Blog

  • Cuaca Hari Ini: Mulai Kemarau, tetapi Sejumlah Wilayah Masih Hujan

    Cuaca Hari Ini: Mulai Kemarau, tetapi Sejumlah Wilayah Masih Hujan

    7cloud.asia – Beberapa wilayah saat ini tengah memasuki musim kemarau. Namun masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah tempat pada Sabtu (21/06/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Jakarta pada pagi hari cerah dan berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada siang hingga sore hari.

    Malamnya hampir seluruh wilayah Jakarta cerah berawan. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

    Wilayah lainnya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan maksimum 25 knot di wilayah Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara.

  • El Niño Makin Menguat: Dikhawatirkan Akan Memicu Terciptanya Rekor Panas Baru

    El Niño Makin Menguat: Dikhawatirkan Akan Memicu Terciptanya Rekor Panas Baru

    7cloud.asia – Dalam pernyataannya pada Kamis (18/6/2026) Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) menyebut El Niño terus menguat di Pasifik dan diprediksi akan meningkat ke status “sedang atau kuat” pada musim gugur ini.

    El Niño terjadi ketika suhu di Pasifik khatulistiwa 0,5°C di atas rata-rata selama beberapa bulan berturut-turut. Jika suhu permukaan laut di wilayah Pasifik yang dipantau El Niño melebihi 2°C, maka peristiwa tersebut dianggap “sangat kuat.”

    Saat ini, NOAA memprediksi peluang terjadi fenomena El Nino mencapai 63 persen.
    Fenomena iklim global ini, yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun rata-rata, dikaitkan dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur.

    Ketika ini terjadi, angin pasat timur-barat mereda, menjaga udara lebih hangat dari biasanya di bagian timur dan tengah Pasifik tropis, yang akibatnya meningkatkan suhu rata-rata global.

    Ketika dikombinasikan dengan perubahan iklim jangka panjang yang disebabkan oleh aktivitas manusia, El Nino seringkali mendorong suhu global ke rekor tertinggi.

    Gelombang panas yang berkepanjangan dan intensif selanjutnya dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan di beberapa wilayah.

    Baca: El Nino Bisa Memicu Kekeringan di Indonesia

    Gelombang panas juga meningkatkan permintaan akan pendingin udara, yang dapat mengakibatkan lebih banyak pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan pemanasan global untuk memenuhi peningkatan permintaan listrik.

    Panas ekstrem juga sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan dapat berakibat fatal jika gejalanya tidak segera diobati. Pekerja di luar ruangan, anak-anak dan lansia, wanita hamil, mereka yang tinggal di permukiman informal, dan tunawisma sangat berisiko.

    Dua peristiwa serupa di masa lalu –pada tahun 2014-16 dan 2023-24– mengakibatkan rekor panas di seluruh dunia yang memicu peningkatan suhu global lebih lanjut.

    Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah karena kombinasi perubahan iklim jangka panjang yang disebabkan oleh manusia dan pola cuaca El Niño yang kuat.

    Kembalinya El Niño meningkatkan peluang terjadinya tahun terpanas yang memecahkan rekor – kemungkinan besar pada tahun 2027.

    Pergeseran kuat pada angin Pasifik dan suhu air biasanya juga mengakibatkan pola cuaca yang tidak menentu secara global.

    Baca: Tanda-tanda Godzilla El Niño Semakin Nyata

    Dilansir Earth.org, hal ini antara lain peningkatan kemungkinan kekeringan parah di Australia, Afrika sub-Sahara, dan Asia Tenggara, serta banjir besar di beberapa bagian selatan AS, Amerika Selatan, Tanduk Afrika, dan Asia Tengah.

    Kekeringan berpotensi menghancurkan tanaman, terutama jagung, beras, dan gandum, yang memengaruhi rantai pasokan pangan global yang sudah menderita krisis pupuk akibat penutupan Selat Hormuz.

    Namun, di Amerika Serikat, kondisi basah diperkirakan akan meningkatkan produksi kedelai global.

    El Niño juga memengaruhi siklon tropis. Di cekungan Atlantik, angin yang lebih kuat biasanya menekan perkembangan badai, sementara angin yang lebih lemah dapat meningkatkan perkembangan badai di cekungan Pasifik timur dan tengah.

    Dalam prakiraan musim badai Atlantik dan Pasifik timur dan tengah yang dirilis bulan lalu, NOAA memperkirakan peluang 55 persen aktivitas badai di bawah rata-rata di Atlantik dan peluang 70 persen aktivitas di atas rata-rata di Pasifik tengah.

    Baca: Kencangkan Suara untuk Pelestarian Lingkungan

    Kondisi El Niño juga biasanya meningkatkan badai di Pasifik barat laut. Topan menempuh jalur yang lebih panjang di atas perairan selama tahun-tahun El Niño, menurut Yale Climate Connections.

    Hal ini karena air laut yang lebih hangat bergeser ke arah Pasifik Tengah, menyebabkan badai tropis terbentuk jauh lebih ke timur daripada biasanya.

    Jalur yang memanjang ini memberi lebih banyak waktu bagi badai untuk menyerap panas dan kelembapan, secara drastis meningkatkan peluangnya untuk berkembang menjadi badai besar dan dahsyat.

    El Niño cenderung menguat saat belahan bumi utara sedang menghadapi musim dingin, dengan dampak globalnya biasanya paling signifikan di musim dingin

    “Setiap El Nino tidak sama; masing-masing unik dengan jejaknya sendiri pada cuaca kita,” kata Ken Graham, Direktur Layanan Cuaca Nasional (NWS) NOAA.

    “Pemantauan tingkat lanjut dan pemahaman yang lebih baik tentang pola El Nino memungkinkan NWS untuk memprediksi dan mempersiapkan masyarakat serta mitra inti kami dengan lebih baik untuk menghadapi apa yang akan datang.”

  • ARTJOG 2026 Diprotes Karena Dinilai Kehilangan Keberpihakan pada Rakyat

    ARTJOG 2026 Diprotes Karena Dinilai Kehilangan Keberpihakan pada Rakyat

    7cloud.asia – Gelaran ARTJOG 2026 yang berlangsung mulai Jumat (19/6/2026) hingga 31 Agustus 2026 mendatang menuai perhatian publik karena protes yang dilontarkan sejumlah seniman yang tergabung dalam ARTJOKEs.

    ARTJOKES menilai festival seni ARTJOG yang mulai digelar pada 2008 berangsur kehilangan keberpihakannya kepada rakyat. Tangan-tangan kekuasaan dan pemilik modal telah mempengaruhi gelaran ini lewat uang yang mereka miliki.

    Dalam pernyataan tertulisnya kepada media, seniman yang tergabung dalam ARTJOKES mengakui, selama dua dekade ARTJOG berhasil membius jutaan pasang mata dari berbagai belahan dunia.

    “ARTJOG adalah panggung kesenian yang prestisius. Namun, di dinding dan ruang pameran itu jugalah penderitaan dan kenyataan hidup kita semua disulap sebagai komoditas yang bernilai fantastis di mata para kolektor,” demikian ARTJOKES dalam pernyataannya.

    Kondisi ini menurut para seniman yang tergabung dalam ARTJOKES mbuat seni berubah menjadi komoditi semata dan ruang pamer kesenian menjelma sebagai pasar paling mewah.

    Sebagai sebuah brand, ARTJOG berhasil menyilaukan banyak mata generasi hari ini. Para seniman berlomba untuk masuk dan tercatat sebagai bagian dari perjalanan ARTJOG.

    Baca: Disponsori Didit Foundation, Gelaran ARTJOG 2026 Menuai Protes

    Popularitas yang ditawarkan, membutakan banyak mata bahwa ARTJOG bukan lagi ruang kebudayaan yang netral, alih-alih mengharapkan adanya pasar yang memiliki keberpihakan pada generasi yang nasibnya terkatung-katung bak layang-layang zaman.

    Tak mengherankan memang ketika kita melihat kaki-tangan rezim kekuasaan bercokol di atas dan belakang pasar semacam ini. Sebab, memang begitulah relasi kuasa yang sedang beroperasi di ruang kebudayaan kita saat ini.

    Sekalipun konon tak ada penyensoran dan para seniman tetap diberi ruang kebebasan dalam memvisualisasikan pemikiran mereka, tetapi kebebasan semacam apakah yang dimaksud ketika representasi wajah rezim ada di balik proses kerja-kerja tersebut?

    “Maka dari itu, kembali kami ingin mempertanyakan: Generatio semacam apakah yang dimaksud di sini?” lanjut pernyataan itu.

    Di saat jutaan generasi sedang memprotes berbagai kebijakan rezim yang dianggap memperkuat konsolidasi kekuasaan, ARTJOG justru kehilangan empati dan memilih jalan menjalin kedekatan dengan lingkar kekuasaan.

    Di titik ini, persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang mensponsori dan lain sebagainya. Persoalannya adalah di mana sikap kita semua ketika ruang bernapas makin menyempit dan kesenian yang kita cintai justru secara telanjang bercumbu dengan rezim kekuasaan yang selama ini mengungkung ruang gerak kita?

    Baca: Sarat Kritik, Pameran Lukisan Tunggal Yos Suprapto Dibredel

    Artinya, lanjut ARTJOKES, kami adalah generasi yang tidak sedang memperdebatkan hak seseorang untuk mendukung kesenian sebagai satu dari banyak lajur perlawanan atau tidak.

    Kami hanya sedang mempertanyakan apa yang akan terjadi ketika seni kehilangan kemampuan untuk menjaga jarak dari patron-patron politik rezim yang zalim?

    ARTJOKES meyakini bahwa kekuasaan tidak selalu membungkam seni dan seniman lewat penyensoran maupun pengontrolan langsung. Sebab, sering kali rezim kekuasaan justru merangkulnya lewat berbagai instrumen yang dimiliki.

    Seniman yang tergabung dalam ARTJOKES mengajak para pekerja seni dan rekan-rekan seniman yang pernah dan sedang terjebak dalam hubungan tidak transparan, manipulatif, dan eksploitatif yang ditawarkan oleh sebuah ruang kongkalikong antara elite kesenian dan para peng-peng untuk merenung.

    “Juga untuk kalian semua yang sikap politiknya telah ditukar dan dikubur dalam ruang hegemoni kekuasaan, kami ingin bertanya: Kalian duduk di mana?” ARTJOKES memungkasi pernyataannya.

    Tentang ARTJOG
    ARTJOG dikenal sebagai sebuah festival sekaligus pameran seni kontemporer yang rutin digelar di Yogyakarta. ARTJOG bukan hanya sekedar ajang pameran karya seni, tetapi juga tempat bertemunya kreativitas, budaya, dan interaksi masyarakat.

    Di sini, hasil karya para seniman dinikmati sekaligus dipelajari oleh masyarakat melalui nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Ajang ARTJOG juga menjadi tempat seniman mengekspresikan diri maupun menyampaikan isu-isu sosial.

    Baca: Mekanisme Sensor Seni di Era Digital

    Tak heran jika ARTJOG selalu berhasil menarik perhatian wisatawan, pecinta seni, hingga generasi muda yang penasaran dengan pengalaman unik di dalamnya.

    ARTJOG berawal dari Jogja Art Fair (JAF) yang diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2008 sebagai bagian dari Festival Kesenian Yogyakarta. Barulah pada tahun 2010, acara ini mulai berdiri sendiri dan resmi menggunakan nama ARTJOG.

    ARTJOG bermula dari sebuah konsep pasar seni yang menjadi wadah bagi seniman untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik. Seiring berjalannya waktu, ARTJOG terus berkembang menjadi festival seni kontemporer berskala besar yang dikenal hingga mancanegara.

    Kehadiran ARTJOG membuktikan bahwa karya seniman Indonesia memiliki daya tarik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sehingga patut diperhitungkan di mata dunia.

    ARTJOG selalu punya tema yang berbeda setiap tahun, sehingga membuat ARTJOG senantiasa dinanti oleh masyarakat. Tema yang diangkat selalu berbeda dan penuh kejutan sehingga tidak membuatnya monoton.

    Tema-tema yang diangkat oleh ARTJOG biasanya mengangkat isu sosial, budaya, lingkungan, hingga kehidupan modern yang dekat dengan masyarakat. Adapun pada ARTJOG 2026 mengusung tema “Ars Longa: Generatio”. Makna Ars Longa sendiri adalah Seni itu panjang.

    Tema Ars Longa ini diturunkan menjadi Trilogi untuk tiga tahun ke depan dalam rangka menyambut 20 tahun gelaran ARTJOG. Tema ini diharapkan mampu membawa perubahan dan hal baru bagi seniman untuk menciptakan sebuah dialog antar generasi di antara para seniman, sekaligus menyambut dua dekade ARTJOG.

    Oleh karena itu, setiap penyelenggaraan ARTJOG selalu menghadirkan suasana baru. Pengunjung tak hanya datang menyaksikan karya seni, tetapi juga untuk memahami makna di balik setiap instalansi seni karya para seniman.

  • Kabel Semrawut Memakan Korban: Penataan Kabel di DKI Perlu Dipercepat

    Kabel Semrawut Memakan Korban: Penataan Kabel di DKI Perlu Dipercepat

    7cloud.asia – Seorang siswi SMA di Jakarta Selatan dilaporkan meninggal akibat kecelakaan sepeda motor yang disebabkan oleh kabel yang melintang di Jalan Lauser Kebayoran Baru.

    Korban Neisha Amalia Evrian Putri (16 tahun) siswi kelas X SMA Negeri 6 Jakarta dilaporkan terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya akibat tersangkut kabel Kamis (18/6/2026).

    Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 05.30 WIB, saat korban melintas di lokasi kejadian. Dilansir Antaranews.com, setang motor diduga tersangkut kabel yang melintang dan menjorok ke badan jalan sehingga kendaraan oleng dan pengendaranya terjatuh.

    Setelah terjatuh, sepeda motor yang ditumpangi korban sempat bersenggolan dengan bus sekolah.

    Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menilai insiden ini harus menjadi momentum untuk mempercepat penataan utilitas di Ibu Kota. Penataan ini termasuk percepatan penurunan kabel udara ke bawah tanah.

    Baca: Kabel Semrawut di Jakarta Pusat Dirapikan

    Menurut Pantas, semangat penataan utilitas sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas.

    “Ini momentum percepatan penurunan kabel-kabel terbang. Kejadian ini harus dimaknai sebagai itu, momentum untuk mempercepat penataan utilitas sesuai dengan semangat Peraturan Daerah,” kata Pantas kepada awak media di Taman Proklamator, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026).

    Pantas juga menyoroti banyaknya kabel yang sudah tidak digunakan tetapi masih dibiarkan menggantung di ruang publik.

    Menurut dia, kabel-kabel yang sudah tidak terpakai tersebut justru menjadi beban tambahan karena tidak segera dibersihkan oleh pemiliknya.

    Namun demikian, Pantas mengakui hingga kini belum terdapat sanksi yang tegas bagi pihak yang membiarkan kabel-kabel terbengkalai tersebut.

    “[Sanksi] itu yang enggak ada. Bahkan kewajiban-kewajiban apa saja enggak ada. Itu makanya dengan Perda ini kan harusnya nanti akan ditertibkan,” tegasnya.

    Baca: Kabel Udara di Jalan Kuningan Barat Raya Dirapikan

    Pendapat serupa diungkapkan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike. Dilansir Tirto.id, politisi PDI Perjuangan ini meminta seluruh pihak terkait untuk memeriksa kondisi kabel utilitas di Jakarta secara menyeluruh, tidak hanya di jalan-jalan protokol.

    “Yang di kampung-kampung, perumahan, itu kalau enggak dicek, wah itu lebih berbahaya lagi,” ujar Yuke.

    Menurut dia, kawasan permukiman dan jalan-jalan kecil juga perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi warga.

    Yuke mengungkapkan DPRD sebenarnya telah mendorong percepatan penyusunan aturan turunan dari Perda terkait penataan utilitas, termasuk penyusunan rencana induk utilitas.

    “Kemarin sudah kita dorong sebenarnya supaya sebelum kejadian, percepatan aturan-aturan pelaksana turunan dari Peraturan Daerah. Karena kan ada aturan pelaksana itu ada berupa rencana induk utilitas,” katanya.

    Baca: Semua Kabel Nantinya Akan Ditanam di Dalam Tanah

    Meski demikian, ia menilai masih perlu dipastikan sejauh mana aturan tersebut telah dijalankan oleh instansi terkait dan para operator utilitas.

    Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kabel yang terpotong tersebut merupakan milik PT PLN.

    Pramono pun telah menginstruksikan jajarannya dari Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan Bina Marga agar segera melakukan penanganan dan memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk proses pemakamannya.

    “Tapi intinya memang itu terjadi dan kabelnya adalah kabel yang terpotong dari PLN,” kata dia.

    Terkait proses hukum, Pramono mempersilakan keluarga korban untuk menindaklanjuti persoalan tersebut ke jalur hukum.

    “Ini sudah dengan sendirinya, karena memang keluarga ini memahami tentang hukum. Sehingga neneknya juga meminta untuk itu. Karena ini persoalannya sudah masuk wilayah privat, kami persilakan untuk itu,” ujarnya.

  • Kenali Tanda dan Gejala Tubuh Butuh Istirahat Secara Mental

    Kenali Tanda dan Gejala Tubuh Butuh Istirahat Secara Mental

    7cloud.asia – Dunia kerja yang terus menuntut orang bekerja keras dapat mengakibatkan kelelahan pada fisik dan mental. Tubuh menjadi lelah dan sistem syaraf menjadi tegang karena tuntutan untuk selalu dalam kondisi siaga.

    Sayangnya, banyak orang mengabaikan kondisi ini meski tubuh sebenarnya telah membagikan tanda-tanda kelelahan dan butuh istirahat.

    Dilansir Times of India, Kepala Global Kesehatan Mental dan Kesejahteraan di Roundglass Living Prakriti Poddar memaparkan sejumlah tanda bahwa tubuh butuh istirahat tidak hanya sekadar tidur, tetapi juga secara mental.

    Beberapa tanda tersebut adalah:

    Bangun dengan perasaan lelah meski sudah tidur panjang
    Prakriti menyoroti bahwa salah satu tanda kelelahan mental yang paling umum adalah bangun dengan perasaan lelah bahkan setelah tidur semalaman penuh.

    Ini sering terjadi karena pikiran tidak secara otomatis mati ketika kita tidur atau tubuh sedang beristirahat.

    Baca: Riset Mengungkap 52 Persen Pekerja Mengaku Kelelahan

    Efek “masuk terakhir, keluar pertama” berarti hal terakhir yang kita pikirkan sebelum tidur menjadi apa yang kita renungkan sepanjang malam, mencegah tidur nyenyak dan memulihkan pikiran.

    Pemulihan sejati terjadi ketika kita menghilangkan tekanan untuk menjadi sempurna dan fokus pada apa yang benar-benar terasa mendukung saat ini.

    Hal-hal kecil yang dilakukan terasa berat
    Orang yang membutuhkan istirahat mental juga mengalami masa, di mana pikiran terlalu terbebani, sehingga saat melakukan tugas-tugas sederhana pun bisa terasa berat.

    “Anda mungkin menyadari diri anda menjadi sangat mudah tersinggung atau tidak sabar,” kata Prakirit.

    Ketidaknyamanan kecil dan tanggung jawab sehari-hari tiba-tiba mulai terasa lebih sulit daripada seharusnya. Ini bukan kemalasan atau kelemahan. Ini adalah tanda bahwa kapasitas emosional Anda telah berkurang

    Sulit fokus pada hal-hal sederhana
    Tanda utama lainnya adalah kelelahan kognitif, atau yang banyak orang sebut sebagai kabut otak: kesulitan berkonsentrasi, pelupa, kurangnya kejelasan, atau merasa pikiran kacau sepanjang hari.

    Baca: Lakukan Hal Ini Ketika Kamu Merasa Kelelahan

    Menurut Prakriti, otak manusia saat ini terlalu terstimulasi seperti sebelumnya. Multitasking yang konstan dan kebisingan digital menyisakan sedikit ruang untuk ketenangan mental.

    Dia menegaskan bahwa pikiran membutuhkan pemulihan seperti halnya otot. Praktik seperti mindfulness, pernapasan dalam, menulis jurnal, yoga, atau bahkan menemukan beberapa momen tenang tanpa layar dapat membantu otak melambat dan mengatur ulang.

    Tanda stres mulai muncul pada tubuh
    Stres mental tidak hanya ada di pikiran. Seringkali stres bermanifestasi secara fisik melalui sakit kepala, ketegangan otot, kelelahan, ketidaknyamanan pencernaan, menggertakkan rahang, pernapasan dangkal, atau rasa berat di tubuh.

    Banyak orang mengabaikan gejala-gejala ini karena telah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan modern. Tetapi dampak fisiknya menumpuk. Ketika stres tetap tidak terselesaikan dalam waktu lama, sistem saraf akan terjebak dalam mode siaga tinggi.

    Inilah mengapa saya sering berbicara tentang pentingnya praktik kesejahteraan holistik yang mendukung pikiran dan tubuh secara bersamaan.

    Terputus dari rasa gembira
    Anda terus melakukan semua yang seharusnya Anda lakukan, tetapi anda tidak lagi merasa hadir, bersemangat, kreatif, atau terhubung secara emosional. Anda mungkin merasa terlepas dari hubungan, hobi, atau bahkan diri sendiri.

    Baca: Rutin Memasak Berkaitan dengan Penurunan Risiko Demensia pada Lansia

     

  • Bantuan Darurat Bukan Solusi Krisis Air Bersih, DPR Desak Dibangunnya Ketahanan Air Nasional

    Bantuan Darurat Bukan Solusi Krisis Air Bersih, DPR Desak Dibangunnya Ketahanan Air Nasional

    7cloud.asia – Kekeringan dan krisis air bersih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, padahal musim kemarau tahun ini baru memasuki fase awal.

    Krisis air bersih antara lain terjadi di Kabupaten Bekasi (Jawa Barat), Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), Bogor, Bandung, Cilacap, Jepara, Gunungkidul (DIY), hingga Bojonegoro dan Pasuruan (Jawa Timur).

    Mengatasi krisis air bersih ini, sejumlah daerah dinilai masih mengandalkan bantuan darurat.

    Meski mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menyalurkan bantuan air bersih, Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan bahwa langkah tersebut tidak menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya.

    Baca: El Nino Bisa Memicu Kekeringan di Indonesia

    Ia berpendapat bahwa krisis air bersih yang berulang merupakan cerminan dari manajemen sumber daya air yang belum baik dan belum siap menghadapi dampak pemanasan global.

    “Kita tahu persoalan kekeringan bukan semata-mata akibat faktor alam saja tapi juga terkait dengan tata kelola sumber daya air yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan iklim,” ujar Andi dilansir Parlementaria, Jumat (19/6/2026).

    Legislator asal Sulawesi Selatan ini menambahkan bahwa fokus utama pemerintah seharusnya digeser dari sekadar penanganan darurat menjadi pembangunan mitigasi yang bersifat struktural dan berkelanjutan.

    “Yang lebih penting adalah membangun sistem ketahanan air yang mampu mengurangi kerentanan masyarakat terhadap perubahan cuaca ekstrem,” ungkap Iwan.

    Selain masalah pembangunan, Andi juga mengkritik lemahnya fungsi pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana air bersih yang sudah dibangun di berbagai daerah.

    Baca: DKI Jakarta Terancam Krisis Air Bersih

    Ia menyayangkan adanya fasilitas penunjang air bersih yang akhirnya mangkrak dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat saat kemarau tiba.

    “Sebab tidak sedikit wilayah yang sebenarnya telah menerima bantuan pembangunan sarana air bersih, tetapi pengelolaannya belum berjalan optimal. Maka pengawasan harus semakin dimaksimalkan,” ucapnya.

    Menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Juli hingga September mendatang, Komisi V DPR RI mendesak pemerintah daerah untuk tidak gagap dan segera menyusun kebijakan mitigasi yang berbasis pada data ilmiah.

    “Informasi iklim yang telah disampaikan BMKG harus menjadi dasar penyusunan kebijakan daerah, mulai dari pengelolaan sumber air hingga kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemarau panjang,” pungkas Iwan.

  • Prancis Siaga Hadapi Potensi Gelombang Panas Ekstrem

    Prancis Siaga Hadapi Potensi Gelombang Panas Ekstrem

    7cloud.asia – Prancis memberlakukan peringatan gelombang panas merah tertinggi di 35 wilayah, Minggu (21/6/2026), sementara 45 wilayah lainnya tetap berada pada peringatan oranye.

    Dilansir RTL, pihak berwenang memperingatkan bahwa suhu dapat mendekati rekor tertinggi dalam beberapa hari mendatang.

    Badan cuaca nasional Meteo-France mengatakan suhu lokal dapat mencapai 41 derajat Celsius pada Minggu dan memperingatkan bahwa pada Senin diperkirakan akan lebih panas lagi.

    Badan tersebut mengatakan suhu rata-rata nasional dapat menyamai tingkat harian tertinggi yang pernah tercatat di Prancis, terlepas dari musimnya.

    Suhu maksimum diperkirakan berkisar antara 40 hingga 42 derajat Celsius di daerah yang berada di bawah peringatan merah.

    Meteo-France mengatakan gelombang panas diperkirakan akan berlanjut hingga minggu depan, dengan suhu siang dan malam yang sangat tinggi yang kemungkinan akan berlanjut setidaknya hingga Kamis (25/6/2026)

    Mereka juga menempatkan empat wilayah di bawah peringatan risiko kebakaran hutan tinggi pada Minggu dan mengatakan jumlahnya akan meningkat menjadi 11 pada Senin (22/6/2026) karena kondisi panas dan kering terus berlanjut di beberapa bagian negara.

    Pihak berwenang belum mengesampingkan kemungkinan memperluas status siaga merah ke wilayah tambahan pada Senin.

    Cuaca ekstrem telah mendorong diberlakukannya langkah-langkah khusus menjelang Festival Musik tahunan Prancis (Fete de la Musique) pada Minggu malam.

    Pemerintah mengumumkan larangan konsumsi alkohol di tempat umum di wilayah yang berada di bawah status siaga merah, sementara polisi Paris mengerahkan patroli sungai tambahan untuk mencegah insiden tenggelam dan melarang pertemuan yang tidak diumumkan di sepanjang beberapa bagian Sungai Seine.

    Menurut pihak kepolisian, 4.800 petugas polisi dan polisi militer, bersama dengan 2.500 petugas pemadam kebakaran, dimobilisasi di Paris dan wilayah sekitarnya untuk acara tersebut.

    Gelombang panas juga dikaitkan dengan beberapa kematian akibat tenggelam.

    Seorang anak lelaki berusia 17 tahun meninggal setelah terseret arus di Sungai Dordogne di barat daya Prancis pada Sabtu malam, kata layanan darurat.

    Secara terpisah, seorang anak lelaki berusia 16 tahun tenggelam di pantai Dunkirk di utara Prancis pada Sabtu, sementara dua remaja lainnya meninggal di timur Prancis pada Jumat setelah tenggelam di Sungai Doubs.

    Operator kereta api Prancis SNCF mengatakan telah mengaktifkan langkah-langkah darurat untuk mempertahankan layanan meski suhu ekstrem.

    “Kami sepenuhnya siap untuk menghadapi peristiwa ini dan memastikan lalu lintas tetap senormal mungkin dalam kondisi ekstrem ini,” kata kepala eksekutif SNCF, Jean Castex.

    Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot mengatakan kepada BFMTV bahwa jaringan kereta api negara itu “sudah tua” dan menyerukan investasi tambahan untuk mempercepat pembaruan infrastruktur.

    Dia mengatakan pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan gelombang panas, tetapi memperingatkan bahwa intensitas dan kedatangannya yang lebih awal mendorong para pejabat untuk membuat kebijakan untuk mencegah layanan publik, khususnya sistem perawatan kesehatan, kewalahan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung dan Waspada, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung dan Waspada, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Minggu (22/06/2026). Masyarakat diimbau waspada.

    Melansir laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Jakarta pada pagi hari umumnya cerah dan berawan. Namun, masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan di wilayah Jakarta Selatan.

    Kemudian siang dan sore hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat. Lalu hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Timur.

    Di waktu yang sama, hujan disertai petir berpeluang melanda wilayah Jakarta Selatan. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan. Malamnya seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    Sedangkan wilayah lainnya di Indonesia juga berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat,.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang melanda wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara.

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Upaya Kota Atasi Panas Ekstrem hingga Penyakit Akibat Gaya Hidup

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Upaya Kota Atasi Panas Ekstrem hingga Penyakit Akibat Gaya Hidup

    7cloud.asia – Artikel mengenai upaya kota-kota di dunia menghadapi panas menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini.

    Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel terkait isu lingkungan lainnya seperti dampak panas ekstrem terhadap pengemudi ojek online serta inovasi mengolah puntung rokok menjadi barang berguna

    Artikel terkait isu kesehatan gusi dan penyakit yang diakibatkan gaya hidup juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia

    Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

    1. Upaya kota-kota di dunia atasi panas ekstrem
    Alam telah mengirim sinyal yang tak dapat diabaikan, bahwa panas ekstrem semakin sering terjadi dan semakin tinggi intensitasnya. Panas ekstrem akibat perubahan iklim bukan hanya isu iklim, tetapi juga tentang ketidakadilan.

    Dampak panas ekstrem tidak dirasakan sama oleh kelompok masyarakat. Kelompok lansia, anak-anak, masyarakat berpendapatan rendah dan pekerja lapangan merasakan dampak yang lebih besar.

    Data Program Lingkungan PBB (UNEP) menyebut, 2,4 miliar pekerja (lebih dari 70 persen angkatan kerja, harus berjibaku menghadapi panas ekstrem hampir sepanjang tahun.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Gusi berdarah bisa memicu penyakit serius
    Masalah gusi kerap dianggap gangguan ringan. Padahal, gusi yang tidak terawat dapat menjadi sumber peradangan kronis yang berisiko memengaruhi organ tubuh lainnya.

    Di sela-sela acara Pepsodent Gum Expert Lab di Jakarta beberapa waktu lalu, drg. Ines Augustina Sumbayak, menjelaskan, infeksi pada gusi yang dibiarkan terus menerus dapat memicu peningkatan sel inflamasi dalam tubuh.

    “Gusi yang tidak terawat secara terus menerus itu, bakteri dan produk-produk peradangan akan terus berada di dalam aliran darah. Dengan kondisi itu, inflamasi akan semakin tinggi dan bisa berdampak menjadi fokus infeksi,” jelas Ines.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Dampak panas ekstrem pada pengemudi ojek online
    Perubahan iklim membuat anomali cuaca di berbagai kota besar, terutama di Jakarta, makin menjadi-jadi. Ketika panas tiba-tiba hujan, ketika hujan tiba-tiba panas. Semuanya tak menentu.

    Bagi para pekerja kantoran, kondisi ini masih bisa diacuhkan karena mereka bekerja di ruangan tertutup dan ber-AC. Namun, beda cerita bagi para pengemudi ojek online (ojol) atau pun kurir, mereka tidak bisa mengeluh terhadap panas terik maupun hujan.

    Dengan tempat berteduh yang sangat minim, bahkan tanpa risiko iklim sekalipun, para pengemudi ojol sudah mengalami kelelahan ekstrem.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Penyakit akibat gaya hidup mengintai anak-anak
    Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) menyebut perubahan pola hidup menjadi pemicu penyakit tersebut.

    Dia menjelaskan peningkatan kasus obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 pada anak menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

    “Penyakit akibat gaya hidup ini menjadi epidemi. Seharusnya penyakit tidak menular itu ya tidak menular, tetapi secara global terjadi tren peningkatan obesitas, peningkatan kasus anak dengan hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang muncul di usia semakin muda,” ujar Piprim.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Parongpong RAW Lab sukses mengolah puntung rokok
    Parongpong RAW Lab yang dikenal sukses mengolah sampah menjadi beragam produk. Salah satunya, Parongpong RAW Lab sukses mendaur ulang sampah puntung rokok menjadi aneka perabot rumah tangga.

    Presiden Direktur Parongpong RAW Lab Rendy Aditya Wachid mengatakan, sampah puntung rokok digunakan sebagai salah satu bahan untuk pengganti serat fiber yang harganya cukup tinggi.

    “Dengan puntung rokok kami bisa membuat produk seperti tatakan, asbak, bahkan sampai kursi dan harganya pun cukup tinggi,” kata Rendy seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Jeron Beteng Yogyakarta: Melestarikan Lingkungan dan Warisan Budaya

    Mewujudkan Kawasan Rendah Emisi di Jeron Beteng Yogyakarta: Melestarikan Lingkungan dan Warisan Budaya

    7cloud.asia – Pengakuan Sumbu Filosofi menjadi warisan budaya dunia oleh Badan Budaya Dunia (UNESCO) menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian kawasan Jeron Beteng (dalam benteng Keraton) Yogyakarta.

    Pemanasan global dan polusi udara akibat tingginya kunjungan wisatawan menambah pelik upaya pelestarian kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini.

    Dalam konteks kawasan Jeron Beteng dan sekitarnya, terdapat 378 objek warisan budaya/cagar budaya yang tersebar di sejumlah kawasan, termasuk Kemantren Danurejan, Gondomanan, Gedongtengen, dan Keraton.

    Karena itu identifikasi morfologi ruang kawasan menjadi prasyarat penting dalam setiap upaya perencanaan yang bertanggung jawab di kawasan Jeron Beteng.

    Demikian terungkap dalam webinar bertajuk Kawasan Rendah Emisi di Kawasan Heritage: Menjaga Warisan Budaya dan Udara Bersih di Kota Bersejarah yang dipantau secara daring pada Jumat (5/6/2026).

    Dalam sambutannya, Caretaker Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Prof. Mirwan Usada mengingatkan, emisi gas rumah kaca mengancam kelestarian bangunan di dalam kawasan Jeron Beteng.

    Ia melanjutkan, polusi udara tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga mempercepat degradasi material bangunan bersejarah yang tidak dapat dipulihkan. Karena itu tingginya emisi karbon yang memicu penurunan kualitas udara bukan lagi isu yang dapat ditunda penanganannya.

    “Implementasi Low Emission Zone atau kawasan rendah emisi yang konsisten di berbagai kota dunia secara ilmiah terbukti berhasil menurunkan konsentrasi polutan berbahaya seperti NO₂ dan PM2.5,” ujarnya.

    Baca: Pemerintah Kota Yogyakarta Serius Kurangi Tekanan di Kawasan Sumbu Filosofi

    Kanjeng Mas Tumenggung Yudawijaya yang bertanggung jawab atas kelestarian aset Keraton Yogyakarta mengatakan kegiatan pariwisata telah memunculkan beban emisi yang sangat berat bagi kawasan njeron mbeteng.

    Saat akhir pekan atau liburan panjang, kawasan seluas 32 kilometer persegi akan dipadati ribuan wisatawan yang sebagian besar menggunakan kendaraan bermotor.

    Kondisi ini tidak lepas dari banyaknya titik di dalamvJeron Beteng yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

    “Ini memberikan tantangan, bagaimana Kota Yogyakarta bisa menjadi laboratorium hidup, bagaiamana kota sekecil ini dapat menghadapi dampak emisi,“ ujarnya.

    Yudawijaya memaparkan, sebenarnya dari awal Pangeran Mangkubumi yang membangun Kota Yogyakarta telah merencanakan dengan matang pengembangan ibukota Kerajaan Mataram ini.

    Dalam kesempatan yang sama, Guru besar Fakultas Teknik UGM, Prof Ikaputra mengatakan UNESCO mengamanatkan wilayah yang telah diakui warisan dunia harus dikelola secara berkelanjutan dan pro lingkungan.

    Kawasan Jeron Beteng Yogyakarta merupakan kawasan heritage strategis yang memiliki nilai budaya tinggi, baik secara tangible maupun intangible, serta berperan penting dalam identitas kota dan filosofi Sumbu Filosofis Yogyakarta.

    Di sisi lain, kawasan ini menghadapi tekanan pembangunan, peningkatan aktivitas pariwisata, serta tingginya intensitas pergerakan yang berimplikasi pada peningkatan emisi karbon dan penurunan kualitas lingkungan kawasan.

    Baca: UNESCO Akui Sumbu Filosofi Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

    Mantan Kepala Pustral UGM ini mengatakan, secara historis pendiri Keraton Yogyakarta telah mempraktikkan prinsip kawasan rendah emisi sejak lama. Filosofi Keraton Yogyakarta sendiri, sejak lama menerapkan prinsip ramah lingkungan dan minim polusi.

    Apabila kita masuk kompleks Kraton atau Cepuri, tidak ada kendaraan bermotor yang masuk. Semua berjalan kaki, sehingga tidak ditemukan kebisingan, bahkan dapat didengar kicauan burung.

    “Jadi praktik untuk mendorong kawasan rendah emisi yang sudah dilakukan sejak zaman dulu oleh Keraton,” ungkapnya.

    Ikaputra lantas memaparkan upaya pengembangan Kawasan Rendah Emisi (KRE) di Jeron Beteng sebagai pendekatan strategis untuk menjawab tantangan polusi udara di dalam kawasan.

    Kawasan Rendah Emisi diwujudkan dengan pengelolaan lalu lintas di dalam area Beteng Keraton, penanaman kembali vegetasi yang menandai keistimewaan Keraton Yogyakarta serta pengaturan sirkulasi pejalan kaku.

    Langkah itu dilakukan dengan mengintegrasikan pelestarian budaya, pengelolaan tata ruang dan mobilitas, serta transisi ke energi bersih.

    Ikaputra menegaskan, pengembangan kawasan rendah emisi tidak dimaksudkan sebagai pembatas aktivitas di dalam kawasan, tapi sebagai kerangka pembangunan berkelanjutan yang menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya.

    Didukung Viriya ENB, sebuah lembaga nirlaba di Jakarta, beserta Pusat Studi Energi (PSE) UGM dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pada Januari lalu telah dideklarasikan Arah Baru Jeron Beteng Kraton Yogyakarta Menuju Kawasan Rendah Emisi (KRE).

    Deklarasi ini diharapkan pengembangan KRE Jeron Beteng bergerak menuju aksi nyata yang terkoordinasi, kontekstual dengan nilai budaya, serta mendapatkan legitimasi sosial yang kuat.

    Realisasi Kawasan Rendah Emisi di Jeron Beteng akan dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kraton Yogyakarta sebagai pemilik wilayah.

    Dari pengamatan yang dilakukan, kemacetan di Jeron Beteng terjadi karena banyak kendaraan pribadi yang masuk, karena itu secara bertahap akan dilakukan pembatasan kendaraan bermotor.

    Pun akan dilakukan pembatasan kendaraan wisata yang masuk ke dalam kawasan, dengan menyediakan sejumlah kantung parkir di sekitar kawasan Jeron Beteng.

    “Ini tidak serta-merta melarang warga, namun akan mengatur akses kendaraan pribadi ke dalam kawasan. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar tujuan low-emission zone dapat dipahami bersama,“ tandasnya.