Tag: wregas bhanuteja

  • Film Budi Pekerti: Kedetilan Wregas Bhanuteja Menyorot Perundungan di Dunia Maya

    Film Budi Pekerti: Kedetilan Wregas Bhanuteja Menyorot Perundungan di Dunia Maya

    7cloud.asia – Wregas Bhanuteja, sutradara langganan festival film bakal segera merilis film terbarunya, Budi Pekerti.

    Budi Pekerti merupakan film layar lebar kedua karya Wregas Bhanuteja.

    Selain bertindak sebagai sutradara, Wregas Bhanuteja yang sebelumnya sukses lewat film Penyalin Cahaya (2021) dengan meraih 12 Piala Festival Film Indonesia, juga menulis sendiri naskah Budi Pekerti. 

    Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja ini dijadwalkan tayang di gedung bioskop di Tanah Air pada akhir 2023.

    Namun, sebelumnya Budi Pekerti akan menjalani world premiere dengan judul Andragogy di Toronto Film Festival yang akan digelar 7-17 September 2023 mendatang. 

    Baca: Tayang akhir September, begini bocoran cerita Petualangan Sherina 2

    Di sela peluncuran teaser poster film Budi Pekerti, Jumat (4/8/2024) di Epicentrum Jakarta, Wregas Bhanuteja menjanjikan kisah yang relate dengan kondisi yang berkembang di masyarakat saat era digital saat ini.

    Berlatar kota Yogyakarta di masa pandemi, film Budi Pekerti berkisah tentang Bu Prani, seorang guru BK yang video perselisihannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial.

    Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, BU Prani lantas mengalami perundungan. Masyarakat mencari-cari kesalahannya sehingga terancam kehilangan pekerjaan.

    Dalam keseharian, bu Prani yang menjadi tokoh sentral film Budi Pekerti sebenarnya adalah sosok yang bijak.

    Baca: Peran Sherina Munaf di Petualangan Sherina 2

    Ia gemar memberikan hukuman bagi siswanya yang berbuat salah.  Namun hukuman itu bukan hukuman fisik, tetapi sesuatu yang bersifat reflektif.

    Yakni bagaimana siswa dapat menyadari apa dampak kesalahan yang dilakukannya pada lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
     
    Berulang kali, Wregas Bhanuteja mengamati banyak sosok yang viral di media sosial karena dirinya terekam sedang marah atau mengumpat.

    “Mereka mendapat hujatan dari warganet, tetangga hingga koleganya karena kelakuannya dianggap tidak sesuai dengan budi pekerti bangsa Indonesia,” ujar Wregas dalam jumpa pers yang digelar Jumat (4/8/2023).

    Seseorang, ujar Wregas, hanya dinilai dari 15 detik video vertikal
    yang dilihat di media sosial tanpa melihat apa konteks pun kondisi yang melatar belakangi peristiwa tersebut.

    Baca: Mengenal sosok Buya Hamka lewat film

    Ia melihat, banyak manusia yang tidak mau berempati dan meluangkan waktu sejenak untuk bertanya, apakah orang yang sedang dihakimi itu sedang baik-baik saja atau tidak.

    “Melalui film ini, saya ingin mendiskusikan tentang mengapa manusia memiliki hasrat besar untuk menindas sesamanya dan mengesampingkan empati dan kasih sayang,” Wregas Bhanuteja menjelaskan alasannya mengangkat cerita di film Budi Pekerti.

    Di film keduanya ini, kita akan kembali menyaksikan kedetilan Wregas sebagai pembuat film. 

    Dalam penjelasannya, Wregas Bhanuteja yang mulai dikenal lewat film pendek Prenjak yang lolos ke Festival Film Cannes 2016, menjanjikan akting wajah para pemeran untuk menunjukkan karakter mereka. 

    Baca: Daftar film berkualitas produksi Miles Film

    Kedetilan Wregas tergambar lewat teaser poster filmnya. Para dengan ekspresi wajahnya masing-masing, dengan latar belakang yang sangat detil menunjukkan keruwetan yang seolah akan disorot di film Budi Pekerti.

    Dalam kesempatan itu Wregas Bhanuteja juga memperkenalkan para pemain film Budi Pekerti.

    Mereka adalah Sha Ine Febriyanti berperan sebagai Bu Prani; Angga Yunanda dan Prilly Latuconsina sebagai Muklas dan Tita (anak-anak Bu Prani); Dwi Sasono sebagai Pak Didit; Omara Esteghlal sebagai Gora, serta Ari Lesmana sebagai Tunas. 

    Dalam memproduksi Budi Pekerti ini, Wregas Bhanuteja kembali bekerja bareng Rekata Studios dan Kaninga Pictures. 

    Bertindak sebagai produser eksekutif Budi Pekerti adalah Iman Usman dibantu Adi Ekatama, Willawati, dan Ridla An-Nuur sebagai produser.

    Baca: Film soal lingkungan yang wajib kamu tonton
     

     

  • Film Budi Pekerti Diputar di TIFF, Wregas Bhanuteja Sekelas dengan Sutradara Oppenheimmer

    Film Budi Pekerti Diputar di TIFF, Wregas Bhanuteja Sekelas dengan Sutradara Oppenheimmer

     

     

    7cloud.asia – Kabar gembira disampaikan sutradara Wregas Bhanuteja di sela konferensi pers dan peluncuran teaser poster film Budi Pekerti, Jumat (4/8/2023) di Epicentrum Jakarta.

     

    Film Budi Pekerti yang merupakan film cerita panjang kedua Wregas Bhanuteja akan menjalani world premierenya di Toronto International Film Festival (TIFF) 2023 pada 7-17 September 2023 mendatang.

     

    Film Budi Pekerti yang bergenre drama ini ditulis dan disutradarai sendiri oleh Wregas Bhanuteja, dan diproduksi oleh Rekata Studio bekerja sama dengan Kaninga Pictures dan didukung oleh KG Media, Hwallywood, Momo Films, dan Masih Belajar. 

     

    Baca:  Budi Pekerti, film panjang kedua karya Wregas Bhanuteja

     

    Di Toronto International Film Festival (TIFF), film Budi Pekerti akan masuk dalam program Discovery program yang khusus memperkenalkan dan mengapresiasi karya pertama atau kedua dari para sutradara visioner.

     

    Beberapa pembuat film yang pernah masuk dalam program Discovery ini antara lain adalah sutradara Oppenheimer, Christopher Nolan;  sutradara The Killing of Sacred Deer Yorgos Lanthimos, sutradara The Worst Person in The World, Joachim Trier; dan sutradara The Exorcist, David Gordon Green.

     

    Wregas Bhanuteja memang layak disebut sebagai sutradara visioner. Karya-karyanya menjadi langganan festival film. Sebut Prenjak yang berhasil mencuri perhatian di Festival Film Channes 2016.

     

    Baca: Proses panjang membangun karakter para tokoh di film Budi Pekerti

     

    Sedangkan Penyalin Cahaya, film panjang pertama Wregas berhasil menyabet 11 Piala Citra di Festival Film Indonesia 2021.

     

    Tahun ini, program Discovery menampilkan 26 film dari 25 negara, termasuk film Budi Pekerti karya terbaru Wregas Bhanuteja yang diproduseri oleh Adi Ekatama, Ridla An-Nuur, Willawati, dan Nurita Anandia.

     

    Discovery di TIFF adalah salah satu program yang banyak melahirkan filmmaker besar di dunia saat ini. Untuk Budi Pekerti bisa terpilih masuk ke program Discovery di TIFF ini adalah suatu kebanggaan untuk saya pribadi,” tutur Adi Ekatama, produser.

     

    Baca:  Bakal tayang pada 28 September, ini bocoran cerita Petualangan Sherina 2 

     

    Adi berharap lewat film ini bisa membuat penonton film di sana semakin penasaran dan ingin menonton film-film Indonesia.

     

    “Harapan saya untuk Wregas juga semoga ia bisa mengikuti jejak kesuksesan filmmaker yang film pertama dan keduanya juga pernah terpilih di program Discovery TIFF ini.” ujarnya.

     

    Dua pemain film Budi Pekerti mengungkapkan kegembiraannya mendengar kabar dari Toronto International Film Festival.

     

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

     

    “Seneng banget pas tau film ini masuk dan akan world premiere di Toronto International Film Festival. Apalagi, ini kali pertama saya akan hadir festival film luar negeri,” ucap Angga Yunanda.

     

    Hal serupa diungkapkan Prilly Latuconsina yang mengaku memendam mimpi bisa kerja bareng Wregas Bhanuteja.

     

    “Terharu dan tentunya nggak sabar melihat respon penonton di sana pas nonton filmnya. Jujur aku deg-degan tapi semoga filmnya bisa diterima dengan baik,” lanjut Prilly Latuconsina.

     

    Baca:  Mengenal desain biofilik yang menyatukan alam dan lingkungan binaan

     

  • Kantungi 17 Nominasi di FFI 2023, Film Budi Pekerti Bakal tayang di Bioskop 2 November 2023

    Kantungi 17 Nominasi di FFI 2023, Film Budi Pekerti Bakal tayang di Bioskop 2 November 2023

    7cloud.asia – Film panjang kedua besutan sutradara Wregas Bhanuteja, Budi Pekerti dijadwalkan akan tayang di bioskop-bioskop tanah air mulai 2 November 2023.

    Di sela screening film pada Senin (30/10/2023), Wregas Bhanuteja yang juga bertindak sebagai penulis skenario film Budi Pekerti tak bisa menyembunyikan rasa harunya.

    “Saya sangat terharu sekaligus bangga karena film Budi Pekerti yang telah dinantikan ini akan tayang secara perdana di Jakarta dan serempak di bioskop-bioskop tanah air pada 2 November 2023,” ujar Wregas Bhanuteja. 

    Wregas Bhanuteja memang memainkan peran cukup besar dalam produksi film Budi Pekerti ini.

    Ia menulis skenario sekaligus menjadi sutradara bagi film panjang keduanya ini. Film Budi Pekerti mengambil setting Kota Yogyakarta semasa pandemi.

    Baca: Karakter di film Budi Pekerti

    Budi Pekerti berkisah tentang Bu Prani (diperankan Sha Ine Febriyanti), seorang guru BK yang video perselisihannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial.

    Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, Bu Prani  dan keluarganya mendapat perundungan, dicari-cari kesalahan lainnya hingga terancam kehilangan pekerjaan.

    Pengabdiannya selama bertahun-tahun sebagai seorang guru seolah menguap begitu saja hanya dengan adanya video berdurasi 20 detik.

    Selain Sha Ine Febriyanti, film Budi Pekerti ini juga dibintangi Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, Dwi Sasono, Omara Esteghlal, Ari Lesmana, dan sederet pemain berbakat lainnya.

    “Saya sangat senang kisah Bu Prani dan keluarga akhirnya bisa disaksikan oleh penonton Indonesia. Semoga film ini bisa diterima dengan baik dan siapa pun yang menonton film ini bisa mendapatkan pencerahan,” tutur Sha Ine Febriyanti.

    Baca: Transformasi brutal Angga Yuana di Budi Pekerti

    Ia mendapatkan nominasi Piala Citra kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik lewat perannya di film ini.

    Film Budi Pekerti tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2023 dan pemutaran khusus di Yogyakarta dan Bandung, 

    Kedetilan Wregas Bhanuteja sebagai sutradara tidak mengkhianati hasil. Film  Budi Pekerti mendapat 17 nominasi Festival Film Indonesia 2023.

    Film ini juga akan tayang sebagai official selection di Taipei Golden Horse International Film Festival 2023.

    Adi Ekatama selaku produser film Budi Pekerti bersyukur Budi Pekerti mendapatkan respon yang positif dan sangat baik setelah pemutarannya di festival luar negeri.

    Baca: Detilnya Wregas Bhanuteja saat menggarap Budi Pekerti

    Meskipun kisah Bu Prani dan keluarga berlatar Indonesia, film ini mengangkat cerita universal yang terjadi di berbagai belahan dunia.

    Ia menyambut bahagia Gala Premiere Budi Pekerti yang digelar di XXI Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

    “Ini sebuah film yang kami harapkan bisa menyentuh hati para penonton dan menjadi pengingat agar tidak mudah menghakimi seseorang hanya dari sebuah video beberapa detik yang viral,” tutur Adi Ekatama, produser film Budi Pekerti.

    Setelah Gala Premiere di Jakarta, film Budi Pekerti akan menyapa penontonnya di berbagai kota di Indonesia dan berkeliling ke beberapa festival internasional lainnya.