Ahli Epidemiologi UI Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Berpotensi Meningkat

Written by

in

7cloud.asia – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) telah mengeluarkan surat edaran seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di kawasan Asia. Peningkatan kasus Covid juga berpotensi terjadi di Indonesia.

Data dari Kemenkes, hingga pekan ke-20, kasus Covid-19 di Indonesia didominasi varian MB.1.1. Sementara varian Covid-19 yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1.

Di Singapura varian Covid-19 yang menyebar adalah LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1 dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1). di Indonesia varian-varian tersebut tidak ditemukan dalam berbagai kasus Covid-19.  Dan jumlahnya kini menurun.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono memperkirakan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bisa saja naik, tidak sesuai dengan data dari Kemenkes.

Baca: Kemenkes perketat pengawasan, antisipasi Covid-19 melonjak di Indonesia

“Kalau naik pun nggak terdeteksi juga, nggak ada yang mau testing. Siapa sekarang yang mau testing, orang mungkin juga nggak bergejala. Testing kan nggak murah dan bukan jaman seperti COVID-19 yang tesnya bisa gratis,” terang Pandu seperti yang dikutip detikcom.

Kondisi seperti ini menyebabkan data yang disampaikan Kemenkes tidak akurat, sebab tidak benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Jadi kalau kita mungkin ada kenaikan kasus, tapi datanya tidak merefleksikan kenyataan yang ada, karena faktanya memang COVID-19 dari dulu sampai sekarang masih ada, masih tetap berlangsung,” jelasnya.

Pandu memaparkan adanya lonjakan kasus di beberapa negara tidak diikuti dengan peningkatan kasus signifikan pada tren rawat inap, juga kematian seperti kasus Covid-19 yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa penularan COVID-19 sebetulnya masih terjadi, meski kebanyakan kasus tidak bergejala atau hanya bergejala ringan.

Baca: Pemerintah harus ambil langkah pencegahan kenaikan kasus Covid-19

“Jadi kalau nggak masuk RS, itu nggak akan ditesting, kalau dia flu berat sampai masuk rumah sakit nah itu baru dicari sebabnya, kenapa kok severe flu mendadak common? Itu kan akan jadi tata pelaksanaan berikutnya, penanganannya gimana,” ujarnya.

Meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali, namun Pandu khawatir terjadi mutasi virus yang jauh lebih dahsyat atau ‘mematikan’ seperti gelombang COVID-19 Delta.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pencegahan seperti menggunakan masker dan menjalani pola hidup bersih dan sehat.

“Jadi sifatnya sekarang hanya mengingatkan, pentingnya pencegahan, pakai masker kalau perlu saat di ruang publik, sampai sekarang kita lihat petugas kesehatan dokter perawat tetap menggunakan masker kan, jadi waspada itu sifatnya, kalau saat flu pakai masker karena bisa menularkan pada yang lain,” jelasnya.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *