Tag: tpn ganjar-mahfud

  • TPN Ganjar-Mahfud Luncurkan 4 Aplikasi, Ini Dia Fungsinya

    TPN Ganjar-Mahfud Luncurkan 4 Aplikasi, Ini Dia Fungsinya

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan oleh tim capres untuk memperkenalkan visi misi mereka kepada publik. Seperti yang dilakukan oleh Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud dengan meluncurkan empat aplikasi.

    Keempat aplikasi tersebut adalah Ganjar Twin (AI), Super App GPMMD3, Oke Mas Ganjar (OMG), dan Ganjar Mahfud App.

    “Kemajuan teknologi menjadi cara tercepat menyampaikan pesan politik. Ini dapat berdampak luas untuk cara pemilih, politisi, dan wartawan menilai sosok dan program pasangan Ganjar-Mahfud,” jelas Deputi Operasi 247 TPN, Denon Prawiraatmaja seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: TPN Ganjar Mahfud minta aparat netral

    Selanjutnya Denon menjelaskan empat aplikasi ekosistem digital ini ramah pengguna yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas.

    Selain itu aplikasi ini juga mencegah terjadinya disinformasi di kalangan pemilih yang tersebar di seluruh Indonesia dan negara lain.

    Ekosistem digital tersebut dianggap bisa melindungi calon pemilih dari berbagai berita palsu dan dapat melampaui media sosial yang nyaris tidak memiliki aturan, sering menjebak dengan narasi dangkal dan palsu.

    Keempat aplikasi ini juga sebagai wadah bekal bagi para juru kampanye dan sukarelawan dalam menyebarluaskan program pro rakyat yang diusung Ganjar-Mahfud selama masa kampanye Pemilu 2024.

    Keempat aplikasi memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ganjar Twin berisi konten Chat GPT, yang dibuat Relawan Ganjar Berkarya.

    Baca: Rapat internal PDIP disusupi aparat

    Aplikasi ini untuk mempermudah pengguna membedah visi dan misi 21 Program Sat Set Ganjar-Mahfud.

    Aplikasi yang akrab disapa Ganjar AI tersebut dapat digunakan oleh seluruh tim pemenangan dan sukarelawan dalam membuat narasi yang baik terkait dengan program unggulan pasangan Ganjar-Mahfud.

    Super App GPMMD3 adalah aplikasi serba ada yang diciptakan Relawan Mobilitas Total Ganjar Pranowo (MotoGP) untuk mendukung secara maksimal TPN Ganjar-Mahfud.

    Dalam aplikasi ini ada beragam informasi dan update terkini aktivitas paslon dengan nomor urut 3 itu.

    Baca: Puisi Wiji Thukul saat Ganjar kampanye di Jepara

    GPMMD3 memungkinkan siapa pun berpartisipasi mengawal suara atau melaporkan adanya kecurangan dalam Pemilu 2024, yang selanjutnya ditindaklanjuti Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud.

    Sejumlah fitur pendukung di dalamnya, yakni fitur pemindai KTP Otomatis hingga pengawalan kotak suara melalui Kawal Kotak Suara via LaporGan.

    Sedangkan aplikasi OMG digunakan sebagai wahana bagi kalangan anak muda pemilih paslon nomor urut 3 yang sudah tersedia di playstore android atau app store apple.

    Dalam aplikasi ini juga dilengkapi fitur curhat, podcast, dan event soal Ganjar-Mahfud.

    Sementara aplikasi Ganjar-Mahfud App berperan sebagai agregator dan menyediakan berbagai macam konten komunikasi tentang Ganjar-Mahfud.

    Baca: Relawan Ganjar-Mahfud akan lakukan nano targetting

    Dalam aplikasi ini juga memuat pengalaman tersendiri bagi calon pemilih dan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pilpres 2024.

    Di samping itu, TPN juga meluncurkan aplikasi bernama Jangkar Ganjar yang dirancang untuk mendukung organisasi sukarelawan dan tim sukarelawan mendukung pemenangan Ganjar-Mahfud.

    Melalui aplikasi ini sukarelawan dan timnya dapat memantau kegiatan kampanye yang memungkinkan pengguna melacak dan memonitor kegiatan kampanye sukarelawan dan tim melalui data yang aktual dan analisis real time.

    Peluncuran aplikasi-aplikasi ini menggunakan teknologi SKRP, yang sudah digunakan untuk mengatur organisasi dan aktivitas di lebih dari 14 organisasi sukarelawan di seluruh Indonesia.

    Misalnya, untuk pengolahan big data, hub informasi, dan task management yang memiliki berbagai fitur yang mudah digunakan sukarelawan.

    “Jadi, dari TPN bisa kasih informasi yang lebih konkret dan resmi sehingga secara substansi rakyat paham betul program Ganjar-Mahfud,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • TPN Ganjar-Mahfud: Ucapan Presiden Jokowi ‘Boleh Kampanye’, Berbahaya

    TPN Ganjar-Mahfud: Ucapan Presiden Jokowi ‘Boleh Kampanye’, Berbahaya

    7cloud.asia – Deputi Bidang Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis menyatakan ucapan Presiden Jokowi soal pejabat negara, termasuk presiden boleh berkampanye dan memihak dianggap berbahaya.

    Menurutnya, pernyataan presiden ini bisa diikuti oleh menteri, gubernur, bupati, walikota hingga kepala desa. “Jika ini terjadi maka tidak akan ada pemilu yang luber dan jurdil,” tegas Todung dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (25/01/2024).

    TPN mengkhawatirkan adanya konflik kepentingan yang sangat nyata jika Presiden Jokowi ikut berkampanye dan ikut memihak.

    “Ini yang tidak fair, tidak adil. Menurut saya ini yang tidak sejalan dengan semangat negara hukum yang menjamin equality dan menjamin tidak ada diskriminasi,” jelasnya.

    Baca: TPN Ganjar-Mahfud luncurkan 4 aplikasi

    Menurut mantan duta besar Norwegia ini, pernyataan presiden tersebut tidak biasa dan belum pernah terjadi pada presiden-presiden sebelumnya.

    “Harap dicatat bahwa selama ini tidak pernah ada pernyataan presiden yang diucapkan seperti Presiden Jokowi dalam setiap pemilihan umum dan pilpres,” kata Todung.

    Pernyataan presiden tersebut, lanjut Todung sangat merisaukan karena bisa ditafsirkan sebagai bentuk pengingkaran sifat-sifat netral yang melekat pada diri presiden yang bertindak sebagai kepala negara.

    Memang, Todung mengakui ada aturan dalam UU no 7 tahun 2017 yang menyatakan presiden boleh berkampanye.

    “Tapi dalam konteks ini saya memahami kalau presiden itu sebagai incumbent, maju lagi untuk pemilihan berikutnya.Dalam konteks ini Presiden Jokowi tidak ikut dalam kontestasi politik. Jadi tidak ada periode ke tiga. Dia seharusnya menahan diri untuk berada diatas semua kontestan politik ini,” papar Todung.

    Baca: TPN Ganjar-Mahfud sepakat debat capres kemukakan gagasan

    Pada kesempatan itu, Todung mengingatkan Jokowi yang sebelum menjalankan tugasnya sebagai presiden telah disumpah akan menjalankan konstitusi dan hukum. Hal ini sesuai dengan pasal 9 UUD 1945.

    Jika presiden tidak melaksanakan tugasnya sesuai dengan hukum yang berlaku, kata Todung, maka hal ini ditafsirkan sebagai perbuatan tercela.

    “Ini bisa sebagai alasan untuk melakukan pemakzulan. Saya tidak mengatakan presiden dimakzulkan tetapi ini yang saya baca di pasal 9,” tegasnya.

    Presiden Jokowi sebelumnya berkali-kali menyatakan dirinya akan netral serta mengajak seluruh pejabat negara hingga ke desa untuk bersikap netral dalam pemilu dan pilpres 2024.  

    Tetapi dengan pernyataan yang membolehkan Presiden memihak dan berkampanye, maka TPN mempertanyakan prinsip jurdil dala pemilu nanti.

    Baca: TPN Ganjar-Mahfud minta aparat netral

    “Apakah pemilu dapat berlangsung adil, berintegritas jika presiden terang-terangan mengatakan boleh ikut memihak? Anda bisa menjawab sendiri pertanyaan ini,” katanya.

    Berdasarkan UU Pemilu pasal 282, pejabat negara, pejabat struktural, pejabat fungsional dan pejabat dalam negeri dan kepala desa dilarang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu selama kampanye.

    Pasal 283: pejabat negara, pejabat struktural, pejabat fungsional dan pejabat dalam  negeri serta aparatur sipil negara lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan terhadap peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah kampanye.

    Pasal 283 ayat 2 berbunyi larangan seperti yang dimaksud pada ayat 1 meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada aparatur sipil negara dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat.

    Kedua pasal ini secara tegas melarang keberpihakan pejabat negara. “Tidak ada alasan untuk justifikasikasi keberpihakan presiden dalam kontestasi politik yang berlangsung saat ini,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • TPN Ganjar-Mahfud Resmi Dibubarkan, Ganjar Deklarasikan Diri Jadi Oposisi

    TPN Ganjar-Mahfud Resmi Dibubarkan, Ganjar Deklarasikan Diri Jadi Oposisi

    7cloud.asia – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo resmi membubarkan Tim Pemenangan Nasional atau TPN Ganjar-Mahfud pada Senin (6/5/2024) malam di Posko Teuku Umar Nomor 9, Jakarta Pusat.

    Saat berpidato dalam acara halalbihalal Lebaran di hadapan para elite TPN Ganjar-Mahfud dan juga cawapres pendampingnya, Mahfud MD.

    Ganjar meminta izin kepada Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid yang duduk di hadapannya bersama jajaran TPN lainnya untuk membubarkan TPN.

    “Maka dengan ini kalau berkenan, ya Mas Arsjad, TPN-nya sebagai institusi harus bubar,” kata Ganjar di hadapan hadirin TPN.

    Dalam kesempatan ini, Ganjar mengumumkan dirinya tidak akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sikap itu, kata dia, sebagai pengontrol pemerintahan baru dalam menjalankan roda birokrasi.

    “Saya tidak akan bergabung di pemerintahan ini. Tapi saya sangat menghormati pemerintahan ini, dan kami akan melakukan kontrol dengan cara yang benar,” kata Ganjar.

    Baca Juga: PDI Perjuangan: Oposisi Dibutuhkan Demi Demokrasi yang Berkualitas

    Dia menjelaskan menjadi oposisi tak menyurutkan niatnya untuk ikut membantu Indonesia. Dia ingin menunjukkan langkah tersebut menjadi contoh bagi masyarakat mengenai cara menyikapi perbedaan politik pasca Pemilu.

    Ganjar pun meminta kepada semua pihak untuk saling menghargai setiap keputusan yang dilakukan oleh partai politik.

    Baik bergabung ke dalam pemerintahan atau menjadi oposisi. Dia menilai kedua posisi tersebut sama terhormatnya.

    “Sehingga moralitas politiknya ada. Cara berpolitik yang benar mesti naik kelas dan semua sama-sama terhormat. Tidak perlu saling mencibir,” tutur Ganjar.

    Pernyataan Ganjar ini disambut tepuk tangan meriah dari seluruh pendukung yang hadir. Meski begitu, Ganjar menegaskan, semangat TPN Ganjar-Mahfud dalam membangun negeri harus terus dipupuk.

    Sebab, ia melihat banyak orang di TPN dan relawan pendukungnya yang masih ingin melihat Indonesia lebih baik ke depannya.

    Baca Juga: Pengamat: Sebagai Oposisi PDI Perjuangan Jaga Iklim Demokrasi Indonesia

    “Tapi ada beberapa orang yang masih punya komitmen tinggi, kita membuka ruang yang lebih panjang. Karena kita ingin Republik ini berdiri sepanjang masa,” ucap politikus PDI Perjuangan ini.

    Ia lantas mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan dari TPN Ganjar-Mahfud, relawan, beserta seluruh partai politik pengusung.

    Ganjar berharap, semua pendukungnya tetap mengawal berjalannya Indonesia di masa pemerintahan yang baru.

    “Kekuatan yang ada di barisan Ganjar-Mahfud dan partai pengusung termasuk relawan kita juga harus tampil terdepan bicara membereskan itu. Ini cara cara yang harus kita kuatkan,” papar Ganjar.

    Terpisah, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai pembubaran TPN Ganjar-Mahfud bukan lah akhir dari perjuangan.

    Menurutnya, TPN Ganjar-Mahfud kini justru telah berubah menjadi sebuah ide dan gagasan membangun bangsa lebih baik ke depan.

    Baca Juga: Ray Rangkuti: Jika Setia pada Narasi Perubahan Seharusnya Nasdem Jadi Oposisi

    Ganjar dan Mahfud, menurut Hasto akan terus berjuang bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

    Hasto menegaskan, TPN yang bernama Ganjar-Mahfud itu kini akan berfokus pada perjuangan di bidang hukum hingga demokrasi. Perjuangan itu juga akan dilakukan oleh pasangan yang didukung TPN, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

    “Ganjar-Mahfud sekarang menjadi suatu ide, menjadi suatu gagasan bagaimana supremasi dibangun, supremasi hukum,” ujar Hasto.

    Di sisi lain, Hasto menekankan bahwa Ganjar-Mahfud beserta orang-orang di TPN terus berjuang menegakkan pentingnya bangsa dibangun atas prestasi dan menghargai setiap proses.

    Juga meritokrasi dan seluruh gagasan-gagasan keberpihakan kepada rakyat (ditegakkan) melalui suatu budaya berprestasi, melalui suatu proses.

    Esti Utami, dari berbagai sumber