Tag: iran

  • Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani Hari ini

    Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani Hari ini

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS) dan Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan yang akan berlaku pada hari Jumat.

    Presiden AS, Donald Trump mengatakan AS akan mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah kesepakatan ditandatangani.

    Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (13/6/2026) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Minggu (14/6/2026).

    “Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok,” tulis Trump melalui platform Truth Social).

    Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah kesepakatan tersebut ditandatangani.

    Baca: Iran dan AS Hampir Mencapai Kesepakatan

    “Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” ujar Trump.

    Ia menambahkan bahwa hubungan antara kedua negara kini “jauh berbeda dan lebih baik” dibandingkan pada masa pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya.

    Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat “akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat dan ketika situasi telah benar-benar tenang.

    Menurut Trump, kesepakatan tersebut juga tidak mencakup transfer dana Amerika Serikat kepada Iran.

    “Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” kata Trump.

    Baca: Iran Ajukan Syarat Ini untuk Akhiri Perang

    Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyatakan bahwa upacara penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

    “Mereka (Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi) menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok,” tulis kementerian tersebut melalui platform X.

    Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai sebuah nota kesepahaman.

    Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati.

    Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tetap bersikeras bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran adalah dengan memprosesnya di wilayah Iran sendiri.

    Kesepakatan ini diharapkan akan memulai 60 hari negosiasi lagi untuk mengakhiri perang.

    Sumber: Antaranews.com/CNN-Sputnik-RIA Novosti-OANA

  • Kesepakatan Damai Iran-AS Akan Disahkan Lewat Resolusi DK PBB

    Kesepakatan Damai Iran-AS Akan Disahkan Lewat Resolusi DK PBB

    7cloud.asia – Kesepakatan final antara Iran dan Amerika Serikat akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

    Demikian dilaporkan kantor berita Iran, Mehr, Senin (15/6/2026) mengutip rancangan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.

    “Kesepakatan final akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB,” tulis Mehr mengutip isi rancangan nota kesepahaman tersebut.

    Berdasarkan rancangan tersebut, Amerika Serikat juga berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.

    Baca: Iran dan AS Hampir Mencapai Kesepakatan

    Selain itu, rancangan tersebut mengatur bahwa pembukaan Selat Hormuz baru akan dilakukan dalam waktu 30 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua pihak.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (14/6/2026) mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan menyatakan dia mengizinkan kembali dibukanya Selat Hormuz serta dicabutnya blokade militer AS terhadap pelabuhan di Iran

    “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

    “Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tambahnya.

    Trump juga mengisyaratkan dimulainya kembali lalu lintas pelayaran dan pengiriman energi melalui jalur perairan strategis tersebut.

    Baca: Iran Ajukan Syarat Ini untuk Akhiri Perang

    Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaan langkah-langkah tersebut dalam pernyataannya.

    Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin dini hari mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui perundingan intensif.

    “Setelah pembicaraan yang intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” kata Sharif dalam unggahannya di platform media sosial X.

    Ia menambahkan bahwa “kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.”

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • AS Belum Cairkan Dana Senilai Ratusan Triliun Milik Iran

    AS Belum Cairkan Dana Senilai Ratusan Triliun Milik Iran

    7cloud.asia – Iran dilaporkan belum menerima dana sebesar 6 miliar dolar AS (sekitar Rp106,7 triliun) yang sebelumnya dijanjikan untuk dicairkan sebagai bagian dari pelaksanaan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat.

    Mengutip seorang pejabat AS, The New York Post pada Selasa (30/6/2026) melaporkan bahwa dana yang dibekukan tersebut belum akan dilepas sebelum Iran memenuhi ketentuan yang tercantum dalam nota kesepahaman.

    “Tidak ada dana yang dibekukan telah dicairkan, dan tidak akan ada dana yang dicairkan sampai Iran memenuhi persyaratan yang diuraikan dalam nota kesepahaman,” kata pejabat tersebut.

    Baca: Kesepakatan Damai Iran-AS Akan Disahkan Lewat Resolusi DK PBB

    Menurut pejabat itu, Washington berencana mencairkan dana tersebut secara bertahap seiring kemajuan pelaksanaan kesepakatan.

    “Iran akan dapat mengakses pencairan dana secara bertahap setelah kembali membuka Selat Hormuz, menghentikan pungutan biaya transit, dan memenuhi tahapan lainnya,” ujarnya.

    Sebelumnya pada hari yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Teheran kemungkinan akan menggelar pembicaraan dengan Qatar pada 1 Juli.

    Qatar bertindak sebagai mediator dalam dialog antara Iran dan Amerika Serikat untuk membahas implementasi nota kesepahaman tersebut.

    Baca: Iran Ajukan Syarat Ini untuk Akhiri Perang dengan AS

    Namun, pada Senin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa dana Iran sebesar 6 miliar dolar AS yang dibekukan di Qatar telah dipastikan akan dicairkan dan ditransfer ke Teheran.

    Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni 2026 lalu, usai perundingan alot yang berlangsung selama beberapa pekan di Islamabad, Pakistan.

