Kasus DBD di Tasikmalaya Capai 215, Satu Anak Meninggal

Written by

in

7cloud.asia – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terus bertambah.

Sejak Januari hingga 13 Maret 2024 jumlah kasus DBD tercatat 215 kasus. Satu diantaranya meninggal dunia.

Melansir Detik.com, Kabid Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Iyen Nuryani mengatakan data kasus DBD berasal dari setiap puskesmas.

Selanjutnya Iyen menjelaskan pasien yang meninggal tersebut adalah pasien anak berasal dari Rajapolah. Pasien tersebut terlambat mendapat penanganan karena dianggap sembuh.

“Yang meninggal dunia merupakan warga Rajapolah, itu karena saat sakit akibat DBD ada penurunan suhu badan, sehingga dianggap sembuh padahal itu awal mulanya ada penurunan trombosit,” ungkap Iyen.

Baca: Puncak DBD diperkirakan bulan April

Berdasarkan data dari RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya menyebut sebanyak 14 pasien DBD yang tengah menjalani perawatan. Enam pasien di antaranya merupakan pasien anak.

“Ada 8 pasien dewasa dan 6 pasien anak. Semua dirawat di RSUD SMC,” ujar dr Sudaryan, Kasie Pelayanan Medik RSUD SMC.

Sementara kasus DBD di Propinsi Jawa Barat hingga 8 Maret 2024,tercatat 7.654 kasus.

Daerah dengan kasus tertinggi adalah Kota Bogor 800 kasus, Kabupaten Bandung Barat 800 kasus dan  Subang 700 kaaus.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi, dari jumlah kasus tersebut, jumlah kematian sebanyak 71 kasus kematian.

Baca: Kasus DBD di wilayah Jakarta Selatan meningkat hingga 100 persen

Vini menjelaskan, perubahan cuaca menjadi faktor utama banyaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD. Kalau tidak ada nyamuk itu, tidak akan menular.

“Perkembangbiakan nyamuk juga didukung karena faktor lingkungan yang kurang baik,” jelas Vini.

Karena itu, lanjut Vini, perlu dilakukan pencegahan dengan membuat lingkungan lebih bersih dan rapi, selain penanganan yang lainnya.

“Tentu pencegahan dengan menabur serbuk abate, pengasapan, itu juga baik, tetapi yang utama adalah dengan 3M Plus. Masyarakat harus terus diedukasi untuk itu,” tegasnya.

Baca: Pro kontra mencegah DBD dengan nyamuk berbakteri wolbachia 

3M Plus itu menurut Vini selain menguras, menutup dan mendaur ulang, juga menanam ikan di kolam-kolam. 

Masyarakat juga disarankan untuk menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti lavender, sereh dan lain-lain, atau menggunakan obat penangkal nyamuk di badan.

Imbauan tersebut kata Vini sudah dibuat surat edarannya ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota sejak Desember 2023 lalu, untuk disebarluaskan kepada masyarakat.

“Selain membuat surat edaran, Dinkes Jabar juga melakukan updating keilmuan untuk para dokter tentang perkembangan kasus demam berdarah, terkait tanda bahaya, ciri-ciri dan penanganannya,” jelasnya.

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *