Tag: waktu luang

  • Cara Bijak Menggunakan Waktu Luang Ala Slow Living

    Cara Bijak Menggunakan Waktu Luang Ala Slow Living

    7cloud.asia – Seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, konsep slow living tetap bisa diterapkan di kota besar yang sibuk.

    Karena sejatinya slow living bukan tempat, tetapi lebih ke cara kita berpikir. Jadi selama kita berpikir bisa maka slow living pun pun bakal terlaksana dengan sendirinya.

    Nah, salah satu aspek yang sering terabaikan dalam menjalani slow living adalah mengisi waktu luang.

    Menggunakan waktu luang dengan bijak merupakan salah satu kunci sukses menjalankan konsep slow living.

    Baca: Temukan sanctuary untuk slow living di tengah kota yang sibuk 

    Vanillapapers.net menyarankan untuk menggunakan waktu luang denganbijak karena kehidupan kota besar yang sibuk tidek memberi kita banyak waktu luang. 

    “Jangan mengisi agenda akhir pekan dengan acara yang kamu merasa wajib hadir,” demikian tulis vanillapapers.net tentang kiat menggunakan waktu luang ala slow living.

    Tolak tekanan sosial dan tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan. Periksa diri sendiri dan jujurlah.

    Rencanakan dengan hati-hati aktivitas di waktu luang ini, dan hanya pilih aktivitas yang memberi energi pada tubuh dan pikiran kamu.

    Baca: Ingat, slow living bukan berarti bermalas-malasan

    Bahkan, meluangkan waktu untuk tidak melakukan apa pun termasuk car abijak menggunakan waktu luang.

    “Tidurlah, membaca buku bagus, menonton film bagus, atau main catur tanpa rasa bersalah,” lanjutnya.

    Tak perlu juga merasa ketinggalan ketika kamu tetap berada di rumah dan “tidak melakukan apa-apa”. Karena, beristirahat dan me time sama pentingnya dengan bekerja.

    Kendalikan jadwal kamu dan sadari bahwa terkadang melakukan lebih sedikit hal itu lebih baik.

    Baca: Multitasking nggak selaras dengan slow living

    Lebih baik melakukan beberapa hal yang benar-benar kita nanti-nantikan daripada terus memacu diri dari satu hal ke hal lain yang terus menerus membebani tubuh dan pikiran kita. 

    Kenapa begitu? Karena kita memiliki energi yang terbatas setiap hari, jadi mari kita habiskan untuk orang-orang dan hal-hal yang benar-benar membuat kita bahagia.

    Dan terkadang hal itu juga berarti menciptakan batasan yang sehat dengan orang-orang yang membuat kita merasa cemas dan lelah.

    Jika memang tidak bisa diatasi, maka tak ada salahnya meninggalkan mereka sepenuhnya. 

    Baca: Menerapkan konsep slow living di dunia kerja yang sibuk

    Dalam tulisannya, vanillapapers.net juga mewanti-wanti, prinsip ini juga berlaku di tempat kerja.

    “Tolak tugas dan tanggung jawab tambahan di tempat kerja ketika jadwal kamu sudah penuh. Jangan terlalu membebani tubuh dan pikiran kamu dengan hal-hal yang seharusnya tidak kamu kerjakan,” demikian nasehatnya.

    Ingat itu! Karena produktivitas kita bakal menurun ketika kita melakukan lebih dari yang dapat kita tangani.

    Jadi selamat mencoba menciptakan waktu luang dan mengisinya ala slow living. 

    Baca: Mulai jalani konsep slow living dan nikmati sederet manfaat ini

     

     

  • Slow Living Juga Berarti Sangat Menghargai Waktu Luang

    Slow Living Juga Berarti Sangat Menghargai Waktu Luang

    7cloud.asia – Menjalani slow living atau kehidupan yang lambat berarti sangat menghargai waktu senggang yang kita miliki.

    Sesi slow living yang satu ini dapat kita artikan untuk belajar bagaimana mengatakan “tidak” dengan sopan – dan melindungi waktu luang kita dengan sangat ketat.

    Jadi tips slow living kali ini tentang menghabiskan waktu luang dengan melakukan apa yang kita sukai sesuai passion kita.

    Tanpa sadar, waktu senggang kita tersita untuk hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. Sebut saja pesta ulang tahun untuk rekan kerja yang tidak terlalu dekat dengan kita, atau latihan olah raga hanya karena kolega kita mengikutinya.

    Baca: Kiat menghabiskan malam ala slow living

    Hmmm, menyiksa banget kan? Melakukan pendekatan slow living pada waktu senggang berarti melakukan dan menentukan apa yang benar-benar membuat kita bahagia.

    Ini membutuhkan pemahaman tentang diri kita sendiri, yang diperoleh dari mengeksplorasi berbagai minat dan menemukan apa yang membuat kita benar-benar bahagia.

    “Dan yang paling penting, itu berarti melakukan pengorbanan. Karena aktivitas menyenangkan tersebut tidak bisa dikemas dalam satu kalender penuh,” demikian tulis vanillapapers.net.

    Baca: 10 prinsip slow living yang bisa menuntun kita berproses

    Tapi kita bisa melakukan hal-hal kecil untuk mulai menerapkan slow living di hari kita. Misalnya dengan mematikan ponsel dan TV di malam hari dan melakukan hobi santai yang akan memberi waktu relaksasi yang sesungguhnya untuk kita.

    Hobi itu bisa berarti membuat sketsa di jurnal seni, menanam kebun herbal kecil, atau membaca sejarah Perang Saudara.

    Lewati kelelahan awal pasca pulang kerja di malam hari dan dedikasikan setengah jam untuk sesuatu yang benar-benar kamu sukai, dan kamu akan takjub karena akan merasakan istirahat yang sebenarnya. 

    Baca: Cara sederhana menjalani konsep slow living

    Mungkin kamu menilai ini berlawanan dengan intuisi, tetapi secuil momen slow living ini akan membuat pikiran kamu lebih segar setelah menyelesaikan tugas yang menantang di malam hari.

    Menonton TV atau hiburan lain yang mudah mungkin akan menghadirkan  kesenangan yang langsung dirasakan.

    Namun hal itu hanya akan membuat energimu terkuras jika tidak diimbangi dengan hobi yang lebih memperkaya jiwa kamu.

    Baca: Mungkinkan terapkan slow living di kota yang sibuk macam Jakarta?

    Jadi seperti itulah momen slow living berjalan dengan meluangkan sejenak waktumu untuk hal-hal yang kamu sukai.