7cloud.asia – Bertempat di Desa Jabon Mekar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu-Minggu (29-30/6/2024), komunitas Tumbuh Pohon Nusantara (Tunas) menggelar aksi rehabilitasi Kali Angke.
Acara bertajuk “Rewilding River Kali Angke Expedition” ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024.
Kegiatan hasil kolaborasi masyarakat pencinta lingkungan se-Jabodetabekini diikuti oleh puluhan peserta yang mayoritas anak-anak muda.
Ketua pelaksana kegiatan, Musyafa Ahmad mengatakan, bukan tanpa alasan pihaknya melibatkan anak muda dalam kegiatan rehabilitasi Kali Angke tersebut.
Sebab, anak muda merupakan ujung tombak masa depan bangsa. Pada tahun 2045, diperkirakan 70 persen atau sekitar 80 juta penduduk Indonesia adalah usia produktif, yakni anak-anak muda.
Baca Juga: Tunas: Upaya Komunitas Tumbuh Pohon Nusantara Merawat Kali Angke
Oleh karenanya, ia menilai anak-anak muda harus mengambil peran dalam pelestarian lingkungan.
Ia melanjutkan, sulit membayangkan masa depan Indonesia Emas 2045 tanpa menyiapkan kondisi lingkungan hidup yang baik.
“Sulit membayangkan Indonesia Emas tanpa kondisi lingkungan hidup yang baik. Bagaimana bisa anak-anak muda akan menjadi generasi unggul nantinya, jika airnya, bahan makanannya, udaranya, ruang tempat hidupnya tidak mendukung hal itu,” katanya.
Musyafa Ahmad menambahkan, kegiatan rehabilitasi Kali Angke ini juga dalam kerangka mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di antaranya SDG 6: air bersih dan sanitasi, SDG 13: penanganan perubahan iklim, SDG 15: ekosistem daratan dan SDG 17: kemitraan untuk mencapai tujuan.
Baca Juga: Ciliwung Muara Bersama: Cara Sederhana Warga Jagakarsa Merawat Sungai Ciliwung
“Kegiatan kali ini fokus pada penanaman bibit pohon mahoni. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi polusi, memitigasi longsor, meningkatkan kualitas air sungai dan menyediakan penyaringan alami bagi udara kita,” imbuhnya.
Pada kegiatan itu, sekitar 1.000 bibit Pohon Mahoni telah ditanam. Nantinya, anggota komunitas Tunas akan memantau hingga enam bulan setelah bibit ditanam.
Tak hanya menanam pohon di lokasi kegiatan, masing-masing peserta mendapatkan bibit pohon untuk dibawa pulang. Tanaman itu terdiri dari berbagai jenis, yakni petai, jengkol, durian, rambutan, alpukat, manggis dan lainnya.
“Kami akan memantau rutin selama enam bulan ke depan terhadap bibit yang sudah ditanam. Untuk bibit yang kami serahkan kepada peserta, kami berharap nantinya dapat juga ditanam di wilayah masing-masing,” tutur Yusuf Muttaqien, panitia sekaligus pendiri Lembaga TUNAS.
Usai penanaman bibit pohon, para peserta melakukan kegiatan operasi bersih sampah di bantaran Kali Angke dengan dibantu UPT Pengelolaan Sampah Wilayah V Parung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Daerah Aliran Sungai Ciliwung dalam Kondisi Kritis, Mungkinkah Dikembalikan Ke Kondisi Normal?
Sebelum melakukan aksi menanam pohon dan bebersih Kali Angke, puluhan anak muda mengikuti boot camp tentang mitigasi bencana.
Di kesempatan itu, Kepala Seksi RHL Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung, Ridwan Budiarto, mengatakan minimnya hijauan di daerah aliran sungai harus mendapat perhatian serius karena bisa memicu banjir dan longsor.
“Faktor lain yang juga menjadi penyebab banjir adalah kebiasaan membuang sampah secara sembarangan,” ucapnya.
Dalam kegiatan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor turut terlibat memberikan materi tentang mitigasi bencana.
Mewakili BPBD Kabupaten Bogor, Dandie Ardiansyah Putra, menjelaskan risiko bencana bisa dikurangi, salah satunya dengan mitigasi.

Leave a Reply