Tag: ubud food festival

  • Ubud Food Festival: Merayakan Kekayaan Tradisi Kuliner Nusantara

    Ubud Food Festival: Merayakan Kekayaan Tradisi Kuliner Nusantara

    7cloud.asia – Tahun ini Ubud Food Festival telah memasuki usianya yang ke-6. Ubud Food Festival 2024 digelar pada 31 Mei hingga 2 juni 2024 dengan mengambil tema Take It To The Street. 

    Diluncurkan pada tahun 2015 oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati, Ubud Food Festival memiliki tujuan untuk menampilkan kekayaan tradisi kuliner Indonesia dalam panggung global.

    Ubud Food Festival digelar untuk merayakan makanan terbaik, sekaligus mengenalkan keanekaragaman masakan Nusantara ke panggung dunia.

    Ubud Food Festival sekaligus membantu pencinta dan pelaku kuliner terutama anak muda Indonesia untuk meningkatkan keterampilan mereka melalui kelas master dan demo memasak.

    Ubud Food Festival juga membuka peluang bagi pelaku industri kuliner untuk berjejaring.

    Baca: Simak keriaan Ubud Food Festival 2024 

    Dalam programnya, penyelenggara Ubud Food Festival juga memasukkan diskusi-diskusi penting soal masalah-masalah global, seperti lingkungan, keberlanjutan dan sistem makanan.

    Di Ubud Food Festival 2024 ini, Legenda hidup dari Bali, Ni Wayan Murni, dinobatkan sebagai penerima Lifetime Achievement Award 2024.

    Warung Ni Wayan Murni yang didirikan pada 1974, dengan cepat menjadi tujuan utama bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri.

    Seiring berjalannya waktu, warisannya juga berkembang dengan pendirian perusahaan-perusahaan yang masing-masing mencerminkan komitmennya terhadap warisan budaya Bali.

    Hal ini membuat penyelenggara festival merasa tersentuh dan memberikan kehangatan dan semangat untuk berbagi keindahan budaya Tanah Air, dan mengingat visi Murni yang ingin memberikan dampak jangka panjang pada Kuliner Bali.

    Baca: Jangan lewatkan Festival Kuliner Legendaris

    Para pegiat isu keberlanjutan dapat menantikan sustainability forum perdana, sedangkan para pecinta kopi dapat menikmati Minggu yang dipenuhi dengan lokakarya dan diskusi seputar kopi.

    Ubud Food Festival 2024 juga memanjakan para pecinta kuliner dengan akses gratis ke festival yang terkenal dengan berbagai demonstrasi memasak yang menggiurkan, yang akan menyoroti kuliner otentik.

    Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati I Ketut Suardana, Pendiri & Direktur Ubud Food Festival Janet DeNeefe, Duta Festival & Putri Indonesia 2022 Laksmi DeNeefe Suardana membuka festival dengan konferensi pers.

    Membersamai mereka ada, Chef kelahiran Sumatra sekaligus pemilik Silk Bistro Freddie Salim, Pendiri Bali Restaurant and Café Association (BRCA) Chris Salans, dan chef pemenang penghargaan kebanggaan New Zealand Nick Honeyman, 

    Selain nama-nama tersebut, Ubud Food Festival 2024 juga menampilkan para pelopor gastronomi.

    Baca: Gang Gloria wisata kuliner legendaris di Jakarta

    Sebut saja pemenang World Barista Championship 2024 Mikael Jasin, chef ternama asal Bali Wayan Kresna Yasa, chef India pemenang penghargaan Deepanker Khosla,

    Hadir juga bartender Indonesia yang telah diakui dunia Agung dan Laura Prabowo, chef selebriti Korea Daeyong Kwon, chef dari hutan Papua Charles Toto, Tjokorda Gde Putra Sukawati.

    Penglingsir Puri Saren Agung Ubud serta mewakili komunitas dan masyarakat Ubud, Vinsensius Jemadu, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dan masih banyak lagi.

    Kisah-kisah inspiratif, dan petualangan kuliner yang unik, masakan Indonesia, khususnya jajanan kaki limanya, yang jelas berkelas dunia dan menjadi warisan, ikon, serta bintang-bintang baru kulinernya yang mengglobal pun kini hadir di kancah dunia.

    Sumber:Antaranewscom

  • Take it to the Streets: Jelajah Cita Rasa Kuliner Kaki Lima di Ubud Food Festival

    Take it to the Streets: Jelajah Cita Rasa Kuliner Kaki Lima di Ubud Food Festival

    7cloud.asia – Acara Ubud Food Festival yang membuka peluang bagi pelaku kuliner lokal dan global kembali digelar.

    Ubud Food Festival tahun ini mengusung tema “Take it to the Streets”, diharapkan menjadi penjelajahan cita rasa kuliner kaki lima di Indonesia dan sekitarnya,

    Di sini, para pecinta kuliner akan dimanjakan dengan kelezatan kuliner kaki lima dan berkesempatan bertemu dan membangun kolaborasi kuliner yang berwarna.

    Ubud Food Festival (UFF) 2024 menyediakan ruang bagi pemilik usaha dan merek kuliner, baik lokal maupun mancanegara, untuk mempromosikan produk kepada para pecinta kuliner bertemu dengan koki papan atas, pemilik restoran, akademisi, dan pengusaha kuliner.

    Pendiri dan Direktur Ubud Food Festival, Janet DeNeefe mengaku sangat senang mengundang pengunjung lokal dan mancanegara untuk merasakan kekayaan kuliner Indonesia dalam sajian jajanan kaki lima.

    Mulai penganan tradisional hingga dengan kuliner kreasi baru, selama tiga hari penuh penyelenggaraan Ubud Food Festival 2024.

    Baca Juga: Catat Tanggalnya! Festival Kuliner Legendaris Bakal Digelar di Sejumlah Kota

    Pengunjung dapat mencicipi kenikmatan bakso, martabak yang begitu menggoda, kuliner legendaris babi guling, hingga mengunyah cemilan vegan tanpa rasa bersalah.

    Food For Thought, sebuah sesi diskusi yang menarik untuk menggali wawasan serta tentu saja akan memberi peluang bagi konsumen dan produsen untuk saling berbagi cerita, membangun jaringan, hingga mengupayakan industri kuliner yang dinamis dan berkelanjutan.

    Hal ini sejalan dengan keinginan pendiri Ubud Food Festival untuk merayakan kuliner kaki lima di Indonesia dan merayakan kekayaan gastronomi yang diharapkan mampu menyoroti keagungan lanskap kuliner di Nusantara.

    Kekayaan gastronomi Indonesia, menjadi sorotan dengan banyaknya olahan makanan berdasar rempah-rempah yang melimpah dan memiliki filosofi budaya di dalamnya.

    Memasuki tahun ke-6, festival itu kembali digelar pada 31 Mei 2024 yang ditandai dengan konferensi pers dan pembukaan stan-stan makanan untuk pengunjung.

    Dilanjutkan secara beruntun sampai tanggal 2 Juni 2024 dengan beragam program yang menghadirkan talenta-talenta kuliner baru dan terkemuka dari Indonesia, bersama dengan para chef terbaik Asia dan penerima penghargaan bintang Michelin.

    Baca Juga: Mengenal Gang Gloria, Tujuan Wisata Kuliner Legendaris di Jakarta

    Tahun ini, festival membuka pintu taman kuliner seluas-luasnya dengan menawarkan tiket masuk gratis bagi para pecinta kuliner.

    Festival itu secara resmi telah dibuka di Titik Dua, Ubud, Gianyar, Bali pada Kamis, 29 Mei 2024, dengan peluncuran program dan pameran karya seniman mural yang berkolaborasi dengan panitia festival tahun ini.

    Festival itu menjadi ajang bagi para pelaku bisnis kuliner lokal untuk unjuk gigi. Para pengunjung dapat menemukan beragam makanan khas daerah yang disajikan dengan cita rasa otentik.

    Ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan dan mengapresiasi dari banyaknya kekayaan kuliner yang ada di Indonesia.

    Dengan perpaduan antara wisata kuliner, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Ubud Food Festival 2024 menjadi agenda yang wajib dikunjungi bagi para pecinta kuliner dan budaya.

    Salah satu yang menarik dari Ubud Food Festival adalah pada minuman dan makanan fermentasi khas wilayah Indonesia.

    Baca Juga: UNESCO Akui Jamu Jadi Warisan Budaya Dunia

    Pengunjung dapat mencicipi berbagai minuman hasil fermentasi, seperti arak Bali, brem, dan lainnya, disertai dengan belajar tentang sejarah dan proses pembuatannya.

    Setidaknya ada 70 stan kuliner yang menyajikan cita rasa otentik Nusantara dari berbagai wilayah. Kuah ikan asam, kepiting khas Raja Ampat, minuman khas dari fermentasi buah kopi, sate lilit khas Bali dan dari berbagai macam wilayah di Indonesia. Hidangan global juga disediakan di festival ini.

    Makanan otentik dari Vietnam, Meksiko, serta minuman alkohol yang khas, seperti anggur, bir, teh dan kopi juga hadir di festival ini.

    Musik Keroncong dan Tari Kecak juga menjadi pengiring dari kemeriahan acara yang berlangsung. Musik keroncong merupakan salah satu musik khas Indonesia. Musik keroncong sendiri merupakan salah satu genre musik yang lahir dari perpaduan budaya barat serta timur. Musik ini menggunakan instrumen musik dawai, suling, dan vokal.

    Tari Kecak merupakan pertunjukan drama-tari khas Bali. Tarian ini mempertontonkan banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan suara “cak” dan mengangkat kedua lengan. Iringan musiknya berasal dari seruan kata “cak” oleh para penari.

    Festival ini tak hanya surga bagi lidah, karena juga menawarkan pengalaman menyeluruh seputar dunia kuliner.

    Para pengunjung dapat mengikuti lokakarya memasak, menyaksikan demo masak langsung oleh para chef ternama di panggung teater kuliner, atau mengikuti tur kuliner untuk menelusuri jejak cita rasa Nusantara yang otentik.

    Sumber: Antaranews.com