Tag: universitas indonesia

  • UI Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

    UI Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

    7cloud.asia – Universitas Indonesia (UI) menangguhkan pemberian gelar doktor kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.

    Penangguhan ini dilakukan setelah tim investigasi melakukan audit investigatif terhadap penyelenggaraan Program Doktor (S3) di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG).

    Audit investigatif ini mencakup pemenuhan persyaratan penerimaan mahasiswa, proses pembimbingan, publikasi, syarat kelulusan, dan pelaksanaan ujian.

    Dalam rilis pers yang diterima 7cloud.asia itu, berdasarkan hasil audit tersebut, maka UI memutuskan untuk menunda sementara (moratorium) penerimaan mahasiswa baru di Program Doktor (S3) SKSG.

    Moratorium diberlakukan hingga audit yang komprehensif terhadap tata kelola dan proses akademik di program tersebut selesai dilaksanakan.

    Baca: Guru besar UI sebut DPR berkhianat

    “Mengingat langkah-langkah yang telah diambil oleh UI, kelulusan BL mahasiswa Program Doktor (S3) SKSG ditangguhkan, mengikuti Peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2022, selanjutnya akan mengikuti keputusan sidang etik,” demikian rilis pers  yang ditandatangani oleh Ketua Majelis Wali Amanat UI, Dr. (HC) Yahya Cholil Staquf.

    Keputusan ini diambil pada Rapat Koordinasi 4 (empat) Organ UI, yang merupakan wujud tanggung jawab dan komitmen UI untuk terus meningkatkan tata kelola akademik yang lebih baik, transparan, dan berlandaskan keadilan.

    Selanjutnya Dewan Guru Besar (DGB) UI akan melakukan sidang etik terhadap potensi pelanggaran yang dilakukan dalam proses pembimbingan mahasiswa Program Doktor (S3) di SKSG.

    Baca: Seruan peringatan Indonesia darurat warnai proses wisuda UI

    UI mengakui permasalahan ini terjadi antara lain bersumber dari kekurangan UI sendiri, dan tengah mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya baik dari segi akademik maupun etika.

    Karena itu, UI meminta maaf kepada masyarakat atas permasalahan terkait Bahlil Lahadalia, mahasiswa Program Doktor (S3) SKSG.

    UI akan terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan untuk menjadi institusi pendidikan yang terpercaya berlandaskan 9 Nilai Universitas Indonesia.

    Selain itu, UI juga memastikan penyelenggaraan pendidikan di UI dilakukan secara profesional dan bebas dari potensi konflik kepentingan.

     

     

     

  • Ahli Epidemiologi UI Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Berpotensi Meningkat

    Ahli Epidemiologi UI Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Berpotensi Meningkat

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) telah mengeluarkan surat edaran seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di kawasan Asia. Peningkatan kasus Covid juga berpotensi terjadi di Indonesia.

    Data dari Kemenkes, hingga pekan ke-20, kasus Covid-19 di Indonesia didominasi varian MB.1.1. Sementara varian Covid-19 yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1.

    Di Singapura varian Covid-19 yang menyebar adalah LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1 dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1). di Indonesia varian-varian tersebut tidak ditemukan dalam berbagai kasus Covid-19.  Dan jumlahnya kini menurun.

    Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono memperkirakan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bisa saja naik, tidak sesuai dengan data dari Kemenkes.

    Baca: Kemenkes perketat pengawasan, antisipasi Covid-19 melonjak di Indonesia

    “Kalau naik pun nggak terdeteksi juga, nggak ada yang mau testing. Siapa sekarang yang mau testing, orang mungkin juga nggak bergejala. Testing kan nggak murah dan bukan jaman seperti COVID-19 yang tesnya bisa gratis,” terang Pandu seperti yang dikutip detikcom.

    Kondisi seperti ini menyebabkan data yang disampaikan Kemenkes tidak akurat, sebab tidak benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

    “Jadi kalau kita mungkin ada kenaikan kasus, tapi datanya tidak merefleksikan kenyataan yang ada, karena faktanya memang COVID-19 dari dulu sampai sekarang masih ada, masih tetap berlangsung,” jelasnya.

    Pandu memaparkan adanya lonjakan kasus di beberapa negara tidak diikuti dengan peningkatan kasus signifikan pada tren rawat inap, juga kematian seperti kasus Covid-19 yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

    Hal ini menunjukkan bahwa penularan COVID-19 sebetulnya masih terjadi, meski kebanyakan kasus tidak bergejala atau hanya bergejala ringan.

    Baca: Pemerintah harus ambil langkah pencegahan kenaikan kasus Covid-19

    “Jadi kalau nggak masuk RS, itu nggak akan ditesting, kalau dia flu berat sampai masuk rumah sakit nah itu baru dicari sebabnya, kenapa kok severe flu mendadak common? Itu kan akan jadi tata pelaksanaan berikutnya, penanganannya gimana,” ujarnya.

    Meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali, namun Pandu khawatir terjadi mutasi virus yang jauh lebih dahsyat atau ‘mematikan’ seperti gelombang COVID-19 Delta.

    Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pencegahan seperti menggunakan masker dan menjalani pola hidup bersih dan sehat.

    “Jadi sifatnya sekarang hanya mengingatkan, pentingnya pencegahan, pakai masker kalau perlu saat di ruang publik, sampai sekarang kita lihat petugas kesehatan dokter perawat tetap menggunakan masker kan, jadi waspada itu sifatnya, kalau saat flu pakai masker karena bisa menularkan pada yang lain,” jelasnya.