Blog

  • Dana Rp3 miliar untuk 40.000 Koperasi Desa Merah Putih Dikhawatirkan Akan Menguap

    Dana Rp3 miliar untuk 40.000 Koperasi Desa Merah Putih Dikhawatirkan Akan Menguap

     

    7cloud.asia – Pada 16 Mei lalu 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Nganjuk, Jawa Timur. Momen itu ditampilkan sebagai pencapaian bersejarah karena ada ribuan koperasi lahir dalam waktu kurang dari setahun.

    Analisis dari data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Keluarahan (Simkopdes) per 2 Juni 2026 memberikan beberapa proyeksi awal yang penting dan menarik.
    Asumsi paling mendasar dari program ini adalah bahwa seluruh desa Indonesia setara secara ekonomi satu sama lain.

    Pemerintah, yang entah bagaimana caranya, menentukan acuan standardisasi tunggal tentang pasar, permintaan, infrastruktur, dan kesiapan sumber daya manusia seluruh desa nasional. 

    Atas dasar asumsi itulah satu model koperasi dengan satu besaran pinjaman (rata-rata Rp3 miliar) diterapkan seragam di 80 ribu titik. Bidang usahanya pun relatif serupa seperti bahan pangan, simpan pinjam, klinik, apotek, pergudangan, dan logistik.

    Namun, di balik angka yang fantastis tersebut, ada pertanyaan mendasar yang belum terjawab. Apakah setiap desa benar-benar mampu menjalankan koperasi? 

    Koperasi desa: tidak siap atau tidak butuh?

    Di lapangan, ada desa yang ramai dengan transaksi harian karena berada di jalur perdagangan atau wilayah pertanian produktif. Tengok saja Koperasi Mereng di Kabupaten pemalang dan Koperasi Ngaringan di Kabupaten Grobongan yang sukses dengan usaha simpan pinjamnya.

    Kendati begitu, ada juga desa yang separuh penduduk usia produktifnya merantau ke kota atau keluar negeri, meninggalkan desa dengan ekonomi yang lesu. Ada yang pasarnya sudah lama dikuasai tengkulak dengan jaringan yang sulit ditembus, atau tergerus oleh ekspansi minimarket waralaba yang masuk hingga ke pelosok.

    Semua kompleksitas tersebut bertemu dengan lagu lama ketimpangan yang berulang kembali.

    Data Simpkopdes memperlihatkan 34.8% Kopdes Merah Putih di Provinsi Banten, 25% di DKI Jakarta, 24% di Jawa Tengah, dan 24% di Jawa Timur sudah mencatatkan transaksi. Sementara transaksi koperasi desa di Papua, Maluku, dan beberapa provinsi di luar Jawa justru nihil.

    Ketimpangan ini semakin jelas ketika kita melihatnya dari sisi kesiapan infrastruktur fisik. Data Simkopdes per 2 Juni 2026 menunjukkan baru 11.801 unit (31%) dari 38.026 total unit yang benar-benar selesai dibangun. 

    Artinya, menyodorkan satu model koperasi dengan kemiripan bidang usaha untuk 80 ribu desa yang kondisinya berbeda-beda bukan hanya mengabaikan keragaman ekonomi desa, tapi juga berpotensi menghasilkan kinerja yang timpang dan amburadul.

    Desa yang kuat secara ekonomi akan menyerap program ini dengan baik. Namun, desa yang lemah akan terbebani tanpa mampu memanfaatkannya. Dan nyatanya, lebih banyak desa yang tidak mampu untuk menjalankannya. 

    Bagaimana cara memutar Rp3 miliar?

    Boleh saja setiap desa mendapat plafon pinjaman hingga Rp3 miliar. Bank pelat merah milik negara (BUMN) pun siap memberikannya.

    Perbankan secara aturan mewajibkan tahap kelayakan bisnis (feasibility study) yang mensyaratkan Kopdes membuktikan ada pasar sebelum pinjaman dikucurkan. Namun, pelaksanaan di lapangan bisa tidak sesuai dengan perencanaan tentang kecocokan bisnis yang baik.

    Publik dipaksa berasumsi bahwa koperasi adalah jawaban untuk semua jenis desa, dan bahwa masalah utama ekonomi pedesaan adalah tidak adanya lembaga ekonomi formal. Padahal di banyak desa, lembaga ekonomi bukan masalahnya.

    Data Simkopdes per 2 Juni 2026 yang dipadukan dengan data kemiskinan BPS 2025 menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan suatu daerah berkorelasi negatif dan signifikan dengan aktivitas transaksi Kopdes. Artinya, semakin miskin suatu desa, makin tidak bergairah aktivitas koperasinya 

    Dari 34 kabupaten dengan tingkat kemiskinan di atas 25 persen, 33 di antaranya tidak mencatatkan satu pun transaksi. Sebaliknya, kabupaten-kabupaten di kuartil terkaya (Q1) mencatat rata-rata aktivitas transaksi enam kali lebih tinggi dibanding desa termiskin.

    Kesimpulannya, program KDMP ini memang lebih hidup di tempat yang penduduknya sudah relatif mampu secara ekonomi.

    Oleh karena itu, bagi wilayah seperti Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya bukan soal menjalankan mandatori ini, tetapi apakah koperasi adalah instrumen yang tepat untuk mereka?

    Mendirikan Kopdes di daerah tersebut ibarat menempatkan sebuah minimarket di tengah hutan atau di puncak pegunungan: ada barangnya, tetapi tidak ada yang datang berbelanja. 

    Masih bisa dibenahi

    Beberapa bulan ke depan akan menjadi ujian nyata pertama dari 1.061 koperasi yang sudah diresmikan sejak Mei 2026. Banyak orang memerhatikan: berapa koperasi desa yang mampu mencatatkan transaksi konsisten?

    Pemerintah sedang membangun sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam sejarah Indonesia: 80 ribu badan hukum koperasi dalam waktu kurang dari setahun. Tetapi dalam kebijakan publik, kecepatan tanpa seleksi bukan prestasi, melainkan risiko yang ditunda.

    Yang paling berbahaya dari kebijakan skala besar adalah ketika keberhasilannya diukur dari kecepatan pembentukan, bukan dari kelangsungan hidup.

    Jika dalam dua atau tiga tahun dari sekarang ribuan Kopdes mengalami gagal bayar, maka yang menanggung risiko bukan hanya anggota koperasinya, tetapi juga uang rakyat dan dana desa.


    Evaluasi jujur atas 1.061 percontohan ini jauh lebih berharga daripada meresmikan ribuan unit berikutnya tanpa belajar dari yang pertama. Petama-tama, pemerintah bisa memetakan desa yang ‘siap pasar’ dari yang ‘butuh intervensi lain lebih dulu’.

    Kedua, buka data transaksi Simkopdes secara transparan dan real-time ke publik, sehingga evaluasi tidak bergantung pada laporan administratif yang bisa dimanipulasi tetapi juga pengawasan langsung oleh masyarakat. 

    Ketiga, pertimbangkan moratorium pembentukan Kopdes baru di daerah dengan aktivitas ekonomi yang terbukti sangat rendah, sambil mengalihkan sumber daya ke penguatan Kopdes yang sudah ada.

    Program ini tidak harus berakhir buruk. Pemerintah masih punya waktu. Yang lebih penting lagi, pemerintah harus mempunyai data untuk mengubah pendekatan sebelum kesalahan struktural menumpuk menjadi krisis finansial di tingkat desa.


    Yanu Endar Prasetyo, Researcher at Research Center for Population – BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Nimas Maninggar, Peneliti bidang kebijakan inovasi/inovasi wilayah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

  • Kualitas Pemilu Terus Menurun, DPR: Perkuat Integritas Penyelenggara

    Kualitas Pemilu Terus Menurun, DPR: Perkuat Integritas Penyelenggara

    7cloud.asia – Rendahnya kualitas pelaksanaan Pemilu 2024 dinilai menjadi tantangan serius bagi demokrasi Indonesia. Komisi II DPR menilai penurunan kualitas tersebut disebut berkaitan dengan semakin tergerusnya kemandirian dan integritas penyelenggara pemilu.

    Hal ini terungkap dalam acara Diseminasi Penguatan Kapasitas Tim Pemeriksa Daerah yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

    “Situasi ini memicu berbagai masalah, mulai dari dugaan pelanggaran etik komisioner, lemahnya penindakan kecurangan, hingga intervensi lembaga lain, diluar penyelenggara pemilu,” kata Anggota Komisi II DPR Fauzan Khalid

    Dalam keterangan tertulis Parlementaria di Jakarta, Selasa (16/6/2026), ia menilai rendahnya kualitas pemilu tidak semata-mata disebabkan oleh penyelenggara pemilu.

    Ia menilai intervensi kekuasaan juga menjadi faktor yang memengaruhi kualitas penyelenggaraan pemilu dan gejalanya mulai terlihat sejak Pemilu 2019.

    Politisi Partai NasDem itu menambahkan, penilaian mengenai rendahnya kualitas Pemilu 2024 juga banyak disampaikan oleh para pengamat dan masyarakat sipil.

    Baca: Tujuh Hal Krusial untuk Benahi Sistem Pemilu

    Karena itu, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas demokrasi agar tidak mengalami kemunduran.

    Fauzan menjelaskan bahwa penyelenggara pemilu terdiri atas tiga pilar, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan DKPP.

    Ketiga lembaga tersebut memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam menjaga integritas pemilu.

    Ia juga menyoroti adanya anggapan di masyarakat yang melihat KPU dan Bawaslu seolah-olah berada dalam posisi yang saling berhadapan. Menurutnya, persepsi tersebut muncul karena perbedaan tugas dan fungsi kedua lembaga.

    “Kalau saya, sebagai orang luar, tetapi pernah berada di lingkungan penyelenggara pemilu, tidak mungkin saya menilai kedua lembaga bermusuhan. KPU dan Bawaslu merupakan dua pilar penyelenggara pemilu yang wajib bersinergi,” ujar legislator Dapil NTB II itu.

    Baca: Pakar Hukum Tata Negara Minta DPR dan Pemerintah Segera Bahas Revisi UU Pemilu

    Fauzan menjelaskan, KPU bertugas melaksanakan dan mengelola tahapan pemilu secara operasional. Sementara itu, Bawaslu bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu untuk mencegah dan menindak pelanggaran maupun kecurangan yang terjadi.

    Selain itu ada DKPP memiliki fungsi menegakkan kode etik serta mengadili pelanggaran yang dilakukan anggota KPU maupun Bawaslu.

    Keberadaan ketiga lembaga tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga penyelenggaraan pemilu yang jujur dan berintegritas.

    Fauzan juga mengingatkan bahwa KPU telah menjadi lembaga independen sejak 2003. Sejak saat itu, komisioner dari unsur partai politik tidak lagi terlibat dan lembaga tersebut tidak boleh diintervensi oleh pihak mana pun.

    Menurutnya, Bawaslu yang sebelumnya bersifat ad hoc mulai menjadi lembaga permanen pada 2008. Pada periode yang sama, DKPP dibentuk sebagai lembaga independen yang menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan pemilu.

    “Saya berharap sejarah ini bisa kita hayati, sebagai bagian dari cara kita memperbaiki kualitas pemilu. Kita semua bertanggungjawab menjaga pemilu sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia (luber), jujur, dan adil atau jurdil,” tutup Fauzan.

  • Kecepatan Berkendara Pengaruhi Konsumsi BBM dan Emisi Karbon: Cara Mudah Turunkan Emisi

    Kecepatan Berkendara Pengaruhi Konsumsi BBM dan Emisi Karbon: Cara Mudah Turunkan Emisi

    7cloud.asia – Setiap mobil memiliki rentang kecepatan optimal yang menghasilkan konsumsi bahan bakar minimum, tetapi rentang ini berbeda antara jenis kendaraan, desain, dan usia.

    Namun secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut, konsumsi bahan bakar meningkat dari sekitar 80 kilometer per jam, salah satunya karena hambatan udara meningkat.

    Namun kecepatan hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi konsumsi energi. Apa pun mobil yang Anda kendarai, Anda dapat mengurangi konsumsi bahan bakar (dan karenanya emisi) dengan mengemudi lebih halus.

    Ini termasuk mengantisipasi tikungan dan menghindari pengereman mendadak, melepaskan kaki dari pedal gas tepat sebelum mencapai puncak bukit dan melaju perlahan melewatinya.

    Selain itu melepas rak atap atau pelindung bemper dan barang-barang yang lebih berat dari dalam mobil ketika tidak diperlukan untuk membuat mobil lebih ringan dan lebih aerodinamis sehingga konsumsi energi juga lebih hemat.

    Mengemudi dengan bijak
    Di Selandia Baru, reli EnergyWise dulunya diadakan di jalur sepanjang 1200 km di sekitar Pulau Utara. Balapan ini dirancang untuk menunjukkan seberapa banyak bahan bakar dapat dihemat melalui kebiasaan mengemudi yang baik.

    Baca: Langkah Sederhana untuk Hemat Energi dan Memangkas Emisi Karbon

    Para pengemudi yang berkompetisi harus mencapai setiap tujuan dalam jangka waktu tertentu.

    Melaju terlalu lambat pada kecepatan 60-70 km/jam di jalan lurus di zona kecepatan 100 km/jam hanya untuk menghemat bahan bakar bukanlah pilihan (juga karena mengemudi terlalu lambat di jalan terbuka dapat menyebabkan kecelakaan).

    Kecepatan rata-rata optimal (baik untuk pengemudi profesional maupun rata-rata) biasanya sekitar 80 km/jam. Kunci untuk menghemat bahan bakar adalah mengemudi dengan halus.

    Pada reli pertama di tahun 2002, peserta dari Universitas Massey adalah Volkswagen Golf berbahan bakar diesel baru (dipinjamkan oleh VW NZ), yang menggunakan 100 persen biodiesel yang terbuat dari lemak hewan sisa (seperti yang telah diproduksi oleh Z Energy).

    Mobil yang menggunakan bahan bakar diesel fosil mengeluarkan sekitar 2,7 kg karbon dioksida per liter dan mobil bensin menghasilkan 2,3 kg per liter.

    Penggunaan bahan bakar nabati untuk menggantikan diesel atau bensin dapat mengurangi emisi hingga 90 persen per kilometer jika bahan bakar nabati tersebut terbuat dari lemak hewan dari pabrik pengolahan daging.

    Baca: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Lingkungan

    Jumlahnya bervariasi tergantung pada sumber bahan bakar nabati (tebu, gandum, rapeseed). Dan tentu saja tidak dapat diterima jika tanaman bahan bakar nabati menggantikan tanaman pangan atau hutan.

    Terlepas dari jenis mobilnya, pengemudi dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sebesar 15-20 persen hanya dengan memperbaiki kebiasaan mengemudi – mengurangi emisi dan menghemat uang pada saat yang bersamaan.

    Efisiensi Bahan Bakar
    Saat Anda mempertimbangkan untuk mengganti mobil Anda, mempertimbangkan efisiensi bahan bakar adalah cara penting lainnya untuk menghemat biaya bahan bakar dan mengurangi emisi.

    Banyak negara, termasuk AS, Jepang, Cina, dan negara-negara di Uni Eropa, telah memiliki standar efisiensi bahan bakar selama lebih dari satu dekade. Hal ini telah mendorong produsen mobil untuk merancang kendaraan yang semakin hemat bahan bakar.

    Sebagian besar kendaraan ringan yang dijual secara global tunduk pada standar ini. Namun, Australia dan Selandia Baru sama-sama lambat dalam hal ini, sebagian karena sebagian besar kendaraan diimpor.

    Baca: Gunakan Suara dan Uang Anda untuk Mendesak Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

    Selandia Baru juga masih ragu-ragu untuk memperkenalkan skema “feebate”, yang mengusulkan biaya pada mobil impor beremisi tinggi untuk membuat mobil hibrida, mobil listrik, dan kendaraan efisien lainnya yang diimpor lebih murah dengan subsidi.

    Di Selandia Baru, mengendarai mobil listrik menghasilkan emisi rendah karena pembangkit listriknya 85 persen terbarukan.

    Di Australia, yang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga batu bara, mobil listrik bertanggung jawab atas emisi yang lebih tinggi kecuali jika diisi ulang melalui pasokan listrik terbarukan lokal.

    Harga bahan bakar dan listrik pasti akan naik. Tetapi, baik kita mengendarai mobil bensin atau listrik, kita semua dapat melindungi diri dari beberapa kenaikan harga di masa depan dengan mengemudi lebih efisien dan lebih lambat.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari Climate Explained, kerjasama antara The Conversation dan New Zealand Science Media Centre untuk menjawab pertanyaan tentang perubahan iklim. Baca artikel asli di sini

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Mayoritas kota di Indonesia cerah dan berawan, tapi masih ada potensi hujan disertai petir di beberapa kota pada Kamis (18/06/2026).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Manado, Ternate. Sementara hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur  Kota Tanjung Selor dan Mamuju.  

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Bandung, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu, Kota Palu, Sorong, Manokwari, Ambon, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, Kupang juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

     

  • Kecamatan Cipayung Targetkan Bangun 1000 Biopori Jumbo

    Kecamatan Cipayung Targetkan Bangun 1000 Biopori Jumbo

    7cloud.asia – Sebanyak 1.000 lubang biopori jumbo ditargetkan dibuat di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur sebagai upaya mendukung gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

    Camat Cipayung, Diman mengatakan, sebagai tahap awal, sebanyak 20 lubang biopori jumbo dibuat di halaman Pondok Pesantren Al Hamid, Kelurahan Cilangkap.

    Hingga saat ini, 10 lubang biopori sudah selesai dikerjakan di wilayah itu dan sisanya ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.

    “Pembuatan lubang biopori di Ponpes Al Hamid ini melibatkan unsur petugas PPSU dari Kelurahan Munjul, Cilangkap, Satgas SDA, dan Satgas Lingkungan Hidup,” ujarnya, Rabu (17/6).

    Menurutnya, pembangunan lubang biopori jumbo tidak hanya dilakukan di Ponpes Al Hamid. Program serupa juga akan dilaksanakan di sejumlah fasilitas publik lainnya.

    Baca: Jakarta Mendorong Pembuatan Biopori, Mengolah Sampah Organik Sembari Menjaring Air Hujan

    Biopori antara lain bakal dibuat di Gereja Kalvari Lubang Buaya, Ponpes Minhajjurrosyidin, Ponpes Nurul Ibad, Gedung PBSI Cipayung, serta berbagai titik strategis lainnya.

    “Untuk mendukung pencapaian target, seluruh kelurahan di Kecamatan Cipayung juga diminta membuat sedikitnya 100 lubang biopori jumbo di wilayah masing-masing,” terangnya.

    Diman menjelaskan, lubang biopori jumbo tersebut akan dimanfaatkan untuk menampung Sampah Organik Dapur (SOD) yang selanjutnya akan diolah menjadi kompos.

    “Program ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang selama ini dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu atau TPST Bantar Gebang,” ungkapnya.

    Sementara itu, Lurah Munjul, Muhammad Noor menambahkan, pihaknya sudah menyelesaikan pembangunan lima lubang biopori jumbo di lingkungan Ponpes Al Hamid sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.

    Baca: Kritik terhadap Pengelolaan Sampah yang Hanya Menyasar di Hilir

    Proses pembuatannya diawali dengan penggalian lubang sedalam sekitar satu meter dengan diameter 50 sentimeter.

    Selanjutnya, tong berwarna biru setinggi 80 sentimeter dan berdiameter 40 sentimeter yang sudah dilubangi pada bagian sisinya ditanam ke dalam tanah.

    “Nantinya, tong ini akan diisi sampah organik sisa dapur dari Pondok Pesantren Al Hamid Putra. Untuk mempercepat proses penguraian, sampah akan diberi cairan EM4 sehingga dapat difermentasi menjadi kompos,” ucapnya.

    Ia menuturkan, kompos yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pada lahan urban farming yang dikelola pondok pesantren.

    “Selain di lingkungan Ponpes, Kelurahan Munjul juga berencana membangun lubang biopori jumbo di sejumlah lokasi lain, seperti kawasan Waduk Munjul, Pasar Munjul, kantor kelurahan, dan beberapa titik lainnya,” tandasnya.

  • Kapal Tanker Iran Telah Keluar dari Zona Blokade AS

    Kapal Tanker Iran Telah Keluar dari Zona Blokade AS

    7cloud.asia – Kapal-kapal tanker pengangkut minyak mentah Iran telah keluar dari zona blokade Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk, menurut TankerTrackers pada Rabu.

    Situs web TankerTrackers, sebuah perusahaan intelijen maritim yang melacak perdagangan minyak mentah, menandai “ekspor minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan,” mengutip data pelacakan digital yang didukung oleh citra satelit.

    Laman itu menyebutkan menurut data Sistem Identifikasi Otomatis (Automatic Identification System/AIS) yang kami perkuat kemarin (15 Juni 2026) dengan citra satelit, setidaknya dua kapal tanker super VLCC telah keluar dari wilayah yang diblokade

    “Dua kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) bernama DIONA (9569695) dan HERO2 (9362073)” telah keluar dari perimeter dengan membawa “total 3,8 juta barel minyak mentah Iran,” tulis perusahaan tersebut di platform media sosial X.

    Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Rabu (17/6/2026) mengatakan pihaknya terbuka untuk melanjutkan serangan terhadap Iran jika Teheran tidak cukup mematuhi ketentuan dalam perjanjian perdamaian awal terbaru antara kedua pihak.

    Baca: Kesepakatan Damai Iran-AS Akan Disahkan Lewat Resolusi DK PBB

    Trump, yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7) di Prancis, menegaskan bahwa apa yang disebut sebagai memorandum antara AS dan Iran

    Dia menyerukan penghentian pertempuran serta pembukaan kembali Selat Hormuz, bukanlah bersifat final.

    “Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka,” kata Trump kepada media saat memulai pertemuannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, yang berlangsung di sela-sela KTT tersebut.

    “Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka,” sambungnya.

    Amerika Serikat dan Iran mengatakan bahwa memorandum tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari lagi.

    Baca: Iran Ajukan Syarat Ini untuk Akhiri Perang

    Hal ini untuk memberi waktu bagi kedua negara untuk untuk menegosiasikan kesepakatan final yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat bulan.

    Syarat-syarat dalam kesepakatan awal itu juga mencakup pencabutan blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat sejak April terhadap seluruh lalu lintas maritim yang berusaha masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan di Iran.

    Namun hingga kini kedua negara belum mengungkap rincian spesifik dari kesepakatan sementara tersebut, yang akan diformalkan pada Jumat dalam sebuah upacara di Swiss.

    Setelah berakhirnya KTT tiga hari di kota resor Evian-les-Bains, Prancis, Trump dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Rabu malam waktu setempat.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua-Kyodo

  • Ribuan Warga Terdampak Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah, Terparah di Sigi

    Ribuan Warga Terdampak Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah, Terparah di Sigi

    7cloud.asia – Upaya penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026), masih dilakukan oleh tim gabungan.

    Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (17/6/2026), gempa telah mengakibatkan 1.834 kepala keluarga (KK) atau 5.784 jiwa terdampak gempa dengan kekuatan 6,7 magnitudo ini.

    Sebanyak 73 warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat. Adapun jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang.

    Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa. Berdasarkan data terkini, jumlah warga terdampak di wilayah tersebut mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa.

    Selain itu, tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.

    Baca: Mengenal Megathrust yang Bisa Picu Gempa dan Tsunami di Indonesia

    Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak sedang, dan 30 unit rusak berat.

    Hingga kini, pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan.

    Pemerintah daerah setempat juga akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

    Sementara itu, kondisi di daerah lain relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan laporan sebelumnya.

    Di Kota Palu, jumlah korban luka tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka.

    Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak.

    Baca: BNPB Kembangkan Sistem Peringatan Dini Bencana Tanah Longsor Skala Nasional

  • Studi: Kromosam Y yang Tentukan Jenis Kelamin Laki-laki Bisa Hilang Seiring dengan Bertambahnya Usia

    Studi: Kromosam Y yang Tentukan Jenis Kelamin Laki-laki Bisa Hilang Seiring dengan Bertambahnya Usia

    7cloud.asia – Penelitian mengungkap kromosom Y yang menentukan jenis kelamin laki-laki pada manusia dapat melemah.

    Dilansir sciencealert.com, dalam 5 juta tahun ke depan, beberapa ahli genetika berpendapat bahwa kromosom Y penentu jenis kelamin ini akan hilang sepenuhnya dari spesies kita.

    Sementara itu, kita memiliki kekhawatiran yang lebih besar. Seiring bertambahnya usia, beberapa laki-laki kehilangan kromosom Y dalam darah, otak, atau sel imun mereka, dan hal itu dapat berdampak serius pada kesehatan.

    Kehilangan kromosom Y memiliki hubungan yang mengejutkan dengan kanker, penyakit ginjal, penyakit jantung, dan Alzheimer.

    Selama beberapa dekade, para peneliti telah memperhatikan bahwa seiring bertambahnya usia beberapa laki-laki, sel-sel tertentu dalam tubuh mereka mulai kehilangan kromosom Y.

    Di antara laki-laki berusia 70 tahun, sekitar 40 persen menunjukkan kehilangan Y dalam sel darah mereka, dan di antara laki-laki berusia 93 tahun, angka itu meningkat menjadi 57 persen.

    Baca: Polusi dan Perubahan Iklim Picu Infertilitas pada Laki-laki

    Dahulu, kehilangan kromosam Y ini dianggap sebagai penanda penuaan yang ‘jinak’.
    Namun baru-baru ini, bukti genetik yang muncul menunjukkan bahwa kurangnya kromosom Y di beberapa sel mungkin secara aktif berkontribusi pada kematian dan penyakit.

    Kromosom Y dikenal sangat penting untuk penentuan jenis kelamin dan fungsi sperma, tetapi secara historis, kromosom ini tidak dianggap memiliki fungsi lain yang signifikan.

    Meskipun terdapat di sebagian besar sel tubuh, kromosom kecil yang aneh ini tampaknya hanya diam saja. Kromosom ini merupakan unit yang rapuh dan rewel yang sering menyebabkan mutasi selama replikasi.

    Dari 46 kromosom yang terdapat di sebagian besar sel manusia, kromosom Y adalah satu-satunya yang dapat hilang tanpa menyebabkan kematian sel. Namun, bukan berarti kromosom ini dapat hilang tanpa masalah.

    Pada tahun 2022, sebuah penelitian menemukan bahwa ketika sel imun khusus di jantung tikus kekurangan kromosom Y, hal itu menyebabkan disfungsi kardiovaskular dan kematian.

    Studi klinis lebih lanjut menunjukkan bahwa di antara pria lanjut usia, mereka yang mengalami kehilangan kromosom Y lebih mungkin meninggal lebih awal atau mengembangkan kanker.

    Baca: Polusi dan Gaya Hidup Turunkan Kesuburan Laki-laki

    Meskipun kehilangan ini jarang terjadi pada individu yang lebih muda, hal ini juga dapat dikaitkan dengan infertilitas dan cacat perkembangan.

    Pada tahun 2023, para peneliti menemukan bahwa hingga 40 persen laki-laki lanjut usia dengan kanker kandung kemih kekurangan kromosom Y dalam tumor mereka.

    Karena laki-laki memiliki kemungkinan hingga lima kali lebih besar untuk mengembangkan kanker kandung kemih daripada perempuan, hal ini membuat beberapa ilmuwan menduga bahwa kromosom Y berperan dalam penyakit tersebut.

    Bukti awal mendukung gagasan tersebut. Pada tahun 2025, sebuah studi menemukan bahwa sel imun yang kekurangan kromosom Y kurang efektif dalam menyerang sel kanker.

    Pada tahun yang sama, sebuah tinjauan menyimpulkan bahwa hilangnya kromosom Y kemungkinan penting dalam membentuk aktivitas sistem imun laki-laki.

    Meskipun kromosom Y mengandung sekitar 0,9 persen dari total DNA dalam sel laki-laki, kromosom ini baru sepenuhnya diurutkan beberapa tahun yang lalu.

    Baca: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini di Seluruh Dunia

    Sejak saat itu, kemajuan dalam pengurutan genom telah mengantarkan era baru untuk penelitian kromosom Y.

    Studi baru saja dimulai, tetapi temuan awal ini menunjukkan bahwa kromosom Y mungkin terlibat dalam lebih banyak fungsi seluler daripada yang diasumsikan para ilmuwan sebelumnya.

    Dalam beberapa hal, itulah mengapa ahli biologi evolusi Jennifer Hughes berpikir bahwa kromosom Y tidak ditakdirkan untuk lenyap dari spesies kita.

    “Gen yang dipertahankan pada kromosom Y memiliki fungsi penting di seluruh tubuh, sehingga tekanan selektif untuk mempertahankan gen-gen tersebut terlalu besar untuk hilang,” jelas Hughes kepada ScienceAlert pada tahun 2025.

    Namun, tidak semua orang yakin dengan logika tersebut.

     

    Ahli biologi evolusi Jenny Graves setuju dengan Hughes bahwa gen pada kromosom Y penting dan mungkin terkait dengan kesehatan dan penyakit. Namun, ia berpendapat bahwa gen-gen penting seperti ini selalu dapat ‘diambil alih’ oleh kromosom lain.

    “Ya, ada gen inti yang sangat terkonservasi. Tetapi tikus berduri dan tikus tanah tidak kesulitan memindahkan atau menggantinya,” katanya kepada ScienceAlert pada tahun 2025.

    Mamalia ini tidak lagi memiliki kromosom Y; kromosom lain telah mengambil alih peran penentuan jenis kelamin.

    Ini adalah pengingat yang baik bahwa gen tidak memiliki masalah untuk ‘melompat kapal’. Kromosom Y mungkin sedang mengalami penurunan, suka atau tidak suka. Saat ini, kromosom Y manusia hanya mempertahankan 3 persen gen leluhurnya.

    Apa yang tersisa mungkin menyimpan petunjuk bukan hanya tentang kesehatan kaum laki-laki saat ini, tetapi juga tentang sejarah evolusi spesies manusia dan masa depannya.

  • Program Urban Heat Bantu Meningkatkan Ketahanan Pekerja terhadap Risiko Cuaca Panas

    Program Urban Heat Bantu Meningkatkan Ketahanan Pekerja terhadap Risiko Cuaca Panas

    7cloud.asia – Menghadapi cuaca panas yang semakin terasa di Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) menyediakan layanan air minum gratis bagi masyarakat, khususnya pekerja luar ruang, di kawasan MT Hub dan Stasiun Cawang, Jakarta.

    Layanan air minum gratis disediakan melalui water station yang dapat dimanfaatkan oleh pekerja yang sehari-hari harus berada di jalanan sehingga terdampak langsung cuaca panas

    Pengemudi ojek online, pedagang kaki lima (PKL), pengguna transportasi umum, pejalan kaki, serta kelompok masyarakat rentan lainnya yang beraktivitas di sekitar lokasi dapat mengambil air minum secara gratis menggunakan tumbler pribadi atau gelas kertas yang telah disediakan.

    Kepala Sub Pengurangan Risiko Bencana Markas Pusat PMI, Dewi Ariyani, mengatakan penyediaan air minum gratis bertujuan membantu masyarakat mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan cuaca panas seperti kelelahan akibat panas (heat exhaustion).

    “Kami berharap fasilitas ini dapat membantu pekerja luar ruang dan warga sekitar untuk tetap terhidrasi sehingga terhindar dari dehidrasi yang dapat berdampak pada kesehatan mereka,” ujar Dewi dalam keterangan pers, Rabu (17/6/2026).

    Baca: Panas Ekstrem Pengaruhi Kesehatan dan Produktivitas Pekerja

    Program tersebut merupakan bagian dari kampanye Hari Aksi Panas (Heat Action Day) yang diperingati setiap tanggal 2 Juni.

    Melalui kampanye ini, PMI mengajak masyarakat untuk lebih siap menghadapi cuaca panas dengan menerapkan langkah-langkah sederhana guna melindungi kesehatan.

    Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Adaptasi Iklim Markas Pusat PMI, Niniek Kun Naryatie, menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi implementasi Program Urban Heat (Kota Panas) yang dijalankan PMI bersama Palang Merah Amerika.

    Program itu bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat perkotaan terhadap risiko cuaca panas serta dampaknya terhadap kesehatan.

    “Dampak dari panas ekstrem ini bisa dicegah sebelum menjadi krisis kemanusiaan, terutama yang dihadapi oleh kelompok rentan,” kata Niniek.

    Baca: Dampak Perubahan Iklim Bagi Pengemudi Ojek Online

    Selain menyediakan air minum gratis, relawan PMI turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara beradaptasi dengan cuaca panas.

    Edukasi meliputi penggunaan payung atau topi saat berada di bawah terik matahari, penggunaan tabir surya, mengenakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta memperbanyak konsumsi air minum.

    Dalam kegiatan tersebut, PMI juga membagikan payung dan kipas tangan kepada sejumlah pekerja luar ruang, seperti penjaja kopi keliling, juru parkir, dan pedagang kaki lima yang sehari-hari bekerja di bawah paparan sinar matahari langsung.

    PMI menilai upaya ini penting mengingat Indonesia tengah menghadapi tren peningkatan suhu udara.

    Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan temperatur dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah Indonesia.

    Dengan berbagai langkah tersebut, PMI berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah risiko yang ditimbulkan akibat cuaca panas ekstrem.

  • Riset: Migrasi Hiu Paus Indo‑Pasifik Lintasi 13 Negara dengan Pola yang Berbeda

    Riset: Migrasi Hiu Paus Indo‑Pasifik Lintasi 13 Negara dengan Pola yang Berbeda

     

    7cloud.asia – Hiu paus merupakan raksasa laut yang pergerakannya lambat. Tapi di balik itu, mereka adalah pengembara soliter yang bisa menyelam ke laut dalam, menempuh perjalanan ribuan kilometer, hingga melintasi batas negara lewat jalur yang sulit diprediksi.

    Sifat tersebut membuat migrasi hiu paus menjadi salah satu teka-teki besar dalam ilmu kelautan.

    Studi kami yang baru terbit di jurnal Frontiers in Marine Science menguak jawabannya dengan merangkum satu dekade pelacakan satelit hiu paus dari Indonesia, sejak 2015 hingga 2025.

    Kami melacak kurang lebih 70 individu dari empat lokasi agregasi utama, yaitu Teluk Cenderawasih di Papua Tengah; Kaimana di Papua Barat; Teluk Saleh di Nusa Tenggara Barat; dan Teluk Tomini di Gorontalo.


    Hiu paus berkumpul di perairan Teluk Saleh, memanfaatkan kawasan ini sebagai lokasi mencari makan dan habitat perlindungan.
    Abdi Hasan/Konservasi Indonesia, CC BY-NC

    Hasilnya, kami menemukan bahwa hiu paus berpindah lintas benua dengan pola migrasi yang tidak seragam.

    Oleh karenanya, upaya konservasi tidak cukup hanya dilakukan di lokasi tempat mereka sering terlihat, tetapi juga jalur pergerakan mereka di laut melalui perlindungan habitat yang saling terhubung dan kerja sama lintas batas. 

    Melintasi 13 negara dan laut internasional

    Pelacakan perjalanan hiu paus dengan satelit secara jangka panjang umumnya terkendala oleh singkatnya masa transmisi alat pelacak (tag).

    Alat yang dipasang pada tubuh hiu paus biasanya terlepas sebelum mereka menyelesaikan satu siklus perjalanan migrasinya. Padahal hiu paus mempunyai wilayah jelajah yang sangat luas. Jalur migrasinya pun berubah-ubah. Akibatnya, para peneliti sering kehilangan jejak pergerakan hiu paus.

    Sejak 2015, kami tim peneliti di Conservation International Indonesia dan Konservasi Indonesia mencoba mengatasi keterbatasan tersebut melalui penggunaan fin-mounted satellite tag. Berbeda dengan alat pelacak yang hanya ditambatkan sementara pada bagian bawah kulit, perangkat ini dipasang langsung pada sirip punggung hiu paus menggunakan baut.

    Metode ini memungkinkan perangkat terpasang jauh lebih lama, dari satu tahun hingga mendekati tiga tahun. Hiu paus yang kembali ke lokasi agregasi juga bisa dikenali dan dipasangi alat pelacak baru, sehingga perjalanan individu yang sama bisa dipantau dalam periode yang lebih panjang.


    Proses pemasangan alat pelacak satelit pada sirip punggung hiu paus menggunakan metode fin-mounted tag.

    Kami melakukan pemasangan alat pelacak ini dengan berkolaborasi bersama nelayan, terutama di lokasi tempat hiu paus berinteraksi dengan bagan (alat penangkap ikan yang memakai jaring dan lampu).

    Selama satu dekade, tim kami melacak sekitar 70 hiu paus dari empat lokasi agregasi utama di Indonesia: Teluk Cenderawasih, Kaimana, Teluk Saleh, dan Teluk Tomini.


    Animasi pergerakan hiu paus berdasarkan data pelacakan satelit, memperlihatkan perjalanan individu dari empat lokasi agregasi utama di Indonesia menuju berbagai wilayah di Indo-Pasifik, melintasi batas negara dan laut lepas.
    Konservasi Indonesia, CC BY-NC

    Hasilnya, hiu paus yang kami lacak dari laut Indonesia ternyata bergerak melintasi 13 negara dan teritori di kawasan Indo-Pasifik, serta memasuki laut lepas—di luar yurisdiksi negara manapun.

    Jalur pergerakan mereka membentang dari Christmas Island di barat hingga Kepulauan Marshall di timur, dari pesisir utara Australia di selatan hingga Filipina di utara.


    Pergerakan hiu paus yang dipasangi alat pelacak satelit, memperlihatkan bagaimana individu dari Indonesia memanfaatkan habitat yang saling terhubung antar fitur geomorfologi laut seperti seamounts dan canyon di Samudra Hindia dan Pasifik.
    Putra et al 2026, CC BY-NC

    Pola migrasi yang berbeda-beda

    Perjalanan setiap hiu paus ternyata juga tidak mengikuti satu “peta jalan” yang sama. Pola migrasinya amat beragam, tergantung jenis kelamin, umur, perilaku, dan musim. Bahkan individu yang berasal dari tempat asal yang sama pun bisa menunjukkan strategi berbeda.

    Pergerakan mereka mengikuti perubahan ketersediaan makanan, arus laut, suhu, produktivitas perairan, hingga struktur dasar laut (seperti ngarai bawah laut, lereng curam, dan gunung laut).

    Kelompok hiu paus jantan remaja misalnya, lebih suka di wilayah pesisir yang relatif dangkal dan kaya zooplankton. Bagi mereka, teluk merupakan tempat stabil dan aman—yang mampu menyediakan pasokan makanan cukup selama masa fase pertumbuhan mereka yang cepat.

    Teluk Saleh dan Teluk Cenderawasih merupakan dua tempat yang kerap ditinggali hiu paus muda sepanjang tahun.


    Perjalanan setiap individu hiu paus melintasi ruang dan waktu, dari lokasi agregasi pesisir menuju habitat non-agregasi di laut terbuka. Grafik ini menunjukkan bahwa Teluk Saleh dan Teluk Cenderawasih merupakan dua lokasi utama yang digunakan oleh banyak individu secara konsisten sepanjang tahun dan dari tahun ke tahun.
    Putra et al 2026, CC BY

    Jantan dewasa lebih banyak bergerak menuju kawasan lepas pantai, termasuk Samudra Hindia bagian tenggara. Individu yang lebih besar cenderung mengejar mangsa pelagis*jelaskan* di kedalaman sekitar ngarai bawah laut, gunung laut, dan samudra terbuka.

    Betina remaja juga cenderung menggunakan perairan yang lebih dalam dibandingkan jantan remaja. Sebab, habitat mereka lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika permukaan laut dan keberadaan sistem ngarai bawah laut.

    Perbedaan wilayah mangsa ini kemungkinan membantu mereka mengurangi persaingan dalam satu populasi sekaligus mencerminkan kebutuhan biologis yang berubah sepanjang hidup.


    ilustrasi siklus hidup hiu paus (Adopsi dari Madeleine Pierce)
    Konservasi Indonesia, CC BY-NC

    Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Timor, Samudra Hindia bagian tenggara, dan sejumlah kawasan Samudra Pasifik sering digunakan secara musiman sebagai koridor migrasi sekaligus lokasi hiu paus mencari makan.

    Di sana, hiu paus memanfaatkan pusaran arus, zona pertemuan massa air, proses arus naik, ngarai bawah laut, dan gunung laut yang dapat mengonsentrasikan makanan. Wilayah ini seperti “rest area” di sepanjang jalan raya: tempat hiu paus berhenti sejenak, makan, dan mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan. 

    Konservasi tidak bisa berhenti di teluk

    Temuan riset kami menegaskan bahwa perlindungan berbasis lokasi tidak cukup untuk melindungi hiu paus. Perlu perubahan cara pandang menuju pengelolaan berbasis keterhubungan habitat, serta siklus hidup dan biologi hiu paus.

    Begitu meninggalkan teluk, hiu paus memasuki koridor migrasi yang membentang dari perairan nasional hingga laut lepas.

    Di sana, mereka menghadapi risiko tangkapan sampingan, tertabrak kapal, pencemaran, dan aktivitas perikanan yang tidak berkelanjutan yang dapat mengancam populasinya, seperti meningkatnya kejadian hiu paus terdampar akhir-akhir ini.

    Sebagian besar koridor migrasi tersebut belum memiliki aturan yang dirancang secara khusus untuk mempertahankan keterhubungan habitat dari satwa-satwa bermigrasi, termasuk habitat makan musiman, laut dalam, gunung laut, dan ngarai bawah laut.

    Pendekatan ini juga perlu mempertimbangkan pola migrasi dan habitat yang berbeda antara individu jantan dan betina, maupun antara individu muda dan dewasa. Tanpa perlindungan pada seluruh rangkaian habitat, keberhasilan konservasi di satu lokasi bisa sia-sia ketika hiu paus bergerak keluar dari kawasan tersebut.


    Mochamad Iqbal Herwata Putra, Oceanographer, Konservasi Indonesia dan Edy Setyawan, Lead Conservation Scientist, Elasmobranch Institute Indonesia

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.