Tag: ugm

  • Cara Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

    Cara Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

    7cloud.asia – Menghadapi kedaruratan sampah di Yogyakarta, relawan Sambatan Jogja atau SONJO bekerja sama dengan UGM menggelar pelatihan pengolahan sampah organik. 

    Pelatihan pengolahan sampah diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari sejumlah rumah sakit dan pesantren yang tergabung dalam SONJO.

    Selama tiga hari, 7-9 Agustus 2023 para peserta mengikuti pelatihan pengelolaan dan pengolahan sampah organik di Fakultas Biologi UGM.

    Sedangkan pelatihan pengolahan sampah anorganik dilakukan  Fakultas Kedokteran Gigi UGM.

    Bagi relawan SONJO ini sebagai bentuk peran aktif UGM dalam mengatasi masalah sampah di Yogyakarta. 

    Baca: Sistem guna ulang antisipasi larangan sampah sekali pakai

    Founder SONJO yang juga Dosen FEB UGM, Rimawan Pradiptyo mengatakan, Warga DIY khususnya Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta mengalami darurat sampah akibat penutupan TPA Regional Piyungan pada 23 Juli 2023 lalu.

    Melihat hal tersebut SONJO hadir dengan mendorong pemilihan dan pemilahan sampah yang dapat dilakukan di level rumah tangga dan dasawisma.

    “Salah satunya dengan memberikan pelatihan pengelolaan dan pengolahan sampah ini,” ujarnya sebagaimana dikutip ugm.ac.id

    Dalam pelatihan ini, Fakultas Biologi UGM mengenalkan sejumlah teknologi sederhana pengolahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Teknologi ini harapannya nanti dapat dipraktikkan oleh masyarakat.

    Baca: Menyoal galon sekali pakai dan masalah bagi lingkungan

    Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi S. Daryono, menyebutkan sejak tahun 2017 silam Fakultas Biologi UGM telah menangani persoalan sampah organik dengan beragam pendekatan.

    Pendekatan yang digunakan adalah pengolahan sampah melalui vermicomposting, pupuk cair organik (poc), eco enzim, pengomposan, serta pemakaian biofertilizer dari urine ternak.

    “Persoalan sampah ini kan berasal dari diri kita sendiri sehingga harus diselesaikan sendiri. Kami di Biologi UGM setiap hari mengolah minimal 25 kilogram sampah organik,” paparnya, Senin (7/8) saat membuka pelatihan Pengolahan Sampah di Fakultas Biologi UGM.

    Baca: Mendulang uang dari pengolahan sampah

    Pengalaman pengelolaan dan pengolahan sampah dibagikan dengan harapan bisa membantu dalam menjaga kebersihan dan keberlangsungan lingkungan.

    Upaya pengelolaan sampah dengan perpektif ramah lingkungan dan berkelanjutan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

    Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan pemaparan tentang cara pengolahan sampah menjadi pupuk dengan memanfaatkan biofertilizer. Pemaparan dilakukan oleh Dosen Fakultas Biologi UGM, Dwi Umi Siswanti.

    Dijelaskan, dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos memanfaatkan sembilan spesies mikrobia. Penambahan biofertilizer menjadikan proses degradasi berlangsung lebih cepat ketimbang cara konvensional.

    “Prosesnya tidak terlalu lama, yang biasanya butuh waktu 2 minggu bahkan lebih. Namun, dengan penambahan biofertilizer proses komposting bisa lebih cepat,” jelasnya.

    Baca: Insectta mengubah sampah makanan menjadi bahan bernilai tinggi

    Cara aplikasi biofertilizer pun tergolong sederhana. Cukup dengan mengencerkan  biofertilizer dengan rasio biofertilizer dan air 1:11.

    Selanjutnya cairan dimasukan ke dalam sprayer lalu disemprotkan ke sampah yang sudah dicacah kemudian ditutup terpal.

    Setiap dua hari sekali terpal dibuka dan sampah cacah dibalik kemudian ditutup kembali.

    Hal tersebut terus diulang sampai 2 minggu dan setelah itu pupuk kompos siap untuk dikeringkan atau diangin-anginkan kemudian diayak untuk siap dikemas.

    “Proses komposting ini efisien dan ramah lingkungan. Sampah bisa diubah jadi kompos maupun pupuk cair yang kaya nutrisi,” terangnya.

    Baca: Seperti ini dampak sampah makanan pada lingkungan

    Sementara Sukirno, memaparkan cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair dengan metode vermicomposting dengan maggot yang berasal dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF).

    Untuk memproduksi pupuk organik cair, sisa makanan yang dihasilkan rumah tangga dimasukan dalam digester dalam bentuk ember tumpuk. Selanjutnya limbah organik rumah tangga tersebut difermentasi menggunakan maggot BSF.

    “BSF ini bisa mempercepat degradasi sampah sehingga fermentasi lebih cepat dan efektif,”urainya.

    Soenarwan Heri Poerwanto, dalam kesempatan itu menyampaikan tentang metode vermicomposting dengan menggunakan cacing tanah.

    Sampah organik dari limbah pertanian, perkebunan, maupun peternakan bisa diolah menjadi pupuk organik dengan menambahkan cacing tanah sebagai agen untuk mendegradasi sampah yang ada.

    Baca: Teba, cara unik warga Bali mengolah sampah rumah tangga

    Pembuatan pupuk tergolong mudah. Pertama, limbah organik dihancurkan menjadi partikel kecil terlebih dahulu. Lalu, disebar di tempat rata dengan ketinggian antara 20-30 cm untuk ditaburkan cacing tanah.

    Upayakan kondisinya media dalam keadaan lembab saat dimasukkan cacing tanah.

    “Cacing tanah ini memiliki kemampuan degradasi sampah organik dalam 24 jam seberat berat tubuh. Hasilnya adalah granul dari cacing tanah yang bisa dipakai menjadi pupuk,” ungkapnya.

    Kelebihan dari metode ini, dikatakan Heri, pupuknya dapat digunakan di bidang pertanian.

    Sementara biomasa cacing tanah bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein di bidang perikanan dan peternakan sebagai campuran pakan ikan maupun ternak.

    Baca: Teknologi Masaro, ubah sekilo sampah jadi senilai satu gram emas

     

     

  • Di Hari Jadinya yang ke-74, UGM Resmikan Kompleks Tempat Ibadah Semua Agama

    Di Hari Jadinya yang ke-74, UGM Resmikan Kompleks Tempat Ibadah Semua Agama

    7cloud.asia – Universitas Gadjah Mada kini telah memiliki rumah ibadah enam agama di lingkungan kampus.

    Komplek tempat ibadah di UGM ini dibangun di samping Masjid Kampus dan Mardliyyah Islamic Center yang telah lebih dulu dibangun.

    Rektor UGM telah meresmikan kompleks fasilitas kerohanian yang di dalamnya terdapat dua bangunan gereja, masing-masing untuk kegiatan kerohanian agama Katolik dan Kristen Protestan,

    Selain itu juga ada wihara untuk peribadatan agama Buddha, kelenteng untuk peribadatan agama Konghucu, serta pura untuk peribadatan agama Hindu. 

    Fasilitas kerohanian dibangun untuk mewadahi kegiatan-kegiatan kerohanian bagi sivitas UGM yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

    Baca: Pemaksaan berbusana atas nama agama

    Kompleks ini diresmikan Rektor dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Selasa (19/12) bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-74 UGM.

    “Di UGM sendiri salah satu karakter yang kita bangun adalah inklusivitas. Kita memang heterogen, sehingga itu harus diwadahi termasuk dalam hal keberagamaan,” tutur Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia.

    Fasilitas kerohanian ini berlokasi di Jl. Podocarpus, Sendowo, berdekatan dengan salah satu asrama mahasiswa UGM. Fasilitas tersebut berdiri pada lahan seluas 5.994 M2, di dalamnya termasuk area terbuka hijau, plaza, serta area parkir. 

    Masing-masing bangunan peribadatan didesain menggunakan ciri dari masing-masing agama.

    Dua gereja yang telah berdiri masing-masing mampu menampung hingga 100 orang. Pura mampu menampung 50 orang, sedangkan wihara dan kelenteng masing-masing dapat menampung sekitar 40 orang.

    Baca: Siswi digunduli karena tak kenakan ciput

    Inisiasi Pembangunan fasilitas ini dimulai pada tahun 2020, pada kepemimpinan rektor sebelumnya, Prof. Ir. Panut Mulyono

    Peletakan batu pertama dilakukan pada 21 Mei 2022 di akhir masa kepemimpinannya, sementara proses pembangunan dimulai pada tanggal 24 Januari 2023 di bawah kepemimpinan rektor saat ini.

    “Ini akan menjadi tempat bagi sivitas untuk berdiskusi dan mempraktikkan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing,” imbuh Rektor. 

    Bangunan wihara, kelenteng, dan pura telah selesai dibangun pada tanggal 19 November lalu, sedangkan gereja dan fasilitas pendukungnya diselesaikan pada tanggal 16 Desember.

    Pembiayaan pembangunan fasilitas tersebut menggunakan dana masyarakat sejumlah Rp25 Miliar.

    Baca: Minat baca pada anak

    Ketua MWA UGM, Prof. Dr. Pratikno menerangkan makna penting fasilitas ini, yang sejalan dengan jati diri dan semangat UGM.

    “Terima kasih atas kerja keras sehingga ini bisa terwujud, sebuah kebanggaan yang luar biasa. Kalau di GIK kita menjulang tinggi, di sinilah kita mengakar kuat. Sejak awal mahasiswa masuk ke sini sudah terekspose dengan keberagaman, ini akan menjadi modal besar bagi Indonesia ke depan,” tuturnya. 

    Pratikno berharap, komunitas keagamaan di lingkup UGM dapat menghidupkan fasilitas ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna.

    Ia juga berharap inisiatif ini dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk ikut mewadahi para sivitas dalam menekuni kegiatan keagamaan sekaligus merayakan keberagaman. 

    “Kita bisa mendorong kebinekaan dari UGM. Harapannya ini terus diperluas di universitas lain, sehingga kesadaran akan perbedaan tetapi tetap bersatu menguat di antara anak muda kita,” tambahnya. 

    Sumber: ugm.ac.id, Penulis: Gloria

  • Sivitas Akademika UGM Rilis Petisi Bulaksumur: Ingatkan Jokowi yang Telah Keluar Jalur

    Sivitas Akademika UGM Rilis Petisi Bulaksumur: Ingatkan Jokowi yang Telah Keluar Jalur

    ruangkota.com – Sivitas akademika yang terdiri dari guru besar, dosen, mahasiswa dan alumni berkumpul di Balairung UGM, Bulaksumur, Daerah Istimewa Yogyakarta Rabu (31/1/2024) sore.

    Mereka mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah keluar jalur, lewat Petisi Bulaksumur.

    Profesor Koentjoro mewakili sivitas akademika UGM membacakan Petisi Bulaksumur di atas mimbar didampingi para guru besar UGM.

    Dilansir krjogja.com, saat membacakan Petisi Bulaksumur, Koentjoro juga menyanyikan Himne Gadjah Mada dengan mengutip liriknya.

    ‘Bagi kami almamater kuberjanji setia. Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi. Di dalam persatuan jiwa seluruh bangsaku. Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Nusantara.’

    Baca: Pakar hukum tatanegara menilai Jokowi sudah layak dimakzulkan

    Begitu ia menyanyikan itu, sivitas akademika yang ada pun ikut dalam lantunan nada. Koentjoro meminta Presiden Jokowi sebagai alumni UGM untuk selalu mengingat janji sebagai alumni Universitas Gadjah Mada.

    “Kami menyesalkan tindakan-tindakan menyimpang yang justru terjadi dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi, keterlibatan sejumlah aparat penegak hukum dalam proses demokrasi perwaklan yang sedang berjalan dan pernyataan kontradiktif Presiden tentang keterlibatan pejabat publik dalam kampanye politik antara netralitas dan keberpihakan merupakan wujud penyimpangan dan ketidakpedulian akan prinsip demokrasi,” ungkap Koentjoro.

    Dalam petisi Bulaksumur itu, diungkap bahwa Jokowi sebagai alumni semestinya berpegang pada jati diri UGM, yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dengan turut memperkuat demokratisasi agar berjalan sesuai standar moral yang tinggi.

    Baca: Jokowi dan Ibu Iriana dilaporkan ke Bawaslu

    Jokowi juga didesak untuk dapat mencapai tujuan perbentukan pemerintahan yang sah (legitimate) demi melanjutkan estafet kepemimpinan untuk mewujudkan cita-cita luhur sebagaimana tertuang di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

    Sivitas akademika UGM juga menilai Presiden Joko Widodo semestinya selalu mengingat janjinya sebagai alumni Universitas Gadjah Mada.

    Sementara, Kepala Pusat Studi Pancasila, Agus Wahyudi, sebagai inisiator Petisi Bulaksumur mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikan adalah hasil dialog profesor, dosen dan mahasiswa UGM.

    Apa yang disampaikan murni dilandaskan pada keluarga yang saling mengingatkan satu sama lain.

    “Kami bicara dalam tataran keluarga, yang kita omongin juga keluarga sendiri. Kami mengingatkan dengan bahasa cinta, seperti ngomong dengan keluarga bahwa kamu perlu membaca suara rakyat ini,” ungkapnya.

    Baca: Demokrasi dipertaruhkan karena politik dinasti Jokowi

    Ia menambahkan, denyut nadi suara publik sudah banyak disuarakan media pun lewat media sosial. Bagaimana kebebasan berbicara adalah hak setiap warga. Kami warga UGM menyampaikan ini

    Apakah nantinya akan menyampaikan petisi secara langsung pada Jokowi, Agus mengatakan bahwa hal itu juga akan dilakukan. Namun ia menilai bahwa Jokowi akan membaca langsung dari media.

    Agus menegaskan bahwa catatan-catatan yang disampaikan merupakan akumulasi kegelisahan yang dirasakan tentang kemunduran demokrasi di Indonesia.

    “Kita tidak mengambil jalan memakzulkan. Apa yang dilakukan presiden, kita tahu bermain politik tapi dengan melanggar batas-batas demokrasi. Pemilu sudah dekat, publik yang akan menilai,” pungkasnya.

     

  • Gerakan Kampus Menggugat: Serukan Penegakan Etika dan Konstitusi, Dimulai dari UGM

    Gerakan Kampus Menggugat: Serukan Penegakan Etika dan Konstitusi, Dimulai dari UGM

    7cloud.asia – Sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) menyerukan gerakan moral bertajuk “Kampus Menggugat: Tegakkan Etika dan Konstitusi, Perkuat Demokrasi” pada Selasa (12/03/2024).

    Guru besar, dosen, alumni, mahasiswa hingga seniman hadir berkumpul di Balairung untuk bersama-sama menyerukan gerakan moral Kampus Menggugat ini.

    Dalam kesempatan tersebut, sejumlah guru besar UGM seperti Prof. Koentjoro, Prof. Sigit Riyanto, Prof. Wahyudi Kumorotomo, Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, dan Prof. Budi Setiyadi Daryono tampak hadir mendukung gerakan Kampus Menggugat ini

    Hadir pula, Wakil Rektor UGM Arie Sutjito, Zaenal Arifin Mochtar, dan Ketua BEM KM UGM Nugroho Prasetyo Aditama.

    Tak hanya sivitas akademika UGM, rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Fathul Wahid dan Rektor Universitas Widya Mataram Prof Edy Suandy Hamid juga hadir dalam pembacaan gerakan moral Kampus Menggugat.

    Tampak hadir juga alumni UGM sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas.

    Tak hanya itu, tampak pula sejumlah seniman dan para mahasiswa yang turut hadir dalam gerakan Kampus Menggugat.

    Acara ini diawali dengan orasi dari guru besar, dosen, alumni hingga Ketua BEM KM UGM. Setelah orasi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Prof Wahyudi Kumorotomo, dan Prof Budi Setiyadi Daryono.

    Prof Wahyudi Kumorotomo mengatakan, pernyataan hari ini merupakan peristiwa sakral karena berada di Balirung UGM. “Betul-betul ini merupakan peristiwa yang mudah-mudahan membawa perubahan bagi kita semua,” ujarnya.

    Setelah itu Prof Budi Setiyadi Daryono melanjutkan dengan membacakan pernyataan sikap “Kampus Menggugat : Tegakkan Etika dan Konstitusi, Perkuat Demokrasi”.

    “Sivitas akademika UGM melalui gerakan kampus menggugat, mengundang para sivitas akademia dan alumni di tiap universitas dan elemen masyarakat sipil untuk mengembalikan etika dan konstitusi yang terkoyak selama lima tahun terakhir,” ucap Prof Budi Setiyadi membacakan pernyataan sikap.

    Universitas adalah benteng etika dan akademisi adalah insan ilmu pengetahuan yang bertanggungjawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menjaga keadaban, mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

    “Inilah momentum kita sebagai warga negara melakukan refleksi dan evaluasi terhadap memburuknya kualitas kelembagaan Indonesia dan dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

    Reformasi 1998 adalah gerakan rakyat untuk mengembalikan amanah konstitusi setelah terkoyak oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme di masa Orde Baru.

    Namun, sejak 17 Oktober 2019, pendulum reformasi berbalik arah dengan ditandai revisi UU KPK, kemudian diikuti pengesahan beberapa UU lain yang dipandang kontroversial seperti UU Minerba hingga UU Cipta Kerja.

    Pelanggaran etika dan konstitusi meningkat drastis menjelang Pemilu 2024 dan memperburuk kualitas kelembagaan formal maupun informal.

    Kemunduran kualitas kelembagaan ini disebut menciptakan kendala pembangunan bagi siapapun presiden Indonesia 2024-2029 dan selanjutnya.

    “Konsekuensinya, kita semakin sulit untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, yang membayang justru adalah Indonesia Cemas,” tuturnya.

    Konstitusi memberikan amanah kepada warga negara Indonesia, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun peradaban, menjaga keberlanjutan pembangunan, menjaga lingkungan hidup, dan menegakkan demokrasi.

    “Akademisi menjalankan tugas konstitusi mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” 

    Tugas ini hanya dapat dilakukan ketika etika dan kebebasan mimbar ditegakkan. Kualitas kelembagaan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

    Negara-negara yang merdeka dan kemudian berkembang menjadi negara maju adalah negara yang dengan sadar melakukan reformasi untuk memperbaiki kualitas kelembagaannya.

    “Pelanggaran etika bernegara oleh para elit politik, akan mudah dicontoh oleh berbagai elemen masyarakat. Hal ini mengancam kelangsungan berbangsa dan bernegara, dan menjauhkan Indonesia sebagai negara hukum,” ucapnya.

    Prof Wahyudi Kumorotomo kemudian melanjutkan membacakan poin-poin seruan dari gerakan moral Kampus Menggugat.

    Universitas sebagai benteng etika menjadi lembaga ilmiah indenpenden yang memiliki kebebasan akademik penuh untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyuarakan kebenaran berbasis fakta, nalar dan penelitian ilmiah.

    Segenap elemen masyarakat sipil terus kritis terhadap jalannya pemerintahan dan tak henti memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. Ormas sosial keagamaan, pers, NGO, CSO, tidak terkooptasi, apalagi menjadi kepanjangan tangan pemerintah.

    Para pemegang kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif:

    a. Memegang teguh prinsip-prinsip demokrasi secara substansial dan menjunjung tinggi amanah konstitusi dalam menjalankan kekuasaan demi mewujudkan cita-cita proklamasi dan janji reformasi. Politik dinasti tak boleh diberi ruang dalam sistem demokrasi.

    b. Menegakkan supremasi hukum dan memberantas segala macam bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) tanpa mentolerir pelanggaran hukum, etika, dan moral dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

    c. Secara serius mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial bagi semua warga dan tak membiarkan negara dibajak oleh para oligark dan para politisi oportunis yang terus mengeruk keuntungan melalui kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat pada umumnya.

    Prof Wahyudi menyampaikan sebagai akademisi yang memahami hak dan tanggungjawab konstitusional, mengetuk nurani segenap elemen masyarakat untuk bersinergi membangun kembali etika dan norma yang terkoyak dan mengembalikan marwah konstitusi yang dilanggar.

    “Apa yang kita perjuangkan saat ini akan menentukan Indonesia yang akan kita wariskan kepada generasi anak-cucu. Hidup Demokrasi, Panjang Umur Republik,” pungkasnya di akhir seruan.

     

  • 3 Prodi di Fisipol UGM Masuk Peringkat 200 Terbaik Dunia

    3 Prodi di Fisipol UGM Masuk Peringkat 200 Terbaik Dunia

    7cloud.asia – Universitas Gadjah Mada atau UGM terus berupaya untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik, serta meningkatkan kredibilitas sebagai world class university.

    Tahun ini, sebanyak 25 bidang ilmu UGM tercatat dalam peringkat QS World University Rankings (WUR) by subject 2024.

    Tiga dari 25 bidang ilmu yang diajarkan di UGM dan masuk rangking dunia itu berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.

    Adapun tiga program studi yang masuk dalam daftar ranking dunia adalah Manajemen Kebijakan Publik (MKP) atau Social Policies and Administration di peringkat 108.

    Kedua, Hubungan Internasional atau Politics and International Studies pada peringkat 156, dan peringkat 206 ditempati oleh program studi Sosiologi.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM, Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti  menyatakan bangga atas pencapaian tersebut, namun tetap menjadi pengingat agar pengelola Fakultas untuk terus berbenah melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

    Baca Juga: Riset UGM: UU Cipta Kerja Dinilai Menghidupkan Era Perbudakan Modern

    Poppy menegaskan, melalui rekognisi dari lembaga pemeringkatan internasional ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih aspek mana yang perlu ditingkatkan.

    “Prestasi ini bisa menjadi aspek yang membanggakan, tapi juga sekaligus semacam refleksi diri bagaimana kami di Fisipol perlu meningkatkan kualitas dan reputasi dengan lebih baik,” ujar Poppy dalam  keterangannya kepada wartawan, Jumat  (18/4/2024).

    Menurut Poppy, Fisipol UGM selama ini telah memberlakukan kebijakan berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai fokus utama.

    Untuk di bidang akademik, Fisipol UGM telah berupaya membangun reputasi internasional dengan membuka program-program berstandar internasional, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana.

    “Untuk program sarjana, Fisipol UGM membuka program International Undergraduate Programs (IUP), sedangkan untuk pascasarjana terdapat program double degree dengan berbagai mitra,” jelasnya.

    Seperti diketahui, ukuran penilaian ranking bidang studi yang diberlakukan lembaga QS WUR meliputi lima indikator penilaian yakni dari sisi akademik, tenaga kerja pendidikan, sitasi, H-Indeks, dan jaringan riset internasional.

    Baca Juga: Riset UGM: UU Cipta Kerja Gagal Sejahterakan Buruh dan Hanya Untungkan Investor

    Guna mendorong publikasi riset-riset internasional, kata Poppy, Fisipol UGM sudah secara rutin memberikan dana hibah penelitian untuk dosen dan peneliti sejak sepuluh tahun lalu.

    Fisipol UGM terus mengupayakan mendorong reputasi internasional kita lewat kerja sama riset dan publikasi dengan mitra internasional. Salah satunya dengan research grant melalui skema kerja sama mitra.

    “Kita juga mendorong peneliti dan dosen untuk bidding dana hibah di tingkat internasional, itu yang terus kita kembangkan,” terangnya.

    Selain itu, Sustainability atau keberlanjutan adalah salah satu poin yang ditambahkan dalam kriteria penilaian QS WUR tahun ini.

    Untuk soal ini, kata Poppy, Fisipol UGM dalam menjalankan program kerjanya selalu mendorong peningkatan aspek keberlanjutan mulai dari akademik hingga inisiatif kegiatan sosial dan lingkungan.

    Beberapa yang sudah dilakukan diantaranya ketersediaan sarana dan prasarana ramah difabel, inisiasi kerja sama pembangunan desa, dana hibah untuk pengembangan keterampilan masyarakat.

    Baca Juga: Di Hari Jadinya yang ke-74, UGM Resmikan Kompleks Tempat Ibadah Semua Agama

    Fisipol UGM juga rutin melakukan publikasi riset seputar indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

    Tidak hanya sampai di situ, isu soal Green Society, transformasi digital, dan sosial inklusi merupakan tiga pilar utama yang terus didorong oleh Fisipol UGM dan direalisasikan dalam berbagai program.

    Menurut Poppy, dalam dua tahun terakhir, Fisipol UGM punya flagship yang disebut sebagai Green Society.

    ”Tidak hanya mencoba mengutamakan isu-isu green (lingkungan) dalam program akademik, penelitian, dan pengabdian,Kita tapi juga memperkenalkan berbagai macam program yang berkaitan isu tersebut,” paparnya.

    Poppy menegaskan internasionalisasi program di Fisipol UGM akan terus didorong. Selain dari peningkatan standar akademik bertaraf internasional, memperkuat kerja sama dan penerimaan jumlah mahasiswa asing di Fisipol UGM juga menjadi aspek penting.

    “Kami dari fakultas juga akan sangat mendukung adanya program atau kebijakan untuk mendorong mahasiswa internasional berkuliah di UGM, dan dengan itu harapannya Fisipol UGM bisa mendapatkan publikasi dan atensi internasional dengan lebih baik,” pungkasnya.

  • UGM Pastikan Tak Semua Mahasiswa Baru dari Jalur Seleksi Mandiri 2024 Akan Dikenai IPI

    UGM Pastikan Tak Semua Mahasiswa Baru dari Jalur Seleksi Mandiri 2024 Akan Dikenai IPI

    7cloud.asia – Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan tidak semua mahasiswa baru yang masuk melalui jalur Seleksi Mandiri 2024 akan dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

    Wakil Rektor Bidang SDM dan Keuangan UGM Supriyadi saat konferensi pers di Kampus UGM di Yogyakarta, Jumat (31/5/2024) menjelaskan, IPI hanya menyasar 10 persen dari kuota maksimal 30 persen mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri.

    “Itu pun mahasiswa yang berada pada level UKT (Uang Kuliah Tunggal) Pendidikan Unggul. Kalau misalnya hitungannya 30 persen (mahasiswa jalur mandiri), maka 10 persen saja mahasiswa yang dikenai IPI,” ujar dia.

    Di UGM, biaya kuliah dibagi atas UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi dan UKT Pendidikan Unggul yang disesuaikan berdasarkan kondisi ekonomi mahasiswa.

    Baca: Pembatalan kenaikan UKT dinilai tak menyelesaikan akar masalah

    Supriyadi menyebut terhadap 10 persen mahasiswa jalur mandiri yang masuk golongan UKT Pendidikan Unggul atau tertinggi, kampus tetap memberikan keleluasaan untuk pembayaran IPI secara bertahap.

    “Kalau memang mereka bisa ditetapkan IPI-nya dan kemudian bisa bayar di awal silakan. Kalau tidak, mereka bisa mengajukan keberatan itu kemudian dibayar dua kali, tiga kali, empat kali, kami pun fasilitasi,” ujarnya.

    Rektor UGM Ova Emilia mengatakan dengan menyandang status perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH), UGM wajib mencari 50 persen sumber pembiayaan dana pendidikan sendiri.

    “Itu bukan beban yang mudah bagi kami. Jangan sampai ini tidak punya uang lalu keluarkan saja, kan tidak mungkin,” ujar dia.

    Baca: Nadiem batalkan semua kenaikan UKT

    Menurut Ova, upaya saling menopang biaya pendidikan diperlukan untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas.

    “Jangan sampai kita inginnya bagus, tapi tidak mau membayar, terus siapa yang mau membayar,” kata dia.

    Ia menjelaskan, IPI dikenakan pada mahasiswa baru jalur mandiri setelah mereka masuk UGM sehingga bukan menjadi syarat untuk diterima di kampus itu.

    Setelah masuk, ujar Ova, mahasiswa akan memberikan semua data-data kemampuannya. Dari data tersebut, pihak UGM akan melakukan kajian.

    “Kalau dia masuk kriteria unggul, ini yang terus kemudian memberikan sumbangan (IPI). Sumbangannya pun, kalau saya tambahkan cukup rendah, Rp20 juta untuk yang soshum (sosial humaniora), untuk IPA (saintek) Rp30 juta,” kata dia.

    Baca: Komisi X DPR minta PTN-BH dikaji ulang

    Ia menjelaskan IPI bagian dari upaya memberikan peluang mahasiswa berkontribusi dan saling menopang, disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing mahasiswa.

    “Bahkan di beberapa fakultas masih ada (mahasiswa) yang menambahkan (pembayaran IPI), ‘kok cuma segini’ dan itu dibolehkan, itu bukan suatu hal yang tidak dibolehkan. Itu untuk memberikan peluang kontribusi dan itu bukan hal yang mengada-ada,” kata dia.

    Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu menambahkan dengan dibatalkan kenaikan UKT dan IPI oleh Mendikbudristek, besaran nilai UKT UGM akan kembali mengacu pada aturan besaran UKT pada 2023.

    UGM, kata dia, juga memberikan kemudahan proses pembayaran IPI dan memberikan UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 25 persen, 50 persen, 75 persen, hingga subsidi 100 persen.

    “UGM tetap mempertahankan UKT subsidi 100 persen sebagai bentuk inklusivitas. Inklusivitas memang nyata di UGM. Mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi masih bisa tetap kuliah,” kata dia.

  • Lokalogi, Komunitas Mahasiswa UGM Peduli Lingkungan

    Lokalogi, Komunitas Mahasiswa UGM Peduli Lingkungan

    7cloud.asia – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day 2024 pada 5 juni, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UGM mendirikan komunitas peduli sampah bernama LokaLogi.

    Komunitas Lokalogi merupakan salah satu upaya untuk merespon isu lingkungan dan pengelolaan sampah sesuai dengan kapasitas mahasiswa.

    Ketua komunitas LokaLogi UGM, Yudhistira Wiranusa Sumantri mengatakan, LokaLogi dibentuk tidak hanya sebagai komunitas saja, melainkan juga sebagai wadah bagi komunitas lainnya untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah

    Lokalogi ini berembrio dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) pramuka yang telah ada sebelumnya.

    “UKM Pramuka UGM menyadari bahwa mahasiswa turut berperan besar dalam memunculkan inovasi dan aksi nyata untuk isu sampah,” katanya dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Selasa (11/6/2024).

    Baca Juga: Aksi Keren Anak Muda Bandung Bernama Pandawara: Nyebur Sungai Angkut Sampah

    Ia menerangkan bahwa kegiatan utama LokaLogi dalam rangka ikut mensosialisasikan dan memberikan solusi pengelolaan sampah kepada masyarakat, seperti reuse dan recycle untuk menunda penumpukan sampah dan melakukan pengelolaan sampah secara lebih baik.

    Selain itu, Lokalogi membuka kerja sama dan kolaborasi aktif dengan organisasi lainnya dalam kampanye isu sampah dan lingkungan.

    Yudhistira menyebutkan, nilai-nilai yang diterapkan dalam organisasi sebenarnya cukup sederhana.

    Dijelaskan oleh Yudhistira, anggota komunitas LokaLogi setidaknya akan hadir dalam tiga hal. Pertama, storytelling atau penceritaan dari praktik internal.

    Kedua, memberikan layanan event waste management atau pengelolaan sampah di suatu acara, di lingkungan UGM dan kepramukaan.

    Baca Juga: Kampanye Kurangi Sampah The Rising Tide Kembali Hadir, Tempuh Jarak 3.141 Kilometer Secara Quadrathlon

    Terakhir, LokaLogi sebagai kanal media edukasi pada isu”lingkungan, serta penjangkauan kolaborasi.

    Praktik-praktik waste management, ujar Yudhistira, bakal dirancang sesederhana mungkin agar mudah dimengerti oleh siapa saja, termasuk masyarakat.

    ”Nantinya, komunitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa dalam berperan aktif merespons isu sampah,” ujarnya.

    Peluncuran komunitas LokaLogi pada Rabu, 5 Mei lalu di Balairung Gedung Pusat UGM dihadiri sejumlah sivitas akademika UGM dan wakil organisasi lingkungan di Kota Yogyakarta.

  • Putri Ariani Memilih Kuliah di Fakultas Hukum UGM, Ini Alasannya

    Putri Ariani Memilih Kuliah di Fakultas Hukum UGM, Ini Alasannya

    7cloud.asia – Sukses di dunia tarik suara, tak lantas membuat Putri Ariani mengabaikan pendidikan.

    Selepas lulus dari bangku sekolah menengah atas, Putri Ariani yang namanya melejit setelah jadi finalis America’s Got Talent itu memilih melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Putri Ariani yang saat ini berusia 19 tahun itu mengatakan, pemilihan fakultas hukum sudah dipikirkannya selama setahun terakhir.

    Dia mengaku ada banyak pertimbangan terkait keputusan ini, namun yang paling utama adalah masalah keluarga.

    “Sebenarnya karena banyak pertimbangan juga. Jadi setahun ini Putri banyak berpikir untuk kelanjutan pendidikan Putri dan Putri akhirnya mengambil keputusan untuk kuliah di UGM karena adik-adik juga masih di Indonesia, dan juga mereka especially mereka masih di Jogja juga.

    Baca Juga: Putri Ariani Lolos ke Final America’s Got Talent, Ini Komentar Diaspora Indonesia di AS

    “Jadi Putri rasa UGM is a right choice for me,” ujar Putri kepada wartawan yang menemuinya usai upacara penerimaan mahasiswa baru UGM di Lapangan Pancasila, Senin (29/7/2024).

    Meski sebentar lagi akan sibuk berkuliah, Putri mengaku tak akan meninggalkan dunia tarik suara. Menurutnya pendidikan dan karier harus berjalan beriringan. Bahkan dia mengungkapkan di tahun ini akan menelurkan album baru.

    “Jadi kalau Putri itu dari dulu selalu pendidikan dan karier itu jalan beriringan. Jadi kalau untuk nyanyi insyaallah akan tetap lanjut tapi kuliah juga tetap lanjut dan tahun ini bismillah akan keluarin album baru,” katanya.

    Putri juga mengaku, dirinya suka belajar hal baru, selain juga sudah lama tertarik untuk belajar di (jurusan) hukum.

    Menurut Putri Ariani, belajar ilmu hukum memiliki banyak manfaat. Dia meyakini belajar hukum bisa membuatnya lebih berpikiran terbuka.

    Baca Juga: Mengenal Surya Sahetapy, Satu-satunya Difabel Tuli Asal Indonesia yang Berhasil Jadi Dosen di Rochester AS

    “Karena buat Putri itu belajar hukum itu bisa buat kita memiliki wawasan yang luas dan lebih open minded,” ucapnya.

    Selain itu, dengan ilmunya, dia berharap bisa membantu banyak orang. Terutama dalam hal mengadvokasi orang lain.

    “Putri harap Putri bisa meng-empower dan mengadvokasi teman-teman Putri baik yang difabel maupun yang nondifabel untuk tetap terus meraih mimpi mereka,” ujarnya.

    Meski sebentar lagi bakal sibuk berkuliah, Putri mengaku tak akan meninggalkan dunia tarik suara.

    “Jadi kalau untuk nyanyi insyaallah akan tetap lanjut tapi kuliah juga tetap lanjut dan tahun ini bismillah akan keluarin album baru,” pungkasnya.

    Baca Juga: 5 Sosok Difabel yang Menginspirasi

    Sementara itu Rektor UGM Ova Emilia mengatakan ada sekitar 10 ribu mahasiswa baru yang diterima di UGM. Mereka berasal dari seluruh Indonesia.

    “Kita sangat bangga mendapatkan lebih dari 10 ribu mahasiswa baru berasal dari berbagai daerah dengan berbagai latar belakang ya yang pasti ini menjadi warna tersendiri untuk inklusivitas dari UGM,” ucap Ova.

    Khusus untuk Putri, Ova pun mendoakan yang terbaik bagi peringkat keempat America’s Got Talent (AGT) 2023 itu. Dia yakin Putri akan berusaha keras dalam perkuliahan.

    “Putri pasti akan berusaha keras dan saya bangga Putri bisa bersekolah di sini, melanjutkan di sini, di hukum ya, prodi hukum, mau jadi ahli hukum nih. Semoga lancar Putri untuk proses belajarnya dan banyak teman di sini yang bisa kerja sama,” pungkasnya.

  • Civitas Academica UGM Sampaikan Pernyataan Sikap Darurat Demokrasi Indonesia

    Civitas Academica UGM Sampaikan Pernyataan Sikap Darurat Demokrasi Indonesia

    7cloud.asia – Lebih dari 1000 Akademisi Universitas Gadjah Mada yang terdiri para Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) menyampaikan pernyataan sikap dan keprihatinan atas kondisi darurat demokrasi Indonesia akhir-akhir ini.

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada masyarakat dan Alumni, Dr. Arie Sujito menyatakan pernyataan sikap ini sebagai bentuk respon atas kondisi demokrasi Indonesia menghadapi masalah serius.

    “Kita prihatin dengan kondisi demokrasi dan hukum kita yang mengalami kemunduran pasca reformasi dengan ditandai ketegangan hukum, manipulasi politik yang dapat beresiko mengancam konstitusi tatanan bernegara dan bermasyarakat,” kata Arie Sujito saat dihubungi, Sabtu (24/8/2024).

    Dukungan 1.000 akademisi atas pernyataan sikap ini, menurut Arie, karena mereka tidak ingin demokrasi yang sudah diperjuangkan para mahasiswa dan aktivis di tahun 1998 lalu akhirnya harus mengalami stagnasi dan kembali ke masa era Orde Baru.

    Kondisi di mana kekuatan oligarki partai dan manuver elit politik mewujudkan kepentingan kelompok dan golongan.

    “Kita ingin mengembalikan marwah demokrasi agar tidak dirusak oleh kepentingan elit yang tengah berkuasa,” ujar Dosen Prodi Sosiologi Fisipol ini.

    Menurutnya, pernyataan sikap para dosen dan tendik UGM ini mendapat dukungan dari Forum Dekan se-UGM melihat peristiwa manuver politik dari mayoritas kekuatan parlemen yang melakukan pengabaian putusan Mahkamah Konstitusi (MK)mengenai syarat pencalonan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

    “Saya kira ini jelas merusak tatanan politik dan hukum serta kaidah keadaban demokrasi,” katanya.

    Menyikapi situasi darurat ini, kata Arie, para Dosen dan Tendik Universitas Gadjah Mada menyampaikan lima pernyataan sikap. Pertama, mengecam segala bentuk intervensi terhadap lembaga legislatif dan yudikatif yang ditujukan untuk memanipulasi prosedur demokrasi sebagai sarana melanggengkan kekuasaan.

    Kedua, menolak berbagai bentuk praktik legitimasi praktik kekuasaan yang mendistorsi prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.

    Lalu Ketiga, mendorong dan menuntut penyelenggaraan Pilkada yang bermartabat dan berkeadilan dan sesuai kaidah hukum yang benar dan adil.

    Keempat, mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tetap menjaga marwah dan prinsip sebagai penyelenggara Pilkada yang bermartabat dengan berpegang teguh pada tatanan aturan hukum yang ditetapkan.

    Hal ini termasuk mematuhi dan menjalankan sepenuhnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024 sebagai landasan hukum.

    Kelima, mengajak semua lapisan masyarakat sebagai subjek demokrasi untuk berkonsolidasi dan berpartisipasi aktif menyelamatkan Demokrasi Indonesia.

    Sumber:ugm.ac.id

  • UGM Alokasikan 40 Persen Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Jalur Mandiri

    UGM Alokasikan 40 Persen Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Jalur Mandiri

    7cloud.asia – Universitas Gadjah Mada membuka pendaftaran mahasiswa baru lewat berbagai jalur dengan total kuota 9.236 mahasiswa baru yang akan diterima di tahun 2025.

    Dilansir di ugm.ac.id, dari total kuota tersebut, UGM mengalokasikan 40 persen di antaranya untuk jalur seleksi mandiri.

    “Kami akan menerima sebanyak 3670 mahasiswa lewat jalur seleksi mandiri UGM ,” kata Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM Sigit Priyanta, dalam UGM Update “Jelajahi Peluang di Seleksi Mandiri” yang disiarkan Live streaming di platform Youtube UGM, Kamis (15/5/2025).

    Sigit menyampaikan, dari total 9.236 kuota mahasiswa baru yang akan diterima tahun ini, UGM sudah menerima sebanyak 2.783 mahasiswa lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

    Sedangkan untuk SNBT yang akan diumumkan pada 28 Mei mendatang, UGM akan menerima kuota sebesar 2.783 mahasiswa.

    “Masing-masing kuota di jalur ini sebesar 30 persen,” katanya.

    Baca: Pinjaman pendidikan terbukti berdampak negatif

    Adapun Jalur seleksi mandiri akan dibagi lagi menjadi Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB), Afirmasi Tridharma UGM, serta Ujian Mandiri UGM berbasis Computer-Based Test (UM UGM CBT).

    Sigit menjelaskan dari 40 persen dari total kuota penerimaan mahasiswa baru ini di jalur mandiri akan dibagi menjadi 10 persen untuk kuota dari PBUB dan PBUTM, 10-15 persen dari jalur Afirmasi.

    “Sisanya yang akan dipenuhi melalui UM UGM CBT,” terangnya.

    Jalur Penelusuran Bibit Unggul dan UM UGM CBT, tahapan pendaftaran dibuka sejak 6 Mei hingga 10 Juni mendatang.

    Untuk Seleksi UM UGM CBT dilaksanakan di Yogyakarta pada 1- 5 dan 7 Juli dan di Kota Jakarta pada 7-12 Juli.

    Sedangkan proses pendaftaran jalur Afirmasi Tridharma sudah ditutup pada 23 April lalu. Adapun pengumuman seleksi untuk ketiga jalur ini diumumkan pada 19 Juli mendatang.

    Baca: PTN-BH jadi akar masalah tingginya biaya kuliah

    Adapun dokumen persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti seleksi Penelusuran Bibit Unggul (PBU), baik PBU Tidak Mampu maupun PBU Olahraga dan seni, adalah nilai rapor dan didukung dengan prestasi non akademik seperti piagam sertifikat kejuaraan di bidang saintek, olahraga dan seni.

    “Keunggulan Prestasi Akademik itu yang pertama. Kemudian ditambah dengan bukti-bukti menang kejuaraan. Untuk dasar seleksi akademiknya yang di submit adalah nilai raport. Nantinya apabila lolos tahap administrasi maka akan diundang ke UGM untuk uji keterampilannya,” ujarnya.

    Khusus untuk PBU bidang saintek, olahraga dan Seni, Sekretaris Ditmawa UGM Dr. Hempri Suyatna menuturkan setiap pendaftar diharuskan mengirimkan video portofolio dan sertifikat kejuaraan yang dimilikinya.

    Untuk sertifikat kejuaraan yang dilampirkan sebaiknya kompetisi yang bertaraf nasional, regional, atau internasional.

    “Untuk tingkat kompetisi internasional bisa sertifikat berupa piagam menjadi finalis dan bila di tingkat nasional yang berhasil jadi juara 1 sampai 3 dan juga provinsi bisa menjadi juara 1 atau 2 dan diakui sebagai PORDA, dan lainnya,” katanya.

    Para calon mahasiswa bisa mendapat informasi selengkapnya melalui website dan medsos milik UGM. Untuk informasi soal jadwal seleksi dan syarat seleksi sesuai jalur yang diinginkan bisa mengakses langsung di laman um.ugm.ac.id.

    Baca: Tantangan yang dihadapi gerakan mahasiswa di era digital