Blog

  • Pentingnya Tindakan Kolektif Tuk Atasi Sampah Plastik yang Mencemari Lingkungan

    Pentingnya Tindakan Kolektif Tuk Atasi Sampah Plastik yang Mencemari Lingkungan

    7cloud.asia – Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya, dan hanya setengahnya yang dapat didaur ulang.

    Banyak orang percaya solusi untuk polusi plastik global adalah dengan mengurangi jumlah plastik yang digunakan. Namun, beberapa masalah lingkungan muncul dengan asumsi luas ini.

    Pertama, pengurangan produksi plastik tidak mengatasi masalah plastik yang sudah telanjur mencemari lingkugan khususnya perairan/laut.

    Kedua, kebijakan saat ini belum efektif terhadap produksi plastik. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa produksi justru meningkat, dan diproyeksikan akan terus meningkat.

    Tapi harapan belum hilang, dan tentunya belum terlambat untuk melakukan tindakan terkait sampah plastik ini.

    Baca: Beragam teknologi untuk tangani masalah sampah plastik

    Meskipun ada cara di mana individu dapat mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari, sains dan teknologi telah memungkinkan kita untuk mendorong batasan dari apa yang mungkin kita pikirkan. 

    Tindakan kolektif penting untuk atasi masalah sampah plastik ini. Seperti yang pernah dilakukan pada 1987 untuk atasi kebocoran Ozon. Protokol Montreal diperkenalkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang disebabkan bocornya lapisan ozon Bumi.

    Selama periode waktu tertentu, umat manusia mampu menghilangkan lebih dari 98% zat berbahaya yang menyebabkan kerusakan, sebagai akibatnya mencegah sekitar 2 juta kasus kanker kulit.

    Jika dunia bisa bersatu seperti pada tahun 1987, maka kita bisa bersama-sama mengatasi masalah polusi plastik yang kini telah sangat meresahkan.

    Baca: Robries, memberi nilai lebih pada sampah plastik

    Sebuah studi oleh Institut Nicholas mengatasi kesenjangan antara pengetahuan teknologi untuk mengatasi polusi plastik.

    Penelitian ini menciptakan inventarisasi komprehensif dari 52 teknologi yang saat ini sedang digunakan atau sedang dikembangkan untuk mencegah kebocoran polusi plastik atau mengumpulkan polusi plastik yang ada.

    Studi tersebut menyimpulkan bahwa mencegah plastik memasuki saluran air dan mengumpulkan plastik yang mencemari laut/perairan mendesak dilakukan guna memastikan perawatan sistem perairan dan kesehatan manusia.

    Dua contoh dari daftar ini termasuk Plastic Fischer Trash Boom dan Hoola One. Yang pertama dibuat di Jerman pada tahun 2019, yang teknologinya bertujuan untuk mengumpulkan mikroplastik dari air.

    Baca: Mengenal bioplastik, plastik yang disebut ramah lingkungan

    Sedangkan yang kedua adalah Hoola One adalah ruang hampa yang dibuat di Kanada pada tahun 2019, yang dimaksudkan untuk mengekstraksi mikroplastik dan makroplastik dari lingkungan laut.

    Selain inovasi atau pengembangan teknologi, untuk menggarap atau menyelesaikan masalah sampah plastik ini juga butuh political will atau kebijakan masing-masing negara untuk mengurangi sampah plastik.

    Salah satunya terwujud dalam kebijakan sosial plastik. Di mana ada perusahaan sosial yang dikenal sebagai bank plastik yang membayar tarif di atas harga pasar untuk sampah plastik.

    Bank plastik ini bertindak sebagai toko serba ada bagi masyarakat miskin dunia, dan menerima sampah plastik sebagai bentuk mata uang.

    Baca: Pandawara berhasil gerakkan seribu orang bersihkan pantai terkotor di Indonesia

    Ekosistem daur ulang mereka dipertahankan melalui penjualan dan penggunaan apa yang mereka sebut “Social Plastic®”.

    Hal ini mendorong orang untuk mengumpulkan plastik yang terikat di laut sebelum memasuki saluran air.

    Selanjutnya plastik ini dapat diperdagangkan untuk keuntungan sosial, termasuk uang, makanan, dan layanan lainnya (seperti biaya sekolah).

    Bank plastik bertujuan membuat plastik terlalu berharga untuk dibuang. Setelah terkumpul, sampah plastik kemudian akan dijual ke perusahaan, yang akan membayar sekitar tiga kali lipat dari harga plastik biasanya.

    Baca: Mengurangi sampah plastik dengan produk isi ulang dari Siklus

    Sumber: earth.org 

  • Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam 1 Suro di Indonesia

    7cloud.asia – Masyarakat Indonesia memiliki beragam cara untuk menyambut tahun baru Hijriah 1 Muharam atau malam 1 Suro.

    Di Blitar, Jawa Timur misalnya, warga menyambut malam 1 Suro dengan menggelar kenduri dengan menggunakan takir ponthang. Takir ponthang sendiri memiliki makna yang dalam dalam filosofi kehidupan.

    Tradisi berbeda dimiliki warga Solo, di mana Keraton Pura Mangkunegaran biasanya menggelar kirab Pusaka di malam 1 Suro ini.

    Baca: Kenduri takir ponthang dan maknanya

    Berikut sejumlah kegiatan yang dilakukan di berbagai daerah dalam menyambut 1 Suro sebagaimana kami kutipkan dari Antaranews.com

    ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa.

    Abdi Pura Mangkunegaran membawa pusaka mengikuti upacara Kirab Pusaka Satu Suro di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/7/2023).

    Kirab pusaka mengelilingi Pura Mangkunegaran tersebut merupakan tradisi menyambut satu Muharram atau tahun baru Jawa satu Suro tersebut sebagai wujud perenungan dan syukur kepada Tuhan YME atas berkah dan kesejahteraan masyarakat. 

    ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/rwa.

    Sejumlah anak mengikuti pawai obor Hijratul Rasul di Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (18/7/2023).

    Ribuan peserta dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti pawai obor yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1445 Hijriah. 

     

    ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.

    Warga berebut gunungan hasil bumi seusai prosesi Tradisi Kirab Sura Girikusumo di Desa Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Selasa (18/7/2023).

    Tradisi mengirab jubah pusaka leluhur setempat yang menyebarkan agama Islam sejak sekitar tahun 1828 serta sejumlah gunungan hasil bumi, tumpeng dan 40 kendi berisi air berkah itu untuk menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriyah.

    Sekaligus sebagai wujud rasa syukur masyarakat setempat atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT. 

  • Tinggalkan PAN, Anang Hermansyah memilih Pindah ke PDIP

    Tinggalkan PAN, Anang Hermansyah memilih Pindah ke PDIP

    ruangkota,com – Musikus sekaligus produser, Anang Hermansyah resmi berpindah jalur politik dari semula di Partai Amanat Nasional (PAN) ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

    Kepindahan Anang Hermansyah ke PDIP disiarkan melalui akun snack-video @jzwkp481 dan Facebook Banteng Cyber pada hari Selasa (18/7/2023/)

    Kepindahan Anang Hermansyah ke PDIP ditandai dengan pemakaian rompi merah berlogokan banteng moncong putih. 

    Baca: Cerita Nicholas Saputra dengan film dan lingkungan

    Seperti diketahui Anang Hermansyah pernah tercatat sebagai anggota Komisi X DPR dari Fraksi PAN. Anang Hermansyah bergabung dalam fraksi yang membidangi budaya dan kesejahteraan rakyat.

    Anang Hermansyah yang lebih dikenal sebagai musisi dan penyanyi ini lolos ke Senayan dari daerah pemilihan atau Dapil Jawa Timur IV dengan perolehan suara 53.559 suara. 

    Saat itu, Anang Hermansyah menjadi salah satu dari 10 artis yang lolos terpilih menjadi wakil rakyat di DPR.

    Baca: Ajakan Cinta Laura untuk para influencer 

    Namun pada 2019, suami dari penyanyi Ashanty ini tidak lolos ke Senayan dan menekuni profesi awalnya sebagai musisi.

    Anang Hermansyah juga dikenal gigih memperjuangkan perlindungan hak cipta untuk para musisi.   

    Bersama sejumlah musisi beken, seperti Indra Lesmana, Abdee Negara dan Triawan Munaf, Anang Hermansyah  bergabung untuk mendirikan portal musik IM:port yang merupakan singkatan dari (Independent Music Portal).

    Baca: Ini yang akan dilakukan Kaesang jika terpilih menjadi walikota Depok

    IM:port bertujuan memberi kesempatan kepada semua musisi, baru dan senior, untuk ‘menjual’ karya-karya mereka secara lebih mudah.

    Seperti diketahui, selama ini musisi yang ingin memasarkan karyanya sering terganjal oleh prosedur label yang dikatakannya sebagai ‘cukup ruwet.’

    Menjelang Pemilu 2024, Anang Hermmansyah menjajal peruntungan baru bersama Partai berlogo banteng moncong putih alias PDIP.

    Kita tunggu apakah kali ini Anang Hermasyah bakal kembali melenggang ke Senayan bersama PDIP.

    Baca: Birukan Langit Indonesia Stage, bukan konser biasa

  • Rotasi Cepat Duta Besar Indonesia untuk AS, Adakah Agenda di Balik Keputusan Ini?

    Rotasi Cepat Duta Besar Indonesia untuk AS, Adakah Agenda di Balik Keputusan Ini?

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo, Senin (17/7) melantik satu menteri dan lima wakil menteri. Di antara lima wakil menteri itu terdapat Rosan Perkasa Roeslani, yang ditarik pulang dari posisinya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika dan ditunjuk menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara.

    Rosan menjabat duta besar pada 25 Oktober 2021, ini artinya dia belum menyelesaikan masa jabatannya sebagai duta besar Indonesia untuk AS.

    Ia adalah duta besar ketiga dalam empat tahun terakhir yang tidak menyelesaikan masa jabatannya secara penuh. Umumnya masa jabatan seorang duta besar berkisar antara tiga hingga lima tahun, tergantung kebutuhan dan berbagai pertimbangan lain.

    Baca Juga: Tradisi Buka Puasa Indonesia Mampu Satukan Tokoh Tiga Agama di AS

     

    Pendahulu Rosan, Muhammad Lutfi, hanya menduduki posisi yang sama, yaitu Duta besar Indonesia untuk AS selama kurang lebih tiga bulan, yaitu pada 14 September-23 Desember 2020. Lutfi kemudian ditarik pulang dan diangkat menjadi menteri perdagangan.

    Pendahulu Lutfi, Mahendra Siregar, menjabat selama sembilan bulan, antara 7 Januari – 25 Oktober 2019. Ia ditarik pulang dan diangkat menjadi wakil menteri luar negeri dan kemudian menjadi ketua Otoritas Jasa Keuangan.

    Baca Juga: Senator AS Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di Kepulauan Wakatobi

    Mungkinkah Membangun Networking dalam Waktu Singkat?

    Pengamat hubungan internasional di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nanto Sriyanto mengatakan ia memahami rotasi yang begitu cepat di posisi duta besarAS itu karena adanya kebutuhan di dalam negeri.

    Tetapi ia mempertanyakan faktor membangun jaringan (networking) dengan pejabat dan institusi di negara penempatan, yang tidak bisa dilakukan dalam periode singkat, terlebih dengan kultur diplomasi yang jauh berbeda.

    Baca Juga: Pemerintahan Taliban Tutup Ratusan Salon di Afghanistan

    Ketika mereka ditarik ke Indonesia untuk memegang jabatan, katakanlah pejabat teras negara, artinya apakah pada misi sebelumnya, mereka sudah bisa membangun hubungan kelembagaan? Ini yang memang menjadi tanda tanya.

    “Walaupun saya melihat secara pribadi mereka sudah punya cukup jejaring bisnis, tapi persoalannya adalah apakah ketika mereka menjabat dalam waktu yang singkat itu, Indonesia secara diplomatik sudah cukup bisa membangun hubungan dengan Amerika, itu menjadi sebuah persoalan tersendiri,” kata Nanto sebagaimana dikutip VOA Indonesia.

    Baca Juga: Gelombang Panas di India Tewaskan 98 Orang

    Empat tahun terakhir ini, pemerintah Indonesia dinilai konsisten menempatkan orang dengan latar belakang ekonomi dan bisnis yang kuat untuk menjadi duta besar Indonesia untuk Amerika. Tetapi rekam jejak tokoh-tokoh itu dan target memperkuat hubungan ekonomi dengan Amerika tampak sirna dengan rotasi berulang kali ini, tambah Nanto.

    Dia menekankan membangun hubungan diplomatik antar pemerintahan tidak dapat disetarakan dengan membangun hubungan bisnis di tingkat perusahaan antar dua negara.

    Indikator Penunjukkan dan Penarikan Dubes

    Sesuai UUD 1945 Pasal 13, presiden memang memiliki hak prerogatif untuk mengangkat duta besar dan konsul, dan khusus dalam hal pengangkatan dan penempatan duta besar maka presiden memperhatikan pertimbangan DPR.

    Penunjukkan duta besar untuk negara-negara adidaya, biasanya dilakukan dengan sangat hati-hati dan terukur. Tak terkecuali duta besar untuk Amerika.

     
    Teuku Rezasyah, pengamat hubungan internasional di Universitas Padjadjaran menilai faktor Amerika sebagai negara adidaya yang sudah menjalin hubungan dengan Indonesia selama hampir 75 tahun, berperan besar dalam sejarah pembangunan dan mendorong perekonomian.
     
    Hal ini tentunya menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih diplomat tinggi termasuk posisi duta besar yang mewakili kepentingan pemerintah dan rakyat Indonesia di sana.
     
     
    Oleh karena itu ia merasa heran dengan rotasi yang demikian cepat dalam beberapa tahun terakhir ini. Meskipun demikian ia tidak menjawab ketika ditanya apakah hal ini karena salah strategi.

    “Saya perhatikan mereka yang sudah pernah ditempatkan di Amerika Serikat tersebut, pulang dapat jabatan lain di esksekutif. Mungkin Pak Jokowi ingin membuktikan kepada Amerika bahwa mantan para dubes kami memilii visi, misi, strategi, dan tujuan yang sesuai dengan pemahaman Anda (Amerika),” ujar Rezasyah.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Helen Dewi Kirana Bawa Misi Lingkungan ke Jakarta Fashion and Food Festival atau JF3

    Helen Dewi Kirana Bawa Misi Lingkungan ke Jakarta Fashion and Food Festival atau JF3

    7cloud.asia – Kain batik dari senja hingga subuh koleksi Helen Dewi Kirana yang ditampilkan di atas panggung Jakarta Fashion and Food Festival atau JF3 itu, membawa misi lingkungan lewat produk-produk yang ditampilkan.

    Helen menyadari tren busana berbeda di waktu pagi dan malam memiliki dampak kurang baik bagi lingkungan, karena menghasilkan pencemaran tekstil yang tidak sedikit, dari pewarna, kain, dan lain-lain.

    Makanya tema ‘from dusk till dawn’ ia pilih untuk menunjukkan bahwa menggunakan barang yang sama adalah hal yang baik karena ramah untuk lingkungan.

    “Barang yang sama bisa kamu pakai terus untuk gaya kasual sampai ke pesta pernikahan dan party yang lain pun bisa,” kata Helen saat diskusi JF3 bersama wartawan di Jakarta Utara, Selasa (18/7/2023).

    Baca: Slow fashion, solusi dampak lingkungan dari fast fashion

    Dilansir Antaranews.com, melalui koleksinya di JF3 ke-12 ini Helen berusaha menunjukkan tidak ada yang salah dengan penggunaan berulang produk berbahan pakaian yang sama. Pilihan ini justru bagus untuk lingkungan.

    Dan kain batik dipilih dalam pertunjukan malam itu, karena selain menonjolkan produk warisan budaya Indonesia juga dibuat dari bahan ramah lingkungan.

    Helen juga ingin menunjukkan bahwa kain buatan tangan (handmade) ini dapat dipadu-padankan dengan gaya busana kasual, tak harus formal.

    Adapun target pemakai kain batik koleksi senja hingga subuh dari Nes by HDK (Helen Dewi Kirana) memiliki rentang usia 20 sampai 30 tahun.

    Baca: Dampak fast fashion untuk lingkungan

    Meski diakuinya, umumnya penyuka kain batik di Indonesia berusia di atas 30 tahun.

    “Kami mencoba membuat tren, bukan mengikuti tren. Misinya harus lingkungan. Pilarnya empat, education, environment, women empowerment, dan children empowerment,” kata Helen.

    Teknik pembuatan busana koleksi NES by HDK antara lain pengikatan (tie-dye) asal Jepang yang disebut shibori dan pewarnaan khas nusantara salah satunya ‘piring selampad’ dengan memanfaatkan pewarna alami yang ramah lingkungan.

    Alternatif pemanfaatan sisa kain menjadi aspek misi lingkungan yang dilakukan Helen.

    Di tangannya, sisa kain digunakan untuk menghasilkan produk pelengkap busana, seperti aksesoris dan millineris, yang termasuk pelengkap busana milineris adalah tas, sepatu, topi, ikat pinggang, syal, selendang, dan lain sebagainya.

    Baca: Trend tidak mencuci pakaian, karena malas atau demi lingkungan?

    Helen juga mengajak seluruh pihak ikut berperan dalam meminimalkan isi lemari dengan konsep ‘reused fashion’ yang ditawarkan dalam koleksinya.

    “Jadi pakai, pakai, pakai lagi, supaya enggak terlalu banyak pakaian yang terbuang. Kayaknya kasihan bumi kalau lebih banyak yang terbuang,” kata Helen.

    Pada tahun 2023 menjadi pertama kalinya JF3 digelar di luar Jakarta. JF3 di Serpong berlangsung lebih dulu dari 17-19 Juli, sedangkan di Kelapa Gading nanti berlangsung 21-26 Juli melibatkan total 59 desainer terkemuka.

    Dengan mengusung tema Gaya Lokal Lebih Vokal JF3 berkomitmen mendukung industri tanah air dengan memberikan dampak positif dan nilai ekonomi yang lebih besar bagi seluruh pelaku mode yang terlibat.

    Baca: Perempuan bisa menerima trend tidak mencuci pakaian karena alasan lingkungan

    Keberadaan JF3 yang reguler digelar setiap tahun merupakan salah satu cara mengangkat kreativitas masyarakat dengan dorongan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Banten dari dinas terkait seperti dinas perindustrian perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, kebudayaan.

    Ini tujuannya membantu anak muda dalam dunia fesyen di Jakarta dan sekitarnya dalam mendorong usaha mereka lebih maju lagi.

    Kalau ada produk lokal mungkin nanti bisa dikurasi dicek kualitasnya atau dibina sampai mereka bisa mencapai standar yang diinginkan pasar.

    ‘Power to empower’, adalah tema yang dipilih tahun ini karena ini saatnya JF3 untuk bergerak mengajak berbagai pihak supaya sama-sama melakukan sesuatu agar kreativitas pelaku industri fesyen di Indonesia lebih maju lagi.

    Baca: Frugal living, cara cerdas jalani hidup dan merawat lingkungan

    Salah satunya lewat kerja sama JF3 dengan kedutaan Prancis melalui pusat kebudayaan dan bahasa Prancis yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Prancis IFI, agar bisa mengundang desainer Prancis untuk berpartisipasi dalam kegiatan pameran tahun ini.

    “Supaya kita banyak belajar, karena Paris tombaknya fesyen, kita bisa bertukar pikiran dan bekerja sama ke depannya,” kata Advisor JF3 Thresia Mareta.

    Kualitas produk pasti bisa meningkat karena akses, akses pasar, akses bahan baku, akses pendanaan, bisa didapatkan solusinya tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga banyak pihak dari luar negeri melalui program Pintu Incubator bekerja sama dengan IFI.

    “Tahun lalu kami membawa dua brand lokal dan artisan tenun untuk ikut premiere show, kita bekali sebelum berangkat, sehingga matang dan siap, pergi engga zonk, sudah siap, punya kemampuan (terampil),” kata Thresia.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis lebih ramah lingkungan

     

  • Ekosistem Lamun Punya Peran Penting Jernihkan Kawasan Pesisir, Tapi Sering Diabaikan

    Ekosistem Lamun Punya Peran Penting Jernihkan Kawasan Pesisir, Tapi Sering Diabaikan

    Pelatihan pemantauan lamun berbasis warga di pesisir Pante Deere, Alor, NTT Foto: Dugong Seagrass/Flickr)

    7cloud.asia – Padang lamun merupakan suatu ekosistem perairan dangkal yang menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis tumbuhan laut berbunga serta beragam jenis ikan, kerang, penyu, kuda laut dan dugong.

    Ekosistem Lamun ini terbukti secara saintifik mampu memberikan banyak manfaat yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan berbagai makhluk laut.

    Ekosistem lamun ini antara lain berfungsi untuk menjernihkan perairan, mencegah sedimentasi, melindungi pantai dari gelombang ekstrem, hingga menjadi sarana rekreasi.

    Sayangnya, meskipun menyediakan banyak manfaat, ekosistem lamun masih kalah populer dibandingkan ekosistem pesisir lainnya seperti hutan mangrove dan terumbu karang.

    Ekosistem lamun juga masih menjadi “anak tiri” dalam penelitian dan strategi perlindungan ekosistem di tingkat global.

    Baca Juga: Pentingnya Tindakan Kolektif Tuk Atasi Sampah Plastik yang Mencemari Lingkungan

    Di Indonesia, masih belum ada program tingkat nasional yang khusus melindungi ekosistem lamun. Kenyataan ini sangat menyedihkan mengingat Indonesia adalah rumah terbesar ekosistem lamun dunia.

    Padahal, sejak 1960-an, luas tutupan lamun di Indonesia diperkirakan sudah berkurang hingga 30-40% akibat ekspansi budi daya perikanan dan pembangunan pesisir.

    Untuk mengetahui bagaimana seharusnya ekosistem lamun ini ditangani, berikut hasil kajian , Research associate, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN dan  Marine Ecologist, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Laporan kajian merek atentang keberadaan ekosistem lamun ini telah diterbitkan di The Conversation, Selasa (18/7/2023).

    Pemerintah semestinya memasukkan program restorasi lamun sebagai prioritas nasional.

    Baca Juga: Kebijakan Ekspor Pasir Laut Mengancam Kehidupan Nelayan dan Ekosistem Pesisir

    Melalui riset terbaru yang terbit di jurnal Ambio: A Journal of Environment and Society, saya bersama kolega dari dalam dan luar negeri memaparkan lima alasan mengapa pemulihan ekosistem lamun di Indonesia layak menjadi solusi berbasis alam untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan persoalan lingkungan lainnya.

    Berikut alasannya: 

    1. Memberdayakan dan menyadarkan warga sekitar

    Pelaksanaan program restorasi lamun di tingkat nasional dapat memicu peningkatan kesadaran masyarakat, terutama warga setempat seputar pentingnya ekosistem lamun bagi kehidupan manusia.

    Kesadaran masyarakat adalah faktor yang vital bagi keberhasilan perlindungan dan restorasi lamun. Riset terbaru saya menggarisbawahi kurangnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat lamun sebagai salah satu ancaman terbesar konservasi ekosistem ini.

    Di Kepulauan Karimunjawa, misalnya, riset kami menemukan warga setempat masih kurang mengetahui peran lamun dalam menjaga kualitas perairan, penyerap karbon, penjaga abrasi, dan habitat bagi makhluk pesisir.

    Akhirnya, lamun dianggap sebagai ekosistem yang ‘boleh’’ dirambah ataupun dicemari. Per 2019, ada sekitar 30-59% dari total ekosistem lamun 30-59% yang berstatus rusak atau kurang sehat .

    Baca Juga: Ribuan Desa Pesisir di Indonesia Timur Terancam Krisis Akibat Perubahan Iklim

    Implementasi program restorasi yang melibatkan masyarakat lokal kami yakini dapat merubah keadaan ini.

    Warga yang telah mendapat sosialisasi dan menyadari pentingnya jasa ekosistem lamun akan termotivasi untuk bahu-membahu melindungi lamun dan berpartisipasi memulihkannya sehingga mereka berpeluang mendapatkan manfaat lingkungan maupun ekonomi dari aktivitas ini.

    Kebijakan restorasi di tingkat nasional juga dapat memantik perhatian global terhadap lamun Indonesia. Hal ini terjadi pada kebijakan pemulihan mangrove nasional yang dimulai sejak 2019. Pada akhirnya, perhatian ini dapat membuahkan strategi perlindungan yang lebih kuat serta anggaran yang lebih besar.

    2. Meredam dan mengatasi dampak perubahan iklim

    Para peneliti memperkirakan kawasan lamun Indonesia mencapai 875 ribu ha, tapi hanya 294 ribu ha yang sejauh ini sudah divalidasi.

    Berdasarkan studi terbaru dari peneliti berbagai negara, padang lamun di Indonesia ditaksir menyimpan 368.5 Tera gram Karbon atau 2% simpanan karbon di lingkungan pesisir dan laut global.

    Baca Juga: Menengok Pemberdayaan Masyarakat Pesisir sebagai Kampung Bahari Nusantara

    Hasil studi tersebut membuat padang lamun kita sangat penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus memperlambat laju perubahan iklim.

    Indonesia memiliki target pengurangan emisi nasional sebesar 31,8-43,2% pada 2030. Target ini masih bisa ditingkatkan apabila pemerintah memasukkan aksi pelestarian dan pemulihan ekosistem lamun dalam target iklim Indonesia.

    Sebaliknya, jika tidak ada aksi pelestarian dan pemulihan yang masif, penurunan luasan habitat lamun sebesar 2-5% per tahun bisa terjadi di Indonesia.

    3. Program berskala luas dan libatkan banyak lembaga

    Seperti halnya program restorasi gambut yang diterbitkan Presiden Joko Widodo sejak 2016,] program restorasi lamun seyogianya memungkinkan anggaran khusus perlindungan lamun, dilaksanakannya kebijakan pengelolaan lamun di tingkat pusat maupun daerah, dan peningkatan sumber daya manusia serta penelitian terkait.

    Program restorasi padang lamun juga dapat dilakukan dengan skala yang lebih luas dengan dukungan anggaran dari pemerintah.

    Program restorasi ekosistem padang lamun dapat mendorong koordinasi yang lebih baik antarlembaga.

    Di Indonesia, sejak 36 tahun silam baru ada 22 proyek restorasi lamun. Pelaksanaannya tersebar di banyak lembaga, tapi terbatas di suatu area. Efektivitasnya pun tidak terpantau.

    Baca Juga: Koalisi Keadilan Iklim: Kelompok Rentan Justru Ditinggalkan dalam Perumusan Kebijakan soal Perubahan Iklim

    Di sisi lain, koordinasi dari berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan karena restorasi padang lamun membutuhkan kerjasama dari berbagai bidang ilmu keahlian dan dukungan dari berbagai lembaga pemerintah agar tercipta suatu program konservasi lingkungan yang berkelanjutan.

    Indonesia dapat belajar dari Australia. Melalui koordinasi yang apik, Negeri Kangguru ini sukses memulihkan lamun tak hanya dengan menanam kembali, tapi juga memfokuskan interaksi antarspesies penghuni kawasan lamun dan hubungannya dengan ekosistem lainnya seperti mangrove.

    Koordinasi antarlembaga, selain untuk menyukseskan pemulihan lamun, juga bisa diselaraskan untuk memenuhi program lainnya seperti pencegahan bencana.

    Lamun dapat menjadi sistem pendukung yang membantu infrastruktur fisik seperti tanggul untuk mencegah abrasi ataupun erosi.

    Baca Juga: Bumi Butuh Aksi Nyatamu, Sudahkah Kamu Terlibat dalam Gerakan Iklim?

    4. Program ekonomis tapi berdampak

    Pemulihan lamun yang mencakup perencanaan, penanaman, pemantauan, dan sebagainya diperkirakan memakan biaya sekitar 700 ribu dolar AS (Rp10,4 miliar ) per ha.

    Angka ini jauh lebih murah dibandingkan ongkos restorasi karang sekitar 3 juta dolar AS atau sekitar Rp44,9 miliar per ha.

    Biaya tersebut juga masih bisa dikurangi jika restorasi lamun ini dilaksanakan di negara-negara berkembang yang memiliki ongkos tenaga kerja yang jauh lebih murah dibandingkan negara maju.

    Selain itu, aksi restorasi lamun yang memberdayakan masyarakat dan para relawan juga berpotensi menurunkan ongkos pemulihan lamun sekaligus memperkuat pemantauannya.

    Di Kepulauan Sangkarang, Sulawesi Selatan, restorasi lamun seluas 600 m2 menelan biaya sekitar USD 100 ribu(Rp1,5 miliar) untuk perencanaan, penanaman, dan pemantauan selama 3 tahun.

    Program yang dimulai sejak 2016 ini menggunakan metode transplantasi, yakni pengambilan tanaman lamun yang sehat untuk ditanam di lokasi tujuan.

    Setelah 7 tahun dilaksanakan, usaha restorasi menuai hasil positif. Padang lamun yang pulih memancing satwa perairan untuk hidup di dalamnya, melindungi pantai dari erosi.

    Baca Juga: Serunya Pandawara dan Warga Bandar Lampung Bersihkan Salah Satu Pantai Terkotor di Indonesia

    5. Mengembalikan keberagaman makhluk perairan

    Sebagaimana saya jelaskan di atas, lamun yang pulih akan memicu kehidupan satwa perairan dan mengembalikan fungsi lamun terhadap lingkungan sekitarnya.

    Pada akhirnya, keanekaragaman hayati di ekosistem lamun turut menopang target Indonesia untuk menjaga biodiversitas laut.

    Beberapa kegiatan restorasi di negara lain turut merekam dampak restorasi lamun bagi kehidupan sekitar.

    Misalnya, kesuksesan restorasi lamun sejak 2001 di pesisir timur Virginia, Amerika Serikat, memancing hewan laut bernilai ekonomis penting seperti ikan, kerang, dan kepiting untuk tinggal di dalamnya.

    Selain itu Kemampuan lamun untuk menyimpan karbon dan nitrogen juga semakin meningkat.

    Baca Juga: Gree Energy Bantu FIELD Atasi Polusi Udara dan Dukung Pertanian Regeneratif di Indonesia

    Di Wakatobi, penanaman sekitar 4 ribu pohon oleh masyarakat di sepanjang sungai sejak 2017 berhasil menjaga kelestarian ekosistem lamun sehingga meningkatkan keberagaman organisme perairan di pesisir setempat.

    Itulah lima alasan mengapa pemulihan padang lamun layak menjadi prioritas. Pemerintah seyogyanya memulai program restorasi seperti yang sudah dilakukan terhadap ekosistem gambut, mangrove, ataupun karang..

    Kami meyakini, kelestarian ekosistem lamun di Indonesia akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan biodiversitas makhluk laut.

  • Fenomena El Nino Mendekati Puncaknya, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

    Fenomena El Nino Mendekati Puncaknya, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

    7cloud.asia – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi dalam menghadapi dampak dari El Nino yang puncaknya diprediksi pada bulan Agustus-September mendatang.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, El Nino yang diprediksi berintensitas lemah hingga moderat dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap ketersediaan air atau kekeringan.

    Dampak El Nino ini akan berpengaruh kepada produktivitas di sektor pertanian hingga ketahanan pangan nasional.

    Dampak dan upaya untuk mengantisipasi El Nino ini dibahas dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden  Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/07/2023).

    Dwikorita mengatakan dalam rapat tersebut dikoordinasikan antisipasi dampak El Nino yang sudah dimulai sejak bulan Februari-April itu sudah berjalan tetapi tetap perlu diperkuat. 

    Baca: Dampak El Nino sudah terasa, sejumlah daerah alami kekeringan

    Meskipun memasuki musim kemarau atau kering, Kepala BMKG mengingatkan bahwa Indonesia juga masih memiliki potensi ancaman bencana hidrometeorologi.

    Wilayah Indonesia ini dipengaruhi oleh dua samudra dan juga topografinya yang bergunung-gunung di garis khatulistiwa, ujarnya, masih tetap ada kemungkinan satu wilayah mengalami kekeringan, tetangganya mengalami banjir atau bencana hidrometeorologi.

    “Artinya, bukan berarti seluruhnya serempak kering, ada di sela-sela itu yang juga mengalami bencana hidrometeorologi basah,” terangnya.

    Oleh karena itu, Kepala BMKG pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG.

    “Kami juga mengimbau selain terus menjaga lingkungan, mengatur tata kelola air, kemudian juga beradaptasi terhadap pola tanam, juga terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan iklim yang sangat dinamis dari waktu ke waktu dari BMKG,” tandasnya

    Baca: PBB Ingatkan tahun 2023-2027 bakal jadi periode terpanas untuk bumi

    Dwikorita Karnawati mengatakan fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang saling menguatkan pada musim kemarau dapat berdampak pada kurangnya sumber air hingga gagal panen.

    Dilansir Antaranews, Dwikorawati mengatakan dampak El Nino membuat musim kemarau menjadi lebih kering, dan curah hujan menjadi rendah hingga sangat rendah.

    Kondisi tersebut, menurut dia, membuat uap air sangat berkurang sehingga kemungkinan terjaidnya hujan juga berkurang.

    Dengan patokan jika curah hujan normal sekitar 20 mm untuk satu hari, menjadi curah hujan untuk sebulan sekali, sehingga menjadi kering, atau bahkan tidak ada hujan sama sekali.

     

    Baca: Perubahan iklim membuat petani kopi kehilangan produksi

    Bahkan bisa saja selama dua bulan menjadi sama sekali hari tanpa hujan. Akibatnya tentu kekurangan air, kita khawatir akan kekurangan sumber mata air menjadi kering, karena resapan hujannya juga berkurang.

    “Nah kalau kita kekurangan sumber air, yang terganggu adalah pertanian dan juga kehidupan sehari-hari menjadi kekurangan air,” ujar Dwikorita.

    Ia menegaskan bahwa di sektor pertanian dikhawatirkan akan terjadi gagal panen. Selain itu, juga dapat memicu hama penyakit pada tanaman pertanian.

    Risiko kesehatan, menurut dia, juga akan terjadi karena kegiatan sanitasi menjadi terganggu akibat kekurangan air.

    “MCK (mandi, cuci, kakus) menjadi terganggu, misalnya untuk di daerah-daerah yang sangat tergantung air,” kata dia.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing oleh perubahan iklim

    BMKG dalam hal ini telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk mengantisipasi dua fenomena tersebut yang diprediksi puncaknya pada Agustus maupun awal September 2023.

    Presiden Joko Widodo juga memerintahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk menggenjot produksi beras guna menjaga stok beras nasional menjelang fenomena El Nino atau musim cuaca abnormal yang diperkirakan terjadi pada kuartal III 2023.

  • Pertamina Luncurkan Pertamax Green 95 dari Tetes Tebu: Upaya Penganekaragaman Energi Berkelanjutan

    Pertamina Luncurkan Pertamax Green 95 dari Tetes Tebu: Upaya Penganekaragaman Energi Berkelanjutan

    7cloud.asia – Pada akhir Juli 2023, PT Pertamina berencana meluncurkan bahan bakar Pertamax Green 95 yang merupakan campuran antara bensin Pertamax dengan bioetanol berbahan dasar tetes tebu.

    PT Pertamina melalui anak perusahaan PT Pertamina Niaga akan mulai mengedarkan secara terbatas Pertamax Green 95 yang terbuat dari campuran bensin Pertamax (95%) dengan bioetanol (5%) pada Juli ini.

    Bioetanol di Pertamax Green 95 ini berbahan dasar molase atau tetes tebu yang merupakan produk sampingan atau sisa dari proses pembuatan gula.

    MADANI Berkelanjutan mengapresiasi peluncuran Pertamax Green 95 ini. Keberadaan Pertamax Green 95 dinilai bisa membawa Indonesia satu langkah lebih dekat kepada transisi menuju energi berkelanjutan.

    Baca: Dunia sedang kembangkan energi hidrogen, ini plus minusnya

    Pertamax Green 95 berbahan dasar molase atau tetes tebu ini juga sebagai upaya menuju kemandirian energi apabila ditindaklanjuti dengan penganekaragaman sumber bahan bakar nabati.

    Deputi Direktur Eksekutif MADANI Berkelanjutan  Giorgio Budi Indrarto menyambut positif  peluncuran Pertamax Green 95 ini. Menurutnya, campuran energi berkelanjutan Indonesia masih perlu ditingkatkan.

    “Oleh karena itu, inovasi berbahan dasar tetes tebu ini bisa dilihat sebagai langkah kecil awal menuju pemanfaatan sumber-sumber bahan bakar berkelanjutan lainnya, terutama yang berasal dari residu atau limbah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (19/7/2023).

    Ini bukan kali pertama PT Pertamina membaurkan bahan bakar fosil dengan bahan bakar nabati (BBN).

    Baca: Plus minus sawit sebagai bahan biodiesel

    Sejak 2008, PT Pertamina mencampurkan diesel dengan biodiesel berbahan dasar minyak sawit yang baurannya saat ini mencapai 35%, sesuai dengan kebijakan B35 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

    Sampai saat ini, minyak sawit adalah satu-satunya bahan baku BBN yang pemanfaatannya mendapatkan mandat dan insentif dari pemerintah. Sementara ekspansi perkebunan sawit masih memiliki risiko sosial dan lingkungan.

    Oleh karena itu, selagi terus memperbaiki tata kelola sawit, pemerintah juga perlu mengoptimalkan penggunaan aneka sumber bahan baku dalam pengembangan BBN generasi kedua, yang berasal dari sampah atau limbah.

    “Sumber-sumber lain tersebut bisa berupa minyak jelantah; tongkol jagung; tetes tebu, seperti yang digunakan Pertamax Green 95; limbah-limbah pertanian; dan lain sebagainya,” terang Giorgio Budi Indrarto.

    Baca: Tantangan penggunaan bus listrik secara massal

    Budi Indrarto juga menekankan bahwa diversifikasi atau penganekaragaman sumber bahan bakar sejalan dengan target Indonesia untuk beralih kepada energi berkelanjutan dalam rangka mengurangi emisi.

    Di dalam Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050, Indonesia menargetkan agar, pada tahun 2050, BBN menyumbang 46% dari total energi sektor transportasi.

    Pencapaian target LTS-LCCR 2050 tersebut, Menuurt Budi Indarto, memerlukan andil berbagai bahan baku agar Indonesia tidak bergantung kepada minyak sawit saja.

    “Karena ketergantungan berlebihan terhadap satu bahan baku memiliki banyak risiko dari sisi ekonomi, sosial dan ekologi,”  ujarnya

    Baca: Dua alasan untuk segera beralih ke mobil ramah lingkungan

    Selain mendukung transisi energi, Budi Indrarto juga menyoroti keunggulan lain dari diversifikasi bahan baku BBN, yakni mendukung kemandirian energi. 

    Diversifikasi bahan baku BBN merupakan wujud upaya memaksimalkan sumber daya energi domestik yang kemudian bisa memberikan stimulus bagi perekonomian di berbagai daerah.

    “Perlu diingat, berbagai daerah di Indonesia memiliki potensi sumber BBN yang berbeda-beda yang patut, tetapi belum, dikembangkan,” jelasnya.

    Menutup responnya, Budi Indrarto juga mendorong masyarakat untuk memilih bahan bakar atau energi berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan.

    “Dengan cara tersebut, masyarakat bisa ambil andil dalam meningkatkan demand domestik terhadap energi berkelanjutan.”

    Baca: Ini yang dilakukan pemerintah untuk dorong konversi ke motor listrik

     

  • DPR Minta Perhutani dan PTPN Hindari Pendekatan Kekuasaan untuk Cegah Konflik Sosial

    DPR Minta Perhutani dan PTPN Hindari Pendekatan Kekuasaan untuk Cegah Konflik Sosial

    7cloud.asia – Perum Perhutani dan PTPN VIII diminta menerapkan nilai lestari dan dialog dalam mengelola aset lahan yang dimiliki.

    Dalam mengelola aset, Perhutani dan PTPN diminta untuk tidak mengedepankan pendekatan kekuasaan semata karena bisa memicu kerusakan alam dan konflik sosial.

    Jika Perhutani dan PTPN VIII melakukan hal itu, dikhawatirkan akan semakin merusak tatanan harmoni ekosistem.

    Baca: KLHK sebut deforestasi di Indonesia terus menurun

    “Perhutani dan PTPN ini kan notabene perusahaan pelat merah yang menguasai lahan sangat besar. Kita harap benar-benar bisa mengedepankan dialog dan musyawarah yang lebih baik,” ujar  Anggota Komisi VI DPR Luluk Nur Hamidah di sela Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (17/7/2023).

    Luluk mengingatkan masyarakat di sekitar kawasan hutan milik Perhutani dan PTPN itu adalah garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan hutan. 

    Baca: Komitmen Indonesia penuhi Deklarasi Glasgow mendapat apresiasi

    Walaupun mendukung konsep pembangunan wisata alam yang berkelanjutan demi pertumbuhan ekonomi negara, akan tetapi Perum Perhutani dan PTPN VIII juga perlu mempertimbangkan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaanya.

    Sebab, dengan hanya mengandalkan pihak swasta saja, dikhawatirkan kepercayaan tersebut malah berpotensi menciptakan kecemburuan sosial.

    Baca: Pentingnya memilih pemimpin yang pro lingkungan

    Di sisi lain, Politisi Fraksi PKB itu juga menyayangkan adanya laporan bahwa sebagian besar Hutan Jawa dialihkan untuk hutan sosial. Menurutnya, keputusan ini berbahaya.

    “Ini berbahaya sekali dengan ada situasi yang disharmoni karena notabene penerima perhutanan sosial ini adalah masyarakat LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan),” ujarnya

    Sejak awal mereka sudah sebenarnya mengelola kawasan hutan dengan prinsip kelestarian dan kesinambungan. Sangat mengkhawatirkan karena akan memanen situasi yang semakin buruk

    Baca:  Masyarakat sipil soroti pelepasan ribuan hektar hutan di Kalimantan Timur

    Oleh karena itu, ia menekankan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset lahan Perum Perhutani dan PTPN VIII.

    Evaluasi tersebut, terangnya, bisa dengan menentukan pemetaan hutan yang bisa diperbolehkan untuk dikelola komersil atau tidak.

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang demi maksimalkan pendapatan Negara

    Selain itu, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan juga harus perhatian utama apalagi terjadi permasalahan HGU.

    “Jadi PTPN dan Perhutani, ayo jangan tinggalkan masyarakat. Mereka menjadi bagian penting dari usaha-usaha ini. Karena, hutan ini pun tumbuh dan besar bersama dengan rakyat sebenarnya,” tandas Luluk. 

  • Fenomena Suhu Dingin di Bandung, BMKG Sebut Akan Berlangsung hingga Agustus

    Fenomena Suhu Dingin di Bandung, BMKG Sebut Akan Berlangsung hingga Agustus

    7cloud.asia – Suhu dingin di Kota Bandung dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan tagar “dingin” sempat trending menyikapi suhu dingin di Kota Bandung ini.

    Suhu dingin di Kota Bandung ini juga masuk dalam radar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.

    BMKG mencatat pada Selasa (18/7/2023) kemarin suhu dingin mencapai 17 derajat celsius. Sedangkan di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, suhu dingin mencapai 15,4 derajat celsius.

    Suhu dingin di Kota Bandung ini juga memicu perbincangan di dunia maya. Pemilik akun twitter @tanyarl menulis suhu dingin ini sambil mengunggah foto pintu tol yang bersalju. Tetapi belum bisa dikonfirmasi apakah foto itu benar atau hasil editan.

    “tanyarl kalian yang di bandung lagi main salju gasih. Soalnya di sini dingin banget sampe bersalju kayak gini dong,” cuit tanyarl di akun twitternya pada Rabu (19/7/2023) malam.

    Baca: Dampak El Nino sudah terasa, sejumlah daerah sudah kekeringan

    Menanggapi suhu dingin di Kota Bandung ini, Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah saat puncak kemarau pada Juli hingga Agustus.

    Namun ia mengakui, lima hari terakhir, cuaca dingin mengalami perubahan signifikan hingga tercatat pada Selasa (18/7/2023) mencapai 17 derajat celsius.

    Padahal, Teguh mengatakan suhu minimum normal pada bulan Juli yaitu 18,2 derajat celsius, dan pada Agustus 17,5 derajat celsius. Kondisi suhu dingin ekstrem berpeluang terjadi saat musim kemarau.

    “Suhu dingin ekstrem memang cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, yaitu di malam hari,” ucap dia, Rabu (19/7/2023) sebagaimana dikutip republika.com

    Baca: PBB peringatkan tahun 2023-2027 akan menjadi tahun terpanas

     

    Ia menjelaskan, saat musim kemarau, pada siang hari sinar matahari maksimal sebab tidak terdapat tutupan awan. Hal itu berdampak kepada permukaan bumi yang menerima radiasi maksimal.

    Pada malam hari, Teguh mengatakan bumi akan melepaskan energi. Karena tidak ada awan, di malam hari hingga dini hari radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan.

    “Kondisi ini yang menyebabkan permukaan bumi dingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” jelas dia.

    Selain itu, suhu udara dingin dipengaruhi oleh musim dingin di wilayah Australia. Ia mengatakan terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau angin monsun Australia.

    Baca: Riset mengungkap tahun ini emisi karbon capai rekor tertinggi

    “Fenomena suhu dingin ini akan berlangsung hingga Agustus 2023. Pada awal September akan berangsur menghangat kembali,” ungkap dia.

    Teguh mengimbau masyarakat tidak panik melihat fenomena itu tetapi tetap waspada.

    Sebab suhu dingin pada puncak musim kemarau adalah fenomena yang wajar terjadi terutama untuk wilayah Indonesia.

    “Masyarakat diharap untuk menyiapkan diri dengan menggunakan jaket dan atau selimut di malam hari dan selalu menjaga stamina tubuh sehingga terhindar dari berbagai potensi penyakit,” jelas dia.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang tak pedulikan sampah plastiknya