Tag: tokyo

  • Tabrakan Pesawat di Bandara Haneda Tokyo, Pesawat Terbakar Tapi Semua Penumpang Selamat

    Tabrakan Pesawat di Bandara Haneda Tokyo, Pesawat Terbakar Tapi Semua Penumpang Selamat

    7cloud.asia – Dua pesawat bertabrakan di Bandara Haneda Tokyo, Jepang Selasa malam (2/1/2024) dan kemudian terbakar.

    Tabrakan terjadi saat pesawat Japan Airlines JAL-516 yang sedang bersiap mendarat di landasan pacu Bandara Haneda Tokyo ditabrak pesawat penjaga pantai MA-722 yang bersiap lepas landas.

    Ajaibnya, tidak satu pun penumpang yang terluka dalam kejadian mengenaskan di Bandara Haneda Tokyo ini. 

    Stasiun televisi Jepang NHK melaporkan semua penumpang pesawat jenis Airbus A350 yang berjumlah 379 berhasil keluar dengan selamat sebelum pesawat itu dilalap si jago merah.

    Video di sebuah TV lokal menunjukkan lebih rinci bagaimana letusan api dan asap besar keluar dari sisi pesawat Japan Airlines saat meluncur di landasan pacu, yang dengan cepat merayap ke bagian sayap, hingga akhirnya ke seluruh badan pesawat.

    Baca: Penumpang di bandara Lombok melonjak saat gelaran MotoGP

    Hingga laporan ini disampaikan belum jelas mengapa pesawat penjaga pantai Jepang jenis Bombardier Dash-8 yang membawa lima awak dan sedang bersiap lepas landas itu menabrak pesawat Japan Airlines yang sedang turun.

    Menteri Urusan Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Tetsuo Saito mengatakan hampir tidak mungkin untuk segera mengetahui penyebab kecelakaan itu.

    Seorang pilot dan pakar penerbangan Inggris Tim Atkinson mengatakan kepada Skynews, sangat luar biasa semua orang yang berada di dalam pesawat penumpang Japan Airlines itu dapat dievakuasi segera dan semuanya selamat.

    “Dalam sebuah evakuasi, idealnya Anda ingin semua pintu keluar terbuka. Anda ingin semua sisi bergerak secara normal dan semua orang turun dengan cepat. Tidak semua pintu digunakan dalam evakuasi karena tidak dapat dibuka.”

    “Jadi sebenarnya, hal ini lebih luar biasa lagi… Gambar yang saya lihat pada saat-saat setelah tabrakan menunjukkan bahwa kebakaran yang terjadi tidaklah kecil… dan dalam konteks ini, sangat menggembirakan melihat semua orang yang dilaporkan saat ini telah keluar dari pesawat dalam keadaan selamat,” ujarnya.

    Baca: Mengintip Bandara Changi pasca renovasi

    Kecelakaan pada Selasa malam ini merupakan yang pertama kalinya terjadi pada salah satu pesawat Airbus A350, salah satu pesawat penumpang besar terbaru di industri ini.

    Pesawat yang kini dalam kondisi rusak parah itu mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.

    “Sebagai penyelidik kecelakaan, fokus saya adalah pada apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu, bagaimana kedua pesawat bertabrakan dan saat-saat hingga semua orang yang bisa diselamatkan berhasil diselamatkan.

    “Jika laporan yang beredar benar adanya – bahwa semua orang berhasil dievakuasi dari pesawat itu – maka penting bagi para penyelidik untuk mencari tahu bagaimana dan mengapa hal itu bisa dicapai, terutama dalam situasi yang sangat menantang,” tambahnya.

    Pilot Pesawat Penjaga Pantai Buron, 5 Awak Tewas. Pesawat penjaga pantai jenis turboprop Dash-8 yang menabrak pesawat penumpang itu banyak digunakan pada penerbangan jarak pendek dan komuter.

    Baca: Bandara Soekarno Hatta termasuk ramah keluarga

    Lantas bagaimana dengan pesawat penjaga pantai? Lima awak pesawat ini ditemukan tewas. 

    Wakil Komandan Pasukan Penjaga Pantai Jepang Yoshio Seguchi kepada wartawan mengatakan, pilot melarikan diri dan sempat melapor ke pangkalannya bahwa pesawat itu meledak setelah bertabrakan dengan pesawat komersial.

    Kepala Biro Penerbangan Sipil Kementerian Transportasi Shigenori Hiraoka mengatakan tabrakan terjadi ketika pesawat Japan Airlines mendarat di salah satu dari empat landasan pacu Bandara Haneda, di mana pesawat penjaga pantai bersiap untuk lepas landas.

    Sejumlah petugas keselamatan transportasi kini sedang menganalisa komunikasi antara petugas kontrol penerbangan dan kedua pesawat.

    Baca: Mengangkat kearifan lokal Bandara ini raih Aga Khan Award

    Tim ini berencana untuk mewawancarai para pejabat Japan Airlines untuk mengetahui apa yang menyebabkan tabrakan tersebut.

    Hiraoka memuji Japan Airlines karena telah “mengambil prosedur yang tepat” untuk mengevakuasi semua penumpang dan awak pesawat dengan aman.

    Hiraoka mengatakan pesawat penjaga pantai itu sedianya akan mengirim bantuan dan melakukan operasi di wilayah yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami hari Senin (1/1/2024).

    Bandara Haneda merupakan salah satu bandara tersibuk di Jepang, dan banyak orang yang melakukan perjalanan selama liburan Tahun Baru.

  • Kandidat Gubernur Tokyo Mulai Kampanye, Upaya Mendongkrak Angka Kelahiran Jadi Sorotan

    Kandidat Gubernur Tokyo Mulai Kampanye, Upaya Mendongkrak Angka Kelahiran Jadi Sorotan

    7cloud.asia – Kampanye pemilihan gubernur Tokyo, Jepang dimulai Kamis (20/6/2026), dengan petahana Yuriko Koike ditantang oleh tokoh oposisi Renho.

    Media Jepang melaporkan, Sejauh ini, tercatat 56 orang telah mengajukan pencalonan mereka untuk berkompetsi di pemilihan gubernur Tokyo.

    Salah satu penantang Koike yang paling serius adalah Renho, 56, mantan model dan pembawa acara TV yang hanya menggunakan satu nama.

    Dua perempuan terkemuka ini berkompetisi menjadi orang nomor satu di Tokyo di tengah panggung politik Jepang yang didominasi laki-laki.

    Keduanya berjanji untuk memperluas dukungan bagi pengasuhan anak guna mengatasi rendahnya angka kelahiran di Tokyo, ketika Jepang menghadapi krisis demografi yang mengancam.

    Dilansir VOA Indonesia, Koike yang saat ini berumur 71 tahun, mengincar masa jabatan ketiganya sebagai gubernur kota berpenduduk 14 juta orang itu pada pemilu 7 Juli mendatang.

    Baca Juga: Jumlah Penduduk Jepang Terus Turun dan Makin Tua, Peran Tenaga Kerja Asing Kian Penting

    Setelah menjabat pada tahun 2016 sebagai perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut, mantan menteri pertahanan dan lingkungan hidup ini mengelola respons ibu kota terhadap Covid-19.

    Koike juga sukses membantu menyelenggarakan Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda karena pandemi.

    Penantang Koike, Renho adalah seorang politisi berpengalaman yang memposisikan dirinya sebagai suara liberal melawan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang konservatif dan sudah lama berkuasa.

    Koike, seperti halnya Renho, bukan anggota LDP. Keduanya mencalonkan diri sebagai kandidat independen. Meski demikian, LDP secara luas, namun tidak resmi, mendukung pencalonannya.

    Jepang tidak pernah memiliki perdana menteri perempuan dan 84 persen anggota parlemennya adalah laki-laki, menurut statistik yang diterbitkan oleh partai oposisi, Partai Demokrat Konstitusional (CDP).

    Baca Juga: Warga Tokyo Jepang Ini Berusaha Keras Hidup Tanpa Plastik, Caranya Bisa Ditiru

    Salah satu masalah utama yang dihadapi Jepang dan negara-negara maju lainnya adalah menurunnya angka kelahiran, yang oleh Perdana Menteri Fumio Kishida disebut sebagai risiko mendesak bagi bangsanya.

    Rata-rata jumlah anak yang diperkirakan dimiliki oleh seorang perempuan di Jepang mencapai rekor terendah yaitu 1,20 pada tahun lalu, dan angka di Tokyo adalah 0,99 – angka pertama di bawah satu untuk wilayah Jepang mana pun.

    “Tujuan saya adalah menciptakan Tokyo di mana uang bukan merupakan faktor dalam membesarkan anak dan pendidikan,” kata Koike kepada wartawan pekan ini.

    Dia berjanji untuk memperluas pendanaan untuk menghilangkan rasa sakit epidural saat melahirkan, dan meningkatkan dukungan sewa tempat tinggal untuk keluarga dengan anak-anak.

    Kebijakan ini menjadi andalan Koike di samping kebijakan yang sudah ada, seperti membuat sekolah menengah negeri gratis.

    Baca Juga: Halangi Pandangan ke Gunung Fuji, Bangunan 10 Lantai di Tokyo Barat Akan Dihancurkan

    Renho juga berjanji untuk melanjutkan kebijakan Koike untuk meringankan beban orang tua, serta langkah-langkah yang lebih luas untuk membantu generasi muda dan mengatasi kesenjangan tenaga kerja.

    Renho pernah menjabat sebagai menteri yang bertanggung jawab atas reformasi pemerintahan pada tahun 2010-2011 sebagai bagian dari Partai Demokrat Jepang yang sekarang sudah tidak ada lagi, dan baru-baru ini meninggalkan CDP.

    “Politik anti-LDP, pemerintahan non-Koike . Itulah pendirian saya saat berpartisipasi dalam pemilihan gubernur Tokyo,” kata Renho pada bulan Mei.

    Dalam kampanye modernnya, Koike telah meluncurkan versi AI resmi dirinya, yang fasih berbahasa Inggris dan menyampaikan kabar terbaru dari pemerintah kota.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Antisipasi Badai Akibat Topan Ampil Penerbangan dan Perjalanan Kereta di Tokyo Dibatalkan

    Antisipasi Badai Akibat Topan Ampil Penerbangan dan Perjalanan Kereta di Tokyo Dibatalkan

    7cloud.asia – Penerbangan dan kereta api di wilayah Tokyo, Jepang dibatalkan pada Jumat (16/8/2024) menyusul adanya peringatan akan adanya angin kencang, hujan lebat, serta potensi banjir dan tanah longsor.

    Warga Tokyo juga diminta mewaspadai adanya topan Ampil yang bergerak di dekat Jepang dan berbelok lebih jauh ke utara di Samudra Pasifik.

    Topan Ampil diperkirakan akan mencapai perairan dekat Tokyo pada Jumat malam hari kemudian berlanjut ke utara, memicu badai ke wilayah utara Kanto dan Tohoku pada Sabtu (17/8/2024) pagi.

    Badan Meteorologi Jepang mengatakan badai tersebut memiliki kecepatan angin 162 kilometer per jam dengan hembusan berkecepatan lebih tinggi pada Jumat pagi dan bergerak ke utara dengan kecepatan 15 kilometer per jam.

    Topan Ampil diperkirakan tidak akan mendarat dan akan melemah menjadi badai tropis pada Minggu (18/8/2024).

    Baca Juga: WMO: Transisi Cepat dari El Nino ke La Nina Bakal Memicu Musim Badai

    Disneyland di Tokyo, yang biasanya buka hingga pukul 21.00, tutup lebih awal pada pukul 15.00 karena topan tersebut.

    Yamato Transport, yang melakukan pengiriman untuk Amazon dan layanan lainnya di Jepang, mengatakan tidak ada pengiriman untuk wilayah Tokyo dan daerah sekitarnya yang terkena dampak pada Jumat dan Sabtu ini.

    Central Japan Railway mengumumkan, kereta cepat Shinkansen yang beroperasi antara Tokyo dan Nagoya dihentikan sepanjang hari. Hal itu merupakan respons umum terhadap topan di negara itu.

    Kereta peluru yang melayani wilayah timur laut Jepang dan beberapa kereta lokal Tokyo dihentikan sementara atau dialihkan ke jadwal yang lebih lambat.

    Puluhan penerbangan yang berangkat dan tiba di dua bandara Tokyo, Haneda dan Narita, serta di bandara Kansai, Osaka dan Chubu, dibatalkan.

    Baca Juga: Indonesia Masuk Daftar 30 Negara Paling Rentan Terkena Dampak Perubahan Iklim

    Pembatalan penerbangan berdampak kepada sekitar 90.000 orang, menurut laporan media Jepang. Beberapa jalan raya mungkin juga ditutup sebagian untuk lalu lintas.

    Pada Jumat, cuaca gerimis dan berangin di Tokyo, meskipun intensitasnya bervariasi. Lalu lintas dan keramaian di jalanan jarang terjadi, sebagian besar disebabkan oleh periode liburan musim panas Bon, bukan hanya karena cuaca. Toko-toko tetap buka.

    Para pejabat memperingatkan masyarakat untuk menjauhi sungai dan pantai serta mewaspadai angin yang cukup kencang yang dapat membuat benda-benda beterbangan.

    “Kami memperkirakan angin akan sangat kencang dan lautan akan sangat kencang,” kata Shuichi Tachihara, kepala peramal cuaca JMA.

    Siaran TV Jepang menunjukkan warga Hachijo menutup jendela. Topan Ampil bergerak melewati Hachijo pada tengah hari, menuju ke utara. Rak-rak toko roti dan mi instan tampak kosong.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Antisipasi Dampak Musim Panas Ekstrem, Otoritas Kota Tokyo Akan Gratiskan Layanan Air Dasar

    Antisipasi Dampak Musim Panas Ekstrem, Otoritas Kota Tokyo Akan Gratiskan Layanan Air Dasar

    ruangkotacom – Pemerintah Metropolitan Tokyo (Jepang) akan membebaskan biaya air dasar untuk rumah tangga selama empat bulan musim panas 2025 ini.

    Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong warga untuk tidak ragu-ragu menggunakan alat pengkondisi udara agar tetap sejuk di tengah cuaca yang semakin panas.

    Rancangan undang-undang ini akan menghasilkan anggaran tambahan senilai 36,8 miliar yen (256 juta dolar atau sekira 4,2 triliun rupiah).

    Untuk menutupi biaya tersebut akan diserahkan ke dewan perwakilan rakyat metropolitan Tokyo pada bulan Juni mendatang.

    Baca: Ribuan warga Jepang dilarikan ke rumah sakit akibat musim panas ekstrem

    “Upah riil terus menurun karena melonjaknya harga, dan mengingat perkiraan musim panas yang sangat panas, kami ingin melindungi kehidupan serta keseharian penduduk Tokyo,” kata Gubernur Tokyo Yuriko Koike kepada wartawan pada Selasa (20/5/2025).

    Sekitar 8,2 juta rumah tangga di Tokyo diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari rencana tersebut, menurut pemerintah metropolitan.

    Biaya air dasar di Tokyo umumnya berkisar antara 860 yen (98.000 rupiah) hingga 1.460 yen (167.000 rupiah), tergantung pada diameter pipa air rumah tangga.

    Pejabat Tokyo menyatakan bahwa rumah tangga yang menggunakan pipa air berdiameter 2 centimeter, jenis yang paling umum, diperkirakan dapat menghemat sekitar 5.000 yen pada tagihan air mereka selama empat bulan.

    Pemakaian air terukur di atas tarif dasar akan tetap ditagih seperti biasa.

    Baca: Suhu Bumi makin panas dan dampaknya semakin nyata

    Perubahan iklim mengakibatkan Jepang, khususnya Tokyo mengalami musim panas yang terik dalam beberapa tahun terakhir.

    Kondisi ini telah menyebabkan peningkatan jumlah orang yang dilarikan ke rumah sakit — bahkan kematian — karena sengatan panas.

    Hal ini juga terjadi pada musim panas tahun lalu, di mana ribuan orang di antero Jepang dilarikan ke rumah sakit akibat cuaca panas ekstrem.

    Kondisi ini membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan sengatan panas di sebagian besar negara. Warga juga diimbau untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan tetap menggunakan pendingin ruangan.

    Sumber: Antaranews.com/Kyodo

  • Cara Pemerintah Kota Tokyo Atasi Penurunan Muka Tanah Jadi Acuan Dunia

    Cara Pemerintah Kota Tokyo Atasi Penurunan Muka Tanah Jadi Acuan Dunia

    7cloud.asia – Tokyo merupakan salah satu kota besar di dunia yang terancam tenggelam akibat penurunan muka tanah. Namun otoritas setempat mengambil langkah cepat untuk mengatasinya.

    Ketika menyadari wilayahnya mengalami penurunan muka tanah,  pemerintah Kota Tokyo segera menelaah beragam solusi dan memutuskan untuk menyelesaikan akar masalah.

    Pemerintah Kota Tokyo lalu mengetatkan aturan pemompaan air tanah yang menyebabkan laju penurunan muka tanah menurun secara signifikan pada 1970-an.

    Dilansir BBC, Mereka juga membangun sistem pengelolaan air, sebuah cara yang paling efisien menghentikan laju penurunan permukaan tanah, menurut banyak peneliti.

    Kajian Universitas Tekonologi Nanyang (NTU) menunjukkan, permukaan tanah Tokyo kini jauh lebih stabil dibanding beberapa dekade lalu.

    Meski, di beberapa titik, ada area yang tenggelam dengan rata-rata dari 0,01 cm hingga 2,4 centimeter per tahun sejak 2014 sampai 2020. Titik-titik yang tenggelam adalah lahan reklamasi.

    Baca: Penurunan muka tanah dan perubahan iklim perburuk banjir rob di Jakarta

    Bagaimana cara kerja sistem pengelolaan air di Tokyo? Mayoritas pasokan air berasal dari hutan dan sungai yang diolah melalui dua bendungan besar di sekitar Kota Tokyo.

    Air dimurnikan di 10 tempat penyulingan dan dikirim ke pusat penyediaan air. Selanjutna, pusat penyedia air mengatur volume dan tekanan air.

    Kemudian, air didistribusikan ke rumah-rumah dan gedung-gedung melalui pipa tahan gempa.

    Terlepas dari efektifnya sistem pengelolaan air Tokyo, ada keraguan sistem ini dapat diterapkan di kota-kota pesisir negara lain. Pasalnya, butuh biaya tinggi untuk pembangunan dan perawatan sistem tersebut, menurut Prof Miguel Esteban dari Universitas Waseda di Tokyo,

    Meski demikian, dia menambahkan, sejumlah kota di Asia merujuk pendekatan Tokyo sebagai model yang bisa diadopsi.

    Ibu kota Taiwan, Taipei, misalnya berhasil mengurangi ekstraksi air tanah pada 1970-an yang menyebabkan berkurangnya laju penurunan muka tanah.

    Baca: Perubahan iklim akibatkan permukaan laut naik 1,2 centimeter per tahun

    Banyak kota lainnya, seperti Houston (AS), Bangkok (Thailand), dan London (Inggris) juga secara ketat mengatur pemompaan air tanah untuk memastikan ekstraksi tidak berlebihan.

    Sejumlah kota lain mengupayakan beragam metode untuk menyelesaikan masalah ini. Shanghai (China), misalnya, berhasil menginjeksi air dari Sungai Yantze yang telah dimurnikan.

    Air sungai tersebut disuntikkan ke dalam tanah melalui sumur-sumur yang digunakan untuk mengambil air tanah sebelumnya.

    Kota lainnya, seperti Chongqing di China dan San Salvador di El Salvador mengimplementasikan kebijakan “kota spons” atau sponge cities.

    Alih-alih menggunakan material beton yang tidak bisa menyerap air, di sepanjang ruas jalan dan area terbuka, mereka menggantinya dengan tanah, rumput atau pepohonan.

    Pembangunan taman, lahan basah, dan area terbuka hijau pun diprioritaskan. Begitu pula dengan danau dan kolam-kolam yang dapat digunakan untuk menampung air hujan.

    Baca: Manfaat bangunan hijau untuk lingkungan dan kota

    Kawasan perumahan di Berlin didesain dengan area terbuka hijau yang dapat menyimpan dan menyerap kelebihan air.

    Metode ini dipercaya bisa “lebih berhasil dan tahan lama, serta biayanya hanya satu per sepuluh dari membangun bendungan-bendungan besar”, kata Prof Manoochehr Shirzaei dari Universitas Virginia Tech di Amerika Serikat.

    Meski, sejumlah pendapat mengkritik bahwa solusi ini tak akan berpengaruh banyak untuk mengurangi laju penurunan muka tanah apabila tidak diterapkan dalam lingkup yang besar.

    Dan, apa pun metodenya, perlu juga komitmen politik jangka panjang dari para pemimpin, ujar Prof Shirzaei.

    “Penurunan muka tanah akan terus muncul secara bertahap dalam jangka waktu yang lama, sehingga untuk menyelesaikannya, kita harus mengambil langkah yang sulit dan menerapkannya selama beberapa dekade,” katanya.

    Termasuk, katanya, pembatasan pompa air tanah yang mungkin tidak populer di kalangan masyarakat yang sudah sepenuhnya bergantung pada air sumur.

    Baca: Perubahan iklim bebani penduduk miskin di pesisir Jakarta