola tidur, mengurangi konsumsi alkohol, berolahraga lebih banyak, hingga menurunkan berat badan.

    Nilai – nilai yang ada dalam budaya diet saat ini begitu menyebar luas. Salah satunya adalah pemujaan terhadap penurunan berat badan hingga dorongan untuk mengubah bentuk tubuh.

    Akibatnya, seringkali muncul tekanan untuk menyesuaikan diri pada standar yang tidak realistis. Ini pun memunculkan asumsi bahwa tubuh yang kurus selalu berarti tubuh yang sehat.

    Akibatnya, resolusi tahun baru seputar kesehatan sering kali terseret nilai yang dibentuk oleh budaya diet.

    Meskipun upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan diri ini patut diapresiasi, rasanya sangat sayang apabila tolok ukur keberhasilan kita diukur oleh sekadar ukuran celana atau perut yang berotot saja.

    Oleh karena itu, dalam tahun baru ini, kita sebaiknya mempertimbangkan resolusi weight-neutral dan body-neutral.

    Resolusi ini bertujuan untuk memprioritaskan bagaimana kita merasa dan berfungsi, baik secara fisik maupun mental, serta melihat kesehatan dengan cara yang lebih holistik.

    Baca: Menata tahun 2026 dengan konsep slow living

    Pendekatan weight-neutral sendiri memiliki fokus pada perilaku sehat yang bisa kita kendalikan. Antara lain seperti menjaga hubungan positif dengan aktivitas fisik dan pola makan, serta melawan stigma negatif terhadap orang yang bertubuh besar.

    Resolusi untuk menurunkan berat badan
    Sebagai peneliti body image yang juga pernah dirugikan oleh budaya diet, kami cenderung menghindari resolusi tahun baru karena asosiasinya yang kurang baik. Tapi sepertinya, hal ini justru membuat budaya diet yang ada malah semakin merajalela.

    Oleh karena itu, kami percaya pasti ada cara baru untuk menyikapi resolusi ini. Alih-alih melihat resolusi sekadar pencapaian fisik, orang-orang bisa lebih berfokus pada tujuan merawat diri dan menargetkan kesejahteraan diri yang lebih holistik.

    Pertama, penting bagi siapapun yang pernah kecewa karena gagal menurukan berat badan untuk melatih self-compassion atau ‘belas kasih’.

    Penting pula untuk memberikan ruang untuk memaafkan diri. Meskipun sebenarnya sangat dapat dimengerti, bahwa resolusi ini merupakan respon terhadap pesan-pesan yang hanya berfokus pada berat badan dalam budaya kita.

    Kedua, sangat wajar dan bahkan dapat diprediksi apabila resolusi semacam ini tidak menghasilkan perubahan yang bertahan lama.

    Penelitian menunjukkan bahwa berat badan, ukuran tubuh, dan definisi atas otot dipengaruhi oleh banyak faktor yang sebenarnya tidak sepenuhnya berada di bawah kendali kita.

    Ketiga, terlalu berfokus pada penampilan dan ukuran tubuh justru dapat menyebabkan obsesi yang tidak sehat bagi sebagian orang. Bagi sebagian lainnya, hal ini juga bisa menjadi sumber frustrasi hingga membuat mereka meninggalkan perilaku sehat yang sebenarnya memberikan banyak manfaat.

    Baca: Perhatikan hal ini dalam menyusun resolusi tahun baru

    Berusaha menurunkan berat badan dengan cara seperti ini akibatnya kerap merusak hubungan kita dengan makanan dalam jangka panjang.

    Selain itu, “diet yoyo” atau diet yang berfokus pada sekadar naik-turun berat badan ini, juga menimbulkan berbagai dampak resiko bagi fisik dan psikologis kita.

    Berat badan bukanlah sebuah bentuk perilaku, sehingga tidak tepat rasanya jika dijadikan target untuk perubahan perilaku.

    Pendekatan netral atas berat tubuh
    Pendekatan yang netral terhadap berat tubuh atau weight-netural berkaitan dengan gerakan body-neutral.

    Pendekatan ini berusaha mendorong pandangan holistik atau menyeluruh atas diri kita. Termasuk di dalamnya adalah cara pandang terhadap hubungan sosial, talenta, serta minat yang kita miliki. Selain itu, gerakan ini juga mendorong kita untuk mengurangi fokus yang sempit atas penampilan fisik semata.

    Pendekatan yang bepusat pada berat tubuh atau weight-centric biasanya memiliki fokus utama yang menargetkan berat badan dan penampilan tertentu. Sebaliknya, praktik weight-neutral berangkat dari pengalaman internal kita atas tubuh sendiri.

    Pendekatan ini bisa berupa menambahkan aktivitas fisik untuk meningkatkan fungsi tubuh dan kesenangan pada hidup, serta mengatur pola makan yang baik agar lebih ternutrisi dan terpuaskan.

    Penelitian membuktikan, kerangka berpikir seperti ini dapat menghasilkan dampak positif bagi kesejahteraan kita secara menyeluruh.

    Ketika kita berfokus meningkatkan kesehatan alih-alih sekadar menurunkan berat badan, peluang untuk melakukan aktivitas fisik dalam jangka panjang menjadi lebih besar.

    Hal ini juga tentunya dapat berpengaruh secara positif pada beberapa indikator kesehatan kita, seperti tekanan darah, kadar kolestrol, serta gula darah.

    Baca: Rakyat menjerit karena lonjakan harga bahan kebutuhan pokok jelang tahun baru

    Selain itu, pendekatan weght-neutral juga dapat meningkatkan kesehatan mental, termasuk di antaranya adalah self compassion (belas kasih) dan self esteem (kepercayaan diri) yang lebih baik.

    Pendekatan body-neutral di sisi lain juga menawarkan kita cara pandang yang lebih luas terhadap kesejahteraan diri. Pendekatan ini menghadirkan berbagai dimensi kesehatan di luar aspek fisik saja.

    Sebagai contoh, pendekatan ini turut mempertimbangkan aspek sosial, emosional, finansial, intelektual, spiritual, dan bahkan profesional kita. Pendekatan ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang sebelumnya sempat kesulitan akibat pendekatan weight-centric di masa lalu.

    Resolusi yang bisa dipertimbangkan
    Salah satu resolusi weight-neutral bisa berupa target untuk berjalan lebih sering agar kita mampu menikmati pendakian gunung bersama keluarga dan teman saat musim panas.

    Contoh lainnya seperti memprioritaskan tidur, mempelajari lebih jauh terkait kebersihan sebelum tidur, serta mencoba strategi mindfulness sebagai bagian dari rutinitas tidur.

    Selain itu, target body-neutral bisa berbentuk upaya untuk lebih aktif secara sosial dengan lingkungan sekitar. Hal ini dapat dilakukan dengan mulai berkomitmen untuk lebih sering menemui teman lama, ataupun mengikuti kelas maupun komunitas untuk menemukan teman baru.

    Menjadi relawan di sebuah lembaga yang memberikan tujuan yang lebih besar dalam hidup bisa juga menjadi salah satu caranya.

    Budaya diet kerap membuat kita menyerahkan keputusan pada panduan dan “ahli” yang datangnya berasal dari luar diri kita sendiri sendiri. Hal ini menjelma menjadi angka grafik, rencana makan tertentu, jadwal olahraga, atau pun berbentuk aplikasi.

    Tahun ini, mari lebih fokus untuk merebut kembali diri dalam proses self improvement. Tentukan apa yang membuatmu benar-benar tertarik daripada sekadar mengikuti skrip dan target yang ditawarkan oleh budaya diet yang ada.

    Ketika kita memperluas prespektif lebih dari sekadar penampilan dan mempertimbangkan apa yang kita rasakan dan paling penting dalam hidup, di masa depan mungkin saja resolusi tahun baru kita justru bisa menjadi sumber energi dan antusiasme.

    Jadi, berikan sedikit hadiah pada diri sendiri. Rawatlah diri secara menyeluruh untuk setahun penuh ke depan. Inilah target kita untuk tahun ini.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, Penulis: Shelly Russell-Mayhew (Professor and Registered Psychologist, Werklund School of Education, University of Calgary) dan Elizabeth Tingle (Coordinator for the Body Image Research Lab; Lecturer at the Werklund School of Education, University of Calgary). Adinda Ghinashalsabila Salman menerjemahkan artikel ini dari Bahasa Inggris.

  • Sambut Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Angkutan Umum

    Sambut Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Angkutan Umum

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan semua angkutan umum yang mereka kelola yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta pada Rabu (31/12/2025).

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, kebijakan ini diambil agar masyarakat yang merayakan malam tahun baru di Jakarta dapat pulang ke rumah masing-masing dengan aman.

    “Kami mengimbau manfaatkanlah transportasi publik yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta pada saat menyambut tahun baru. Karena sekarang ini kan sudah terkoneksi kemana-mana dengan cukup baik,” kata Pramono.

    Dia tak menampik adanya potensi penumpukan massa di sejumlah stasiun atau halte seperti halnya saat perhelatan Jakarta Light Festival beberapa waktu lalu. Namun dia meyakini hal tersebut dapat tertangani.

    Selain transportasi umum, Pramono juga membahas terkait larangan perayaan malam tahun baru yang diadakan instansi di lingkungan Pemprov DKI dan diwarnai pesta kembang api.

    Kendati demikian, hal itu tak berarti melarang warga Jakarta merayakan pergantian tahun dengan menyalakan kembang api.

    Sementara, PT LRT Jakarta memperpanjang jam operasional hingga pukul 02.00 WIB dini hari saat perayaan malam Tahun Baru 2026.

    Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi mengatakan penyesuaian jam layanan ini sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memastikan perayaan malam tahun baru berlangsung tertib, aman dan nyaman, dengan dukungan transportasi publik yang andal.

    “Perpanjangan jam operasional hingga pukul 02.00 WIB merupakan komitmen kami untuk mendukung mobilitas masyarakat pada malam tahun baru, seiring padatnya aktivitas warga dalam merayakan pergantian tahun,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

    Pada hari-hari biasa, moda transportasi massal itu beroperasi hingga pukul 23.00 WIB.

    Sheila berharap LRT Jakarta dapat menjadi pilihan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal, khususnya untuk merayakan tahun baru.

    Selama periode operasional tambahan tersebut, LRT Jakarta juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta petugas operasional, guna menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan penumpang.

  • DPR Menilai Kenaikan Harga Pangan Jelang Tahun Baru Tidak Wajar

    DPR Menilai Kenaikan Harga Pangan Jelang Tahun Baru Tidak Wajar

    7cloud.asia – Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan menilai kenaikan harga pangan selama natal dan tahun baru tidak sepenuhnya dapat dibenarkan hanya dengan alasan meningkatnya permintaan.

    Menurutnya, lonjakan konsumsi saat libur panjang memang rutin terjadi setiap tahun, tetapi kenaikan harga yang tajam dan tidak wajar mencerminkan persoalan serius dalam sistem distribusi serta lemahnya pengawasan di lapangan.

    Kenaikan harga yang berlebihan mengindikasikan terganggunya rantai pasok pangan serta potensi lemahnya pengawasan di tingkat lapangan.

    “Negara tidak boleh absen dalam situasi seperti ini dan harus memastikan distribusi berjalan normal serta tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan di tengah momentum sensitif Nataru,” kata Johan dalam keterangannya dikutip Parlementaria, Senin (29/12/2025).

    Politisi PKS itu mengungkapkan, keluhan masyarakat terkait mahalnya harga beras, cabai, bawang, telur, hingga daging ayam banyak ditemui di pasar-pasar tradisional.
    Fenomena tersebut, kata dia, hampir selalu berulang setiap musim libur panjang dan tidak boleh dianggap sepele.

    “Bagi pekerja harian, buruh, dan masyarakat kecil, kenaikan harga sekecil apa pun dampaknya sangat besar terhadap kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

    Johan menambahkan, DPR terus mendorong pemerintah memastikan stok pangan aman, operasi pasar berjalan efektif, serta Satuan Tugas Pangan aktif turun ke lapangan. Namun ia mengingatkan, pengawasan tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan atau rapat semata.

    “Pengawasan harus benar-benar hadir di pasar dan sepanjang jalur distribusi agar potensi permainan harga bisa dicegah. Tanpa pengawasan langsung di lapangan, praktik spekulasi dan penimbunan akan terus berulang setiap musim libur panjang,” tegas Legislator Daerah Pemilihan NTB I tersebut.

    Ia menyebut, aspirasi masyarakat mengenai mahalnya harga pangan menjadi dasar bagi DPR untuk mendesak pemerintah melakukan intervensi cepat, mulai dari operasi pasar, penambahan pasokan, hingga penertiban jika ditemukan pelanggaran di sektor distribusi dan perdagangan.

    Lebih jauh, Johan menilai lonjakan harga pangan selama Nataru 2025 kembali menegaskan ketimpangan antara meningkatnya konsumsi dan lemahnya daya beli masyarakat.

    Di satu sisi, sektor pariwisata dan konsumsi kelompok menengah atas tumbuh pesat, sementara masyarakat kecil harus semakin mengencangkan ikat pinggang.

    “Libur panjang yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berubah menjadi periode paling rawan inflasi pangan,” katanya.

    Johan menekankan, perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah harus diwujudkan secara nyata dan menyeluruh.

    Stabilitas harga perlu dijaga, daya beli masyarakat diperkuat, dan operasi pasar serta pasar murah harus benar-benar menyasar kelompok rentan, bukan sekadar formalitas. Bantuan sosial pun harus dipastikan tepat sasaran.

    Ia menegaskan, Nataru tidak boleh terus menjadi momentum rutin kenaikan harga pangan. Pemerintah dituntut tegas dalam pengawasan dan cepat dalam intervensi, sementara pelaku usaha harus menjunjung etika berusaha.

    “Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan pangan tetap terjangkau, terutama pada momen sensitif yang seharusnya menjadi masa kebahagiaan bagi seluruh rakyat, seperti libur panjang akhir tahun dan perayaan Natal,” tutup Johan.

  • Potensi Munculnya Masalah di Balik Geliat Liburan Natal dan Tahun Baru di Kota Yogyakarta

    Potensi Munculnya Masalah di Balik Geliat Liburan Natal dan Tahun Baru di Kota Yogyakarta

    7cloud.asia – Setiap kali libur Natal dan Tahun Baru tiba, kota Yogyakarta dipadati wisatawan baik lokal maupun mancanegara dengan jumlah kunjungan yang mencapai jutaan orang dalam periode singkat.

    Arus wisatawan terlihat di kawasan pusat kota, tujuan wisata budaya, hingga permukiman yang berdekatan dengan lokasi wisata. Geliat pariwisata memberi dorongan ekonomi yang signifikan sekaligus menghadirkan tekanan baru bagi kehidupan perkotaan.

    Namun, Sosiolog UGM, Arie Sujito mengingatkan di balik ini semua ada potensi masalah sosial akibat akumulasi modal pada kelompok tertentu.

    Dilansir di ugm.ac.id, Ari mengungkapkan lonjakan wisatawan mencerminkan daya tarik Yogyakarta yang terus menguat sebagai tujuan wisata nasional. Pergerakan ekonomi cepat terasa di sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil yang bergantung pada pariwisata.

    Namun di saat yang sama, kepadatan pengunjung membawa konsekuensi sosial yang tidak ringan bagi masyarakat sekitar kawasan wisata.

    “Ruang ini dianggap sebagai kesempatan positif, tetapi tantangannya nyata karena muncul kemacetan, interaksi sosial yang semakin padat, serta risiko lingkungan yang perlu dipikirkan bersama,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

    Baca: Resolusi Tahun Baru yang fokus pada kesejahteraan

    Dampak kepadatan paling dirasakan oleh warga lokal yang menjalani aktivitas harian di tengah lonjakan mobilitas wisatawan. Akses jalan yang tersendat dan meningkatnya waktu tempuh menjadi pengalaman yang berulang setiap musim liburan.

    Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat dan bergantung pada mobilitas harian.

    “Bagi warga, kepadatan ini membuat aktivitas keluar rumah terasa tidak nyaman karena kemacetan muncul di hampir semua titik,” kata Arie.

    Tekanan kepadatan juga berdampak pada ruang publik yang menjadi tempat pertemuan warga dan pengunjung. Ruang terbuka semakin terbatas fungsinya ketika dipenuhi aktivitas wisata dalam waktu bersamaan.

    Hal ini diperparah dengan persoalan sampah yang muncul sebagai konsekuensi serius dari meningkatnya jumlah orang di ruang kota.

    “Kemampuan mengelola sampah dan membangun budaya menjaga lingkungan yang bersih menjadi keharusan, karena pariwisata tidak cukup dilihat dari sisi pemasukan ekonomi semata,” tuturnya.

    Baca: Resolusi Tahun Baru yang lebih ramah lingkungan

    Dari sisi ekonomi, Arie menilai manfaat pariwisata memang terasa luas, namun distribusinya perlu mendapat perhatian. Aktivitas wisata memang menggerakkan UMKM, homestay, dan sektor jasa lainnya, tetapi potensi ketimpangan tetap mengintai.

    Ketika keuntungan terkonsentrasi pada kelompok bermodal besar, ketegangan sosial berpeluang muncul di tingkat lokal.

    “Pengusaha besar sebaiknya turut memberdayakan pelaku usaha lokal agar pemerataan terjadi dan tidak memicu kecemburuan sosial,” pesan Arie.

    Menurut Arie, peran pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kualitas hidup warga.

    Perencanaan kota perlu melihat kepadatan wisata sebagai isu jangka menengah dan panjang, bukan sekadar fenomena musiman.

    Baca: Menata tahun 2026 dengan konsep slow living

    Kerja sama antara kota dan kabupaten di sekitar Yogyakarta dinilai penting untuk mengatur tata ruang dan mobilitas secara lebih adil.

    “Desain kebijakan di level provinsi dan kerja sama lintas wilayah dibutuhkan agar kota berkembang dengan visi yang ramah lingkungan dan humanis,” katanya.

    Arie mengingatkan pentingnya antisipasi risiko sosial sejak dini. Ketegangan antara warga lokal dan pendatang berpotensi muncul ketika kepadatan tidak dikelola dengan baik.

    Menjaga kenyamanan kota, ujar Arie, membutuhkan kedisiplinan kolektif serta kepedulian bersama terhadap ruang hidup.

    “Yogyakarta yang nyaman, aman, dan humanis adalah tanggung jawab bersama agar keadaban kota tetap terjaga,” pungkasnya.