Category: Uncategorized

  • Pembongkaran Trotoar di Simpang Santa Dikritik, Ini Alasan Dishub

    Pembongkaran Trotoar di Simpang Santa Dikritik, Ini Alasan Dishub

     

    7cloud.asia – Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyesalkan kebijakan Penjabat pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang mengubah trotoar di Simpang Santa menjadi jalan raya.

    Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin mengatakan, kebijakan ini tidak sejalan dengan kewajiban Pemprov Jakarta yang seharusnya mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor di Jakarta yang tergolong tinggi.

    Ahmad melalui keterangan tertulis, Minggu (16/4/2023), memaparkan beban emisi dari kendaraan bermotor di Jakarta  mencapai 19.165 ton per hari. Sedangkan beban karbondioksida (CO2) mencapai 318.840 ton/hari.

    Ia mengatakan beban emisi itu bersumber dari sepeda motor sebanyak 45 persen, truk 20 persen, bus 13 persen, mobil diesel enam persen, mobil bensin enam persen dan kendaraan roda tiga 0,23 persen.

    Sedangkan beban gas karbon itu bersumber dari truk 43 persen, bus 32 persen, sepeda motor 18 persen, mobil bensin 4 persen, mobil diesel 3 persen, dan kendaraan roda tiga 0,01 persen.

    Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo mengatakan alasan perbaikan ukuran jalan raya yang berhubungan dengan bentuk fisik jalan (geometrik) di Simpang Jalan Wijaya I – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Suryo (lampu merah Santa) itu adalah untuk mengurai kemacetan dan menambah kenyamanan pengguna jalan tersebut.

    “Penataan tersebut dilakukan agar distribusi kendaraan dapat berjalan lebih baik,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo dalam keterangan tertulis, Minggu seperti dikutip Tempo.co.

    Baca: Dua alasan untuk segera beralih ke mobil listrik

    Syafrin mengatakan, kemacetan di area itu semakin tinggi setelah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dicabut dan semakin banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

    Penataan Simpang Santa yang berimbas hilangnya trotoar dan jalur sepeda itu mendapat protes dari sejumlah komunitas.

    Dishub DKI sudah bertemu dengan beberapa komunitas itu, yaitu Koalisi Pejalan Kaki, bike to work, Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Road Safety Asociation, dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pada Minggu pagi di Simpang Santa.

    Dalam pertemuan tersebut Dishub DKI memberikan penjelasan soal tujuan dilaksanakannya penataan simpang Santa. Syafrin juga berjanji akan dilaksanakan penataan kembali terhadap fasilitas pejalan kaki dan pesepeda yang di kawasan tersebut yang hilang imbas trotoar diaspal untuk jalan kendaraan.

    “Kami akan membuat desain penataan fasilitas pejalan kaki dan pesepeda dengan melibatkan komunitas, sebelum dilaksanakan penyediaan fasilitasnya,” katanya. 

    Baca: Polusi udara sebabkan 7 juta kematian dini per tahun

    KPBB menilai Pemprov DKI Jakarta seharusnya melakukan langkah progresif untuk melindungi warganya dari pencemaran udara yang sangat tidak sehat.

    “Sekaligus berkontribusi untuk pengendalian emisi gas rumah kaca atau GRK guna memitigasi krisis iklim,” ucap Safrudin.

    Pembangunan kota modern berorientasi pada penciptaan suasana kota yang laik huni bagi warganya yang ditandai oleh udara segar, ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH), kemudahan akses seluruh wilayah kota tanpa diskriminasi bagi berbagai kelompok terutama kelompok rentan, opsi sarana mobilitas berierientasi pada rendah emisi, efisiensi energi dan ruang.

    Dia mengatakan ketika krisis iklim mengemuka dan masyarakat global gelisah, cara yang ditempuh adalah mengendalikan emisi gas rumah kaca (GRK) dari kegiatan kita sehari-hari, kegiatan industri dan transportasi, serta proses pembangunan.

    “Sehingga GRK yang mencakup karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HFC dan PFC dapat ditekan,” katanya.

    Ahmad menilai akibat dari emisi karbon akan sangat berdampak buruk bagi kehidupan manusia di bumi, yaitu menjadi salah satu senyawa Green House Gas yang melingkupi lapisan stratosfer, sehingga sebagian radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer tidak dapat di lepas ke angkasa luar (green house gas effect).

    Keadaan ini menyebabkan atmosfer meningkat suhunya (global warming), biang kerok dari krisis iklim yang telah menyebabkan berbagai bencana iklim yang ditandai oleh fenomenda La Nina dan El Nino sehigga sering terjadi bencana banjir, badai, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, gelombang panas, gagal panen dan meluasnya kawasan endemic penyakit tertentu seperti malaria.

     

     
  • Era Baru Thrifting: Mengolahulang Pakaian Bekas Jadi Bernilai Tinggi

    Era Baru Thrifting: Mengolahulang Pakaian Bekas Jadi Bernilai Tinggi

    7cloud.asia – Thrifting atau berburu pakaian bekas sempat digemari oleh anak muda. Thrifting dipandang sebagai cara alternatif untuk memiliki pakaian bekas layak pakai, tanpa harus membeli pakaian baru. Untuk sebagian orang, thrifting bahkan menjadi cara untuk mengekspresikan diri.  

    Selain itu, thrifting juga dipandang sebagai salah satu cara mengurangi limbah fesyen yang saat ini jumlahnya sudah sangat mencemaskan.  

    Namun belakangan, thrifting sempat disorot karena dinilai bisa mengganggu penyerapan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kecaman terhadap thrifting karena dianggap tidak ramah UMKM dan tidka mendukung ekonomi dalam negeri.

    Sorotan ini sempat menjadi sumber kegalauan di kalangan anak muda penggemar thrifting,  baik itu karena faktor ekonomi maupun kegemaran pribadi. 

    Kecemasan ini juga ditangkap oleh Davian Rivaldy, pendiri dari Our Ex. Ia lantas memutar akal, dan coba melakukan bisnis rework yang diberinya nama Our Ex yang menjalankan rework pakaian bekas atau thrifting 

    Mungkin kamu bertanya-tanya apa itu rework pada produk thrifting. Rework adalah proses mengombinasikan dua pakaian bekas atau kain sisa untuk menciptakan suatu produk baru. Proses awal sebuah karya rework ini dimulai dengan sebuah sketsa desain pakaian.

    Menurut Davian, satu karya rework merupakan gabungan dari dua hingga tiga pakaian berbeda. Uniknya, ketiga pakaian tersebut tetap dapat menghasilkan tiga karya yang berbeda karena adanya sisa kain dari masing-masing pola yang dibuat per pakaian. 

    Pertanyaannya, Apakah rework ini bisa jadi bentuk thrifting baru?

    Davian mengatakan bahwa selain kecemasan terhadap limbah, ide memulai rework adalah karena keinginannya untuk mencari cara menyalurkan kreativitas tanpa mengeluarkan modal awal yang terlalu mahal. 

    Sebelum memulai bisnis ini, Davian sempat memikirkan beberapa kali mengenai minat untuk reworked fashion di Indonesia sebelum akhirnya terjun dan memulai bisnisnya. 

    “Saat awal memutuskan untuk memulai bisnis ini, aku sempat melakukan riset terlebih dahulu mengenai seberapa banyak bisnis seperti ini di Indonesia. Ternyata belum begitu banyak. Sehingga aku memutuskan untuk memulai dan akhirnya cukup berhasil,” ujar Davian. 

    Sebagian besar karyanya terinspirasi dari anime dan lirik-lirik lagu. Hal ini merupakan salah satu yang membedakan hasil rework Davian dengan yang lainnya. Beberapa karya rework-nya selain hasil gabungan beberapa pakaian bekas, ada pula yang dilukis tangan. Seringkali gambaran anime dan lirik-lirik lagu ini dilukiskannya pada hasil karyanya.

    “Tantangannya adalah kita tidak ada stok ulang untuk setiap desain yang dibuat, jadi harus terus-menerus mencari ide terbaru dan desain yang harus dibuat kedepannya,” katanya. 

    Hal ini membuat reworked fashion menjadi sesuatu yang unik dan satu-satunya. Setiap orang yang menggunakannya tidak akan pernah sama persis dengan lainnya.

    Rework bisa jadi tren berkelanjutan

    Sementara itu, Creative Director Jakarta Fashion Week Andandika Surasetja mengatakan bahwa reworked fashion merupakan gerakan yang sangat menarik untuk terus diulik dan dikembangkan. 

    “Justru reworked fashion ini harusnya sebisa mungkin senantiasa menjadi tren di masa depan, karena ini bisa menjadi solusi untuk kita membuat ekosistem fesyen yang lebih baik dan berdampak bagus di masa depan,” ujar Andandika. 

    Menurutnya, fenomena reworked fashion sudah mulai menjadi tren besar di industri kreatif. Seperti yang diketahui, rework juga dapat membantu memberikan nilai tambah dan memperpanjang siklus hidup pakaian tersebut. 

    Kolaborasi reworked fashion dan merek lokal 

    Andandika Surasetja menilai bahwa kini merek fesyen lokal sudah sangat berkembang dan punya kualitas yang sangat baik. Namun salah satu hal yang sering menjadi persoalan adalah apa yang disebut dead stock.

    Dead stock ini beragam penyebabnya, salah satunya adalah karena ukuran pakaian yang paling diminati sudah laku terjual dan ukuran lain tak terjual, diam mengendap di gudang. Alasan lainnya adalah bentuk pakaian sudah tidak lagi dianggap tren.  

    “Dengan sekarang banyak kreator reworked fashion, barang-barang tersebut justru dapat dimanfaatkan kembali untuk mendapatkan sentuhan baru sehingga dapat memiliki daya tarik yang baru. Barang-barang yang tadinya dianggap tidak memiliki nilai jual lagi, justru menjadi sesuatu yang baru dan menarik lagi,” ujar Andandika. 

    Davian mengatakan bahwa memiliki kesempatan untuk melakukan rework pada produk merek lokal dapat dipandang sebagai sesuatu yang cukup unik. Selain itu, Davian juga berharap reworked fashion bisa mendapat perhatian dari pemerintah. 

    “Ini adalah sesuatu yang dibuat oleh tangan sendiri (handmade) dan dapat menghasilkan desain-desain yang unik,” ujar Davian. 

    Menyetujui hal ini, Andandika Surasetja, Creative Director Jakarta Fashion Week juga menyampaikan bahwa ini adalah gagasan yang dapat dilakukan jika ingin menghubungkan berbagai pelaku di industri fesyen dalam mewujudkan ekosistem yang baik.

    Sumber: DW Indonesia baca artikel asli di sini

  • Tradisi Buka Puasa Indonesia Mampu Satukan Tokoh Tiga Agama di AS

    Tradisi Buka Puasa Indonesia Mampu Satukan Tokoh Tiga Agama di AS

    7cloud.asia – Pemimpin agama dari tiga agama Ibrahim, agama-agama yang prinsip dasar kepercayaannya adalah monoteistis, atau bertuhankan satu yaitu Islam, Kristen dan Yahudi bertemu dalam buka puasa lintas agama ala Indonesia.

    Dalam buka puasa lintas agama yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC, Kamis (13/4/2023) malam waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia itu, mereka menyampaikan pesan yang mencerahkan. 

    Berbagai tokoh dan perwakilan instansi pemerintah Amerika, asosiasi kemasyarakatan dan swasta, para duta besar negara-negara Islam dan ASEAN, serta beberapa pejabat tinggi Indonesia yang sedang menghadiri acara tahunan IMF/Bank Dunia Spring Meeting ikut hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

    Diwawancarai VOA, Direktur Imam Mohamed Magid, Executive Religious Director of All Dulles Area Muslim Society Center di Sterling, Virginia, mengatakan sangat gembira diundang dalam acara buka puasa ini.

    “Merupakan hal yang luar biasa kita dapat berbuka puasa di KBRI Indonesia yang terkenal ramah tamah, ditambah lagi dengan kehadiran tokoh dan pemimpin agama lain, terutama agama Islam, Kristen dan Yahudi, yang nanti akan sama-sama bicara tentang keragaman, keunikan dan kesamaan agama-agama Ibrahim ini.”

    Baca: Makna mudik tak sekadar sungkeman

    Imam Magid, demikian panggilan akrabnya, yang mengenakan baju batik tangan panjang berwarna biru kehijauan yang dibelinya ketika datang ke Jakarta bersama Presiden Barack Obama pada November 2010 lalu, menambahkan “acara ini benar-benar merefleksikan Indonesia, negara yang sangat indah, toleran, dan dikenal menerima orang lain dengan tangan terbuka.”

    Hal senada disampaikan Rabi David Saperstein, pemimpin komunitas Yahudi yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa Amerika Untuk Kebebasan Beragama Internasional.

    “Setiap kali diundang untuk datang dan bicara, saya dan komunitas kami merasa senang karena hubungan khusus kami dengan Indonesia. Komunitas masyarakat Yahudi sangat gembira dapat berbagi pengalaman, terutama karena tahun ini sangat istimewa mengingat kita merayakan hari besar di waktu bersamaan, yaitu Passover yang dirayakan warga Yahudi, Paskah yang dirayakan warga Kristen, dan Ramadan yang dijalankan warga Muslim. Ketiganya memperbarui kembali semangat spiritualitas kita bersama,” ujarnya.

    Pastur Senior Bruce Mitchell juga menyampaikan hal yang sama ketika berbicara dalam acara ini.

    Duta Besar Indonesia Untuk Amerika Rosan Roeslani menggarisbawahi urgensi acara seperti berbuka puasa bersama, atau dialog antar-keagamaan untuk menghadirkan Indonesia yang damai, toleran, saling menghormati.

    “Ini merupakan buka puasa bersama yang kami langsungkan setelah tiga tahun perebakan luas COVID-19. Jadi ketika kami memberitahu akan ada acara ini, banyak sekali tokoh yang ingin hadir, tetapi kami tetap harus membatasi,” tambahnya.

    Baca: Peran sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Rosan Roeslani juga memuji kebijakan baru beberapa kota di Amerika yang menjadikan Hari Raya Idulfitri sebagai hari libur sekolah, sehingga memberi kesempatan pada siswa-siswa Muslim untuk menjalankan ibadah hari besar mereka tanpa dihitung sebagai absen sekolah.

    “Saya menyambut baik karena ini menunjukkan kebesaran hati banyak pihak untuk mulai memahami Islam secara lebih luas, lebih dalam, lebih saling menghormati; dan ini yang harus terus disosialisasikan ke depan,” ujarnya.

    Dalam perspektif “agama Ibrahim,” maka agama Yahudi, Kristen dan Islam dinilai datang dari Tuhan melalui seorang rasul dan nabi pilihan yang membawa misi yang sama, yaitu tauhid atau monoteisme. Lewat ceramah singkat ketiga tokoh agama yang hadir dalam acara ini, disampaikan bahwa Yahudi diturunkan melalui Musa, Nasrani atau Kristen melalui Isa, dan Islam melalui Muhammad.

    Kedekatan ketiga agama itu tampak ketika ketiga utusan itu bertemu pada Ibrahim dan sama-sama mengakui Ibrahim sebagai “the foundation father’s” atau bapak para nabi, bagi agama tauhid, yang mengakui satu Tuhan.

    “Interfaith Iftar” ini diakhiri dengan doa dan buka puasa bersama, yang menyajikan berbagai makanan khas Indonesia, antara lain kambing guling yang disajikan secara utuh, ayam suwir Bali, sate ayam dan kambing, rendang, mie bakso hingga bubur sumsum. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • Kontroversi Kelanjutan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Kontroversi Kelanjutan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

    7cloud.asia – Pemerintah Indonesia tengah dihadapkan pada membengkaknya biaya proyek atau cost overrun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun.

    Untuk pinjaman, China mematok bunga utang sebesar 3,4 persen, jauh lebih tinggi dari harapan pemerintah Indonesia sebesar 2 persen. Di samping itu, China juga meminta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai jaminan dari pinjaman utang proyek kereta cepat Jakarta Bandung itu, yang diberikan China Development Bank sebesar 560 juta dolar AS atau Rp8,3 triliun. 

    Sejauh ini pemerintah belum mengiyakan permintaan China ini. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan tuntutan pemerintah China tak bisa langsung dipenuhi.

    Luhut lalu menawarkan alternatif dengan penjaminan utang melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII untuk menutup cost overrun proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

    “Masih ada masalah psikologis, kemarin mereka (China) mau dari APBN, tetapi kita jelaskan kalau dari APBN itu prosedurnya jadi panjang makanya mereka juga sedang pikir-pikir. Kami dorong melalui PT PII karena ini struktur yang baru dibuat pemerintah Indonesia sejak 2018,” beber Luhut, Rabu (12/4/2023).

    Wakil Ketua DPR bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat Abdul Muhaimin Iskandar mendukung sikap Luhut yang menolak permintaan China yang ingin pinjaman utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dijamin APBN.

    “Saya kira bagus (keputusan Luhut menolak permintaan China jadikan APBN sebagai penjamin utang Kereta Cepat Jakarta Bandung. Risikonya terlalu besar kalau sampai APBN kita tersandera,” kata  Gus Muhaimin dikutip Parlementaria. 

    Baca: Dua alasan untuk segera beralih ke mobil listrik

    Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, pemerintah harus lebih tegas dan memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung benar-benar business to business (B2B), sehingga seharusnya tidak membebani APBN sama sekali.

    “Yang perlu dipastikan itu proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung itu seharusnya B2B, saya kira cukup lah dana PMN disuntikkan, jangan lagi bebani APBN lagi sebagai penjamin utang,” tegas Gus Muhaimin.

    Sementara Ketua Komisi V DPR Lasarus mengkritisi permintaan China yang menginginkan APBN menjadi jaminan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

    Ia menilai pemerintah kurang cermat karena tidak mengantisipasi munculnya tuntutan pemerintah China terkait proyek kereta cepat tersebut.

    “Saya rasa ini terjadi karena pemerintah kita, menurut saya tidak cermat di awal sehingga membuat China berani menekan kita untuk meminta jaminan dari APBN untuk proyek kereta cepat ini,” ujar Lasarus Senin (17/4/2023)  seperti dikutip Parlementaria,

    Karena itu, Lasarus mengatakan pemerintah harus tegas dalam menghadapi permintaan China itu. Di sisi lain, pemerintah harus komitmen pada kesepakatan yang ada sebelum proyek ini KCJB dijalankan.

    “Pemerintah Indonesia sudah biasa melakukan pinjaman luar negeri untuk berbagai kegiatan pembangunan di Indonesia, dan harusnya skema pengembaliannya seperti apa dibicarakan dari awal. Tidak seperti sekarang, ketika keretanya sudah selesai, baru dibicarakan skema utang,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan agar pemerintah tidak membebani APBN sebagai jaminan utang proyek kereta cepat atau KCJB ini, sebab dipastikan akan memberikan risiko yang besar bagi keberlanjutan APBN yang kemudian berdampak pada ekonomi nasional.

    “Saya tidak setuju dengan skema itu. Karena harusnya di skema pengembalian ada masa konsesi yang diberikan, nah di masa itulah kita berikan skema pengembalian,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

     

    Analisis

    Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diinisiasi perintah melalui konsorium BUMN dan China International Railway. Kereta cepat pertama di Indonesia ini akan menempuh jarak 142,3 kilometer berawal di Halim ke Tegalluar, Cimahi Jawa Barat.

    Kereta Cepat Jakarta Bandung diharapkan bisa menjawab pergerakan warga Jakarta bandung dengan cepat. Dengan kecepatan rata-rata 250 km/jam, maka jarak Jakarta Bandung bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu.

    Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung dimulai pada tahun 2015 dan diperkirakan selesai pada tahun 2020 namun karena sejumlah kendala hingga saat ini belum sepenuhnya rampung.  

    Dalam Analisis Ekonomi dan Finansial Kereta Cepat Jakarta – Bandung yang disusun Oldebes Temy Giantara, Aleksander Purba dan Dwi Herianto dari Jurusan Teknil Sipil Universitas Lampung pada 2018 mengungkap sebagai berikut: 

    1. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung dapat dikatakan dari segi analisis ekonomi karena PP tidak memenuhi syarat, dari segi analisis finansial proyek ini dapat dikatakan layak karena BCR dan PP memenuhi syarat, namun jika dari segi analisis ekonomi digabung dengan finansial proyek sangat bisa dikatakan layak karena NPV dan BCR sudah memenuhi syarat sejak tahun pertama.

    2. Jika dilihat dari hasil perhitungan PP di mana pengembalian dana mencapai puluhan tahun, dapat membuat para investor menjadi ragu, namun untuk pemerintah melihat dari segi gabungan antara ekonomi dan finansial karena berdampak juga terhadap masyarakat yang di mana tugas pemerintah menyediakan transportasi yang murah, cepat, dan efektif.

    3. Dari hasil perbandinganan antara manfaat (benefit) dan biaya (cost) dari pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung ini dapat disimpulkan bahwa pembangunan infrastruktur ini layak untuk dibangun dan direncanakan akan beroperasi pada tahun 2020.

    Namun demikian peneliti mengakui hasil analisa ini belum mencerminkan hasil yang sesungguhnya, sehingga membutuhkan kajian yang lebih mendalam dan lebih komprehensif berdasarkan kondisi ekonomi dan geografis setempat

    Saran yang dapat diberikan dari analisis ekonomi dan finansial kereta cepat Jakarta – Bandung yang dilakukan ketiganya menyebut perencanaan pembangunan infrastruktur kereta cepat Jakarta – Bandung dapat diusulkan untuk dibangun yang merupakan suatu inovasi berteknologi tinggi dalam rangka meningkatkan peranan perkeretaapian guna meningkatkan mobilitas penduduk dan perekonomian di daerah Jakarta dan Bandung.

     

  • Pro Kontra Penggunaan Ganja untuk Pengobatan, Ini Penjelasannya

    Pro Kontra Penggunaan Ganja untuk Pengobatan, Ini Penjelasannya

    7cloud.asia – Penggunaan ganja untuk pengobatan (medis) ramai menjadi perbincangan  setelah viralnya seorang ibu dengan anak penderita cerebral palsy mendesak pemerintah segera melegalkan ganja untuk terapi medis.

    Santi Warastuti, nama perempuan tersebut bersama sejumlah orang tua pasien dengan anak cerebral palsy, telah mengajukan gugatan uji materi UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika ke Mahkamah Konstitusi. 

    Santi dan para penggugat lainnya menjadikan pengalaman Dwi Pertiwi sebagai dasar tuntutan mereka agar penggunaan ganja untuk pengobatan dilegalkan. Dari pengalaman Dwi Pertiwi, penggunaan ganja efektif sebagai terapi untuk mencegah putranya yang juga mengidap cerebral palsy mengalami kejang. 

    Dwi menuturkan, kejang yang sering dialami penderita cerebral palsy ibarat stroke yang dialami orang dewasa. Setelah kejang, sebagian sel-sel di otak pasien cerebral palsy mengalami kerusakan. Sehingga mencegah kejang akan membuat kondisi pasien cerebral palsy akan menjaid lebih baik. 

    Dwi Pertiwi pernah menerapkan terapi ganja ini saat dia bermukim di Australia, setelah negara itu melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis pada 2010. Saat itu kondisi Musa membaik. Namun terapi ini tak bisa dilanjutkan setelah ia kembali ke Tanah Air sehingga kondisi Musa memburuk dan kemudian meninggal dunia.

    Penggunaan ganja untuk terapi medis juga dilakukan aktor senior Tio Pakusadewo setelah dirinya mengalami stroke. Namun, akhirnya Tio harus menghentikan terapi ganja ini karena ia dinilai melanggar hukum. 

    Meski pengalaman dari banyak orang telah membuktikan manfaat ganja sebagai pereda rasa sakit dan kejang, pengetahuan mengenai efek ganja medis terutama pada anak-anak dan remaja dengan kondisi kronis masih terbatas.

    Hal inilah yang memicu pro kontra mengenai pelegalan ganja untuk keperluan medis. Sebenarnya, benarkah ganja memang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan? 

    Baca: Polusi udara sebabkan 7 juta kematian dini setiap tahun

    Dikutip ugm.ac.id, Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menjelaskan bahwa  ganja bisa digunakan untuk terapi atau obat karena di dalamnya mengandung beberapa komponen fitokimia yang aktif secara farmakologi.

    Ganja mengandung senyawa cannabinoid yang di dalamnya terdiri dari berbagai senyawa lainnya. Yang utama adalah senyawa tetrahydrocannabinol (THC) yang bersifat psikoaktif.

    “Psikoaktif artinya bisa memengaruhi psikis yang menyebabkan ketergantungan dan efeknya ke arah mental,” jelasnya.

    Lalu senyawa lainnya adalah cannabidiol (CBD) yang memiliki aktivitas farmakologi, tetapi tidak bersifat psikoaktif. CBD ini dikatakan Zullies memiliki efek salah satunya adalah anti kejang.

    Ia menuturkan bahwa CBD ini telah dikembangkan sebagai obat dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) di Amerika. Misalnya epidiolex yang mengandung 100 mg/mL CBD dalam sirup. Obat ini diindikasikan untuk terapi tambahan pada kejang yang dijumpai pada penyakit Lennox-Gastaut Syndrome (LGS) atau Dravet syndrome (DS), yang sudah tidak berespons terhadap obat lain.

    “Di kasus yang viral untuk penyakit Cerebral Palsy, maka gejala kejang itulah yang akan dicoba diatasi dengan ganja,” ucapnya.

    Zullies menjelaskan CBD  yang dikandung ganja memang telah teruji klinis dapat mengatasi kejang.  Kendati begitu untuk terapi antikejang yang dibutuhkan adalah CBD-nya, bukan keseluruhan dari tanaman ganja.

    Sebab, ganja jika masih dalam bentuk tanaman maka masih akan bercampur dengan THC. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai efek samping pada mental pada orang yang diterapi.

    “Dikatakan ganja medis, istilah medis ini mengacu pada suatu terapi yang terukur dan dosis tertentu. Kalau ganja biasa dipakai, missal dengan diseduh itu kan ukurannya tidak terstandarisasi, tapi saat dibuat dalam bentuk obat bisa disebut ganja medis,” paparnya.

    Guru Besar Fakultas Farmasi UGM ini menuturkan jika ganja bukanlah satu-satunya obat untuk mengatasi penyakit termasuk cerebral palsy.  Namun, masih ada obat lain yang dapat digunakan untuk mengatasi kejang.

    “Ganja bisa jadi alternatif namun bukan pilihan pertama karena ada aspek lain yang harus dipertimbangkan. Namun jika sudah jadi senyawa murni seperti CBD, terukur dosisinya dan diawasi pengobatannya oleh dokter yang kompeten itu tidak masalah,” tegasnya.

    Lalu terkait legaliasai ganja medis, Zullies mengungkapkan obat yang berasal dari ganja seperti Epidiolex bisa menjadi legal ketika didaftarkan ke badan otoritas obat seperti BPOM dan disetujui untuk dapat digunakan sebagai terapi.

    “Menurut saya, semestinya bukan melegalisasi tanaman ganja-nya karena potensi untuk penyalahgunaannya sangat besar. Siapa yang akan mengontrol takarannya, cara penggunaannya, dan lainnya walaupun alasannya adalah untuk terapi,” urainya.

    Lebih lanjut ia mengatakan untuk penggunaan ganja medis ini dapat melihat dari obat-obatan golongan morfin.  Morfil juga berasal dari tanaman opium dan menjadi obat legal selama diresepkan dokter. Selain itu, digunakan sesuai indikasi seperti nyeri kanker yang sudah tidak respons lagi terhadap analgesik lain dengan pengawasan distribusi yang ketat.

    “Tanamannya yakni opium tetap masuk dalam narkotika golongan 1 karena berpotensi penyalahgunaan yang besar, begitupun dengan ganja. Oleh sebab itu, semestinya yang dilegalkan bukan tanaman ganja itu , tetapi obat yang diturunkan dari ganja dan telah teruji klinis dengan evaluasi yang komperehensif akan risiko dan manfaatnya,” pungkasnya.

    Esti Utami, dari berbagai sumber.

  • PRT Infal, Bukti Besarnya Peran PRT dalam Ekonomi Keluarga

    PRT Infal, Bukti Besarnya Peran PRT dalam Ekonomi Keluarga

    7cloud.asia – Mendekati Lebaran, iklan mencari pekerja rumah tangga (PRT) infal bertebaran di media sosial. Upah yang ditawarkan kepada mereka yang bersedia menjadi PRT infal ini cukup menggiurkan yakni Rp 200-300 ribu sehari dengan masa kerja 5-10 hari. 

    Kejadian seperti ini terjadi hampir setiap kali Lebaran tiba. Ketika PRT mudik, saat itulah para pemberi kerja baru menyadari betapa mereka selama ini sangat terbantu oleh keberadaan PRT.

    Pada saat itulah mereka bersedia membayar mahal yang mau menggantikan sementara PRT yang pulang kampung. Padahal, sebelum itu pekerjaan rumah tangga yang sehari-hari dikerjakan PRT dianggap sepele.

    Tak berlebihan jika Associated Professor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi UGM, Poppy Ismalina mengatakan bahwa kehadiran jutaan PRT berkontribusi tidak langsung pada produktivitas Nasional.

    Kerja-kerja PRT, ujarnya, mendorong bergeraknya sektor formal. Kerja-kerja PRT telah membuat para majikan mereka bisa meniti karier di sektor formal sekaligus menggerakkan ekonomi nasional. 

    “Tanpa PRT maka roda perekonomian dan GDP Indonesia akan terganggu,” ujar Poppy dalam talkshow bertajuk “Kontribusi PRT dalam Produktivitas Nasional” yang digelar TV Desa secara daring pada Senin (16/1/2023) lalu.

    Baca: Setidaknya 55 orang tewas akibat konflik agraria dalam 5 tahun terakhir

    Poppy menambahkan, hingga saat ini masih banyak pemberi kerja yang tidak menyadari peran penting PRT dalam aktivitas harian mereka. Padahal keberadaan PRT, tak hanya membuat para pemberi kerja/majikan bisa fokus bekerja di sektor publik tapi juga menekan pengeluaran mereka. 

    “Tanpa PRT, biaya pengamanan rumah, pengasuhan dan penitipan anak, pembelian peralatan housing juga akan lebih mahal,” jelas Poppy.

    Sayangnya lagi, lanjut Poppy, peran penting ini masih dianggap remeh. Bahkan sampai saat ini para PRT bekerja tanpa perlindungan hukum. Mereka belum diakui sebagai pekerja dan belum diakui dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia. 

    RUU Perlindungan PRT yang telah diperjuangkan sejak 1999 hingga kini belum kunjyng disahkan, meski dalam beberapa bulan ada kemajuan yang signifikan. 

    Poppy menegaskan, memberi perlindungan kepada para PRT yang jumlahnya diperkirakan mencapai 5 juta orang melalui UU PPRT akan mendorong produktivitas secara nasional.

    “Pengesahan UU PPRT akan meningkatkan produktivitas nasional karena kehadiran PRT memungkinkan sektor formal bergerak. Tanpa PRT, daya beli rumah tangga akan turun dan pertumbuhan ekonomi terganggu,” tegas Poppy.

    Baca: Mungkinkah seksisme di industri film dihapus?

     

    Poppy menegaskan, tanpa UU PPRT, Perekonomian Indonesia bisa disebut tumbuh berbasis eksploitasi atas para pekerja rumah tangga karena menutup mata terhadap derita PRT yang rawan bekerja dalam situasi perbudakan modern.

    Data Jaringan Advokasi Nasional untuk PRT (Jala PRT) menunjukkan rata-rata ada 1500 kekerasan terhadap PRT dalam setahun. Artinya setiap hari ada 3-4 PRT dilaporkan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi kerja. Selain itu, mayoritas PRT tidak memiliki jaminan sosial.

    “Pengakuan profesi PRT, kepesertaan ke BPJS dan adanya perjanjian kerja akan menjadi modal penting bagi PRT untuk bisa  tenang bekerja mengatasi kemiskinan yang melilit keluarga mereka,” sambung Poppy .

    Poppy menambahkan, PRT menjadi pilihan banyak orang yang kurang beruntung. Rendahnya pendidikan tenaga kerja di Indonesia, di mana 50 persen penduduk hanya lulusan SD dan tidak trampil, PRT menjadi pilihan yang memungkinkan. Untuk itu Negara harus membangun sistem yang melindungi mereka.

     

  • Jelang Pemilu 2024: Pentingnya Kamu Mengenali Caleg di Daerahmu

    Jelang Pemilu 2024: Pentingnya Kamu Mengenali Caleg di Daerahmu

    7cloud.asia – Jelang pelaksanaan Pemilu 2024, percakapan ruang publik terkait kontestasi pemilihan umum legislatif atau pileg dinilai masih rendah. Pembahasan seputar Pemilu 2024 cenderung didominasi oleh kontestasi calon presiden dan calon wakil presiden, sementara pembahasan calon legislatif (caleg) kurang diperhatikan.

    Padahal, pileg dengan caleg yang akan terpilih didalamnya akan sangat menentukan kualitas dan kompetensi wakil rakyat untuk mengawasi kinerja lembaga eksekutif.

    Ketua Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi mengatakan, jelang Pemilu 2024 masyarakat lebih suka mendiskusikan pemilu presiden (pilpres) ketimbang pileg.

    Jojo melihat, salah satu penyebabnya karena dalam Pemilu 2024 ini, pilpres dan pileg  berlangsung secara bersamaan. Secara tidak langsung, hal ini akan membuat fokus masyarakat dapat mudah teralihkan.

    Untuk caleg sendiri, saat ini masih dalam proses pendaftaran baik untuk tingkat pusat maupun tingkat provinsi dan kota. Penetapan caleg akan dilakukan pada Oktober 2023 mendatang.

    Baca: 66 Orang tewas akibat konflik agraria di sejumlah daerah di Indonesia

    Jojo mengutip hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengenai Pemilu 2019 yang menemukan bahwa 70 persen percakapan publik soal Pemilu 2024 didominasi pembahasan pilpres. Ini membuat pileg tidak mendapatkan ruang yang cukup dalam diskursus publik.

    ”Dalam survei (LSI) juga menemukan hanya 25 persen pemilih yang mengenal calon legislatif (caleg) di daerah pemilihannya. Para caleg ini masih diabaikan dan belum dipertimbangkan secara kritis oleh masyarakat,” ujar Jojo dalam diskusi ”Kenali dan Kritisi Daftar Calon Sementara Legislatif untuk Pemilu 2024” yang digelar secara daring, Sabtu (15/4/2023).

    Berdasarkan pengalaman di Pemilu 2019, pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara juga didominasi oleh mereka yang datang untuk memilih pasangan capres-cawapres ketimbang caleg. Ini karena banyak pemilih yang tidak mengenal caleg pilihan mereka.

    Menurut Jojo, mendorong masyarakat untuk memilih caleg yang tidak dikenalinya merupakan tindakan yang tidak etis dan tak bermoral. Masyarakat perlu kritis dan mengenali caleg di daerah pemilihan masing-masing.

    Baca: Buka puasa ala Indonesia mampu satukan tokoh tiga agama di AS

    Mereka perlu mempertimbangkan apakah caleg pernah terlibat kasus korupsi, perusakan lingkungan, ujaran kebencian, dan lain sebagainya. Apalagi di era digital seperti sekarang, informasi mengenai kandidat dan prosedur pemilihan tersedia secara memadai.

    Para pemilih bisa memantau kinerja para caleg drai pemberitaan media pun akun media sosial mereka. 

    Selain itu para caleg yang sudah ditetapkan juga akan diminta untuk memublikasikan biodata atau daftar riwayat hidupnya. Dalam biodata itu juga dilampirkan motivasi, program, visi, dan misi setiap caleg saat terpilih sebagai anggota DPR, DPRD atau DPD. Ini bisa menjadi pertimbangan para pemilih saat memberikan suaranya kelak.

    Dosen ilmu politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman, menuturkan, minimnya perhatian publik menjadi tantangan tersendiri untuk para caleg. Mereka perlu memanfaatkan momentum sebelum masa kampanye untuk menyosialisasikan diri masing-masing tanpa harus melanggar aturan dalam pemilu.

    ”Partai politik sebagai payung para caleg juga perlu mengambil peran dalam menyosialisasikan kandidatnya. Perlakuan kepada setiap caleg harus setara tanpa mengutamakan kandidat-kandidat tertentu. Jadi, tidak hanya caleg bermodal finansial besar saja yang disorot, tetapi juga caleg kompeten tanpa modal ekonomi besar,” katanya seperti dikutip Kompas.id

  • Sisa Perayaan Lebaran yang Tak Ramah Bagi Lingkungan

    Sisa Perayaan Lebaran yang Tak Ramah Bagi Lingkungan

    7cloud.asia – Hari raya Idul Fitri atau Lebaran tinggal menghitung hari. Dalam beberapa hari terakhir masyarakat disibukkan dengan tradisi mudik yang diperkirakan melibatkan jutaan orang. Sebuah aktifitas yang cukup masih dan punya dampak besar pada lingkungan.

    Masyarakat Indonesia merayakan Idulfitri atau Lebaran dengan kegiatan saling berkunjung ke rumah kerabat maupun teman untuk saling memaafkan.

    Semarak Lebaran juga berlangsung sejak beberapa hari sebelum dan setelahnya, misalnya aktivitas pemudik yang memadati jalanan ataupun transportasi umum. Beberapa daerah turut mengadakan pesta kembang api pada semalam sebelum Idulfitri untuk menandai Ramadan yang berakhir.

    Sayangnya di balik kesemarakan ini, Idul Fitri yang seharusnya dirayakan dengan kegiatan baik justru bisa berdampak buruk terhadap lingkungan.

    Kita perlu mencegah dampak tersebut agar aktivitas menyambut Idul Fitri atau  Lebaran lebih ramah lingkungan sehingga sesuai dengan tujuan hakikinya, yaitu kembali ke fitrah atau kesucian.

    Baca: Tips Mudik Ramah Lingkungan

    Berikut beberapa cara perayaan Lebaran yang kurang memperhatikan dampak bagi lingkungan.

    1. Sisa makanan

    Laporan dari The Economist Intelligence Unit (EIU); divisi riset dan analisis dari perusahaan media asal Inggris, The Economist, pada 2017 menyatakan Indonesia menjadi negara peringkat kedua dalam hal membuang makanan. Arab Saudi menempati peringkat pertama. Amerika Serikat peringkat ketiga.

     

    Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, sampah makanan yang dihasilkan menyumbang 46,75% dari total sampah Indonesia. Limbah makanan ini menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 213-531 triliun per tahun, atau 5% dari produk domestik bruto Indonesia.

    Limbah makanan yang tidak terkelola dengan baik juga dapat menimbulkan masalah kesehatan karena menjadi tempat berkembang biaknya kuman serta mengundang hewan liar yang mengkonsumsi limbah tersebut. Organisme ini dapat membawa penyakit bisa menular dari hewan ke manusia atau biasa disebut zoonosis.

    Sisa makanan yang membusuk juga mengeluarkan gas metana (CH4), salah satu gas rumah kaca. Emisi gas metana yang berlebihan amat berbahaya karena bisa memerangkap panas 25 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida atau CO2.

    Jumlah limbah makanan yang fantastis ini terjadi karena beberapa sebab, antara lain kurangnya pengetahuan untuk mengelola makanan dengan baik ataupun penyimpanannya. Ada juga karena perilaku belanja berlebihan, ataupun kebiasaan memasak makanan dalam jumlah banyak.

    Pemerintah seharusnya mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang makanan dengan melakukan berbagai kampanye.

    Misalnya, kampanye untuk tidak boros saat berbelanja atau memproduksi makanan berlebih yang berisiko meningkatkan limbah dan gas rumah kaca.

    Pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk mengelola distribusi makanan bagi orang yang membutuhkan.

    Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang dermawan. Supaya lebih bermanfaat, sifat ini dapat dikelola dengan lebih profesional.

    2. Penggunaan kendaraan pribadi

    Ancaman kedua terhadap lingkungan akibat perayaan Lebaran yang tak ramah lingkungan adalah meningkatnya polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan.

    Saat lebaran, mobilitas masyarakat meningkat tajam. Kemacetan tidak hanya terjadi di kota, tapi di banyak tempat di desa-desa. Arus mudik juga memindahkan polusi dari kota besar ke daerah pinggiran kota.

    Penggunaan alat transportasi secara masif dan bersamaan akan meningkatkan polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan solar. Meski tak berlangsung lama, tren ini tetap membahayakan kesehatan maupun lingkungan..

    Pembakaran mesin maupun gesekan ban dengan jalanan turut mengeluarkan karbon monoksida, partikel debu berukuran 10 (PM10) – atau lebih kecil lagi – 2,5 mikron (PM2,5).

    Keduanya berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan gangguan pernapasan, mengurangi angka harapan hidup, bahkan mengganggu kesehatan mental.

    Selain dampak kesehatan, asap kendaraan juga melepaskan CO2 dan metana yang bisa memperparah perubahan iklim.

    Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih baik dengan menyediakan transportasi publik yang ramah lingkungan dan nyaman.

    Pemerintah seyogianya perlu mengurangi perhatian terhadap produsen kendaraan pribadi dengan alasan pertumbuhan ekonomi, tapi mengabaikan pelestarian lingkungan.

    Pemerintah pusat maupun daerah perlu merumuskan aturan jelas mengenai transportasi publik dan kenyamanan masyarakat. Harapannya, momen hari raya menjadi momentum perubahan perilaku ke arah yang lebih ramah lingkungan.

    3. Limbah pakaian

    Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Lebaran identik dengan baju baru. Tek heran jika kemudian dikenal istilah baju Lebaran.

    Survei oleh perusahaan riset dan polling global, YouGov, pada 2022 menyatakan 81% masyarakat Indonesia menggunakan uang tunjangan hari raya atu THR mereka untuk membeli baju baru.

    Pusat-pusat perbelanjaan, platform e-commerce, ataupun toko pakaian acap memanfaatkan momen ini dengan mengobral diskon. 

    Namun, di tengah kondisi iklim yang berubah dan situasi pencemaran di Indonesia saat ini, kita perlu berpikir ulang. Apakah kebiasaan ini layak diteruskan?

    Tradisi baju baru dapat mengarah pada penumpukan sampah. Survei dari Yougov pada 2017 menyatakan sekitar 66% responden Indonesia membuang satu baju setiap tahun. Ada juga 25% responden yang setiap tahunnya membuang 10 helai baju.

    Selain mubazir, kebiasaan membeli baju baru juga bisa memperparah dampak lingkungan dari industri tekstil. Sektor ini bertanggung jawab atas 6-8% emisi gas rumah kaca di bumi karena masifnya penggunaan energi untuk pemrosesan garmen dan tekstil.

    Di Indonesia, limbah tekstil mencapai jutaan ton setiap tahun. Aktivitas produksi juga masih mengotori sungai-sungai di tanah air, seperti Sungai Citarum di Jawa BaratSungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, dan Sungai Brantas di Jawa Timur.

    4. Kembang api

    Perayaan dengan petasan dan kembang api sering kali membuat masyarakat takjub, tapi hal ini bersifat semu. Sebab, rasa ini hanya berlangsung sebentar dibandingkan kerusakan lingkungan jangka panjang yang ditimbulkan.

    Petasan dan kembang api mengandung zat kimia seperti logam berat, karbon, mesiu dan bahan bahan kimia lainnya. Asap yang ditimbulkan dari petasan dan kembang api menimbulkan polusi dan membahayakan saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Partikel-partikel petasan dan kembang api yang jatuh ke tanah dapat merusak tanaman dan mencemari air.

    Dampak lainnya dari kembang api adalah mengganggu kehidupan satwa liar terutama burung-burung dan satwa arboreal yaitu hewan yang tinggal di pohon-pohon.

    Gangguan suara yang ditimbulkan oleh petasan dan kembang api juga diderita oleh hewan domestik yang sensitif terhadap frekuensi suara, seperti anjing dan ayam.

    Idulfitri atau Lebaran adalah momentum kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan. Mari kita merayakan lebaran dengan berperilaku bijak, bukan hanya pada sesama manusia tapi juga pada alam semesta.

    Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin.

    Sumber: The Conversation baca artikel asli di sini

  • Tips Mudik Ramah Lingkungan: Mulai dari Mengurangi Sampah yang Dihasilkan

    Tips Mudik Ramah Lingkungan: Mulai dari Mengurangi Sampah yang Dihasilkan

    7cloud.asia – Menyambut masa mudik Lebaran tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk bijak dalam mengelola sampah yang mereka hasilkan.
     
    KLHK mengimbau pemudik tak hanya membuang sampah pada tempatnya tetapi juga mengendalikan sampah yang dihasilkan. Dengan kata lain KLHK mengajak pemudik untuk bersikap lebih ramah lingkungan.
     
    “”Kami mengimbau masyarakat walaupun dalam suasana hati yang senang, penuh kemenangan, dan merayakan Hari Raya Idul Fitri, tapi jangan lupa untuk merayakannya dengan mengendalikan sampahnya, termasuk membatasi sampah yang dihasilkan, pakailah produk-produk yang recyclable dan juga jangan plastik sekali pakai,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati saat meninjau  fasilitas pemilahan sampah di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (18/4/2023). 
     
    Vivien mengatakan, selama arus mudik Lebaran 2023 ini, KLHK bakal fokus menangani timbunan sampah yang dihasilkan oleh para pemudik di wilayah Sumatra dan Jawa-Bali.

    Menurutnya, Pulau Sumatera dan Jawa-Bali memiliki jumlah pemudik paling banyak ketimbang wilayah lain di Indonesia.

     

    “Padat sekali (pemudik) dan kami juga khawatir di rest area akan membludak sampahnya,” kata Vivien 
     

     

    KLHK memproyeksikan jumlah timbunan sampah mencapai 49.520 ton selama rentang dua pekan arus mudik dan arus balik Lebaran 2023.

     

    Timbunan sampah tersebut berasal dari sisa makanan, sampah plastik kemasan makanan dan minuman yang ada pada setiap titik pemberhentian ataupun di sepanjang jalur mudik.

     

    Untuk menangani sampah selam arus mudik Lebaran 2023 ini, KLHK telah meluncurkan Surat Edaran Menteri LHK Nomor 02 Tahun 2023 tentang Pengendalian Sampah Dalam Rangkaian Kegiatan Hari Raya Idul Fitri 2023.

     

    Surat edaran ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah (pemda) dalam melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah guna mengurangi timbunan sampah ke tempat pemroses akhir. 

    Surat itu sekaligus untuk memperkuat partisipasi publik dalam mengurangi sampah melalui pelaksanaan Ramadan Minim Sampah, Idul Fitri Minim Sampah, dan Mudik Minim Sampah. kemudian memperkuat komitmen dan peran aktif pelaku usaha dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah. 

     

    Surat edaran itu juga bertujuan melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah, melakukan komunikasi, menyebarkan informasi, dan melaksanakan edukasi kepada masyarakat dan media massa terkait pengelolaan sampah melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial, selama rangkaian bulan suci Ramadhan, mudik, dan Hari Raya Idul Fitri.

     

    “Kami mengadakan kampanye, pengumuman juga kami sebarkan di seluruh rest area untuk tetap menjaga sampahnya,” pungkas Vivien.

    Nah buat kamu yang ingin mudik tanpa menambah sampah yang dihasilkan, berikut 7cloud.asia rangkumkan tips mudik yang ramah lingkungan, jadi ini nggak cum asoal sampah tapi juga soal hemat BBM.
     
    1. Tidak menggunakan plastik sekali pakai dan tisu

    Salah satu langkah “kunci” untuk melaksanakan mudik ramah lingkungan yakni dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan kertas tisu. Kedua benda tersebut dapat memicu produksi sampah secara berlebih yang lantas mencemari lingkungan sekitar. Sebagai gantinya, cobalah untuk membawa tas belanja, sapu tangan, atau handuk kecil ketika hendak melakukan perjalanan pulang kampung.

    2. Bawa bekal makanan

    Membawa bekal makanan dan minuman sendiri saat mudik, tak hanya bersahabat untuk kantong kamu juga dapat mengurangi volume sampah yang kamu hasilkan. Tapi, kamu juga harus ingat untuk tidak membungkus bekal makanan yang kamu bawa dengan menggunakan plastik sekali pakai atau kemasan styrofoam.

    Gantikan dengan rantang ataupun box makanan yang kini banyak tersedia di pasaran. Alih-alih membeli minuman kemasan, lebih baik kamu siapkan minum dalam tumbler.  

    3. Bawa alat makan sendiri  
    Cobalah untuk membawa peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan botol minum milikmu sendiri. Selain lebih higienis, membawa peralatan makan sendiri juga dapat menghindari kita dari penggunaan alat makan sekali pakai berbahan plastik.
     
    4. Sediakan kantung sampah dari rumah

    Jangan pernah membuang sampah sembarangan, termasuk saat mudik. Ini berlaku untuk baik untuk sampah organik maupun anorganik. Selama arus mudik Lebaran, jutaan orang melakukan perjalanan. Bayangkan jika semua membuang sampah sembarangan, bagaimana kotornya jalur mudik. 

    Jadi sebelum berangkat sediakan kantong sampah, akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan dua kantung untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Membawa kantong sampah akan memudahkan kamu saat kesulitan menemukan tempat sampah selama perjalanan.  

    5. Gunakan angkutan umum 

    Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, cobalah untuk menggunakan angkutan umum agar mudik kamu lebih ramah lingkungan. Menggunakan angkutan umum dapat membantu mengurangi jumlah polusi udara yang timbul akibat penggunaan kendaraan pribadi lho!

    6. Merencanakan rute mudik 

    Agar perjalanan mudik menjadi lebih efektif dan efisien, rencanakan rute perjalanan dengan sebaik-baiknya. Dengan merencanakan rute perjalanan, kamu dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang artinya dapat mencegah produksi emisi karbon berlebih.

    7. Periksa kondisi kendaraan

    Tips ini berlaku untuk mereka yang mudik dengan membawa kendaraan sendiri. Memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh wajib dilakukan sebelum mudik. Selain untuk alasan keselamatan atau mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik menyiapkan kondisi mobil juga akan membuat mudik kamu lebih ramah lingkungan.

    Kendaraan dengan kondisi mesin yang prima juga akan mengurangi emisi karbon. Jadi, begitulah tips mudik yang ramah lingkungan. Apakah sekarang kamu sudah siap untuk mudik tanpa membebani lingkungan?  

     

     

  • Sering Terjadi Perbedaan Penentuan 1 Syawal, Adakah Jalan Tengahnya?

    Sering Terjadi Perbedaan Penentuan 1 Syawal, Adakah Jalan Tengahnya?

    7cloud.asia – Penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal hampir selalu jadi perbincangan masyarakat Indonesia setiap tahunnya.

    Ramadan adalah bulan kesembilan dalam sistem penanggalan Hijriah (penanggalan Islam berdasarkan peredaran bulan terhadap Bumi). Sedangkan Syawal adalah bulan ke-10 atau setelah Ramadan.

    Bagi umat Islam, penentuan awal bulan Ramadan dan bulan Syawal cukup krusial. Sebab, hukum Islam mewajibkan ibadah puasa sejak 1 Ramadan (hari pertama puasa). Islam pun mengharamkan Muslim berpuasa pada 1 Syawal.

    Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Islam setelah bulan suci Ramadhan. Hari pertama di bulan Syawal inilah yang kita rayakan sebagai Hari Raya Idulfitri.

    Penentuan tanggal 1 Syawal  yang tepat dan akurat menjadi penting untuk memastikan ibadah sesuai dengan waktunya.

     

    Selama ini, sebagian besar umat Muslim merujuk pada penentuan awal dan akhir Ramadan dari dua sumber mainstream, yakni pemerintah – yang diikuti oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) – dan organisasi Muhammadiyah.

    NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Keduanya sering menetapkan tanggal awal dan akhir Ramadan yang berbeda karena memiliki metode penentuan yang tidak sama.

    Untuk tahun ini, Muhammadiyah telah menentukan 1 Syawal jatuh pada 21 April 2023. Sementara Kemenag menyatakan baru akan melakukan sidang isbat pada Kamis (20/4/2023).

    Untuk mengetahui mengapa perbedaan penentuan 1 Syawal sering berbeda, berikut tulisan Hazda Min Fadhli Robby dari Universitas Islam Indonesia sebagaimana dikutip di The Conversation berikut ini

    Perbedaan metode: apa dan bagaimana

    Secara umum, ada dua metode utama dalam menentukan hari raya Islam dan penanggalan Islam.

    Metode pertama adalah metode Rukyatul Hilal atau singkatnya disebut Rukyat (penglihatan).

    Dalam metode Rukyat, awal dan akhir bulan ditentukan pada penglihatan yang jelas terhadap bulan baru.

    Metode Rukyat sudah diadopsi oleh pemuka Islam sejak awal mula peradaban Islam. Sebab, kemunculan bulan baru merupakan peristiwa alami dan dapat diamati secara langsung.

    Beberapa hadis Nabi juga secara jelas mengarahkan umat untuk melakukan Rukyat. Misalnya: “berpuasalah ketika kamu melihat bulan baru (Ramadan), dan berbukalah/akhirilah bulan puasa ketika kamu melihat bulan baru (Syawal)”.

    Landasan hadis ini diadopsi secara umum oleh banyak pemerintahan negara dengan penduduk mayoritas Muslim hingga hari ini.

    Metode Rukyat dianggap lebih kuat bagi penganutnya karena bulan baru bisa dilihat dengan jelas dan sudah menjadi tradisi sejak era Nabi Muhammad. Ditambah adanya peralatan astronomi yang canggih saat ini, aktivitas Rukyat dapat berjalan dengan lebih baik.

    Metode kedua adalah metode hisab atau metode penghitungan. Dalam metode hisab, awal dan akhir bulan ditentukan pada penghitungan hari kalender Hijriah berdasarkan pada kalkulasi matematis dan astronomis.

    Metode hisab biasanya dilakukan oleh para ahli falak. Mereka adalah pakar yang mendalami peredaran benda-benda angkasa yang dapat digunakan untuk menghitung penanggalan dan siklus astronomis seperti gerhana.

    Secara global, ada beberapa institusi Islam yang menganut metode Hisab, salah satunya adalah Ummul Qura, salah satu universitas Islam terkemuka di Arab Saudi.

    Di Indonesia, metode Hisab diterapkan oleh Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang mengusung upaya tajdid (pembaruan) hukum Islam. Muhammadiyah menggunakan metode yang disebut Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang artinya penghitungan kalender berdasarkan posisi astronomis bulan tanpa harus dikonfirmasi melalui penampakan fisik secara langsung.

    Bagi Muhammadiyah, ada dua alasan mengapa penggunaan metode Hisab ini penting.

    Pertama, Muhammadiyah memandang metode hisab sesuai dengan kondisi masyarakat Muslim saat ini, yaitu yang telah terdidik dengan baik dalam ilmu astronomi, matematika dan fisika.

    Pada zaman Nabi Muhammad (abad ke-7 Masehi), masyarakat Muslim belum memahami cara menghitung dengan baik, sehingga Nabi Muhammad memberikan arahan agar awal bulan ditentukan dengan penglihatan bulan sabit langsung dengan mata telanjang. Dalam konteks sejarah, ketidakmampuan masyarakat Muslim dalam ilmu matematika dan astronomi ini menjadi ‘illat (alasan hukum) dalam dianjurkannya metode Rukyat ketimbang Hisab.

    Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan, alasan tersebut menjadi semakin tidak relevan. Ini membuat Muhammadiyah mengadopsi metode hisab yang lebih saintifik.

    Kedua, Muhammadiyah menganggap metode Hisab memiliki kepastian dan akurasi yang lebih besar.

    Metode Rukyat, menurut Muhammadiyah, hanya akan memberikan konfirmasi penanggalan untuk satu hari. Sementara, Hisab mengonfirmasi penanggalan untuk rentang waktu yang lebih panjang, sehingga dapat digunakan terus-menerus.

    Metode hisab juga dianggap memiliki basis hukum Islam yang jelas.

    Sementara itu, pemerintah Indonesia saat ini mengadopsi metode yang mempertemukan perbedaan antara metode Hisab dan Rukyat_. Metode ini disebut Hisab Imkanur Rukyat.

    Metode tersebut menekankan pada penggunaan tarikh Hijriah, tapi awal bulan tetap harus dikonfirmasi dengan penglihatan bulan baru secara langsung dengan mata telanjang. Hisab Imkanur Rukyat juga dianggap lebih akurat karena mempertimbangkan faktor atmosfer dan sensitivitas mata dalam observasi bulan baru.

    Metode ini sudah diadopsi oleh pemerintah Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Di Indonesia, metode ini menjadi standar yang diterapkan oleh pemerintah, dan diikuti oleh sebagian besar organisasi Muslim di Indonesia, termasuk NU.

    Untuk menentukan awal bulan, ada ketinggian tertentu yang harus dicapai bulan. Dalam kriteria MABIMS (pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia dan Malaysia), ketinggian tersebut ditentukan sebesar minimal 3 derajat. Hasil observasi imkanur rukyat kemudian didiskusikan dalam sidang penentuan yang dikenal dengan istilah Sidang Isbat oleh Kementerian Agama.

    Penentuan derajat ini ditentukan oleh pendapat para ahli ilmu falak, sesuai dengan pemahaman fikih (ilmu tentang hukum Islam) dan astronomi yang mereka miliki. Ketika hilal tidak dapat dilihat karena berbagai faktor, maka sidang dapat menerapkan istikmal atau penggenapan bulan menjadi 30 hari.

    Bisakah mencari jalan tengah?

    Dalam salah satu tulisannya, ahli hukum Islam terkemuka di Indonesia, Afifuddin Muhajir, mengutip pendapat dari pakar hukum Islam klasik yakni Taqiyuddin as-Subki. Dia menyatakan bahwa ada kemungkinan untuk mencari jalan tengah (al-manhaj al-wasathi) antara pengadopsi metode Hisab dan Rukyat.

    Jalan tengah yang dapat ditempuh adalah pemerintah mengakomodasi ide Hisab dengan mempertimbangkan posisi ilmu astronomi yang bisa divalidasi secara saintifik dan matematis ketimbang metode Rukyat.

    Ketika mencapai derajat kepastian yang lebih tinggi, Hisab bisa menggeser Rukyat sebagai metode yang valid.

    Di beberapa negara mayoritas Muslim lain, seperti Turki, pemerintahnya melakukan penyatuan kalender Hijriah. Dalam beberapa tahun belakangan, Turki mengadakan Konferensi Internasional Penyatuan Kalender Hijriah sebagai upaya mengembangkan metode Hisab yang universal dan bisa diterima oleh otoritas Muslim sedunia.

    Terlepas dari segala macam ketidaksepakatan, ada satu kaidah hukum Islam yang perlu diingat umat Muslim sedunia dalam perbedaan kalender Hijriah, yakni “la yunkaru mukhtalaf fihi, wa innama yunkarul mujma’ ‘alaihi ” .

    Dalam hal Hisab dan Rukyat, kaidah tersebut bermakna bahwa perbedaan itu niscaya sehingga tidak boleh diingkari sampai muncul kesepakatan yang bisa diterima oleh otoritas Muslim sedunia.

    Zuliyan M. Rizky dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII) ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.