Tag: uni eropa

  • Tujuh Komoditas Indonesia Bakal Terdampak Aturan Anti Deforestasi Uni Eropa

    Tujuh Komoditas Indonesia Bakal Terdampak Aturan Anti Deforestasi Uni Eropa

    7cloud.asia – Tujuh komoditas Indonesia akan terdampak Undang-Undang Anti -deforestrasi Uni Eropa atau European Union Deforestation-Free Regulations (EUDR).

    Hal itu diungkapkan Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers usai ratas membahas implementasi UU Anti deforestasi Uni Eropa yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/07/2023).

    Saat memimpin ratas Jokowi menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian pada aturan anti deforestasi sudah diundangkan di Uni Eropa tersebut.

    Baca: Pemerintah diminta terbuka soal data hilangnya hutan skunder

    Pemerintah berharap pedoman pelaksanaan regulasi anti deforestasi Uni Eropa tersebut dapat mengadopsi apa yang sudah menjadi praktik terbaik selama ini.

    Seperti Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk produk kayu atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk komoditas sawit.

    “Kita ingin agar implementation guide line-nya itu mengadopsi apa yang sudah menjadi best practice, termasuk untuk kayu-SVLK, kemudian sawit-RSPO/ISPO, ataupun kemarin joint mission dengan Malaysia menjadi MSPO,” ujar Airlangga.

    Baca: KLHK sebut laju deforestasi di Indonesia terus menurun

    Airlangga mengatakan, kebijakan anti deforestasi Uni Eropa tersebut akan berdampak pada tujuh komoditas Indonesia, antara lain, sapi, kakao, sawit, soya, kayu, hingga karet.

    Dalam kebijakannya, Uni Eropa meminta agar barang-barang atau komoditas yang masuk ke Eropa bebas dari deforestasi—tergantung kepada undang-undang di negara masing-masing—dan dilengkapi uji kelayakan.

    Selain itu, negara-negara juga akan diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdasarkan risikonya, yaitu risiko tinggi, risiko standar, dan risiko rendah.

    Baca: Masyarakat sipil soroti pelepasan hutan di Kalimantan Timur

    Airlangga mengatakan, kebijakan anti deforestasi Uni Eropa tersebut diperkirakan akan berdampak kepada 15-17 juta pekebun dan produk Indonesia hingga senilai 7 juta dolar AS.

    Ini, lanjut Airlangga, sangat mengganggu kepada small holder, 15-17 juta pekebun kita akan terdampak dengan ini dan juga masalah geolocation.

    “Yang kita berkeberatan karena tidak perlu geolocation untuk setiap produk itu dicek karena kita punya berbasis standar RSPO ataupun SVLK,” imbuhnya.

    Baca: Komitmen Indonesia penuhi Pakta Glasglow mendapat apresiasi

    Pada kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut bahwa kebijakan anti deforestasi Uni Eropa tersebut merupakan kebijakan yang diskriminatif karena menyasar produk-produk Indonesia harus terjamin bebas dari praktik deforestasi.

    Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah akan berupaya mengajak negara-negara lain yang turut terdampak kebijakan tersebut untuk melakukan perlawanan.

    “Itu sangat diskriminatif. Oleh karena itu kita akan melakukan perlawanan nanti berunding melakukan perlawanan tentu mengajak negara-negara yang punya kesamaan seperti Malaysia,” kata Mendag.

    Sumber: Setkab

  • Uni Eropa Desak Israel Hentikan Serangan di Rafah

    Uni Eropa Desak Israel Hentikan Serangan di Rafah

    7cloud.asia – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mendesak rezim Israel agar menjalankan perintah pengadilan dunia sehubungan situasi di Gaza.

    Termasuk perintah untuk segera menghentikan serangan militer di Kota Rafah, Gaza selatan.

    “Putusan ICJ (Mahkamah Internasional) mengikat para pihak dan harus dilaksanakan secara komprehensif dan efektif,” kata Borrell di platform media sosial X pada Sabtu sehari pasca putusan ICJ atas kasus yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel.

    Baca: ICJ perintahkan Israel hentikan operasi militer di Rafah

    Lewat unggahan sebelumnya, diplomat top Uni Eropa itu menyebutkan putusan ICJ meliputi perintah untuk segera menghentikan serangan militer di Kota Rafah.

    Selain itu, mendesak Israel agar tetap membuka jalur penyeberangan untuk bantuan kemanusiaan di kota tersebut.

    Israel melancarkan serangan militer di Kota Rafah pada 7 Mei yang bertentangan dengan seruan internasional untuk tidak melanjutkan serangan.

    Baca: Irlandia, Norwegia dan Spanyol akui negara Palestina

    Kota Rafah menampung sekitar 1,4 juta warga Palestina sebelum rezim menggempur kota tersebut, dengan hampir 800.000 di antaranya kini telah menjadi pengungsi, menurut ICJ.

    Gugatan kasus oleh Afrika Selatan yang menyerukan penghentian serangan di Kota Rafah merupakan bagian dari tuntutan hukum mereka di pengadilan tinggi PBB pada akhir Desember atas genosida yang dilakukan rezim Israel di Gaza.

    Mahkamah yang berbasis di Den Haag itu pada Januari memerintahkan rezim Israel untuk mengakhiri genosida di wilayah Palestina.

    Sumber: IRNA

  • Sikapi Peraturan Produk Bebas Deforestasi Uni Eropa, Komisi IV DPR Imbau KLHK Aktif Diplomasi

    Sikapi Peraturan Produk Bebas Deforestasi Uni Eropa, Komisi IV DPR Imbau KLHK Aktif Diplomasi

    7cloud.asia – Pemberlakuan Peraturan Uni Eropa (UE) mengenai produk bebas deforestasi (EUDR) yang akan menimbulkan dampak perekonomian dan kesejahteraan petani Indonesia menjadi perhatian Komisi IV DPR.

    Antisipasi pemberlakuan produk bebas deforestrasi Uni Eropa ini termaktub dalam salah satu kesimpulan rapat kerja yang digelar di Ruang Komisi IV, Gedung Nusantara DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

    Wakil Ketua Komisi IV DPR Budhy Setiawan saat rapat kerja mengimbau Menteri LHK agar betul-betul secara bijak melakukan pemilahan diplomasi untuk menyikapi pemberlakuan aturan produk bebas deforestrasi Uni Eropa ini.

    Menteri LHK diminta memanfaatkan forum internasional untuk melakukan diplomasi hutan dalam mengkampanyekan produk-produk hasil kehutanan dan pertanian seperti sawit bisa masuk ke pasar Uni Eropa.

    Baca Juga: Tujuh Komoditas Indonesia Bakal Terdampak Aturan Anti Deforestasi Uni Eropa

    Terlebih, ungkap Budhy, ternyata tidak semua negara Uni Eropa menyetujui aturan produk bebas deforestrasi tersebut.

    “Kebetulan saya dan Pak Budi Djiwandono memimpin kunjungan ke Swedia, dan ternyata kita baru tahu bahwa Parlemen Swedia di dalam voting di Parlemen Uni Eropa dia menolak EUDR ini,” ujar Budhy.

    Dia menambahkan, ternyata nilai ekspor Indonesia ke Swedia cukup besar yakni hampir USD52 juta, 90 persennya ekspor adalah kelapa sawit.

    “Jadi sepanjang juga ibu (Menteri KLHK) bisa melakukan pemilahan terhadap hal itu, tidak semua negara Uni Eropa anti terhadap sawit ini. 90 persen perdagangan kita terhadap Swedia itu sawit,” imbuhnya.

    Baca Juga: Malaysia dan Indonesia Sepakat untuk Satu Suara Hadapi UU Anti Deforestasi Uni Eropa

    Kabar baiknya, Budhy mengungkapkan Parlemen Swedia dalam waktu dekat akan segera melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.

    Terkait hal itu, Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menegaskan kembali agar KLHK bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk berdiplomasi sejauh mana praktek pengelolaan sawit yang diterapkan di Indonesia betul-betul mendukung kesejahteraan petani.

    Anggota Komisi IV DPR Hermanto sebelumnya dalam rapat juga mengungkapkan temuan yang sama saat ikut berkunjung ke Parlemen Swedia.

    Dia memperoleh informasi yang cukup mengejutkan bahwasanya Swedia memberikan dukungan positif terhadap Indonesia perihal EUDR utamanya terhadap sawit Indonesia.

    Baca Juga: Disayangkan! COP 28 Tak Secara Tegas Hentikan Deforestasi

    Saya menduga, ujarnya, tidak semua negara Uni Eropa menolak sawit Indonesia yang terkena aturan produk bebas deforestasi.

    Sekarang tergantung bagaimana pemerintah dalam hal ini Kementerian KLHK melakukan diplomasi hutan atau diplomasi lingkungan.

    “Sehingga produk-produk yang berkaitan dengan produk pertanian dan kehutanan kita ini bisa masuk kesana,” tandas politisi Fraksi PKS ini.

    Sumber: Parlementaria

  • Banjir Besar Landa Eropa Tengah, Uni Eropa Harus Kucurkan Dana Triliunan Rupiah untuk Pemulihan

    Banjir Besar Landa Eropa Tengah, Uni Eropa Harus Kucurkan Dana Triliunan Rupiah untuk Pemulihan

    7cloud.asia – Uni Eropa menyiapkan miliaran euro untuk membantu upaya pemulihan dari banjir besar yang melanda sejumlah negara di Eropa Tengah.

    Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dalam pernyataannya Kamis (19/9/2024), menjanjikan dukungan untuk negara-negara yang terkena dampak banjir.

    Banjir terburuk yang melanda Eropa tengah setidaknya dalam satu dekade terakhir telah menyebabkan kerusakan luas mulai dari Rumania hingga Polandia, menewaskan sedikitnya 24 orang.

    Banjir menghancurkan jembatan, menenggelamkan mobil, dan meninggalkan kota-kota yang dipenuhi lumpur dan puing-puing.

    Banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras yang terjadi sejak sepekan lalu dan berlangsung selama beberapa hari sehingga menyebabkan sungai-sungai meluap di beberapa wilayah di wilayah tersebut.

    “Saya di sini untuk meyakinkan Anda bahwa Eropa mendukung Anda,” katanya pada konferensi pers di kota Wroclaw, Polandia, sambil berdiri di samping para pemimpin negara-negara yang terkena dampak.

    “Ini adalah momen yang sangat membutuhkan… bencana alam dan kita semua harus berdiri bersama untuk mengatasi tantangan ini.”

    Baca: Badai Francine picu banjir di Meksiko

    Von der Leyen mengatakan bahwa 10 miliar euro (sekitar 11,16 miliar dolar) akan disediakan dari dana kohesi Uni Eropa.

    Beberapa persyaratan yang biasanya melekat pada dana tersebut, seperti pembiayaan bersama oleh negara-negara anggota, akan dicabut untuk mempercepat respons.

    Dia juga mengatakan bahwa dana dari Dana Solidaritas Uni Eropa, yang mendukung negara-negara anggota yang terkena bencana alam, akan digunakan untuk membangun kembali infrastruktur.

    Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan kepada Polsat News bahwa Polandia bisa mendapatkan 5 miliar euro.

    “Apa yang kita perlukan sekarang adalah membangun dan memperbaiki infrastruktur dengan cepat, hal ini akan menghabiskan banyak uang, dan akan sulit untuk menanganinya dari anggaran nasional,” kata Perdana Menteri Ceko Petr Fiala,

    Petr mengungkapkan rasa terima kasih atas usulan konkrit von der Leyen. untuk bantuan penanganan banjir ini.

    Baca: Lebih 500 orang tewas akibat Topan Yagi di kawasan Indocina

    Menteri Keuangan Ceko Zbynek Stanjura mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa pemerintah akan menyediakan 30 miliar crown (1,3 miliar dolar), atau sekitar 0,38% PDB, dalam amandemen anggaran tahun 2024

    Ceko juga mengalokasikan 10 miliar crown lagi dalam anggaran tahun 2025 untuk membantu mengatasi kerusakan akibat banjir.

    Menteri Dalam Negeri Ceko Vit Rakusan mengatakan sebagian besar pasokan listrik harus tersambung kembali pada Jumat (20/9/2024).

    Negara ini mengadakan pemilihan umum daerah akhir pekan ini dan pihak berwenang mengatakan sambungan satelit telah dipasang di tempat-tempat yang sinyal selulernya kurang, agar pemungutan suara dapat dilanjutkan.

    Sementara itu, pertahanan terhadap banjir di kota terbesar ketiga di Polandia, Wroclaw, tampaknya telah kokoh pada hari Kamis.

    Gelombang banjir yang menggenangi wilayah perbatasan Polandia-Ceko sejak akhir pekan mencapai Wroclaw dalam semalam, namun tidak ada tanda-tanda kerusakan serius.

    “Sistem perkotaan bertahan dan menyerap gelombang utama banjir yang melanda Silesia Bawah dan wilayah sekitarnya selama seminggu,” kata otoritas setempat dalam sebuah pernyataan di Facebook.

    Baca: WMO ingatkan perubahan cepat dari ElNino ke LaNina picu badai

    Namun, pihak berwenang memperingatkan bahwa tingkat air yang lebih besar dari biasanya akan terus mengalir melalui kota tersebut dalam beberapa hari mendatang.

    Tentara mengatakan 16.000 tentara membantu di wilayah tersebut, bersama polisi dan ribuan sukarelawan. Polandia telah memperingatkan warganya untuk waspada terhadap disinformasi mengenai banjir.

    Di Hungaria, banyak kota yang bersiap menghadapi naiknya Sungai Danube, dan Perdana Menteri Viktor Orban mengatakan ketinggian air di Budapest diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu sore atau malam hari.

    Namun ketinggian air diperkirakan akan lebih rendah dari rekor tertinggi yang tercatat pada tahun 2013.

    Pihak berwenang menutup jalan-jalan dan stasiun kereta api. Sementara itu, feri di sepanjang Sungai Danube dihentikan, dan beberapa layanan transportasi juga dihentikan.

    Di ibu kota, Budapest, air meluap ke dermaga di kota itu dan mengancam akan mencapai jalur trem dan metro.

    Lebih jauh ke hulu, di wilayah yang dikenal sebagai Lengkungan Sungai Danube, rumah-rumah dan restoran di dekat tepi sungai terendam banjir sementara para pejabat dan relawan terus menempatkan karung pasir untuk memperkuat tanggul.

    Sumber:reuters.com/VOAIndonesia

  • Komisi Uni Eropa Mengusulkan Pemberlakuan Aturan Anti Deforestasi Ditunda: Angin Segar untuk Indonesia

    Komisi Uni Eropa Mengusulkan Pemberlakuan Aturan Anti Deforestasi Ditunda: Angin Segar untuk Indonesia

    7cloud.asia – Komisi Uni Eropa pada Rabu (2/10/2024) mengumumkan proposal yang telah lama ditunggu-tunggu untuk menunda penerapan aturan produk bebas deforestasi atau UU anti-deforestasi yang kontroversial.

    Penundaan ini sebagai tanggapan atas meningkatnya tekanan dari mitra bisnis dan industri global, yang mengeluhkan kurangnya kesiapan untuk mematuhi aturan baru anti-deforestasi yang dinilai terlalu ketat ini.

    Seiring dengan penundaan tersebut, yang dikatakan “sama sekali tidak akan mempertanyakan tujuan atau substansi undang-undang tersebut,” Komisi juga menerbitkan dokumen panduan tambahan.

    Panduan tambahan ini untuk “memberikan kejelasan tambahan kepada perusahaan dan lembaga penegak hukum untuk memfasilitasi penerapan peraturan tersebut.

    ”Dokumen-dokumen tersebut mencakup berbagai masalah, termasuk persyaratan legalitas, jangka waktu penerapan, penggunaan pertanian, dan klarifikasi mengenai cakupan produk,” demikian pernyataan Komisi Uni Eropa.

    Baca: Aturan produk bebas deforestasi Uni Eropa rugikan petani kecil

    Mengutip earth.org, Parlemen Eropa dan Dewan Eropa mempunyai waktu hingga akhir tahun ini untuk mengadopsi usulan Komisi untuk penundaa implementasi aturan anti-deforestasi tersebut

    Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yang awalnya akan diberlakukan pada tanggal 30 Desember – merupakan peraturan pertama di dunia – secara resmi diadopsi tahun lalu untuk mengatasi semakin besarnya peran Uni Eropa dalam mendorong deforestasi global.

    Dalam konteks perdagangan global, Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara ini mengimpor produk-produk yang menyumbang sekitar 13-16persen deforestasi dunia dan emisi yang disebabkannya.

    Namun, sejak diadopsi, aturan anti-deforestasi tersebut telah menjadi pusat kontroversi, dimana industri dan negara-negara, baik di dalam maupun di luar Uni Eropa, menyerukan revisi.

    Dalam suratnya kepada Komisi Eropa yang dipantau oleh Reuters, pemerintah Brasil bulan lalu mengatakan undang-undang tersebut merupakan “instrumen sepihak dan bersifat menghukum” yang mendiskriminasi negara-negara yang perekonomiannya bergantung pada sumber daya hutan seperti Brasil.

    Baca: Aturan produk bebas deforestasi Uni Eropa menghambat keberlanjutan Petani Kecil

    Perhitungan pemerintah Brasil menunjukkan bahwa undang-undang tersebut dapat mempengaruhi ekspor senilai 15 miliar dolar.

    Menurut angka Kementerian Pembangunan, Industri, dan Perdagangan Luar Negeri Brasil, ekspor produk Brasil yang tercakup dalam undang-undang tersebut pada tahun 2023 berjumlah 46,2 miliar dolar.

    Negara-negara lain, termasuk Indonesia, Malaysia dan Kolombia juga mengkritik peraturan anti-deforestasi Uni Eropa tersebut, dengan mengatakan bahwa peraturan tersebut mahal dan memberatkan.

    Dan, pada akhirnya dapat mengecualikan misi petani miskin skala kecil dari pasar blok tersebut. Hal ini terutama berlaku bagi petani kecil, yang memiliki 25persen lahan pertanian dan menghasilkan sekitar 30 persen tanaman pangan secara global.

    Meskipun perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab atas impor dan ekspor produk melalui pasar Uni Eropa pada akhirnya bertanggung jawab untuk memastikan produksi yang berkelanjutan, proses dokumentasi sering kali disebarkan ke produsen primer dan sekunder oleh perusahaan-perusahaan besar.

    Baca: Tujuh komoditas Indonesia bakal terkena Aturan produk bebas deforestasi Uni Eropa

    Untuk memenuhi standar dokumentasi dan persyaratan produksi legal EUDR, petani kecil memerlukan dukungan yang signifikan dan kapasitas yang lebih besar.

    Negara-negara juga telah diperingatkan bahwa produk seringkali sulit dilacak mengingat rantai pasokan sering kali tersebar di banyak negara, sehingga semakin mempersulit upaya untuk mematuhi peraturan baru tersebut.

    Pada April lalu, Komisaris Lingkungan Hidup Eropa saat itu Virginijus Sinkevicius mengatakan undang-undang tersebut akan mulai berlaku pada akhir tahun 2024 sesuai rencana awal.

    Pernyataan ini menanggapi seruan koalisi 20 dari 27 negara anggota UE yang dipimpin Austria untuk meninjau ulang undang-undang tersebut.

    Mereka berpendapat bahwa peraturan baru ini akan merugikan petani Eropa, yang juga tunduk pada peraturan baru tersebut.

    Kritikus juga memperingatkan bahwa peraturan tersebut akan mengganggu rantai pasokan Uni Eropa dan menaikkan harga.

  • Uni Eropa Catat Rekor Tertinggi Penggunaan Energi Bersih dan Terbarukan

    Uni Eropa Catat Rekor Tertinggi Penggunaan Energi Bersih dan Terbarukan

    7cloud.asia – Para ahli mengatakan mereka terinspirasi pengurangan bahan bakar fosil yang dilakukan Uni Eropa, khususnya karena AS tampaknya akan meningkatkan emisinya karena presiden barunya menjanjikan harga bahan bakar yang lebih murah.

    Saat ini, 47 persen listrik Uni Eropa (UE) berasal dari tenaga surya dan sumber energi bersih dan energi terbarukan lainnya, kata sebuah laporan hari Kamis (23/1/2025).

    Kondisi tersebut menjadi kabar baik saat pemerintahan baru AS di bawah Donald Trump mendorong penggunaan lebih banyak bahan bakar fosil.

    Hampir tiga per empat listrik Uni Eropa tidak mengeluarkan emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan bumi ke udara.

    Laporan yang dirilis oleh lembaga kajian energi iklim, Ember menyebut 24 persen energi listrik lainnya di blok tersebut berasal dari tenaga nuklir,

    Baca: Emisi karbon dari sektor kesehatan meningkat

    Jumlah tersebut jauh lebih tinggi daripada di negara-negara seperti AS dan China, di mana hampir dua per tiga energi mereka masih diproduksi dari bahan bakar fosil penghasil gas rumah kaca yang mencemari seperti batu bara, minyak, dan gas.

    Sementara AS tampaknya akan meningkatkan emisinya karena presiden barunya menjanjikan harga bahan bakar yang lebih murah, menghentikan sewa untuk proyek pembangkit listrik tenaga angin, dan berjanji untuk mencabut insentif era Biden untuk kendaraan listrik.

    “Bahan bakar fosil kehilangan cengkeramannya pada energi UE,” kata Chris Rosslowe, pakar energi di Ember.

    Pada tahun 2024, tenaga surya menghasilkan 11 persen listrik Uni Eropa, menyalip batu bara yang turun di bawah 10 persen untuk pertama kalinya.

    Sumber energi bersih dari tenaga angin menghasilkan lebih banyak listrik daripada gas untuk tahun kedua berturut-turut.

     

    Baca: Upaya PLN wujudkan dekarbonisasi 

    Data tahun 2024 tidak tersedia untuk semua negara. Data Ember untuk pembangkit listrik terbesar di dunia untuk tahun 2023 menunjukkan Brasil dengan pangsa listrik terbesar dari sumber energi bersih dan terbarukan, hampir mencapai 89 persen.

    Sebagian besar pembangkit di Brasil berasal dari tenaga hidroelektrik. Kanada memiliki sekitar 66,5 persen, China dengan 30,6 persen, dan Prancis dengan 26,5 persen.

    Sementara itu, jumlah cakupan energi terbarukan yang menghasilkan listrik di AS dan India masing-masing mencapai 22,7 persen dan 19,5 persen.

    Salah satu alasan mengapa transisi energi bersih Eropa berjalan cepat adalah Kesepakatan Hijau Eropa, suatu kebijakan ambisius yang disahkan pada tahun 2019 yang membuka jalan bagi pemutakhiran Undang-undang iklim.

    Dengan kesepakatan tersebut, Uni Eropa membuat target mereka lebih ambisius, dengan tujuan untuk memangkas 55 persen emisi di kawasan tersebut pada akhir dekade ini.

    Baca: Perdagangan karbon dinilai tak akan selamatkan Bumi

    Kebijakan tersebut juga bertujuan untuk menjadikan Eropa netral terhadap iklim — mengurangi jumlah emisi tambahan di udara hingga hampir nol — pada tahun 2050.

    Ratusan peraturan dan arahan di negara-negara Eropa untuk memberi insentif investasi dalam energi bersih dan mengurangi polusi karbon telah disahkan atau sedang dalam proses diratifikasi di seluruh Eropa.

    “Pada awal Kesepakatan, energi terbarukan merupakan sepertiga dan bahan bakar fosil menyumbang 39 persen listrik Eropa,” kata Rosslowe.

    “Saat ini, bahan bakar fosil hanya menghasilkan 29 persen dan tenaga angin serta tenaga surya telah mendorong transisi energi bersih.”

    Jumlah listrik yang dihasilkan oleh energi nuklir tetap relatif stabil di blok tersebut.

  • Aturan Baru Uni Eropa Dorong Pengurangan Emisi Hingga 90 Persen

    Aturan Baru Uni Eropa Dorong Pengurangan Emisi Hingga 90 Persen

    7cloud.asia – Eksekutif Uni Eropa diperkirakan akan mengusulkan aturan baru untuk menetapkan target sementara pengurangan emisi baru sebesar 90 persen pada tahun 2040

    Langkah progesif pengurangan emisi ini akan menempatkan Uni Eropa selangkah lebih dekat ke tujuan dekarbonisasinya atau nol emisi.

    Target baru pengurangan emisi ini akan dimasukkan dalam amandemen Undang-Undang Iklim Eropa, yang menyediakan kerangka kerja untuk mencapai target blok yang mengikat secara hukum untuk mencapai netralitas karbon pada pertengahan abad ini.

    Dilansir unep.org, Uni Eropa tersebut telah berjanji untuk memangkas emisi bersih sebesar 55 persen pada tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat tahun 1990.

    Rencana pengurangan emisi tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Komisi Eropa untuk tahun 2025, yang berfokus pada daya saing, pertahanan, dan penyederhanaan prosedur administratif serta penerapan aturan UE.

    Baca: Uni Eropa catat rekor tertinggi penggunaan energi bersih

    Bagi Partai Hijau, penyederhanaan ini dapat digunakan sebagai “alasan untuk menghilangkan unsur-unsur Kesepakatan Hijau dan kemajuan sosial.”

    “Penyederhanaan sebagai alat untuk mempermudah kehidupan perusahaan dan masyarakat dapat bermanfaat, tetapi bukan sebagai dalih untuk melucuti Kesepakatan Hijau dan kemajuan sosial,” kata Terry Reintke, Presiden Kelompok Aliansi Hijau/Bebas Eropa.

    “Planet ini sedang terbakar dan kita tidak bisa mengambil risiko membiarkan langkah-langkah positif yang telah kita ambil dibatalkan dengan kedok pengurangan birokrasi,” imbuhnya.

    Kelompok tersebut juga mengkritik tidak adanya langkah-langkah jelas yang ditujukan untuk melindungi alam, mendekarbonisasi sektor transportasi, dan mengurangi emisi.

    Komisi Uni Eropa pada hari Rabu (12/2/2025) berjanji untuk mengajukan “kerangka strategis” untuk produksi dan distribusi bahan bakar transportasi berkelanjutan.

     

    Baca: Studi global ungkap suhu Bumi lampaui ambang batas 1,5°C

    Ini juga akan mencakup langkah-langkah untuk “mendukung percepatan peluncuran infrastruktur pengisian ulang dan pengisian bahan bakar dan kemitraan perdagangan.

    Juga investasi hijau khususnya dengan negara-negara ketiga pada bahan bakar transportasi terbarukan dan rendah karbon.”

    Sasaran baru yang diusulkan tersebut menghadapi reaksi keras dari faksi politik sayap kanan dan beberapa negara anggota.

    Mereka khawatir tentang sasaran yang terlalu ketat pada saat Eropa menghadapi biaya energi yang tinggi dan menurunnya daya saing melawan kekuatan global seperti China dan Amerika Serikat.

    Untuk mengatasi masalah ini, Komisi Eropa akhir bulan ini akan memperkenalkan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri Eropa, meningkatkan akses terhadap energi yang terjangkau, dan memperkuat keamanan ekonomi.

  • Uni Eropa Menyatakan Komitmennya untuk Membangun Kembali Gaza

    Uni Eropa Menyatakan Komitmennya untuk Membangun Kembali Gaza

    7cloud.asia – Utusan utama Uni Eropa Kaja Kallas menyampaikan pernyataan tentang Gaza dan meningkatnya kekerasan di Suriah dalam laporan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (11/3/2025).

    Kallas mengatakan bahwa Uni Eropa berkomitmen membangun kembali Gaza. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa tersebut mendesak semua pihak untuk bekerja sama mencapai perdamaian abadi.

    “Sangat penting bagi kedua pihak untuk menegakkan komitmen mereka terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, dan suksesnya perundingan tahap kedua,” kata Kallas.

    Baca: Israel memutus pasokan listrik ke Gaza

    Ia menambahkan bahwa Uni Eropa “menolak segala upaya perubahan demografi atau teritorial di Gaza.”

    Pernyataan ini mengacu pada rencana Presiden Amerika Serikat untuk mengambil alih Gaza dan menjadikannya kawasan internasional.

    Rencana Trump ini menuai penolakan dari banyak negara termasuk Indonesia dan negara-negara Arab, juga Koferensi negara-negara Islam (OKI).

    Baca: Mesir dan negara-negara Arab janji bantu pembangunan kembali Gaza

    Beralih ke Suriah, ia mengecam kekerasan di sana, menyerukan agar “semua aktor eksternal menghormati persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Suriah.”

    Ia mengatakan bahwa kekejaman yang kita saksikan dalam beberapa hari ini tidak dapat diterima dan menunjukkan betapa rapuh situasi ini.

    “Kekejaman itu tidak boleh terjadi lagi. Para pelaku harus diadili. Agar stabilitas dapat terwujud, transisi harus berlangsung secara damai dan inklusif, dan warga sipil harus dilindungi dalam segala situasi, dengan sepenuhnya menghormati hak asasi dan hukum internasional.”

  • Parlemen Uni Eropa Permudah Penangguhan Perjalanan Bebas Visa bagi Negara Pelanggar HAM

    Parlemen Uni Eropa Permudah Penangguhan Perjalanan Bebas Visa bagi Negara Pelanggar HAM

    7cloud.asia – Parlemen Uni Eropa menyetujui undang-undang baru pada Selasa (7/10/2025) yang mempermudah penangguhan perjalanan bebas visa bagi warga negara dari negara yang terbukti melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM)

    Penangguhan perjalanan bebas visa juga akan diberlakukan Uni Eropa pada negara yang gagal mematuhi putusan pengadilan internasional.

    Reformasi ini bertujuan memperkuat mekanisme penangguhan visa Uni Eropa, yang saat ini mencakup 61 negara yang warganya dapat memasuki wilayah Schengen tanpa visa selama maksimal 90 hari dalam periode 180 hari.

    Berdasarkan aturan yang direvisi, Komisi Eropa akan memiliki wewenang yang lebih luas untuk memberlakukan kembali persyaratan visa bagi negara-negara yang dianggap menimbulkan risiko keamanan atau melanggar kewajiban internasional utama.

    Untuk pertama kalinya, pelanggaran terhadap Piagam PBB, hukum hak asasi manusia atau hukum kemanusiaan internasional, serta kegagalan mematuhi putusan pengadilan internasional akan menjadi alasan sah untuk menerapkan kembali persyaratan visa.

    Mekanisme baru ini juga memperkenalkan pemicu tambahan, seperti ancaman hibrida, termasuk penggunaan migran sebagai alat tekanan politik, serta skema kewarganegaraan investastor (dikenal sebagai “paspor emas”) yang dapat menimbulkan kekhawatiran keamanan.

    Alasan yang sudah ada sebelumnya seperti meningkatnya jumlah pemegang visa yang melebihi masa tinggal, rendahnya tingkat pengakuan suaka, atau kurangnya kerja sama dalam pemulangan migran akan tetap berlaku.

    Adapun untuk mencegah penyalahgunaan manfaat perjalanan bebas visa oleh pemerintah negara-negara mitra, aturan baru ini juga memungkinkan Uni Eropa menangguhkan pengecualian visa secara khusus bagi pejabat pemerintah yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran serius, termasuk pelanggaran HAM.

    Undang-undang yang telah disepakati secara informal dengan negara-negara anggota Uni Eropa ini, masih memerlukan persetujuan resmi dari Dewan Uni Eropa sebelum berlaku.

    Menurut Lampiran II Regulasi Visa Uni Eropa, daftar negara yang saat ini menikmati kebijakan bebas visa termasuk Israel.

    Sejak Oktober 2023, serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina di Gaza, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

    Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas serangan militernya di wilayah tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Uni Eropa Akan Mereview Larangan Penjualan Kendaraan Penghasil Emisi

    Uni Eropa Akan Mereview Larangan Penjualan Kendaraan Penghasil Emisi

    7cloud.asia – Komisi Uni Eropa saat ini sedang meninjau larangan penjualan mobil dan van baru penghasil emisi karbondioksida (CO2) pada tahun 2035.

    Langkah ini mencerminkan strategi blok Uni Eropa untuk mengalihkan fokusnya dari krisis iklim ke isu-isu mendesak lainnya seperti keamanan, ekonomi dan konflik internasional.

    Dilansir Earth.org, pada 12 September 2025, Komisi Eropa mengumumkan akan memajukan peninjauan target nol emisi CO2 untuk mobil dan van pada tahun 2035 hingga akhir tahun ini, alih-alih tahun 2026.

    Diberitakan sebelumnya, pada tahun 2022, Komisi Eropa mengumumkan rencana untuk melarang penjualan mobil dan van baru penghasil emisi CO2 pada tahun 2035 di Uni Eropa.

    Beberapa negara Uni Eropa mengkritik langkah tersebut, menimbulkan kekhawatiran tentang pilihan konsumen dan kelayakan transisi. Italia, Portugal, Slovakia, Bulgaria, dan Rumania menyerukan penundaan larangan tersebut.

    Baca: Aturan baru Uni Eropa dorong pengurangan emisi hingga 90 persen

    Jerman juga menyampaikan kritik, menganjurkan transisi bertahap, alih-alih larangan langsung terhadap mesin penghasil emisi CO2.

    Pemerintah Jerman menegaskan kembali pendiriannya awal bulan ini dalam sebuah pertemuan puncak otomotif di Berlin yang mempertemukan kembali para produsen, subkontraktor, dan perwakilan Jerman.

    “2035 bukanlah tenggat waktu yang ketat. Secara teknis, hal itu tidak layak,” ujar Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam sebuah konferensi pers.

    Pemerintahan Merz berpendapat, sejalan dengan posisi Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), bahwa rencana pengurangan emisi 2025 harus dipertimbangkan kembali untuk melindungi daya saing industri Eropa dan ketahanan rantai pasokannya.

    Tarif AS dan Persaingan dari China
    Tinjauan yang lebih luas ini muncul dalam konteks lemahnya permintaan Eropa dan peralihan ke kendaraan listrik (EV). Tinjauan ini secara khusus akan menargetkan van, lapor Reuters.

    Baca: Uni Eropa catat rekor tertinggi penggunaan energi bersih

    Detail lain tentang proposal baru ini masih belum jelas, tetapi proposal tersebut mungkin memungkinkan penyertaan biofuel yang dapat terus menggerakkan mesin pembakaran internal, hibrida plug-in, atau mobil listrik jarak jauh.

    Proposal Komisi untuk tahun 2022 menerima kritik luas dari produsen mobil Eropa di tengah menurunnya permintaan EV. Misalnya, sekitar 8,5 persen dari seluruh van yang terjual adalah mobil listrik, sementara angka untuk mobil penumpang sekitar dua kali lipatnya.

    Selain permintaan yang lemah di Eropa, produsen China menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang jauh lebih rendah, membuat produsen mobil Eropa kesulitan bersaing dengan para pemimpin pasar ini.

    Kenaikan tarif impor AS yang diterapkan baru-baru ini juga mempersulit produsen mobil Eropa untuk mengakses pasar Amerika, sehingga menambah beban bagi industri secara keseluruhan.

    Baca: Eropa alami bencana terburuk akibat perubahan iklim pada 2024

    Lantas, adakah rencana penyelamatan? Pada bulan Maret, Komisi Eropa meluncurkan rencana penyelamatan untuk industri otomotif Uni Eropa, yang menyediakan 13 juta lapangan kerja dan menyumbang 7 persen dari PDB blok tersebut.

    Rencana tersebut mencakup 1,8 miliar euro (2,1 miliar dolar AS) untuk mengamankan bahan baku produksi baterai di Uni Eropa dan 1 miliar euro pada tahun 2027 untuk mendukung inovasi di sektor otomotif. Rencana ini juga berupaya untuk merangsang permintaan kendaraan listrik.

    Langkah-langkah alternatif yang sedang dibahas termasuk menciptakan kategori baru untuk kendaraan listrik kecil dengan keuntungan pajak dan kredit CO2 tambahan untuk membantu produsen memenuhi target pengurangan emisi.

    Rencana ini juga bertujuan untuk mendukung produksi lokal komponen-komponen utama seperti kemasan baterai.