Tag: terminal

  • Perpanjangan Waktu Operasional TransJakarta di 4 Terminal Ditunda

    Perpanjangan Waktu Operasional TransJakarta di 4 Terminal Ditunda

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menunda perpanjangan waktu operasional layanan non-bus raya terpadu (BRT) dan Mikrotrans yang melayani empat terminal, yakni Terminal Tanjung Priok, Terminal Kalideres, Terminal Pulo Gebang dan Terminal Kampung Rambutan​​​​​​.

    Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta Ayu Wardhani mengatakan, pihaknya berencana memberlakukan perpanjangan waktu layanan mulai hari Sabtu (21/12/2024) ini dari semula hingga pukul 22.00 WIB menjadi 23.00 WIB.

    Kebijakan perpanjangan waktu operasi TransJakarta ini dimaksudkan untuk memudahkan mobilisasi warga saat periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

    Baca: TransJakarta Sudah Operasikan 200 Bus Listrik

    Namun, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, dia mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menundanya.

    “Penundaan sementara ini dilakukan sementara waktu, untuk penyesuaian kebutuhan dan layanan kepada pelanggan,” kata Ayu.

    Kendati begitu, masyarakat yang ingin berkegiatan menuju dan dari keempat terminal tersebut tetap dapat memanfaatkan layanan Transjakarta, melalui 14 koridor utama yang telah beroperasi selama 24 jam.

    Sebelumnya, Transjakarta menyebutkan sejumlah rute BRT, non-BRT dan Mikrotrans di Terminal Tanjung Priok, Terminal Kalideres, Terminal Pulo Gebang dan Terminal Kampung Rambutan, diperpanjang jam layanannya.

    Baca: PT TransJakarta operasikan Halte Monas sebagai halte transit

    Bila semula jam layanan rute-rute melayani keempat terminal tersebut pukul 05.00-22.00 WIB menjadi hingga pukul 23.00 WIB.

    Rute-rute ini antara lain yang melayani Terminal Tanjung Priok yaitu:
    1. Koridor 10 (Tanjung Priok-PGC),
    2. Koridor 10A (Rusun Marunda-Tanjung Priok),
    3. Koridor 10D (Kampung Rambutan-Tanjung Priok),
    4. Koridor 10H (Tanjung Priok-Bundaran Senayan).

    Juga Koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit), Rute 14B (Tanjung Priok-Senen via JIS), JAK.115 (Terminal Tanjung Priok-Pegangsaan II IGI), JAK.117 (Tanjung Priok-Tanah Merdeka), JAK.15 (Terminal Tanjung Priok-Rusun Marunda).

    Selanjutnya, yang melayani Terminal Kalideres yaitu Koridor 3 (Kalideres-Monas via Veteran), Rute 3A (Rusun Pesakih-Kalideres), Rute 3F (Kalideres-Senayan Bank DKI), JAK.50 (Kalideres-Puri Kembangan), JAK.52 (Kalideres-Muara Angke) dan SH21 (Kalideres-Perkantoran Soekarno-Hatta.

  • Pola Transportasi Masyarakat Berubah, Keberadaan Terminal Besar Perlu Dievaluasi

    Pola Transportasi Masyarakat Berubah, Keberadaan Terminal Besar Perlu Dievaluasi

    7cloud.asia – Era digital turut mengubah pola transportasi masyarakat. Saat ini semakin banyak yang beralih ke layanan angkutan berbasis daring sehingga keberadaan terminal bus besar makin jarang dibutuhkan.

    Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPR, Hanan A. Rozak, dalam Rapat Kerja Komisi V DPR bersama Menteri Perhubungan terkait Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

    Dalam kesempatan itu, Hanan menyoroti keberadaan terminal tipe A yang telah dibangun, tetapi tidak termanfaatkan secara optimal akibat perubahan pola transportasi masyarakat.

    Karena itu, Hanan meminta Kementerian Perhubungan untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap terminal-terminal tipe A di seluruh Indonesia yang telah dibangun pada tahun-tahun anggaran sebelumnya, sebelum memulai pembangunan baru pada 2026.

    “Saya lihat di 2026 ada pembangunan terminal-terminal tipe A. Sebelum ini direalisasikan, saya mohon terminal-terminal yang sudah terbangun di tahun-tahun sebelumnya ini tolong dievaluasi,” ujarnya.

    Baca: Revitalisasi Terminal Baranangsiang Bogor

    Ia mencontohkan kondisi terminal di daerah kediamannya di Lampung yang saat ini tampak tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

    Menurutnya, banyak terminal besar kini sepi dan kosong karena pergeseran sistem transportasi yang beralih ke layanan angkutan berbasis daring.

    Akibatnya, kendaraan umum seperti bus tidak lagi masuk ke terminal, dan malah berhenti di simpang-simpang jalan untuk menjemput penumpang.

    “Investasi beratus-ratus miliar, tapi terminalnya kosong. Mohon maaf, saya sampaikan ada terminal dekat kediaman saya di Lampung, terminalnya besar, sekarang kosong, tidak digunakan bus-bus. Mobil-mobil kecil malah parkirnya di perempatan-perempatan untuk jemput penumpang,” tegas Hanan.

    Baca: Reformasi transportasi publik di Kota Bandung akan hapus sistem trayek

    Ia pun mendesak agar fenomena ini dikaji lebih mendalam untuk mengetahui akar permasalahan dan memastikan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi betul-betul tepat guna.

    Meski demikian, Hanan A. Rozak menyatakan dukungan terhadap usulan tambahan anggaran sebesar Rp13,2 triliun untuk Kementerian Perhubungan dalam RKA 2026.

    Ia menilai kebutuhan ideal Kemenhub mencapai Rp48 triliun, sementara pagu indikatif baru sebesar Rp24 triliun lebih.

    “Kami sangat mendukung usulan tambahan Rp13,2 triliun untuk 2026. Supaya kerja Kementerian Perhubungan bisa maksimal dan optimal, ini perlu kita perjuangkan, terutama kawan-kawan di Badan Anggaran dari Komisi V,” pungkas politisi Partai Golkar ini.

    Baca: Save The Children kampanyekan naik transportasi publik