Tag: tasikmalaya

  • Berkat Sumur Artesis Bantuan Ganjar Pranowo Warga Desa Muncang Tasikmalaya Bisa Akses Air Bersih

    Berkat Sumur Artesis Bantuan Ganjar Pranowo Warga Desa Muncang Tasikmalaya Bisa Akses Air Bersih

    7cloud.asia – Setelah belasan tahun menunggu, warga desa Kampung Nagrog, Desa Muncang, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat akhirnya bisa mendapatkan akses air bersih dengan mudah.

    Akses air bersih untuk warga Kampung Nagrog, Tasikmalaya ini terwujud berkat adanya sumur artesis bantuan dari bakal calon presiden (capres) yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo  

    Sebelum sumur artesis bantuan dari Ganjar Pranowo ini ada, warga desa terpencil di Tasikmlaya ini harus mengambil air bersih dari sumber yang jauh dari rumah mereka dengan membawa jiriken.

    Dengan jaringan air bersih dari sumur artesis  bantuan Ganjar Pranowo ini, warga bisa mendapatkan air bersih dengan hanya menunggu di rumah saja.

    Baca: Indonesia bakal jadi tuan rumah Forum Air Dunia

    Salah satu warga Desa Muncang, Latip Usman mengatakan sumur Artesis bantuan dari Ganjar Pranowo sangat bermanfaat bagi warga.

    “Mangkanya saya sangat berterima kasih atas kebaikan Pak Ganjar, tanpa proposal tanpa apa-apa alhamdulillah sekarang kebutuhan kami yang ada di sini sudah terealisasi,” kata Latip, Senin (9/10/2023) malam.

    Dijelaskan Latip, ketika musim kemarau melanda Desa Muncang, bisa dipastikan sumber air bersih mengalami kekeringan.

    Baca: Pemanasan global akibatkan separuh danau di dunia mengering

    Bahkan, kata dia, sampai sekarang ini belum ada tindakan dari pemerintah atas permintaan yang diajukan oleh warga setempat untuk jaringan air bersih ini.

    “Kurang kebih 12 tahun dari dulu saya mulai aktif dengan para tokoh, sudah mengajukan dari Desa, Kabupaten kecamatan tapi belum ada,” jelas Latip.

    Latip berkata, adanya bantuan sumur air bersih dari Ganjar Pranowo ini bisa memberikan manfaat kepada 1.300 warga 9 RT dari 3 Dusun di Desa Muncang.

    Baca: Maraknya bisnis air minum kemasan bukti adanya krisis air global

    Sementara, Ganjar Pranowo menuturkan kedatangannya di Desa Muncang untuk meninjau langsung sumur air bersih yang ada di sana.

    Ganjar menyinggung seikit awal mula bantuan itu diberikan kepada warga Desa Muncang. Kala masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar mendapatkan keluhan dari salah satu warga Desa Muncang yang menemuinya.

    “Dulu ada pak Kiai datang bertemu saya ngobrol tentang kondisi desanya dan saya tanya dari mana Tasikmalaya oh jauh sekali. Terus cerita kondisi sudah lama gak dapat air karena gak ada, terus berceritalah kondisi yang ada dan tentu dengan segala kondisinya yuk kita ikhtiar,” tuturnya.

    Baca: Tantangan menerapkan infrastruktur ramah lingkungan

    Ganjar Pranowo berharap bantuan akses air bersih tersebut bisa memberikan dampak yang besar bagi warga sekitar. Apalagi selama 12 tahun ini mereka tidak mendapatkan akses air bersih.

    “Tadi cerita kurang lebih 12 tahun menunggu. Air bersih menjadi pokok sangat penting jadi sumber kehidupan dan saudara-saudara kita nyarinya jauh di sini,” tandas Ganjar Pranowo

  • Besok Kota Tasikmalaya Genap Berumur 22 Tahun, Pernah Jadi Ibukota Jawa Barat

    Besok Kota Tasikmalaya Genap Berumur 22 Tahun, Pernah Jadi Ibukota Jawa Barat

    7cloud.asia – Kota Tasikmalaya, Jawa Barat akan genap berusia 22 tahun pada Selasa besok, 17 Oktober 2023.

    Untuk memeriahkan peringatan hari jadi Kota Tasikmalaya akan digelar Tasik Oktober Festival (TOF) yang diramaikan dengan puluhan kegiatan.

    Salah satu helatan untuk meramaikan jadi Kota Tasikmalaya adalah Pasanggiri Helaran Budaya, yang rencananya dimeriahkan pawai jampana masyarakat, fashion carnival, 1.000 ambu midang, festival payung geulis, serta festival baso.

    Kota Tasikmalaya sendiri menyimpang sejarah panjang dan pernah menjadi ibukota provinsi Jawa Barat di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Kota Tasikmalaya juga menjadi tempat penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera merah putih

    Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa usia Kota Tasikmalaya masih sangat muda padahal Tasikmalaya sudah ada sejak lama.

    Baca: Sejarah panjang tatar Sunda atau Jawa Barat

    Ini karena, Kota Tasikmalaya merupakan pemekaran dari Kabupaten Tasikmalaya, yang secara resmi dibentuk pada tanggal 17 Oktober 2001, melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

    Secara administratif, Kota Tasikmalaya membawahi 8 kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 69 kelurahan.

    Awalnya Kota Tasikmalaya adalah ibukota Kabupaten Tasikmalaya. Nah Kabupaten Tasikmalaya inilah yang sudah ada sejak berabad silam.

    Sejarah Tasikmalaya dimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya, diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung.

    Baca: Mengapa Banten dipisah dari Provinsi Jawa Barat

    Dilansir wikipedia.com, kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan Galuh) atau dengan kata lain raja baru dianggap sah bila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung.

    Berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya, kerajaan ini bernama Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111.

    Penguasa pertama Kerajaan Galunggung adalah Batari Hyang,  Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksakanda ng Karesian.

    Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada zaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran. Kerajaan Galunggung ini bertahan sampai 6 raja berikutnya yang masih keturunan Batari Hyang.

    Baca: Sejarah Kota Bandung, mengapa jadi ibukota Jawa Barat

    Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakerta dengan ibu kota di Dayeuh Tengah (sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa, Tasikmalaya), yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran.

    Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sezaman dengan Prabu Siliwangi.

    Dalem Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sezaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M) Raja Pajajaran yang menggantikan Prabu Siliwangi.

    Pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa kedudukan Pajajaran sudah mulai terdesak oleh gerakan kerajaan Islam yang dipelopori oleh Cirebon dan Demak.

    Sunan Gunung Jati sejak tahun 1528 berkeliling ke seluruh wilayah tanah Sunda untuk mengajarkan Agama Islam.

    Baca: Mengenal uniknya tradisi Seba, masyarakat Badui

    Ketika Pajajaran mulai lemah, daerah-daerah kekuasaannya terutama yang terletak di bagian timur berusaha melepaskan diri.

    Diperkirakan, saat itu Dalem Sukakerta atau Dalem Sentawoan sudah menjadi penguasa Sukakerta yang merdeka, lepas dari Pajajaran dan sudah masuk Islam.

    Dalam perjalanannya Tasikmalaya mencatat beberapa peristiwa penting bersejarah antara lain:

    Pemberontakan melawan penjajahan Jepang yang dipimpin oleh K.H.Zaenal Mustofa di Singaparna.
    Pelucutan senjata KOMPETAI oleh para pemuda Tasikmalaya
    Penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera merah putih dari Pangkalan Udara Cibeureum dilakukan oleh pilot Adi Sutjipto dan Basyir Surya.

    Baca: Seperti ini asal usul nama Kota Jogja

    Lahirnya Divisi Siliwangi juga terjadi di Tasikmalaya, pun pemberangkatan hijrahnya pemerintahan sementara ke Yogyakarta saat masa kemerdekaan.

    Tasikmlaya jug apernah menjadi pusat Pemerintahan Jawa Barat di pengungsian di Cipicung Culamega.

    Kongres pertama Koperasi Indonesia yang melahirkan Hari Koperasi 12 Juli.
    Lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesata (HANKAMRATA).

    Selain itu ada beberapa peristiwa penting yang patut diketahui antara lain, peristiwa meledaknya pabrik mesiu DAHANA tanggal 5 Maret 1976 serta meletusnya Gunung Galunggung tanggal 5 April 1982.

    Esti Utami, dari berbagai sumber.

     

  • Karnaval Budaya Ramaikan HUT ke 22 Kota Tasikmalaya

    Karnaval Budaya Ramaikan HUT ke 22 Kota Tasikmalaya

    7cloud.asia – Ribuan warga sejak Sabtu (22/10/2023) pagi tumpah memenuhi sejumlah ruas jalan di Kota Tasikmalaya. Mereka larut dalam karnaval budaya dalam rangka HUT Kota Tasik ke-22.

    Pantauan 7cloud.asia, ribuan masyarakat menyemut di sisi kanan dan kiri jalan HZ. Mustofa menyaksikan peserta karnaval budaya yang menampilkan kostum unik khas Tasikmalaya.

    Lilis, salah seorang warga Tasikmalaya yang menyaksikan karnaval mengatakan dirinya bersama keluarga terhibur dengan karnaval ini.

    “Bagus ya, sering-sering aja seperti ini. Semoga Tasikmalaya menjadi kota yang sukses, lebih maju, masyarakatnya kenal budaya,” katanya.

    Dalam acara itu, setiap kelurahan dan dinas menampilkan kesenian dengan menggunakan kostum yang menarik.

    Baca: Tasikmalaya, pernah menjadi ibukota Jawa Barat

    Ada yang menggunakan kebaya lengkap sambil membawa payung geulis, ada yang membawa sapi tiruan diiringi oleh warga yang mengenakan kostum pengembala sapi dan berbagai atraksi lainnya.

    Pantauan 7cloud.asia, ribuan masyarakat meyemut di sisi kanan dan kiri jalan HZ. Mustofa menyaksikan

    Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana menjelaskan acara ini diikuti oleh perwakilan dari 69 kelurahan yang ada di Kota Tasikmalaya.

    “Kalau per kelurahan minimal 100 orang, berarti sudah ada 6.900 orang. Kami perkiraan ada 10 ribu orang yang ikut dalam helaran budaya ini,” ungkapnya kepada wartawan.

    Baca: Temukan suasana Malioboro di Jalan Cihideung Tasikmalaya

    Tema kegiatan kali hirup apik bebarengan. Artinya, yang ditampilkan dalam kegiatan itu adalah hasil kolaborasi antara masyarakat dengan stakeholder pemerintah.

    Sementara itu, PJ. Walikota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengaku kaget dengan antusias warga Tasikmalaya yang datang menyaksikan acara karnaval ini.

    “Antusias masyarakat sangat tinggi, kita mengapresiasi seluruh kontribusinya, seluruh masyarakat kota Tasik, seluruh sponsor, seluruh kontributor terutama masyarakat yang udah ikut serta dalam pagelaran hari ini,” urainya.

    Menurutnya dengan adanya karnaval ini, membuktikan bahwa warga Tasikmalaya kreatif menampilkan berbagai macam jenis kostum dan kesenian daerah lainnya.

    “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Kalau hari ini kita menghargai budaya berarti hari ini kita mau menuju bangsa yang besar. Kota Tasik yang nanti insya Allah jadi kota yang maju,” jelas Cheka.

    Baca: Pengelolaan buruk di Jalan Cihideung Tasikmalaya

    Selain itu Cheka juga mengatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadikan acara karnaval ini sebagai kegiatan nasional.

