Kenali Tanda dan Gejala Tubuh Butuh Istirahat Secara Mental

Written by

in

7cloud.asia – Dunia kerja yang terus menuntut orang bekerja keras dapat mengakibatkan kelelahan pada fisik dan mental. Tubuh menjadi lelah dan sistem syaraf menjadi tegang karena tuntutan untuk selalu dalam kondisi siaga.

Sayangnya, banyak orang mengabaikan kondisi ini meski tubuh sebenarnya telah membagikan tanda-tanda kelelahan dan butuh istirahat.

Dilansir Times of India, Kepala Global Kesehatan Mental dan Kesejahteraan di Roundglass Living Prakriti Poddar memaparkan sejumlah tanda bahwa tubuh butuh istirahat tidak hanya sekadar tidur, tetapi juga secara mental.

Beberapa tanda tersebut adalah:

Bangun dengan perasaan lelah meski sudah tidur panjang
Prakriti menyoroti bahwa salah satu tanda kelelahan mental yang paling umum adalah bangun dengan perasaan lelah bahkan setelah tidur semalaman penuh.

Ini sering terjadi karena pikiran tidak secara otomatis mati ketika kita tidur atau tubuh sedang beristirahat.

Baca: Riset Mengungkap 52 Persen Pekerja Mengaku Kelelahan

Efek “masuk terakhir, keluar pertama” berarti hal terakhir yang kita pikirkan sebelum tidur menjadi apa yang kita renungkan sepanjang malam, mencegah tidur nyenyak dan memulihkan pikiran.

Pemulihan sejati terjadi ketika kita menghilangkan tekanan untuk menjadi sempurna dan fokus pada apa yang benar-benar terasa mendukung saat ini.

Hal-hal kecil yang dilakukan terasa berat
Orang yang membutuhkan istirahat mental juga mengalami masa, di mana pikiran terlalu terbebani, sehingga saat melakukan tugas-tugas sederhana pun bisa terasa berat.

“Anda mungkin menyadari diri anda menjadi sangat mudah tersinggung atau tidak sabar,” kata Prakirit.

Ketidaknyamanan kecil dan tanggung jawab sehari-hari tiba-tiba mulai terasa lebih sulit daripada seharusnya. Ini bukan kemalasan atau kelemahan. Ini adalah tanda bahwa kapasitas emosional Anda telah berkurang

Sulit fokus pada hal-hal sederhana
Tanda utama lainnya adalah kelelahan kognitif, atau yang banyak orang sebut sebagai kabut otak: kesulitan berkonsentrasi, pelupa, kurangnya kejelasan, atau merasa pikiran kacau sepanjang hari.

Baca: Lakukan Hal Ini Ketika Kamu Merasa Kelelahan

Menurut Prakriti, otak manusia saat ini terlalu terstimulasi seperti sebelumnya. Multitasking yang konstan dan kebisingan digital menyisakan sedikit ruang untuk ketenangan mental.

Dia menegaskan bahwa pikiran membutuhkan pemulihan seperti halnya otot. Praktik seperti mindfulness, pernapasan dalam, menulis jurnal, yoga, atau bahkan menemukan beberapa momen tenang tanpa layar dapat membantu otak melambat dan mengatur ulang.

Tanda stres mulai muncul pada tubuh
Stres mental tidak hanya ada di pikiran. Seringkali stres bermanifestasi secara fisik melalui sakit kepala, ketegangan otot, kelelahan, ketidaknyamanan pencernaan, menggertakkan rahang, pernapasan dangkal, atau rasa berat di tubuh.

Banyak orang mengabaikan gejala-gejala ini karena telah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan modern. Tetapi dampak fisiknya menumpuk. Ketika stres tetap tidak terselesaikan dalam waktu lama, sistem saraf akan terjebak dalam mode siaga tinggi.

Inilah mengapa saya sering berbicara tentang pentingnya praktik kesejahteraan holistik yang mendukung pikiran dan tubuh secara bersamaan.

Terputus dari rasa gembira
Anda terus melakukan semua yang seharusnya Anda lakukan, tetapi anda tidak lagi merasa hadir, bersemangat, kreatif, atau terhubung secara emosional. Anda mungkin merasa terlepas dari hubungan, hobi, atau bahkan diri sendiri.

Baca: Rutin Memasak Berkaitan dengan Penurunan Risiko Demensia pada Lansia

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *