Tag: Tunas

  • Tunas: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara Merawat Kali Angke

    Tunas: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara Merawat Kali Angke

    7cloud.asia – Bertempat tak jauh dari Kali Angke, tepatnya di Jalan Raya Parung, Pemagarsari, Kec. Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat komunitas Tunas (Tumbuh Pohon Nusantara) mendirikan basecamp.

    Salah satu penggagas Tunas, Musyafa Ahmad mengatakan, Tunas baru remsi berdiri pada 2023 berangkat dari keprihatinan para punggawanya atas kondisi Kali Angke.

    Namun, delapan awak Tunas yakni Musyafa, Bugis, Yusuf, Dhani, Yupita, Alis dan Bobby telah lama berkecimpung dalam kegiatan lingkungan.

    “Kami disatukan oleh visi yang sama yakni kepedulian pada lingkungan, khususnya di sekitar aliran Kali Angke,” terang Musyafa saat berbincang dengan 7cloud.asia di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu.

    Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024: Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

    Awalnya, delapan punggawa Tunas ini bergerak sendiri-sendiri, namun mereka memutuskan bergabung di bawah bendera Tunas, agar kegiatan mereka lebih bergaung.

    Adapun, misi Tunas adalah menanam pohon, membersihkan sungai dan memitigasi luapan Kali Angke yang dalam beberapa tahun terakhir makin memprihatinkan.

    Kali Angke dipilih menjadi kegiatan komunitas ini karena relatif kurang mendapat perhatian jika dibanding sungai lain di Jakarta, seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Citarum ataupun Cisadane.

    Kali Angke atau Cikeumeuh adalah salah satu sungai di Jakarta, Indonesia. Kali Angke memiliki panjang 9.125 kilometer, dan berhulu di daerah Bogor, Jawa Barat.

     

    Baca Juga: Ciliwung Muara Bersama: Cara Sederhana Warga Jagakarsa Merawat Sungai Ciliwung

    Dari Bogor, Kali Angke melintasi sejumlah wilayah di Jawa Barat, Cengkareng Tangerang dan Tangerang Selatan Banten sebelum akhirnya bermuara di Laut Jawa dekat Muara Angke, Jakarta Barat.

    Dhani yang ikut berbincang dengan 7cloud.asia mengatakan, dari penelusuran yang dilakukannya, luapan Kali Angke makin sering terjadi beberapa tahun belakangan.

    “Kalau dulunya banjir besar terjadi beberapa tahun sekali, kini makin tidak menentu. Bisa terjadi kapan saja jika turun hujan di Bogor,” terangnya.

    Dhani yang sebelumnya aktif mendata mata air di huluKali Angke mengatakan, kondisi DAS Kali Angke semakin terancam. Semakin turun ke bawah, kondisi Kali Angke makin terokupasi bangunan.

    Baca Juga: Sungai Ciliwung, Sejarah dan Maknanya Bagi Warga Jakarta

    Karena itu, menjadi misi Tunas untuk mengembalikan DAS Kali Angke menjadi alami kembali lewat program Rewilding The River, atau meliarkan kembali Kali Angke.

    Menanam pohon sebanyak mungkin adalah salah satu cara yang dilakukan. Itu sebabnya, setiap dua bulan sekali Tunas menggelar kegiatan menanam pohon dengan melibatkan warga sekitar.

    Tapi, ujar Musyafa, kami tak hanya menanam. Tunas juga melakukan pemantauan paling tidak selama enam bulan untuk memastikan pohon yang ditanam tumbuh seperti yang diharapkan

    Namun demikian, tak semua pohon yang ditanam bisa bertahan. Setidaknya 10 hingga 20 persen di antaranya mati karena berbagai sebab.

    Baca Juga: Teknik Daisugi, Produksi Kayu Berlanjutan Ala Jepang Tanpa Menebang Pohon

    “Ada yang karena hanyut, atau memang lahannya tidak cocok,” terang Musyafa, sembari menambahkan selama dua tahun terahir, setidaknya ada 20.000 pohon yang ditanam Tunas di sepanjang Kali Angke.

    Tak semua tumbuh memang, tetapi itulah cara Tunas untuk terus mencoba merawat alam di sekitar Kali Angke.

  • Puluhan Remaja Ramaikan Aksi Rehabilitasi Kali Angke yang Dihelat Komunitas Tunas

    Puluhan Remaja Ramaikan Aksi Rehabilitasi Kali Angke yang Dihelat Komunitas Tunas

    7cloud.asia – Bertempat di Desa Jabon Mekar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu-Minggu (29-30/6/2024), komunitas Tumbuh Pohon Nusantara (Tunas) menggelar aksi rehabilitasi Kali Angke.

    Acara bertajuk “Rewilding River Kali Angke Expedition” ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024.

    Kegiatan hasil kolaborasi masyarakat pencinta lingkungan se-Jabodetabekini diikuti oleh puluhan peserta yang mayoritas anak-anak muda.

    Ketua pelaksana kegiatan, Musyafa Ahmad mengatakan, bukan tanpa alasan pihaknya melibatkan anak muda dalam kegiatan rehabilitasi Kali Angke tersebut.

    Sebab, anak muda merupakan ujung tombak masa depan bangsa. Pada tahun 2045, diperkirakan 70 persen atau sekitar 80 juta penduduk Indonesia adalah usia produktif, yakni anak-anak muda.

    Baca Juga: Tunas: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara Merawat Kali Angke

    Oleh karenanya, ia menilai anak-anak muda harus mengambil peran dalam pelestarian lingkungan.

    Ia melanjutkan, sulit membayangkan masa depan Indonesia Emas 2045 tanpa menyiapkan kondisi lingkungan hidup yang baik.

    “Sulit membayangkan Indonesia Emas tanpa kondisi lingkungan hidup yang baik. Bagaimana bisa anak-anak muda akan menjadi generasi unggul nantinya, jika airnya, bahan makanannya, udaranya, ruang tempat hidupnya tidak mendukung hal itu,” katanya.

    Musyafa Ahmad menambahkan, kegiatan rehabilitasi Kali Angke ini juga dalam kerangka mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Di antaranya SDG 6: air bersih dan sanitasi, SDG 13: penanganan perubahan iklim, SDG 15: ekosistem daratan dan SDG 17: kemitraan untuk mencapai tujuan.

    Baca Juga: Ciliwung Muara Bersama: Cara Sederhana Warga Jagakarsa Merawat Sungai Ciliwung

    “Kegiatan kali ini fokus pada penanaman bibit pohon mahoni. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi polusi, memitigasi longsor, meningkatkan kualitas air sungai dan menyediakan penyaringan alami bagi udara kita,” imbuhnya.

    Pada kegiatan itu, sekitar 1.000 bibit Pohon Mahoni telah ditanam. Nantinya, anggota komunitas Tunas akan memantau hingga enam bulan setelah bibit ditanam.

    Tak hanya menanam pohon di lokasi kegiatan, masing-masing peserta mendapatkan bibit pohon untuk dibawa pulang. Tanaman itu terdiri dari berbagai jenis, yakni petai, jengkol, durian, rambutan, alpukat, manggis dan lainnya.

    “Kami akan memantau rutin selama enam bulan ke depan terhadap bibit yang sudah ditanam. Untuk bibit yang kami serahkan kepada peserta, kami berharap nantinya dapat juga ditanam di wilayah masing-masing,” tutur Yusuf Muttaqien, panitia sekaligus pendiri Lembaga TUNAS.

    Usai penanaman bibit pohon, para peserta melakukan kegiatan operasi bersih sampah di bantaran Kali Angke dengan dibantu UPT Pengelolaan Sampah Wilayah V Parung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

    Baca Juga: Daerah Aliran Sungai Ciliwung dalam Kondisi Kritis, Mungkinkah Dikembalikan Ke Kondisi Normal?

    Sebelum melakukan aksi menanam pohon dan bebersih Kali Angke, puluhan anak muda mengikuti boot camp tentang mitigasi bencana.

    Di kesempatan itu, Kepala Seksi RHL Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung, Ridwan Budiarto, mengatakan minimnya hijauan di daerah aliran sungai harus mendapat perhatian serius karena bisa memicu banjir dan longsor.

    “Faktor lain yang juga menjadi penyebab banjir adalah kebiasaan membuang sampah secara sembarangan,” ucapnya.

    Dalam kegiatan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor turut terlibat memberikan materi tentang mitigasi bencana.

    Mewakili BPBD Kabupaten Bogor, Dandie Ardiansyah Putra, menjelaskan risiko bencana bisa dikurangi, salah satunya dengan mitigasi.