    Hal ini agar karnaval budaya Kota Tasikmalaya dapat dikenal luas serta  dinikmati oleh masyarakat seluruh Indonesia.

    Selain menamilkan karnaval budaya, pemkot Tasik juga menyediakan 12 ribu bakso gratis untuk dimakan bersama warga.

    Pembagian bakso gratis ini  salah satu upaya pemerintah untuk membuat warga kota Tasik bahagia.

    “Untuk membuat masyarakat bahagia dulu. Dengan bahagia kita bisa mencari nafkah lebih baik, mencari sumber penghasilan lebih baik. sehingga pertumbuhan ekonominya semakin tinggi dan masyarakat sejahtera,” harap Cheka.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kasus DBD di Tasikmalaya Capai 215, Satu Anak Meninggal

    Kasus DBD di Tasikmalaya Capai 215, Satu Anak Meninggal

    7cloud.asia – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terus bertambah.

    Sejak Januari hingga 13 Maret 2024 jumlah kasus DBD tercatat 215 kasus. Satu diantaranya meninggal dunia.

    Melansir Detik.com, Kabid Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Iyen Nuryani mengatakan data kasus DBD berasal dari setiap puskesmas.

    Selanjutnya Iyen menjelaskan pasien yang meninggal tersebut adalah pasien anak berasal dari Rajapolah. Pasien tersebut terlambat mendapat penanganan karena dianggap sembuh.

    “Yang meninggal dunia merupakan warga Rajapolah, itu karena saat sakit akibat DBD ada penurunan suhu badan, sehingga dianggap sembuh padahal itu awal mulanya ada penurunan trombosit,” ungkap Iyen.

    Baca: Puncak DBD diperkirakan bulan April

    Berdasarkan data dari RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya menyebut sebanyak 14 pasien DBD yang tengah menjalani perawatan. Enam pasien di antaranya merupakan pasien anak.

    “Ada 8 pasien dewasa dan 6 pasien anak. Semua dirawat di RSUD SMC,” ujar dr Sudaryan, Kasie Pelayanan Medik RSUD SMC.

    Sementara kasus DBD di Propinsi Jawa Barat hingga 8 Maret 2024,tercatat 7.654 kasus.

    Daerah dengan kasus tertinggi adalah Kota Bogor 800 kasus, Kabupaten Bandung Barat 800 kasus dan  Subang 700 kaaus.

    Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi, dari jumlah kasus tersebut, jumlah kematian sebanyak 71 kasus kematian.

    Baca: Kasus DBD di wilayah Jakarta Selatan meningkat hingga 100 persen

    Vini menjelaskan, perubahan cuaca menjadi faktor utama banyaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD. Kalau tidak ada nyamuk itu, tidak akan menular.

    “Perkembangbiakan nyamuk juga didukung karena faktor lingkungan yang kurang baik,” jelas Vini.

    Karena itu, lanjut Vini, perlu dilakukan pencegahan dengan membuat lingkungan lebih bersih dan rapi, selain penanganan yang lainnya.

    “Tentu pencegahan dengan menabur serbuk abate, pengasapan, itu juga baik, tetapi yang utama adalah dengan 3M Plus. Masyarakat harus terus diedukasi untuk itu,” tegasnya.

    Baca: Pro kontra mencegah DBD dengan nyamuk berbakteri wolbachia 

    3M Plus itu menurut Vini selain menguras, menutup dan mendaur ulang, juga menanam ikan di kolam-kolam. 

    Masyarakat juga disarankan untuk menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti lavender, sereh dan lain-lain, atau menggunakan obat penangkal nyamuk di badan.

    Imbauan tersebut kata Vini sudah dibuat surat edarannya ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota sejak Desember 2023 lalu, untuk disebarluaskan kepada masyarakat.

    “Selain membuat surat edaran, Dinkes Jabar juga melakukan updating keilmuan untuk para dokter tentang perkembangan kasus demam berdarah, terkait tanda bahaya, ciri-ciri dan penanganannya,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani