Tag: iran

  • Pemilu Iran Diikuti Kurang dari Separuh Jumlah Pemilih

    Pemilu Iran Diikuti Kurang dari Separuh Jumlah Pemilih

    7cloud.asia – Iran baru saja menggelar pemilu pada 1 Maret lalu dengan hanya 41 persen yang memberikan suaranya.

    Meskipun merupakan rekor terendah, namun pemerintah Iran menyebut pemilu kali ini berlangsung sukses.

    Angka ini dianggap angka yang biasa digunakan oleh rezim untuk melegitimasikan sebuah pemilihan yang sebenarnya tidak kompetitif, kata ketua kelompok nirlaba Eropa yang meneliti sikap masyarakat Iran kepada VOA pekan ini.

    Dalam jumpa pers yang disiarkan televisi hari Senin (4/3/2024), Menteri Dalam Negeri Iran, Ahmad Vahidi mengatakan, 25 juta dari 61 juta pemilih yang memenuhi syarat memberikan suara dalam pemilu parlemen dan Majelis Ahli.

    Baca: Aktivis Iran raih penghargaan Nobel Perdamaian

    Dilansir VOA Indonesia, pemilu ini memilih pemimpin tertinggi Iran.

    Survei pra-pemilu yang dilakukan oleh lembaga pemungutan suara pemerintah memperkirakan tingkat partisipasi yang sama sebesar 41 persen itu, yang satu persen di bawah rekor terendah sebelumnya sebesar 42 persen.

    Angka tersebut dicapai pada pemilihan parlemen terakhir pada tahun 2020.

    Kelompok Islam ultrakonservatif yang setia kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, memenangkan sebagian besar kursi di kedua badan tersebut, setelah menghadapi persaingan kecil dari faksi yang sudah mapan lainnya.

    Baca: Mengenal Federasi Tao Dunia

    Sebagian besar faksi digugurkan dari pencalonan oleh badan penyaringan yang pro-Khamenei.

    Berbagai kelompok oposisi dan aktivis di dalam dan di luar Iran menyerukan boikot terhadap pemilu itu, yang mereka sebut sebagai pemilu palsu.

    GAMAAN, sebuah kelompok penelitian yang berpusat di Belanda, mendapati dalam survei prapemilu atas 58.000 orang dewasa di Iran, bahwa 77 persen responden tidak berencana untuk memilih.

    Banyak rakyat Iran disibukkan dengan kenaikan biaya hidup yang tinggi, tingkat inflasi 70 persen untuk perumahan dan makanan di daerah perkotaan, menurut media pemerintah.

    Baca: Mengenal wukuf yang menjadi puncak ibadah haji

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller mengatakan kepada wartawan hari Senin, klaim pihak berwenang Iran mengenai jumlah pemilih “secara umum tidak dapat diandalkan.”

    Sumber: VOA Indonesia

  • Kedubes Iran Kecam Serangan Israel ke Konsulat Iran di Suriah

    Kedubes Iran Kecam Serangan Israel ke Konsulat Iran di Suriah

     

    7cloud.asia – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengecam keras serangan yang tidak beralasan sekaligus melanggar hukum terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang dilakukan pasukan Israel.

    Aksi mengerikan tersebut merupakan pelanggaran nyata dan serius terhadap hukum internasional termasuk Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, demikian menurut siaran pers Kedubes Iran di Jakarta, Selasa.

    Serangan terhadap misi diplomatik, tak hanya mengacaukan keamanan dan keselamatan para personelnya.

    Namun juga bertentangan dengan prinsip kedaulatan dan non-intervensi yang merupakan landasan hubungan diplomatik dan internasional.

    Baca: Pemukim Israel paksa masuk Masjid Al Aqsa

    Komunitas internasional bersama dengan PBB harus mengutuk pelanggaran tersebut dan mengambil langkah tegas untuk mengatasinya.

    Sangat penting bagi pelaku penyerangan untuk mempertanggungjawabkan secara penuh perbuatannya, yang secara terang-terangan telah mengabaikan norma dan konvensi yang mengatur interaksi antar negara secara damai dan beradab, tulisnya.

    Republik Islam Iran mempunyai hak permanen untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya dan untuk menjamin keamanan misi diplomatiknya di seluruh dunia.

    Kami akan mempertimbangkan balasan yang proporsional terhadap aksi pelanggaran tersebut agar tidak terulang kembali.

    Iran berhak melakukan aksi balasan terhadap serangan tersebut dan memutuskan konsekuensinya, demikian menurut pernyataan.

    Baca: Israel akan kelola Gaza pasca perang

    Kedubes Iran juga mendesak komunitas global untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap kesucian misi diplomatik dan prinsip-prinsip hukum internasional.

    Kami menyerukan solidaritas dalam menolak segala bentuk agresi terhadap fasilitas dan personel diplomatik, yang merupakan bagian penting untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, seperti dikutip.

    Republik Islam Iran tetap berkomitmen untuk menyelidiki semua aspek dalam insiden tersebut dan memastikan penegakan keadilan.

    Kami teguh pada tekad kami untuk menjaga kedaulatan nasional serta harkat dan martabat bangsa di kancah internasional, menurut pernyataan.

    Disebutkan pula bahwa Kedubes menegaskan kembali komitmen Republik Islam Iran untuk melakukan penyelidikan menyeluruh semua aspek dalam serangan keji tersebut.

    Dan rezim Zionis akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari perbuatannya itu.

    Iran tetap teguh pada haknya untuk mempertahankan misinya dan akan melakukan segala upaya yang diperlukan untuk menjamin keselamatan dan martabat entitas diplomatiknya secara global, demikian menurut pernyataan.

    Sumber: Antaranews

  • Kemlu Imbau WNI Tinda Perjalanan ke Iran dan Israel

    Kemlu Imbau WNI Tinda Perjalanan ke Iran dan Israel

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri mengimbau Warga negara Indonesia (WNI) menunda perjalanan ke Iran maupun Israel jika tidak mendesak.

    Imbauan Kementerian Luar Negeri ini diunggah di akun resmi X pada Sabtu (13/4/2024) menyusul memanasnya hubungan kedua negara dan memburuknya situasi di wilayah tersebut.

    Dilansir Antaranews.com, Kemlu juga mengimbau WNI di Iran, Israel, dan Palestina untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi terjadinya eskalasi keamanan di tengah memanasnya hubungan Teheran dan Tel Aviv.

    “Bagi WNI yang belum melakukan lapor diri, agar segera menghubungi perwakilan RI terdekat atau melakukan lapor diri secara online di peduliwni.kemlu.go.id,” kata Kemlu RI.

    Jika menghadapi situasi darurat, WNI diminta segera menghubungi nomor bantuan KBRI Teheran di +989024668889 atau KBRI Kairo di +201022229989

    Menurut KBRI Teheran, jumlah WNI di Iran tercatat 376 orang, yang sebagian besar adalah pelajar/mahasiswa di Kota Qom.

    Israel berada dalam kewaspadaan tinggi di tengah ancaman Iran untuk menyerang target-target Israel sebagai balasan atas serangan udara pada 1 April terhadap fasilitas diplomatiknya di ibu kota Suriah, Damaskus.

    Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal penting.

    Iran menuduh Israel melakukan serangan itu dan berjanji akan membalasnya. Para pemimpin politik dan militer Iran bersumpah akan melakukan pembalasan.

    Pernyataan itu memicu reaksi para pemimpin dunia untuk berusaha meredakan situasi.

    Israel belum secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, meski telah melakukan sejumlah serangan terhadap sasaran Iran di Suriah selama berbulan-bulan.

    Iran dan kelompok militan Hizbullah yang menjadi sekutunya di Lebanon mengatakan bahwa serangan Israel tidak akan dibiarkan begitu saja.

  • Iran Luncurkan 200 Serangan Drone ke Israel

    Iran Luncurkan 200 Serangan Drone ke Israel

    7cloud.asia – Iran telah meluncurkan lebih dari 200 drone dan rudal ke Israel. Serangan ini diluncurkan dua pekan setelah Konsulat Iran di Damaskus dihantam gempuran udara yang menewaskan sejumlah perwira militer Iran.

    Dilansir BBC, alam serangan Israel tersbut, komandan Pasukan Quds, Mohammad Reza Zahedi turut menjadi korban.

    Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan serangan yang diberi nama “Operasi Janji Pasti” ditujukan pada “sasaran tertentu” di wilayah Israel.

    Iran juga menegaskan bahwa aksi mereka ada hubungannya dengan “kejahatan berulang” Israel – termasuk serangan pada 1 April terhadap Konsulat Iran di Damaskus.

    Sebelumnya, Iran bersumpah akan membalas serangan Israel ke konsulat Iran di Damaskus, Suriah.

    Ledakan keras terdengar bersamaan dengan sistem pertahanan udara yang menembak jatuh benda-benda di angkasa sehingga menerangi langit malam.

    Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan “gerombolan besar” yang berisi lebih dari 200 drone pembunuh, rudal jelajah, dan rudal balistik diluncurkan dari Iran yang berjarak sekitar 1.800 km.

    Dia mengatakan sistem pertahanan Israel dan sekutunya telah mencegat “sebagian besar” rudal dan drone tersebut. Puluhan di antaranya, tambahnya, ditembak jatuh di luar wilayah Israel.

    AS telah menembak jatuh beberapa rudal tersebut, CBS News melaporkan.

    Sesaat sebelum berita peluncuran drone Iran mengemuka, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan “sistem pertahanan” negaranya telah dikerahkan.

    “Kami siap menghadapi skenario apa pun, baik secara defensif maupun ofensif. Negara Israel kuat. IDF kuat. Masyarakat kuat. Kami mengapresiasi sikap Amerika yang berdiri di samping Israel, serta dukungan dari Inggris, Prancis, dan banyak negara lainnya.”

    Mantan juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Jonathan Conricus, mengatakan “ini adalah hari pertama bagi Timur Tengah yang baru – untuk pertama kalinya Iran menyerang Israel langsung dari wilayah kedaulatan Iran”.

    Berbicara di BBC News Channel, ia mengutip laporan lebih dari 100 drone dan rudal jelajah Iran menuju Israel, “dengan perkiraan waktu kedatangan yang berbeda-beda”. Dia mengatakan “pertahanan udara Israel sibuk mengatasi ancaman ini”.

    Ketika ditanya apakah Israel telah merencanakan hal ini, dia berkata:

    “Saya pikir Israel pandai merencanakan kemungkinan militer, namun mereka tidak selalu unggul dalam hal strategis. Saya tidak menyangka Iran akan melakukan ini, dari wilayah Iran. Hal ini akan menyeret negara-negara lain, termasuk AS, ke dalam konflik.”

    ran telah meluncurkan lebih dari 200 drone dan rudal ke Israel, dua pekan setelah Konsulat Iran di Damaskus dihantam gempuran udara yang menewaskan sejumlah perwira militer Iran, termasuk komandan Pasukan Quds, Mohammad Reza Zahedi.

    Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan serangan yang diberi nama “Operasi Janji Pasti” ditujukan pada “sasaran tertentu” di wilayah Israel.

    Iran juga menegaskan bahwa aksi mereka ada hubungannya dengan “kejahatan berulang” Israel – termasuk serangan pada 1 April terhadap Konsulat Iran di Damaskus.

    Di Jerusalem, koresponden BBC melaporkan sirene diaktifkan sekitar pukul 01:45 waktu setempat (05:45 WIB).

    Ledakan keras terdengar bersamaan dengan sistem pertahanan udara yang menembak jatuh benda-benda di angkasa sehingga menerangi langit malam.

    Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan “gerombolan besar” yang berisi lebih dari 200 drone pembunuh, rudal jelajah, dan rudal balistik diluncurkan dari Iran yang berjarak sekitar 1.800 km.

    Dia mengatakan sistem pertahanan Israel dan sekutunya telah mencegat “sebagian besar” rudal dan drone tersebut. Puluhan di antaranya, tambahnya, ditembak jatuh di luar wilayah Israel.

    AS telah menembak jatuh beberapa rudal tersebut, CBS News melaporkan.

    Sesaat sebelum berita peluncuran drone Iran mengemuka, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan “sistem pertahanan” negaranya telah dikerahkan.

    “Kami siap menghadapi skenario apa pun, baik secara defensif maupun ofensif. Negara Israel kuat. IDF kuat. Masyarakat kuat. Kami mengapresiasi sikap Amerika yang berdiri di samping Israel, serta dukungan dari Inggris, Prancis, dan banyak negara lainnya.”

    rudal Israel
    Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
    Investigasi: Skandal Adopsi
    Investigasi: Skandal Adopsi
    Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

    Episode
    Akhir dari Podcast
    Mantan juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Jonathan Conricus, mengatakan “ini adalah hari pertama bagi Timur Tengah yang baru – untuk pertama kalinya Iran menyerang Israel langsung dari wilayah kedaulatan Iran”.

    Berbicara di BBC News Channel, ia mengutip laporan lebih dari 100 drone dan rudal jelajah Iran menuju Israel, “dengan perkiraan waktu kedatangan yang berbeda-beda”. Dia mengatakan “pertahanan udara Israel sibuk mengatasi ancaman ini”.

    Ketika ditanya apakah Israel telah merencanakan hal ini, dia berkata: “Saya pikir Israel pandai merencanakan kemungkinan militer, namun mereka tidak selalu unggul dalam hal strategis. Saya tidak menyangka Iran akan melakukan ini, dari wilayah Iran. Hal ini akan menyeret negara-negara lain, termasuk AS, ke dalam konflik.”

  • Biden-Raja Abdullah Bahas Langkah Antisipasi Serangan Lanjutan dari Iran

    Biden-Raja Abdullah Bahas Langkah Antisipasi Serangan Lanjutan dari Iran

    7cloud.asia – Presiden AS, Joe Biden telah berbicara dengan Raja Abdullah II dari Yordania melalui telepon, terkait situasi di Timur Tengah.

    Presiden Biden mengutuk dengan keras serangan yang dilancarkan Iran ke Israel itu. Mereka juga membahas pernyataan iran yang juga mengancam Yordania dan rakyatnya.

    Kedua pemimpin menyatakan bahwa mereka akan terus memantau situasi dan akan tetap terus berkomunikasi intensif dalam beberapa hari ke depan.

    Keduanya juga membahas situasi di Gaza, dan memperkuat kerja sama kedua negara untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan penting ke Gaza dan menemukan jalan untuk menghentikan krisis secepatnya.

    Sementara itu, para pemimpin G7 menawarkan dukungan penuh mereka bagi Israel pada Minggu, setelah serangan dari Iran. Mereka juga mengatakan, siap untuk “mengambil langkah-langkah lebih jauh” dalam respons terhadap “inisiatif destabilitasi lebih jauh”.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pasca pertemuan virtual, para pemimpin dari negara-negara anggota “Kelompok Tujuh” mengatakan, mereka “dengan tegas mengutuk dalam istilah yang paling kuat, serangan langsung dan belum pernah terjadi, dari Iran terharap Israel”.

    “Kami mengekspresikan solidaritas dan dukungan penuh kami kepada Israel dan rakyatnya dan menguatkan kembali komitmen kami untuk keamanan negara itu,” kata mereka, dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Italia sebagai Presiden G7.

    “Melalui aksinya, Iran telah melangkah lebih jauh menuju destabilisasi kawasan itu dan berisiko memicu eskalasi regional yang tidak terkendali. Ini harus dihindari.”

    “Kami akan melanjutkan upaya untuk menstabilkan situasi dan menghindari eskalasi lebih lanjut.”

    “Dalam semangat ini, kami menuntut bahwa Iran dan para proksinya menghentikan serangan mereka, dan kami bersiap untuk mengambil langkah-langkah lebih jauh saat ini sebagai tanggapan atas inisiatif untuk mendestabilitasi kawasan itu lebih jauh.”

    Iran telah meluncurkan serangan, yang merupakan serangan pertama langsung ke wilayah Israel, sebagai balasan atas serangan udara mematikan yang secara luas dituduh dilakukan oleh Israel. Serangan itu menghancurkan gedung konsuler Iran di ibu kota Suriah awal bulan ini.

    Serangan itu terjadi ketika perang Israel-Hamas berkecamuk di wilayah Gaza yang terkepung.

    G7, kelompok yang terdiri dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Prancis, Inggris, Italia dan Kanada, juga mengatakan pada Minggu bahwa mereka akan meningkatkan upaya untuk mengakhiri krisis.

    Negara-negara G7 juga akan memperkuat kerjasama untuk mengakhiri krisis di Gaza, termasuk dengan melanjutkan upaya terkait gencatan senjata segera dan berkelanjutan dan pembebasan sandera oleh Hamas.

    “Kami juga akan mengirimkan bantuan kemanusiaan lebih banyak ke warga Palestina yang membutuhkan,” kata mereka.

    Sumber: VOA Indonesia

  • AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah

    AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah

    7cloud.asia – Amerika Serikat mendesak Israel untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik di Timur Tengah.

    Pernyataan ini untuk menanggapi sikap pemerintah Israel kini sedang mempertimbangkan bagaimana menanggapi serangan Iran yang menggunakan lebih dari 300 rudal dan drone pada akhir pekan lalu.

    Ketika memulai pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Irak Mohammed Ali Tamim pada hari Senin (15/4/2024), Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengatakan bahwa Washington berkomitmen membela pertahanan Israel.

    Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mengoordinasikan respons diplomatik dalam 36 jam sejak serangan Iran dilancarkan.

    “Saya telah menjalin komunikasi yang erat dengan para pihak di kawasan dan akan terus melakukannya dalam beberapa jam dan hari ke depan. Kami tidak mencari eskalasi, tetapi akan terus mendukung pertahanan Israel dan melindungi personel kami di wilayah tersebut,” jelas Blinken.

    Seorang narasumber pemerintahan Israel mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin memanggil kabinet perang untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam.

    Kekhawatiran semakin meningkat bahwa serangan Iran akan dapat menyebabkan perang terbuka antara Israel dan Iran, dan meluas ke lebih banyak wilayah di Timur Tengah.

    Presiden AS Joe Biden telah mengatakan kepada Netanyahu bahwa Amerika Serikat tidak akan ambil bagian dalam serangan balasan Israel terhadap Iran.

    Sejak dimulai perang antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober, sejumlah konflik antara proksi Israel dan Iran terjadi di Lebanon, Suriah, Yaman dan Irak.

    Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borell, mengatakan kepada stasiun radio Onda Cero Spanyol bahwa, “Sekarang kita berada di tepi jurang dan harus menghindarinya. Kita harus menginjak rem dan memundurkan gigi.”

    Sumber: VOA Indonesia

  • Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah Bisa Pengaruhi Kondisi Ekonomi Indonesia

    Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah Bisa Pengaruhi Kondisi Ekonomi Indonesia

    7cloud.asia – Mantan Menteri Riset dan Teknologi periode 2019 -2021 Bambang Brodjonegoro menyatakan, serangan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam, dapat mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.

    Menurutnya, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah bisa menimbulkan adanya potensi peningkatan inflasi Indonesia.

    Kekhawatiran akan peningkatan inflasi ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nantinya sebagai imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

    Hal ini diungkapkan Bambang dalam diskusi “Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI” yang diselenggarakan oleh Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter secara virtual, di Jakarta, Senin (15/4/2024).

    “Saat ini kita punya inflasi agak sedikit di atas target, terutama karena inflasi harga pangan bergejolak, terutama harga beras. Dengan adanya kejadian (konflik) Iran-Israel ini, tentunya bergantung pada seberapa jauh harga minyak akan melonjak,” katanya 

    Bambang memprediksi akan ada tekanan terhadap inflasi Indonesia yang sedikit lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama baik dari internal maupun eksternal.

    Yang pertama, tingginya inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) yang masih menjadi faktor utama terhadap inflasi Indonesia.

    Kedua, inflasi pada harga barang yang diatur pemerintah seperti bahan bakar minyak (BBM) serta liquefied petroleum gas (LPG).

    Ketiga, inflasi yang berasal dari luar negeri atau imported inflation yang disebabkan kenaikan harga-harga di luar negeri, pelemahan rupiah serta gangguan distribusi global.

    “Perkiraan saya kalau mengenai inflasi, ada tekanan inflasi yang akan lebih tinggi,” ujarnya.

    Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) terakhir pada Maret 2024 sebesar 3,05 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,99 pada Maret 2023 menjadi 106,13 pada Maret 2024.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengakui bahwa harga minyak dapat mencapai 100 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah saat ini.

    “Dengan adanya konflik baru ini, Iran dan Israel, ini (harga minyak) sebetulnya tidak jauh dari angka 100 dolar AS. Saya katakan sependapat, kemungkinan besar harga ICP naik 100 dolar AS (per barel),” ujar Tutuka.

    Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian ESDM, ICP (Indonesian Crude Oil Price) atau harga patokan minyak mentah Indonesia per 12 April 2024 sebesar 89,51 dolar AS per barel.

    Sebelum serangan Iran terhadap Israel, kata Tutuka, harga minyak sudah mengalami peningkatan kurang lebih 5 dolar AS per barel tiap bulannya.

    “Kalau kita soroti ICP dari bulan Februari, sebetulnya dari Maret dan April naik terus. Kenaikan kurang lebih 5 dolar AS per bulan,” ujar Tutuka.

    Saat ini, kata Tutuka melanjutkan, pemerintah masih menunggu respons dari Israel terkait serangan Iran.

    Respons Israel nantinya akan menentukan apakah harga minyak dunia akan meningkat secara berkelanjutan atau spike.

    Adapun yang dimaksud dengan spike adalah peningkatan harga secara tajam untuk sementara waktu sebelum kembali turun.

  • Pakar: Ketegangan Iran dan Israel Untungkan Kelompok Hamas

    Pakar: Ketegangan Iran dan Israel Untungkan Kelompok Hamas

    7cloud.asia – Serangan balasan Israel ke isfahan, salah satu kota di Iran pada Jumat (19/4/2024) pagi waktu setempat sudah diprediksi bakal terjadi

    Serangan roket Isreale ke wilayah Iran tersebut tampaknya terbatas, dan tidak ada korban jiwa atau kerusakan berarti yang dilaporkan Teheran.

    Meskipun ada tekanan AS terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serangan balasan dari Israel diperkirakan akan terjadi, kata Ahmed Fouad Alkhatib, seorang analis Timur Tengah dari Gaza dan peneliti senior non-residen di Dewan Atlantik.

    Pemerintahan Biden memahami bahwa Israel perlu melakukan pembalasan “menyelamatkan muka” versi mereka sendiri setelah serangan dramatis dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan Iran pada Sabtu (13/4/2024) lalu, katanya kepada VOA.

    Baca Juga: Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    Pihak yang paling diuntungkan dari potensi eskalasi antara Israel dan Iran ini adalah Hamas, kata Alkhatib.

    “Kelompok ini merasa semakin berani dengan serangan langsung Iran terhadap Israel, memperkuat posisi negosiasi mereka dalam perundingan gencatan senjata dan pertukaran sandera terbaru yang difasilitasi oleh Qatar,” katanya.

    Biden sejauh ini tidak berhasil mendorong kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

    Pada akhir pekan lalu, Hamas – yang dimasukkan kelompok teror oleh AS – mengajukan tuntutan baru yang membuat perundingan menjadi kacau.

    Baca Juga: AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah

    Tidak jelas bagaimana serangan balik Israel terhadap Iran dapat berdampak pada dinamika negosiasi dengan Hamas.

    “Ini adalah momen ketidakstabilan tetapi juga peluang,” kata Laura Blumenfeld, peneliti senior di Philip Merrill Center for Strategic Studies di Johns Hopkins School for Advanced International Studies.

    “Para pemimpin dunia sepakat bahwa kunci untuk meredakan ketegangan adalah dengan membebaskan para sandera,” katanya dikutip VOA Indonesia.

    Pesan yang disampaikan kepada para perunding pembebasan sandera Hamas, adalah “berhenti sementara Anda berada di belakang,” pungkasnya.

    Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, UE Serukan Pengakuan Dua Negara

    Meningkatnya ketegangan Iran dan Israel memicu kehawatiran dunia internasional akan mempengaruhi ekonomi dunia.

    Harga minyak diperkirakan akan naik. Pun demikian dengan perdagangan antarnegara akan terganggu 

  • Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan bahwa Amerika tidak terlibat dalam serangan udara dini hari Israel terhadap Iran.

    Blinken dalam pernyataannya Jumat (19/4/2024) juga menolak untuk mengonfirmasi laporan bahwa Washington telah diberitahu soal rencana Israel sesaat sebelum serangan itu dilakukan.

    “(Mengenai) laporan yang Anda lihat, saya tidak akan membahasnya kecuali mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam operasi ofensif apa pun,” katanya dalam konferensi pers setelah pertemuan para menteri luar negeri Kelompok Tujuh (G7) di Pulau Capri, Italia

    G7 fokus untuk menghindari perang yang lebih luas di kawasan, katanya.

    “Anda melihat Israel menerima serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi fokus kami, tentu saja, adalah memastikan bahwa Israel dapat mempertahankan diri secara efektif, tetapi juga mengurangi ketegangan dan menghindari konflik,” kata Blinken.

    Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, yang memimpin pertemuan G7, mengatakan AS telah memberi tahu para mitra G7 bahwa Washington menerima informasi “menit terakhir” dari Israel mengenai serangan itu.

    Baca Juga: Komisi HAM PBB: Israel Berlakukan Pembatasan Tidak Sah di Gaza

    Dalam komunike bersama G7, Blinken dan menteri luar negeri lainnya mengumumkan rencana sanksi baru terhadap Iran atas serangannya terhadap Israel dan mendesak deeskalasi. Teheran tampaknya mengindahkan saran tersebut untuk saat ini.

    Serangan Israel tampaknya merupakan pembalasan atas ratusan drone dan rudal Iran yang diluncurkan ke Israel pada 13 April lalu.

    Sebagian besar dicegat dengan bantuan Amerika Serikat dan sekutu regional, termasuk Yordania dan Arab Saudi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya menimbulkan sedikit kerusakan.

    Hal ini mengindikasikan bahwa Iran mungkin telah “mengkalibrasi serangan tersebut” untuk membatasi jumlah korban atau mengirimkan pemberitahuan terlebih dahulu melalui telegram. Namun hal ini dibantah oleh Gedung Putih.

    Serangan Israel pada Jumat (19/4/2024) pagi terhadap Iran tampaknya terbatas, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

    Baca Juga: AS Veto Resolusi yang Membuka Jalan Bagi Keanggotaan Palestina di PBB

    Presiden AS Joe Biden telah mendesak Israel untuk menahan diri dan menghindari eskalasi setelah serangan Iran. Pemerintahannya telah berkoordinasi dengan sekutu dan mitra, termasuk G7 mengenai “respons komprehensif.”

    Hal ini dapat mencakup sanksi baru terhadap Teheran dan memperkuat pertahanan udara dan rudal serta sistem peringatan dini di seluruh Timur Tengah, kata penasihat keamanan nasional Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

    Media pemerintah Iran melaporkan pada Jumat dini hari waktu setempat bahwa tiga ledakan terdengar di kota Isfahan, Iran. Ledakan dilaporkan terjadi pada waktu yang hampir bersamaan di Irak dan Suriah.

    Teheran mengatakan serangannya pada 13 April adalah respons terhadap serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024.

    Pemboman tersebut menewaskan Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) lainnya. Israel tidak membenarkan atau menyangkal bertanggung jawab atas serangan itu.

    Baca Juga: Indonesia dan China Sepakat Pengakuan Dua Negara Merdeka sebagai Solusi Terbaik untuk Palestina

    Para analis mengatakan serangan balik Israel yang terbatas dan tanggapan diam Iran menunjukkan bahwa kedua belah pihak bersedia menghindari eskalasi lebih lanjut, setidaknya untuk saat ini.

    Namun, saat ini risiko eskalasi jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, kata Brian Katulis, peneliti senior di Middle East Institute.

    “Timur Tengah kini berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya kepada VOA.

     

    “Jika Hizbullah ikut campur di sini, saya pikir ini akan menjadi pusaran yang menyedot lebih banyak aktor dalam konflik regional, termasuk Amerika Serikat,” tambah Katulis.

    Dalam upaya memfasilitasi deeskalasi, Gedung Putih menolak membahas serangan balik Israel. Didesak oleh para wartawan selama konferensi pers oada Jumat, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre berulang kali mengatakan,

    “Kami tidak memiliki komentar apa pun mengenai laporan tersebut saat ini.” ujarnya.

    Sumber:VOA Indonesia

     

     

  • Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Iran Tetapkan Masa Berkabung Selama 5 Hari

    Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Iran Tetapkan Masa Berkabung Selama 5 Hari

    7cloud.asia – Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengumumkan hari berkabung nasional selama lima hari menyusul wafatnya Presiden Ebrahim Raisi

    Ebrahim Raisi meninggal dalam kecelakaan helikopter di barat laut Iran,
    Minggu (19/5/2024)

    Sejumlah pejabat Iran turut meninggal dalam kecelakaan yang menewaskan Ebrahim Raisi ini, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian, imam salat Jumat Tabriz dan gubernur.

    Melalui sebuah pesan pada Senin pagi, Ayatollah Khamenei mengutarakan kesedihan yang mendalam atas meninggalnya Presiden Raisi dalam peristiwa yang terjadi di Provinsi Azerbaijan Timur di Iran sehari sebelumnya.

    Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal Dalam Kecelakaan Helikopter, Indonesia Berduka

    Dalam pesan tersebut, Ayatollah Khamenei menggambarkan Raisi sebagai sosok ulama pekerja keras sekaligus presiden populer yang mengabdikan hidupnya untuk melayani rakyat Iran, negara dan Islam.

    “Dalam tragedi yang pahit ini, bangsa Iran telah kehilangan seorang pengabdi yang ramah tamah, rendah hati dan juga berharga,” katanya.

    Menurutnya, Presiden Raisi selalu bekerja keras dan bekerja sepanjang waktu demi rakyat Iran meski mendapat kritikan dari para simpatisan.

    Ayatollah Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Iran dan menyetujui Wakil Presiden Mohammad Mokhber mengambil alih jabatan presiden sementara.

    Baca Juga: Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    Mokhber juga diperintahkan untuk bekerja sama dengan ketua parlemen serta pengadilan Iran dalam mempersiapkan landasan untuk memilih presiden baru dalam waktu 50 hari ke depan.

    Dia juga mengutarakan kesedihannya atas kepergian sejumlah pejabat senior yang mendampingi Presiden Raisi dalam kecelakaan helikopter di Azerbaijan Timur ini.

    Dilansir Reuters, Senin (20/5/2024) tiga cabang pemerintahan Iran pun langsung menggelar rapat luar biasa. Tiga cabang yang dimaksud adalah eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

    Rapat luar biasa ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber sebagai wakil cabang eksekutif. Hal ini dilaporkan oleh TV pemerintah.

    Baca Juga: Pemilu Iran Diikuti Kurang dari Separuh Jumlah Pemilih

    “Kami akan mengikuti jejak Presiden Raisi dalam memenuhi tugas yang diberikan tanpa gangguan apa pun,” kata Mokhber.

    Konstitusi Republik Islam Iran menyatakan, jika seorang presiden meninggal saat menjabat, wakil presiden pertama akan mengambil alih jabatan tersebut untuk masa jabatan sementara selama 50 hari.

    Hal ini dilakukan dengan persetujuan Pemimpin Tertinggi, yang memiliki keputusan akhir dalam semua urusan negara di Iran.

    Pemilihan presiden baru akan diadakan pada akhir 50 hari.

    Sumber: IRNA-OANA