7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia yaitu Jawa Tengah dan Bengkulu berpotensi hujan pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2023.
“Berdasarkan data curah hujan yang terpantau di pos penakar hujan, selepas tanggal 25 Desember 2023 beberapa wilayah di Jateng selatan dan pegunungan tengah mulai diguyur hujan kembali setelah sempat tidak ada hujan selama satu dasarian lebih,” jelas Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo
Melansir Antaranews, hujan yang terjadi tersebut masih belum merata dan intensitas hujan secara umum masih kategori ringan.
Sebab, hanya beberapa lokasi yang terjadi hujan lebat pada Senin (25/12) yakni sekitar Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung, Kabupaten Cilacap.
“Sementara di wilayah Kabupaten Banjarnegara dalam tiga hari terakhir lebih sering turun hujan dengan intensitas ringan,” ujar Teguh.
Namun, untuk satu pekan kedepan hujan masih berpotensi terjadi dan akan semakin merata pada sore hingga malam hari.
Teguh memaparkan ada beberapa faktor yang memicu pertumbuhan awan hujan adi beberapa wilayah hingga sepekan kedepan.
Berdasarkan data yang dirilis BMKG, faktor pertama adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten.
Wilayah lainnya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua, dalam sepekan ke depan.
Faktor kedua, adanya gelombang atmosfer Kelvin juga aktif di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
“Oleh karena itu pada malam pergantian tahun atau Minggu (31/12) malam ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kami akan segera informasikan kepada masyarakat jika ada perkembangan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu, Anang Anwar menerangkan, curah hujan akan terjadi pada 26 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024 tepatnya pada pukul 17.00 WIB sore hingga malam hari.
“Hujan akan turun pada malam tahun baru, tepatnya pada sore hari hingga malam hari,” ujar Anang.
Menurutnya hujan di wilayah Provinsi Bengkulu karena adanya pertukaran angin darat dan angin laut, sehingga menyebabkan potensi hujan intensitas sedang ringan akan turun pada malam tahun baru.
“Disebabkan pertukaran angin laut dan darat, sehingga akan menguatkan potensi hujan di daerah lokal seperti Kota Bengkulu,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir untuk waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Dalam menghadapi musim hujan dan potensi banjir kita harus memastikan personil, peralatan, termasuk terpal, tenda, perahu dan berbagai pendukung lainnya siap dan cukup, mengingat sejumlah kecamatan dalam Kota Bengkulu rawan banjir,” urai Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi.
Karena itu, Will mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir secara mandiri apat mengambil langkah-langkah penyelamatan pertama.
Wilayah yang menjadi langganan banjir yaitu Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Tanjung Jaya, Kelurahan Sukamerindu, Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Bentiring, Kelurahan Lempung dan sejumlah wilayah lainnya.
Biasanya banjir di wilayah ini akibat hujan turun dalam jangka waktu tertentu atau diakibatkan adanya banjir kiriman akibat adanya hujan di bagian hulu sungai.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply