Tag: tidur

  • Apa yang Terjadi Saat Kita Tidak Cukup Tidur?

    Apa yang Terjadi Saat Kita Tidak Cukup Tidur?

    7cloud.asia – Apa yang akan terjadi pada seseorang jika mereka tidak mendapatkan waktu tidur yang mereka butuhkan? Hedya, usia 11 tahun, Australia

    Ini adalah pertanyaan yang sangat bagus Hedya, karena ini membuat kita berpikir tentang betapa pentingnya tidur. Sebenarnya, tidur adalah salah satu hal terpenting yang kita lakukan.

    Apa yang terjadi pada tubuh saat tidur?

    Saat kita tidur, tubuh kita benar-benar melakukan banyak pekerjaan. Dalam beberapa jam pertama, kita tidur sangat nyenyak. Saat itulah tubuh kita beristirahat dan memperbaiki diri serta mengisi cadangan energi untuk hari berikutnya.

    Pada waktu-waktu yang berbeda di malam hari, kita juga mengalami tidur yang lebih ringan. Ini termasuk sesuatu yang disebut tidur tidur REM (rapid eye movement) atau tidur bermimpi.

    Saat itulah mata seseorang berkedip dan bergerak, bahkan ketika terpejam. Selama jenis tidur ini, kita bermimpi. Otak kita sangat, sangat aktif.

    Ia sibuk menyortir dan mengatur informasi, menyimpan ingatan, dan bahkan memecahkan masalah. Jadi, ada banyak hal yang sangat penting yang terjadi saat kita tidur.

    Baca: Kenali penyebab dan gejala bipolar

    Lalu, apa yang terjadi jika kita tidak tidur?

    Hal pertama yang paling jelas yang terjadi ketika kita tidak tidur adalah kita mengantuk. Ketika kita tidak cukup istirahat, kita juga akan lebih sulit untuk menjadi aktif, melakukan sesuatu, atau bersemangat menghadapi berbagai hal.

    Tidak heran jika kurang tidur dapat membuat kita menjadi pemarah dan mudah tersinggung.

    Jika kita tidak mendapatkan tidur REM yang cukup, kita akan lebih sulit berkonsentrasi dan belajar. Kita jadi lebih sulit mengingat tugas sekolah dari hari ke hari. Semua hal ini membuat kita lebih sulit untuk melakukannya dengan baik di sekolah.

    Jadi, waktu tidur yang cukup sangatlah penting.

    Baca: Olah raga di sore hari bagus untuk penderita diabetes type 2

    Bagaimana jika saya tidak bisa tidur nyenyak?

    Jika kita tidak bisa tidur nyenyak dalam satu atau dua malam, kita mungkin bisa mengejar ketertinggalan. Tubuh dan otak kita akan pulih dan kita akan baik-baik saja.

    Tapi jika kita tidak memiliki waktu tidur yang cukup atau kualitas tidur yang buruk untuk waktu yang lama, itu berbeda. Karena tidur mengontrol begitu banyak aspek kesehatan kita, hal ini benar-benar dapat mengacaukan tubuh dan otak kita.

    Kita lebih mungkin untuk gagal dalam satu tahun di sekolah, menambah berat badan, menjadi depresi dan sakit dalam jangka waktu yang lama. Ini adalah beberapa contoh akibat dari kurang tidur.

    Jadi, sebaiknya kita mengatur pola tidur yang baik sejak dini agar hal itu tidak terjadi pada kita.

    Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental

    Berapa lama waktu tidur yang cukup?

    Tidak semua orang membutuhkan jumlah tidur yang sama persis. Tetapi orang-orang yang mempelajari tidur, seperti saya, berpikir bahwa seseorang dalam kelompok usia kamu, Hedya, biasanya membutuhkan antara sembilan hingga 11 jam per malam.

    Kita juga membutuhkan kualitas tidur yang baik. Ini berarti harus nyenyak, tanpa terlalu banyak terbangun di malam hari. Ini juga berarti kita harus memastikan kita tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.


    Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris

  • Kiat Tidur Cepat untuk Dapat Tidur Cukup dan Berkualitas

    Kiat Tidur Cepat untuk Dapat Tidur Cukup dan Berkualitas

    7cloud.asia – Tidur cukup dan berkualitas disebut besar pengaruhnya bagi kesehatan mental. 

    Namun, sebagian dari kita mungkin kesulitan untuk mendapatkan pola cara tidur cukup dan berkualitas baik karena kesibukan maupun karena kebiasaan.

    Buat kamu yang masuk dalam kelompok ini, sejumlah pakar menyebut, tidur cukup dan berkualitas itu bisa dilatih dengan membangun kebiasaan yang teratur.

    Baca: Tidur cukup menjadi rahasia sehat dan panjang umur

    Jadi tidak perlu khawatir  Di bawah ini terdapat beberapa kebiasaan sehari-hari untuk membangun pola tidur cukup dan berkualitas: 

    1. Membuat jadwal tidur dan bangun tidur yang teratur setiap hari termasuk di akhir pekan dan menghindari perbedaan waktu tidur yang mencapai lebih dari 1 jam antar hari.

    2. Menghindari makan besar di dekat waktu tidur. Jika dirasa perlu, pilih kudapan ringan yang sehat.

    Baca: Ini yang terjadi jika kita tak tidur cukup

    3. Memperbanyak aktivitas fisik dan sebisa mungkin meluangkan waktu di luar ruangan.

    4. Menghindari tidur siang di sore hari dan batasi waktu tidur siang maksimal 20 menit.

    5. Menjaga ruang tidur sejuk, gelap, dan tenang.

    Baca: Mengapa obat tidur tidak disarankan dikonsumsi dalam waktu yang lama

    6. Jadikan tempat tidur hanya untuk tidur dan bukan untuk aktivitas lainnya.

    7. Singkirkan semua alat elektronika satu jam sebelum tidur

    8. Singkirkan semua hal yang membebani pikiran. Kita bisa melatihnya dengan meditasi atau fokus dan mengatur nafas.  

  • Simak! Waktu Tidur Ideal dan Kapan Waktunya

    Simak! Waktu Tidur Ideal dan Kapan Waktunya

    7cloud.asia – Tidur menjadi salah satu faktor penting bagi kondisi kesehatan seseorang. Namun, banyak orang mengabaikan hal ini.

    Tidur teratur, kurang tidur ataupun tidur yang tidak berkualitas akan berpengaruh besar pada daya tahan tubuh seseorang.

    Nah, untuk tidur berkualitas ini Ketua Umum Terpilih PP Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra membagikan kiatnya.

    Ia mengemukakan bahwa sebaik-baiknya waktu untuk tidur malam adalah dari pukul 20.00 atau 21.00 sampai pukul 04.00 atau 05.00.

    “Tidur yang berkualitas normalnya antara lima sampai delapan jam per hari, dan sebaik-baiknya waktu untuk istirahat itu adalah pada pukul delapan atau sembilan sampai pukul empat atau lima subuh,” kata Hermawan kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Dia menyampaikan bahwa pola dan rentang waktu tidur setiap orang bisa berbeda tergantung pada kondisi fisik dan biologisnya.

    Namun, ia mengatakan, mengupayakan untuk tidur antara lima sampai delapan jam per hari dari sekitar pukul 20.00 atau 21.00 sampai pukul 04.00 atau 05.00 lebih baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Hermawan mengemukakan, kebiasaan bangun dini hari untuk sahur selama menunaikan ibadah puasa pada bulan Ramadhan bisa membantu upaya pengaturan waktu tidur yang lebih baik, karena membuat tubuh mengaktifkan semacam alarm alami untuk bangun pada waktu-waktu tersebut.

    Menurut dia, pola tidur yang baik dapat diwujudkan dengan membiasakan bangun lebih pagi, menghindari tidur terlalu malam, dan menerapkan pola makan yang sehat.

    Ia menekankan bahwa pola tidur yang baik dan tidur yang berkualitas penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

    “Membuat tubuh kita juga akan lebih segar, rileks…,” katanya.

    Sementara, buat mereka yang punya keluhan susah tidur, Psikolog klinis Kate Kaplan, PhD dari Stanford University School of Medicine punya metode dari hasil penelitiannya.

    Dia menyampaikan bahwa ketika tidak sibuk atau mengalami stres karena tekanan dari luar pada siang hari pun, pikiran bisa berpacu pada malam hari karena kecenderungan orang menghabiskan waktu dengan distraksi-distraksi dari luar yang menyibukkan pikiran.

    Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah pikiran berpacu pada malam hari, yakni menetapkan waktu tidur rutin.

    Melakukan hal yang sama sebelum tidur setiap malam memberikan sinyal pada otak bahwa sudah waktunya istirahat, sehingga tubuh bisa lebih mudah tertidur.

    Kaplan mengatakan bahwa melakukan kegiatan rutin yang menenangkan dan menyenangkan sebelum jam tidur juga dapat membantu.

    Menghindari terlalu banyak rangsangan dengan berhenti menggunakan ponsel dan laptop serta mematikan TV, mandi atau berendam menggunakan air hangat, melakukan rutinitas perawatan kulit, dan menikmati secangkir teh dapat membantu menghadirkan ketenangan sebelum tidur.

    Sumber: Antaranews.com

  • Dear Pekerja, Tidur Cukup Bagus untuk Kesehatan Fisik dan Mental

    Dear Pekerja, Tidur Cukup Bagus untuk Kesehatan Fisik dan Mental

    7cloud.asia – Menjalankan aktivitas cukup tidur dan berkualitas tidak boleh terlewatkan karena kegiatan itu dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang.

    Researcher & Health Educator Nutrifood Research Center Rendy Dijaya seperti tertulis dalam jurnal NutriClassNews Vol. 59 mengatakan, Jurnal JAMA Psychiatry terdapat data yang menunjukkan bahwa pola tidur night owls terkait dengan risiko depresi hingga 2 kali lebih tinggi.

    “Tetapi mengingat kondisi kesehatan mental juga dapat mempengaruhi pola tidur, sulit menentukan mana yang menjadi penyebab dan mana yang menjadi akibat dari kedua faktor ini,” katanya dikutip Antaranews.com beberapa waktu lalu.

    Istilah night owls mengacu untuk orang-orang yang tidur lebih larut namun bangun tidur lebih siang.

    Sedangkan istilah early birds mengacu untuk mereka yang terbiasa tidur lebih awal namun bangun lebih pagi.

    Baca Juga: Simak! Waktu Tidur Ideal dan Kapan Waktunya

    Data lain pada tahun 2018 menunjukkan bahwa para early birds memiliki risiko depresi lebih rendah hingga 27%.

    Hal ini kemudian mendorong penelitian lebih lanjut yang menemukan bahwa memajukan waktu tidur 1 jam lebih awal dengan durasi tidur yang tetap dapat membantu menurunkan risiko depresi hingga 23%.

    Semisal seseorang yang terbiasa tidur pukul 1 pagi dan bangun pukul 8 pagi, kemudian mengubah jam tidur menjadi pukul 12 malam dan bangun pukul 7 pagi, maka risiko depresi teramati lebih rendah.

    Jika waktu tidur dimajukan 2 jam lebih awal dengan durasi tidur tetap, maka risiko depresi teramati mencapai 40% lebih rendah.

    Memajukan waktu tidur dan bangun lebih pagi dapat membantu menjaga kesehatan mental pada para night owls.

    Baca Juga: Menata Kamar Tidur Berdasar Feng Shui

    Diperkirakan, hal ini dapat terkait dengan paparan sinar matahari yang bisa lebih banyak didapat saat kita bangun lebih awal.

    “Langkah yang dapat dicoba antara lain rutin berolahraga, meredupkan cahaya di malam hari, serta membatasi screen time pada malam hari,” imbuh Rendy.

    Selain dapat mempengaruhi kondisi mental, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas ternyata juga berkaitan dengan umur yang lebih panjang.

    Jurnal American College of Cardiology’s Annual Scientific Session menunjukkan bahwa kurang tidur berkaitan dengan pola makan yang lebih tidak sehat, masalah berat badan, peningkatan risiko penyakit, dan kesehatan emosional yang lebih buruk.

    Selain itu, penelitian terhadap 172.321 responden menunjukkan bahwa sebanyak 8% kasus kematian dari semua penyebab dapat terkait dengan kebiasaan tidur yang tidak baik.

    Baca Juga: Kenali Penyebab Kurang Tidur dan Gangguan Kualitas Tidur

    Sedangkan mereka yang memiliki semua aspek kualitas tidur yang baik teramati memiliki risiko kematian akibat segala penyebab hingga 30% lebih rendah.

    Kualitas tisur juga menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 21% lebih rendah, serta risiko kematian akibat kanker hingga 19% lebih rendah apabila dibandingkan dengan yang tidak dan hanya memiliki 1 aspek kualitas tidur yang baik.

    Angka harapan hidup juga teramati lebih tinggi, yaitu 4.7 tahun lebih tinggi untuk pria dan 2,4 tahun lebih tinggi untuk wanita pada mereka yang memiliki semua aspek kualitas tidur baik.

    Di bawah ini terdapat beberapa kebiasaan sehari-hari untuk membangun pola tidur yang baik:

    1. Membuat jadwal tidur dan bangun tidur yang teratur setiap hari termasuk di akhir pekan dan menghindari perbedaan waktu tidur yang mencapai lebih dari 1 jam antar hari.

    2. Menghindari makan besar di dekat waktu tidur. Jika dirasa perlu, pilih kudapan ringan yang sehat.

    3. Memperbanyak aktivitas fisik dan sebisa mungkin meluangkan waktu di luar ruangan.

    4. Menghindari tidur siang di sore hari dan batasi waktu tidur siang maksimal 20 menit.

    Sumber:Antaranews.com

    5. Menjaga ruang tidur sejuk, gelap, dan tenang.

  • Batasi Konsumsi Kopi dan Kafein untuk Tidur yang Berkualitas

    Batasi Konsumsi Kopi dan Kafein untuk Tidur yang Berkualitas

    7cloud.asia – Mengonsumsi kopi dalam takaran cukup, menawarkan banyak manfaat kesehatan seperti antioksidan anti-inflamasi.

    Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi atau kafein dapat berdampak negatif pada kualitas tidur.

    Antaranews.com mengutip Well and Good, menulis bahwa konsumsi kafein tidak pada waktu yang tepat dapat memberikan efek sisa yang lebih lama bahkan hingga waktu tidur.

    Hal ini karena kafein memblokir neurotransmitter adenosine yang membantu mengatur siklus tidur-bangun.

    Ditulis laman Well and Good Kamis (13/6/2024), penelitian pada tahun 2024 mengatakan 99 persen kafein diserap dalam waktu 45 menit setelah selesai dikonsumsi.

    Dan bagi sebagian orang, waktu pengaruh kafein berkisar antara 1,5 hingga 9,5 jam.

    Baca: Hindari kopi saat cuaca panas

    Michael Breus, PhD (alias “The Sleep Doctor”), seorang spesialis tidur dan psikolog klinis terkemuka, mengatakan bahwa minum kopi secara teratur setelah tengah hari adalah kesalahan yang harus dihindari demi kualitas tidur.

    “Kafein adalah stimulan dan menghambat aspek adenosin yang mendorong tidur,” kata Breus.

    Adenosin terakumulasi di tubuh sepanjang hari, yang membantu memberi sinyal kapan waktunya tidur, namun kafein dapat mengganggu proses ini.

    Cara terbaik untuk mengurangi efek jangka panjang kafein, menurut Breus, adalah dengan menghentikan konsumsi kopi, dan membatasi makanan atau minuman apa pun yang mengandung kafein di pagi hari.

    “Kesalahan nomor satu yang dilakukan peminum kopi yang berdampak pada tidur adalah meminumnya lewat tengah hari,” jelasnya.

    Baca: Tidur cukup bagus untuk kesehatan fisik dan mental

    Namun, jika Anda perlu melakukan peregangan, Breus mengatakan jam 2 siang adalah waktu yang paling terlambat bagi Anda untuk meminum kopi.

    Mengingat waktu paruh kafein dalam beberapa kasus bisa mencapai enam hingga delapan jam, Breus mendorong orang untuk berhenti minum kafein pada pagi hari.

    Sebelum Anda menyadarinya, Anda dapat dengan mudah meminum tiga cangkir kopi sebelum waktu makan siang, itulah sebabnya Breus mengatakan menjaga asupan kafein sepanjang hari adalah hal yang penting.

    “Catat berapa banyak produk berkafein yang Anda konsumsi dan kemungkinan dosis kafein di setiap produk,” katanya. Semakin banyak kafein yang Anda konsumsi, semakin lama efeknya bertahan.

    Breus juga menyarankan, sebaiknya menunggu 90 menit setelah bangun tidur untuk mulai minum kopi, karena menunda konsumsi kopi di pagi hari dapat membantu menyeimbangkan hormon.

    Baca: Petani kopi kehilangan produksi akibat perubahan iklim

    Pada satu jam pertama setelah bangun tidur, kadar kortisol cenderung naik dan turun, atau dikenal dengan istilah respons kebangkitan kortisol (CAR).

    Breus menyarankan untuk tidak menambahkan tambahan kopi, khususnya yang manis-manis, untuk meningkatkan kebiasaan tidur yang sehat.

    Sebuah studi penelitian kecil pada tahun 2022 menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi gula dapat berdampak negatif pada kualitas tidur.

    Belum lagi, tambahan gula yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan efek peradangan pada tubuh yang juga dapat berdampak pada tidur.

  • Sleep Call Bisa Mengeratkan Hubungan Tapi Juga Pengaruhi Kualitas Tidur

    Sleep Call Bisa Mengeratkan Hubungan Tapi Juga Pengaruhi Kualitas Tidur

    7cloud.asia – Sleep call belakangan ini menjadi salah satu tren baru di kalangan orang dewasa dan remaja ketika menjalin hubungan spesial jarak jauh dengan seseorang.

    Sleep call adalah istilah yang digunakan untuk panggilan video atau suara dengan gawai pintar sesaat menjelang, dan/atau bahkan hingga keduanya tertidur.

    Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Hening Pujasari mengatakan, meski dapat mengeratkan hubungan, kebiasaan sleep call yang sedang tren di kalangan remaja ini dapat berdampak negatif pada kualitas istirahat.

    Dilansir Antaranewscom, Sabtu (20/7/2024) Hening menjelaskan bahwa paparan sinar ultraviolet dari gawai yang diletakkan di sekitar kepala dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membuat rasa kantuk.

    Selain itu, ujarnya, suara yang muncul melalui gawai saat melakukan sleep call dapat mendistraksi tidur.

    Baca: Batasi konsumsi kopi untuk tidur berkualitas

    “Padahal, untuk mendapatkan benefit dari tidur atau tidur yang memulihkan (restoratif), selain durasi dan kedalaman, kita perlu tidur yang utuh tidak terputus-putus,” ujarnya.

    Hal itu dia sampaikan saat memberikan edukasi tentang tidur pada siswa SMP dan SMK di Kampung Ilmu, Tegal Waru, Purwakarta.

    Hening lantas memaparkan, kebiasaan tidak sehat lain yang banyak dilakukan remaja adalah main gawai hingga larut malam, baik untuk bermain gim, scrolling media sosial, atau menonton.

    “Untuk mendapatkan tidur yang memulihkan, 1-2 jam sebelum tidur perlu sudah berhenti main gawai. Jadi, jika akan tidur pukul 22.00 dianjurkan maksimal pukul 21.00 sudah tidak memakai gawai, jika bisa 2 jam sebelumnya, akan manfaat lebih baik lagi,” ujarnya.

    Edukasi kesehatan tentang tidur merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat UI, yang merupakan hasil kerja sama Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Kedokteran Gigi, yang dilaksanakan pada Rabu (17/7/2024).

    Baca: Tidur cukup dan berkualitas bagus untuk kesehatan

    Selain edukasi kesehatan tentang tidur, Tim dari FIK UI juga melakukan edukasi kesehatan secara umum antara lain tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

    Edukasi juga dilakukan terkait kebersihan dan kesehatan kulit, penyakit yang dipengaruhi gaya hidup seperti hipertensi, Diabetes melitus, Osteoatritis, dan Osteoporosis.

    UI juga memberikan pemeriksaan kesehatan bebas biaya serta mengajak masyarakat untuk latihan Senam Kaki Diabetes.

    Masyarakat yang hadir terdiri dari semua kelompok dari mulai anak usia Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Kejuruan, dewasa, ibu, dan lansia.

    Sumber:Antaranews.com

  • Cara Sederhana Atasi Gangguan Susah Tidur

    Cara Sederhana Atasi Gangguan Susah Tidur

    7cloud.asia – Sebuah penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 10 penduduk Indonesia mengalami insomnia atau gangguan susah tidur sehingga mereka tidak bisa mengistirahatkan diri dengan baik.

    Padahal, tidur merupakan aktivitas penting untuk menentukan kualitas hidup dan kesehatan seseorang.

    Pasalnya, saat tidur tubuh manusia meregenerasi sel-sel yang rusak, mengatur hormon, memperbaiki sel otot, dan membantu memperkuat daya ingat.

    Jika Anda mengalami gangguan susah tidur, berikut kiat-kiat untuk mengatasi hal tersebut menurut perusahaan farmasi PT LAPI Laboratories dalam keterangan pers, beberapa waktu lalu.

    Baca: Mengapa tidur cukup bagus untuk kesehatan fisik dan mental

    Hindari pemakaian gawai sebelum tidur
    Menurut National Sleep Foundation, laptop dan ponsel yang berada di sekitar tempat tidur dapat menyebabkan gangguan tidur.

    Sinar biru yang berasal dari layar gawai dapat mengurangi produksi melatonin pada tubuh sehingga badan terasa kurang rileks.

    Untuk itu, buatlah kondisi lingkungan di sekitar tempat tidur terasa nyaman, tenang, dan jauh dari gangguan gawai.

    Jam tidur yang teratur
    Dengan memiliki rutinitas yang konsisten, tubuh perlahan-lahan akan menyesuaikan ritme kerja dan siap beristirahat pada jam tertentu.

    Karena itu mulailah menetapkan jadwal tidur yang konsisten atau teratur setiap hari. 

    Baca: Batasi konsumsi kafein untuk tidur yang berkualitas

    Hindari konsumsi alkohol
    Hindari minum alkohol sekitar tiga jam sebelum tidur atau batasi konsumsinya sebanyak dua gelas per hari.

    Sebaliknya, cobalah untuk minum segelas susu atau teh herbal sebelum tidur, yang dapat membuat tubuh rileks dan siap untuk beristirahat.

    Relaksasi sebelum tidur
    Lakukan aktivitas yang mendukung relaksasi sebelum tidur seperti berendam air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan.

    Melakukan yoga juga disarankan untuk menciptakan suasana nyaman yang mempercepat proses tidur.

    Baca: Menata kamar tidur sesuai fengshui

    Hindari makanan atau minuman berkafein
    Hindarilah makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau soda. Pasalnya, kafein adalah stimulan yang menjaga tubuh untuk tetap terbangun.

    Efeknya dapat dirasakan dalam waktu 6 sampai 8 jam pascakonsumsi kafein.

  • Gejala Gangguan Tidur atau Insomnia Kronis dan Cara Mengatasinya

    Gejala Gangguan Tidur atau Insomnia Kronis dan Cara Mengatasinya

    7cloud.asia – Insomnia adalah masalah gangguan tidur serius yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

    Dalam jangka pendek, insomnia dapat menyebabkan kelelahan dan kekurangan energi sehingga mengganggu produktivitas kerja.

    Juru bicara American Academy of Sleep Medicine (AASM) Indira Gurubhagavatula, MD, MP menjelaskan bahwa secara umum insomnia adalah kondisi saat seseorang mengalami kesulitan untuk tidur.

    Seseorang juga disebut mengidap insomnia jika tetap tertidur, teapi secara reguler bangun lebih awal dari yang diinginkan meski punya cukup waktu untuk tidur.

    “Banyak orang yang mengalami apa yang disebut insomnia akut atau insomnia penyesuaian, biasanya dalam merespons situasi yang menimbulkan stres,” kata profesor kesehatan tidur dari University of Pennsylvania Perelman School of Medicine itu sebagaimana dikutip oleh publikasi kesehatan Health pada Senin (5/8/2024).

    Baca: Cara sederhana atasi gangguan susah tidur

    Menurut dia, insomnia akut bisa berlangsung selama beberapa hari atau bahkan mingguan. Gejalanya biasanya selesai setelah orang yang bersangkutan mengatasi stres atau sumber stres pergi.

    Indira menyampaikan bahwa insomnia dapat menjadi “kronis” jika berlangsung selama tiga bulan atau lebih, dan terjadi setidaknya tiga kali seminggu.

    Insomnia kronis juga terjadi jika serangan insomnia berlangsung kurang dari tiga bulan tetapi terus-menerus kambuh selama beberapa bulan atau tahun.

    Menurut Indira, seseorang juga dapat disebut mengalami insomnia kronis jika mereka terus menerus mengonsumsi obat-obatan agar bisa tertidur dan merasa tidak bisa tidur tanpa bantuan pil tidur.

    Selain susah tertidur dan tetap tertidur, ia melanjutkan, mereka yang mengalami insomnia kronis mungkin merasakan ketidakpuasan tidur, kurang tidur, kecemasan tentang tidur.

    Baca: Mengapa tidur cukup bangus untuk kesehatan

    Gejala insomnia lainnya adalah lelah pada siang hari, lesu, kurang energi, mengantuk, sakit kepala, mudah tersinggung, sakit dan mual, dan tertidur saat mengemudi.

    Dia menambahakkan bahwa banyak orang yang datang ke dokter kesehatan tidur dengan harapan bisa segera mengatasi gangguan dengan satu pil.

    Padahal, terapi lini pertama untuk insomnia bukan pil, melainkan CBT-I.

    Pendekatan terapi ini biasanya berlangsung selama enam hingga delapan sesi, serta mencakup perubahan perilaku dan strategi kognitif.

    Meskipun penanganannya bisa berbeda untuk setiap orang, terapi dapat meliputi upaya tidur pada waktu yang sama setiap malam, bangun dari tempat tidur saat tidak bisa tidur, dan mengelola rasa takut tidak bisa tidur.

    Orang dengan insomnia bisa melengkapi terapi dengan praktik higiene tidur yang lebih baik, seperti mengurangi konsumsi kafein, menikmati paparan cahaya matahari pada pagi dan sore hari.

    Baca: Waktu ideal untuk tidur

    Olahraga teratur, menghindari rokok dan minuman beralkohol, serta menetapkan waktu tidur dan bangun reguler juga bisa menjadi terapi untuk mengatasi insomnia.

    Menurut Indira, penting pula untuk menjaga lingkungan kamar tidur sejuk, gelap, tenang, dan nyaman.

    “Dan usahakan untuk menghindari cahaya terang selama satu jam sebelum tidur. Jika Anda memiliki nyeri kronis, refluks asam lambung, atau kondisi kesehatan lain yang membuat Anda tidak bisa tidur, konsultasikan masalah ini dengan dokter,” katanya.

    Psikolog klinis dan ahli gangguan tidur di South Psychology di Colorado Nathan Baumann, PhD dikutip Health mengatakan bahwa stres, kecemasan, dan kekhawatiran bisa berperan dalam menimbulkan gangguan ritme sirkadian seseorang, yang menjelaskan hubungannya dengan insomnia.

    “Satu komponen penting dari tidur adalah ritme sirkadian, yakni siklus energi dan rehat yang dialami tubuh kita sehari-hari,” kata Baumann, lalu menambahkan bahwa gangguan ritme sirkadian bisa menimbulkan disrupsi jangka panjang.

    Baumann mengatakan bahwa gangguan tidur dapat didiagnosis sebagai insomnia kronis jika sudah mencapai tingkat yang menimbulkan tekanan atau gangguan signifikan dalam hubungan sosial, pekerjaan, pendidikan, atau area penting lain dalam kehidupan sehari-hari.

  • Kenali Jenis Insomnia Agar Tepat Menanganinya

    Kenali Jenis Insomnia Agar Tepat Menanganinya

    7cloud.asia – Insomnia merupakan masalah gangguan tidur yang umum terjadi dan mempengaruhi orang dari beberapa kalangan usia.

    Gangguan insomnia tidak hanya mempengaruhi kualitas tidur tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik maupun mental.

    Cara menangani insomnia bisa tepat dilakukan dengan mengenali jenis insomnia yang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dari penyebab dan karakteristiknya.

    Apa saja jenis-jenis insomnia? Simak artikel ini.

    1. Insomnia akut
    Jenis insomnia ini umumnya terjadi akibat stress, sehingga kondisi ini hanya bersifat sementara atau terjadi dalam jangka waktu singkat sekitar kurang dari tiga bulan.

    Biasanya jenis insomnia ini akan sembuh jika masalah dari penyebab stres sudah teratasi.

    Baca: Cara atasi insomnia kronis

    2. Insomnia kronis
    Insomnia kronis merupakan kondisi dimana kesulitan tidur terjadi setidaknya tiga kali seminggu selama tiga bulan atau lebih.

    Insomnia jenis ini biasanya terjadi akibat stress atau karena kondisi medis tertentu seperti gangguan kecemasan bahkan depresi, yang mengharuskan penderita mengonsumsi obat sejenis antidepresan.

    3. Insomnia sleep onset
    Jenis insomnia ini terjadi pada orang yang kesulitan untuk memulai tidur meskipun sudah merasa lelah dan ngantuk.

    Orang dengan jenis insomnia jenis onset ini sering kali menghabiskan waktu lama di tempat tidur sebelum akhirnya tertidur.

    Orang yang mengalami insomnia jenis ini sering terbangun pada tengah malam dan kesulitan untuk melanjutkan tidurnya. Penyebabnya bisa karena kondisi medis atau mengalami gangguan kesehatan mental.

    Baca: Cara sederhana atasi gangguan tidur atau insomnia

    4. Insomnia komorbid
    Jenis insomnia ini terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan, seperti depresi, kecemasan, atau penyakit kronis tertentu.

    Insomnia ini bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan tersebut dan dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.

    5. Insomnia campuran
    Jenis insomnia ini merupakan campuran dari jenis insomnia yang ada dengan beberapa penyebab.

    Jika mengalami insomnia campuran, disarankan untuk mengubah pola hidup yang positif dan konsultasikan ke dokter.

  • Minum Segelas Susu Sebelum Tidur? Ini Dia Manfaatnya

    Minum Segelas Susu Sebelum Tidur? Ini Dia Manfaatnya

    7cloud.asia – Susu adalah salah satu minuman yang mengandung banyak manfaat. Mengonsumsi susu bisa pagi hari saat sarapan atau malam hari sebelum tidur. Salah satu manfaatnya adalah menurunkan berat badan.

    Melansir dari klikdokter, ada 5 manfaat minum susu pada malam hari sebelum tidur, yaitu: 

    1. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

    Minum segelas susu sebelum tidur akan memberi efek kantuk dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

    Sebab susu mengandung asam amino yang bernama tryptophan. Asam amino ini tidak diproduksi oleh tubuh, melainkan berasal dari sumber nutrisi yang Anda konsumsi, salah satunya susu.

    Tubuh memerlukan tryptophan untuk membuat melatonin dan serotonin. Melatonin berfungsi untuk mengatur waktu tidur dan bangun, sedangkan serotonin diperlukan untuk mengatur rasa lapar, sakit, kantuk, dan suasana hati (mood).

    Baca: Bahaya di balik makanan fermentasi

    Hasil studi yang dimuat pada jurnal Clinical Nutrition ESPEN, mengonsumsi susu dengan madu sebanyak dua kali sehari selama tiga hari ditemukan bermanfaat meningkatkan kualitas tidur pasien jantung.

    Berdasarkan studi lainnya yang dimuat dalam jurnal BioMed Central Geriatrics, aktivitas fisik dan konsumsi susu dapat membuat tidur lebih cepat pada lansia yang mengidap kesulitan tidur.

    Nah, jika susu diminum di malam hari, tentu manfaatnya ini akan mendukung kualitas tidur jadi lebih baik lagi.

    1. Meningkatkan Pertumbuhan Otot

    Kandungan protein yang terdapat di dalam susu membuat perkembangan otot menjadi meningkat.

    Baca: Manfaat minum air putih

    Setelah tubuh dipakai untuk beraktifitas seharian, maka tubuh memerlukan nutrisi untuk membantu memulihkan otot-otot yang digunakan.

    Alasan ini pula yang menyebabkan banyak atlet yang mengonsumsi susu setelah melakukan latihan fisik.

    Berdasarkan sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Physical Activity and Nutrition, mengonsumsi susu setelah berolahraga di sore hari dan 30 menit sebelum tidur bermanfaat untuk membangun kembali jaringan otot tubuh.

    Selain itu, minum susu juga akan membantu kamu mencegah nyeri otot dan mengembalikan cairan yang hilang saat melakukan aktivitas fisik.

    Baca: Segudang manfaat tanaman sambiloto

    1. Menurunkan Berat Badan

    Susu berpotensi memberikan berat badan ideal karena mengandung nutrisi penting, seperti kalsium, protein, dan lemak baik. Ketiga nutrisi tersebut dapat membuat kamu kenyang setelah meminumnya.

    Hasil sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nutrients, meningkatkan konsumsi susu yang diikuti membatasi asupan kalori bermanfaat dalam menurunkan berat badan serta massa lemak tubuh.

    Tentu saja, agar mendapatkan efek yang maksimal, konsumsi susu harus diikuti dengan diet yang sesuai.

    1. Memberikan Tambahan Energi

    Selama tidur, tubuh tetap membutuhkan energi agar organ tetap bisa bekerja secara optimal.

    Dilansir dari Sleep Foundation, rata-rata manusia membakar 50 kalori setiap jamnya saat tidur.

    Baca: Konsumsi buah kiwi untuk menstabilkan tekanan darah

    Kalori tersebut dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi penting, seperti pernapasan, peredaran darah, pengaturan suhu tubuh, serta perbaikan dan regenerasi sel.

    Karena itu, minum susu sebelum tidur bisa memberikan energi tambahan sehingga saat bangun tidur, kamu tidak merasa lelah dan siap beraktivitas kembali.

    1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

    Manfaat minum susu sebelum tidur selanjutnya adalah menurunkan risiko penyakit jantung.

    Hasil studi studi berjudul Association Between Dairy Consumption and Cardiovascular Disease Events, Bone Fracture and All-Cause Mortality, mengonsumsi susu rendah lemak secara rutin dapat menurunkan resiko penyakit jantung.

    Baca: Manfaat ikan bandeng bagi tubuh

    Dilansir dari Cardio Smart, seseorang yang mengonsumsi susu setidaknya dua kali sehari akan memiliki risiko terkena penyakit jantung, stroke dan kematian yang lebih rendah dibandingkan seseorang yang tidak mengonsumsi susu.

    Minum susu bisa dalam keadaan hangat maupun dingin. Menurut Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan, mengonsumsi susu daam keadaan dingin maupun hangat sama sehatnya.

    Tetapi susu hangat akan memperlambat respons tubuh sehingga otot tubuh menjadi lebih rileks dan memicu rasa kantuk.

    “Sebaliknya, umumnya minum susu dingin akan membuat tubuh menjadi lebih segar. Jadi, jika ingin manfaat susu agar lebih cepat tertidur, sebaiknya pilih susu hangat,” jelas Iqbal.