    Dokumen tersebut memuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik militer yang dimulai pada 28 Februari, sekaligus menetapkan jadwal pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta pemulihan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik

  • Inggris dan Prancis Siap Kirim Misi ke Selat Hormuz, Iran: Selat Hormuz Bukan Panggung

    Inggris dan Prancis Siap Kirim Misi ke Selat Hormuz, Iran: Selat Hormuz Bukan Panggung

    7cloud.asia – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan merupakan panggung bagi kekuatan militer negara-negara asing.

    Dalam pernyataan yang dirilis di platform X, Gharibabadi memperingatkan agar tidak ada aktivitas militer apa pun di jalur perairan Selat Hormuz.

    “Selat Hormuz bukanlah panggung bagi kekuatan-kekuatan di luar kawasan untuk memamerkan kekuatan militer. Sebagai kekuatan yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, Iran memperingatkan agar tidak ada aktivitas militer apa pun di jalur perairan yang sensitif ini,” kata Gharibabadi dikutip Antaranews.com.

    Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan unggahan Gharibabadi yang mengutip pernyataan bersama Inggris dan Prancis soal Selat Hormuz.

    Dalam pernyataan itu, Inggris dan Prancis menyatakan bahwa mereka siap mengerahkan Misi Militer Multinasional yang lebih luas untuk mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

    Baca: Menakar Peta Energi Dunia Pasca Krisis di Selat Hormuz

    Menanggapi hal itu, Gharibabadi mengatakan keamanan Selat Hormuz berada di tangan negara-negara pesisir.

    “Mereka yang menciptakan krisis akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan nekat mereka. Ini adalah peringatan serius,” tegasnya.

    Sebelumnya, nota kesepahaman antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Kesepakatan itu menjadi kerangka kerja untuk mengakhiri konflik dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi sengketa antara Iran dan AS melalui perundingan.

    Kesepahaman itu meliputi penghentian permusuhan, pelonggaran sanksi, isu nuklir, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pengaturan keamanan kawasan yang lebih luas.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Iran Tutup Ruang Udaranya untuk Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

    Iran Tutup Ruang Udaranya untuk Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

    7cloud.asia – Iran menutup sepenuhnya ruang udara Teheran pada Senin (6/7/2026) sebagai bagian dari pengaturan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, demikian dilaporkan kantor berita ISNA.

    Penerbangan di seluruh wilayah Iran tetap beroperasi tanpa pembatasan pada Minggu. Namun, ruang udara Teheran akan ditutup sepenuhnya pada Senin saat berlangsungnya prosesi utama pemakaman.

    Berdasarkan jadwal yang diumumkan Organisasi Penerbangan Sipil Iran, seluruh penerbangan reguler di Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran akan dihentikan sementara pada Senin seiring penyelenggaraan upacara penghormatan terakhir di ibu kota.

    Pada Selasa (7/7/2026), Bandara Mehrabad akan kembali beroperasi secara normal, sementara Bandara Internasional Imam Khomeini masih akan tetap ditutup.

    Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa pada 9 Juli, ruang udara di atas Kota Mashhad di timur laut Iran beserta operasional Bandara Internasional Shahid Hasheminejad akan dihentikan sepenuhnya selama berlangsungnya upacara puncak pemakaman.

    Baca: Transisi Kepemimpinan Iran Pasca Meninggalnya Ayatullah Ali Khamenei

    Penerbangan di wilayah lain di Iran akan tetap berjalan normal pada 7- 8 Juli, kecuali di Mashhad pada hari terakhir rangkaian prosesi.

    Khamenei gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu perang yang berlangsung selama beberapa pekan dan meningkatkan ketegangan di kawasan. ReferensiGeografis

    Rangkaian upacara pemakaman secara resmi dimulai pada Jumat, dengan dihadiri para pemimpin negara dan delegasi resmi dari berbagai negara di kawasan maupun luar kawasan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran tersebut.

    Sesuai jadwal resmi, prosesi penghormatan masyarakat akan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin. Selanjutnya, rangkaian prosesi akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli.

    Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan berlangsung di Baghdad, Najaf, dan Karbala, Irak. Jenazah akan disambut para tokoh agama dan pejabat politik sebelum dibawa ke sejumlah tempat suci utama umat Syiah.

    Upacara persemayaman dan pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di Kompleks Makam Imam Reza di Mashhad, yang merupakan salah satu situs suci utama umat Syiah di Iran.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Iran Akan Tutup Selat Hormuz Jika AS Kembali Lancarkan Serangan

    Iran Akan Tutup Selat Hormuz Jika AS Kembali Lancarkan Serangan

    7cloud.asia – Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika terjadi serangan baru terhadap wilayahnya, di tengah kembali meningkatnya eskalasi dengan AS.

    “Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya untuk semua lalu lintas maritim jika terjadi serangan apa pun terhadap Iran,” kata seorang sumber keamanan yang mengetahui informasi tersebut kepada Press TV, Rabu (8/7/2026).

    Sumber tersebut menambahkan bahwa Iran juga akan menyerang “target musuh dengan rasio setidaknya dua banding satu”—artinya untuk setiap target Iran yang terdampak serangan, setidaknya dua target musuh akan diserang sebagai balasan.

    Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS “mungkin” akan kembali menyerang Iran pada Rabu malam, menyusul serangan AS pada Selasa (7/7/2026) sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

    Baca: Iran Tutup Ruang Udaranya untuk Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

    Trump juga mengatakan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah “berakhir.”

    “Ancaman apa pun akan direspons dengan tegas. Iran tidak membedakan antara antara Amerika Serikat dan mitranya di kawasan ini,” kata sumber tersebut.

    Sumber keamanan itu juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan berhenti mengelola Selat Hormuz, dan “siap untuk berjuang mempertahankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut.”

    Sumber itu menegaskan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani mengenai masalah ini dengan jelas menyatakan bahwa Iran akan membuka kembali selat tersebut sesuai dengan pengaturannya sendiri.

    Baca: Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Panggung untuk Militer Asing

    ”Oleh karena itu, Iran tidak akan mengizinkan pembentukan rute baru di luar kerangka pengaturannya sendiri,” kata sumber tersebut.

    Pada Rabu pagi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi militer AS di Timur Tengah.

    Target itu termasuk Pelabuhan Salman dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

    Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat militer AS mengatakan telah melakukan serangan terbaru terhadap Iran, yang menghantam lebih dari 80 target sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Iran Tetap Perjuangkan Peluang Damai dengan AS, Meski Peluangnya Sangat Kecil

    Iran Tetap Perjuangkan Peluang Damai dengan AS, Meski Peluangnya Sangat Kecil

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya tetap berupaya menempuh jalur perundingan sebelum perang, meski prediksi peluang mencapai penyelesaian damai hanya sekitar 10 persen.

    Menurut Araghchi, negosiasi tetap dilakukan untuk mencari jalan guna memenuhi tuntutan Iran sekaligus menghindari konflik bersenjata.

    “Perundingan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah kemungkinan menemukan cara melalui negosiasi untuk mencapai tuntutan kami dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu,” kata Araghchi dalam wawancara yang dipublikasikan pada Minggu (19/7/2026).

    Dia mengatakan Iran tetap menilai negosiasi merupakan upaya yang layak untuk ditempuh walaupun peluang keberhasilannya sangat kecil.

    “Kami mengatakan bahwa meskipun hanya ada peluang 10 persen untuk mencapai hasil selain perang melalui negosiasi, kami harus memanfaatkan kesempatan itu,” kata Araghchi.

    Baca: Iran Akan Tutup Selat Hormuz Jika AS Kembali Lancarkan Serangan

    Jika upaya itu tidak berhasil, lanjutnya, maka setidaknya Iran telah menunjukkan kepada musuh, masyarakat internasional, serta rakyatnya bahwa mereka telah menempuh setiap jalan yang memungkinkan.

    Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer sepihak terhadap Iran pada Februari lalu.

    Iran lalu membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak dengan menyasar sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.

    AS dan Iran sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan merintis perjanjian damai.

    Namun, ketegangan kembali meningkat akibat sengketa di Selat Hormuz hingga kembali memicu aksi saling serang antara Iran dan AS.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Dua Tanker Minyak Meledak Saat Melintasi Selat Hormuz, Iran Tuding AS Berada di Balik Insiden Ini

    Dua Tanker Minyak Meledak Saat Melintasi Selat Hormuz, Iran Tuding AS Berada di Balik Insiden Ini

    7cloud.asia – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (20/7/2026) menyatakan, dua tanker minyak yang berusaha melintasi “jalur tak aman” di sebelah selatan Selat Hormuz, meledak dan tidak dapat melanjutkan pelayarannya.

    IRGC menyatakan dua kapal tanker minyak itu berusaha melintasi Selat Hormuz di bawah “tekanan dan paksaan” dari militer Amerika Serikat.

    Dalam pernyataan tersebut, Iran pun kembali memperingatkan bahwa selama “agresi AS terus berlanjut di kawasan tersebut, maka Selat Hormuz tidak akan aman untuk pengiriman pupuk, minyak, atau gas.

    Baca: Iran Tetap Perjuangkan Peluang Damai dengan AS, Meski Peluangnya Sangat Kecil

    Oleh karena itu, lanjut IRGC, militer AS harus bersiap menghadapi pembalasan atas tindakan ilegal dan melanggar hukum itu.

    Sebelumnya, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan pihak militer telah melaporkan adanya kapal yang terbakar sekitar delapan mil laut di barat laut Kumzar, Oman, dan penyebab kebakaran tersebut belum diverifikasi.

    Ketegangan regional semakin memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari lalu.

    Baca: Iran Akan Tutup Selat Hormuz Jika AS Kembali Lancarkan Serangan

    Iran pun membalas dengan serangan drone dan rudal dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset-aset milik AS. Iran juga menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur utama minyak dunia.

    AS dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian jangka panjang.

    Namun, ketegangan kembali meningkat pekan lalu akibat sengketa di Selat Hormuz hingga memicu aksi saling serang antara kedua negara.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu