Pasca Banjir Bandang Rua: Pemerintah Kota Ternate Tetapkan Masa Tanggap Darurat selama Dua Pekan

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang yang terjadi di Rua, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate selama dua pekan.

Status tanggap darurat itu dilakukan untuk memudahkan langkah evakuasi dan mitigasi pasca becana banjir bandang yang menewaskan 13 orang tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, penetapan tanggap darurat bencana di Ternate dilakukan setelah pihaknya mendapatkan masukan dari berbagai pemangku kebijakan.

Status tanggap darurat bencana dilakukan untuk mempermudah tim evakuasi korban bencana yang saat ini masih bekerja.

Langkah tanggap darurat juga untuk mengantisipasi dampak buruk yang ditimbulkan dari kegiatan penyelamatan akibat bencana banjir bandang.

“Status ini kami putuskan mulai hari ini dan untuk dua minggu ke depan. Saat ini Pemerintah fokus pada penanganan evakuasi korban. Apalagi laporan lapangan masih ada korban jiwa yang belum di evakuasi,” kata Rizal dikutip Tempo.co, 25 Agustus 2024.

Baca: BNPB kirim tim gabungan ke Ternate

Menurut Rizal, sebagai langkah cepat dalam mengevakuasi bencana banjir di Rua, Pemerintah Kota Ternate sudah mengerahkan personel dan sejumlah alat berat untuk membantu melakukan pembersihan material tanah berlumpur dan batuan yang menimbun jalan.

Pemerintah Kota Ternate juga mulai mengidentifikasi kerugian akibat bencana banjir bandang yang memicu timbunan lumpur hingga lebih 2 meter.

“Sementara ini sedang kami kerjakan. Kami saat ini masih fokus bagaimana melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban yang sementara ini diduga masih tertimbun,” lanjut Rizal.

Bram Madya Temara, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Pencarian Pertolongan Basarnas Ternate mengatakan, hingga saat ini sudah 11 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Ternate Pulau, Kota Ternate.

Dari jumlah itu 10 korban telah dievakuasi ke rumah Sakit Chasan Boesoirie Ternate, dan Rumah Sakit Tentara. Selain itu, terdapat dua orang selamat dan telah dievakuasi.

“Ada satu korban meninggal yang sementara dievakuasi. Tim SAR bersama warga dan aparat TNI dan kepolisian masih melakukan penggalian. Sampai saat ini sudah 11 orang meninggal,” kata Bram kepada Tempo, Minggu (25/8/2024).

Baca: Kegiatan pariwisata berdampak buruk pada kondisi lingkungan di Bromo 

Data yang dihimpun Tempo, 11 korban meninggal dunia adalah Ila Abas, Roman Djais, Minanti Musa, Hasyim M Dzen, Tasira Cahya Ramadan yang merupakan mahasiswa IAIN Ternate yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kelurahan Rua.

Sedangkan 4 korban lainnya telah dievakuasi untuk di identifikasi dan satu orang masih pada tahap penggalian karena tertimbun lumpur.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *