Tag: ternate

  • Banjir Bandang Terjang Ternate, 14 Orang Meninggal

    Banjir Bandang Terjang Ternate, 14 Orang Meninggal

    7cloud.asia – Banjir bandang melanda Kecamatan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Minggu (25/08/2024) dini hari. Sebanyak 14 orang meninggal dan 2 orang lainnya selamat.

    “Empat belas meninggal dunia dan dua orang selamat,” ujar Direktur Operasi Basarnas, Edy Prakoso.

    melansir Antaranews, Edy menjelaskan data ini masih bersifat sementara dari personel SAR gabungan yang berada di lokasi. Jumlah korban kemungkinan dapat bertambah pula.

    Menurut Edy, saat ini tim SAR gabungan masih berupaya melakukan proses evakuasi sejumlah warga dari material bangunan yang roboh akibat diterjang banjir bandang pada pukul 03.30 WIT dini hari tadi.

    Baca: Banjir hingga 2 meter melanda Gorontalo

    Tim SAR gabungan tersebut terdiri dari personel Kantor SAR Ternate, TNI, Polri, BPBD, Tagana Pemerintah Kota Ternate, relawan dan warga Kelurahan Rua.

    Untuk melakukan evakuasi korban, kantor SAR Ternate mengerahkan dua unit mobil rescue, peralatan evakuasi, medis dan komunikasi.

    Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang merasa ada anggota keluarganya hilang setelah bencana tadi dapat melapor ke petugas gabungan di lokasi bencana yang dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Ternate, Fathur Rahman.

    Sementara itu, kondisi cuaca di Kecamatan Rua, Kota Ternate hari ini hujan dengan intensitas ringan dengan angin berkecepatan 2-6 knots dari arah selatan.

     

  • Pasca Banjir Bandang Rua: Pemerintah Kota Ternate Tetapkan Masa Tanggap Darurat selama Dua Pekan

    Pasca Banjir Bandang Rua: Pemerintah Kota Ternate Tetapkan Masa Tanggap Darurat selama Dua Pekan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang yang terjadi di Rua, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate selama dua pekan.

    Status tanggap darurat itu dilakukan untuk memudahkan langkah evakuasi dan mitigasi pasca becana banjir bandang yang menewaskan 13 orang tersebut.

    Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, penetapan tanggap darurat bencana di Ternate dilakukan setelah pihaknya mendapatkan masukan dari berbagai pemangku kebijakan.

    Status tanggap darurat bencana dilakukan untuk mempermudah tim evakuasi korban bencana yang saat ini masih bekerja.

    Langkah tanggap darurat juga untuk mengantisipasi dampak buruk yang ditimbulkan dari kegiatan penyelamatan akibat bencana banjir bandang.

    “Status ini kami putuskan mulai hari ini dan untuk dua minggu ke depan. Saat ini Pemerintah fokus pada penanganan evakuasi korban. Apalagi laporan lapangan masih ada korban jiwa yang belum di evakuasi,” kata Rizal dikutip Tempo.co, 25 Agustus 2024.

    Baca: BNPB kirim tim gabungan ke Ternate

    Menurut Rizal, sebagai langkah cepat dalam mengevakuasi bencana banjir di Rua, Pemerintah Kota Ternate sudah mengerahkan personel dan sejumlah alat berat untuk membantu melakukan pembersihan material tanah berlumpur dan batuan yang menimbun jalan.

    Pemerintah Kota Ternate juga mulai mengidentifikasi kerugian akibat bencana banjir bandang yang memicu timbunan lumpur hingga lebih 2 meter.

    “Sementara ini sedang kami kerjakan. Kami saat ini masih fokus bagaimana melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban yang sementara ini diduga masih tertimbun,” lanjut Rizal.

    Bram Madya Temara, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Pencarian Pertolongan Basarnas Ternate mengatakan, hingga saat ini sudah 11 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Ternate Pulau, Kota Ternate.

    Dari jumlah itu 10 korban telah dievakuasi ke rumah Sakit Chasan Boesoirie Ternate, dan Rumah Sakit Tentara. Selain itu, terdapat dua orang selamat dan telah dievakuasi.

    “Ada satu korban meninggal yang sementara dievakuasi. Tim SAR bersama warga dan aparat TNI dan kepolisian masih melakukan penggalian. Sampai saat ini sudah 11 orang meninggal,” kata Bram kepada Tempo, Minggu (25/8/2024).

    Baca: Kegiatan pariwisata berdampak buruk pada kondisi lingkungan di Bromo 

    Data yang dihimpun Tempo, 11 korban meninggal dunia adalah Ila Abas, Roman Djais, Minanti Musa, Hasyim M Dzen, Tasira Cahya Ramadan yang merupakan mahasiswa IAIN Ternate yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kelurahan Rua.

    Sedangkan 4 korban lainnya telah dievakuasi untuk di identifikasi dan satu orang masih pada tahap penggalian karena tertimbun lumpur.

  • Tim Gabungan Mulai Menormalisasi Aliran Sungai Rua di Ternate

    Tim Gabungan Mulai Menormalisasi Aliran Sungai Rua di Ternate

    7cloud.asia – Tim gabungan bidang rehabilitasi penanggulangan bencana Rua, intensif melakukan normalisasi aliran Sungai Rua, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut).

    Normalisasi Sungai Rua ini untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir bandang yang bisa merusak infrastruktur di kawasan itu.

    Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang di Sungai Rua pekan lalu telah mengakibatkan puluhan rumah rusak dan belasan warga meninggal dunia.

    “Kami melakukan normalisasi kali mati di Rua ini agar air turun dari hulu tidak lagi ke luar hingga ke permukiman warga dan akses jalan, sehingga saluran yang dibangun dengan panjang sekitar 300 meter dengan kedalaman hingga 3 meter bisa mengantisipasi banjir saat hujan deras,” kata Kadis PUPR Kota Ternate, Rus’an M Nur di Ternate, Sabtu (31/8/2024).

    Baca: BNPB kirim tim gabungan ke lokasi banjir bandang Ternate

    Dia menyebut, untuk mengantisipasi meluapnya air saat hujan deras, normalisasi aluran Sungai Rua memiliki lebar sekitar 2 hingga 3 meter, sehingga air yang turun dari hulu hingga ke pantai tidak lagi meluap ke permukiman warga setempat.

    Di samping itu, berdasarkan hasil kajian dan analisa tim geologi, rumah yang rusak akibat dihantam banjir bandang ini tidak lagi dibangun berbagai sarana infrastruktur permukiman warga, tetapi dibangun aliran sungai dan jembatan.

    Bahkan, tim gabungan bidang rehabilitasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut, BPPW Malut, BPJN Malut serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate telah menutup jalur belokan air, agar Ketika hujan deras tidak terjadi lagi luapan air hingga ke jalan utama.

    Sedangkan, Pemkot Ternate akan terus lakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga, dan hasil informasi yang kita himpun dari warga terdampak banjir Rua ini, mereka tidak mau lagi tinggal di lokasi banjir.

    Baca: BNPB tetapkan masa tanggap darurat di lokasi banjir bandang Ternate

    Sebelumnya, Pemkot Ternate akan bergerak cepat, agar para pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda-tenda pengungsian atau bersama keluarga mereka.

    Sekkot Ternate, Rizal Marsaoly sebelumnya, menyatakan, Pemkot Ternate harus hadir untuk memberi jaminan ke mereka untuk mendapatkan hunian yang layak dan representatif.

    Pemkot Ternate juga akan melakukan relokasi warga didahului dengan proses pendataan terlebih dahulu. Pihak BWS juga akan membuka jalur air baru dengan masing-masing radius 50 meter dari talud yang dibangun.

    Sehingga dari radius 50 meter kiri dan kanan itu akan dibuat lahan terbuka hijau atau dibuat lapangan bola/basket dan warga tidak perlu kembali dan bangun rumah di Kawasan tersebut.

    Tidak hanya relokasi, pihak BPJN juga akan membuat jembatan darurat sementara, karena normalisasi material itu sudah harus dipotong untuk mengembalikan fungsi kali mati.

    Sumber:Antaranews.com